Info terkini Tentang Permainan Online

Al Qadsiah FC

πŸŸ₯🀍 Profil Singkat Al-Qadsiah FC

  • Nama lengkap: Al-Qadsiah Football Club
  • Didirikan: 1947 β†’ klub tertua kedua di Arab Saudi (setelah Al-Ittihad)
  • Kota: Al-Khobar, Provinsi Timur, Arab Saudi
  • Stadion: Prince Saud bin Jalawi Stadium (kapasitas: 35,000)
  • Warna seragam: Merah dan Putih
  • Julukan:
    • Al-Namir Al-Ahmar (Harimau Merah)
    • Qadsiah
  • Pemilik: Klub milik negara, dikelola oleh Saudi Ministry of Sport, dengan dukungan Saudi Public Investment Fund (PIF) dalam program pembinaan

πŸ† Prestasi: Raksasa Timur dengan Jiwa Pemberontak

Al-Qadsiah adalah salah satu klub paling bersejarah di Arab Saudi, dengan akar yang menembus awal sepak bola modern di kerajaan.

Domestik (Arab Saudi)

  • Juara Piala Raja: 2 kali
    • 1987, 1991
  • Juara Piala Pangeran Mahkota: 1 kali (1994)
  • Runner-up Liga Profesional Saudi: 1980–81, 1983–84
  • Konsistensi:
    • 28 musim di kasta tertinggi
    • Sering jadi “pengganggu raksasa” β€” kalahkan Al-Hilal, Al-Nassr, Al-Ittihad

Asia

  • Piala Champions Asia 1988: Capai perempat final
  • Piala Winners’ Asia 1994: Capai semifinal
  • Liga Champions AFC: Sering tampil di era 1990–2000-an

πŸ’‘ Al-Qadsiah adalah satu-satunya klub dari Provinsi Timur yang pernah juara Piala Raja dua kali.


πŸ… Asal Julukan “Al-Namir Al-Ahmar” (Harimau Merah)

  • Julukan ini lahir pada 1960-an, karena gaya bermain agresif dan tak kenal takut β€” seperti harimau yang melindungi wilayahnya.
  • Warna merah-putih melambangkan semangat pekerja industri minyak di Al-Khobar β€” kota utama di jantung ladang minyak Saudi.
  • Klub ini didirikan oleh komunitas lokal Al-Khobar yang ingin menciptakan identitas olahraga untuk wilayah timur.

πŸ’¬ “Kami bukan dari Riyadh atau Jeddah. Kami dari timur β€” tempat minyak mengalir, dan semangat tak pernah padam.”


🏟️ Prince Saud bin Jalawi Stadium: Istana Merah di Teluk Arab

  • Kapasitas: 35,000
  • Lokasi: Jantung Al-Khobar, dekat Teluk Arab dan pusat industri minyak
  • Karakteristik:
    • “Ultras Qadsiah” diisi oleh fans paling fanatik di Provinsi Timur
    • Suasana sangat intim dan penuh gairah, terutama saat derby melawan Al-Ettifaq
    • Stadion dikelilingi ladang minyak dan pabrik β€” simbol ekonomi Saudi modern

🎢 Lagu kebanggaan fans:
“Qadsiah, Qadsiah… Al-Namir la yastaslim!”
(Qadsiah, Qadsiah… Harimau takkan menyerah!)


πŸ”₯ Rivalitas Utama: Derbi Timur vs Al-Ettifaq

  • Lawan utama: Al-Ettifaq FC (Dammam)
  • Pertandingan disebut “Derbi Timur” atau “Derbi Minyak”
  • Akar persaingan:
    • Al-Khobar vs Dammam β€” dua kota industri terbesar di Provinsi Timur
    • Jarak hanya 20 km
    • Disebut “derbi paling emosional di luar Riyadh/Jeddah”
  • Pertandingan selalu penuh kartu, tensi tinggi, dan gengsi lokal

πŸ“‰ Masa Kelam & Kebangkitan (2010–2024)

  • 2010–2020: Alami krisis finansial, sering turun-naik antara Liga Pro dan Liga Utama
  • 2021: Promosi ke Liga Pro Saudi setelah 3 tahun di kasta kedua
  • 2023–2024:
    • Investasi besar dari Kementerian Olahraga Saudi
    • Perekrutan pemain muda berbakat dari akademi nasional
    • Finish di papan tengah Liga Pro 2023/24
  • Target 2024/25: Konsolidasi di kasta tertinggi, bangun reputasi sebagai “klub model Provinsi Timur”

πŸ’ͺ Fans menyebut era ini sebagai “Al-Nahda Al-Hamra” (Kebangkitan Merah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *