Info terkini Tentang Permainan Online

bonus sambutan 100%

now browsing by category

 

PS Cilegon

πŸ” 1. PS Cilegon: Klub Legendaris yang Pernah Ada

PS Cilegon (Persatuan Sepak Bola Cilegon) pernah eksis sebagai klub amatir dan semi-profesional di era 1980–2000-an, mewakili Kota Cilegon, Banten.

  • Didirikan: Sekitar 1970–1980-an
  • Kandang: Stadion Krakatau Steel (milik perusahaan baja terbesar di Indonesia)
  • Warna: Merah dan Putih
  • Status: Klub amatir/lokal, tidak pernah tampil di kompetisi nasional kasta atas (Perserikatan atau Liga Indonesia).

PS Cilegon aktif di kompetisi internal Banten, turnamen antarperusahaan (terutama karyawan Krakatau Steel), dan Liga 3 Banten pada awal 2000-an, tapi tidak pernah mencapai putaran nasional.


🏭 2. Kaitan dengan Krakatau Steel

Cilegon dikenal sebagai kota industri baja, dengan PT Krakatau Steel sebagai tulang punggung ekonomi.
Dulu, Krakatau Steel memiliki tim sepak bola internal yang kuat, dan banyak pemain PS Cilegon berasal dari karyawan atau akademi perusahaan tersebut.

Namun, sejak 2000-an, fokus Krakatau Steel beralih ke pembinaan akademi muda, bukan klub senior kompetitif.


⚽ 3. Klub Pengganti: Perserang atau Klub Lain di Banten?

Saat ini, klub profesional dari Banten yang aktif di kompetisi nasional justru berasal dari Serang, bukan Cilegon:

  • Perserang Serang β€” bermain di Liga 2 (2024)
  • Cilegon United β€” inilah klub yang mungkin Anda maksud!

βœ… Kemungkinan Besar: Anda Maksud “Cilegon United”

Jika yang Anda cari adalah klub sepak bola profesional dari Cilegon, maka Cilegon United adalah jawabannya.

πŸ“Œ Profil Singkat Cilegon United

  • Didirikan: 2012 (sebagai RANS Cilegon FC, lalu berganti nama)
  • Kota: Cilegon, Banten
  • Stadion: Krakatau Steel Stadium
  • Warna: Merah dan Hitam
  • Status 2024: Tidak aktif di kompetisi PSSI
    β†’ Pada 2023, klub ini vakum setelah dilepas oleh Raffi Ahmad (pemilik awal sebagai RANS Cilegon FC).
    β†’ Nama “Cilegon United” sempat dipakai, tapi tidak melanjutkan kompetisi.

πŸ“‰ Fakta:
RANS Cilegon FC (2021–2022) sempat viral karena dimiliki artis Raffi Ahmad, promosi besar-besaran, dan merekrut pelatih Maman Abdurrahman, tapi gagal promosi ke Liga 1. Setelah promosi gagal, klub dihentikan.


🏁 Kesimpulan

  • PS Cilegon: Klub lokal/amatir lama dari Cilegon, tidak aktif lagi di kompetisi resmi.
  • Cilegon United / RANS Cilegon FC: Klub modern (2021–2022) yang kini tidak aktif.
  • Tidak ada klub dari Cilegon yang saat ini bermain di Liga 1, Liga 2, atau Liga 3 (2024).

MALUT UNITED

🏴 Profil Singkat Malut United

  • Nama lengkap: Malut United Football Club
  • Didirikan: 2022
  • Kota: Ternate, Maluku Utara
  • Stadion: Gelora Kie Raha Stadium, Ternate (kapasitas: Β±10.000)
  • Warna seragam: Merah, Putih, dan Biru
  • Julukan:
    • Laskar Kie Raha
    • Sang Raja dari Utara
  • Kepemilikan: Swasta, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara

⚠️ Catatan: Malut United bukan klub lama, melainkan klub baru yang dibentuk untuk mengisi kekosongan representasi Maluku Utara di sepak bola nasional.


πŸ† Latar Belakang Berdirinya

Maluku Utara β€” yang mencakup pulau-pulau bersejarah seperti Ternate, Tidore, Halmahera, Jailolo, dan Bacan β€” dikenal sebagai “Kie Raha” (Empat Gunung), simbol persekutuan kerajaan-kerajaan Melayu Islam di abad ke-15–17.

Namun, belum pernah ada klub dari Maluku Utara yang tampil di kompetisi nasional kasta atas.
Oleh karena itu, pada 2022, Pemprov Maluku Utara dan pengusaha lokal membentuk Malut United dengan misi:

“Membawa kebanggaan Maluku Utara ke panggung sepak bola nasional.”


πŸ“ˆ Perjalanan Kompetisi (2022–2024)

  • 2022: Ikut Liga 3 Maluku Utara, juara provinsi β†’ lolos ke Putaran Nasional Liga 3
  • 2023: Tampil di Putaran Nasional Liga 3, gagal promosi ke Liga 2
  • 2024: Kembali berkompetisi di Liga 3, dengan target promosi ke Liga 2

πŸ’‘ Malut United belum pernah tampil di Liga 2 atau Liga 1, tapi menjadi harapan baru bagi sepak bola Maluku Utara.


