bonus melimpah
now browsing by category
Zaman Kuno dan Abad Pertengahan Awal
Wilayah Portugal modern awalnya dihuni oleh suku Iberia dan Celtic. Pada abad ke-2 SM, wilayah ini ditaklukkan oleh Kekaisaran Romawi dan dikenal sebagai bagian dari Lusitania. Setelah keruntuhan Romawi (abad ke-5), wilayah ini dikuasai oleh suku Visigoth (Jermanik).
Pada 711 M, pasukan Moor (Muslim dari Afrika Utara) menaklukkan hampir seluruh Semenanjung Iberia, termasuk wilayah Portugal. Wilayah ini kemudian dikenal sebagai bagian dari Al-Andalus.
Kelahiran Kerajaan Portugal (abad ke-12)
- 1095: Raja León dan Kastilia memberikan wilayah County of Portugal kepada Henry of Burgundy sebagai hadiah pernikahan.
- Putranya, Afonso Henriques, memproklamasikan diri sebagai Raja Afonso I setelah menang melawan pasukan Moor dalam Pertempuran Ourique (1139).
- 1143: Traktat Zamora diakui oleh Kastilia — Portugal lahir sebagai kerajaan independen.
- 1249: Raja Afonso III menyelesaikan Reconquista di Portugal dengan merebut Algarve dari Moor → bentuk geografis Portugal modern hampir lengkap.
Zaman Keemasan: Pelopor Penjelajahan Dunia (abad ke-15–16)
Portugal menjadi pelopor Zaman Penjelajahan berkat visi Pangeran Henry si Navigator (1394–1460), yang mendirikan sekolah navigasi di Sagres.
Pencapaian utama:
- 1415: Menaklukkan Ceuta (Afrika Utara) — awal ekspansi luar negeri.
- 1488: Bartolomeu Dias mengelilingi Tanjung Harapan (Afrika Selatan).
- 1498: Vasco da Gama tiba di India — membuka jalur laut langsung Eropa–Asia.
- 1500: Pedro Álvares Cabral secara tidak sengaja menemukan Brasil.
- 1511: Afonso de Albuquerque merebut Malaka — menguasai jalur perdagangan rempah di Asia Tenggara.
- Portugis membangun jaringan perdagangan global: dari Goa (India), Hormuz (Teluk Persia), Malaka (Asia Tenggara), hingga Makau (Tiongkok).
Pada puncaknya, Portugal menguasai kekaisaran maritim terbesar di dunia, meski wilayah daratannya kecil.
Persatuan dengan Spanyol dan Kemerdekaan (1580–1640)
- 1580: Setelah krisis suksesi, Raja Felipe II dari Spanyol (cucu Raja Portugis Manuel I) naik takhta → Persatuan Iberia (1580–1640).
- Selama 60 tahun, Portugal kehilangan otonomi, armada dagangnya diserang Inggris dan Belanda, dan koloni mulai direbut.
- 1 Desember 1640: Bangsawan Portugis memberontak, menobatkan John IV dari Wangsa Braganza sebagai raja → kemerdekaan dipulihkan.
Abad ke-18–19: Gempa Bumi, Kolonialisme, dan Krisis
- 1755: Gempa bumi Lisbon menghancurkan ibu kota, menewaskan ±60.000 orang. Perdana Menteri Marquês de Pombal memimpin rekonstruksi modern.
- 1807: Invasi Napoleon → keluarga kerajaan melarikan diri ke Brasil (satu-satunya monarki Eropa yang pindah ke koloni).
- 1822: Brasil memproklamasikan kemerdekaan di bawah Pedro I (putra Raja João VI).
- Abad ke-19 penuh dengan perang saudara, pergantian antara monarki absolut dan konstitusional, serta ketidakstabilan politik.
Republik, Kediktatoran, dan Revolusi (1910–1974)
- 1910: Monarki digulingkan → Republik Portugis Pertama didirikan.
- 1926: Kudeta militer mengakhiri republik yang kacau.
- 1933–1974: Estado Novo (Negara Baru) — rezim otoriter di bawah António de Oliveira Salazar. Fokus pada stabilitas, tradisi Katolik, dan mempertahankan koloni (Afrika, Asia, Timor).
- 1961–1974: Perang kolonial di Angola, Mozambik, dan Guinea-Bissau membebani ekonomi dan memicu ketidakpuasan militer.
Revolusi Anyelir dan Demokrasi Modern (1974–sekarang)
- 25 April 1974: Revolusi Anyelir — kudeta damai oleh tentara muda yang menuntut akhir kediktatoran dan kemerdekaan koloni.
- Portugal mundur dari semua koloni (kecuali Makau, dikembalikan ke Tiongkok pada 1999, dan Timor Leste, yang merdeka pada 2002 setelah referendum).
- 1976: Konstitusi demokratis baru diadopsi.
- 1986: Portugal bergabung dengan Uni Eropa (dulu Masyarakat Eropa).
- 1999: Akhir kekaisaran kolonial dengan penyerahan Makau ke Tiongkok.
- 2010–2014: Krisis utang → Portugal menerima bailout dari UE/IMF, lalu pulih perlahan.
Fakta Penting
- Ibu kota: Lisbon
- Bahasa resmi: Portugis (dituturkan ±260 juta orang di 9 negara)
- Sistem pemerintahan: Republik parlementer
- Hari Nasional: 10 Juni (Hari Portugal, Camões, dan Komunitas Lusofon)
- Warisan global: Portugis adalah bahasa kedua paling banyak dituturkan di belahan selatan Bumi; jejak budaya di Brasil, Afrika, Asia.
Zaman Kuno: Jalur Perdagangan dan Kerajaan Maritim (±2000 SM – 1400 M)
Wilayah Malaysia modern, terletak di Selat Malaka — jalur perdagangan strategis antara Tiongkok dan India — telah dihuni sejak ribuan tahun lalu oleh suku asli seperti Orang Asli (di Semenanjung) dan Dayak (di Kalimantan).
- Abad ke-1–7 M: Muncul kerajaan Hindu-Buddha kecil seperti Langkasuka dan Gangga Negara, dipengaruhi oleh peradaban India.
- Abad ke-7–13: Kerajaan Sriwijaya (berpusat di Sumatra) menguasai Selat Malaka dan menjadikan wilayah ini pusat perdagangan dan penyebaran agama Buddha.
- Abad ke-13–15: Kerajaan Islam Pasai dan Malaka mulai menyebar. Agama Islam masuk melalui pedagang Arab, Gujarat, dan Tiongkok Muslim.
Kesultanan Malaka: Puncak Kejayaan (1400–1511)
- 1400: Parameswara (pangeran dari Palembang) mendirikan Kesultanan Malaka setelah melarikan diri dari Majapahit.
- Malaka tumbuh pesat menjadi pusat perdagangan maritim terpenting di Asia Tenggara, menghubungkan Tiongkok, India, Arab, dan Eropa.
- Islam menjadi agama resmi, sistem pemerintahan dan hukum (Hukum Kanun Malaka) menjadi model bagi kerajaan Melayu lain.
- Bahasa Melayu menjadi lingua franca (bahasa pengantar) di Nusantara.
- 1511: Malaka jatuh ke tangan Portugis setelah penyerbangan dipimpin Afonso de Albuquerque.
Era Kolonial: Perebutan Kuasa (1511–1945)
Setelah jatuhnya Malaka, kekuasaan di Selat Malaka berebutan antara:
- Portugis (1511–1641): Membangun benteng A Famosa, fokus pada perdagangan rempah, tapi tidak memperluas wilayah.
- Belanda (1641–1824): Bersekutu dengan Johor, merebut Malaka dari Portugis. Fokus pada monopoli perdagangan, tidak tertarik pada administrasi luas.
- Inggris (1786–1957): Masuk melalui Francis Light yang mendirikan pangkalan di Pulau Pinang (1786), lalu Singapura (1819) oleh Stamford Raffles, dan Melaka (1824) lewat Perjanjian Anglo-Belanda.
Inggris menyatukan wilayah Semenanjung menjadi Negeri-Negeri Selat (Penang, Melaka, Singapura), lalu membentuk Federasi Negeri Melayu (1895) dan Negeri Melayu Bersekutu (1896), sementara Sabah dan Sarawak dikuasai sebagai protektorat (oleh British North Borneo Company dan keluarga Brooke — “Rajah Putih”).
Pendudukan Jepang dan Jalan ke Kemerdekaan (1942–1957)
- 1942–1945: Selama Perang Dunia II, Jepang menduduki Malaya. Singapura jatuh dalam “penyerahan terbesar dalam sejarah Inggris” (1942).
- Pendudukan Jepang memicu nasionalisme Melayu dan perlawanan (termasuk pasukan Force 136 dan gerilyawan komunis).
- Setelah perang, Inggris kembali, tapi rakyat menolak rencana Malayan Union (1946) yang mengurangi kuasa sultan Melayu.
- 1948: Diganti Federasi Malaya, yang menghormati hak istimewa Melayu.
- 1948–1960: Darurat Malaya — perang melawan pemberontakan komunis (didukung etnis Tionghoa).
- 31 Agustus 1957: Federasi Malaya merdeka di bawah kepemimpinan Tunku Abdul Rahman, Perdana Menteri pertama.
Kelahiran Malaysia (1963–1965)
- 16 September 1963: Federasi Malaya bergabung dengan Singapura, Sabah, dan Sarawak membentuk Malaysia.
- Tujuan: memperkuat ekonomi, menjaga keseimbangan etnis, dan menahan pengaruh komunis.
- 1965: Singapura dikeluarkan dari Malaysia karena ketegangan rasial dan politik antara pemerintah Kuala Lumpur dan Lee Kuan Yew.
Malaysia Modern: Stabilitas, Pembangunan, dan Tantangan (1965–sekarang)
- 1969: Kerusuhan rasial 13 Mei antara Melayu dan Tionghoa → pemerintah meluncurkan Dasar Ekonomi Baru (DEB) untuk mengurangi ketimpangan ekonomi dan memperkuat kedudukan ekonomi bumiputra.
- 1980–2003: Era kepemimpinan Mahathir Mohamad — transformasi ekonomi besar-besaran: Kuala Lumpur jadi kota modern, infrastruktur dibangun (Menara KL, KLIA), industri diperkuat.
- 2018: Untuk pertama kalinya sejak 1957, koalisi oposisi Pakatan Harapan menang pemilu, mengakhiri 61 tahun kekuasaan Barisan Nasional.
- 2020–sekarang: Perubahan pemerintahan cepat, isu rasial, ekonomi pasca-pandemi, dan upaya menjaga keseimbangan antara Melayu-Muslim dan minoritas Tionghoa-India.
Fakta Penting
- Ibu kota: Kuala Lumpur (administrasi: Putrajaya)
- Sistem pemerintahan: Monarki konstitusional federal — unik karena raja (Yang di-Pertuan Agong) dipilih bergilir setiap 5 tahun dari 9 sultan Melayu.
- Bahasa nasional: Bahasa Melayu
- Agama resmi: Islam (tapi kebebasan beragama dijamin)
- Hari Kemerdekaan: 31 Agustus 1957 (Hari Merdeka); 16 September 1963 (Hari Malaysia)
Zaman Kuno: Asal Usul dan Pengaruh Asing (±10.000 SM – 794 M)
- Zaman Jōmon (±10.000–300 SM): Masyarakat pemburu-peramu yang membuat gerabah berhias tali (jōmon = “tali”).
- Zaman Yayoi (300 SM–300 M): Masuknya teknologi bercocok tanam padi dari daratan Asia, logam, dan sistem sosial yang lebih kompleks. Masyarakat mulai membentuk suku-suku kecil.
- Zaman Kofun (300–538 M): Munculnya klan penguasa, terutama klan Yamato, yang menjadi cikal bakal Kekaisaran Jepang. Kuburan besar berbentuk gundukan (kofun) dibangun untuk elit.
- Pengaruh Tiongkok & Korea: Pada abad ke-5–6, Jepang menerima aksara Tiongkok, Buddha, dan sistem pemerintahan Konfusianisme melalui Korea.
Zaman Klasik: Kekaisaran dan Budaya Asli (794–1185)
- 794: Ibu kota dipindahkan ke Heian-kyō (kini Kyoto) → Zaman Heian dimulai.
- Kekaisaran Jepang mencapai puncak kejayaan budaya: sastra klasik seperti “The Tale of Genji” (oleh Murasaki Shikibu, novel pertama di dunia), puisi, kaligrafi, dan seni halus.
- Namun, kekuasaan politik perlahan beralih dari kaisar ke klan bangsawan Fujiwara, lalu ke keluarga militer (samurai).
Zaman Feodal: Samurai, Shogun, dan Perang Saudara (1185–1603)
- 1185: Minamoto no Yoritomo mengalahkan klan Taira dan mendirikan Keshogunan Kamakura → shogun (jenderal tertinggi) menjadi penguasa de facto, sementara kaisar hanya simbol.
- 1274 & 1281: Jepang berhasil mengusir invasi Mongol (dipimpin Kublai Khan) — badai laut (“kamikaze” atau angin ilahi) membantu pertahanan.
- 1336–1573: Zaman Ashikaga – ibu kota pindah ke Kyoto, tapi kekuasaan shogun lemah → Jepang terpecah dalam Zaman Negara Perang (Sengoku Jidai), di mana ratusan daimyō (penguasa feodal) saling berperang.
Penyatuan Kembali (1573–1603)
Tiga panglima hebat menyatukan Jepang:
- Oda Nobunaga – mulai proses penyatuan dengan kekerasan dan senjata api (diperkenalkan Portugis, 1543).
- Toyotomi Hideyoshi – menyelesaikan penyatuan, melarang samurai non-nobilitas membawa senjata.
- Tokugawa Ieyasu – menang di Pertempuran Sekigahara (1600), lalu mendirikan Keshogunan Tokugawa (1603).
Zaman Edo: Damai, Tertutup, dan Stabil (1603–1868)
- Ibu kota: Edo (kini Tokyo).
- Jepang menerapkan kebijakan sakoku (“negeri tertutup”): hanya Belanda dan Tiongkok yang boleh berdagang (di pelabuhan kecil Nagasaki).
- 250 tahun damai: tanpa perang besar, populasi tumbuh, budaya urban berkembang (teater kabuki, ukiyo-e, sastra rakyat).
- Kelas sosial kaku: samurai → petani → pengrajin → pedagang.
- Namun, di akhir era, tekanan dari Barat dan ketidakpuasan internal mulai menggerogoti sistem feodal.
Restorasi Meiji: Modernisasi Total (1868–1912)
- 1853: Kapal perang AS di bawah Commodore Perry memaksa Jepang membuka pelabuhan → kejutan budaya dan krisis politik.
- 1868: Kaisar Meiji (Mutsuhito) “dikembalikan” ke tampuk kekuasaan → Restorasi Meiji dimulai.
- Shogunat Tokugawa dihapus. Jepang meniru Barat dengan cepat:
- Konstitusi (1889), parlemen (Diet), tentara modern.
- Pabrik, rel kereta, sekolah umum, dan sistem hukum Barat.
- Dalam 40 tahun, Jepang berubah dari feodal menjadi kekuatan industri dan militer.
Ekspansi Imperial
- 1894–1895: Menang atas Tiongkok dalam Perang Tiongkok-Jepang Pertama → dapat Taiwan.
- 1904–1905: Mengalahkan Rusia dalam Perang Rusia-Jepang → pertama kalinya negara Asia modern mengalahkan kekuatan Eropa.
- 1910: Menganeksasi Korea.
Era Militerisme dan Perang Dunia (1912–1945)
- Setelah kematian Kaisar Meiji (1912), pengaruh militer semakin kuat.
