Info terkini Tentang Permainan Online

KONFLIK DI AFRIKA TIDAK BERHENTI SAMPAI SAAT INI!

Berikut adalah ringkasan konflik bersenjata aktif di Afrika pada tahun 2025, berdasarkan data terkini hingga Desember 2025. Benua Afrika menghadapi sejumlah krisis keamanan yang kompleks, melibatkan pemberontakan, perang saudara, ekstremisme agama, dan ketegangan etnis-politik.


🔴 1. Perang Saudara Sudan (2023–Sekarang)

  • Pihak yang Bertikai:
    • Tentara Sudan (SAF) vs Pasukan Dukungan Cepat (RSF)
  • Lokasi: Khartoum, Darfur, Kordofan
  • Korban: Lebih dari 15.000 tewas, 10 juta orang mengungsi (terbesar di dunia saat ini)
  • Akar Konflik: Perebutan kekuasaan dan integrasi RSF ke militer resmi setelah kudeta 2021
  • Status (Des 2025):
    • RSF menguasai sebagian besar Darfur dan Khartoum
    • SAF mundur ke utara dan timur
    • Upaya perdamaian gagal (inisiatif Uni Afrika & Arab Saudi macet)
    • Krisis kemanusiaan parah: kelaparan, pemerkosaan sistematis, perekrutan anak

Catatan: Ini adalah konflik paling mematikan di dunia saat ini.


🔴 2. Perang di Tigray & Konflik Regional Ethiopia (2020–Sekarang)

  • Pihak yang Bertikai:
    • Pemerintah Ethiopia vs Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) → sekarang koalisi pemberontak Amhara & Oromo
  • Lokasi: Tigray, Amhara, Oromia
  • Perkembangan 2025:
    • Perjanjian damai 2022 dengan TPLF runtuh
    • Milisi Fano (Amhara) melawan pemerintah pusat sejak 2023
    • Oromo Liberation Army (OLA) intensifkan serangan di wilayah tengah
  • Korban: Ratusan ribu tewas, jutaan terdampak
  • Ancaman: Perpecahan Ethiopia menjadi negara gagal

đź”´ 3. Eskalasi Jihadis di Sahel (Mali, Burkina Faso, Niger)

  • Kelompok Ekstremis:
    • JNIM (afiliasi Al-Qaeda)
    • Islamic State in the Greater Sahara (ISGS)
  • Negara yang Terdampak:
    • Mali: Junta militer (didukung Rusia/Wagner) gagal hentikan serangan
    • Burkina Faso: Kudeta 2022 & 2023, serangan jihadis naik 300% sejak 2020
    • Niger: Setelah kudeta 2023, hubungan dengan Prancis putus, ketergantungan pada Rusia
  • Korban 2024–2025:
    • Lebih dari 10.000 warga sipil tewas/tahun
    • 3 juta orang mengungsi di kawasan Sahel
  • Dampak Geopolitik:
    • Keluar dari ECOWAS (Mali, Burkina, Niger bentuk Aliansi Sahel)
    • Penarikan pasukan Prancis & AS, digantikan pasukan Rusia dan drone Turki

đź”´ 4. Ketidakstabilan di Republik Demokratik Kongo (DRC) Timur

  • Kelompok Bersenjata:
    • M23 (didukung Rwanda, menurut PBB)
    • ADF (afiliasi ISIS)
    • FLDR, Allied Democratic Forces, dll. (lebih dari 120 kelompok!)
  • Lokasi: Provinsi Kivu Utara & Selatan
  • Perkembangan 2025:
    • M23 kuasai Goma (ibu kota Kivu Utara) pada akhir 2024
    • Konflik Rwanda-DRC memburuk → ancaman perang regional
    • Pasukan PBB (MONUSCO) tarik diri bertahap sejak 2024
  • Korban: Lebih dari 6 juta pengungsi internal, ribuan tewas per tahun

Catatan: Sumber daya alam (kobalt, coltan) jadi pendorong utama konflik.


đź”´ 5. Krisis di Somalia: Al-Shabaab vs Pemerintah

  • Kelompok Ekstremis: Al-Shabaab (afiliasi Al-Qaeda)
  • Perkembangan 2025:
    • Operasi ofensif besar-besaran oleh pemerintah Somalia & AU
    • Al-Shabaab kehilangan 60% wilayah kontrol sejak 2022, tapi masih kuat di pedesaan
    • Serangan bunuh diri & pemboman tetap tinggi di Mogadishu
  • Ancaman baru: ISIS-Somalia mulai tumbuh di selatan

đźź  6. Ketegangan di Nigeria: Boko Haram, Banditisme, & Konflik Peternak-Petani

  • Ancaman Ganda:
    • Boko Haram/ISWAP di timur laut
    • Bandit bersenjata di barat laut (Zamfara, Kaduna)
    • Konflik etnis antara peternak Fulani dan petani lokal di tengah
  • Korban 2024–2025: Ribuan tewas per tahun, jutaan mengungsi
  • Pemerintah gagal memberikan keamanan → milisi sipil tumbuh

đźź  7. Ketidakstabilan di Mozambik Utara (Cabo Delgado)

  • Kelompok Ekstremis: Ansar al-Sunna (afiliasi ISIS)
  • Perkembangan 2025:
    • Pasukan Rwanda & SADC berhasil redam ekspansi, tapi serangan masih terjadi
    • Proyek gas LNG raksasa (TotalEnergies) dihentikan sejak 2021, belum dimulai kembali
  • Ancaman: Radikalisasi pemuda akibat kemiskinan

🟢 Catatan Positif: Resolusi Konflik

  • Sudan Selatan: Gencatan senjata bertahan sejak 2020, meski masih rapuh
  • Chad: Transisi sipil berjalan perlahan setelah kematian Presiden DĂ©by (2021)
  • Libya: Pemilu tertunda, tapi tidak ada perang besar sejak 2020

🌍 Akar Penyebab Umum Konflik di Afrika 2025:

  1. Intervensi asing (Rusia, Prancis, AS, Turki, UAE)
  2. Kegagalan negara (korupsi, ketidakadilan)
  3. Perubahan iklim (kekeringan → konflik sumber daya)
  4. Ekstremisme agama (Al-Qaeda, ISIS)
  5. Rebutan sumber daya (mineral, tanah, air)

📌 Kesimpulan (Desember 2025)

Afrika sedang menghadapi “badai konflik” yang saling terhubung: dari Sahel hingga Tanduk Afrika, dari Sudan hingga Kongo. Meski ada upaya perdamaian, intervensi geopolitik, krisis iklim, dan kegagalan tata kelola terus memperparah kekerasan.

Peringatan PBB (2025): “Tanpa intervensi kemanusiaan dan politik besar-besaran, 2026 akan jadi tahun paling mematikan bagi warga sipil Afrika dalam sejarah modern.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *