Detail Tragedi Heysel (1985)
Tragedi Heysel, atau Heysel Stadium Disaster, adalah salah satu bencana terburuk dalam sejarah sepak bola Eropa. Kejadian ini terjadi pada 29 Mei 1985 di Stadion Heysel (sekarang King Baudouin Stadium), Brussels, Belgia, menjelang final Piala Eropa (sekarang Liga Champions) antara Liverpool (juara bertahan) dan Juventus.
Akibatnya, 39 orang tewas (kebanyakan suporter Juventus dari Italia) dan lebih dari 600 orang terluka. Tragedi ini disebabkan oleh kerusuhan suporter, dikombinasikan dengan kondisi stadion yang buruk.
Kronologi Kejadian
- Kick-off dijadwalkan pukul 20:00 (waktu setempat).
- Suporter Liverpool dialokasikan di sektor X dan Y, sementara Juventus di sektor lain. Sektor “netral” Z seharusnya untuk penonton Belgia, tapi banyak diisi suporter Juventus.
- Sekitar pukul 19:00, sekelompok hooligan Liverpool mulai melempar batu, botol, dan benda lain ke arah suporter Juventus di sektor Z.
- Suporter Juventus panik dan berusaha lari, tapi terhalang pagar kawat tipis (chicken-wire fence).
- Hooligan Liverpool menerobos pagar, menyebabkan charge massal.
- Suporter Juventus terdesak ke dinding penahan (retaining wall) yang sudah rapuh; dinding roboh sekitar pukul 19:20, menimpa dan menjepit banyak orang.
- Chaos berlangsung sekitar 1 jam; pertandingan tetap digelar (untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut) dan Juventus menang 1-0 lewat penalti Michel Platini.


Penyebab Utama
- Kerusuhan suporter Liverpool: Hooliganisme yang marak di sepak bola Inggris era 1980-an; banyak yang melihat ini sebagai “balas dendam” atas insiden sebelumnya.
- Kondisi stadion buruk: Stadion Heysel berusia 55 tahun, sudah rusak parah (dinding retak, pagar tipis, tidak terawat karena ancaman penutupan).
- Pengelolaan buruk: Tiket sektor netral salah alokasi, polisi Belgia kurang tegas, dan UEFA memilih stadion yang tidak layak.


Korban
- 39 tewas: 32 Italia, 4 Belgia, 2 Prancis, 1 Irlandia Utara.
- Kebanyakan mati karena tertimpa dinding atau terjepit (crushed).
- Ratusan luka-luka, banyak trauma seumur hidup.
Dampak dan Aftermath
- Hukuman berat: UEFA larang semua klub Inggris dari kompetisi Eropa selama 5 tahun (Liverpool tambahan 1 tahun, total 6). Ini pukulan besar bagi sepak bola Inggris.
- Proses hukum: 14 suporter Liverpool dihukum penjara 3 tahun atas manslaughter (pembunuhan tak disengaja).
- Perubahan sepak bola: Memicu reformasi keselamatan stadion (meski besar-besaran baru setelah Hillsborough 1989: all-seater, hilang standing terrace).
- Rekonsiliasi: Pada 2005, Liverpool buat mosaik “Amicizia” (persahabatan). Kini ada memorial bersama rencana dari kedua klub (scarves knotted together).



Tragedi Heysel sering disebut “malam kelam” sepak bola, yang menunjukkan bahaya hooliganisme dan kelalaian organisasi. Hingga kini (2025, 40 tahun kemudian), kedua klub terus mengenang korban dengan rasa hormat dan persatuan. In memoria e amicizia (dalam ingatan dan persahabatan). ⚽️
