Sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit
Latar Belakang: Kekosongan Kekuasaan di Jawa
Pada akhir abad ke-13, Kerajaan Singhasari di Jawa Timur runtuh akibat pemberontakan Jayakatwang, adipati dari Kediri, yang membunuh raja Kertanegara (1292). Kertanegara adalah raja terakhir Singhasari yang bercita-cita menyatukan Nusantara di bawah pengaruh ajaran Siwa-Buddha.
Namun, Raden Wijaya, menantu Kertanegara, berhasil lolos dan bersembunyi di hutan Tarik (daerah Mojokerto, Jawa Timur).
Kelahiran Majapahit: 1293 M
- 1293: Raden Wijaya memanfaatkan kedatangan pasukan Mongol (Yuan) yang dikirim Kaisar Kubilai Khan untuk menghukum Kertanegara atas penghinaan diplomatik.
- Raden Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol, membantu mereka mengalahkan Jayakatwang.
- Setelah Jayakatwang kalah, Raden Wijaya mengkhianati pasukan Mongol dengan menyerang mereka secara mendadak.
- Pasukan Mongol, kelelahan dan kehilangan banyak tentara, terpaksa mundur dari Jawa.
Dengan kemenangan ini, Raden Wijaya mendirikan kerajaan baru pada 10 November 1293 — tanggal ini dianggap sebagai hari lahir Kerajaan Majapahit.
Catatan: Tanggal 10 November kini diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional Indonesia, bertepatan dengan Pertempuran Surabaya (1945), tetapi secara historis juga menjadi simbol perlawanan dan kelahiran kekuasaan baru di Jawa.
Asal Nama “Majapahit”
Nama Majapahit berasal dari buah maja (sejenis mentimun pahit) yang banyak tumbuh di hutan Tarik, tempat Raden Wijaya bersembunyi.
Ketika pasukan Mongol datang, mereka memakan buah maja yang rasanya pahit (maja pahit).
Nama ini kemudian dijadikan simbol: kepahitan masa lalu yang berubah menjadi kejayaan.
Tokoh Pendiri: Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana)
- Setelah naik takhta, Raden Wijaya bergelar Kertarajasa Jayawardhana.
- Ia membangun ibu kota di Majapahit (dekat Sungai Brantas, Mojokerto).
- Untuk memperkuat posisinya, ia menikahi empat putri Kertanegara, sekaligus mengamankan legitimasi politik dari garis keturunan Singhasari.
Masa Kejayaan: Zaman Patih Gajah Mada (Abad ke-14)
Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk (raja, 1350–1389) dan Patih Gajah Mada (perdana menteri).
- 1334: Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa — bersumpah tidak akan menikmati rempah-rempah (palapa) sampai seluruh Nusantara disatukan di bawah panji Majapahit.
- Dengan kebijakan militer dan diplomasi, Majapahit menguasai:
- Seluruh Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku,
- Hingga Semenanjung Malaya, Thailand selatan, Filipina selatan, dan Papua bagian barat.
- Kitab Negarakertagama (1365), karya Mpu Prapanca, menjadi bukti sejarah utama yang menggambarkan wilayah, administrasi, dan kehidupan istana Majapahit.
Sistem Pemerintahan & Budaya
- Agama: Hindu-Buddha sinkretis (Siwa-Buddha).
- Bahasa resmi: Kawi (Jawa Kuno).
- Ibu kota: Majapahit (dekat Trowulan, Mojokerto) — kini menjadi situs arkeologi terpenting di Jawa.
- Arsitektur: Candi-candi seperti Candi Brahu, Candi Tikus, dan Candi Bajang Ratu.
Penyebab Kemunduran (Abad ke-15)
- Perang Saudara (Perang Paregreg, 1401–1406):
Perebutan takhta antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi melemahkan stabilitas politik. - Munculnya Kesultanan Demak:
Islam mulai menyebar di pesisir utara Jawa. Kesultanan Demak (abad ke-15) menjadi kekuatan baru yang menantang pengaruh Majapahit. - Perdagangan beralih ke pesisir:
Pelabuhan seperti Malaka dan Demak menggantikan peran Majapahit sebagai pusat perdagangan. - Serangan dari luar:
Beberapa sumber menyebutkan serangan dari Kerajaan Blambangan atau invasi dari Kediri.
Majapahit diperkirakan runtuh sekitar tahun 1527, ketika Demak di bawah Raden Patah dan Sunan Kalijaga mengambil alih kekuasaan di Jawa.
Warisan Majapahit
- Dianggap sebagai cikal bakal negara kesatuan Indonesia — gagasan “Nusantara” berasal dari Sumpah Palapa Gajah Mada.
- Lambang Garuda Pancasila terinspirasi dari Garuda, kendaraan Dewa Wisnu dalam mitologi Hindu yang juga menjadi simbol Majapahit.
- Bhinneka Tunggal Ika (semboyan Indonesia) diambil dari kitab Sutasoma, karya Mpu Tantular dari era Majapahit, yang menekankan persatuan dalam keberagaman agama (Hindu-Buddha).
“Majapahit bukan hanya kerajaan — ia adalah mimpi besar tentang Nusantara yang bersatu.”
Fakta Penting
- Ibu kota: Majapahit (Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur)
- Raja terbesar: Hayam Wuruk
- Patih legendaris: Gajah Mada
- Tahun berdiri: 1293 M
- Tahun kejayaan: 1350–1389 M
- Tahun runtuh: ±1527 M
