agen slot
now browsing by category
Sejarah Dragon City
Dragon City adalah game simulasi breeding & battle naga free-to-play yang dikembangkan Social Point (studio Spanyol, didirikan 2008). Rilis pertama di Facebook Mei 2012, populer di warnet & FB Indonesia era 2013 (top 2 game terpopuler ID). Fitur ikonik: Koleksi 1500+ naga (dari Common hingga Mythical), bangun kota terapung, PvP arena, event breeding. Diakuisisi Take-Two Interactive (pemilik GTA) tahun 2017 seharga $250M+, kini bagian ekosistem Zynga/Take-Two. Pemain global >80 juta, masih aktif dengan update rutin.
Timeline Utama
| Tahun | Peristiwa Utama |
|---|---|
| 2012 | Rilis Facebook 8 Mei (v1.0); boom di FB global & ID. |
| 2013 | iOS 21 Mar (v1.1), Android 3 Jul; top 2 game populer ID; event Jepang. |
| 2015 | Rarity sistem (Common-Epic-Legendary); Combat Leagues PvP. |
| 2016 | Heroic rarity (High Fenrir); Maze Island; tambah island/habitat. |
| 2017 | Social Point diakuisisi Take-Two ($250M+); PvP arenas, Relic of Life event. |
| 2018 | Alliances sosial; Primal element; Orbs Empower; Wonder Island. |
| 2019 | Rilis Windows 26 Feb; Trading Hub; FB tutup 2 Feb 2020. |
| 2022 | 10th Birthday: Time element baru. |
| 2024 | Mythical rarity (Mythmarvelous Dragon); Ancient World (Beauty/Magic/Chaos dll). |
| 2025 | Event rutin: Frozen Fortune (Nov), Snowscape Tower/Whiteout Dragon (Des), Doom Forger Legendary; Divine Pass Natal. |
Status Saat Ini (Des 2025)
- Resmi: Aktif di Android/iOS/Windows (Google Play rating 4.4+); update mingguan naga baru & event (lihat Ditlep/Deetlist untuk bocoran). Komunitas kuat via FB/Reddit, nostalgia warnet ID.
- Catatan: Tak ada esports besar, fokus casual breeding/PvP. Private server jarang, resmi gratis & stabil.
Kelahiran Sepak Bola di Brasil
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Brasil (1894–1930)
- 1894: Sepak bola diperkenalkan oleh Charles William Miller, putra Inggris-Brasil, yang belajar di Southampton, Inggris.
→ Ia bawa dua bola dan buku aturan kembali ke São Paulo. - 1895: Klub pertama, São Paulo Railway FC, didirikan.
- 1914: Confederação Brasileira de Futebol (CBF) berdiri.
- 1919: Brasil juara Copa América pertama — diadakan di Rio de Janeiro.
- 1930: Brasil ikut Piala Dunia perdana di Uruguay, tapi gagal lolos dari grup.
💡 Awalnya, sepak bola hanya dimainkan oleh elit kulit putih. Tapi pemain kulit hitam dan campuran seperti Arthur Friedenreich (top scorer awal) mulai menembus sekat rasial.
🌟 Era Pelé & Kejayaan Emas (1950–1970)
Tragedi Maracanazo (1950)
- Piala Dunia 1950 diadakan di Brasil.
- Final tidak resmi: Brasil vs Uruguay di Maracanã (hadirin: 200.000 orang).
- Brasil butuh imbang untuk juara — tapi kalah 1–2.
- Hari itu dikenang sebagai “Maracanazo“ — tragedi nasional, hari berkabung, koran tulis: “Brasil meninggal hari ini.”
Penebusan: Era Pelé (1958–1970)
- 1958 (Swedia):
- Pelé (17 tahun) debut → cetak 2 gol di final vs Swedia
- Brasil juara Piala Dunia pertama!
- 1962 (Chile):
- Pelé cedera di laga kedua, tapi Garrincha bawa Brasil juara lagi!
- 1970 (Meksiko):
- Tim terbaik sepanjang masa: Pelé, Jairzinho, Rivelino, Tostão, Carlos Alberto
- Menang 4–1 atas Italia di final
- Brasil pertahankan Piala Jules Rimet selamanya (3 gelar)
🏆 Brasil jadi satu-satunya negara yang juara Piala Dunia 3 kali (1958, 1962, 1970) — dan pemain terbaik dunia: Pelé.
🦅 Era Pasca-Pelé: Krisis & Kebangkitan (1974–1994)
- 1974 & 1 978: Brasil tampil mengecewakan — kalah dari Belanda dan Argentina.
- 1982: “Tim Terindah yang Tak Pernah Juara”
- Pelatih: Telê Santana
- Pemain: Zico, Sócrates, Falcão, Éder
- Kalah 2–3 dari Italia (gol Paolo Rossi) di babak kedua
- 1986: Kalah dari Prancis di perempat final (adu penalti)
- 1994 (AS):
- Brasil juara ke-4!
- Romário & Bebeto jadi duet mematikan
- Final vs Italia: 0–0 → Brasil menang 3–2 adu penalti
- Dunga angkat trofi — akhir dari 24 tahun puasa gelar
💬 “Kami menang bukan karena bermain indah, tapi karena ingin menang.” — Dunga
🔥 Era Ronaldo & Dominasi Global (1994–2002)
- 1998 (Prancis):
- Ronaldo jadi bintang dunia
- Tapi di final, ia mengalami kejang misterius sebelum laga vs Prancis
- Brasil kalah 0–3 — misteri yang masih diperdebatkan hingga kini
- 2002 (Korea-Jepang):
- Brasil juara ke-5!
- “Three R”: Ronaldo, Rivaldo, Ronaldinho
- Ronaldo cetak 8 gol, termasuk 2 di final vs Jerman
- Pelatih Luiz Felipe Scolari bawa kembali “jogo bonito” dengan kemenangan
⭐ Brasil jadi satu-satunya negara dengan 5 bintang di jersey Piala Dunia.
📉 Masa Stagnasi & Tragedi (2006–2014)
- 2006: Kalah dari Prancis di perempat final (Zidane vs Ronaldo)
- 2010: Kalah dari Belanda di perempat final
- 2014 (Tuan Rumah):
- Tragedi terbesar sejak 1950:
- Semi-final vs Jerman: Brasil kalah 1–7 di Belo Horizonte
- Fred, Hulk, David Luiz jadi sasaran kritik
- Dikenang sebagai “Mineirazo” (dari Stadion Mineirão)
- Tempat ketiga: Kalah 0–3 dari Belanda
- Tragedi terbesar sejak 1950:
- 2018 & 2022:
- Gagal di perempat final — tidak juara Piala Dunia sejak 2002
🌈 Bintang-Bintang Legendaris Brasil
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1950s | Pelé | 3x Piala Dunia, 1.281 gol (rekor dunia) |
| 1970s | Garrincha | Sayap ajaib, juara 1958 & 1962 |
| 1980s | Zico | “Putih dari Rio”, playmaker genius |
| 1990s | Romário, Ronaldo | Striker paling ditakuti di dunia |
| 2000s | Ronaldinho, Kaká | Ballon d’Or (2004, 2007) |
| 2010s | Neymar | Pemain termahal dunia (€222 juta), ikon modern |
💡 Pelé diakui FIFA sebagai “Pemain Terbaik Abad ke-20”.
🏟️ Klub-Klub Raksasa Brasil
- Flamengo (Rio de Janeiro)
- Juara Copa Libertadores 1981, 2019
- Fans: 40 juta+ (terbanyak di Brasil)
- São Paulo FC
- Juara Piala Dunia Antarklub 1992, 1993, 2005
- Palmeiras
- Juara Copa Libertadores 2020, 2021
- Santos FC
- Klub Pelé (1956–1974) & Neymar (2009–2013)
🌍 Brasil adalah penghasil pemain terbanyak di Eropa — lebih dari 1.000 pemain Brasil main di luar negeri.
