Info terkini Tentang Permainan Online

Film Propaganda Orde Baru Lain Selain Pengkhianatan G30S/PKI

Selama Orde Baru (1966–1998), pemerintah Soeharto menggunakan film sebagai alat propaganda utama untuk membentuk narasi resmi: menekankan bahaya komunisme/PKI, memuliakan Pancasila, dan mengagungkan pembangunan serta kepemimpinan Soeharto. Selain Pengkhianatan G30S/PKI (1984) yang paling terkenal dan wajib tayang, ada beberapa film lain yang jelas berfungsi sebagai propaganda negara. Berikut daftar utama:

1. Janur Kuning (1980)

  • Sutradara: Alam Surawidjaja
  • Produser: G. Dwipayana (sama dengan G30S/PKI)
  • Sinopsis: Menggambarkan peran Soeharto sebagai “pahlawan penumpas G30S” melalui operasi penyelamatan Presiden Soekarno di Istana Bogor (disebut “Operasi Janur Kuning”).
  • Elemen Propaganda:
    • Soeharto digambarkan sebagai satu-satunya jenderal yang tenang, berani, dan berpikir jernih saat chaos.
    • PKI digambarkan sebagai pengkhianat yang ingin membunuh Soekarno.
    • Adegan heroik Soeharto memerintahkan pasukan menumpas pemberontak.
  • Dampak: Film ini jadi “pendamping” G30S/PKI untuk menegaskan Soeharto sebagai penyelamat bangsa.

2. Serangan Fajar (1981)

  • Sutradara: Arifin C. Noer
  • Sinopsis: Rekonstruksi Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, dengan fokus peran Soeharto (saat masih letnan kolonel) sebagai komandan sektor.
  • Elemen Propaganda:
    • Soeharto digambarkan sebagai pahlawan perang kemerdekaan yang brilian.
    • Menekankan nasionalisme dan anti-kolonialisme, sekaligus membangun citra Soeharto sebagai pemimpin militer sejak muda.
  • Catatan: Film ini bagian dari upaya membangun “kultus kepribadian” Soeharto sebagai pahlawan dari perang kemerdekaan hingga penumpas PKI.

3. Perjuangan dan Doa (1980)

  • Sutradara: Matnoor Tindaon
  • Sinopsis: Kisah perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah, dengan penekanan pada nilai-nilai Pancasila dan pembangunan Orde Baru.
  • Elemen Propaganda: Menggambarkan Orde Baru sebagai penerus semangat perjuangan 1945, kontras dengan “kekacauan” Orde Lama.

4. Film Dokumenter & Pendek PPFN (Pusat Produksi Film Negara)

Orde Baru memproduksi ratusan film pendek dan dokumenter melalui PPFN (didirikan 1975):

  • Indonesia Maju series: Pembangunan infrastruktur, Repelita, swasembada pangan.
  • Pancasila Sakti: Animasi dan dokumenter tentang “kesaktian Pancasila” melawan komunisme.
  • Film Anti-PKI: Seperti “Api Pancasila” atau “Pengkhianatan PKI” versi pendek yang diputar di bioskop sebelum film utama.

5. Film Komersial dengan Sentuhan Propaganda

  • Kereta Api Terakhir (1981) – Menggambarkan pembangunan kereta api sebagai simbol kemajuan Orde Baru.
  • Beberapa film perang kemerdekaan seperti Enam Jam di Yogya (remake) – menonjolkan peran militer (ABRI) sebagai penjaga negara.

Ciri Umum Film Propaganda Orde Baru

  • Produser Utama: G. Dwipayana (kepala PPFN, orang dekat Soeharto).
  • Tema Berulang: Anti-PKI, pemujaan Pancasila, pembangunan, peran besar ABRI/Soeharto.
  • Wajib Tayang: Banyak diputar di bioskop, sekolah, dan TVRI sebagai “film wajib”.
  • Pasca-Reformasi: Banyak dikritik sebagai propaganda, narasi sepihak, dan manipulasi sejarah.

Film-film ini efektif membentuk persepsi publik selama 32 tahun Orde Baru, tapi kini dianggap sebagai artefak propaganda yang kontroversial. Sejarah melalui lensa kekuasaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *