Info terkini Tentang Permainan Online

Geger pegawai Dukcapil diduga terlibat sindikat penjualan bayi ke Singapura

JAKARTA: Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) diduga terlibat dalam sindikat perdagangan bayi ke Singapura.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan pihaknya akan menelusuri informasi ini lebih lanjut dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berlangsung.

Kasus ini kini tengah diusut Kepolisian Daerah Jawa Barat, yang sejauh ini telah menetapkan 13 tersangka. Di antara mereka terdapat oknum pegawai Dukcapil yang diduga memfasilitasi pembuatan dokumen kependudukan secara ilegal.

“Saya jujur belum tahu, ini baru informasi. Saya akan cek nanti kasusnya seperti apa. Ini ada Inspektorat Jenderal juga di sini, cek seperti apa case-nya,” ucap Tito dikutip Kompas.com, Rabu (16/7).

Tito menjelaskan struktur Dukcapil di daerah tidak berada langsung di bawah komando Kementerian Dalam Negeri, melainkan bertanggung jawab kepada pemerintah daerah masing-masing. Meski demikian, data kependudukan tetap disentralisasi ke pusat.

“Kalau Dukcapil itu, Dukcapil mana? Karena Dukcapil itu kan di pusat ini ada Dirjen Dukcapil, tapi di daerah-daerah itu ada Dinas Dukcapil. Kepala Dinas Dukcapil itu bukan di bawah Kemendagri,” jelas Tito.

Mantan Kapolri tersebut tidak menutup kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang oleh oknum di daerah. Ia meminta aparat hukum menindak tegas jika terbukti bersalah.

ito menuturkan kementerian siap membantu proses hukum, termasuk dalam hal memberikan keterangan ahli dari Ditjen Dukcapil terkait prosedur penerbitan dokumen kependudukan.

“Kami dari Dukcapil, Kemendagri, kalau diminta sebagai saksi ahli tentang proses penerbitan akta kelahiran, misalnya. Saya akan izinkan dari Dukcapil memberikan keterangan ahli harusnya prosesnya seperti apa,” tegas Tito.

Sebelumnya, Polda Jabar mengungkap jaringan perdagangan bayi lintas negara yang bermula dari laporan penculikan anak oleh orangtua korban. Total ada 24 bayi yang diperdagangkan, dan 15 di antaranya telah dikirim ke Singapura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *