Info terkini Tentang Permainan Online

bonus magnet

now browsing by category

 

Sejarah Sepak Bola THAILAND !

Awal Mula: Era Kerajaan Siam (1897–1930)

Perkenalan Sepak Bola oleh Raja Chulalongkorn (Rama V)

  • Sepak bola pertama kali diperkenalkan di Thailand (dulu Siam) oleh Raja Chulalongkorn setelah kunjungannya ke Eropa pada 1897.
  • 1897: Raja memerintahkan pembangunan lapangan sepak bola pertama di Sanam Luang, Bangkok.
  • 1901: Sukanphoom School (sekolah elit kerajaan) bentuk tim sepak bola pertama.
  • 1916: Asosiasi Sepak Bola Siam didirikan — kini Federasi Sepak Bola Thailand (FAT).

💡 Thailand adalah negara Asia pertama yang memiliki federasi sepak bola resmi.

Tim Nasional Pertama

  • 1924: Timnas Siam tampil di Olimpiade Parisdebut internasional pertama.
    • Kalah 0–3 dari Swedia di babak pertama.
  • 1930: Ikut Far Eastern Championship Games — menang atas Filipina dan Tiongkok.

🦅 Era Pasca-Perang & Identitas Nasional (1950–1980)

Nama Berubah: Siam → Thailand

  • Setelah 1939, nama negara berubah dari Siam menjadi Thailand (“Tanah Orang Thai”).
  • Tim nasional dikenal sebagai “Gajah Perang” (War Elephants) — simbol kekuatan dan kebanggaan kerajaan.

Prestasi Emas: Era 1960–1970

  • 1965: Juara SEA Games (masih bernama Southeast Asian Peninsular Games)
  • 1968: Juara King’s Cup perdana (turnamen internasional tahunan yang didirikan Raja Bhumibol)
  • 1972: Lolos ke Olimpiade Munich — satu-satunya keikutsertaan Thailand di Olimpiade hingga kini
  • 1970–1980: Dominasi di kawasan — juara SEA Games 1977, dan runner-up 1975, 1979

Legenda Era Ini:

  • Piyapong Pue-on — striker ikonik
  • Dettapol Koomkhun — kapten timnas
  • Charnwit Polcheewin — pelatih legendaris

📉 Masa Tantangan: 1980–2000 — Di Bawah Bayangan Rival

  • 1980–1990: Thailand kehilangan dominasi di ASEAN.
    • Singapura, Malaysia, dan Indonesia lebih sering juara.
  • 1992: Gagal lolos ke Olimpiade Barcelona.
  • 1996: Gagal lolos ke Piala Asia.
  • Masalah struktural:
    • Liga domestik tidak profesional
    • Minim akademi muda
    • Kurangnya investasi infrastruktur

🌟 Kebangkitan Modern: Era Kiatisuk & Keajaiban 2000–2010

Transformasi Besar

  • 2000: Thailand juara Piala AFF perdana!
    • Kalahkan Indonesia di final
    • Pelatih: Peter Withe (Inggris)
  • 2002: Lolos ke Piala Dunia U-17 — pertama kalinya dalam sejarah
  • 2007: Tuan rumah Piala Asia 2007 (bersama Indonesia, Malaysia, Vietnam)
    • Capai perempat final — kalah dari Irak (juara turnamen)
  • 2010: Juara Piala AFF kedua — kalahkan Indonesia lagi!

Liga Domestik: Thai League (1996–Sekarang)

  • 1996: Liga profesional pertama diluncurkan.
  • Klub dominan:
    • BEC Tero Sasana (era 2000-an)
    • Muangthong United (2009–2017)
    • Buriram United (2011–sekarang)

🔥 Era Buriram United & Dominasi Nasional (2011–2025)

Revolution oleh Newin Chidchob

  • 2011: Buriram United (dari PEA FC) dibeli oleh politisi Newin Chidchob.
  • Investasi besar:
    • Stadion modern (Chang Arena, kapasitas 32.600)
    • Akademi muda
    • Pelatih top Asia & Eropa
  • Prestasi:
    • 10+ gelar liga sejak 2011
    • Lolos ke Liga Champions Asia hampir setiap tahun
    • Juara Piala AFC 2023gelar Asia pertama untuk klub Thailand!

⚡ Buriram jadi model klub profesional Asia Tenggara, menyaingi JDT (Malaysia) dan BG Pathum (Thailand).


🦁 Timnas Thailand Era Modern: Raja ASEAN

Prestasi Terkini (2012–2025)

  • Piala AFF:
    • Juara 2014, 2016, 2020, 2022total 7 gelar (terbanyak di ASEAN!)
    • Runner-up 2012, 2018
  • SEA Games:
    • Emas 2013, 2015, 2017, 2021, 2023dominasi mutlak
  • Piala Asia:
    • Lolos 2019, 2023
    • 2023: Kalah di babak grup, tapi kalah tipis dari Oman (1–2) dan Kirgistan (0–1)

Bintang Modern

  • Chanathip Songkrasin (“Messi Thailand”) — main di Jepang (Consadole Sapporo, BG Pathum)
  • Teerasil Dangda — kapten dan top scorer sepanjang masa (61+ gol)
  • Supachok Sarachat, Suphanat Mueanta — bintang muda

🏟️ Klub-Klub Paling Berpengaruh di Thailand

KlubKotaPrestasi
Buriram UnitedBuriramJuara liga 10x, juara Piala AFC 2023
Muangthong UnitedNonthaburiJuara liga 2009–2012, melahirkan Chanathip
BG Pathum UnitedPathum ThaniJuara liga 2020–21, beli Chanathip dari Jepang
Chonburi FCChonburiRaksasa timur, juara 2007

🏆 Piala AFF: Thailand vs Indonesia — “El Clásico ASEAN”

  • Thailand dan Indonesia adalah finalis paling sering di Piala AFF.
  • Thailand menang 7x, Indonesia belum pernah juara.
  • Final 2020 & 2022: Thailand kalahkan Indonesia — perkuat status “raja ASEAN”.

🧭 Tantangan Masa Depan

  1. Tembus level Asia: Lolos ke Piala Dunia 2026 atau 2030
  2. Kembangkan liga domestik agar lebih kompetitif
  3. Perkuat akademi muda — kurangi ketergantungan pada pemain senior
  4. Bangun stadion kelas dunia di luar Bangkok dan Buriram
  5. Tingkatkan kualitas wasit dan manajemen klub

💬 Kesimpulan

Sepak bola Thailand adalah kisah kebangkitan dari akar kerajaan menjadi raksasa ASEAN.
Dari Raja Chulalongkorn yang memperkenalkan bola, hingga Buriram United yang mengguncang Asia, Thailand telah membuktikan bahwa visi, investasi, dan cinta sepak bola bisa mengubah nasib bangsa.

“Di Thailand, kami tak hanya bermain sepak bola. Kami membawa semangat gajah perang — kuat, setia, dan tak terkalahkan di kandang sendiri.”

Sejara sepak bola INDONESIA !

Awal Mula: Era Kolonial Belanda (1910–1945)

1910–1930: Kelahiran Sepak Bola di Hindia Belanda

  • Sepak bola pertama kali diperkenalkan oleh tentara, pedagang, dan pegawai Belanda pada akhir abad ke-19.
  • 1914: Berdiri Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) — organisasi sepak bola untuk warga Belanda.
  • 1919: Berdiri Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) — federasi resmi sepak bola Hindia Belanda, anggota FIFA sejak 1924.
  • 1930: Tim nasional Hindia Belanda ikut Piala Dunia 1938 di Prancis — satu-satunya keikutsertaan Indonesia dalam sejarah Piala Dunia.
    • Kalah 0–6 dari Hongaria di babak pertama (tandingan tunggal).
    • Pemain seperti Sucipto, Tan Mo Heng, Anwar Sutan jadi pahlawan nasional.

Klub-Klub Awal

  • 1913: VIJ (Voetbal Indonesisch Jakarta) — klub pertama yang didirikan oleh pribumi.
  • Klub lain: SIV (Surabaya Indonesische Voetbalbond), BIV (Bandung Indonesische Voetbalbond).
  • Diskriminasi: Pemain pribumi dilarang bermain di klub Belanda, mendorong lahirnya klub nasionalis.

