Eintracht Frankfurt
🟥🤍 Profil Singkat Eintracht Frankfurt
- Nama lengkap: Eintracht Frankfurt e.V.
- Didirikan: 8 Maret 1899
- Kota: Frankfurt am Main, Hessen, Jerman
- Stadion: Deutsche Bank Park (kapasitas: 51.500)
- Warna seragam: Merah, Hitam, dan Putih
- Julukan:
- Die Adler (Si Rajawali)
- SGE (Sportgemeinde Eintracht)
- Pemilik: Klub milik anggota (socios) — lebih dari 100.000 anggota
🏆 Prestasi: Raksasa Jerman dengan Jiwa Eropa
Eintracht Frankfurt adalah salah satu klub paling bersejarah di Jerman, dengan warisan Eropa yang luar biasa.
Domestik (Jerman)
- Juara Bundesliga: 1 kali — 1958–59
- Juara DFB-Pokal (Piala Jerman): 5 kali
- 1974, 1975, 1981, 1988, 2018
- Runner-up Bundesliga: 4 kali (terakhir: 1961–62)
Eropa & Dunia
- Liga Champions UEFA:
- Juara 2021–22 — gelar Eropa pertama dalam 63 tahun!
→ Kalahkan Barcelona, Real Betis, West Ham, Rangers, dan Roma di final (5–4 adu penalti)
- Juara 2021–22 — gelar Eropa pertama dalam 63 tahun!
- Piala Eropa (Liga Champions lama):
- Runner-up 1 960 — kalah 3–7 dari Real Madrid di final paling ikonik sepanjang masa (gol Di Stéfano & Puskás)
- Piala UEFA: Juara 1980 (kalahkan Borussia Mönchengladbach di final)
💡 Frankfurt adalah satu-satunya klub Jerman yang pernah menjuarai Liga Champions, Piala UEFA, dan Piala Dunia Antarklub (1960, sebagai runner-up Piala Eropa).
🦅 Asal Julukan “Die Adler” (Si Rajawali)
- Rajawali adalah lambang kota Frankfurt sejak abad ke-13, mewakili kebebasan, kekuatan, dan visi tajam.
- Klub mengadopsinya sebagai identitas pada 1960-an.
- Maskot resmi: Attila the Eagle — rajawali hidup yang terbang mengelilingi stadion sebelum setiap laga kandang.
🦅 Attila adalah satu-satunya maskot burung hidup di Bundesliga — simbol kebanggaan hidup klub.
🌟 Era Keemasan: 1959–1960 — Mengejutkan Dunia
- 1959: Juara Liga Jerman pertama dan satu-satunya
- 1960: Final Piala Eropa di Hampden Park, Glasgow
- Hadapi Real Madrid — tim terbaik sepanjang masa dengan Di Stéfano, Puskás, Gento
- Kalah 3–7, tapi Frankfurt cetak 3 gol — prestasi luar biasa
- Pertandingan ini dianggap “kelahiran sepak bola modern” oleh banyak ahli
🏟️ Deutsche Bank Park: Istana Rajawali di Jantung Frankfurt
- Dibuka: 1925 (diperbarui total untuk Piala Dunia 2006)
- Kapasitas: 51.500
- Karakteristik:
- Tribun “Block Bockenheimer” diisi oleh “Eintracht Ultras” — fans paling fanatik
- Stadion menjadi lautan merah-hitam saat laga kandang
- Atmosfer salah satu yang paling menakutkan di Eropa — terutama di malam Liga Europa/Liga Champions
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Wir sind die Adler, wir sind die Besten!”
(Kami adalah Rajawali, kami yang terbaik!)
🔥 Rivalitas Utama
- FSV Frankfurt → “Frankfurt Derby”
- Rival historis sejak 1911 — tapi kini jarang terjadi karena FSV di liga amatir
- Kickers Offenbach → “Südhessenderby”
- Rival paling sengit — akar dari persaingan kota tetangga
- Disebut “derby paling emosional di Hessen”
- Bayern Munich → rival nasional karena sering jadi “pengganggu” di Piala Jerman
💚 Filosofi & Identitas: Klub Komunitas dengan Jiwa Eropa
- Frankfurt dikenal sebagai “klub rakyat”:
- Dekat dengan komunitas lokal
- Dukung keberagaman, antirasisme, dan lingkungan
- Akademi muda “Riederwald” melahirkan talenta seperti Sebastien Haller, Luka Jović, dan Filip Kostić
- Gaya bermain: Ofensif, pressing tinggi, sepak bola menyerang — tidak takut pada siapa pun
💡 Fakta Unik
- Final Piala Eropa 1960 adalah satu-satunya final Piala Eropa yang dihadiri oleh Sir Alex Ferguson — ia menangis melihat kehebatan Puskás, lalu berkata: “Aku ingin jadi pelatih seperti ini.”
- Frankfurt adalah satu-satunya klub Jerman yang fans-nya mengisi seluruh tribun lawan saat final Liga Europa 2022 di Sevilla (48.000 tiket untuk fans Frankfurt!).
- Klub ini menolak tawaran investor asing besar untuk menjaga identitas lokal.
- Deutsche Bank Park adalah satu-satunya stadion di Jerman yang punya fasilitas konser kelas dunia — sering jadi lokasi tur Beyoncé, Ed Sheeran, dll.
🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan Domestik
- 2024/25: Target — konsisten di 5 besar Bundesliga, pertahankan status Eropa
- Fokus pada:
- Regenerasi skuad muda
- Bangun tim yang bisa bersaing dengan Bayern & Dortmund
- Perkuat akademi dan identitas “Die Adler”
“Kami bukan raksasa. Tapi kami adalah rajawali — dan kami selalu terbang lebih tinggi dari yang kau kira.”
