bonus besar
now browsing by category
Leicester City F.C.
🦊 Profil Singkat Leicester City F.C.
- Nama lengkap: Leicester City Football Club
- Didirikan: 1884 (sebagai Leicester Fosse)
- Kota: Leicester, East Midlands, Inggris
- Stadion: King Power Stadium (kapasitas: 32.312)
- Warna seragam: Biru dan Putih
- Julukan:
- The Foxes (Rubah) — simbol kota Leicester sejak abad ke-17
- The Blues
- Pemilik: King Power Group (keluarga Srivaddhanaprabha), sejak 2010
🏆 Prestasi: Dari Hampir Bangkrut ke Juara Dunia
Domestik (Inggris)
- Juara Premier League: 2015–16 — satu-satunya gelar liga dalam 138 tahun sejarah klub!
→ Taruhannya 1:5000 — paling tidak diunggulkan sepanjang sejarah olahraga
→ Jamie Vardy, Riyad Mahrez, N’Golo Kanté, dan Claudio Ranieri jadi legenda - Juara Piala FA: 1 kali — 2020–21 (kalahkan Chelsea 1–0, gol Youri Tielemans)
- Juara Piala Liga Inggris: 3 kali (1964, 1997, 2000)
- Runner-up Liga Inggris: 1928–29
Eropa
- Liga Champions 2016–17:
- Lolos dari grup yang berisi Porto, Brugge, Copenhagen
- Kalahkan Sevilla di 16 besar
- Perempat final — kalah dari Atlético Madrid
- Liga Europa 2020–22:
- Capai semi-final 2021
💡 Leicester adalah satu-satunya klub di dunia yang pernah juara liga utama setelah nyaris bangkrut dan hampir terdegradasi di musim sebelumnya.
🦊 Asal Julukan “The Foxes”
- Kota Leicester dikenal sebagai pusat perburuan rubah sejak abad ke-17.
- Rubah melambangkan kecerdikan, ketangkasan, dan keberanian — nilai yang diusung klub.
- King Power Group (pemilik Thailand) memperkuat citra ini dengan logo rubah emas modern.
🦊 Maskot resmi: Filbert Fox — dinamai dari Filbert Street, stadion lama Leicester (1891–2002).
🌟 Kisah Ajaib 2015–16: The Greatest Underdog Story
- Musim 2014–15: Leicester nyaris terdegradasi, selamat di menit akhir.
- Musim 2015–16:
- Pelatih: Claudio Ranieri (dianggap “pelatih gagal” sebelumnya)
- Anggaran tim: £57 juta — 1/10 dari Manchester United
- Jamie Vardy: Pemain non-liga → top scorer liga
- N’Golo Kanté: Dari Caen (Prancis) → pemain tengah terbaik dunia
- 2 Mei 2016: Leicester resmi juara setelah Tottenham imbang vs Chelsea.
- Kota Leicester berhenti bekerja — 200.000 orang turun ke jalan merayakan keajaiban.
💬 “They said it was impossible. We said, ‘Why not?'”
— Poster fans Leicester
🏟️ King Power Stadium: Istana Rubah
- Dibuka: 2002 (menggantikan Filbert Street)
- Kapasitas: 32.312
- Nama: Diambil dari King Power Duty Free, perusahaan pemilik klub
- Atmosfer:
- Tribun East Stand diisi oleh “Foxes Trust” — fans paling fanatik
- Lagu kebanggaan: “When You’re Smiling” (dinyanyikan sejak 1960-an)
💔 27 Oktober 2018: Helikopter Vichai Srivaddhanaprabha (pemilik klub) jatuh di luar stadion setelah pertandingan — seluruh dunia berduka. Stadion ditutup seminggu, dan rubah emas di logo dikabungkan hitam.
📉 Pasca-Kejayaan: Tantangan & Keterpurukan
- 2017–2022: Stabil di papan tengah, bahkan jadi “raksasa pembunuh”
- 2022–2023: Terdegradasi ke Championship setelah 8 tahun di Premier League
- 2023–2024: Juara Championship → promosi langsung ke Premier League 2024/25
→ Di bawah pelatih Enzo Maresca, Leicester bermain sepak bola menyerang total
💚 Filosofi & Identitas
- Leicester dikenal sebagai “klub keluarga”:
- Dekat dengan komunitas lokal
- Dukung keberagaman (pemain dari 20+ negara)
- Fokus pada pemain berkarakter, bukan bintang mahal
- Semboyan: “Fearless Foxes!”
💡 Fakta Unik
- Claudio Ranieri dipecat 9 bulan setelah juara — keputusan paling kontroversial dalam sejarah klub.
- Jamie Vardy memegang rekor mencetak gol dalam 11 laga beruntun di Premier League (2015).
- Leicester adalah satu-satunya klub Inggris yang pernah punya 3 pemain masuk skuad Piala Dunia 3 negara berbeda dalam satu musim (Inggris, Aljazair, Prancis — 2016).
- King Power Stadium adalah satu-satunya stadion di Inggris yang namanya diambil dari perusahaan Asia.
🏁 Masa Depan: Kembali ke Peta Eropa
- 2024/25: Kembali ke Premier League
- Fokus pada:
- Regenerasi skuad muda
- Gaya bermain ofensif ala Enzo Maresca
- Bangun akademi kelas dunia
- Target: Konsisten di papan tengah, lalu kembali ke Eropa
“Kami bukan hanya klub yang pernah menang. Kami adalah bukti bahwa segalanya mungkin.”
💬 Kesimpulan
Leicester City bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol harapan, keberanian, dan keajaiban — bukti bahwa dalam olahraga, hati bisa mengalahkan uang.
“5000 to 1? That’s Leicester City.”
— Kalimat yang kini abadi di sejarah dunia.