🦅 Era Kemerdekaan & Awal Republik (1945–1960)

1945–1950: Sepak Bola sebagai Alat Persatuan

  • Setelah kemerdekaan, NIVU dibubarkan, digantikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
  • 19 April 1930: PSSI didirikan di Yogyakarta oleh Soeratin Sosrosoegondo — kini diperingati sebagai Hari Sepak Bola Nasional.
  • 1951: Indonesia bergabung kembali ke FIFA.
  • 1956: Timnas Indonesia ikut Olimpiade Melbourne, menang 0–0 vs Uni Soviet, lalu kalah 0–4 di replay — tapi disegani dunia.
  • 1958: Indonesia juara Pesta Sukan Asia (Asian Games) di Tokyomedali emas pertama dan satu-satunya hingga kini!

Legenda Era Ini:

  • R. Maladi (penjaga gawang, kelak jadi Menteri Olahraga)
  • Soetjipto Soentoro
  • Djamiat Dalhar

🌏 Era Keemasan & Isolasi (1960–1970)

1960–1962: Puncak Prestasi

  • 1962: Indonesia jadi tuan rumah Asian Games IV di Jakarta.
    • Timnas menang emas setelah kalahkan India 2–1 di final.
    • Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dibangun untuk acara ini.
  • 1963: Indonesia menarik diri dari Piala Dunia 1966 karena menolak babak kualifikasi.

1965–1970: Isolasi Internasional

  • Akibat konflik politik (G30S/PKI), Indonesia menarik diri dari FIFA dan IOC (1964–1966).
  • 1966: Kembali ke FIFA, tapi kehilangan momentum internasional.

🏆 Era Perserikatan & Galatama (1970–1994)

Dualisme Kompetisi

  • Perserikatan: Liga amatir, klub berbasis daerah (misal: PSMS Medan, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta).
  • Galatama (1979–1994): Liga semi-profesional, klub berbasis perusahaan (misal: Arseto Solo, Pelita Jaya, Niac Mitra).
  • 1980-an: Muncul rivalitas besar:
    • “Derbi Jawa”: Persija vs Persib
    • “Derbi Sumatera”: PSMS vs PSPS
    • “Super Derby”: Persebaya vs Arema

Prestasi Timnas

  • 1987: Juara SEA Games di Jakarta
  • 1991: Juara SEA Games di Manila

📉 Tapi: Tidak pernah lolos ke Piala Dunia atau Piala Asia sejak 1950-an.


🔴 Era Liga Indonesia (1994–2020)

1994: Kelahiran Liga Profesional

  • Perserikatan dan Galatama digabung jadi Liga Indonesia.
  • 1995: Pelita Jaya jadi juara perdana.
  • Klub kuat era ini:
    • Persipura Jayapura
    • Arema Malang
    • Sriwijaya FC
    • Persib Bandung

Masalah Kronis

  • Dualisme kepengurusan PSSI (misal: KLB PSSI 2011 vs PSSI resmi)
  • Kekerasan suporter (tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022: 135 tewas)
  • Korupsi, mafia bola, dan dualisme liga (ISL vs IPL, 2011–2014)

Prestasi Timnas (1991–2021)

  • SEA Games:
    • Perak (1997, 2011, 2013, 2017, 2019, 2021)
  • Piala AFF:
    • Runner-up 4 kali (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, 2020)
      “Juara Moral” ASEAN, tapi tidak pernah juara

🔄 Reformasi Pasca-Tragedi Kanjuruhan (2022–Sekarang)

Tragedi Kanjuruhan (1 Oktober 2022)

  • Arema FC vs Persebaya di Malang — 135 tewas, terbanyak kedua di dunia setelah Heysel 1985.
  • Dampak:
    • FIFA turun tangan
    • Reformasi total sistem keamanan stadion
    • Liga dihentikan sementara

Era Baru (2023–2025)

  • Liga 1 kini dikelola PT LIB di bawah pengawasan FIFA & PSSI.
  • Investasi besar:
    • Klub seperti Persib, Persija, Arema dapat sponsor internasional
    • Akademi muda diperkuat
  • Timnas U-23:
    • Juara SEA Games 2023 di Kamboja — emas pertama setelah 32 tahun!
    • Lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2024
  • Timnas Senior:
    • Tampil di Piala Asia 2023 (pertama sejak 2007)
    • Meski gagal lolos, kalah tipis dari Jepang (0–3) dan Irak (0–2)