🧭 Tantangan Masa Depan
- Juara Piala Dunia ke-6 — akhiri puasa sejak 2002
- Bangkit dari sistem akademi yang terlalu fokus pada “jualan pemain”
- Kurangi ketergantungan pada bintang individu → bangun tim kolektif
- Perbaiki infrastruktur liga domestik (Brasileirão)
💬 Kesimpulan
Brasil bukan hanya negara. Ia adalah roh sepak bola dunia.
Dari Maracanã hingga Camp Nou, dari Pelé hingga Neymar, Brasil telah mengajarkan dunia bahwa sepak bola bukan soal menang — tapi soal keindahan, keberanian, dan jiwa.
“Orang lain punya budaya. Kami punya sepak bola.”
— Nelson Rodrigues, penulis Brasil
“Di Brasil, Tuhan adalah Pelé. Dan sepak bola adalah gerejanya.”
🇧🇷 Fakta Unik
- Brasil adalah satu-satunya negara yang ikut semua edisi Piala Dunia (1930–2022).
- 200 juta penduduk, 700.000 lapangan futsal — sepak bola ada di setiap gang.
- “Gol of the Century” oleh Diego Maradona (1986) tercipta melawan Brasil di babak sebelumnya.
- Lagu resmi Piala Dunia 1970 — “Pra Frente Brasil” — masih dinyanyikan di stadion hingga kini.
Sejara sepak bola INDONESIA !
⚽ Awal Mula: Era Kolonial Belanda (1910–1945)
1910–1930: Kelahiran Sepak Bola di Hindia Belanda
- Sepak bola pertama kali diperkenalkan oleh tentara, pedagang, dan pegawai Belanda pada akhir abad ke-19.
- 1914: Berdiri Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) — organisasi sepak bola untuk warga Belanda.
- 1919: Berdiri Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) — federasi resmi sepak bola Hindia Belanda, anggota FIFA sejak 1924.
- 1930: Tim nasional Hindia Belanda ikut Piala Dunia 1938 di Prancis — satu-satunya keikutsertaan Indonesia dalam sejarah Piala Dunia.
- Kalah 0–6 dari Hongaria di babak pertama (tandingan tunggal).
- Pemain seperti Sucipto, Tan Mo Heng, Anwar Sutan jadi pahlawan nasional.
Klub-Klub Awal
- 1913: VIJ (Voetbal Indonesisch Jakarta) — klub pertama yang didirikan oleh pribumi.
- Klub lain: SIV (Surabaya Indonesische Voetbalbond), BIV (Bandung Indonesische Voetbalbond).
- Diskriminasi: Pemain pribumi dilarang bermain di klub Belanda, mendorong lahirnya klub nasionalis.
🦅 Era Kemerdekaan & Awal Republik (1945–1960)
1945–1950: Sepak Bola sebagai Alat Persatuan
- Setelah kemerdekaan, NIVU dibubarkan, digantikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
- 19 April 1930: PSSI didirikan di Yogyakarta oleh Soeratin Sosrosoegondo — kini diperingati sebagai Hari Sepak Bola Nasional.
- 1951: Indonesia bergabung kembali ke FIFA.
- 1956: Timnas Indonesia ikut Olimpiade Melbourne, menang 0–0 vs Uni Soviet, lalu kalah 0–4 di replay — tapi disegani dunia.
- 1958: Indonesia juara Pesta Sukan Asia (Asian Games) di Tokyo — medali emas pertama dan satu-satunya hingga kini!
✨ Legenda Era Ini:
- R. Maladi (penjaga gawang, kelak jadi Menteri Olahraga)
- Soetjipto Soentoro
- Djamiat Dalhar
🌏 Era Keemasan & Isolasi (1960–1970)
1960–1962: Puncak Prestasi
- 1962: Indonesia jadi tuan rumah Asian Games IV di Jakarta.
- Timnas menang emas setelah kalahkan India 2–1 di final.
- Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dibangun untuk acara ini.
- 1963: Indonesia menarik diri dari Piala Dunia 1966 karena menolak babak kualifikasi.