πŸ¦… Identitas: Laskar Kie Raha dan Warisan Kerajaan Rempah

  • “Kie Raha” merujuk pada empat kerajaan adat: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan β€” yang dulu menguasai perdagangan cengkeh dan pala dunia.
  • Warna merah = semangat juang pahlawan Sultan Babullah
  • Warna putih = kemurnian niat
  • Warna biru = laut Maluku yang kaya
  • Logo klub sering menampilkan gunung, perahu kora-kora, dan mahkota sultan

πŸ’¬ “Kami bukan hanya bermain bola. Kami membawa nama Kie Raha ke seluruh Indonesia.”


🏟️ Stadion Gelora Kie Raha

  • Lokasi: Ternate, ibu kota Maluku Utara
  • Nama: Diambil dari sejarah Kie Raha
  • Karakteristik:
    • Lapangan dengan pemandangan Gunung Gamalama
    • Suasana intim, tapi sangat mendukung
    • Masih dalam tahap peningkatan fasilitas untuk memenuhi standar Liga 2

🎯 Visi & Misi

  • Jangka pendek: Promosi ke Liga 2 dalam 2–3 tahun
  • Jangka panjang: Menjadi klub pertama dari Maluku Utara yang tampil di Liga 1
  • Pembinaan: Fokus pada pemain muda asli Maluku Utara, terutama dari daerah kepulauan

πŸ’‘ Fakta Unik

  • Malut United adalah satu-satunya klub profesional di Maluku Utara yang aktif di kompetisi resmi PSSI.
  • Nama “Malut” adalah kependekan resmi Maluku Utara (seperti “Jatim” untuk Jawa Timur).
  • Klub ini sering mengadakan turnamen remaja di pulau-pulau terpencil untuk mencari bakat.
  • Lagu kebanggaan klub menggabungkan gendang tifa dan pantun Melayu Ternate.

🏁 Tantangan Utama

  • Geografi kepulauan: Sulit mengumpulkan pemain dari Halmahera, Morotai, atau Obi.
  • Infrastruktur terbatas: Minimnya lapangan berstandar nasional di luar Ternate.
  • Dana: Masih bergantung pada dana APBD dan sponsor lokal.

Namun, semangat Kie Raha terus menyala. Setiap pertandingan kandang, tribun dipenuhi warga yang membawa bendera kerajaan Ternate dan Tidore.


πŸ’¬ Kesimpulan

Malut United mungkin klub muda, tapi ia membawa warisan sejarah ribuan tahun dari tanah rempah.
Dari kaki Gunung Gamalama, Laskar Kie Raha berlari β€” bukan hanya untuk menang, tapi untuk membuktikan bahwa Maluku Utara layak diperhitungkan di peta sepak bola Indonesia.

“Dulu, Maluku Utara menguasai dunia lewat cengkeh. Kini, kami ingin menguasai lapangan lewat bola.”

PERSIPURA JAYAPURA

βš«πŸ’Ž Profil Singkat Persipura Jayapura

  • Nama lengkap: Persatuan Sepak Bola Indonesia Jayapura
  • Didirikan: 1 Mei 1963
  • Kota: Jayapura, Papua
  • Stadion: Mandala Stadium (kapasitas: 30.000)
  • Warna seragam: Hitam dan Merah
  • Julukan:
    • Mutiara Hitam β€” merujuk pada mutiara alami dari perairan Papua yang langka dan berharga
    • The Blackpearl
  • Pemilik: Pemerintah Kota Jayapura (klub milik pemerintah daerah)

πŸ† Prestasi Emas: Raja Timur Indonesia

Persipura adalah klub paling sukses di luar Jawa, dengan dominasi luar biasa di era 2000–2010-an.

Prestasi Utama:

  • Juara Liga Indonesia / Liga 1: 4 kali
    • 2005
    • 2008–09
    • 2010–11
    • 2013
  • Runner-up Liga 1: 5 kali (termasuk 2012, 2014, 2016)
  • Piala Indonesia:
    • Finalis 3 kali (2004, 2005, juara 2021)
      β†’ Juara Piala Indonesia 2021 β€” trofi nasional pertama dalam 16 tahun!
  • Asia:
    • Liga Champions Asia: 4 kali tampil (2009, 2010, 2012, 2014)
    • Pernah kalahkan Kashima Antlers (Jepang) dan Zob Ahan (Iran)

πŸ’‘ Fakta Bersejarah:
Persipura adalah satu-satunya klub dari Papua yang pernah juara Liga Indonesia, dan satu-satunya klub timur Indonesia yang konsisten jadi penantang gelar selama 15 tahun.


⚫ Identitas: Mutiara Hitam dan Semangat Tanah Papua

  • Mutiara Hitam melambangkan keindahan tersembunyi Papua β€” langka, berharga, dan muncul dari kedalaman.
  • Warna hitam = kekuatan dan ketangguhan rakyat Papua
  • Warna merah = semangat juang dan darah yang mengalir di tanah Cenderawasih
  • Klub ini sangat dekat dengan budaya asli Papua:
    • Sering tampil dengan tarian perang sebelum laga
    • Menggunakan kulit kayu dan ukiran asli dalam desain kaos
    • Semboyan: “Mutiara Hitam takkan pernah pudar!”

πŸ’¬ “Kami bukan hanya bermain untuk menang. Kami bermain untuk mengharumkan nama tanah ini.”
β€” Legenda Persipura


🌟 Era Keemasan: 2005–2014

Di bawah pelatih legendaris Rahmad Darmawan, Dejan Antonic, dan Jacksen F. Tiago, Persipura menciptakan “Mutiara Hitam Era”:

  • Gaya bermain: Cepat, fisik, ofensif, dan tak kenal lelah
  • Basis pemain asli Papua: Boaz Solossa, Ian Louis Kabes, Ricardo Salampessy, Yohanes Pahabol
  • Boaz Solossa: Kapten abadi, top scorer sepanjang masa, simbol kesetiaan
  • Kemenangan epik:
    • Juara 2005: Akhiri dominasi klub Jawa
    • Juara 2013: Menang 4–2 atas Semen Padang di final
    • Liga Champions 2010: Menahan imbang Kashima Antlers (juara Jepang)

πŸŽ‰ Saat juara 2005, seluruh Jayapura berhenti bekerja β€” orang-orang menari, menembakkan panah ke langit, dan menyanyikan lagu daerah.


🏟️ Stadion Mandala: “Neraka Timur”

  • Lokasi: Jantung Kota Jayapura
  • Kapasitas: 30.000
  • Karakteristik:
    • Salah satu stadion paling menakutkan bagi tim tamu
    • Suhu panas, kelembaban tinggi, dan tekanan suporter luar biasa
    • Tribun “Kurva Timur” diisi oleh “Orange Mania” β€” suporter fanatik yang setia
  • Julukan: “Neraka Timur” β€” karena tim tamu jarang pulang dengan poin penuh.

🎢 Budaya Suporter: “Orange Mania”

  • Fans Persipura disebut “Orange Mania” (meski warna klub hitam-merah, oranye dipilih karena mencolok dan penuh semangat).
  • Mereka dikenal fanatik, kreatif, dan sangat menjunjung tinggi harga diri Papua.
  • Lagu kebanggaan:“Mutiara Hitam… bersinar di ujung timur!
    Persipura… juara sampai mati!”
  • Mereka juga sering membunyikan tifa (gendang tradisional Papua) sepanjang pertandingan.

πŸ“‰ Tantangan dan Keterpurukan (2017–2023)

Setelah era kejayaan, Persipura menghadapi masa sulit:

  • 2017–2020: Performa menurun, gagal juara
  • 2021: Juara Piala Indonesia β€” kebangkitan singkat
  • 2022: Terdegradasi ke Liga 2 untuk pertama kalinya dalam sejarah!
  • 2023: Gagal promosi kembali ke Liga 1
  • 2024: Masih bertarung di Liga 2, dengan misi kembali ke kasta tertinggi

Namun, semangat Mutiara Hitam tak pernah padam. Stadion Mandala tetap penuh, dan fans tetap menyanyi: “Kami di sini, sampai Mutiara Hitam bersinar lagi!”


πŸ’‘ Fakta Unik

  • Persipura adalah satu-satunya klub di Indonesia yang pernah juara Liga Indonesia 4 kali tanpa pernah menggunakan pemain asing di lini utama (era 2005–2013).
  • Boaz Solossa adalah pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang masa di Liga Indonesia (lebih dari 400 laga).
  • Mandala Stadium adalah salah satu dari sedikit stadion di Indonesia yang dibangun di atas bekas lapangan udara militer.
  • Persipura punya rivalitas sehat dengan Persidafon Dafonsoro (derbi Papua).

🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)

  • Bermain di Liga 2
  • Fokus pada:
    • Regenerasi pemain muda asli Papua
    • Kembalinya ke Liga 1
    • Mempertahankan identitas lokal di tengah modernisasi
  • Masih memiliki basis fans terkuat di Papua β€” bahkan lebih besar dari klub Liga 1 sekalipun.

πŸ’¬ Kesimpulan

Persipura Jayapura bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol kebanggaan tanah Papua, semangat perlawanan dari ujung timur, dan bukti bahwa Mutiara Hitam tak pernah kehilangan cahayanya β€” bahkan dalam masa sulit.

“Di Papua, ada tiga hal yang tak terpisahkan: Tifa, Cenderawasih, dan Persipura Jayapura.”

