Info terkini Tentang Permainan Online

bonus harian

now browsing by category

 

Sejarah Persita Tangerang: Pendekar Cisadane yang Tangguh

Persita Tangerang (Persatuan Sepak Bola Indonesia Tangerang) adalah klub sepak bola profesional asal Tangerang, Banten, Indonesia. Klub ini dikenal dengan julukan Pendekar Cisadane dan memiliki basis suporter fanatik bernama Ultras Persita. Persita adalah klub dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia, sering naik-turun antara Liga 1 dan Liga 2.

Pendirian & Awal Mula (1940–1990-an)

Klub didirikan pada 19 April 1940 di Tangerang dengan nama Persita Tangerang. Awalnya klub amatir, aktif di kompetisi regional Jawa Barat selama era kolonial Belanda.

  • 1940–1950-an: Bermain di kompetisi lokal, sering juara regional.
  • 1960–1980-an: Ikut Perserikatan dan Galatama, tapi tidak dominan nasional.

Era Modern & Prestasi (2000-an–Sekarang)

Persita mulai naik daun di era Liga Indonesia profesional.

TahunPrestasi UtamaCatatan
2001–2002Juara Liga 2Promosi ke Liga 1
2005Juara Liga 2Promosi kembali
2019–2020Juara Liga 2Promosi ke Liga 1
2021–2022Finis 10th Liga 1Bertahan
2022–2023Finis 15th Liga 1Degradasi ke Liga 2
2023–2024Juara Liga 2Promosi kembali ke Liga 1
2024–2025Liga 1Bertahan

Pemain Legendaris: Cristian Gonzales (striker asal Brasil, top scorer), Irfan Bachdim (awal karir), Yuri Hanin (kiper ikonik), Samsul Arif, Rachmat Irianto (pemain muda).

Saat Ini (Musim Liga 1 2025-26)

Per Desember 2025, Persita berada di posisi 16 Liga 1 dengan 11 poin dari 13 laga (3 menang, 2 seri, 8 kalah). Mereka sedang berjuang menghindari zona degradasi.

Prestasi Utama

  • Liga 2 Indonesia: 3 kali juara (2001–02, 2005, 2023–24)
  • Liga 1: Finis terbaik 10th (2021–22)
  • Piala Indonesia: Semifinal 2005

Stadion & Identitas

  • Stadion Indomilk Arena (kapasitas 15.000) – markas utama.
  • Warna: Merah-putih-hitam.
  • Suporter: Ultras Persita – sangat fanatik, sering jadi sorotan.

Persita Tangerang adalah klub tangguh dengan sejarah naik-turun, tapi selalu bangkit kembali. Pendekar Cisadane! ⚔️⚽

Sejarah Persib Bandung: Maung Bandung yang Legendaris

Persib Bandung (Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung) adalah salah satu klub sepak bola tertua dan paling populer di Indonesia. Berbasis di Bandung, Jawa Barat, klub ini dikenal dengan julukan Maung Bandung (Harimau Bandung) dan memiliki basis suporter fanatik bernama Bobotoh. Persib adalah klub dengan sejarah panjang, prestasi tinggi, dan rivalitas sengit dengan Persija Jakarta (El Clasico Indonesia).

Pendirian & Awal Mula (1933–1950-an)

Klub didirikan pada 14 Maret 1933 di Bandung dengan nama Persib Bandung, sebagai hasil merger beberapa klub lokal seperti Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). Persib adalah salah satu pendiri PSSI (1930) dan ikut kompetisi kolonial Belanda (NIVB).

  • 1933–1940-an: Dominasi di kompetisi kolonial, sering juara regional.
  • 1950-an: Juara Perserikatan berulang kali (1950, 1955, 1956, 1960).

Pemain legenda awal: Suharno, Ramang (awal karir), Sukma.

Era Modern & Dominasi (1980-an–2000-an)

Di era Galatama dan Liga Indonesia:

TahunPrestasi UtamaCatatan
1985Juara GalatamaGelar pertama era modern
1995Juara Galatama
2014Juara Liga IndonesiaGelar pertama Liga 1
2020Juara Piala Indonesia
2023–2024Juara Liga 1 2023-24Gelar ke-2 Liga 1
  • Pemain Legendaris: Robby Darwis, Bejo Sugiantoro, Atep Rizal, Eka Ramdani, Zulham Zamrun, Michael Essien (import singkat), Sergio van Dijk.

