Benarkah 80 Ton bantuan banjir Sumatra hilang di Bener Meriah?
Kabupaten Bener Meriah masih menghadapi persoalan pasokan listrik serta minimnya BBM yang menghambat operasional alat berat dan transportasi logistik.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, menanggapi pernyataan Gubernur Aceh tersebut. Ia memastikan semua logistik yang masuk ke gudang tercatat secara administratif dan tidak ada yang hilang.
“Di bandara yang kita bawa hanya yang dialamatkan untuk masyarakat Bener Meriah, diterima petugas di Bandara Rembele lalu dibawa ke gudang dengan pengawalan. Di gudang kargo sendiri dikendalikan oleh TNI AU,” urai Ilham, Kamis (11/12).
Ilham menegaskan bahwa semua bantuan yang masuk dan keluar gudang tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menyampaikan belum ada laporan mengenai hilangnya bantuan yang sudah masuk gudang.
Ia mengimbau para donatur mengirimkan bantuan langsung ke posko bencana atau ke penerima yang berada di gudang kargo Bandara Rembele.
“Jika bantuan sudah tercatat diterima, penerimanya akan tercatat secara administrasi dan ada SOP penyaluran lengkap dengan dokumentasi,” jelasnya.
MUALEM MINTA PENGUSUTAN
Mualem mengatakan ia telah meminta Pangdam Iskandar Muda dan Kapolda Aceh untuk mengusut dugaan bantuan hilang tersebut.
“Kita cek dulu apa betul atau tidak. Berita burung tidak kita percaya. Nanti bersama Pak Pangdam dan Kapolda untuk usut,” tegasnya.
Ia berharap Bupati Bener Meriah dapat mengontrol distribusi bantuan agar merata dan adil. Mualem menambahkan bahwa Bener Meriah dan Aceh Tengah masih menghadapi persoalan pasokan listrik serta minimnya BBM yang menghambat operasional alat berat dan transportasi logistik.
