ALJAZAIR
β½ Awal Mula: Sepak Bola dalam Api Perang (1930β1962)
- Sepak bola diperkenalkan oleh tentara dan kolonial Prancis pada awal abad ke-20.
- 1958: Di tengah Perang Kemerdekaan Aljazair (1954β1962), sekelompok pemain Aljazair yang bermain di liga Prancis β termasuk Mustapha Zitouni (bek timnas Prancis) β melarikan diri dari Prancis untuk membentuk “Tim Nasional FLN” (Front de LibΓ©ration Nationale).
- Mereka menolak main untuk Prancis, memilih membela identitas Aljazair.
- Tim ini main 93 laga persahabatan di 24 negara sebagai duta kemerdekaan.
- 1962: Setelah merdeka, Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) resmi berdiri.
- 1963: Timnas Aljazair mainkan laga pertama β menang 2β1 atas Bulgaria.
π‘ Sepak bola Aljazair lahir dari perlawanan, bukan olahraga biasa β ia adalah senjata politik dan simbol kebanggaan nasional.
π “Tangan Tuhan Afrika”: Kualifikasi Piala Dunia 1982
- 1981: Aljazair hadapi Jerman Barat di kualifikasi Piala Dunia.
- Laga pertama: Aljazair menang 2β1 di Hamburg β kejutan dunia!
- Laga terakhir: Jerman vs Austria β Jerman menang 1β0, dan kedua tim sengaja memperlambat permainan setelah menit ke-10.
- Hasil ini mengeliminasi Aljazair, meski punya catatan lebih baik.
- Dunia menyebutnya “Disgrace of GijΓ³n“ β salah satu skandal terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
- Sejak itu, FIFA ubah aturan: laga terakhir grup harus dimainkan bersamaan.
π Aljazair dianggap pahlawan moral β korban ketidakadilan sistem.
π Piala Dunia 1982 & 1986: Debut Penuh Gairah
- 1982 (Spanyol):
- Kalahkan Jerman Barat 2β1 β kemenangan paling ikonik dalam sejarah!
- Kalahkan Chile 3β2
- Tapi gagal lolos karena skandal GijΓ³n
- 1986 (Meksiko):
- Kalahkan Korea Utara 2β1
- Tapi kalah dari Brasil & Spanyol
β½ Lakhdar Belloumi β legenda 1982, pencetak gol ke gawang Jerman β jadi pahlawan nasional.
π¦ Juara Afrika 2019: Penebusan Setelah 29 Tahun
- 1990: Aljazair juara Piala Afrika pertama di kandang sendiri β puncak kejayaan era pasca-kemerdekaan.
- 2019: Juara Piala Afrika kedua di Mesir!
- Kalahkan Senegal 1β0 di final
- Gol awal oleh Baghdad Bounedjah (2 menit)
- Pelatih: Djamel Belmadi (mantan pemain Qatar)
- Kapten: Riyad Mahrez (bintang Manchester City)
π Ini adalah puncak kebangkitan modern β setelah gagal di Piala Dunia 2010 & 2014 (meski 2014 capai 16 besar).
π¦ Bintang Legendaris Aljazair
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1980s | Lakhdar Belloumi | Legenda 1982, “Maradona-nya Aljazair” |
| 2000s | Ali Benarbia | Gelandang Monaco & Man City |
| 2010sβ2020s | Riyad Mahrez | Pemain terbaik Afrika 2016, juara Premier League & Piala Afrika |
| 2010sβ2020s | Islam Slimani | Top scorer sepanjang masa Aljazair (44+ gol) |
β Mahrez adalah pemain Aljazair pertama yang menang Liga Champions (2023 bersama Man City).
π΄ Klub-Klub Domestik: Pilar Identitas Nasional
- Liga Aljazair didominasi oleh:
- JS Kabylie: 2x juara Piala Champions Afrika (1981, 1990) β klub paling sukses di Afrika
- MC Alger: 8 gelar liga, finalis Piala Champions 2023
- USM Alger: Juara Piala Konfederasi Afrika 2023
ποΈ Derbi Algiers (MC Alger vs USM Alger) adalah derbi paling panas di Aljazair β sering diwarnai kerusuhan.
π§ Filosofi: “Semangat Revolusioner di Lapangan”
- Aljazair dikenal dengan:
- Semangat tempur tinggi
- Teknik individu dari akar jalanan
- Loyalitas nasional di atas segalanya
- Banyak pemain lahir di Prancis (Mahrez, Zeffane, Bennacer) memilih Aljazair β bukan Prancis.
π¬ “Kami tak main untuk klub. Kami main untuk bendera.”
π Masa Tantangan Pasca-2019
- 2021: Gagal di Piala Afrika 2021 (gugur di 16 besar)
- 2022: Gagal lolos ke Piala Dunia β kalah dari Kamerun di playoff
- 2023: Gagal di Piala Afrika 2023 (gugur di perempat final)
- Masalah:
- Konflik internal FAF
- Eksodus pelatih asing
- Ketergantungan pada Mahrez & Slimani
π§ Tantangan Masa Depan
- Bangun akademi muda di Aljazair (jangan hanya andalkan diaspora Prancis)
- Lolos ke Piala Dunia 2026
- Juara Piala Afrika 2025
- Stabilkan manajemen FAF
π¬ Kesimpulan
Sepak bola Aljazair adalah lanjutan dari perang kemerdekaan:
- Setiap laga adalah pertempuran,
- Setiap gol adalah perlawanan,
- Setiap kemenangan adalah kebanggaan.
Dari FLN 1958 hingga Mahrez 2023,
Aljazair membuktikan bahwa semangat revolusioner tak pernah mati β ia hanya berpindah ke lapangan hijau.
“Kami bukan hanya tim. Kami adalah Aljazair β api yang tak pernah padam.”