Saat Ini (Musim Liga 1 2025-26)

Per Desember 2025, Persib berada di peringkat 2 Liga 1 dengan 25 poin dari 13 laga (8 menang, 1 seri, 4 kalah). Mereka bersaing ketat dengan Persija dan PSM Makassar untuk gelar juara.

Prestasi Utama

  • Liga Indonesia/Liga 1: 6 kali juara (1985, 1995, 2014, 2023-24, dll.)
  • Piala Indonesia: Juara 1995, 2020
  • Piala Presiden: Juara 2015
  • Piala Menpora: Juara 2021

Stadion & Identitas

  • Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) (kapasitas 38.000) – markas ikonik.
  • Warna: Biru-putih.
  • Suporter: Bobotoh – salah satu suporter paling besar dan fanatik di Indonesia.

Persib Bandung adalah simbol semangat Bandung dan Jawa Barat, dengan sejarah penuh gelar, rivalitas epik, dan suporter yang luar biasa. Maung Geulis! 💙⚽

Sejarah Persija Jakarta: Macan Kemayoran yang Legendaris

Persija Jakarta (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah salah satu klub sepak bola tertua dan paling bersejarah di Indonesia. Berbasis di Jakarta, klub ini dikenal sebagai Macan Kemayoran atau Macan Jakarta, dengan basis suporter fanatik bernama Jakmania. Persija adalah klub dengan jumlah gelar Liga Indonesia terbanyak (11 gelar) dan rivalitas abadi dengan Persib Bandung (El Clasico Indonesia).

Pendirian & Awal Mula (1928–1940-an)

Klub didirikan pada 8 November 1928 di Batavia (sekarang Jakarta) dengan nama VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Ini adalah klub tertua di Indonesia yang masih aktif hingga kini.

  • 1928–1930-an: Bermain di kompetisi kolonial Belanda (NIVB), sering juara.
  • 1940-an: Setelah kemerdekaan, nama berubah menjadi Persija Jakarta pada 1945.

Era Kejayaan (1950-an–1980-an)

Persija mendominasi sepak bola Indonesia pasca-kemerdekaan.

TahunPrestasi UtamaCatatan
1950s–1960sJuara Perserikatan berulangDominasi dengan pemain legenda seperti Ramang
1970sJuara Perserikatan
1980sJuara Galatama

Pemain ikonik: Ramang, Sukma, Abdul Kadir.

Era Modern & Dominasi Liga (1990-an–2010-an)

Di era Liga Indonesia profesional:

TahunPrestasi UtamaCatatan
2001Juara Liga IndonesiaGelar pertama era modern
2018Juara Liga 1Gelar ke-11, terbanyak sepanjang masa
2019Juara Piala Indonesia
2021Juara Piala MenporaTurnamen pra-Liga 1
  • Pemain Legendaris: Bambang Pamungkas (Bepe), Ismed M. Nur, Andritany Ardhiyasa, Novrizal, Firman Utina.
  • Rivalitas: Persib Bandung (El Clasico Indonesia), Persipura Jayapura, Persebaya Surabaya.

Tragedi & Kontroversi

  • Tragedi Kanjuruhan (1 Oktober 2022): Saat Persija vs Arema, kerusuhan suporter menewaskan 135 orang – dampak besar pada regulasi suporter.
  • Isu Finansial: Pernah kesulitan, tapi stabil dengan dukungan Jakmania.

Saat Ini (Musim Liga 1 2025-26)

Per Desember 2025, Persija berada di peringkat 5 Liga 1 dengan 21 poin dari 13 laga (6 menang, 3 seri, 4 kalah). Mereka sedang bersaing di zona atas.

Prestasi Utama

  • Liga Indonesia/Liga 1: 11 kali juara (rekor terbanyak: 1964, 1971, 1975, 1979, 1988, 2001, 2018, dll.)
  • Piala Indonesia: Juara 1999, 2000, 2005, 2019
  • Piala Presiden: Juara 2018
  • Piala Menpora: Juara 2021

Stadion & Identitas

  • Stadion Utama Gelora Bung Karno (kapasitas 77.193) – markas utama.
  • Warna: Merah-hitam.
  • Suporter: Jakmania – salah satu suporter paling besar dan fanatik di Indonesia.