Madura United

πŸ‚ Profil Singkat Madura United

  • Nama lengkap: Madura United Football Club
  • Didirikan: 10 Januari 2016 (sebagai rebranding dari Persepam MU)
  • Kota: Pamekasan, Madura, Jawa Timur
  • Stadion: Gelora Ratu Pamelingan (kapasitas: 15.000)
  • Warna seragam: Merah dan Putih
  • Julukan:
    • Sape Kerrab (Sapi Madura) β€” simbol kekuatan, ketangguhan, dan semangat petarung khas Madura
    • Laskar Sape Kerrab
  • Pemilik: PT Polije Madura Bersatu (didukung oleh Konglomerat asal Madura, Achmad Hidayat)

πŸ”₯ Asal Usul: Dari Persepam ke Madura United

  • 1975: Berdiri sebagai Persepam Pamekasan (Persatuan Sepak Bola Pamekasan).
  • 2014: Berganti nama menjadi Persepam Madura Utama.
  • 2016: Dibeli dan direbranding total menjadi Madura United oleh pengusaha sukses asal Madura dengan visi:“Membawa kebanggaan Madura ke level nasional dan Asia.”

Perubahan ini mencakup logo baru, manajemen profesional, pemain berkualitas, dan infrastruktur modern.


πŸ† Prestasi Modern: Cepat Menanjak, Ambisius ke Puncak

Meski klub muda, Madura United cepat menjadi penantang gelar di Liga 1.

Prestasi Utama:

  • Runner-up Liga 1: 2021–2022 β€” pencapaian terbaik sepanjang sejarah!
  • 4 Besar Liga 1: 2017, 2018, 2019, 2022/23, 2023/24
  • Juara Piala Presiden: 2022 β€” trofi pertama dalam sejarah klub!
    β†’ Mengalahkan Bali United di final
  • Perempat Final Piala AFC: 2023–2024 β€” langkah terjauh klub Indonesia di kompetisi Asia saat itu

πŸ’‘ Fakta Cepat:
Dalam 8 tahun, Madura United bertransformasi dari klub kasta kedua menjadi penantang gelar reguler dan wakil Indonesia di Asia.


πŸ‚ Identitas: Sape Kerrab dan Jiwa Madura

  • Sape Kerrab adalah sapi aduan khas Madura β€” simbol keberanian, ketangguhan, dan jiwa petarung.
  • Warna merah melambangkan semangat membara, putih melambangkan kesucian niat.
  • Klub ini sangat dekat dengan budaya Madura:
    • Sering mengadakan upacara adat sebelum laga besar
    • Pemain dan pelatih diharapkan memahami “basa Madura” dan nilai “budi luhur”
    • Semboyan: “Sape Kerrab, Tak Gentar Lawan Siapa Pun!”

πŸ’¬ “Di Madura, sapi bukan hanya ternak β€” dia adalah kehormatan. Dan di lapangan, kami adalah Sape Kerrab.”


⚑ Gaya Bermain: “Total Football” Ala Madura

Madura United dikenal dengan:

  • Sepak bola ofensif, cepat, dan atraktif
  • Tekanan tinggi sejak menit pertama
  • Kombinasi sayap tajam (Theo Hernandez, Malik Risaldi) dan striker mematikan (Beto GonΓ§alves, Malik Risaldi, Peter Shalulile)
  • Di bawah pelatih Didik Agus dan Felix Magath (2023), tim ini menerapkan taktik modern ala Eropa

🌍 Pemain & Pelatih Internasional

Madura United berani merekrut talenta global:

  • Peter Shalulile (Namibia) β€” pencetak gol terbanyak Liga 1 2023
  • Slamet Nurcahyono (legenda lokal yang jadi ikon transisi)
  • Felix Magath (Jerman) β€” mantan pelatih Bayern Munchen & Schalke, jadi pelatih Eropa pertama di Liga 1 sejak 2023
  • Djenepo (Mali, eks Southampton) β€” rekrutan termahal dalam sejarah klub (2024)

🏟️ Stadion Gelora Ratu Pamelingan: Kandang Sape Kerrab

  • Lokasi: Pamekasan, Madura
  • Kapasitas: 15.000
  • Karakteristik:
    • Lapangan dengan rumput sintetis berkualitas FIFA
    • Tribun “Kurungan Sape” diisi oleh Sparta β€” kelompok suporter paling fanatik di Jawa Timur
    • Suasana sangat intimidatif untuk tim tamu β€” terutama saat lagu “Sape Kerrab” dinyanyikan

πŸŽ‰ Saat juara Piala Presiden 2022, puluhan ribu warga Madura menyambut tim dengan arak-arakan sapi aduan dan musik tradisional.


🎢 Budaya Suporter: “Sparta” dan Nyanyian Khas

  • Fans Madura United disebut “Sparta” β€” akronim dari “Sapator Madura” (Pendukung Sape Kerrab)
  • Mereka dikenal fanatik, loyal, dan sangat menjunjung tinggi harga diri Madura
  • Lagu kebanggaan:“Sape Kerrab… maju terus!
    Madura United… juara dunia!”
  • Mereka juga sering membunyikan kentongan dan gong β€” warisan budaya lokal.

πŸ’‘ Fakta Unik

  • Madura United adalah satu-satunya klub di Indonesia yang menggunakan sapi aduan sebagai lambang kekuatan.
  • Klub ini punya akademi muda terbaik di Jawa Timur β€” melahirkan talenta seperti Ahmad Agung.
  • Logo klub berbentuk kepala Sape Kerrab dengan mahkota kerajaan Sumenep β€” simbol sejarah Madura.
  • Madura United tidak pernah terdegradasi sejak promosi ke Liga 1 (2016).

🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)

  • Bermain di Liga 1
  • Target:
    • Juara Liga 1 pertama dalam sejarah
    • Kembali ke Piala AFC
    • Membangun stadion baru berkapasitas 30.000 (rencana 2025)
  • Masih menjadi salah satu klub dengan basis fans terkuat di Jawa Timur, bahkan menyaingi Arema dan Persebaya dalam hal antusiasme.

πŸ’¬ Kesimpulan

Madura United bukan hanya klub sepak bola modern.
Ia adalah perwujudan semangat Sape Kerrab: tangguh, berani, dan tak kenal menyerah.
Dari pulau kecil di ujung timur Jawa, Laskar Sape Kerrab terus berlari β€” untuk mengguncang takhta sepak bola Indonesia.

“Di Madura, ada tiga hal yang tak terpisahkan: Garam, Sate, dan Madura United.”

PSPS Pekanbaru

🐾 Profil Singkat PSPS Pekanbaru

  • Nama lengkap: Persatuan Sepak Bola Pekanbaru dan Sekitarnya
  • Didirikan: 23 Juli 1955
  • Kota: Pekanbaru, Riau
  • Stadion: Riau Main Stadium (Stadion Utama Riau) β€” kapasitas: 27.000
  • Warna seragam: Merah dan Kuning
  • Julukan:
    • Askar Siak (Pasukan Kerajaan Siak Sri Indrapura β€” kerajaan Melayu terkemuka di Riau)
    • The Panthers (Harimau Melayu)
  • Maskot: Harimau β€” simbol keberanian, kekuatan, dan kebanggaan Melayu

πŸ† Prestasi Sejarah: Kebanggaan Tanah Melayu

PSPS adalah salah satu klub tertua di Sumatra, dengan akar kuat dalam budaya Melayu Riau.

Prestasi Utama:

  • Juara Divisi Utama Liga Indonesia: 2001–2002
    β†’ Promosi ke Liga Super Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah klub
  • Runner-up Piala Indonesia: 2000 (masih bernama Piala Galatama)
  • Juara Kompetisi Perserikatan Tingkat Regional Sumatra: Beberapa kali di era 1970–1980-an
  • Pernah tampil di Piala AFC (Asia): 2003 β€” langka untuk klub non-Jawa saat itu

πŸ’‘ Fakta Bersejarah:
PSPS adalah satu-satunya klub dari Riau yang pernah juara Divisi Utama dan tampil di kompetisi Asia.


🐯 Identitas: Askar Siak dan Warisan Kerajaan Melayu

  • Askar Siak merujuk pada pasukan elit Kerajaan Siak Sri Indrapura (1723–1946) β€” kerajaan Melayu yang pernah berjaya di pesisir timur Sumatra.
  • Warna merah melambangkan keberanian, kuning melambangkan kemuliaan kerajaan Melayu.
  • Klub ini sangat dekat dengan budaya Melayu:
    • Menggunakan selawat dan gendang Melayu saat menyambut tim
    • Sering mengenakan baju Melayu dalam acara resmi
    • Semboyan: “Hidup Melayu, Mati PSPS!”

πŸ’¬ “Di Riau, harimau bukan hanya di hutan β€” dia juga di lapangan: Askar Siak!”


🌟 Era Kejayaan: Awal 2000-an

Di bawah pelatih Suhatman Iman dan Rusdi Bahalwan, PSPS mencapai puncaknya:

  • 2000: Runner-up Piala Galatama
  • 2002: Juara Divisi Utama, promosi ke kasta tertinggi
  • 2003: Tampil di Piala AFC β€” mewakili Indonesia di Asia
  • Pemain ikonik:
    • Ardiles Rumbino (striker lokal legendaris)
    • Sofyan Hadi
    • Jacksen F. Tiago (pelatih sekaligus pemain asal Brasil)
    • Legimin Raharjo (sebelum pindah ke PSMS)

PSPS dikenal dengan gaya bermain cepat, fisik, dan penuh semangat β€” cerminan karakter “Askar Siak”.


🏟️ Stadion Riau Main: Kandang Askar Siak

  • Lokasi: Kompleks Olahraga Riau, Pekanbaru
  • Dibangun: 2012 (untuk PON XVIII Riau)
  • Karakteristik:
    • Salah satu stadion termodern di Sumatra
    • Tribun “Curva Selatan” diisi oleh kelompok suporter “Panther Mania”
    • Suasana sangat mendukung, terutama saat derby melawan Semen Padang atau Sriwijaya

πŸŽ‰ Saat juara Divisi Utama 2002, ribuan warga Pekanbaru turun ke jalan membawa tombak Melayu dan gendang β€” perayaan adat yang tak terlupakan.


🎢 Budaya Suporter: “Panther Mania” dan Gendang Melayu

  • Fans PSPS disebut “Panther Mania” atau “Askar Siak Sejati”.
  • Mereka dikenal fanatik, kreatif, dan sangat menjunjung tinggi adat Melayu.
  • Lagu kebanggaan:“Askar Siak… takkan gentar!
    Wong Riau… juaro di medan!”
  • Mereka juga sering membunyikan gendang Melayu dan menyanyikan pantun semangat sebelum pertandingan.