🌟 Bintang Muda: Marselino Ferdinan, Rafael Struick, Pratama Arhan


🏟️ Klub Paling Bersejarah di Indonesia

KlubKotaPrestasi
Persija JakartaJakartaJuara Liga 2001, paling banyak fans
Persib BandungBandungJuara Liga 1995, 2014
Persebaya SurabayaSurabayaJuara Perserikatan 10x, rival terpanas
PSM MakassarMakassarJuara Liga 2000, klub tertua (1915)
Arema FCMalangJuara Liga 2009, 2017–18 (Piala Presiden)

🧭 Tantangan Masa Depan

  1. Infrastruktur stadion (harus sesuai standar FIFA)
  2. Akademi muda & pembinaan usia dini
  3. Profesionalisme manajemen klub
  4. Pemberantasan mafia bola & suap wasit
  5. Membangun budaya suporter yang sehat

💬 Kesimpulan

Sepak bola Indonesia adalah cermin perjalanan bangsa:

  • Dari perlawanan kolonialalat persatuan nasionalera keemasankekacauankebangkitan baru.
    Meski belum pernah juara Piala Dunia atau Piala Asia, semangat “Garuda” tetap menyala di dada 270 juta rakyat.

“Sepak bola bukan sekadar olahraga di Indonesia. Ia adalah napas, darah, dan jiwa bangsa.”

Polisi Tangkap Sopir Mobil MBG Penabrak Siswa SD Kalibaru

Polres Jakarta Utara telah menangkap sopir mobil pembawa makan bergizi gratis (MBG) yang menabrak siswa SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis pagi. Peristiwa mobil Gran Max putih MBG menabrak sejumlah siswa itu viral di media sosial.

Kepala Polres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz telah mengkonfirmasi kecelakaan mobil MBG menabrak siswa di halaman SDN 01 Kalibaru pada Kamis pagi, 11 Desember 2025. “Benar saya masih perjalanan ke tempat kejadian perkara,” ujar dia, Kamis.

Dalam video yang tersebar di sosial media terlihat mobil putih Gran Max menabrak sejumlah siswa SDN 01 Kalibaru. Belum diketahui jumlah siswa yang terluka akibat kejadian itu. Namun terlihat beberapa anak jatuh dan ada yang berada di kolong mobil. Serta beberapa buku tampak berserakan di lapangan. Siswa lain dan guru yang menyaksikan terdengar saling berteriak. Beberapa guru tampak mencoba mengeluarkan siswa yang berada di kolong mobil.

Juru Bicara Gubernur Jakarta Pramono Anung, Chiko Hakim mengatakan Pramono telah memerintahkan jajaran, khususnya Walikota Jakarta Utara untuk menangani peristiwa itu. “Bapak Gubernur telah memerintahkan jajaran, khususnya Wali Kota Jakarta Utara untuk menangani yang perlu dilakukan untuk korban bersama dinas terkait utamanya Dinkes. Seluruh biaya akan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta,”

Geger pegawai Dukcapil diduga terlibat sindikat penjualan bayi ke Singapura

JAKARTA: Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) diduga terlibat dalam sindikat perdagangan bayi ke Singapura.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan pihaknya akan menelusuri informasi ini lebih lanjut dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berlangsung.

Kasus ini kini tengah diusut Kepolisian Daerah Jawa Barat, yang sejauh ini telah menetapkan 13 tersangka. Di antara mereka terdapat oknum pegawai Dukcapil yang diduga memfasilitasi pembuatan dokumen kependudukan secara ilegal.

“Saya jujur belum tahu, ini baru informasi. Saya akan cek nanti kasusnya seperti apa. Ini ada Inspektorat Jenderal juga di sini, cek seperti apa case-nya,” ucap Tito dikutip Kompas.com, Rabu (16/7).

Tito menjelaskan struktur Dukcapil di daerah tidak berada langsung di bawah komando Kementerian Dalam Negeri, melainkan bertanggung jawab kepada pemerintah daerah masing-masing. Meski demikian, data kependudukan tetap disentralisasi ke pusat.

