Mengenal Smartphone Pinky: Kelingking Sakit Gara-gara Penggunaan Ponsel
PENGGUNAAN smartphone yang masif tidak hanya merusak kesehatan mata, tetapi juga berisiko mengganggu bentuk tulang kelingking. Gangguan ini biasa disebut dengan smartphone pinky, terjadi akibat jari kelingking kerap digunakan sebagai dudukan ponsel.
Mengutip ulasan Android Authority, fenomena Smartphone Pinky memicu kekhawatiran karena mayoritas pengguna ponsel menggunakan jari kelingking mereka untuk menopang beban perangkat. Sementara jari lainnya beristirahat di bagian belakang perangkat.
Gaya genggaman ini menjadi sangat populer karena fleksibilitas dan kemudahannya. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengakses seluruh area layar, terutama pada perangkat berukuran besar, tanpa perlu mengubah genggaman mereka. Ironisnya, kenyamanan akses layar inilah yang menjadi akar penyebab ketegangan berlebihan pada sendi kelingking dan otot tangan.
Sejumlah pengguna berbagi cerita tentang rasa sakit yang mereka alami secara terus-menerus akibat penggunaan smartphone sehari-hari. Beberapa pengguna melaporkan bahwa jari kelingking mereka terasa tidak nyaman setelah menggunakan ponsel, meskipun tak memakai keesokan harinya.
Selain itu ada pula pengguna yang melaporkan kelingkingnya mengalami deformasi fisik pada buku jari pertama. Deformasi ini muncul akibat penggunaan ponsel yang berat, seperti bermain game dalam mode horizontal di mana kelingking berfungsi sebagai tumpuan utama ponsel.
Menyalahkan Desain Pabrikan
Konsensus di antara para pengguna menunjukkan bahwa masalah utama terletak pada desain perangkat itu sendiri. Kritik keras diarahkan pada produsen ponsel karena mereka sama sekali tidak merancang perangkat untuk kenyamanan saat digenggam. Sebaliknya, produsen terus meningkatkan ukuran, berat, dan ketebalan smartphone.
Dengan munculnya ponsel lipat dan form factor yang semakin besar, masalah smartphone pinky ini diperkirakan akan terus memburuk di masa depan. Oleh karenanya, pengguna disarankan untuk mempertimbangkan solusi alternatif dengan beralih ke ponsel ringan.
Kemudian, pengguna didorong untuk mengubah cara mereka menggenggam perangkat, menghindari penggunaan jari kelingking sebagai penopang beban utama. Selain itu, melakukan peregangan tangan secara teratur dan merevisi kebiasaan harian penggunaan smartphone dalam waktu lama juga dapat membantu mengurangi ketegangan fisik.