1965–1970: Isolasi Internasional
- Akibat konflik politik (G30S/PKI), Indonesia menarik diri dari FIFA dan IOC (1964–1966).
- 1966: Kembali ke FIFA, tapi kehilangan momentum internasional.
🏆 Era Perserikatan & Galatama (1970–1994)
Dualisme Kompetisi
- Perserikatan: Liga amatir, klub berbasis daerah (misal: PSMS Medan, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta).
- Galatama (1979–1994): Liga semi-profesional, klub berbasis perusahaan (misal: Arseto Solo, Pelita Jaya, Niac Mitra).
- 1980-an: Muncul rivalitas besar:
- “Derbi Jawa”: Persija vs Persib
- “Derbi Sumatera”: PSMS vs PSPS
- “Super Derby”: Persebaya vs Arema
Prestasi Timnas
- 1987: Juara SEA Games di Jakarta
- 1991: Juara SEA Games di Manila
📉 Tapi: Tidak pernah lolos ke Piala Dunia atau Piala Asia sejak 1950-an.
🔴 Era Liga Indonesia (1994–2020)
1994: Kelahiran Liga Profesional
- Perserikatan dan Galatama digabung jadi Liga Indonesia.
- 1995: Pelita Jaya jadi juara perdana.
- Klub kuat era ini:
- Persipura Jayapura
- Arema Malang
- Sriwijaya FC
- Persib Bandung
Masalah Kronis
- Dualisme kepengurusan PSSI (misal: KLB PSSI 2011 vs PSSI resmi)
- Kekerasan suporter (tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022: 135 tewas)
- Korupsi, mafia bola, dan dualisme liga (ISL vs IPL, 2011–2014)
Prestasi Timnas (1991–2021)
- SEA Games:
- Perak (1997, 2011, 2013, 2017, 2019, 2021)
- Piala AFF:
- Runner-up 4 kali (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, 2020)
→ “Juara Moral” ASEAN, tapi tidak pernah juara
- Runner-up 4 kali (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, 2020)
🔄 Reformasi Pasca-Tragedi Kanjuruhan (2022–Sekarang)
Tragedi Kanjuruhan (1 Oktober 2022)
- Arema FC vs Persebaya di Malang — 135 tewas, terbanyak kedua di dunia setelah Heysel 1985.
- Dampak:
- FIFA turun tangan
- Reformasi total sistem keamanan stadion
- Liga dihentikan sementara
Era Baru (2023–2025)
- Liga 1 kini dikelola PT LIB di bawah pengawasan FIFA & PSSI.
- Investasi besar:
- Klub seperti Persib, Persija, Arema dapat sponsor internasional
- Akademi muda diperkuat
- Timnas U-23:
- Juara SEA Games 2023 di Kamboja — emas pertama setelah 32 tahun!
- Lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2024
- Timnas Senior:
- Tampil di Piala Asia 2023 (pertama sejak 2007)
- Meski gagal lolos, kalah tipis dari Jepang (0–3) dan Irak (0–2)
🌟 Bintang Muda: Marselino Ferdinan, Rafael Struick, Pratama Arhan
🏟️ Klub Paling Bersejarah di Indonesia
| Klub | Kota | Prestasi |
|---|---|---|
| Persija Jakarta | Jakarta | Juara Liga 2001, paling banyak fans |
| Persib Bandung | Bandung | Juara Liga 1995, 2014 |
| Persebaya Surabaya | Surabaya | Juara Perserikatan 10x, rival terpanas |
| PSM Makassar | Makassar | Juara Liga 2000, klub tertua (1915) |
| Arema FC | Malang | Juara Liga 2009, 2017–18 (Piala Presiden) |
🧭 Tantangan Masa Depan
- Infrastruktur stadion (harus sesuai standar FIFA)
- Akademi muda & pembinaan usia dini
- Profesionalisme manajemen klub
- Pemberantasan mafia bola & suap wasit
- Membangun budaya suporter yang sehat
💬 Kesimpulan
Sepak bola Indonesia adalah cermin perjalanan bangsa:
- Dari perlawanan kolonial → alat persatuan nasional → era keemasan → kekacauan → kebangkitan baru.