Rex Regum Qeon

| Logo RRQ | |
| Julukan | Raja Dari Segala Raja |
|---|---|
| Nama singkat | RRQ |
| Divisi | Aktif (10): Mobile Legends: Bang Bang (2017—Sekarang) Free Fire (2019—Sekarang) PUBG Mobile (2018—Sekarang) Valorant (2020—Sekarang) Honor of Kings (2024—Sekarang) eFootball (2025—Sekarang) Street Fighter 6 (2025—Sekarang) Teamfight Tactics (2025—Sekarang) Tekken 8 (2025—Sekarang) Delta Force (2025—Sekarang)Dibubarkan (10): Dota 2 (2013—2019) Arena of Valor (2017—2019) Point Blank (2017—2019) PUBG (2018—2019) Counter Strike (2018—2019) Apex Legends (2019) Call of Duty: Mobile (2020) League of Legends: Wild Rift (2021—2023) Pokémon Unite (2023)EA Sports FC (?) |
| Didirikan | 2013; 12 tahun lalu |
| Berbasis di | Jakarta, Indonesia |
| Lokasi | Indonesia Filipina Korea Selatan |
| Klub penggemar resmi | Kingdom |
| Mitra | realme Asus ROG Biznet Sukro Pop Mie Ayana GODA VIrtu Digilab |
| Situs web | https://teamrrq.com/ |
Tentang
Sejarah
Rex Regum Qeon (RRQ) didirikan pada Oktober 2013 oleh Riki “Qeon” K. Suliawan selaku pendiri (founder) dan Adrian “AP” Pauline sebagai rekan pendiri (co-founder) dan selanjutnya menjabat sebagai CEO RRQ. Organisasi ini berawal dari hobi bermain gim keduanya yang kemudian berkembang seiring minat mereka terhadap kejuaraan Dota 2 hingga akhirnya mendorong didirikannya RRQ sebagai sebuah organisasi profesional di bidang esports.[3]
Dari tahun 2013 hingga 2017, RRQ hanya memiliki satu tim divisi, yaitu Dota 2. Adrian Pauline menyatakan bahwa pada awalnya organisasi ini hanya dijalankan sebatas hobi dan pekerjaan sampingan, tanpa berfokus pada aspek bisnis. Namun, dengan meningkatnya popularitas esports pada tahun 2014, Andrian Pauline, yang awalnya adalah Product Director di QEON Interactive, mengundurkan diri dari jabatannya dan mengalihkan fokusnya ke tim RRQ. Sejak saat itu, RRQ mulai mengarahkan perhatian secara serius pada pengembangan bisnisnya.
Pada tahun 2017, RRQ menambah tiga divisi esports baru, yaitu RRQ Endeavour di Point Blank, RRQ.O2 di Mobile Legends, dan satu tim divisi PUBG yang bertahan relatif singkat.[3][4] Pada akhir tahun 2019, Adrian Pauline memutuskan untuk memindahkan RRQ Endeavour dari Point Blank ke gim Call of Duty: Mobile.[4]
RRQ pernah memperluas cabang internasionalnya di Thailand, Brasil, dan Filipina.[3] Namun, hingga saat ini, satu-satunya cabang internasional RRQ yang masih aktif adalah di Filipina, yaitu RRQ Kaito.[4]
Pada tahun 2020, RRQ menduduki peringkat ketiga sebagai organisasi esports terpopuler di dunia berdasarkan aktivitas di media sosial. Peringkat ini berdasarkan laporan yang dirilis oleh Shareable, sebuah perusahaan pemantau data yang berbasis di New York, dalam laporannya yang berjudul The State of Social Media 2020. Dalam laporan tersebut, aktivitas penggemar RRQ di media sosial sepanjang tahun 2020 mencapai 26,5 juta aktivitas. Angka ini hanya berada di bawah Faze Clan dengan 142,9 juta aktivitas dan G2 Esports dengan 38,1 juta aktivitas.[5][6]
Pada tahun 2025, RRQ terpilih sebagai salah satu organisasi yang bergabung dalam Esports World Cup Foundation (EWCF) Club Partner Program, dengan pendanaan hingga sebesar USD 1 Juta, untuk mendukung pengembangan merek dan operasional tim di tingkat internasional.[7] Sebagai bagian dari partisipasinya dalam Esports World Cup (EWC) 2025, RRQ membentuk dua divisi baru, yaitu Tekken 8 dan Street Fighter 6.[8]
Gaji
Adrian Pauline, CEO RRQ, dalam wawancaranya dengan Kompas TV pada tahun 2021, menyatakan bahwa organisasi esports miliknya memberikan gaji kepada para pemain timnya setiap bulan, kira-kira sekitar 1 hingga 3 Juta Rupiah per bulan.[3] Pada tahun 2024, Adrian Pauline menyebutkan bahwa minimal gaji pemain RRQ, khususnya pemain yang bermain di MPL Indonesia, adalah minimal setara dengan UMR Jakarta dengan rata-rata sebesar 7 Juta Rupiah.[9]
Prestasi
Hingga akhir tahun 2024, RRQ mencatatkan empat gelar juara dunia berdasarkan rekap internal organisasi, yang juga direpresentasikan dalam bentuk bintang pada jersey tim. Dua gelar berasal dari gim Point Blank, yaitu PBIC 2017 bersama RRQ Endeavour dan PBWC 2019 bersama RRQ TCN. Adapun dua gelar lainnya diraih dari PUBG Mobile, termasuk kemenangan pada ajang PUBG Mobile Star Challenge 2018 melalui tim RRQ Athena. Namun, terdapat sumber publik yang hanya mencatat total tiga gelar, dengan tidak memasukkan PUBG Mobile Star Challenge 2019 karena hanya merupakan pertandingan eksibisi (showmatch).[10]
