Latar Belakang: Dari Kolonialisme ke Semangat Kebangsaan
Indonesia berada di bawah penjajahan Belanda selama sekitar 350 tahun (sejak kedatangan VOC pada 1602 hingga 1942). Selama itu, rakyat Indonesia mengalami eksploitasi ekonomi, diskriminasi sosial, dan pembatasan hak politik.
Namun, pada awal abad ke-20, muncul gerakan kebangsaan yang menuntut persatuan dan kemerdekaan:
- 1908: Berdirinya Budi Utomo (20 Mei) — dianggap sebagai awal Kebangkitan Nasional.
- 1928: Sumpah Pemuda — para pemuda dari berbagai suku bersumpah: satu nusa, satu bangsa, satu bahasa: Indonesia.
- 1927: Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), menyerukan kemerdekaan penuh.
Tokoh-tokoh seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, Tan Malaka, dan R.A. Kartini menjadi motor pergerakan nasional.
Pendudukan Jepang (1942–1945): Peluang dan Penderitaan
- Maret 1942: Belanda menyerah kepada Jepang dalam Perang Dunia II.
- Awalnya, Jepang disambut sebagai “saudara tua” yang membebaskan dari Belanda. Tapi kenyataannya, Jepang justru melakukan eksploitasi lebih kejam: romusha (kerja paksa), kelaparan, dan kekejaman militer.
- Namun, Jepang juga memberi ruang bagi persiapan kemerdekaan:
- Membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada April 1945 untuk merancang dasar negara.
- 29 Mei–1 Juni 1945: Soekarno menyampaikan pidato tentang Pancasila sebagai dasar negara.
- Agustus 1945: PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dibentuk untuk melanjutkan persiapan.
Proklamasi Kemerdekaan: 17 Agustus 1945
- 6 Agustus & 9 Agustus 1945: AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
- 15 Agustus 1945: Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.
- 16 Agustus 1945: Soekarno dan Hatta diculik oleh para pemuda (seperti Chairul Saleh, Sukarni) ke Rengasdengklok agar segera memproklamasikan kemerdekaan, sebelum Sekutu tiba.
- 17 Agustus 1945: Pukul 10.00 pagi, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dengan Mohammad Hatta di sampingnya.
“Proklamasi!
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia…”
Teks tersebut diketik oleh Sayuti Melik, dan diumumkan di hadapan rakyat. Bendera Merah Putih dikibarkan oleh Latief Hendraningrat dan Suhud.
Revolusi Fisik dan Diplomasi (1945–1949)
Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Mereka kembali dengan bantuan Sekutu, memicu Perang Kemerdekaan (1945–1949).
- 1947 & 1948: Belanda melancarkan aksi militer (serangan besar) untuk merebut kembali wilayah RI.
- 1948: Peristiwa Madiun (pemberontakan PKI) dan Agresi Militer II (Belanda menangkap Soekarno-Hatta).
- 1949: Dunia internasional (terutama AS) menekan Belanda. Melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949 — kecuali Papua bagian barat (baru kembali pada 1963).
Namun, Indonesia tetap memperingati 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan, bukan 1949, karena itulah hari rakyat Indonesia secara sepihak menyatakan diri merdeka.
Makna Kemerdekaan
Kemerdekaan Indonesia bukan hadiah dari penjajah, tapi hasil dari:
- Perjuangan panjang selama ratusan tahun,
- Pengorbanan para pahlawan dan rakyat biasa,
- Persatuan dalam keberagaman suku, agama, dan budaya.
Hari ini, 17 Agustus diperingati setiap tahun dengan upacara bendera, lomba khas (panjat pinang, tarik tambang), dan refleksi tentang arti merdeka: bukan hanya bebas dari penjajahan, tapi juga merdeka dari kemiskinan, ketidakadilan, dan keterbelakangan.
Fakta Penting
- Tokoh utama: Soekarno (proklamator, presiden pertama), Mohammad Hatta (wakil presiden pertama).
- Tempat bersejarah: Gedung Proklamasi (kini Taman Proklamasi), Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
- Hari Kemerdekaan: 17 Agustus 1945
- Hari Kebangkitan Nasional: 20 Mei 1908
- Hari Sumpah Pemuda: 28 Oktober 1928
