Sejarah Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945
Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 merupakan puncak perjuangan bangsa setelah ratusan tahun dijajah, terutama oleh Belanda dan kemudian Jepang selama Perang Dunia II. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta (sekarang Jalan Proklamasi).
Latar Belakang
- Jepang menduduki Indonesia sejak 1942 setelah mengalahkan Belanda.
- Pada 7 Agustus 1945, Jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
- Bom atom di Hiroshima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945) memaksa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945.
- Kekosongan kekuasaan (vacuum of power) ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk segera merdeka, tanpa menunggu “hadiah” dari Jepang.
Perbedaan Pendapat Golongan Tua dan Muda
- Golongan tua (Soekarno, Hatta, dll.) ingin proklamasi melalui PPKI agar terencana dan menghindari pertumpahan darah.
- Golongan muda (Sutan Syahrir, Chaerul Saleh, Wikana, dll.) mendesak proklamasi segera, tanpa campur tangan Jepang.
Peristiwa Rengasdengklok (16 Agustus 1945)
Para pemuda dari Menteng 31 menculik Soekarno dan Mohammad Hatta dini hari pukul 03.00-04.00 WIB, membawa mereka ke Rengasdengklok, Karawang. Tujuannya mendesak percepatan proklamasi agar tidak bergantung pada Jepang. Setelah negosiasi dengan Achmad Soebardjo, Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta dengan kesepakatan proklamasi esok hari.

The Indonesian Declaration of Independence, 17 August 1945 …
Penyusunan dan Pembacaan Proklamasi
- Malam 16-17 Agustus 1945, di rumah Laksamana Tadashi Maeda (perwira Jepang yang pro-Indonesia), teks proklamasi dirumuskan oleh Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo.
- Teks diketik oleh Sayuti Melik.
Isi Teks Proklamasi:
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia,
Soekarno/Hatta


- Pukul 10.00 pagi 17 Agustus 1945,