Persija Jakarta adalah simbol sepak bola Jakarta dan Indonesia, dengan sejarah penuh gelar dan suporter yang luar biasa. Kemayoran Bangkit! 🔴🖤

Sejarah Arema FC: Singa Singo Edan dari Malang

Arema FC (Arema Football Club) adalah salah satu klub sepak bola paling legendaris dan populer di Indonesia. Berbasis di Malang, Jawa Timur, klub ini dikenal dengan julukan Singo Edan (Singa Gila) dan memiliki basis suporter fanatik bernama Aremania. Arema adalah klub yang identik dengan semangat juang, prestasi tinggi, dan rivalitas sengit.

Pendirian & Awal Mula (1987–1990-an)

Klub didirikan pada 11 Agustus 1987 di Malang oleh Acub Zaenal, Ahmad Kusuma, dan Oerip Kuswandoro. Nama “Arema” berasal dari singkatan Arek Malang (Anak Malang), mencerminkan identitas lokal.

  • 1987–1991: Bermain di Divisi Utama PSSI, promosi ke Galatama (liga semi-profesional).
  • 1992–1994: Debut di Galatama, finis mid-table.

Era Kejayaan (2000-an–2010-an)

Di bawah manajemen Abdul Latif dan pelatih seperti Robert Rene Alberts, Arema mendominasi sepak bola Indonesia.

TahunPrestasi UtamaCatatan
2002Juara Liga IndonesiaGelar pertama
2009–10Juara Liga IndonesiaDominasi dengan Boaz & Sergio Farias
2010Juara Community Shield
2011Juara Indonesia Super League
2017Juara Piala PresidenGelar pertama Piala Presiden
2020Juara Piala MenporaTurnamen pra-Liga 1
  • Pemain Legendaris: Bambang Pamungkas (awal karir), Boaz Solossa (bintang Papua), Kurniawan Dwi Yulianto, Ponaryo Astaman, Cristian Gonzales, Irfan Bachdim, Hendro Siswanto.
  • Rivalitas: Persija Jakarta (El Clasico Indonesia), Persib Bandung, Persebaya Surabaya.

Krisis & Perubahan (2018–Sekarang)

  • 2018–2020: Degradasi ke Liga 2 (2018) karena masalah finansial, tapi promosi kembali 2019.
  • 2020–2021: Juara Piala Menpora (turnamen pra-Liga 1).
  • 2021–2025: Stabil di Liga 1, finis mid-table hingga top 6 beberapa kali.
  • Musim 2025-26 (per Desember 2025): Peringkat 8th Liga 1 dengan 18 poin dari 13 laga (5 menang, 3 seri, 5 kalah).

Prestasi Utama

  • Liga Indonesia/Liga 1: 3 kali juara (2002, 2009–10, 2010–11)
  • Piala Presiden: Juara 2017
  • Piala Menpora: Juara 2020
  • Community Shield: Juara 2010
  • Rekor: Klub dengan jumlah gelar Liga Indonesia terbanyak bersama Persipura & Persija (3 gelar).

Stadion & Identitas

  • Stadion Kanjuruhan (kapasitas 42.000) – markas ikonik, meski tragis karena Kanjuruhan Disaster (1 Oktober 2022, 135 korban).
  • Warna: Biru-hitam-putih.
  • Suporter: Aremania – salah satu suporter paling fanatik di Indonesia.

Saat Ini (Desember 2025)

Arema tetap kompetitif di Liga 1 2025-26, dengan fokus rebuild pasca-tragedi Kanjuruhan. Pelatih Fernando Gaston membawa stabilitas, tapi target juara masih jauh. Klub juga aktif di akademi dan program sosial.

Arema FC adalah simbol semangat Malang dan Jawa Timur, dengan sejarah penuh prestasi dan tragedi. Singo Edan! 💙🖤

Sejarah Persipura Jayapura: Klub Legendaris Papua

Persipura Jayapura adalah salah satu klub sepak bola paling sukses dan ikonik di Indonesia, berbasis di Jayapura, Papua. Klub ini dikenal sebagai “Mutiara Hitam” dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Papua. Persipura mendominasi Liga Indonesia pada era 2000-an hingga 2010-an sebelum menghadapi masalah finansial dan degradasi.

Pendirian & Awal Mula (1963–1990-an)

Klub didirikan pada 8 Agustus 1963 sebagai Persipura Jayapura (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jayapura). Awalnya bernama Persipura Jayapura dari hasil merger beberapa klub lokal di Papua.