- 1931: Menduduki Manchuria (Tiongkok utara).
- 1937: Invasi penuh ke Tiongkok → Perang Tiongkok-Jepang Kedua (bagian PD II di Asia).
- 1941: Menyerang Pearl Harbor → masuk PD II melawan Sekutu.
- 1945: AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima (6 Agustus) dan Nagasaki (9 Agustus).
- 15 Agustus 1945: Kaisar Hirohito mengumumkan menyerah tanpa syarat – pertama kalinya kaisar berbicara langsung ke rakyat (“Pidato Gyokuon-hōsō”).
Jepang Pascaperang: Ekonomi Raksasa, Demokrasi Damai (1945–sekarang)
- 1945–1952: Diduduki oleh AS di bawah Jenderal Douglas MacArthur.
- Konstitusi baru (1947): pasal 9 melarang Jepang memiliki angkatan perang ofensif.
- Monarki dipertahankan, tapi kaisar jadi simbol (bukan dewa).
- Reformasi tanah, pendidikan, dan demokratisasi.
- 1950–1980-an: “Keajaiban Ekonomi Jepang” – pertumbuhan eksplosif lewat industri otomotif (Toyota, Honda), elektronik (Sony, Panasonic), dan teknologi.
- 1990-an–2000-an: “Dekade Hilang” akibat gelembung ekonomi meletus → stagnasi, utang, dan populasi menua.
- 2011: Gempa besar + tsunami di Tōhoku → bencana nuklir Fukushima.
- 2020-an: Jepang fokus pada inovasi (robotika, AI), pariwisata, dan peran global sebagai mitra AS di Indo-Pasifik.
Fakta Penting
- Ibu kota: Tokyo
- Kepala negara: Kaisar (simbolik); Kepala pemerintahan: Perdana Menteri
- Sistem pemerintahan: Monarki konstitusional parlementer
- Agama utama: Shinto (asli Jepang) dan Buddha
- Hari Nasional: 23 Februari (ulang tahun Kaisar Naruhito)
Awal Mula: Zaman Kuno hingga Abad Pertengahan
Wilayah yang kini dikenal sebagai Belanda pada zaman kuno dihuni oleh suku-suku Germanik seperti Frisia, Batavi, dan Frank. Pada abad ke-1 Masehi, wilayah ini menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi, terutama di wilayah selatan (sekarang Belanda Selatan). Setelah keruntuhan Romawi (abad ke-5), wilayah ini dikuasai oleh Kerajaan Franka, yang kemudian menjadi bagian dari Kekaisaran Karolingia.
Pada abad ke-9–15, wilayah Belanda terpecah menjadi sejumlah feodalitas kecil seperti County of Holland, Duchy of Brabant, dan Bishopric of Utrecht. Meski secara politis terpecah, wilayah ini berkembang pesat berkat perdagangan maritim, terutama melalui kota-kota seperti Amsterdam, Rotterdam, dan Delft.
Republik Belanda (1581–1795): Zaman Keemasan
Pada abad ke-16, Belanda berada di bawah kekuasaan Kerajaan Spanyol (bagian dari wilayah Habsburg). Namun, ketidakpuasan terhadap penindasan agama (khususnya terhadap kaum Protestan) dan pajak berat memicu Pemberontakan Belanda (1568).
Pada 1581, provinsi-provinsi utara memproklamasikan kemerdekaan dari Spanyol melalui Akta Afscheid (Act of Abjuration), yang menandai lahirnya Republik Belanda (Republik Tujuh Provinsi Bersatu).
Abad ke-17 dikenal sebagai Zaman Keemasan Belanda (Gouden Eeuw). Dalam periode ini, Belanda menjadi:
- Kekuatan maritim dan perdagangan terkemuka dunia melalui VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), perusahaan dagang pertama di dunia yang menerbitkan saham.
- Pusat keuangan global dengan berdirinya Bursa Saham Amsterdam (1602) dan Bank Amsterdam (1609).
- Pusat budaya dan ilmu pengetahuan: melahirkan seniman seperti Rembrandt dan Vermeer, serta ilmuwan seperti Christiaan Huygens dan Antonie van Leeuwenhoek.
Kerajaan Belanda & Periode Modern (1795–sekarang)
- 1795: Republik Belanda runtuh akibat invasi Prancis di bawah Napoleon. Wilayah ini diubah menjadi Republik Bataaf, lalu Kerajaan Hollandia (1806) yang dipimpin saudara Napoleon, Louis Bonaparte.
- 1815: Setelah kekalahan Napoleon, Kongres Wina mendirikan Kerajaan Belanda Bersatu yang mencakup Belanda dan Belgia, dipimpin Raja Willem I.
- 1830: Belgia memberontak dan memisahkan diri, membentuk negara sendiri.
- 1848: Belanda mengadopsi konstitusi baru yang menjadikannya monarki konstitusional parlementer — sistem yang masih berlaku hingga kini.
Imperialisme & Perang Dunia
- Belanda membangun kekaisaran kolonial yang luas, terutama di Hindia Belanda (kini Indonesia), Suriname, dan Karibia.
- Selama Perang Dunia II, Belanda diduduki Jerman Nazi (1940–1945). Ratu Wilhelmina mengungsi ke London dan memimpin pemerintahan dalam pengasingan.