Meski belum pernah juara Piala Dunia atau Piala Asia, semangat “Garuda” tetap menyala di dada 270 juta rakyat.
“Sepak bola bukan sekadar olahraga di Indonesia. Ia adalah napas, darah, dan jiwa bangsa.”
Kamboja tarik atlet dari SEA Games di Thailand; situasi memanas, Trump siap turun tangan
BANGKOK/PHNOM PENH: Thailand dan Kamboja kembali saling menuduh menyerang warga sipil dalam bentrokan di perbatasan pada Rabu (10/12).
Situasi memanas hingga Kamboja menarik para atletnya dari SEA Games di Thailand, sementara Trump menyatakan akan turun tangan untuk menyelamatkan gencatan senjata yang ia mediasi pada Juli.
Kedua negara saling menyalahkan atas bentrokan yang dimulai Senin, dan tetap berselisih mengenai solusi diplomatik atas ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Menteri luar negeri Thailand mengatakan dalam sebuah wawancara pada Selasa bahwa ia tidak melihat adanya potensi negosiasi, serta menambahkan bahwa situasi saat ini tidak kondusif untuk mediasi pihak ketiga. Sementara itu, penasihat utama Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya “siap berbicara kapan saja”.
Trump, berbicara dalam sebuah kampanye di Pennsylvania pada Selasa malam, menyebut sejumlah perang yang diklaim berhasil dihentikan olehnya, termasuk antara Pakistan dan India, serta Israel dan Iran, sebelum menyinggung kembali konflik yang memanas di Asia Tenggara.
“Saya benci mengatakan yang satu ini, namanya Kamboja-Thailand dan itu mulai hari ini, dan besok saya harus melakukan panggilan telepon. Siapa lagi yang bisa mengatakan saya akan melakukan panggilan telepon dan menghentikan perang antara dua negara yang sangat kuat, Thailand dan Kamboja?”
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Trump kembali turun tangan, juru bicara pemerintah Kamboja Pen Bona mengatakan posisi Phnom Penh tetap sama, yaitu hanya menginginkan perdamaian. Juru bicara pemerintah Thailand mengatakan ia tidak tahu apakah perdana menteri telah berbicara dengan Trump, karena ia sedang berada di parlemen.
KLAIM SERANGAN KE WILAYAH SIPIL
Kamboja pada Rabu menarik atletnya dari SEA Games di Thailand, dengan alasan keamanan dan kekhawatiran serius dari keluarga para atlet.
Militer Thailand mengatakan roket BM-21 yang ditembakkan oleh pasukan Kamboja mendarat di dekat Rumah Sakit Phanom Dong Rak di distrik Surin pada Rabu pagi, memaksa evakuasi pasien dan staf ke tempat perlindungan. Militer juga mengatakan drone, roket BM-21, dan tank digunakan di titik-titik lain di perbatasan, termasuk di dekat kompleks kuil Preah Vihear yang disengketakan.
“Pasukan kami menghancurkan posisi anti-drone di selatan Chong Chom untuk mendukung operasi pembersihan elemen Kamboja di perkebunan mangga yang telah ditanam melintasi jalur operasi,” kata militer dalam sebuah pembaruan situasi.
Militer Kamboja mengatakan Thailand menggunakan tembakan artileri dan drone bersenjata untuk melancarkan serangan di provinsi Pursat, menembakkan mortir ke permukiman warga di provinsi Battambang, serta jet tempur F-16 Thailand memasuki wilayah udara Kamboja dan menjatuhkan bom dekat area sipil.
Mudik Nataru berduka: Daftar korban kecelakaan maut bus Cahaya Trans di Tol Semarang, 16 Tewas
Bus tersebut mengangkut 33 penumpang yang berangkat dari Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, dengan tujuan Yogyakarta.