πŸ“‰ Tantangan dan Keterpurukan (2010–2024)

Setelah era kejayaan, PSPS menghadapi masa sulit:

  • 2010: Terdegradasi ke Divisi Utama
  • 2014–2020: Bergulat di Liga 2, bahkan nyaris bangkrut
  • 2021–2023: Sempat tidak ikut kompetisi karena masalah izin dan finansial
  • 2024: Kembali bermain di Liga 3 (kasta ketiga), dengan misi bangkit dari nol

Namun, semangat Askar Siak tetap menyala. Meski main di Liga 3, stadion tetap ramai, dan fans tetap setia.


πŸ’‘ Fakta Unik

  • PSPS adalah salah satu dari sedikit klub di Indonesia yang mengambil identitas dari kerajaan Melayu lokal (Kerajaan Siak).
  • Klub ini tidak pernah menggunakan nama sponsor di logo utama β€” sebagai bentuk menjaga martabat Melayu.
  • Lagu Mars PSPS berirama gendang Melayu, bukan musik modern.
  • PSPS punya rivalitas sejarah dengan Semen Padang FC β€” disebut “Derbi Melayu Sumatra”.

🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)

  • Bermain di Liga 3 (kasta ketiga)
  • Fokus pada:
    • Regenerasi pemain muda asal Riau
    • Kemitraan dengan akademi lokal
    • Kembalinya ke Liga 2
  • Masih memiliki basis fans kuat di Riau, terutama di kawasan Siak, Bengkalis, dan Dumai.

πŸ’¬ Kesimpulan

PSPS Pekanbaru bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah penjaga warisan Kerajaan Siak, simbol kebanggaan Melayu Riau, dan semangat “Askar Siak” yang tak pernah menyerah.

“Di Riau, ada tiga hal yang tak terpisahkan: Sagu, Laksamana Raja Di Laut, dan PSPS Pekanbaru.”

Sriwijaya FC

🦁 Profil Singkat Sriwijaya FC

  • Nama lengkap: Sriwijaya Football Club
  • Didirikan: 24 Oktober 2004 (hasil penggabungan Persijatim Solo dan PS Palembang)
  • Kota: Palembang, Sumatra Selatan
  • Stadion: Gelora Sriwijaya Jakabaring (kapasitas: 23.000)
  • Warna seragam: Kuning dan Biru
  • Julukan:
    • Laskar Wong Kito (“Kami semua” dalam bahasa Palembang)
    • SFC
  • Pemilik awal: PT. Sriwijaya Multi Artha (didukung Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan)
  • Status kini: Bermain di Liga 2 (2024), setelah masa kejayaan di puncak sepak bola Indonesia.

πŸ† Prestasi Emas: Tahun Ajaib 2007–2008

Sriwijaya FC mencatat sejarah tak terlupakan dalam sepak bola Indonesia β€” satu-satunya klub yang pernah meraih “Double Champions” dalam satu musim.

2007–2008: Musim Terbaik Sepanjang Masa

  • Juara Liga Indonesia Premier Division 2007
  • Juara Piala Indonesia 2007
    β†’ Menjadi satu-satunya klub dalam sejarah sepak bola Indonesia yang juara dua kompetisi nasional utama dalam satu musim.
  • 2008: Juara Piala Indonesia untuk kedua kalinya berturut-turut
  • 2009: Juara Piala Indonesia untuk ketiga kalinya (total 3 gelar Piala Indonesia: 2007, 2008, 2009)

πŸ’‘ Fakta Bersejarah:
Sriwijaya FC adalah satu-satunya klub di Indonesia yang pernah tiga kali juara Piala Indonesia, dan satu-satunya yang pernah “double champions”.


🦁 Identitas: Laskar Wong Kito dan Warisan Kerajaan Maritim

  • Nama “Sriwijaya” diambil dari Kerajaan Sriwijaya β€” kerajaan maritim Buddha terbesar di Asia Tenggara yang berpusat di Palembang (abad ke-7–13).
  • Warna kuning melambangkan kejayaan kerajaan, biru melambangkan Sungai Musi yang membelah Palembang.
  • “Wong Kito” (Kami Semua) mencerminkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat Palembang.

πŸ’¬ “Kami bukan hanya suporter. Kami adalah Wong Kito β€” satu jiwa, satu semangat.”


🌟 Era Keemasan: 2007–2011

Di bawah pelatih legendaris Rahmad Darmawan dan Kas Hartadi, Sriwijaya FC dikenal dengan:

  • Gaya bermain ofensif, cepat, dan atraktif
  • Basis pemain lokal Sumatra Selatan yang dikombinasikan dengan pemain asing berkualitas
  • Pemain ikonik:
    • Keith “Kayamba” Gumbs (pemain asing paling dicintai)
    • Maman Abdurrahman
    • Iswandi Usman
    • Anindito Wahyu
    • Kurnia Meiga (kiper muda saat itu)
  • Kemenangan epik:
    • Final Piala Indonesia 2007: Sriwijaya 3–0 Persipura Jayapura
    • Final Piala Indonesia 2009: Sriwijaya 4–0 Persipura Jayapura
      β†’ Dua kali menghancurkan raksasa timur Indonesia di final!