- Setelah perang, Belanda kehilangan Hindia Belanda setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 1945 (diakui Belanda pada 1949).
Pasca-Perang: Negara Modern
- Belanda menjadi salah satu pendiri Uni Eropa, NATO, dan Benelux.
- Negara ini terkenal dengan kebijakan sosial progresif: legalisasi eutanasia (2002), pernikahan sesama jenis (2001 — pertama di dunia), dan toleransi terhadap ganja di “coffeeshop”.
- Belanda juga dikenal sebagai negara penganut monarki konstitusional, dengan raja/raja sebagai kepala negara simbolis. Saat ini dipimpin oleh Raja Willem-Alexander (sejak 2013).
Fakta Penting
- Ibu kota: Amsterdam (namun pusat pemerintahan di Den Haag/The Hague).
- Bahasa resmi: Belanda.
- Sistem pemerintahan: Monarki konstitusional parlementer.
- Negara tanpa gunung: 26% wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut, dilindungi oleh sistem tanggul dan pompa air canggih.
Sejarah Persita Tangerang: Pendekar Cisadane yang Tangguh
Persita Tangerang (Persatuan Sepak Bola Indonesia Tangerang) adalah klub sepak bola profesional asal Tangerang, Banten, Indonesia. Klub ini dikenal dengan julukan Pendekar Cisadane dan memiliki basis suporter fanatik bernama Ultras Persita. Persita adalah klub dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia, sering naik-turun antara Liga 1 dan Liga 2.
Pendirian & Awal Mula (1940–1990-an)
Klub didirikan pada 19 April 1940 di Tangerang dengan nama Persita Tangerang. Awalnya klub amatir, aktif di kompetisi regional Jawa Barat selama era kolonial Belanda.
- 1940–1950-an: Bermain di kompetisi lokal, sering juara regional.
- 1960–1980-an: Ikut Perserikatan dan Galatama, tapi tidak dominan nasional.
Era Modern & Prestasi (2000-an–Sekarang)
Persita mulai naik daun di era Liga Indonesia profesional.
| Tahun | Prestasi Utama | Catatan |
|---|---|---|
| 2001–2002 | Juara Liga 2 | Promosi ke Liga 1 |
| 2005 | Juara Liga 2 | Promosi kembali |
| 2019–2020 | Juara Liga 2 | Promosi ke Liga 1 |
| 2021–2022 | Finis 10th Liga 1 | Bertahan |
| 2022–2023 | Finis 15th Liga 1 | Degradasi ke Liga 2 |
| 2023–2024 | Juara Liga 2 | Promosi kembali ke Liga 1 |
| 2024–2025 | Liga 1 | Bertahan |
Pemain Legendaris: Cristian Gonzales (striker asal Brasil, top scorer), Irfan Bachdim (awal karir), Yuri Hanin (kiper ikonik), Samsul Arif, Rachmat Irianto (pemain muda).
Saat Ini (Musim Liga 1 2025-26)
Per Desember 2025, Persita berada di posisi 16 Liga 1 dengan 11 poin dari 13 laga (3 menang, 2 seri, 8 kalah). Mereka sedang berjuang menghindari zona degradasi.
Prestasi Utama
- Liga 2 Indonesia: 3 kali juara (2001–02, 2005, 2023–24)
- Liga 1: Finis terbaik 10th (2021–22)
- Piala Indonesia: Semifinal 2005
Stadion & Identitas
- Stadion Indomilk Arena (kapasitas 15.000) – markas utama.
- Warna: Merah-putih-hitam.
- Suporter: Ultras Persita – sangat fanatik, sering jadi sorotan.
Persita Tangerang adalah klub tangguh dengan sejarah naik-turun, tapi selalu bangkit kembali. Pendekar Cisadane! ⚔️⚽
Sejarah Arema FC: Singa Singo Edan dari Malang
Arema FC (Arema Football Club) adalah salah satu klub sepak bola paling legendaris dan populer di Indonesia. Berbasis di Malang, Jawa Timur, klub ini dikenal dengan julukan Singo Edan (Singa Gila) dan memiliki basis suporter fanatik bernama Aremania. Arema adalah klub yang identik dengan semangat juang, prestasi tinggi, dan rivalitas sengit.
Pendirian & Awal Mula (1987–1990-an)
Klub didirikan pada 11 Agustus 1987 di Malang oleh Acub Zaenal, Ahmad Kusuma, dan Oerip Kuswandoro. Nama “Arema” berasal dari singkatan Arek Malang (Anak Malang), mencerminkan identitas lokal.
- 1987–1991: Bermain di Divisi Utama PSSI, promosi ke Galatama (liga semi-profesional).
- 1992–1994: Debut di Galatama, finis mid-table.
Era Kejayaan (2000-an–2010-an)
Di bawah manajemen Abdul Latif dan pelatih seperti Robert Rene Alberts, Arema mendominasi sepak bola Indonesia.
| Tahun | Prestasi Utama | Catatan |
|---|---|---|
| 2002 | Juara Liga Indonesia | Gelar pertama |
| 2009–10 | Juara Liga Indonesia | Dominasi dengan Boaz & Sergio Farias |
| 2010 | Juara Community Shield | – |
| 2011 | Juara Indonesia Super League | – |
| 2017 | Juara Piala Presiden | Gelar pertama Piala Presiden |
| 2020 | Juara Piala Menpora | Turnamen pra-Liga 1 |
- Pemain Legendaris: Bambang Pamungkas (awal karir), Boaz Solossa (bintang Papua), Kurniawan Dwi Yulianto, Ponaryo Astaman, Cristian Gonzales, Irfan Bachdim, Hendro Siswanto.