“Kalau Dukcapil itu, Dukcapil mana? Karena Dukcapil itu kan di pusat ini ada Dirjen Dukcapil, tapi di daerah-daerah itu ada Dinas Dukcapil. Kepala Dinas Dukcapil itu bukan di bawah Kemendagri,” jelas Tito.

Mantan Kapolri tersebut tidak menutup kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang oleh oknum di daerah. Ia meminta aparat hukum menindak tegas jika terbukti bersalah.

ito menuturkan kementerian siap membantu proses hukum, termasuk dalam hal memberikan keterangan ahli dari Ditjen Dukcapil terkait prosedur penerbitan dokumen kependudukan.

“Kami dari Dukcapil, Kemendagri, kalau diminta sebagai saksi ahli tentang proses penerbitan akta kelahiran, misalnya. Saya akan izinkan dari Dukcapil memberikan keterangan ahli harusnya prosesnya seperti apa,” tegas Tito.

Sebelumnya, Polda Jabar mengungkap jaringan perdagangan bayi lintas negara yang bermula dari laporan penculikan anak oleh orangtua korban. Total ada 24 bayi yang diperdagangkan, dan 15 di antaranya telah dikirim ke Singapura.

Kamboja tarik atlet dari SEA Games di Thailand; situasi memanas, Trump siap turun tangan

BANGKOK/PHNOM PENH: Thailand dan Kamboja kembali saling menuduh menyerang warga sipil dalam bentrokan di perbatasan pada Rabu (10/12).

Situasi memanas hingga Kamboja menarik para atletnya dari SEA Games di Thailand, sementara Trump menyatakan akan turun tangan untuk menyelamatkan gencatan senjata yang ia mediasi pada Juli.

Kedua negara saling menyalahkan atas bentrokan yang dimulai Senin, dan tetap berselisih mengenai solusi diplomatik atas ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Menteri luar negeri Thailand mengatakan dalam sebuah wawancara pada Selasa bahwa ia tidak melihat adanya potensi negosiasi, serta menambahkan bahwa situasi saat ini tidak kondusif untuk mediasi pihak ketiga. Sementara itu, penasihat utama Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya “siap berbicara kapan saja”.

Trump, berbicara dalam sebuah kampanye di Pennsylvania pada Selasa malam, menyebut sejumlah perang yang diklaim berhasil dihentikan olehnya, termasuk antara Pakistan dan India, serta Israel dan Iran, sebelum menyinggung kembali konflik yang memanas di Asia Tenggara.

“Saya benci mengatakan yang satu ini, namanya Kamboja-Thailand dan itu mulai hari ini, dan besok saya harus melakukan panggilan telepon. Siapa lagi yang bisa mengatakan saya akan melakukan panggilan telepon dan menghentikan perang antara dua negara yang sangat kuat, Thailand dan Kamboja?”

Ketika ditanya mengenai kemungkinan Trump kembali turun tangan, juru bicara pemerintah Kamboja Pen Bona mengatakan posisi Phnom Penh tetap sama, yaitu hanya menginginkan perdamaian. Juru bicara pemerintah Thailand mengatakan ia tidak tahu apakah perdana menteri telah berbicara dengan Trump, karena ia sedang berada di parlemen.

KLAIM SERANGAN KE WILAYAH SIPIL

Kamboja pada Rabu menarik atletnya dari SEA Games di Thailand, dengan alasan keamanan dan kekhawatiran serius dari keluarga para atlet.

Militer Thailand mengatakan roket BM-21 yang ditembakkan oleh pasukan Kamboja mendarat di dekat Rumah Sakit Phanom Dong Rak di distrik Surin pada Rabu pagi, memaksa evakuasi pasien dan staf ke tempat perlindungan. Militer juga mengatakan drone, roket BM-21, dan tank digunakan di titik-titik lain di perbatasan, termasuk di dekat kompleks kuil Preah Vihear yang disengketakan.

“Pasukan kami menghancurkan posisi anti-drone di selatan Chong Chom untuk mendukung operasi pembersihan elemen Kamboja di perkebunan mangga yang telah ditanam melintasi jalur operasi,” kata militer dalam sebuah pembaruan situasi.