🏟️ Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring

  • Dibangun untuk PON 2004 dan SEA Games 2011
  • Lokasi: Kawasan Jakabaring, Palembang
  • Karakteristik:
    • Lapangan dengan rumput terbaik di Indonesia saat itu
    • Tribun “Sisi Kiri” diisi oleh “Squad Garuda” β€” kelompok suporter paling fanatik
    • Dijuluki “Benteng Wong Kito” β€” sangat sulit dikalahkan di kandang

πŸŽ‰ Saat juara 2007, ratusan ribu warga Palembang memadati jalanan dalam pesta kemenangan terbesar sepanjang sejarah kota ini.


πŸ“‰ Keterpurukan dan Tantangan (2012–Sekarang)

Setelah era kejayaan, Sriwijaya FC menghadapi masa sulit:

  • Masalah finansial akibat ketergantungan pada dana APBD
  • Konflik manajemen dan dualisme kepengurusan
  • 2013: Terdegradasi ke Liga 2
  • 2020: Nyaris bangkrut, tak ikut kompetisi
  • 2021–2024: Bermain di Liga 2, gagal promosi

Namun, semangat Wong Kito tak pernah padam. Bahkan saat main di Liga 2, stadion tetap penuh, dan fans tetap setia.


🎢 Budaya Suporter: “Squad Garuda” dan Nyanyian Khas

  • Fans Sriwijaya disebut “Wong Kito” atau “Squad Garuda”.
  • Lagu kebanggaan:“Wong Kito… Gugur Bersamo!
    Sriwijaya… Juaro Sampai Mati!”

    (Kami semua… Gugur bersama! Sriwijaya… Juara sampai mati!)
  • Mereka juga menyanyikan “Sriwijayo” β€” lagu daerah Palembang β€” sebagai nyanyian penyemangat.

πŸ’‘ Fakta Unik

  • Sriwijaya FC adalah satu-satunya klub di Indonesia yang pernah tiga kali juara Piala Indonesia.
  • Keith Gumbs (pemain asal St. Kitts & Nevis) dianggap pemain asing terbaik sepanjang masa oleh fans SFC.
  • Klub ini pernah menolak sponsor besar karena tidak sesuai nilai lokal.
  • Nama “Sriwijaya” dipilih untuk membangkitkan kebanggaan sejarah, bukan sekadar nama klub.

🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)

  • Bermain di Liga 2
  • Fokus pada:
    • Pembinaan pemain muda asal Sumatra Selatan
    • Stabilitas manajemen independen (lepas dari APBD)
    • Kembalinya ke Liga 1
  • Masih memiliki basis fans terkuat di Sumatra Selatan β€” bahkan lebih besar dari klub Liga 1 sekalipun.

πŸ’¬ Kesimpulan

Sriwijaya FC bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol kebanggaan sejarah Kerajaan Sriwijaya, semangat persatuan Wong Kito, dan kenangan kejayaan yang tak terlupakan.

“Di Palembang, ada tiga hal yang tak terpisahkan: Pempek, Sungai Musi, dan Sriwijaya FC.”

Semen Padang FC

πŸƒ Profil Singkat Semen Padang FC

  • Nama lengkap: Semen Padang Football Club
  • Didirikan: 30 Oktober 1980 (sebagai bagian dari kegiatan sosial PT Semen Padang)
  • Kota: Padang, Sumatra Barat
  • Stadion: Gelora Haji Agus Salim Stadium (dikenal sebagai Stadion Haji Agus Salim) β€” kapasitas: 25.000
  • Warna seragam: Merah dan Putih
  • Julukan:
    • Kabau Sirah (Kerbau Merah) β€” lambang keberanian, kekuatan, dan kebanggaan budaya Minangkabau
    • Laskar Pamanahan
  • Pemilik: PT Semen Padang (anak perusahaan PT Semen Indonesia / SIG) β€” satu-satunya klub di Indonesia yang dimiliki oleh perusahaan semen.

πŸ† Prestasi Sejarah: Kebanggaan Sumatra Barat

Semen Padang FC adalah klub paling sukses dari Sumatra di era Liga Indonesia modern.

Prestasi Utama:

  • Juara Liga Indonesia Premier Division: 1994–1995 (era Galatama)
  • Runner-up Liga Super Indonesia: 2013 β€” pencapaian terbaik di era modern!
  • Juara Piala Indonesia: Belum pernah, tapi finalis Piala Presiden 2015
  • Prestasi Asia:
    • AFC Cup 2013: Mencapai perempat final β€” pencapaian terbaik klub Indonesia di kompetisi Asia saat itu!
      β†’ Mengalahkan klub dari India, Filipina, Vietnam

πŸ’‘ Fakta Bersejarah:
Semen Padang adalah satu-satunya klub dari Sumatra Barat yang pernah menjadi runner-up Liga Indonesia dan tampil di kompetisi Asia.