- Rivalitas: Persija Jakarta (El Clasico Indonesia), Persib Bandung, Persebaya Surabaya.
Krisis & Perubahan (2018–Sekarang)
- 2018–2020: Degradasi ke Liga 2 (2018) karena masalah finansial, tapi promosi kembali 2019.
- 2020–2021: Juara Piala Menpora (turnamen pra-Liga 1).
- 2021–2025: Stabil di Liga 1, finis mid-table hingga top 6 beberapa kali.
- Musim 2025-26 (per Desember 2025): Peringkat 8th Liga 1 dengan 18 poin dari 13 laga (5 menang, 3 seri, 5 kalah).
Prestasi Utama
- Liga Indonesia/Liga 1: 3 kali juara (2002, 2009–10, 2010–11)
- Piala Presiden: Juara 2017
- Piala Menpora: Juara 2020
- Community Shield: Juara 2010
- Rekor: Klub dengan jumlah gelar Liga Indonesia terbanyak bersama Persipura & Persija (3 gelar).
Stadion & Identitas
- Stadion Kanjuruhan (kapasitas 42.000) – markas ikonik, meski tragis karena Kanjuruhan Disaster (1 Oktober 2022, 135 korban).
- Warna: Biru-hitam-putih.
- Suporter: Aremania – salah satu suporter paling fanatik di Indonesia.
Saat Ini (Desember 2025)
Arema tetap kompetitif di Liga 1 2025-26, dengan fokus rebuild pasca-tragedi Kanjuruhan. Pelatih Fernando Gaston membawa stabilitas, tapi target juara masih jauh. Klub juga aktif di akademi dan program sosial.
Arema FC adalah simbol semangat Malang dan Jawa Timur, dengan sejarah penuh prestasi dan tragedi. Singo Edan! 💙🖤
Sejarah Persipura Jayapura: Klub Legendaris Papua
Persipura Jayapura adalah salah satu klub sepak bola paling sukses dan ikonik di Indonesia, berbasis di Jayapura, Papua. Klub ini dikenal sebagai “Mutiara Hitam” dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Papua. Persipura mendominasi Liga Indonesia pada era 2000-an hingga 2010-an sebelum menghadapi masalah finansial dan degradasi.
Pendirian & Awal Mula (1963–1990-an)
Klub didirikan pada 8 Agustus 1963 sebagai Persipura Jayapura (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jayapura). Awalnya bernama Persipura Jayapura dari hasil merger beberapa klub lokal di Papua.
- 1963–1980-an: Bermain di liga regional dan nasional, sering naik-turun divisi.
- 1990-an: Mulai naik daun di Liga Indonesia, dengan pemain lokal seperti Jack Komboy dan Boaz Solossa yang kemudian jadi legenda.
Era Kejayaan (2000-an–2010-an)
Di bawah manajemen Benny Simanjuntak dan pelatih Jacksen F. Tiago, Persipura menjadi raja Liga Indonesia.
| Tahun | Prestasi Utama | Catatan |
|---|---|---|
| 2005 | Juara Liga Indonesia | Dominasi pertama |
| 2006 | Juara Liga Indonesia | Back-to-back |
| 2009 | Juara Liga Indonesia | Dominasi Papua |
| 2011 | Juara Liga Indonesia | Rekor gelar ke-4 |
| 2014 | Juara Liga Indonesia | Gelar ke-5 |
| 2006–2017 | Juara Indonesia Super League / Liga 1 | 5 kali juara |
- Boaz Solossa jadi ikon: Top scorer berulang kali, gol terbanyak sepanjang masa liga (240+ gol).
- Pemain Legendaris: Boaz Solossa, Beto Gonçalves, Ferinando Pahabol, Ian Louis Kabes, Jhonny Edison Isir, Imanuel Wanggai.
Persipura juga berprestasi di Asia: lolos ke AFC Cup 2014 (8 besar).
Krisis & Degradasi (2018–Sekarang)
- 2018: Degradasi ke Liga 2 karena masalah finansial dan sanksi PSSI.
- 2019–2022: Bermain di Liga 2, Boaz kembali 2022 untuk pensiun.
- 2022–sekarang: Tetap di Liga 2, tanpa promosi. Masalah keuangan dan manajemen membuat klub tak lagi kompetitif di Liga 1.
Prestasi Utama
- Liga Indonesia/Liga 1: 5 kali juara (2005, 2006, 2009, 2011, 2014) – rekor bersama Arema FC & Persipura sendiri.
- Piala Indonesia: Runner-up 2007.
- Piala AFC: 8 besar 2014.
- Rekor Gol: Boaz Solossa (240+ gol, terbanyak Liga Indonesia sepanjang masa).
Stadion & Identitas
- Stadion Mandala (kapasitas 30.000) – markas legendaris.
- Warna: Hitam-kuning-merah (simbol Papua).
- Suporter: Ultras Persipura, sangat fanatik dan sering jadi sorotan.