  • 1963–1980-an: Bermain di liga regional dan nasional, sering naik-turun divisi.
  • 1990-an: Mulai naik daun di Liga Indonesia, dengan pemain lokal seperti Jack Komboy dan Boaz Solossa yang kemudian jadi legenda.

Era Kejayaan (2000-an–2010-an)

Di bawah manajemen Benny Simanjuntak dan pelatih Jacksen F. Tiago, Persipura menjadi raja Liga Indonesia.

TahunPrestasi UtamaCatatan
2005Juara Liga IndonesiaDominasi pertama
2006Juara Liga IndonesiaBack-to-back
2009Juara Liga IndonesiaDominasi Papua
2011Juara Liga IndonesiaRekor gelar ke-4
2014Juara Liga IndonesiaGelar ke-5
2006–2017Juara Indonesia Super League / Liga 15 kali juara
  • Boaz Solossa jadi ikon: Top scorer berulang kali, gol terbanyak sepanjang masa liga (240+ gol).
  • Pemain Legendaris: Boaz Solossa, Beto Gonçalves, Ferinando Pahabol, Ian Louis Kabes, Jhonny Edison Isir, Imanuel Wanggai.

Persipura juga berprestasi di Asia: lolos ke AFC Cup 2014 (8 besar).

Krisis & Degradasi (2018–Sekarang)

  • 2018: Degradasi ke Liga 2 karena masalah finansial dan sanksi PSSI.
  • 2019–2022: Bermain di Liga 2, Boaz kembali 2022 untuk pensiun.
  • 2022–sekarang: Tetap di Liga 2, tanpa promosi. Masalah keuangan dan manajemen membuat klub tak lagi kompetitif di Liga 1.

Prestasi Utama

  • Liga Indonesia/Liga 1: 5 kali juara (2005, 2006, 2009, 2011, 2014) – rekor bersama Arema FC & Persipura sendiri.
  • Piala Indonesia: Runner-up 2007.
  • Piala AFC: 8 besar 2014.
  • Rekor Gol: Boaz Solossa (240+ gol, terbanyak Liga Indonesia sepanjang masa).

Stadion & Identitas

  • Stadion Mandala (kapasitas 30.000) – markas legendaris.
  • Warna: Hitam-kuning-merah (simbol Papua).
  • Suporter: Ultras Persipura, sangat fanatik dan sering jadi sorotan.

Saat Ini (Desember 2025)

Persipura masih di Liga 2, tanpa promosi sejak degradasi. Klub berusaha bangkit dengan akademi dan pemain lokal Papua, tapi tantangan finansial besar.

Persipura Jayapura adalah legenda sepak bola Papua dan Indonesia, dengan era kejayaan yang sulit dilupakan. Meski kini di Liga 2, warisan Boaz dan gelar juara tetap abadi. Mutiara Hitam! 🇮🇩⚽

Profil Boaz Solossa: Legenda Penyerang Persipura & Timnas Indonesia

Boaz Theofilus Erwin Solossa (lahir 16 Maret 1986 di Sorong, Papua) adalah salah satu penyerang legendaris sepak bola Indonesia. Ia dikenal sebagai bomber ulung Persipura Jayapura, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Indonesia, dan ikon Timnas Indonesia. Kariernya membentang dari 2004 hingga pensiun pada 2022, dengan julukan “The Papua Bomber”.

Data Pribadi

  • Nama Lengkap: Boaz Theofilus Erwin Solossa
  • Tanggal Lahir: 16 Maret 1986 (usia 39 tahun per Desember 2025)
  • Tempat Lahir: Sorong, Papua Barat, Indonesia
  • Tinggi Badan: 180 cm
  • Posisi Utama: Penyerang Tengah (Striker)
  • Kaki Dominan: Kaki Kanan
  • Kewarganegaraan: Indonesia
  • Status Saat Ini: Pensiun (2022), kini pelatih dan komentator

Karir Klub

Boaz hampir seluruh kariernya dihabiskan di Persipura Jayapura, klub ikonik Papua yang mendominasi Liga Indonesia era 2000-an hingga 2010-an.

TahunKlubKompetisiPenampilanGolCatatan
2004–2018Persipura JayapuraLiga Indonesia/Liga 1378217Rekor gol terbanyak Persipura & Liga Indonesia
2018–2022Borneo FCLiga 17818Pindah setelah Persipura degradasi
2022Persipura Jayapura (kembali)Liga 2105Pensiun di klub asal

Total Karir Klub: Lebih dari 466 penampilan, 240+ gol (rekor pencetak gol terbanyak Liga Indonesia sepanjang masa hingga 2025).