Pada tahun 2020, RRQ menempati peringkat ketiga sebagai organisasi tim esports paling populer di dunia. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Shareable dengan judul The State of Social Media 2020, aktivitas penggemar RRQ di media sosial sepanjang tahun tersebut tercatat mencapai 26,5 juta interaksi.[5]
Mobile Legends: Bang Bang
Sejarah
RRQ Esports memasuki kancah kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) pada tahun 2017 dengan membentuk tim RRQ.O2, yang menjadi salah satu tim profesional perintis di Indonesia. Pada MPL Indonesia Season 1, RRQ.O2 tampil dominan di musim reguler dan menempati posisi puncak klasemen. Namun, mereka gagal meraih gelar juara setelah finis di peringkat ketiga pada babak playoff. Di musim berikutnya, RRQ.O2 bangkit dan berhasil meraih gelar juara MPL Indonesia Season 2 usai mengalahkan EVOS Legends di partai final.[11]
Kemitraan dengan PSG
Pada Februari 2019, RRQ menjalin kemitraan dengan klub sepak bola asal Eropa, Paris Saint-Germain F.C. (PSG). Kolaborasi ini diumumkan dalam konferensi pers di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Melalui divisi esports-nya, PSG secara resmi bekerja sama dengan RRQ untuk keikutsertaan dalam MPL Indonesia Season 3 pada 16 Februari 2019.[12] Kemitraan tersebut berakhir pada Juli 2019.[13]
Ekspansi ke Brasil
Setelah berakhirnya Kejuaraan Dunia M3 MLBB, skuad perwakilan Brasil, Keyd Stars, dibubarkan, sebagaimana dikonfirmasi oleh salah satu anggotanya. Menjelang MPL Indonesia Season 9, RRQ mengumumkan ekspansinya ke MPL Brasil dengan membentuk tim RRQ Akira. Skuad ini sebagian besar terdiri dari mantan pemain Keyd Stars.[14] RRQ Akira dibubarkan pada akhir musim 2024.[15]
Ekspansi ke Filipina
Pada Juli 2023, RRQ mengumumkan ekspansinya ke Filipina, menandai partisipasi perdananya dalam Mobile Legends: Bang Bang Development League (MDL PH). Langkah ini dilakukan menjelang MDL Philippines Season 2, dengan tujuan untuk mengembangkan bakat-bakat baru di skena kompetitif MLBB di wilayah tersebut.[16]
ONIC Esports

| Logo ONIC Esports | |
| Julukan | Raja Langit, Landak Kuning |
|---|---|
| Divisions | Aktif (11): Mobile Legends: Bang Bang (2018-Sekarang) Free Fire (2019-Sekarang) Apex Legends (2022-2023, 2025-Sekarang) eFootball (2024-Sekarang) Honor of Kings (2024-Sekarang) Pokémon Unite (2024-Sekarang) Tekken 8 (2024-Sekarang) Call of Duty: Warzone (2025-Sekarang) Fatal Fury: City of the Wolves (2025-Sekarang) Street Fighter 6 (2025-Sekarang) Teamfight Tactics (2025-Sekarang) Dibubarkan (6): Arena of Valor (2018) Dota 2 (2018) PUBG Mobile (2018-2022) Call of Duty: Mobile (2020) Valorant (2020-2022) Wild Rift (2021) |
| Didirikan | Juli 26, 2018; 7 tahun lalu |
| Berbasis di | Jakarta, Indonesia |
| Lokasi | Indonesia |
| Pemilik | PT. Daidan Aditama Yaksa |
| Maskot | Hanu |
| Klub penggemar resmi | SONIC Republic |
| Mitra | Infinix Biznet Gopay Dailybox |
| Situs web | onic-esports.com |
ONIC Esports adalah tim olahraga elektronik asal Indonesia yang didirikan dan dimiliki oleh Rob Clinton Kardinal pada tahun 2018. Sosok founder ONIC Esports ini merupakan seorang pebisnis dan juga sekaligus merupakan politikus di tanah air Indonesia.
Sejak berdiri ONIC Esports, dikelola oleh Justin Widjaja sebagai salah satu tim manajemen. Justin merekrut tim ONIC Esports dari berbagai daerah di Indonesia, di awal berdirinya. Justin juga berperan dalam mencari sponsor-sponsor pada tim ONIC Esports.
Hingga saat ini, ONIC Esports telah mengantongi beberapa gelar di beberapa turnamen nasional maupun internasional.
Sejarah
ONIC Esports berdiri pada tanggal 26 Juli 2018. Pada awalnya, ONIC Esports hanya ada tim Mobile Legends untuk mengikuti MPL ID season 2.[1]
Seiring dengan melesatnya popularitas tim ONIC Esports, ONIC pun mengumumkan tim onic esports di divisi game lain seperti Free Fire,[2] PUBG Mobile,[3] dan beberapa game e-sport lainnya.
ONIC Brazil
Pada bulan Agustus 2019 tim ONIC Esports mengumumkan cabang ONIC Esports di Brazil dengan divisi Mobile Legends yang akan bertanding di MPL PH season 4. Dengan Nama ONIC BR,[4][5][6] umumnya dikenal sebelumnya sebagai Dream High Gaming
SONIC (Fansclub ONIC Esports)
SONIC Republic berdiri pada 10 September 2018. Pada awalnya, Fanclub ini berdiri secara Online melalui Media sosial Instagram dan dijalankan secara remote, sejak MPL ID S2 dengan nama SOBAT ONIC (SONIC). SONIC terus memberikan dukungan baik secara langsung maupun hanya melalui media sosial. Perjalanan panjang SOBAT ONIC dilakukan agar Fansclub ini menjadi kuat dan menjadi salah satu tim dengan Fansclub yang berdiri secara Organik. pada Tanggal 30 Juni 2023 SONIC di deklarasikan menjadi SONIC Republic. harapan besar kepada SONIC agar kita bisa sama sama menjadi FANSCLUB Mandiri.
