Stade Rennais FC
🔴⚫ Profil Singkat Stade Rennais FC
- Nama lengkap: Stade Rennais Football Club
- Didirikan: 10 Maret 1901
- Kota: Rennes, Brittany, Prancis
- Stadion: Roazhon Park (kapasitas: 29.778)
- Warna seragam: Merah dan Hitam
- Julukan:
- Les Rouge et Noir
- Les Bretons
- Le Stade
- Pemilik: Groupe Artémis (perusahaan François-Henri Pinault, CEO Kering / Gucci), sejak 1998
🏆 Prestasi: Pabrik Bakat dengan Jiwa Kompetitif
Rennes mungkin tidak sering juara, tapi memiliki reputasi luar biasa dalam pembinaan pemain muda dan konsistensi di papan atas Ligue 1.
Domestik (Prancis)
- Juara Coupe de France: 3 kali
- 1965, 1971, 2019
→ 2019: Kemenangan paling bersejarah — kalahkan Paris Saint-Germain 6–5 adu penalti di final!
- 1965, 1971, 2019
- Runner-up Ligue 1: 1949, 1950, 1956, 1965
- Finish 3–6 besar Ligue 1: Konsisten sejak 2018
Eropa
- Liga Europa:
- Perempat final 2022/23 (kalah dari AS Roma)
- Liga Champions:
- Fase grup 2019/20 — debut pertama dalam sejarah klub!
💡 Rennes adalah satu-satunya klub Prancis yang juara Piala Prancis dengan skuad termuda sepanjang sejarah (rata-rata usia 21 tahun, 2019).
🏰 Asal Identitas: Akar Breton yang Tak Terpatahkan
- Rennes adalah kota terbesar di Brittany, wilayah dengan budaya dan bahasa unik (bukan bagian dari “Prancis utama”).
- Warna merah-hitam diadopsi pada 1907, terinspirasi dari warna seragam sekolah teknik lokal.
- Klub ini menjadi simbol kebanggaan Breton — melawan dominasi Paris dalam budaya dan olahraga.
💬 “Nous sommes Bretons. Pas Français. Nous sommes Rennais.”
(“Kami orang Breton. Bukan Prancis. Kami orang Rennes.”)
🌟 Akademi Terbaik di Prancis: “Centre d’Entainement Henri Guérin”
- Dianggap sebagai akademi nomor 1 di Prancis, bahkan menyaingi Clairefontaine (akademi nasional).
- Melahirkan bintang dunia:
- Ousmane Dembélé
- Eduardo Camavinga
- Mathys Tel
- Désiré Doué (bintang 2024)
- Filosofi: Kembangkan pemain teknis, cerdas, dan kreatif sejak usia 12 tahun.
💰 Rennes dikenal karena model bisnis cerdas:
- Beli pemain muda murah atau bentuk sendiri
- Jual ke klub besar (Real Madrid, Bayern, PSG)
- Gunakan profit untuk perkuat akademi
🏟️ Roazhon Park: Istana di Jantung Brittany
- Nama: “Roazhon” adalah sebutan dalam bahasa Breton untuk “Rennes”
- Kapasitas: 29.778
- Karakteristik:
- “Tribune Mordelles” diisi oleh “Allez Rennes” — kelompok suporter paling vokal
- Stadion dikelilingi mural Breton dan simbol Celtic
- Suasana intim, panas, dan penuh nyanyian Breton
- Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di Ligue 1 yang namanya dalam bahasa lokal (bukan Prancis).
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Allez Rennes, Allez Breizh!”
(Maju Rennes, Maju Brittany!)
🔥 Rivalitas Utama
- FC Nantes → “Derbi Brittany”
- Rival paling sengit — akar dari persaingan historis antara Rennes (keuskupan) vs Nantes (pelabuhan)
- Pertandingan selalu emosional, penuh nyanyian tradisional, dan gengsi tinggi
- Stade Brestois → rival regional barat Prancis
- PSG → rival modern (akademi vs uang)
📈 Kebangkitan Modern: Era Pinault (1998–Sekarang)
- 1998: Dibeli oleh François-Henri Pinault (miliarder Prancis, pemilik Gucci)
- Investasi jangka panjang di:
- Akademi
- Infrastruktur stadion
- Pelatih berkualitas (Christian Gourcuff, Julien Stéphan, Bruno Génésio)
- 2018–2024:
- Lolos ke Eropa 5 musim berturut-turut
- Juara Piala Prancis 2019
- Konsisten di papan atas Ligue 1
💡 Fakta Unik
- Roazhon Park adalah satu-satunya stadion di Eropa yang punya patung singa Breton di depan gerbang utama.
- Rennes adalah satu-satunya klub di dunia yang menjual 3 pemain muda ke Real Madrid dalam 3 tahun (Dembélé 2015, Camavinga 2021, Tel 2022).
- Klub ini aktif melestarikan bahasa Breton — lagu, spanduk, dan media sosial sering pakai bahasa lokal.
- “Groupe Artémis” tidak pernah utang — Rennes adalah salah satu klub paling sehat finansial di Eropa.
🏁 Masa Depan: Menjadi Kekuatan Eropa Berkelanjutan
- 2024/25: Target — konsisten di 5 besar Ligue 1, lolos ke Liga Europa/Liga Champions
- Fokus pada:
- Pertahankan akademi kelas dunia
- Bangun tim muda + berpengalaman
- Jadikan Rennes sebagai “tujuan elit” bagi bakat Eropa
“We don’t buy stars. We grow forests.”
💬 Kesimpulan
Stade Rennais bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah jantung budaya Brittany, pabrik bakat Eropa, dan bukti bahwa identitas lokal bisa bersaing di panggung global.
“In Rennes, we don’t follow Paris. We lead with our roots.”