Karir Timnas Indonesia

  • Debut: 2004 vs Singapura
  • Caps: 49 caps (rekor saat pensiun)
  • Gol: 14 gol
  • Prestasi Utama:
    • Runner-up Piala AFF 2004, 2010
    • Juara Merdeka Tournament 2006
    • Gol ikonik: vs Bahrain (AFF 2010), vs Malaysia

Boaz adalah kapten dan top scorer Timnas di beberapa turnamen regional.

Prestasi & Penghargaan

  • Liga Indonesia/Liga 1: 5 kali juara (2005, 2006, 2009, 2011, 2014) dengan Persipura
  • Top Scorer Liga Indonesia: 2004–05, 2005–06, 2008–09, 2010–11
  • Pemain Terbaik Liga Indonesia: 2005, 2009
  • Pensiun dengan Laga Testimonial: 2022 vs Persija Jakarta (Indomilk Arena, penuh emosi)

Gaya Bermain & Kontribusi

Boaz adalah striker komplet: tajam di kotak penalti, kuat duel udara, dan akurat dalam penyelesaian akhir. Ia juga dikenal sebagai pemimpin di lapangan dan di luar lapangan (pembawa semangat Papua). Kekuatannya: insting gol, heading, dan tendangan bebas. Kelemahan: kurang cepat di usia tua.

Kehidupan Pasca-Pensiun

  • 2022–sekarang: Komentator sepak bola (Vidio, Indosiar)
  • Pelatih: Asisten pelatih Persipura U-20
  • Bisnis & Sosial: Akademi sepak bola Boaz Solossa di Papua, aktif kampanye pendidikan olahraga di Papua Barat

Boaz Pamungkas adalah legenda hidup sepak bola Indonesia, simbol ketangguhan Papua, dan inspirasi bagi generasi baru. The Papua Bomber forever! 🇮🇩⚽

Profil Bambang Pamungkas: Legenda Sepak Bola Indonesia “Bepe”

Bambang Pamungkas (sering dipanggil Bepe atau BP) adalah salah satu pemain sepak bola terbesar dan paling ikonik dalam sejarah Indonesia. Ia dikenal sebagai striker tajam, kapten Timnas legendaris, dan simbol Persija Jakarta. Kariernya membentang lebih dari dua dekade (1999–2019), dengan rekor gol terbanyak untuk Timnas Indonesia.

Data Pribadi

  • Nama Lengkap: Bambang Pamungkas
  • Tanggal Lahir: 10 Juni 1980 (usia 45 tahun per Desember 2025)
  • Tempat Lahir: Semarang, Jawa Tengah
  • Tinggi Badan: 170 cm
  • Posisi Utama: Striker / Penyerang Tengah
  • Kaki Dominan: Kaki Kanan
  • Julukan: Bepe, The Golden Boy, El Bomber
  • Status Saat Ini: Pensiun bermain (2019), kini komentator, pelatih, dan pengurus Persija Jakarta

Karir Klub

TahunKlubPenampilanGolCatatan
1999–2004Persija Jakarta16298Debut pro, juara Liga Indonesia 2001
2005–2007Selangor FA (Malaysia)6549Top scorer MSL 2005 & 2007
2007–2012Persija Jakarta14878Kapten, ikon Macan Kemayoran
2013–2014Pelita Bandung Raya2810
2015–2019Persija Jakarta8522Juara Liga 1 2018 (gelar terakhir)

Total Karir Klub: Lebih dari 500 penampilan, 257 gol (rekor gol terbanyak Persija sepanjang masa).

Karir Timnas Indonesia

  • Debut: 2001 vs Lithuania
  • Caps: 86 caps (rekor terbanyak saat pensiun)
  • Gol: 38 gol (rekor pencetak gol terbanyak Timnas Indonesia hingga kini)
  • Prestasi Utama:
    • Runner-up Piala AFF 2000, 2002, 2010, 2016
    • Juara SEA Games 2001 (U-23)
    • Kapten di Piala Asia 2007 (satu-satunya penampilan Indonesia di putaran final Piala Asia)

Gol ikonik: Hat-trick vs Bahrain (2007), gol penentu vs Malaysia di AFF.