Tim
Mobile Legends: Bang Bang
| Nama Tim | Nama | Region | Peran |
|---|---|---|---|
| ONIC Esport [7] | Kiboy | Roamer | |
| Kairi | Jungler | ||
| Putraa | GoldLane | ||
| Lutpii | Exp Laner | ||
| Sanz | Midlaner |
Free Fire
Prestasi
Mobile Legends
Free Fire Asia
| Tahun | Nama Pertandingan | Tim | Peringkat | Hadiah | Ket. |
|---|---|---|---|---|---|
| 2019 | Free Fire Indonesia Master Season 2 | Onic Olympus | Menang | Rp75.000.000 | [11] |
| 2020 | Free Fire Master League Season 1 Groub F | Onic Olympus | Menang | Rp200.000.000 | [12] |
| Free Fire Indonesia Master 2020 Spring | Onic Olympus | Menang | Rp355.000.000 | [13] | |
| Free Fire Master League Season 2 Groub A | Onic Olympus | Menang | Rp250.000.000 | [14] | |
| Free Fire Indonesia Master 2020 Fall | Onic Olympus | Menang | Rp80.000.000 | [15] | |
| 2021 | Free Fire Master League Season 3 Groub A | Onic Olympus | Menang | Rp250.000.000 | [16] |
| Free Fire Master League Season 4 Groub B | Onic Olympus | Menang | Rp250.000.000 | [17] |
Penghargaan pemain
AFC BOURNEMOUTH
🟥🤍 Profil Singkat AFC Bournemouth
- Nama lengkap: AFC Bournemouth (asli: Athletic Football Club Bournemouth)
- Didirikan: 1899 (sebagai Boscombe St. John’s Institute FC)
- Kota: Bournemouth, Dorset, Inggris
- Stadion: Vitality Stadium (dulunya Dean Court) — kapasitas: 11.364
- Warna seragam: Merah dan Hitam
- Julukan:
- The Cherries (Ceri) — karena warna seragam dan/atau lapangan yang dulu dikelilingi pohon ceri
- The Reds
- Pemilik: Black Knight Football Club (kelompok investor AS, termasuk Bill Foley), sejak 2022
📈 Kisah Keajaiban: Dari Bangkrut ke Premier League
🔻 Masa Kelam (2008–2012)
- 2008: Klub dinyatakan bangkrut, nyaris dihapus dari liga.
- Hutang: Lebih dari £4 juta
- Denda: Dikurangi 17 poin oleh Liga Inggris — rekor hukuman terberat saat itu.
- Fans mengumpulkan dana, dan pengusaha lokal Eddie Mitchell menyelamatkan klub.
🚀 Kebangkitan di Bawah Eddie Howe (2012–2020)
- 2012: Eddie Howe kembali sebagai manajer (setelah sempat ke Burnley).
- 2013: Promosi ke Championship
- 2015: Promosi ke Premier League — pertama kalinya dalam 125 tahun sejarah klub!
→ Kota Bournemouth berpenduduk hanya 200.000 jiwa — kota terkecil yang pernah punya wakil di Premier League!
💬 “Kami bukan klub besar. Tapi kami punya hati besar.”
— Eddie Howe
🏆 Prestasi: Raksasa Kecil dari Pantai Selatan
- Belum pernah juara trofi mayor, tapi pencapaian luar biasa:
- Promosi ke Premier League: 2015, 2022
- Finish tertinggi di Premier League: ke-9 (2016/17)
- Konsisten di papan tengah, bahkan mengalahkan Chelsea, Liverpool, Man United
- 2023/24: Menjadi “tim kejutan” dengan gaya bermain menyerang di bawah Andoni Iraola
🏟️ Vitality Stadium: Stadion Terkecil di Premier League
- Kapasitas: 11.364 — stadion terkecil di Premier League
- Lokasi: Dikelilingi perumahan — suara nyanyian fans terdengar hingga ke pantai!
- Intim dan panas — tim tamu sering kesulitan bermain di sini.
- Rencana: Perluasan ke 14.000–16.000 dalam 5 tahun ke depan.
🎶 Fans menyanyikan:
“We’re top of the league… in our dreams!”
(Parodi lucu yang jadi simbol kerendahan hati)
⚽ Era Andoni Iraola: Sepak Bola Menyerang ala Spanyol (2023–Sekarang)
Sejak 2023, pelatih Spanyol Andoni Iraola mengubah Bournemouth:
- Gaya bermain: Posesif, pressing tinggi, kombinasi sayap cepat
- Pemain kunci:
- Dominic Solanke (striker Inggris, top scorer 2023/24)
- Antoine Semenyo, Luis Sinisterra, Ryan Christie
- Kemenangan epik:
- 3–2 vs Liverpool (Anfield, 2023)
- 3–1 vs Manchester United (Old Trafford, 2024)
- 5–0 vs Tottenham (2024) — kemenangan tandang terbesar dalam sejarah klub!
🍒 Asal Julukan “The Cherries”
Ada dua teori:
- Lapangan Dean Court dulu dikelilingi pohon ceri.
- Warna seragam merah terang menyerupai buah ceri.
- Yang pasti, maskot klub adalah “Cherry Bear” — beruang berbaju merah dengan topi ceri.
💚 Identitas: Klub Komunitas & Ramah Lingkungan
- Bournemouth dikenal sebagai “klub hijau”:
- Stadion menggunakan panel surya
- Program daur ulang & pengurangan plastik
- Dukung konservasi laut (karena dekat pantai)
- Klub ini sangat dekat dengan warga lokal — tiket tetap terjangkau, meski di Premier League.
💡 Fakta Unik
- Bournemouth adalah satu-satunya klub di Inggris yang namanya tidak merujuk pada lokasi geografis tertentu (tidak ada “Boscombe” atau “Dorset” dalam nama resmi).
- Eddie Howe dijuluki “The Messiah of Dean Court” oleh fans karena menyelamatkan klub dua kali.
- Klub ini tidak pernah menggunakan nama sponsor asing di depan nama klub — tetap AFC Bournemouth.
- Dominic Solanke adalah pemain pertama Bournemouth yang dipanggil timnas Inggris sejak 1938!
🏁 Masa Depan: Membangun Warisan Berkelanjutan
- Target jangka pendek: Konsisten di Premier League
- Target jangka panjang:
- Bangun akademi muda kelas dunia
- Perluas stadion
- Jadi klub paling berkelanjutan di Eropa
- Dengan kepemilikan baru (Black Knight), Bournemouth kini punya stabilitas finansial untuk pertama kalinya dalam sejarah.
💬 Kesimpulan
AFC Bournemouth adalah bukti hidup bahwa ukuran bukan penentu takdir.
Dari kota kecil di tepi laut, dengan stadion mungil dan anggaran terbatas, mereka mengguncang raksasa Inggris — bukan dengan uang, tapi dengan keberanian, strategi, dan jiwa komunitas.