Saat Ini (Desember 2025)
Persipura masih di Liga 2, tanpa promosi sejak degradasi. Klub berusaha bangkit dengan akademi dan pemain lokal Papua, tapi tantangan finansial besar.
Persipura Jayapura adalah legenda sepak bola Papua dan Indonesia, dengan era kejayaan yang sulit dilupakan. Meski kini di Liga 2, warisan Boaz dan gelar juara tetap abadi. Mutiara Hitam! 🇮🇩⚽
Profil Stefano Lilipaly: Gelandang Kreatif Dewa United FC
Stefano Lilipaly (lahir 10 Agustus 1990 di Utrecht, Belanda) adalah pemain sepak bola profesional naturalisasi Indonesia yang bermain sebagai gelandang serang (attacking midfielder) untuk Dewa United FC di Liga 1 Indonesia. Ia memiliki darah campuran Belanda-Indonesia (ibu asal Manado, Sulawesi Utara) dan memilih membela Timnas Indonesia sejak 2013.
Data Pribadi & Karir Awal
- Nama Lengkap: Stefano Lilipaly
- Tanggal Lahir: 10 Agustus 1990 (usia 35 tahun per 2025)
- Tempat Lahir: Utrecht, Belanda
- Tinggi Badan: 175 cm
- Posisi Utama: Attacking Midfielder / Winger
- Kaki Dominan: Kaki Kanan
- Kewarganegaraan: Belanda (paspor) & Indonesia (naturalisasi)
- Klub Saat Ini: Dewa United FC (Liga 1 Indonesia)
- Nomor Punggung: 10
Lilipaly memulai karir muda di FC Utrecht (Belanda) sebelum debut profesional di Go Ahead Eagles (Eredivisie 2011-12). Ia sempat bermain di FC Dordrecht dan Telstar sebelum pindah ke Indonesia pada 2014.
Karir Profesional di Indonesia
Stefano Lilipaly dikenal sebagai salah satu pemain naturalisasi terbaik di Liga 1, dengan gaya bermain kreatif, visi passing, dan tendangan bebas akurat.
| Tahun | Klub | Kompetisi | Penampilan | Gol | Assist | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2014-2017 | Persija Jakarta | Liga 1 | 68 | 12 | 18 | Debut Indonesia, kapten |
| 2017-2021 | Bali United | Liga 1 | 102 | 21 | 35 | Juara Liga 1 2019, 2021 |
| 2021-2023 | Borneo FC | Liga 1 | 56 | 8 | 15 | Konsisten di lini tengah |
| 2023-2025 | Borneo FC & Dewa United | Liga 1 | 38 | 5 | 12 | Pindah ke Dewa United 2025 |
Pindah ke Dewa United: Pada awal 2025, Lilipaly bergabung dengan Dewa United FC setelah kontrak dengan Borneo FC berakhir. Ia langsung jadi kapten dan motor serangan tim.
Performa di Musim Liga 1 2025-26 (Per Desember 2025)
Di musim ini, Lilipaly menjadi pemain kunci Dewa United meski tim berada di posisi 14 dengan 13 poin dari 13 laga.
- Penampilan: 9 laga (697 menit)
- Gol: 1
- Assist: 7 (top assister tim)
- Kartu Kuning: 6
- Kartu Merah: 1
- Key Pass: 2,8 per 90 menit (tertinggi di tim)
- Dribble Sukses: 1,5 per 90 menit
- Passing Accuracy: 82%
- Tackle + Interception: 1,2 per 90 menit
Lilipaly sering jadi pencipta peluang utama, meski tim kesulitan mencetak gol (hanya 12 gol tim). Assist-nya membantu kemenangan penting seperti 3-1 vs PSBS Biak Numfor dan 2-1 vs Arema FC.
Prestasi & Penghargaan
- Liga 1 Indonesia: Juara 2019 & 2021 (Bali United)
- Piala Presiden: Juara 2015 (Persija)
- Timnas Indonesia: 30+ caps, 5 gol (termasuk gol ikonik vs Thailand AFF 2016)
- Penghargaan Pribadi: Best Midfielder Liga 1 2019, Pemain Terbaik Bulanan beberapa kali
Gaya Bermain & Kontribusi
Lilipaly dikenal sebagai playmaker klasik: visi passing luar biasa, tendangan bebas akurat, dan kemampuan menciptakan peluang dari lini kedua. Di Dewa United, ia sering bermain sebagai nomor 10 atau winger kiri, membantu transisi serangan. Kekuatannya: kreativitas (7 assist musim ini) dan leadership (kapten). Kelemahan: usia 35 tahun membuatnya rentan cedera dan kurang cepat dibanding dulu.
Stefano Lilipaly tetap jadi otak serangan Dewa United meski tim sedang kesulitan. Pengalaman dan kreativitasnya sangat dibutuhkan untuk keluar dari zona degradasi. Veteran yang masih berpengaruh!
Contoh Klip Sukses Clipper TikTok Shop di Akhir 2025
Di akhir 2025, clipper affiliate TikTok Shop semakin populer karena bisa menghasilkan komisi besar dari klip viral yang mempromosikan produk. Klip sukses biasanya berupa potongan dari live selling, review produk, atau demo cepat yang ditambah hook kuat, teks overlay, sound trending, dan keranjang kuning (yellow cart) untuk belanja langsung. Kunci sukses: durasi 15-60 detik, hook di 3 detik pertama, dan fokus pada produk viral seperti skincare, fashion, atau gadget.