Militer Kamboja mengatakan Thailand menggunakan tembakan artileri dan drone bersenjata untuk melancarkan serangan di provinsi Pursat, menembakkan mortir ke permukiman warga di provinsi Battambang, serta jet tempur F-16 Thailand memasuki wilayah udara Kamboja dan menjatuhkan bom dekat area sipil.

Sidang cerai dimulai, Ridwan Kamil gandeng 8 pengacara sementara Atalia belum pikirkan harta

JAKARTA: Proses gugatan cerai yang dilayangkan anggota DPR RI Atalia Praratya terhadap suaminya, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK), mulai bergulir di Pengadilan Agama Bandung dengan berbagai dinamika dari masing-masing pihak. Pihak RK menggandeng delapan pengacara untuk perceraian ini, sementara pihak Atalia fokus pada perpisahan dan belum memikirkan pembagian harta.

Kuasa hukum Atalia, Debi Agusfriansa, mengungkapkan bahwa prioritas Atalia adalah menyelesaikan proses perceraian terlebih dahulu sebelum masuk ke pembahasan soal harta gana-gini.

“Untuk soal tuntutan harta gana-gini itu sepertinya masih lebih jauh lagi. Kita lagi fokus ke gugatan cerainya dahulu,” kata Debi kepada wartawan melalui kanal YouTube Intens Investigasi, Rabu (17/12).

Debi menambahkan bahwa pembahasan detail mengenai harta bersama baru akan dilakukan setelah putusan perceraian keluar. “Kalau gugatan cerainya itu sudah selesai, nanti kita pikirkan lebih dalam (soal harta gana-gini),” ujarnya.

Ia sebelumnya juga menyinggung keberadaan nama selebgram Lisa Mariana (LM) yang disebut tercantum dalam berkas gugatan cerai Atalia terhadap Ridwan Kamil.

“Kalau terkait LM itu sudah masuk materi gugatan tentunya,” ujar Debi. LM selama ini diketahui berseteru dengan Ridwan Kamil terkait klaim mengenai ayah biologis anak berinisial CA serta persoalan dugaan korupsi Bank Jawa Barat (BJB).

DELAPAN PENGACARA

Sementara itu, menghadapi gugatan cerai ini, Ridwan Kamil menunjuk delapan orang pengacara untuk mendampinginya.

Salah satu kuasa hukumnya, Wenda Aluwi, menyatakan bahwa mereka telah hadir di Pengadilan Agama Bandung untuk mengawal jalannya persidangan.

“Kami bersama delapan orang kuasa hukum, mengawal gugatan ini,” kata Wenda, dikutip dari Merdeka.

Pada sidang awal, baik Ridwan Kamil maupun Atalia sama-sama tidak hadir karena urusan pekerjaan. Wenda menjelaskan ketidakhadiran kliennya: “Hari ini kita cuman lapor kita hadir sebagai kuasa nanti kita lihat apa yang akan terjadi, mediasi tentunya. Bapak belum bisa hadir, masih ada di luar kota.”

Ia menambahkan bahwa pesan dari Ridwan Kamil hanyalah satu: menjalani proses hukum dengan saling menghormati.

“Pesan dari pak RK saling menghormati proses. Yang akan berjalan kan ada gugatan, sudah kita hadir,” kata dia.

Perwakilan kuasa hukum Atalia, Debi, juga menyampaikan alasan serupa terkait ketidakhadiran kliennya.

“Ibu Atalia menyampaikan kepada kami pada dasarnya beliau sangat menghormati proses persidangan ini dan akan tetapi karena acara kedinasan beliau berhalangan hadir, sehingga mewakili kepada kami selaku kuasa hukum,” jelasnya

Mudik Nataru berduka: Daftar korban kecelakaan maut bus Cahaya Trans di Tol Semarang, 16 Tewas

Bus tersebut mengangkut 33 penumpang yang berangkat dari Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, dengan tujuan Yogyakarta.

SEMARANG: Bus Cahaya Trans mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di ruas simpang susun exit tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12) dini hari. 

Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Bus Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV itu diduga melaju dengan kecepatan tinggi hingga kehilangan kendali. Saat memasuki simpang susun exit tol Krapyak, bus menabrak pembatas jalan dan akhirnya terguling ke sisi kiri.