“Di Bournemouth, kami tidak bermimpi besar. Kami mewujudkannya — satu ceri merah pada satu waktu.”
TOTTENHAM HOTSPUR F.C.
⚪ Profil Singkat Tottenham Hotspur
- Nama lengkap: Tottenham Hotspur Football Club
- Didirikan: 5 September 1882
- Kota: London Utara, Inggris
- Stadion: Tottenham Hotspur Stadium (kapasitas: 62.850) — stadion klub terbesar di London
- Warna seragam: Putih dan Hitam
- Julukan:
- Spurs
- The Lilywhites (Si Putih Tulang)
- COYS (Come On You Spurs!)
- Pemilik: ENIC Group (Chairman: Daniel Levy)
- Presiden Kehormatan: Sir Rodney Walker
🏆 Prestasi: Raja London Utara & Pelopor Sepak Bola Modern
Tottenham adalah salah satu klub paling bersejarah dan inovatif di Inggris, dengan warisan yang membentang lebih dari 140 tahun.
Domestik (Inggris)
- Juara Liga Inggris: 2 kali
- 1950–51
- 1960–61 → satu-satunya klub abad ke-20 yang meraih “The Double” (liga + Piala FA dalam satu musim!)
- Juara Piala FA: 8 kali (terbanyak ke-3 setelah Arsenal & Man United)
- Terakhir: 1991
- Juara Piala Liga Inggris: 4 kali
- Terakhir: 2008 (kalahkan Chelsea 2–1, gol Darren Bent & Dimitar Berbatov)
Eropa & Dunia
- Piala Champions UEFA: Runner-up 2019 (kalah 0–2 vs Liverpool di Madrid)
- Piala UEFA / Liga Europa: 2 kali juara
- 1972, 1984
- Piala Super UEFA: Juara 1984
💡 Tottenham adalah klub Inggris pertama yang menjuarai Piala Eropa (1963) — mengalahkan Atlético Madrid 5–1 di final!
🐓 Asal Nama & Identitas: “Hotspur” dari Shakespeare
- Nama “Hotspur” diambil dari tokoh Sir Henry Percy dalam drama William Shakespeare — ksatria pemberani yang dikenal “panas” dan bersemangat.
- Warna putih diadopsi pada 1898 untuk meniru Timnas Inggris, yang saat itu menginspirasi klub.
- Ayam jantan (cockerel) di atas lambang melambangkan keberanian dan kebanggaan — dipasang di tiang gawang sejak 1909.
🐓 Kini, patung ayam jantan emas raksasa menghiasi puncak tribun stadion — simbol abadi Spurs.
🌟 Era Keemasan: Bill Nicholson & “Double” 1961
Di bawah manajer legendaris Bill Nicholson, Tottenham mencapai puncak sejarah:
- 1960–61: Juara Liga + Piala FA — prestasi yang tidak pernah diulang klub London mana pun hingga hari ini.
- Tim ikonik: Danny Blanchflower, Dave Mackay, Jimmy Greaves
- Gaya bermain: “Bermain untuk menang, bukan hanya untuk tidak kalah” — filosofi yang masih hidup hingga kini.
🦅 Era Modern: Dari “Spursy” ke Konsistensi Eropa
Kebangkitan di Bawah Mauricio Pochettino (2014–2019)
- Membangun tim dari akademi muda: Harry Kane, Dele Alli, Eric Dier, Kyle Walker
- 2016/17: Finish ke-2 di Premier League — skor terbanyak, pertahanan terbaik
- 2019: Final Liga Champions pertama dalam sejarah klub!
→ Kalahkan Manchester City dan Ajax di semifinal
→ Kalah 0–2 dari Liverpool, tapi tetap jadi pencapaian terbesar dalam 58 tahun
Transisi & Tantangan (2019–2024)
- Pasca-Pochettino, Spurs alami ketidakstabilan pelatih (Mourinho, Conte, Mansfield, Ange Postecoglou)
- Tapi tetap konsisten di papan atas Premier League
- 2023/24: Di bawah Ange Postecoglou, Spurs main sepak bola ofensif ala Australia-Skotlandia — “Angeball”!
🏟️ Tottenham Hotspur Stadium: Istana Modern di London Utara
- Dibuka: 2019 (menggantikan White Hart Lane)
- Kapasitas: 62.850 — bisa diperluas ke 65.000
- Fasilitas:
- Lapangan geser (untuk pertandingan NFL & konser)
- Tiang gawang tertinggi di Eropa
- Restoran, museum, dan toko megastore terbesar di Inggris
- Atmosfer:
- Tribun “Park Lane” diisi oleh “Yid Army” — fans paling vokal
- Lagu kebanggaan: “Oh, when the Spurs go marching in!”
🌟 Stadion ini tidak berutang sepeser pun — dibangun dengan dana sendiri senilai £1 miliar.
⚽ Akademi Terbaik di Inggris
- Tottenham dikenal sebagai “pabrik pemain muda Inggris”:
- Harry Kane — top scorer sepanjang masa Inggris
- Ledley King, Gareth Bale, Michael Carrick, Ryan Mason
- 2023: 7 dari 11 starter Inggris di Piala Dunia adalah alumni akademi Spurs atau pernah main di sana.
💬 “Kami tidak membeli pemain. Kami membuatnya.”
— Semboyan akademi Spurs
🔥 Rivalitas Abadi
- Arsenal → “North London Derby”
- Rival paling panas — lebih sengit dari Chelsea!
- Spurs benci disebut “tidak punya trofi”, Arsenal benci disebut “klub utara yang gagal”
- Pertandingan selalu emosional, penuh kartu, dan drama
- Chelsea → rival London, tapi lebih “beradab”
- West Ham → rival kelas pekerja London
💡 Fakta Unik
- Tottenham adalah satu-satunya klub di London yang tidak pernah terdegradasi dari Liga Inggris sejak 1978.
- Harry Kane mencetak 280+ gol untuk Spurs — rekor klub modern.