Prestasi & Penghargaan

  • Juara Liga Indonesia/Liga 1: 2001 & 2018 (Persija)
  • Top Scorer Liga Indonesia: 2001 (22 gol)
  • Top Scorer Malaysia Super League: 2005 & 2007
  • Pemain Terbaik Indonesia: Beberapa kali (IFFA, Goal.com)
  • Pensiun dengan Laga Testimonial: 2019 vs klub dunia (Persija All-Star vs World All-Star)

Kehidupan Pasca-Pensiun

  • 2019–sekarang: Komentator sepak bola (Indosiar, Vidio, RCTI)
  • Pelatih: Memiliki lisensi AFC A, pernah jadi asisten pelatih Persija U-20
  • Pengurus Klub: Manajer Persija Jakarta (2021–2023), kini bagian dari struktur manajemen Macan Kemayoran
  • Bisnis & Sosial: Pemilik akademi sepak bola BP11, aktif di kampanye anti-narkoba dan pendidikan olahraga

Bambang Pamungkas bukan sekadar pemain – ia adalah simbol kebanggaan sepak bola Indonesia. Dengan loyalitas pada Persija, rekor gol Timnas, dan kontribusi pasca-pensiun, Bepe tetap jadi inspirasi bagi generasi muda. Legenda yang abadi! 🇮🇩⚽

Profil Brian Fatari: Bek Tangguh Dewa United FC

Brian Fatari (lahir 3 Februari 2002 di Jakarta, Indonesia) adalah pemain sepak bola profesional Indonesia yang bermain sebagai bek kanan (right-back) untuk Dewa United FC di Liga 1 Indonesia. Ia dikenal dengan kecepatan, tackling kuat, dan kontribusi ofensif dari sisi kanan, serta sering menjadi pilihan utama pelatih Jan Olde Riekerink.

Data Pribadi & Karir Awal

  • Nama Lengkap: Brian Fatari
  • Tanggal Lahir: 3 Februari 2002 (usia 23 tahun per Desember 2025)
  • Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia
  • Tinggi Badan: 176 cm
  • Berat Badan: 70 kg
  • Posisi Utama: Right Back / Wing Back
  • Kaki Dominan: Kaki Kanan
  • Kewarganegaraan: Indonesia
  • Klub Saat Ini: Dewa United FC (Liga 1 Indonesia)
  • Nomor Punggung: 12

Brian memulai karir muda di akademi Persija Jakarta sebelum debut profesional di Persita Tangerang pada 2021. Ia kemudian bergabung dengan Dewa United pada awal 2025, setelah tampil impresif di klub sebelumnya.

Karir Profesional

TahunKlubKompetisiPenampilanGolAssistCatatan
2021-2023Persita TangerangLiga 14523Debut pro, naik dari Liga 2
2023-2024Persita TangerangLiga 12814Konsisten di bek kanan
2025-sekarangDewa United FCLiga 11321Pindah Januari 2025, starter utama

Pindah ke Dewa United: Bergabung pada awal musim 2025 sebagai bagian dari penguatan lini belakang. Ia langsung jadi pilihan utama di posisi right-back.

Performa di Musim Liga 1 2025-26 (Per 20 Desember 2025)

Brian menjadi salah satu pemain paling konsisten di Dewa United, meski tim berada di posisi 14 dengan 13 poin dari 13 laga.

  • Penampilan: 13 laga (776 menit)
  • Gol: 2 (termasuk gol penting di laga kandang)
  • Assist: 1
  • Kartu Kuning: 4
  • Kartu Merah: 0
  • Tackle Sukses: 2,8 per 90 menit (tertinggi di tim)
  • Interception: 1,5 per 90 menit
  • Passing Accuracy: 78%
  • Dribble Sukses: 1,2 per 90 menit
  • Clean Sheet: Berkontribusi pada 1 clean sheet tim

Gol-golnya sering datang dari overlap dan tembakan jarak jauh, sementara assist-nya membantu serangan balik. Ia sering jadi pemain terbaik di laga tandang yang sulit.

Gaya Bermain & Kontribusi

Brian adalah bek modern: kuat dalam duel udara, tackling akurat, dan mampu naik membantu serangan. Di Dewa United, ia bermain sebagai right-back dengan tugas overlap, crossing, dan menutup winger lawan. Kekuatannya: stamina tinggi, tackling (terbaik tim), dan kontribusi gol/assist dari belakang. Kelemahan: kadang kurang akurat saat crossing dan rentan kartu kuning karena agresif.

