AS Roma di Liga Konferensi Eropa UEFA 2021–2022
🏆 Mengapa Liga Konferensi Eropa?
UEFA meluncurkan UEFA Europa Conference League pada 2021 sebagai kompetisi Eropa ketiga (setelah Liga Champions dan Liga Europa), khusus untuk klub dari liga berperingkat menengah.
AS Roma tidak lolos ke Liga Europa setelah finis ke-7 di Serie A 2020–21, tapi mendapat tiket ke Liga Konferensi karena statusnya sebagai salah satu klub terbesar Eropa.
👑 Pelatih: José Mourinho – “The Special One”
- Mourinho ditunjuk sebagai pelatih Roma pada musim panas 2021.
- Ia berjanji membawa trofi Eropa dalam 2–3 tahun.
- Musim pertamanya: fokus total pada Liga Konferensi, bahkan rela menurunkan tim lapis kedua di Serie A demi menjaga kebugaran pemain di Eropa.
“Saya datang ke Roma bukan untuk berlibur. Saya datang untuk menang.”
— José Mourinho
🗓️ Perjalanan Roma ke Final (2021–2022)
🔹 Fase Grup (Grup C)
Roma bersaing dengan:
- Zorya Luhansk (Ukraina)
- Bodø/Glimt (Norwegia)
- CSKA Sofia (Bulgaria)
Hasil:
✅ Menang 4 – Kalah 1 – Imbang 1
→ Juara Grup C, lolos ke babak gugur.
⚠️ Kekalahan mengejutkan 2–6 dari Bodø/Glimt di Roma jadi pukulan besar, tapi Roma bangkit di leg kedua.
🔸 Babak Gugur (Knockout Phase)
1. Playoff (vs Trabzonspor – Turki)
- Agg: Roma 3–2 Trabzonspor
- Leg 1: 1–0 (kandang)
- Leg 2: 2–2 (tandang)
2. 16 Besar (vs Vitesse – Belanda)
- Agg: Roma 4–2 Vitesse
- Leg 1: 1–0 (tandang)
- Leg 2: 3–2 (kandang)
3. Perempat Final (vs Bodø/Glimt – Norwegia)
- Agg: Roma 2–2 (menang agregat tandang)
- Leg 1: 1–2 (kandang) → kejutan!
- Leg 2: 1–0 (tandang) → gol Tammy Abraham di menit 34
→ Roma lolos berkat aturan gol tandang (yang dihapus UEFA setelah musim ini).
💥 Ini adalah balas dendam atas kekalahan 2–6 di fase grup.
4. Semifinal (vs Feyenoord – Belanda)
- Agg: Roma 1–0 Feyenoord
- Leg 1: 1–0 (tandang) → gol Nicolò Zaniolo
- Leg 2: 0–0 (kandang)
→ Roma tampil solid, pertahanan rapat ala Mourinho.
🏟️ Final: Roma vs Feyenoord – 25 Mei 2022
- Tempat: Arena Kombëtare, Tirana, Albania
- Penonton: ±19.000 (termasuk 8.000 fans Roma!)
- Wasit: Slavko Vinčić (Slovenia)
🔥 Jalannya Pertandingan
- Menit 32: Nicolò Zaniolo mencetak gol tunggal dengan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti setelah umpan silang dari Rick Karsdorp.
- Feyenoord mendominasi penguasaan bola (60%), tapi Roma bertahan dengan disiplin tinggi.
- Tak ada kartu kuning sepanjang pertandingan — sangat langka di final Eropa!
- Rui Patrício (kiper Roma) tampil gemilang, termasuk menyelamatkan tendangan bebas Berghuis.
✅ Skor akhir: Roma 1–0 Feyenoord
🥇 Sejarah Tercipta!
- AS Roma menjadi klub Italia pertama yang menjuarai Liga Konferensi Eropa.
- Ini adalah gelar Eropa pertama dalam 61 tahun sejarah klub (sejak berdiri 1927).
- José Mourinho menjadi pelatih pertama yang memenangkan semua tiga trofi Eropa UEFA:
- Liga Champions (2004, 2010)
- Liga Europa (2003, 2017)
- Liga Konferensi (2022)
🎉 Ribuan fans Roma memadati Circus Maximus di Roma untuk merayakan kemenangan — pesta terbesar sejak 2001 (juara Serie A).
🌟 Pemain Kunci Musim Itu
- Tammy Abraham: Top scorer Roma di Eropa (9 gol)
- Nicolò Zaniolo: Pencetak gol di semifinal & final
- Lorenzo Pellegrini: Kapten yang memainkan peran penting
- Rui Patrício: Kiper andal yang selamatkan banyak situasi kritis
- José Mourinho: Arsitek taktis yang bawa Roma jadi juara
💬 Kutipan Bersejarah
“Ini untuk kota ini, untuk fans, untuk semua yang mencintai Roma. Kami membuat sejarah!”
— José Mourinho usai pertandingan
“Saya bermimpi mencetak gol di final. Dan malam ini, mimpi itu jadi nyata.”
— Nicolò Zaniolo
🏁 Warisan Kemenangan 2022
- Trofi ini memulihkan kepercayaan diri klub setelah puluhan tahun tanpa gelar Eropa.
- Menjadi fondasi bagi ambisi lebih besar di Eropa.
- Menegaskan bahwa Mourinho masih mampu menciptakan keajaiban.
🐺 “La Prima!” (Yang Pertama!) — itulah teriakan fans Roma saat trofi diangkat.
Karena setelah 95 tahun menunggu, Roma akhirnya punya trofi Eropa.