- Klub ini menolak sponsor judi selama bertahun-tahun, meski rugi jutaan pound.
- “Spursy” adalah istilah fans untuk menggambarkan mentalitas “hampir menang, tapi gagal di akhir” — kini perlahan dihilangkan.
🏁 Masa Depan: Mengejar Trofi Pertama dalam 16 Tahun
- 2024/25: Target utama — juara Piala Liga atau Liga Europa
- Fokus pada:
- Pembinaan pemain muda
- Sepak bola menyerang ala Postecoglou
- Kembalinya aura “Double” 1961
“Kami bukan hanya mengejar trofi. Kami mengejar warisan.”
💬 Kesimpulan
Tottenham Hotspur bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol inovasi, akar lokal London Utara, dan bukti bahwa keindahan sepak bola ada dalam cara bermain — bukan hanya hasil.
NEWCASTLE UNITED
Newcastle adalah salah satu klub tertua dan paling bersejarah di Inggris, dengan warisan domestik yang megah — meski puasa trofi mayor sejak 1955.
Domestik (Inggris)
- Juara Liga Inggris (First Division): 4 kali
- 1905, 1907, 1909, 1927
- Juara Piala FA: 6 kali
- Terakhir: 1955
- Juara Piala Liga Inggris: Belum pernah
- Runner-up Premier League: 5 kali (termasuk 1995/96 — musim paling dramatis dalam sejarah klub)
💡 Newcastle adalah salah satu dari hanya 7 klub yang pernah juara Liga Inggris.
Eropa
- Piala UEFA (kini Liga Europa):
- Runner-up 1998 (kalah dari Inter Milan)
- Semifinalis 2004
- Liga Champions:
- Terakhir tampil di 2003, kini kembali di 2023/24 setelah 20 tahun!
🦅 Asal Julukan “The Magpies”
- Warna hitam-putih diadopsi pada 1894, terinspirasi dari klub Notts County.
- Burung magpie (pungguk) memiliki bulu hitam-putih, dan dalam budaya Inggris, ia melambangkan keberuntungan — tapi juga sifat keras kepala.
- Stadion St. James’ Park bahkan punya patung magpie raksasa di luar gerbang.
🌟 Era Kevin Keegan: “Entertainers” (1992–1997)
Di bawah pelatih legendaris Kevin Keegan, Newcastle jadi tim paling menghibur di Eropa:
- Gaya bermain: Menyerang total, cepat, dan tak kenal bertahan
- Pemain ikonik: Alan Shearer (legenda hidup, top scorer sepanjang masa), Les Ferdinand, David Ginola, Faustino Asprilla
- 1995/96: Memimpin klasemen dengan 12 poin, tapi kehilangan gelar ke Manchester United di akhir musim — dikenang sebagai “musim paling tragis” dalam sejarah klub.
💬 “I would love it if we beat them. Love it!”
— Kevin Keegan, dalam wawancara emosional legendaris 1996
📉 Masa Kelam: Puasa Trofi & Keterpurukan (1955–2021)
- 1955–2021: 66 tahun tanpa trofi mayor — rekor puasa terpanjang di antara klub besar Inggris.
- 2009–2017: Sering terlibat perebutan degradasi
- 2016: Terdegradasi ke Championship, tapi promosi langsung tahun berikutnya
- Fans protes besar terhadap pemilik lama Mike Ashley yang dianggap tidak ambisius
🏛️ Revolusi Saudi: Kebangkitan dari Abu Dhabi ke Arab Saudi
- 7 Oktober 2021: Saudi PIF resmi membeli Newcastle United senilai £305 juta.
- Ini adalah akuisisi paling kontroversial dalam sejarah Premier League — karena isu hak asasi manusia.
- Tapi hasilnya nyata:
- 2022/23: Finish ke-4 di Premier League → lolos ke Liga Champions 2023/24
- 2023/24: Kembali ke Liga Champions setelah 20 tahun absen
- Transfer besar: Alexander Isak (£63 juta), Sandro Tonali, Joelinton (dikonversi jadi gelandang bertahan), Kieran Trippier
💡 Fakta: Newcastle adalah satu-satunya klub di Eropa yang tidak kalah di kandang sepanjang 2022/23 (14 menang, 4 imbang di Premier League).
🏟️ St. James’ Park: Istana di Atas Bukit
- Lokasi: Jantung kota Newcastle, di atas bukit — terlihat dari seluruh penjuru kota.
- Kapasitas: 52.305 — bisa diperluas ke 60.000+
- Karakteristik:
- Tribun Gallowgate End diisi oleh “Toon Army” — fans paling vokal di Inggris
- Suasana paling intim dan menakutkan untuk tim tamu
- Dihiasi bendera hitam-putih raksasa dan nyanyian “Howay the Lads!”
🎶 Lagu kebanggaan:
“We’re gonna win the league with Newcastle United!”
(Kami akan juara liga bersama Newcastle United!)
💚 Budaya “Geordie”: Jiwa Kota Pekerja
- “Geordie” adalah sebutan untuk orang asli Newcastle — dikenal jujur, keras, setia, dan penuh humor.
- Newcastle United adalah jantung identitas Geordie — lebih dari sekadar klub.
- Fans dikenal fanatik tapi ramah, dan tidak pernah menyerah — bahkan saat klub di ambang degradasi.
💡 Fakta Unik
- Alan Shearer mencetak 206 gol untuk Newcastle — rekor Premier League sepanjang masa (260 gol total).
- St. James’ Park adalah satu-satunya stadion di Inggris yang namanya diambil dari gereja tua (St. James’ Church) di sebelahnya.
- Newcastle adalah satu-satunya klub Inggris yang punya rivalitas tiga arah:
- Sunderland (Tyne-Wear Derby — salah satu derby paling panas di dunia)
- Middlesbrough
- Leeds United
- 2025: Akan jadi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2025 di St. James’ Park!
🏁 Masa Depan: Ambisi Global
- Target jangka pendek: Konsisten di 4 besar Premier League
- Target jangka panjang: Juara Liga Inggris pertama dalam 98 tahun!
