Excelsior Rotterdam
π΄βͺ Profil Singkat SBV Excelsior
- Nama lengkap: Stichting Betaald Voetbal Excelsior
- Didirikan: 23 Juli 1902
- Kota: Rotterdam, Zuid-Holland, Belanda
- Stadion: Van Donge & De Roo Stadion (dikenal sebagai Stadion Woudestein), kapasitas: 4,500
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- De Kralingen (dari distrik Kralingen di Rotterdam)
- Excelsior
- Pemilik: Klub milik anggota (socios) β lebih dari 3.500 anggota, dengan dukungan komunitas lokal yang kuat
π Prestasi: Klub Kecil dengan Jiwa Raksasa
Excelsior bukan klub penuh trofi, tapi memiliki reputasi luar biasa sebagai “pengganggu raksasa” dan salah satu klub paling konsisten di kasta kedua Belanda.
Domestik (Belanda)
- Belum pernah juara Eredivisie
- Pencapaian tertinggi:
- Peringkat ke-7 di Eredivisie (1974β75)
- Runner-up Eerste Divisie: 2005β06, 2013β14, 2021β22
- Promosi ke Eredivisie: 5 kali (terakhir: 2022)
- Konsistensi:
- Sering promosi-degradasi, tapi selalu kembali
- Dijuluki “Liftclub van Rotterdam” (Klub Lift Rotterdam) β naik-turun terus!
Eropa
- Belum pernah tampil di kompetisi Eropa
- Namun, sering jadi “batu sandungan” bagi Ajax, PSV, dan Feyenoord di Eredivisie
π‘ Excelsior adalah satu-satunya klub di Belanda yang dua kali promosi ke Eredivisie lewat playoff dramatis melawan tim yang sama (NAC Breda, 2006 & 2014).
ποΈ Asal Identitas: Dari Distrik Kralingen ke Panggung Nasional
- Nama “Excelsior” diambil dari moto Latin: “Ever Upward” β semangat kemajuan
- Julukan “De Kralingen” berasal dari distrik Kralingen, kawasan kelas pekerja timur Rotterdam
- Warna merah-putih mencerminkan semangat Rotterdam, tapi dengan identitas lokal yang kuat
π¬ “Kami bukan Feyenoord. Kami bukan Sparta. Kami adalah Excelsior β dan kami bangga jadi underdog.”
ποΈ Van Donge & De Roo Stadion (Woudestein): Istana Mini di Rotterdam
- Kapasitas: 4,500 β stadion terkecil di Eredivisie (saat promosi)
- Nama: Diambil dari sponsor lokal Van Donge & De Roo (perusahaan konstruksi Rotterdam)
- Karakteristik:
- Sangat intim, hampir seperti stadion lingkungan
- “Tribune Zuid” diisi oleh “Excelsior Rotterdam Supporters” β suporter paling fanatik
- Lokasi: Dikelilingi perumahan, sekolah, dan taman kota
- Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di Eredivisie yang lebih kecil dari banyak stadion amatir Eropa.
πΆ Lagu kebanggaan fans:
“Excelsior, Excelsiorβ¦ Wij vechten tot het eind!”
(Excelsior, Excelsior⦠Kami bertarung sampai akhir!)
π₯ Rivalitas Utama
- Feyenoord Rotterdam β “De Kleine Derby” (Derbi Kecil)
- Excelsior sering jadi “saudara miskin” di Rotterdam
- Tapi saat bertemu, semangat melawan raksasa membara
- Sparta Rotterdam β rival lokal ketiga di kota
- RKC Waalwijk, FC Dordrecht β rival di Eerste Divisie
π₯ Meski kalah dalam sejarah, setiap kemenangan atas Feyenoord dirayakan seperti juara liga!
π Masa Tantangan: Hidup di Bayangan Raksasa
- Excelsior selalu hidup dalam bayangan Feyenoord dan Sparta
- Anggaran terbatas (β¬10β15 juta/tahun β 1/20 dari Feyenoord)
- Sering kehilangan pemain muda berbakat ke klub besar
- Tapi semangat “Kralingen” tak pernah padam β stadion tetap penuh, bahkan di kasta kedua
πͺ Fans menyebut Excelsior sebagai “hart van de wijk” (hati lingkungan) β klub yang benar-benar milik rakyat.
π§ Akademi & Filsafat: “Dari Lingkungan, Untuk Lingkungan”
- Excelsior memiliki akademi lokal kecil, fokus pada anak-anak Rotterdam timur
- Melahirkan pemain seperti:
- Danny Blind (latihan di sini sebelum ke Sparta)
- Lerin Duarte, Marvin Zeegelaar
- Filosofi:
- Tidak mengejar bintang
- Fokus pada kerja tim, disiplin, dan semangat tempur
- Tiket termurah di Belanda (mulai dari β¬5) β untuk menjaga aksesibilitas
π‘ Fakta Unik
- Excelsior adalah satu-satunya klub di Eredivisie yang stadionnya lebih kecil dari 5.000 kursi saat promosi.
- Klub ini menolak tawaran investor asing sejak 2000-an β tetap ingin “milik warga Kralingen”.
- “Excelsior Rotterdam Supporters” adalah satu-satunya kelompok suporter di Belanda yang membangun sendiri tribun kayu di stadion lama pada 1980-an.
- Pada 2010, Excelsior dipinjamkan pemain muda oleh Feyenoord untuk bantu bertahan di Eredivisie β simbol solidaritas kota.
π Masa Depan: Bertahan, Melawan, dan Menginspirasi
- 2024/25: Bermain di Eerste Divisie setelah degradasi dari Eredivisie (2023)
- Target: Promosi kembali ke Eredivisie, perkuat akademi lokal, jaga identitas komunitas
- Tantangan:
- Menahan godaan menjual semua talenta
- Membangun stadion baru (rencana kapasitas 8.000)
- Tapi seperti yang selalu dikatakan fans:“Excelsior bukan soal trofi. Ini soal harga diri.”
π¬ Kesimpulan
SBV Excelsior bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol ketahanan kelas pekerja, bukti bahwa ukuran bukan penentu semangat, dan pengingat bahwa sepak bola terbaik lahir dari jalan-jalan kecil di Rotterdam timur.
“In Kralingen, we donβt dream of glory. We fight for respect β one red-and-white heartbeat at a time.”
