GIRONA FC
🟥🤍 Profil Singkat Girona FC
- Nama lengkap: Girona Futbol Club
- Didirikan: 23 Juli 1930
- Kota: Girona, Catalonia, Spanyol
- Stadion: Estadi Montilivi (kapasitas: 13.500)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- Els Blanc-i-vermells (Yang Putih-Merah)
- Girona
- Pemilik: City Football Group (CFG) — dengan 47% saham, sisanya dimiliki fans (Girona Football Group)
💡 Girona adalah satu-satunya klub di Eropa yang dimiliki bersama oleh konglomerat global dan ribuan fans kecil — model kepemilikan unik yang jadi kunci kebangkitannya.
📈 Dari Jurang Kegagalan ke Puncak Eropa
🔻 Masa Kelam (2000–2010)
- Girona nyaris bangkrut total pada 2010.
- Hutang menumpuk, bermain di Segunda División B (liga kasta ke-3 Spanyol).
- Hanya punya 500 anggota (socios) dan stadion rusak.
🌱 Kebangkitan Dimulai (2010–2017)
- 2010: Seorang pengusaha lokal, Ramón Planes, mengumpulkan dana dari 2.000 fans untuk menyelamatkan klub.
- 2011: Promosi ke Segunda División (kasta ke-2).
- 2017: Promosi pertama ke La Liga dalam sejarah 87 tahun klub!
🚀 Era Modern: Dukungan City Football Group (2017–Sekarang)
- 2017: City Football Group (pemilik Manchester City, New York City FC, dll.) membeli 44,3% saham (kini 47%).
- Bukan “takeover”, tapi kemitraan strategis:
- Pinjam pemain muda dari Manchester City
- Akses ke analisis data, pelatih, dan infrastruktur global
- Tapi tidak mengubah identitas lokal — stadion, warna, dan filosofi tetap utuh
🏆 Prestasi Emas: Musim 2023/24 — Mimpi Jadi Nyata
- Finis ke-3 di La Liga — di atas Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Sociedad!
- Lolos ke Liga Champions 2024/25 — pertama kalinya dalam sejarah klub!
- Menang melawan raksasa:
- 3–2 vs Barcelona di Camp Nou
- 4–2 vs Real Madrid di Santiago Bernabéu
- 4–3 vs Atletico Madrid (penalti terakhir di menit ke-98!)
💬 “Kami bukan klub besar. Tapi kami punya hati besar.”
— Míchel, pelatih Girona
⚽ Gaya Bermain: Sepak Bola Ofensif Ala Guardiola
- Girona dikenal dengan sepak bola menyerang total:
- Rata-rata 2,3 gol per laga di La Liga 2023/24 (tertinggi ke-2 setelah Real Madrid)
- Ball possession tinggi (rata-rata 60%+)
- Transisi cepat dan pressing intens
- Ini adalah “sepak bola City” yang diadaptasi untuk tim kecil — dengan sentuhan lokal Catalonia.
🌍 Pemain Kunci Musim Ajaib 2023/24
- Artem Dovbyk (Ukraina): Striker, top scorer La Liga (24 gol)
- Viktor Tsygankov (Ukraina): Sayap kanan kreatif
- Aleix García (Spanyol): Gelandang otak tim, mantan akademi Barcelona
- Yangel Herrera (Venezuela): Gelandang bertahan, pinjaman dari Man City
- Paulo Gazzaniga (Argentina): Kiper andal, mantan Tottenham
🌟 Fakta: 5 dari 11 starter utama berasal dari luar Spanyol — tapi mereka semua jadi “anak Girona”.
🏟️ Estadi Montilivi: Intim, Panas, dan Penuh Jiwa
- Kapasitas hanya 13.500 — stadion terkecil di La Liga
- Tapi atmosfernya legendaris:
- Fans menyanyi sepanjang 90 menit
- Tribun sangat dekat dengan lapangan → tekanan psikologis besar untuk tim tamu
- Fakta: Girona tak terkalahkan di kandang selama 13 laga beruntun di 2023/24!
💚 Filosofi Unik: “Klub Rakyat dengan Dukungan Global”
- Girona menolak jadi “boneka” Man City.
- Fans tetap punya suara dalam keputusan penting.
- Tiket tetap murah (termurah di La Liga) — untuk menjaga aksesibilitas rakyat biasa.
- Semboyan: “Més que un club? Nosaltres som un poble.”
(“Lebih dari sekadar klub? Kami adalah sebuah kota.”)
💡 Fakta Menakjubkan
- Girona adalah klub terkecil (berdasarkan populasi kota: 100.000 jiwa) yang pernah lolos ke Liga Champions.
- Anggaran tim hanya €55 juta — 1/10 dari Barcelona atau Real Madrid.
- 70% pemain inti adalah pinjaman atau free transfer.
- Girona tidak punya tim cadangan di liga profesional — fokus total pada tim utama.
🏁 Masa Depan: Tantangan di Liga Champions
- 2024/25: Debut di Liga Champions — akan bertemu Bayern, Man City, Real Madrid, dll.
- Tantangan:
- Mempertahankan pemain bintang (Dovbyk incaran banyak klub)
- Menyeimbangkan ambisi Eropa dan stabilitas finansial
- Membangun stadion baru (rencana kapasitas 20.000)
Tapi seperti yang selalu dikatakan fans Girona:
“Kami sudah melewati yang mustahil. Sekarang, tidak ada yang mustahil.”
