Info terkini Tentang Permainan Online

Zaman Kuno: Lahirnya Peradaban Tiongkok (±2100 SM – 221 SM)

Peradaban Tiongkok bermula di lembah Sungai Kuning (Huang He), salah satu peradaban tertua di dunia.

  • Dinasti Xia (±2100–1600 SM): Dianggap sebagai dinasti pertama, meski keberadaannya masih diperdebatkan karena minim bukti arkeologis.
  • Dinasti Shang (±1600–1046 SM): Dinasti pertama yang terbukti secara arkeologis. Dikenal karena tulisan aksara Tiongkok kuno pada tulang orakel, sistem pemerintahan feodal, dan ritual penguburan kompleks.
  • Dinasti Zhou (1046–256 SM): Masa panjang yang memperkenalkan konsep “Mandat Surga” (kekuasaan raja sah jika disetujui langit). Zaman ini melahirkan filsuf besar seperti Konfusius, Laozi (Taoisme), dan Mozi — era dikenal sebagai “Seratus Aliran Pemikiran”.
  • Periode Negara-Negara Berperang (475–221 SM): Tiongkok terpecah menjadi tujuh negara kecil yang saling berperang.

Dinasti Imperial: Penyatuan dan Kemegahan (221 SM – 1912 M)

1. Dinasti Qin (221–206 SM)

  • Qin Shi Huang menyatukan Tiongkok untuk pertama kalinya.
  • Membangun Tembok Besar Tiongkok (versi awal), menyatukan sistem tulisan, mata uang, dan ukuran.
  • Dikenal otoriter dan membakar buku yang tidak sesuai ideologinya.
  • Dinasti ini runtuh segera setelah kematian Qin Shi Huang.

2. Dinasti Han (206 SM – 220 M)

  • Zaman keemasan pertama Tiongkok.
  • Jalur Sutra dibuka, menghubungkan Tiongkok dengan dunia Barat.
  • Konfusianisme menjadi dasar sistem birokrasi.
  • Penemuan penting: kertas, kompas sederhana, dan sistem administrasi pusat.

3. Masa Tiga Kerajaan, Jin, dan Dinasti Selatan-Utara (220–589)

  • Tiongkok kembali terpecah setelah runtuhnya Han.
  • Era penuh perang, tapi juga pertumbuhan agama Buddha dari India.

4. Dinasti Sui (581–618) dan Tang (618–907)

  • Sui menyatukan kembali Tiongkok dan membangun Grand Canal.
  • Tang adalah zaman keemasan kedua: ibu kota Chang’an (kini Xi’an) menjadi kota terbesar di dunia, pusat budaya, perdagangan, dan keagamaan.
  • Puisi Tiongkok mencapai puncaknya (Li Bai, Du Fu).

5. Dinasti Song (960–1279)

  • Kemajuan teknologi luar biasa: mesiu, cetak blok kayu, cetak huruf bergerak, kompas magnetik.
  • Ekonomi berkembang pesat, uang kertas pertama di dunia muncul.
  • Tapi lemah secara militer → jatuh ke tangan bangsa Mongol.

6. Dinasti Yuan (1271–1368)

  • Didirikan oleh Kublai Khan, cucu Jenghis Khan.
  • Tiongkok jadi bagian dari Kekaisaran Mongol.
  • Kontak intensif dengan Eropa (Marco Polo berkunjung).

7. Dinasti Ming (1368–1644)

  • Mengusir Mongol, mengembalikan kejayaan Tiongkok.
  • Membangun Tembok Besar versi modern.
  • Armada besar dipimpin Laksamana Zheng He menjelajahi hingga Afrika Timur.
  • Menutup diri dari dunia luar di akhir masa.

8. Dinasti Qing (1644–1912)

  • Didirikan oleh manchu (bukan etnis Han).
  • Wilayah Tiongkok mencapai luas maksimal (termasuk Tibet, Xinjiang, Mongolia).
  • Awalnya makmur, tapi akhirnya lemah akibat:
    • Perang Candu (1839–1860) melawan Inggris → Tiongkok kalah, pelabuhan dibuka paksa.
    • Pemberontakan Taiping (1850–1864): 20–30 juta orang tewas.
    • Tekanan imperialisme Eropa dan Jepang.

Zaman Modern: Keruntuhan Monarki dan Perang (1912–1949)

  • 1911: Revolusi Xinhai menggulingkan Dinasti Qing.
  • 1912: Republik Tiongkok didirikan oleh Sun Yat-sen.
  • Tapi Tiongkok jatuh ke dalam kekacauan: perang saudara, panglima perang, invasi Jepang.
  • 1937–1945: Perang Tiongkok-Jepang (bagian PD II) → jutaan tewas, termasuk Pembantaian Nanking.
  • Setelah PD II, pecah Perang Saudara antara:
    • Kuomintang (KMT) pimpinan Chiang Kai-shek (nasionalis)
    • Partai Komunis Tiongkok (PKT) pimpinan Mao Zedong

Republik Rakyat Tiongkok (1949–sekarang)

  • 1 Oktober 1949: Mao Zedong memproklamasikan Republik Rakyat Tiongkok di Beijing.
  • KMT mundur ke Taiwan, yang masih mengklaim diri sebagai “Tiongkok sah” hingga kini.

Era Mao (1949–1976)

  • Reformasi tanah, kampanye anti-intelektual.
  • Lompatan Jauh ke Depan (1958–1962): gagal → kelaparan besar (15–45 juta tewas).
  • Revolusi Kebudayaan (1966–1976): kekacauan sosial, penghancuran budaya tradisional.

Era Reformasi (1978–sekarang)

  • Setelah Mao wafat (1976), Deng Xiaoping memimpin reformasi ekonomi.
  • Kebijakan “Empat Modernisasi”: buka ekonomi, undang investasi asing, pertanian & industri dikembangkan.
  • Tiongkok menjadi pabrik dunia, tumbuh jadi raksasa ekonomi kedua terbesar di dunia.
  • Namun tetap mempertahankan sistem politik satu partai (PKT).

Tiongkok Abad ke-21

  • Memperkuat pengaruh global lewat Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative).
  • Tegang dengan AS soal teknologi, Laut China Selatan, dan Taiwan.
  • Di bawah Xi Jinping (sejak 2013), Tiongkok menekankan “kebangkitan nasional”, kontrol ketat atas internet, dan pengawasan sosial via teknologi (misalnya di Xinjiang).
  • Menjadi pemimpin dalam energi terbarukan, AI, dan infrastruktur digital.

Fakta Penting

  • Ibu kota: Beijing
  • Bahasa resmi: Mandarin (Putonghua)
  • Sistem pemerintahan: Republik sosialis satu partai
  • Populasi: ±1,4 miliar (terbesar kedua setelah India pada 2023)
  • Lambang nasional: Tembok Besar, naga, panda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *