Sejarah Sengketa Perbatasan Kamboja-Vietnam
Sengketa perbatasan Kamboja-Vietnam berakar pada masa kolonial Prancis (Indochina Prancis), dengan panjang garis batas darat sekitar 1.158 km dari tripoint Laos hingga Teluk Thailand. Isu utama meliputi wilayah Mekong Delta (Kampuchea Krom bagi nasionalis Khmer), pulau-pulau di teluk, dan demarcasi yang ambigu dari peta Bonne Prancis. Berbeda dengan konflik Kamboja-Thailand (Preah Vihear) yang eskalasi militer, sengketa ini lebih bersifat diplomatik dan nasionalisme domestik di Kamboja, dengan sentimen anti-Vietnam kuat karena sejarah ekspansi Vietnam dan okupasi 1979-1989.



Timeline Utama
| Tahun | Peristiwa Utama |
|---|---|
| Abad 19-1954 | Batas ditetapkan Prancis; wilayah Khmer Krom jadi bagian Vietnam Selatan; sengketa pulau seperti Phú Quốc. |
| 1975-1978 | Khmer Rouge serang perbatasan; klaim Kampuchea Krom; skirmishes intens. |
| 1978-1979 | Vietnam invasi Kamboja, gulingkan Khmer Rouge; okupasi hingga 1989; sengketa batas tertunda. |
| 1983-1985 | Negosiasi dimulai; janji akui batas saat kemerdekaan. |
| 2005 | Traktat Suplemen; demarcasi dimulai. |
| 2012 | Penanda terakhir (314) dipasang; klaim selesai demarcasi penuh. |
| 2019 | Traktat suplemen baru; akui 84% batas demarcated (1.042 km); 16% tersisa disputed. |
| 2020-2025 | Isu berlanjut via protes nasionalis Kamboja (klaim Vietnam encroaching); peta baru didistribusikan tapi dikritik “illegal”. Tak ada bentrokan militer besar; fokus diplomatik. |
Status Saat Ini (Desember 2025)
Sekitar 84% batas darat telah didemarkasi dan diakui secara bilateral sejak 2019, dengan marker modern. Sisanya (sekitar 16%) masih disputed, sering dipolitisasi oposisi Kamboja yang tuduh pemerintah “puppet” Vietnam dan kehilangan tanah. Ada isu maritim di Teluk Thailand (continental shelf & islands). Hubungan bilateral baik secara resmi (kerjasama ekonomi, militer), tapi sentimen anti-Vietnam tetap kuat di masyarakat Kamboja karena sejarah. Tak ada eskalasi militer seperti konflik Kamboja-Thailand 2025; penyelesaian via negosiasi bilateral & ASEAN.
Sengketa ini lebih tentang identitas historis & nasionalisme daripada konflik aktif, dengan Vietnam dilihat sebagai “pembebas” Khmer Rouge tapi juga “penjajah” oleh sebagian Khmer.