Bus tersebut mengangkut 33 penumpang yang berangkat dari Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, dengan tujuan Yogyakarta. Mayoritas penumpang berasal dari wilayah Boyolali, Klaten, Yogyakarta, Bogor, dan Jakarta.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyampaikan dugaan awal penyebab kecelakaan berkaitan dengan kondisi pengemudi dan medan jalan.

“Hal ini juga diduga karena kurangnya konsentrasi pengemudi dan tidak paham medan jalan saat menuruni simpang susun Krapyak,” tulis Aan Suhanan dalam keterangan resmi dilansir Bisnis

PROSES EVAKUASI SULIT

Proses evakuasi korban berlangsung cukup sulit karena kondisi bus yang terguling serta banyaknya korban yang terjepit di dalam badan kendaraan. Akses menuju korban juga dipenuhi pecahan kaca.

Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menjelaskan bahwa tim penyelamat harus bekerja dengan ekstra hati-hati saat proses evakuasi.

“Proses evakuasi berjalan cukup sulit karena ada sebagian korban yang masih dalam posisi terjepit dan juga akses menuju korban dipenuhi pecahan kaca. Tim harus masuk ke dalam bus yang terguling, menggapai dan membuka akses menuju korban dan mengevakuasinya keluar dari dalam bus dengan ekstra hati-hati,” kata Budiono.

Dari total 17 penumpang yang selamat, delapan orang dirawat di RSUD Tugurejo, enam orang dirawat di RS Columbia Asia, dan tiga orang lainnya dirawat di RS Elisabeth. 

Sebagian besar korban meninggal dan luka-luka diketahui duduk di barisan kursi sebelah kiri, searah dengan posisi bus yang terguling ke kiri.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Ribut Hari Wibowo menyatakan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Polisi juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi bus.
“Setelah kami cek, ternyata driver bus tersebut adalah driver cadangan. Terhadap driver, kami sedang tes urine. Kami tes apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau zat yang dilarang lainnya,” kata Ribut.

Pertamina siap luncurkan BBM solar baru untuk sektor industri pada 2026

Produk ini berbeda dengan Biosolar B40 konvensional karena menggunakan aditif khusus yang memiliki kemampuan membersihkan deposit pada sistem bahan bakar mesin diesel.

JAKARTA: PT Pertamina Patra Niaga akan meluncurkan produk bahan bakar minyak (BBM) terbaru bernama Biosolar Performance pada awal 2026. Produk ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan sektor industri dengan karakter operasional berat dan jam kerja tinggi.

Biosolar Performance merupakan pengembangan dari Biosolar yang telah dilengkapi formula Pertatec (Pertamina Technology). BBM ini dirancang untuk menjaga kebersihan sistem bahan bakar, menekan pembentukan deposit, serta mempertahankan stabilitas performa mesin dalam operasional industri berkelanjutan.

Produk ini berbeda dengan Biosolar B40 konvensional karena menggunakan aditif khusus yang memiliki kemampuan membersihkan deposit pada sistem bahan bakar mesin diesel.

“Jadi dia punya fungsi detergency untuk membersihkan deposit-deposit yang ada di injektor. Karena memang solar ini kan memang digunakan di mesin-mesin diesel,” kata VP Business Development & Subsidiary Patra Niaga Sigit Setiawan dalam konferensi pers, diwartakan CNBC Indonesia, Senin (22/12).

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyebut kehadiran Biosolar Performance menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan solusi energi bernilai tambah bagi sektor industri nasional.

“Pertamina Patra Niaga terus berupaya menghadirkan produk energi yang mampu meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional konsumen industri. Biosolar Performance kami siapkan sebagai BBM high performance yang mendukung keberlanjutan kegiatan industri ke depan,” kata Mars Ega.

PERFORMA DITINGKATKAN, TEKAN DOWNTIME DAN BIAYA PERAWATAN

Dari sisi teknis, Biosolar Performance menunjukkan peningkatan performa berdasarkan hasil pengujian. Beberapa peningkatan yang dicatat antara lain peningkatan kinerja bahan bakar, penurunan kecenderungan penyumbatan filter bahan bakar (filter blocking tendency), serta peningkatan efisiensi biaya penggantian filter.