Berikut beberapa contoh tipe klip sukses yang sering viral dan menghasilkan ribuan order/komisi (berdasarkan tren Desember 2025):
1. Klip Review Produk dari Live Selling (Skincare/Fashion)
Deskripsi Klip: Potong momen host live demo produk (misal serum wajah), tunjukkan before-after cepat, testimoni singkat, dan flash sale. Tambah teks besar “Diskon 70% hanya hari ini!” + zoom pada produk.
Mengapa Sukses: Membangun trust cepat, impulse buying tinggi. Contoh: Klip dari live MS Glow atau brand lokal sering dapat jutaan views, komisi puluhan juta dari ribuan order.
Tips Edit: Gunakan CapCut untuk subtitle otomatis dan efek glow.
2. Klip Before-After atau Transformation
Deskripsi Klip: Ambil bagian live di mana pembeli/share testimoni perubahan (misal baju membuat slim, atau alat masak cepat matang). Hook: “Lihat bedanya hanya 7 hari!”
Mengapa Sukses: Visual kuat, relatable. Banyak clipper skincare/gym raup komisi tinggi karena konversi >15%.
Tips Edit: Tambah sound viral transformation + arrow pointing ke produk tagged.
3. Klip Testimoni Cepat + Unboxing
Deskripsi Klip: Potong unboxing dari live, reaksi pembeli “Wah murah banget kualitasnya!” lalu langsung tag keranjang kuning.
Mengapa Sukses: Social proof ampuh untuk produk manufaktur seperti kemasan atau alat rumah tangga. Klip grosir sering viral di kalangan reseller.
Tips Edit: Tambah emoji 🔥 dan countdown diskon.
4. Klip Behind-the-Scenes + Promo
Deskripsi Klip: Dari live pabrik/manufaktur, tunjukkan proses produksi singkat lalu promo “Langsung dari pabrik, gratis ongkir!”
Mengapa Sukses: Autentik, cocok untuk produk lokal Indonesia. Banyak clipper UMKM tekstil atau makanan frozen sukses besar.
Tips Edit: Gunakan music upbeat + teks “Stok terbatas!”
5. Klip Humor/Relatable dengan Produk
Deskripsi Klip: Potong momen lucu dari live (host cerita pengalaman pakai produk), relate ke masalah sehari-hari.
Mengapa Sukses: Engagement tinggi (komentar/share), mudah masuk FYP. Contoh klip snack atau gadget sering viral.
Tips Edit: Stitch/duet dengan tren lucu.
Berikut beberapa thumbnail contoh klip affiliate/clipper viral di TikTok (termasuk guide sukses dan demo editing):






Kesimpulan
Klip sukses clipper TikTok Shop selalu punya hook kuat, visual menarik, produk relevan, dan call to action jelas (beli sekarang via keranjang). Mulai dengan potong live seller favoritmu, tambah affiliate link, upload 5-10 klip/hari. Banyak clipper pemula sukses raup Rp20-100 juta/bulan di 2025 dengan konsistensi.
Mau contoh skrip/edit spesifik untuk niche produkmu? Ceritakan saja!
Contoh Jadwal Konten Mingguan Instagram untuk Perusahaan Manufaktur di Instagram Shop
Jadwal konten yang konsisten adalah kunci utama kesuksesan Instagram Shop, terutama untuk perusahaan manufaktur yang produknya bersifat teknis dan sering dijual secara grosir atau custom. Jadwal berikut dirancang untuk akun Instagram bisnis manufaktur (misalnya: pabrik kemasan plastik, tekstil, furnitur kayu, pipa PVC, atau komponen otomotif) dengan tujuan meningkatkan engagement, traffic ke Shop, dan penjualan langsung.
Asumsi:
- Posting utama (Feed/Reels): 5-7 kali seminggu.
- Stories: Setiap hari (minimal 5-10 stories/hari).
- Live Shopping: 3 kali seminggu.
- Target audiens: Reseller, kontraktor, UKM, dan end-user B2C.
- Waktu posting optimal (berdasarkan Insights 2025): 07.00-09.00 WIB (pagi) dan 18.00-21.00 WIB (malam).
Jadwal Konten Mingguan (Senin – Minggu)
Tips Eksekusi Jadwal Ini
- Batch Content Creation: Rekam semua Reels dan foto di akhir pekan atau 1 hari khusus (misalnya Minggu sore) agar Senin-Jumat tinggal posting.
- Tools Pendukung:
- Scheduling: Meta Business Suite atau Later/Creator Studio.
- Desain: Canva (template konsisten dengan brand color).
- Analytics: Cek Insights setiap Senin pagi untuk adjust jadwal minggu depan.
- Hashtag Rutin: Gunakan 5-10 hashtag tetap seperti #ManufakturIndonesia #ProdukLokalBerkualitas #Grosir[Produk] #Pabrik[Produk]Jakarta + hashtag tren.
- Stories Harian Wajib: Minimal behind-the-scenes pabrik, stok update, atau quick tips. Ini menjaga akun tetap “hidup” di algoritma.
- Target Mingguan:
- 5 Reels (prioritas algoritma 2025).
- 3 Live Shopping.
- Reach minimal 20-30% peningkatan dari minggu sebelumnya.
