Indonesia: Hasil Tabrakan Lempeng Raksasa
Kepulauan Indonesia terbentuk karena posisinya yang unik di pertemuan tiga lempeng tektonik besar dunia:
- Lempeng Indo-Australia (dari selatan),
- Lempeng Eurasia (dari utara),
- Lempeng Pasifik (dari timur).
Selama jutaan tahun, lempeng-lempeng ini saling bertumbukan, menyusup, dan menghimpit. Akibatnya:
- Gempa bumi sering terjadi,
- Gunung berapi muncul di darat dan laut,
- Pulau-pulau baru terangkat dari dasar laut.
Proses inilah yang membentuk rangkaian kepulauan memanjang dari Sabang (Aceh) hingga Merauke (Papua) — lebih dari 17.000 pulau!
Tahap-Tahap Pembentukan (Secara Geologis)
1. Zaman Prasejarah – Pemisahan dari Gondwana (200 juta tahun lalu)
- Benua besar Gondwana (yang mencakup Afrika, India, Australia, dan Antartika) mulai pecah.
- Lempeng India bergerak ke utara, menabrak lempeng Eurasia → membentuk Himalaya dan mengangkat dasar laut di sekitarnya, termasuk bagian barat Indonesia.
2. Zaman Tersier (65–2,6 juta tahun lalu) – Lahirnya Pulau-Pulau
- Tabrakan lempeng menyebabkan aktivitas vulkanik hebat di sepanjang Busur Sunda (Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara).
- Gunung berapi bawah laut meletus, membentuk daratan baru: Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dll.
- Sementara itu, Papua adalah bagian dari lempeng Australia yang perlahan naik ke utara dan bertemu lempeng Pasifik.
3. Zaman Kuarter (2,6 juta tahun lalu – sekarang) – Bentuk Modern
- Zaman Es (sekitar 110.000–12.000 tahun lalu) membuat permukaan laut turun hingga 120 meter.
- Pulau-pulau yang kini terpisah (seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan) menyatu dengan daratan Asia membentuk Sunda Land.
- Papua dan Australia juga menyatu dalam Sahul Land.
- Ketika zaman es berakhir, es mencair → permukaan laut naik → pulau-pulau terpisah seperti sekarang.
Inilah mengapa fauna Jawa-Sumatra-Kalimantan mirip (harimau, badak, gajah), sedangkan fauna Papua mirip Australia (kanguru, kasuari).
Dua Wilayah Geologis Berbeda
Indonesia terbagi dua oleh Garis Wallace (ditemukan oleh Alfred Russel Wallace, 1859):
| Bagian Barat Garis Wallace (Sunda Shelf) | Bagian Timur Garis Wallace (Sahul Shelf) |
|---|---|
| Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali | Papua, Maluku bagian timur |
| Asal geologis: Asia | Asal geologis: Australia |
| Fauna: Harimau, badak, gajah, orangutan | Fauna: Kanguru pohon, kasuari, cenderawasih |
Di antaranya (Sulawesi, Nusa Tenggara) disebut Wallacea — zona peralihan dengan spesies unik.
Peran Gunung Berapi dan Gempa
- Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) melewati Indonesia.
- Ada 127 gunung berapi aktif di Indonesia (seperti Merapi, Krakatau, Semeru).
- Letusan gunung berapi tidak hanya membentuk pulau (misalnya Anak Krakatau lahir 1927), tapi juga menyuburkan tanah → mendukung pertanian dan peradaban.
Kesimpulan: Indonesia – Anugerah dari Bumi yang Hidup
Kepulauan Indonesia tidak terbentuk dalam sehari, tapi melalui proses geologis raksasa selama ratusan juta tahun. Ia lahir dari:
- Tabrakan lempeng tektonik,
- Letusan gunung berapi,
- Naik-turunnya permukaan laut.
Hasilnya: negara kepulauan terbesar di dunia, dengan kekayaan alam, keanekaragaman hayati, dan keindahan alam yang luar biasa — sekaligus rentan terhadap bencana alam.