- Rencana:
- Perluas St. James’ Park
- Bangun akademi kelas dunia
- Jadikan Newcastle sebagai pusat olahraga global
“Dulu, kami adalah raja utara. Kini, kami ingin jadi raja dunia.”
💬 Kesimpulan
Newcastle United bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol ketangguhan kota pekerja, cinta sejati fans, dan bukti bahwa impian besar bisa kembali hidup — bahkan setelah 66 tahun menunggu.
“Di Newcastle, kami tidak membeli trofi. Kami membangunnya — bersama, dari hati.”
ASTON VILLA
🟢🤍 Profil Singkat Aston Villa
- Nama lengkap: Aston Villa Football Club
- Didirikan: 21 November 1874
- Kota: Birmingham, West Midlands, Inggris
- Stadion: Villa Park (kapasitas: 42.788)
- Warna seragam: Claret (merah anggur) dan Biru
- Julukan:
- The Villans
- The Lions
- Pemilik: NSWE (Wes Edens & Nassef Sawiris) sejak 2018
🏆 Prestasi: Raja Inggris & Eropa dari Birmingham
Aston Villa adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah Inggris, dengan warisan yang membentang lebih dari 150 tahun.
Domestik (Inggris)
- Juara Liga Inggris (First Division / Premier League): 7 kali
- Terakhir: 1980–81
- Juara Piala FA: 7 kali
- Terakhir: 1957
- Juara Piala Liga Inggris (Carabao Cup): 5 kali
- Terakhir: 1996
💡 Aston Villa adalah klub ke-4 tersukses sepanjang sejarah liga Inggris (setelah Liverpool, Manchester United, dan Arsenal).
Eropa & Dunia
- Piala Champions UEFA: Juara 1982 — satu-satunya gelar Eropa terbesar dalam sejarah klub!
→ Mengalahkan FC Bayern Munich 1–0 di final, Rotterdam - Piala Super UEFA: Juara 1982
- Piala Interkontinental: Runner-up 1982 (kalah dari Peñarol)
🌍 Villa adalah salah satu dari hanya 6 klub Inggris yang pernah menjuarai Piala Champions.
⛪ Asal Usul: Lahir dari Gereja
- Didirikan oleh anggota gereja Villa Cross Wesleyan Chapel di kawasan Aston, Birmingham.
- Awalnya sebagai kegiatan rekreasi untuk mencegah anggota muda minum alkohol!
- Warna claret dan biru diadopsi pada 1888, terinspirasi dari klub Preston North End yang sedang jaya.
🦁 Era Keemasan: 1970–1990
Di bawah manajer legendaris seperti Ron Saunders dan Tony Barton, Villa mencapai puncaknya:
- 1981: Juara Liga Inggris setelah 71 tahun menunggu
- 1982: Juara Piala Champions — kemenangan paling bersejarah!
→ Pelatih Tony Barton (baru menangani 4 bulan!) membawa tim tanpa bintang mengalahkan raksasa Eropa
→ Peter Withe cetak gol kemenangan dengan voli spektakuler
💬 “Kami bukan tim bintang. Tapi kami punya hati singa.”
— Tony Barton
📉 Masa Kelam: Degradasi & Keterpurukan (2016–2018)
- 2016: Terdegradasi ke Championship setelah 28 tahun di kasta tertinggi
- 2016–2018: Gagal promosi, nyaris bangkrut, dan terjerumus ke League One (kasta ketiga)
- Fans protes besar-besaran terhadap pemilik lama
Kebangkitan Dimulai (2018–Sekarang)
- 2018: Dibeli oleh konsorsium AS-Mesir (NSWE)
- 2019: Promosi ke Premier League lewat playoff dramatis
- 2022–2024: Di bawah pelatih Unai Emery, Villa kembali jadi kekuatan Eropa:
- 2023: Lolos ke Liga Konferensi Eropa
- 2024: Finis ke-4 di Premier League → lolos ke Liga Champions 2024/25 — pertama kalinya dalam 42 tahun!
🏟️ Villa Park: Istana di Birmingham
- Dibuka: 1897
- Kapasitas: 42.788
- Fakta:
- Salah satu stadion paling ikonik di Inggris
- Pernah jadi tuan rumah Piala Dunia 1966 dan Euro 1996
- Tribun “Holte End” diisi oleh “Villa Villains” — fans paling fanatik
- Rencana: Renovasi besar-besaran (kapasitas akan naik ke 50.000+)
⚽ Era Unai Emery: Transformasi Total
Sejak November 2022, pelatih Spanyol Unai Emery mengubah Villa:
- Gaya bermain: Pressing tinggi, transisi cepat, taktik fleksibel
- Pemain kunci:
- Ollie Watkins (striker Inggris, top scorer 2023/24)
- Emiliano Martínez (kiper Argentina, juara Piala Dunia 2022)
- Douglas Luiz, John McGinn, Youri Tielemans
- Rekor:
- 10+ kemenangan tandang di Premier League 2023/24
- Kalahkan Manchester United, Liverpool, Tottenham, Newcastle
💬 “Villa bukan klub biasa. Ini adalah raksasa yang sedang bangun.”
— Unai Emery
💚 Budaya & Identitas
- Villa dikenal sebagai “klub keluarga” — dekat dengan komunitas Birmingham.
- Fans disebut “Villans” — terkenal setia, vokal, dan penuh gairah.
- Lagu kebanggaan:“We are Villa, we are strong…
We’ve been here all along!” - Klub ini tidak pernah kehilangan identitas, meski dimiliki investor asing.
💡 Fakta Unik
- Aston Villa adalah satu-satunya klub di dunia yang pernah menjuarai Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga, Piala Champions, dan Piala Super UEFA.
- 13 pemain Villa pernah jadi bagian dari timnas Inggris juara Piala Dunia 1966.
- Villa Park adalah satu-satunya stadion klub yang pernah jadi tuan rumah final Piala FA (1901–1914).
- Klub ini menolak merger dengan Birmingham City pada 1900-an — mempertahankan identitas sendiri.