Dengan karakter tersebut, BBM ini dinilai mampu menekan risiko downtime sekaligus menurunkan biaya perawatan mesin industri.

Sigit Setiawan menjelaskan Biosolar Performance dirancang untuk menjawab kebutuhan operasional industri dengan beban mesin berat dan jam kerja tinggi, sehingga tingkat keandalan operasional lebih tinggi dibandingkan Biosolar B40 konvensional.

“Secara teknis, Biosolar Performance membantu menjaga sistem bahan bakar tetap bersih dan stabil, sehingga performa mesin lebih optimal dan biaya operasional dapat ditekan. Ini menjadi solusi bagi konsumen industri yang membutuhkan keandalan jangka panjang,” kata Sigit.

Sebagai bagian dari tahap persiapan, VP Industrial & Marine Fuel Pertamina Patra Niaga Oos Kosasih menyampaikan Biosolar Performance telah diuji coba pada sejumlah sektor industri, termasuk hulu migas dan pertambangan.

“Pertamina Patra Niaga menargetkan produk ini mulai tersedia secara komersial pada awal 2026 melalui skema layanan Industrial & Marine Fuel Business, disertai pendampingan teknis dan komersial bagi konsumen,” Oos menyebutkan.

Hujan sangat lebat kembali mengintai Sumut hingga 22 Desember

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas harian guna meminimalkan risiko.

MEDAN: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah di Sumatra Utara. 

Curah hujan sangat lebat diperkirakan terjadi pada 16 sampai 22 Desember 2025. Pemicu utamanya adalah sirkulasi siklonik yang berkembang di Laut China Selatan dan memengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian barat.

Kepala BMKG Wilayah 1, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa sistem siklonik tersebut menciptakan area perlambatan angin atau konvergensi serta belokan angin di Sumatra Utara. 

Kondisi itu meningkatkan pembentukan awan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. 

Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan ekstrem bahkan telah tercatat di beberapa titik. 

“Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat tercatat di beberapa wilayah seperti di Mandailing Natal 125 mm,” jelas Hendro diwartakan Sumut Pos, Rabu (17/12). 

Selain pengaruh siklonik, aktivitas Gelombang Kelvin juga turut memperkuat potensi hujan. 

Benarkah 80 Ton bantuan banjir Sumatra hilang di Bener Meriah?

Kabupaten Bener Meriah masih menghadapi persoalan pasokan listrik serta minimnya BBM yang menghambat operasional alat berat dan transportasi logistik.

Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, menanggapi pernyataan Gubernur Aceh tersebut. Ia memastikan semua logistik yang masuk ke gudang tercatat secara administratif dan tidak ada yang hilang.

“Di bandara yang kita bawa hanya yang dialamatkan untuk masyarakat Bener Meriah, diterima petugas di Bandara Rembele lalu dibawa ke gudang dengan pengawalan. Di gudang kargo sendiri dikendalikan oleh TNI AU,” urai Ilham, Kamis (11/12).

Ilham menegaskan bahwa semua bantuan yang masuk dan keluar gudang tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menyampaikan belum ada laporan mengenai hilangnya bantuan yang sudah masuk gudang.

Ia mengimbau para donatur mengirimkan bantuan langsung ke posko bencana atau ke penerima yang berada di gudang kargo Bandara Rembele. 

“Jika bantuan sudah tercatat diterima, penerimanya akan tercatat secara administrasi dan ada SOP penyaluran lengkap dengan dokumentasi,” jelasnya.

MUALEM MINTA PENGUSUTAN

Mualem mengatakan ia telah meminta Pangdam Iskandar Muda dan Kapolda Aceh untuk mengusut dugaan bantuan hilang tersebut. 

“Kita cek dulu apa betul atau tidak. Berita burung tidak kita percaya. Nanti bersama Pak Pangdam dan Kapolda untuk usut,” tegasnya.

Ia berharap Bupati Bener Meriah dapat mengontrol distribusi bantuan agar merata dan adil. Mualem menambahkan bahwa Bener Meriah dan Aceh Tengah masih menghadapi persoalan pasokan listrik serta minimnya BBM yang menghambat operasional alat berat dan transportasi logistik.