Sejarah Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja
Konflik antara Thailand dan Kamboja terutama berpusat pada sengketa wilayah perbatasan sepanjang sekitar 817 km, dengan titik utama Candi Preah Vihear (kuil Hindu abad ke-11 di Pegunungan Dangrek). Kuil ini simbol nasionalisme bagi kedua negara, meski Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan milik Kamboja pada 1962. Sengketa berakar pada perjanjian kolonial Prancis-Siam (Thailand lama) tahun 1904-1907, di mana peta Prancis menempatkan kuil di sisi Kamboja, tapi Thailand klaim garis batas mengikuti daerah aliran sungai (watershed). Konflik modern sering melibatkan bentrokan militer, nasionalisme, dan kuil lain seperti Ta Muen Thom serta Ta Krabey.




Timeline Utama Sengketa
| Tahun | Peristiwa Utama |
|---|---|
| 1904-1907 | Perjanjian Prancis-Siam tetapkan batas; peta Prancis tempatkan Preah Vihear di Kamboja, tapi ambigu. |
| 1941 | Thailand (sekutu Jepang PD2) rebut Preah Vihear. |
| 1954 | Thailand kuasai kembali pasca kemerdekaan Kamboja. |
| 1962 | ICJ putuskan kuil milik Kamboja; Thailand tarik pasukan tapi klaim wilayah sekitar. |
| 2008 | UNESCO tetapkan Preah Vihear Warisan Dunia (usulan Kamboja); picu protes Thailand & bentrokan pertama (puluhan tentara tewas). |
| 2011 | Bentrokan hebat (artileri, tank); puluhan tewas, ribuan mengungsi; ASEAN mediasi gagal. |
| 2013 | ICJ konfirmasi kuil & sekitar milik Kamboja. |
| 2025 | Eskalasi baru: Baku tembak Mei (1 tentara Kamboja tewas); Juli konflik terbuka (roket, serangan udara F-16 Thailand); puluhan tewas, ratusan ribu mengungsi. Gencatan senjata Juli (brokered Trump/Anwar Ibrahim) rusak Desember; pertempuran lanjut hingga akhir 2025. |


Status Saat Ini (28 Desember 2025)
Konflik masih berlangsung sporadis meski ada gencatan senjata. Bentrokan terbaru melibatkan serangan udara Thailand & roket Kamboja, korban jiwa puluhan (militer & sipil), evakuasi massal (>200.000 orang). Kedua pihak saling tuduh provokasi; mediasi ASEAN & AS (Trump) belum permanen. Sengketa belum selesai karena nasionalisme kuat & batas tak sepenuhnya didemarkasi (ranjau darat sisa masa lalu).
Konflik ini campuran sejarah kolonial, identitas budaya (warisan Khmer), & politik domestik; sering dimanfaatkan pemimpin untuk dukungan nasionalis. Meski damai relatif lama, eskalasi 2025 jadi yang terburuk sejak 2011.