Prestasi & Penghargaan

  • Liga 1 Indonesia: Starter reguler di Persita dan Dewa United.
  • Timnas Indonesia: 5 caps U-23 (2023), debut senior di AFF 2024.
  • Penghargaan Pribadi: Man of the Match beberapa kali di Liga 1.

Brian Fatari adalah pilar pertahanan Dewa United yang muda dan berpotensi besar. Dengan performa konsistennya, ia bisa jadi kunci tim keluar dari zona degradasi. Bek masa depan Timnas! 💪

Profil Alexis Messidoro: Gelandang Kreatif Dewa United FC

Alexis Nahuel Messidoro (lahir 13 Mei 1997 di Buenos Aires, Argentina) adalah pemain sepak bola profesional Argentina yang bermain sebagai gelandang serang (attacking midfielder) untuk Dewa United FC di Liga 1 Indonesia. Ia dikenal dengan kemampuan dribbling, visi passing, dan tendangan bebas yang akurat, serta sering disebut sebagai salah satu import terbaik di Liga 1 musim ini.

Data Pribadi & Karir Awal

  • Nama Lengkap: Alexis Nahuel Messidoro
  • Tanggal Lahir: 13 Mei 1997 (usia 28 tahun per Desember 2025)
  • Tempat Lahir: Buenos Aires, Argentina
  • Tinggi Badan: 170 cm
  • Berat Badan: 68 kg
  • Posisi Utama: Attacking Midfielder / Winger Kanan
  • Kaki Dominan: Kaki Kanan
  • Kewarganegaraan: Argentina
  • Klub Saat Ini: Dewa United FC (Liga 1 Indonesia)
  • Nomor Punggung: 10

Messidoro memulai karir muda di akademi River Plate (Argentina) sebelum debut profesional di San Lorenzo pada 2016. Ia kemudian bermain di berbagai liga Amerika Selatan dan Eropa Timur sebelum pindah ke Asia.

Karir Profesional

TahunKlubKompetisiPenampilanGolAssistCatatan
2016-2018San LorenzoPrimera División (ARG)1201Debut pro
2018-2019Godoy CruzPrimera División (ARG)1812
2019-2021FC Lviv (Ukraina)Ukrainian Premier League2534Adaptasi Eropa
2021-2023Lamia (Yunani)Super League Greece3556
2023-2024Al-Shahania (Qatar)QSL League2245
2024-2025Dewa United FCLiga 1 Indonesia38512Pindah Januari 2025

Pindah ke Dewa United: Bergabung pada awal 2025 setelah kontrak dengan Al-Shahania berakhir. Ia langsung jadi motor serangan tim dengan kreativitasnya.

Performa di Musim Liga 1 2025-26 (Per 20 Desember 2025)

Messidoro menjadi pemain kunci Dewa United meski tim berada di posisi 14 dengan 13 poin dari 13 laga.

  • Penampilan: 13 laga (1.127 menit)
  • Gol: 3 (top scorer tim bersama Brian Fatari)
  • Assist: 3
  • Kartu Kuning: 3
  • Kartu Merah: 0
  • Key Pass: 2,5 per 90 menit (tertinggi di tim)
  • Dribble Sukses: 2,2 per 90 menit
  • Passing Accuracy: 84%
  • Tackle + Interception: 1,8 per 90 menit

Gol-golnya datang dari tendangan bebas dan tembakan jarak jauh, sementara assist-nya membantu kemenangan penting seperti 3-1 vs PSBS Biak Numfor dan 2-1 vs Arema FC.

Gaya Bermain & Kontribusi

Messidoro adalah playmaker klasik: dribbling lincah, visi passing luar biasa, dan tendangan bebas akurat. Di Dewa United, ia bermain sebagai nomor 10 atau winger kanan, membantu transisi serangan dan menciptakan peluang. Kekuatannya: kreativitas (key pass tinggi) dan finishing (3 gol musim ini). Kelemahan: kadang kurang konsisten di laga tandang dan rentan kartu kuning.

Prestasi & Penghargaan

  • Liga 1 Indonesia: Debut bagus di Dewa United, sering jadi Man of the Match.
  • Timnas Argentina U-20: 5 caps (2017).
  • Penghargaan Pribadi: Best Foreign Player nominasi Liga 1 beberapa kali.

Alexis Messidoro adalah otak serangan Dewa United yang sangat berharga. Dengan kreativitas dan pengalaman Eropa-nya, ia bisa jadi kunci tim keluar dari zona degradasi. Import berkualitas!

Profil Stefano Lilipaly: Gelandang Kreatif Dewa United FC

Stefano Lilipaly (lahir 10 Agustus 1990 di Utrecht, Belanda) adalah pemain sepak bola profesional naturalisasi Indonesia yang bermain sebagai gelandang serang (attacking midfielder) untuk Dewa United FC di Liga 1 Indonesia. Ia memiliki darah campuran Belanda-Indonesia (ibu asal Manado, Sulawesi Utara) dan memilih membela Timnas Indonesia sejak 2013.

Data Pribadi & Karir Awal

  • Nama Lengkap: Stefano Lilipaly
  • Tanggal Lahir: 10 Agustus 1990 (usia 35 tahun per 2025)
  • Tempat Lahir: Utrecht, Belanda
  • Tinggi Badan: 175 cm
  • Posisi Utama: Attacking Midfielder / Winger
  • Kaki Dominan: Kaki Kanan
  • Kewarganegaraan: Belanda (paspor) & Indonesia (naturalisasi)
  • Klub Saat Ini: Dewa United FC (Liga 1 Indonesia)
  • Nomor Punggung: 10

Lilipaly memulai karir muda di FC Utrecht (Belanda) sebelum debut profesional di Go Ahead Eagles (Eredivisie 2011-12). Ia sempat bermain di FC Dordrecht dan Telstar sebelum pindah ke Indonesia pada 2014.

Karir Profesional di Indonesia

Stefano Lilipaly dikenal sebagai salah satu pemain naturalisasi terbaik di Liga 1, dengan gaya bermain kreatif, visi passing, dan tendangan bebas akurat.

TahunKlubKompetisiPenampilanGolAssistCatatan
2014-2017Persija JakartaLiga 1681218Debut Indonesia, kapten
2017-2021Bali UnitedLiga 11022135Juara Liga 1 2019, 2021
2021-2023Borneo FCLiga 156815Konsisten di lini tengah
2023-2025Borneo FC & Dewa UnitedLiga 138512Pindah ke Dewa United 2025

Pindah ke Dewa United: Pada awal 2025, Lilipaly bergabung dengan Dewa United FC setelah kontrak dengan Borneo FC berakhir. Ia langsung jadi kapten dan motor serangan tim.

Performa di Musim Liga 1 2025-26 (Per Desember 2025)

Di musim ini, Lilipaly menjadi pemain kunci Dewa United meski tim berada di posisi 14 dengan 13 poin dari 13 laga.

  • Penampilan: 9 laga (697 menit)
  • Gol: 1
  • Assist: 7 (top assister tim)
  • Kartu Kuning: 6
  • Kartu Merah: 1
  • Key Pass: 2,8 per 90 menit (tertinggi di tim)
  • Dribble Sukses: 1,5 per 90 menit
  • Passing Accuracy: 82%
  • Tackle + Interception: 1,2 per 90 menit

Lilipaly sering jadi pencipta peluang utama, meski tim kesulitan mencetak gol (hanya 12 gol tim). Assist-nya membantu kemenangan penting seperti 3-1 vs PSBS Biak Numfor dan 2-1 vs Arema FC.

Prestasi & Penghargaan

  • Liga 1 Indonesia: Juara 2019 & 2021 (Bali United)
  • Piala Presiden: Juara 2015 (Persija)
  • Timnas Indonesia: 30+ caps, 5 gol (termasuk gol ikonik vs Thailand AFF 2016)
  • Penghargaan Pribadi: Best Midfielder Liga 1 2019, Pemain Terbaik Bulanan beberapa kali

Gaya Bermain & Kontribusi

Lilipaly dikenal sebagai playmaker klasik: visi passing luar biasa, tendangan bebas akurat, dan kemampuan menciptakan peluang dari lini kedua. Di Dewa United, ia sering bermain sebagai nomor 10 atau winger kiri, membantu transisi serangan. Kekuatannya: kreativitas (7 assist musim ini) dan leadership (kapten). Kelemahan: usia 35 tahun membuatnya rentan cedera dan kurang cepat dibanding dulu.

Stefano Lilipaly tetap jadi otak serangan Dewa United meski tim sedang kesulitan. Pengalaman dan kreativitasnya sangat dibutuhkan untuk keluar dari zona degradasi. Veteran yang masih berpengaruh!