BORNEO
⚽ Awal Mula: Lahir dari Semangat Bumi Etam (2014)
- 2014: Borneo FC Samarinda resmi berdiri dari akuisisi klub Pusamania Borneo FC, yang sebelumnya dikenal sebagai Persisam Putra Samarinda (berdiri 1988).
- Latar belakang: Persisam mengalami krisis finansial setelah Pemerintah Samarinda menarik dukungan.
- Kepemilikan baru: PT Nahusam Pratama Indonesia, kemudian diakuisisi oleh PT Borneo FC yang didukung pengusaha nasional.
- Nama “Borneo FC” dipilih untuk mewakili seluruh Kalimantan — bukan hanya Samarinda.
💡 Borneo FC adalah klub termuda di elite sepak bola Indonesia, tapi tumbuh lebih cepat dari ekspektasi.
🐬 Identitas: “Pesut Etam” — Lumba-Lumba Kalimantan
- Julukan “Pesut Etam” merujuk pada pesut Mahakam, mamalia langka yang hanya hidup di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
- Makna simbolis:
- Cerdas, lincah, dan setia pada habitatnya
- Simbol pelestarian alam Kalimantan
- Warna seragam: Hijau dan putih — mencerminkan:
- Hijau: hutan hujan tropis Kalimantan
- Putih: kemurnian semangat Bumi Etam
💬 “Kami bukan hanya tim. Kami adalah suara Kalimantan di sepak bola Indonesia.”
🏟️ Markas Suci: Stadion Segiri Samarinda
- Kapasitas: 15.000 penonton
- Lokasi: Tepi Sungai Mahakam — satu-satunya stadion di Indonesia dengan pemandangan sungai besar.
- Suasana: “Riu Etam” (Sorak Bumi Etam) — nyanyian suporter “Pusamania” yang menggemuruh sepanjang laga.
🌿 Stadion Segiri adalah simbol ketahanan: tetap berdiri meski sering terendam banjir musim hujan.
📈 Perjalanan Menuju Elite: Dari Promosi ke Konsistensi
2014–2015: Debut Gemilang
- 2014: Juara Liga 2 — promosi ke Liga 1 dalam satu musim!
- 2015: Langsung capai posisi ke-5 di Liga 1 — kejutan bagi klub baru.
2017–2022: Era Konsistensi
- 2017: Capai final Piala Presiden — kalah dari Arema
- 2018–2022: 5 musim berturut-turut finish di 6 besar Liga 1
- 2019: Juara Piala Gubernur Kalimantan Timur
2022–2024: Transformasi Besar
- 2022: Dibeli oleh PT LIB dan investor asing, mulai rekrut pemain elite:
- Matheus Pato (striker Brasil)
- Luis Junior (playmaker Kuba)
- Andri Ibo, Rizky Dwi Febrianto (pilar timnas)
- 2023/24: Capai posisi ke-3 di Liga 1 — prestasi terbaik sepanjang sejarah!
🥉 2024 menjadi tonggak sejarah: Borneo FC layak jadi kandidat juara.
🦅 Legenda Borneo FC
| Era | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 2014–2016 | Diego Michiels | Kapten awal, bek tangguh timnas Indonesia |
| 2017–2020 | Renan Silva | Playmaker Brasil, otak serangan |
| 2021–2023 | Nadeo Argawinata | Kiper timnas, jadi ikon selama pinjam dari Bali United |
| 2023–Sekarang | Matheus Pato | Top scorer Liga 1 2023/24, mesin gol Pesut |
⭐ Pelatih berpengaruh: Mario Gomez (2022–2024) — arsitek transformasi taktik Borneo.
💙 Pusamania: Suporter yang Bersatu untuk Kalimantan
- Pusamania = Persatuan Suporter Samarinda Mania.
- Ciri khas:
- Tidak memakai atribut klub lawan — simbol penghormatan
- Aktif dalam kegiatan sosial: donasi banjir, reboisasi hutan
- Setia — hadir meski tim main di Jakarta atau Surabaya
- Jumlah: 500.000+ di seluruh Kalimantan.
💥 2023: Pusamania kirim 10.000 surat dukungan ke FIFA untuk promosi Borneo FC jadi klub “green football”.
🧭 Filosofi: “Sepak Bola Hutan Hujan”
- Gaya bermain Borneo FC khas:
- Tekanan tinggi ala Eropa
- Transisi cepat dari hutan ke gawang lawan
- Kerja tim kolektif — tidak mengandalkan bintang tunggal
💬 “Kami bermain seperti hutan Kalimantan: tenang, dalam, tapi mematikan saat diserang.”
⚠️ Tantangan Modern
- Geografi:
- Jauh dari Jawa → biaya perjalanan tinggi, minim laga kandang menarik
- Persaingan Liga:
- Kalah dana dari klub Jawa (Persib, Persija, Bali United)
- Infrastruktur:
- Stadion Segiri butuh renovasi besar untuk standar AFC
- Regenerasi:
- Minim pemain lokal Kalimantan di tim utama
💪 Tapi: “Kami mungkin dari pinggiran. Tapi semangat kami dari pusat bumi,” kata pelatih Gomez.
🧭 Masa Depan: Mimpi Borneo 2030
- Target 2025–2026:
- Juara Liga 1 — jadi klub pertama dari luar Jawa yang juara
- Lolos ke Piala AFC
- Visi 2030:
- Bangun akademi “Pesut Muda” di Samarinda
- Stadion Segiri jadi venue Piala Dunia U-20 2031?
- Jadikan Borneo FC ikon “sepak bola hijau” dunia
💬 Kesimpulan
Borneo FC Samarinda adalah kisah ketahanan dari pinggiran:
- Lahir dari krisis,
- Dibesarkan oleh Pusamania,
- Dan kini, menantang raksasa Jawa dengan semangat Bumi Etam.
Mereka mungkin belum juara, tapi setiap pertandingan adalah pernyataan: Kalimantan ada di peta sepak bola Indonesia.
“Kami bukan hanya tim. Kami adalah Borneo — hutan, sungai, dan mimpi yang tak pernah berhenti mengalir.”
🇮🇩 Fakta Unik
- Borneo FC adalah satu-satunya klub di Indonesia yang maskotnya adalah hewan langka yang dilindungi negara.
- Stadion Segiri adalah satu-satunya stadion di dunia yang dikelilingi sungai besar di tiga sisi.
- Pusamania adalah satu-satunya suporter di Asia yang melarang anggotanya membakar flare untuk lindungi lingkungan.
- Nama “Etam” berasal dari filosofi Dayak: “Etam adalah tanah, tanah adalah hidup.”