SEMARANG: Bus Cahaya Trans mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di ruas simpang susun exit tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12) dini hari.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Bus Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV itu diduga melaju dengan kecepatan tinggi hingga kehilangan kendali. Saat memasuki simpang susun exit tol Krapyak, bus menabrak pembatas jalan dan akhirnya terguling ke sisi kiri.
Bus tersebut mengangkut 33 penumpang yang berangkat dari Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, dengan tujuan Yogyakarta. Mayoritas penumpang berasal dari wilayah Boyolali, Klaten, Yogyakarta, Bogor, dan Jakarta.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyampaikan dugaan awal penyebab kecelakaan berkaitan dengan kondisi pengemudi dan medan jalan.
“Hal ini juga diduga karena kurangnya konsentrasi pengemudi dan tidak paham medan jalan saat menuruni simpang susun Krapyak,” tulis Aan Suhanan dalam keterangan resmi dilansir Bisnis
PROSES EVAKUASI SULIT
Proses evakuasi korban berlangsung cukup sulit karena kondisi bus yang terguling serta banyaknya korban yang terjepit di dalam badan kendaraan. Akses menuju korban juga dipenuhi pecahan kaca.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menjelaskan bahwa tim penyelamat harus bekerja dengan ekstra hati-hati saat proses evakuasi.
“Proses evakuasi berjalan cukup sulit karena ada sebagian korban yang masih dalam posisi terjepit dan juga akses menuju korban dipenuhi pecahan kaca. Tim harus masuk ke dalam bus yang terguling, menggapai dan membuka akses menuju korban dan mengevakuasinya keluar dari dalam bus dengan ekstra hati-hati,” kata Budiono.
Dari total 17 penumpang yang selamat, delapan orang dirawat di RSUD Tugurejo, enam orang dirawat di RS Columbia Asia, dan tiga orang lainnya dirawat di RS Elisabeth.
Sebagian besar korban meninggal dan luka-luka diketahui duduk di barisan kursi sebelah kiri, searah dengan posisi bus yang terguling ke kiri.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Ribut Hari Wibowo menyatakan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Polisi juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi bus.
“Setelah kami cek, ternyata driver bus tersebut adalah driver cadangan. Terhadap driver, kami sedang tes urine. Kami tes apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau zat yang dilarang lainnya,” kata Ribut.
Hujan sangat lebat kembali mengintai Sumut hingga 22 Desember
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas harian guna meminimalkan risiko.
MEDAN: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah di Sumatra Utara.
Curah hujan sangat lebat diperkirakan terjadi pada 16 sampai 22 Desember 2025. Pemicu utamanya adalah sirkulasi siklonik yang berkembang di Laut China Selatan dan memengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian barat.
Kepala BMKG Wilayah 1, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa sistem siklonik tersebut menciptakan area perlambatan angin atau konvergensi serta belokan angin di Sumatra Utara.
Kondisi itu meningkatkan pembentukan awan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan ekstrem bahkan telah tercatat di beberapa titik.
“Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat tercatat di beberapa wilayah seperti di Mandailing Natal 125 mm,” jelas Hendro diwartakan Sumut Pos, Rabu (17/12).
Selain pengaruh siklonik, aktivitas Gelombang Kelvin juga turut memperkuat potensi hujan.
Benarkah 80 Ton bantuan banjir Sumatra hilang di Bener Meriah?
Kabupaten Bener Meriah masih menghadapi persoalan pasokan listrik serta minimnya BBM yang menghambat operasional alat berat dan transportasi logistik.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, menanggapi pernyataan Gubernur Aceh tersebut. Ia memastikan semua logistik yang masuk ke gudang tercatat secara administratif dan tidak ada yang hilang.
“Di bandara yang kita bawa hanya yang dialamatkan untuk masyarakat Bener Meriah, diterima petugas di Bandara Rembele lalu dibawa ke gudang dengan pengawalan. Di gudang kargo sendiri dikendalikan oleh TNI AU,” urai Ilham, Kamis (11/12).