🏁 Masa Depan: Kembali ke Peta Eropa
- 2024/25: Debut di Liga Champions — akan bertemu Bayern, Real Madrid, Man City, dll.
- Target:
- Konsolidasi di 5 besar Premier League
- Bangun akademi muda kelas dunia
- Jadikan Villa Park sebagai stadion elite Eropa
“Dari gereja ke Eropa. Dari keterpurukan ke kejayaan. Ini adalah Villa.”
💬 Kesimpulan
Aston Villa bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol ketahanan, kebanggaan kelas pekerja Birmingham, dan bukti bahwa raksasa tak pernah mati — hanya tertidur.
“Kami bukan sekadar sejarah. Kami adalah masa depan yang sedang ditulis ulang.”
GIRONA FC
🟥🤍 Profil Singkat Girona FC
- Nama lengkap: Girona Futbol Club
- Didirikan: 23 Juli 1930
- Kota: Girona, Catalonia, Spanyol
- Stadion: Estadi Montilivi (kapasitas: 13.500)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- Els Blanc-i-vermells (Yang Putih-Merah)
- Girona
- Pemilik: City Football Group (CFG) — dengan 47% saham, sisanya dimiliki fans (Girona Football Group)
💡 Girona adalah satu-satunya klub di Eropa yang dimiliki bersama oleh konglomerat global dan ribuan fans kecil — model kepemilikan unik yang jadi kunci kebangkitannya.
📈 Dari Jurang Kegagalan ke Puncak Eropa
🔻 Masa Kelam (2000–2010)
- Girona nyaris bangkrut total pada 2010.
- Hutang menumpuk, bermain di Segunda División B (liga kasta ke-3 Spanyol).
- Hanya punya 500 anggota (socios) dan stadion rusak.
🌱 Kebangkitan Dimulai (2010–2017)
- 2010: Seorang pengusaha lokal, Ramón Planes, mengumpulkan dana dari 2.000 fans untuk menyelamatkan klub.
- 2011: Promosi ke Segunda División (kasta ke-2).
- 2017: Promosi pertama ke La Liga dalam sejarah 87 tahun klub!
🚀 Era Modern: Dukungan City Football Group (2017–Sekarang)
- 2017: City Football Group (pemilik Manchester City, New York City FC, dll.) membeli 44,3% saham (kini 47%).
- Bukan “takeover”, tapi kemitraan strategis:
- Pinjam pemain muda dari Manchester City
- Akses ke analisis data, pelatih, dan infrastruktur global
- Tapi tidak mengubah identitas lokal — stadion, warna, dan filosofi tetap utuh
🏆 Prestasi Emas: Musim 2023/24 — Mimpi Jadi Nyata
- Finis ke-3 di La Liga — di atas Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Sociedad!
- Lolos ke Liga Champions 2024/25 — pertama kalinya dalam sejarah klub!
- Menang melawan raksasa:
- 3–2 vs Barcelona di Camp Nou
- 4–2 vs Real Madrid di Santiago Bernabéu
- 4–3 vs Atletico Madrid (penalti terakhir di menit ke-98!)
💬 “Kami bukan klub besar. Tapi kami punya hati besar.”
— Míchel, pelatih Girona
⚽ Gaya Bermain: Sepak Bola Ofensif Ala Guardiola
- Girona dikenal dengan sepak bola menyerang total:
- Rata-rata 2,3 gol per laga di La Liga 2023/24 (tertinggi ke-2 setelah Real Madrid)
- Ball possession tinggi (rata-rata 60%+)
- Transisi cepat dan pressing intens
- Ini adalah “sepak bola City” yang diadaptasi untuk tim kecil — dengan sentuhan lokal Catalonia.
🌍 Pemain Kunci Musim Ajaib 2023/24
- Artem Dovbyk (Ukraina): Striker, top scorer La Liga (24 gol)
- Viktor Tsygankov (Ukraina): Sayap kanan kreatif
- Aleix García (Spanyol): Gelandang otak tim, mantan akademi Barcelona
- Yangel Herrera (Venezuela): Gelandang bertahan, pinjaman dari Man City
- Paulo Gazzaniga (Argentina): Kiper andal, mantan Tottenham
🌟 Fakta: 5 dari 11 starter utama berasal dari luar Spanyol — tapi mereka semua jadi “anak Girona”.
🏟️ Estadi Montilivi: Intim, Panas, dan Penuh Jiwa
- Kapasitas hanya 13.500 — stadion terkecil di La Liga
- Tapi atmosfernya legendaris:
- Fans menyanyi sepanjang 90 menit
- Tribun sangat dekat dengan lapangan → tekanan psikologis besar untuk tim tamu
- Fakta: Girona tak terkalahkan di kandang selama 13 laga beruntun di 2023/24!
💚 Filosofi Unik: “Klub Rakyat dengan Dukungan Global”
- Girona menolak jadi “boneka” Man City.
- Fans tetap punya suara dalam keputusan penting.
- Tiket tetap murah (termurah di La Liga) — untuk menjaga aksesibilitas rakyat biasa.
- Semboyan: “Més que un club? Nosaltres som un poble.”
(“Lebih dari sekadar klub? Kami adalah sebuah kota.”)
💡 Fakta Menakjubkan
- Girona adalah klub terkecil (berdasarkan populasi kota: 100.000 jiwa) yang pernah lolos ke Liga Champions.
- Anggaran tim hanya €55 juta — 1/10 dari Barcelona atau Real Madrid.
- 70% pemain inti adalah pinjaman atau free transfer.
- Girona tidak punya tim cadangan di liga profesional — fokus total pada tim utama.
🏁 Masa Depan: Tantangan di Liga Champions
- 2024/25: Debut di Liga Champions — akan bertemu Bayern, Man City, Real Madrid, dll.
- Tantangan:
- Mempertahankan pemain bintang (Dovbyk incaran banyak klub)
- Menyeimbangkan ambisi Eropa dan stabilitas finansial
- Membangun stadion baru (rencana kapasitas 20.000)
Tapi seperti yang selalu dikatakan fans Girona:
“Kami sudah melewati yang mustahil. Sekarang, tidak ada yang mustahil.”




