Al-Ittihad Club
🟥🤍 Profil Singkat Al-Ittihad Club
- Nama lengkap: Al-Ittihad Saudi Football Club
- Didirikan: 1927 — klub tertua di Arab Saudi
- Kota: Jeddah, Arab Saudi
- Stadion: King Abdullah Sports City (kapasitas: 62,241)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- Al-Namir (Harimau)
- Kings of Asia (Raja Asia)
- Al-Ittihad
- Pemilik: Klub milik negara, dikelola oleh Saudi Public Investment Fund (PIF) — bagian dari visi Saudi 2030
🏆 Prestasi: Raja Asia dari Pesisir Merah
Al-Ittihad adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Asia, dengan warisan domestik dan kontinental yang megah.
Domestik (Arab Saudi)
- Juara Liga Profesional Saudi: 9 kali
- 1982, 1983, 1984, 1997, 1999, 2000, 2001, 2003, 2007
- Juara Piala Raja: 9 kali
- Juara Piala Super Saudi: 1 kali (2008)
Asia — KEJAYAAN EMAS
- Piala Champions Asia / Liga Champions AFC: 2 kali juara berturut-turut!
- 2004: Kalahkan Seongnam Ilhwa Chunma (Korea Selatan) 6–3 agregat
- 2005: Kalahkan Al-Ain (UAE) 4–2 agregat
- Piala Winners’ Asia: 1 kali juara (1999)
- Piala Super Asia: 2 kali juara
💡 Al-Ittihad adalah satu-satunya klub Saudi yang menang Piala Champions Asia 2 kali berturut-turut, dan satu-satunya yang mencetak 6 gol di final.
🐅 Asal Julukan “Al-Namir” (Harimau)
- Julukan ini lahir pada 1950-an, karena gaya bermain agresif, cepat, dan mematikan — seperti harimau yang berburu.
- Warna merah-putih melambangkan api semangat dan kemurnian harga diri.
- Klub ini didirikan oleh pemuda Jeddah yang ingin menciptakan identitas olahraga untuk kota pelabuhan.
💬 “Di Jeddah, kami tak hanya bermain. Kami mengaum.”
🏟️ King Abdullah Sports City: Istana Merah di Pesisir Laut Merah
- Kapasitas: 62,241 — stadion terbesar kedua di Arab Saudi
- Lokasi: Tepi Laut Merah, dengan pemandangan gunung dan pelabuhan Jeddah
- Karakteristik:
- “Ultras Red” diisi oleh “Ultras Al-Ittihad” — suporter paling fanatik di Asia
- Suasana sangat panas, emosional, dan penuh nyanyian tradisional Hijaz
- Stadion sering dipenuhi asap merah dan kembang api saat laga besar
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Ittihad, Ittihad… Al-Namir la yahna!”
(Ittihad, Ittihad… Harimau tak pernah menyerah!)
🔥 Rivalitas Utama
- Al-Ahli Saudi FC → “Derbi Jeddah”
- Rival paling sengit di Arab Saudi — lebih emosional daripada Derbi Riyadh!
- Akar dari persaingan dua klub tertua di Saudi (Ittihad 1927 vs Ahli 1937)
- Disebut “Mother of All Derbies” di Timur Tengah
- Al-Hilal & Al-Nassr → rival nasional dalam perebutan supremasi Saudi
⭐ Era Baru: Kedatangan Bintang Global (2023–Sekarang)
- Juni 2023: Karim Benzema (Ballon d’Or 2022) resmi bergabung dari Real Madrid
- Juli 2023: N’Golo Kanté (pahlawan Piala Dunia 2018) ikut bergabung
- Dampak:
- Penjualan jersey naik 1.200%
- Followers media sosial melejit
- Al-Ittihad jadi sorotan global
- Prestasi 2023/24:
- Runner-up Liga Saudi (di bawah Al-Nassr)
- Lolos ke Liga Champions AFC 2024/25
💬 “Saya datang ke Jeddah bukan untuk pensiun, tapi untuk menulis bab baru.”
— Karim Benzema
💡 Fakta Unik
- Al-Ittihad adalah klub tertua di Arab Saudi — berdiri 30 tahun sebelum kerajaan Saudi modern.
- King Abdullah Sports City adalah satu-satunya stadion di Asia yang dibangun menghadap langsung ke Laut Merah.
- Klub ini menolak tawaran investor asing non-Saudi — tetap ingin “milik rakyat Jeddah dan negara”.
- “Ultras Al-Ittihad” adalah satu-satunya kelompok suporter di Asia yang menggunakan perahu tradisional untuk parade kemenangan di pelabuhan Jeddah.
🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan Asia
- 2024/25: Target —
- Juara Liga Saudi
- Juara Liga Champions AFC ke-3
- Bangun skuad hybrid (Benzema, Kanté + pemain lokal)
- Fokus pada:
- Perkuat akademi muda “Ittihad Academy”
- Modernisasi infrastruktur
- Jadikan Al-Ittihad sebagai “wajah baru Jeddah di dunia”
“We’ve ruled Asia before. With Benzema, Kanté, and the red fire of Jeddah — we’ll do it again.”
💬 Kesimpulan
Al-Ittihad Club bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah jiwa kota pelabuhan Jeddah, penjaga sejarah tertua Saudi, dan bukti bahwa harimau merah masih bisa mengaum di panggung dunia.
“In Jeddah, we don’t follow trends. We lead with history — one red heartbeat at a time.”