Ilham menegaskan bahwa semua bantuan yang masuk dan keluar gudang tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menyampaikan belum ada laporan mengenai hilangnya bantuan yang sudah masuk gudang.
Ia mengimbau para donatur mengirimkan bantuan langsung ke posko bencana atau ke penerima yang berada di gudang kargo Bandara Rembele.
“Jika bantuan sudah tercatat diterima, penerimanya akan tercatat secara administrasi dan ada SOP penyaluran lengkap dengan dokumentasi,” jelasnya.
MUALEM MINTA PENGUSUTAN
Mualem mengatakan ia telah meminta Pangdam Iskandar Muda dan Kapolda Aceh untuk mengusut dugaan bantuan hilang tersebut.
“Kita cek dulu apa betul atau tidak. Berita burung tidak kita percaya. Nanti bersama Pak Pangdam dan Kapolda untuk usut,” tegasnya.
Ia berharap Bupati Bener Meriah dapat mengontrol distribusi bantuan agar merata dan adil. Mualem menambahkan bahwa Bener Meriah dan Aceh Tengah masih menghadapi persoalan pasokan listrik serta minimnya BBM yang menghambat operasional alat berat dan transportasi logistik.
Lisa BLACKPINK debut film bareng bintang Squid Game dan Train To Busan
Masih menjalani tur konser global bersama BLACKPINK, Lalisa Manobal terus meluncurkan gebrakan baru, kali ini dengan debut film layar lebarnya pertamanya, berjudul Tygo, bersama bintang serial Squid Game, Lee Jin-uk, dan aktor Train To Busan, Don Lee (Ma Dong-seok).
Film aksi yang sedang digarap ini diumumkan Netflix pada Jumat (5/12) dan akan menandai masuknya Lisa BLACKPINK ke universe Extraction. Proyek ini tentunya menjadi peran film besar pertama Lisa, setelah memulai debut aktingnya awal tahun ini lewat The White Lotus.
Film Extraction original yang dibintangi aktor Australia dan bintang Thor, Chris Hemsworth, merupakan salah satu film tersukses Netflix yang berhasil menarik ratusan juta penonton.
Film yang terbaru akan mengikuti perjalanan Tygo (Don Lee), mantan tentara anak yang kini menjadi tentara bayaran dan menjalankan misi balas dendam di dunia underground Korea setelah sebuah misi gagal. Film ini akan menghadirkan perpaduan aksi tingkat tinggi dengan kedalaman emosional.
Naskah Tygo ditulis oleh Cha Woo-jin dan disutradarai oleh Lee Sang-yong. Film ini akan diproduseri bersama oleh AGBO, studio film independen yang didirikan sutradara Avengers: Endgame Anthony dan Joe Russo.
Dalam pernyataannya, Don Lee mengungkapkan bahwa ia sangat antusias karena Tygo akhirnya memasuki tahap produksi.
“Tygo membawa identitas Korea yang kuat ke dalam universe Extraction yang berskala global. Kami tidak sabar untuk menampilkan energi eksplosifnya kepada penonton di seluruh dunia,” ujar aktor berusia 54 tahun itu.
Sementara, Lisa mengaku ia “sangat terhormat” bisa menjadi bagian dari Tygo dan “bersyukur atas kesempatan bekerja dengan aktor luar biasa”.
“Berada dalam film aksi selalu menjadi mimpiku, dan untuk peran film pertamaku berada di proyek yang begitu seru benar-benar terasa seperti mimpi jadi kenyataan,” ujar perempuan berusia 28 tahun itu.
Sebagai penggemar franchise Extraction, Lee Jin-uk, mengatakan bahwa ia “sangat antusias dan bersyukur” bisa bekerja bersama Don Lee dan Lisa.
“Aku akan melakukan yang terbaik agar film ini memenuhi ekspektasi kalian,” ujar bintang Squid Game berusia 44 tahun itu.
Kabar keterlibatan Lisa dalam film Tygo muncul hanya beberapa hari setelah BLACKPINK merampungkan konser DEADLINE selama tiga malam di National Stadium Singapura.