πŸƒ Identitas: Kabau Sirah dan Budaya Minangkabau

  • Kabau Sirah (Kerbau Merah) adalah simbol keberanian, keteguhan, dan kebanggaan dalam budaya Minangkabau.
  • Warna merah melambangkan semangat juang, putih melambangkan kesucian niat.
  • Klub ini sangat dekat dengan nilai adat Minang:
    • “Bulek aia ka balabah, bulek batu ka galanggang”
      (Bulat air ke tempatnya, bulat batu ke gelanggang) β†’ gotong royong dan persatuan.
    • “Alam takambang jadi guru” β†’ alam sebagai guru kehidupan.

πŸ’¬ “Kabau Sirah bukan hanya julukan. Itu adalah sumpah: takkan pernah menyerah, meski lawan lebih besar.”


🌟 Era Kejayaan: 2011–2014

Di bawah pelatih Jafri Sastra dan Nil Maizar, Semen Padang menjadi kekuatan menakutkan:

  • 2011: Juara Divisi Utama, promosi ke Liga Super
  • 2012: Finish ke-3 di Liga Super
  • 2013: Runner-up Liga Super (kalah tipis dari Persipura)
  • 2013: Perempat final AFC Cup β€” mengalahkan Tampines Rovers (Singapura), Dhaka Mohammedan (Bangladesh)
  • Pemain ikonik:
    • Feri Aman Saragih
    • Hendra Bayauw
    • Esteban Vizcarra (naturalisasi asal Argentina)
    • Edward Junior Wilson (striker Liberia)

🏟️ Stadion Haji Agus Salim: “Gelora Kabau Sirah”

  • Lokasi: Jantung Kota Padang
  • Karakteristik:
    • Tribun “Curva West” diisi oleh kelompok suporter “The Kerbau Merah”
    • Suasana sangat intimidatif untuk tim tamu β€” terutama saat lagu “Takkan Makiah” (Takkan Pernah Menyerah) dinyanyikan
  • Renovasi: Diperbarui untuk PON 2011, kini jadi salah satu stadion terbaik di Sumatra.

🎢 Budaya Suporter: “The Kerbau Merah”

  • Fans Semen Padang disebut “The Kerbau Merah” atau “Kabau Mania”.
  • Mereka dikenal fanatik, kreatif, dan sangat setia β€” bahkan saat klub terdegradasi.
  • Lagu kebanggaan:“Kabau Sirah… takkan makiah!
    Kami di sini… sampai akhir nanti!”
  • Mereka juga sering menyanyikan “Takkan Makiah” dalam berbagai versi β€” dari akustik hingga EDM.

πŸ“‰ Tantangan dan Keterpurukan (2015–2023)

Setelah era kejayaan, Semen Padang menghadapi masa sulit:

  • 2015: Terdegradasi ke Liga 2
  • 2019: Bangkit, promosi ke Liga 1
  • 2020: Kompetisi dihentikan akibat pandemi
  • 2022: Terdegradasi lagi ke Liga 2
  • 2023–2024: Berjuang di Liga 2, gagal promosi

Tapi semangat Kabau Sirah tetap hidup β€” stadion selalu penuh, meski main di kasta kedua.


πŸ’‘ Fakta Unik

  • Semen Padang adalah satu-satunya klub di Asia Tenggara yang dimiliki oleh perusahaan semen.
  • Klub ini tidak pernah berganti nama sejak berdiri β€” tetap Semen Padang FC, sebagai bentuk menjaga identitas.
  • Esteban Vizcarra adalah naturalisasi pertama yang benar-benar dicintai fans β€” jadi ikon klub.
  • Semen Padang punya akademi muda terbaik di Sumatra Barat β€” melahirkan talenta lokal seperti Riko Simanjuntak (meski akhirnya ke Persija).

🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)

  • Bermain di Liga 2 (kasta kedua)
  • Fokus pada:
    • Pembinaan pemain muda Minang
    • Stabilitas manajemen
    • Kembalinya ke Liga 1
  • Masih punya basis fans terkuat di Sumatra Barat β€” bahkan lebih besar dari klub Liga 1 sekalipun.

πŸ’¬ Kesimpulan

Semen Padang FC bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah perwujudan semangat Minangkabau: teguh, berani, dan tak pernah menyerah.
Dari pabrik semen ke panggung Asia, Kabau Sirah terus berlari β€” untuk kebanggaan Ranah Minang.

“Di Padang, ada tiga hal yang tak terpisahkan: Rendang, Nasi Kapau, dan Semen Padang.”

SSC Napoli

🦁 Profil Singkat Napoli

  • Nama lengkap: SocietΓ  Sportiva Calcio Napoli
  • Didirikan: 25 Agustus 1926 (gabungan dari Naples Foot-Ball Club dan Internazionale Napoli)
  • Kota: Naples (Napoli), Campania, Italia
  • Stadion: Stadio Diego Armando Maradona (dulunya Stadio San Paolo) β€” kapasitas: 54.726
  • Warna seragam: Biru langit (Azzurri)
  • Julukan:
    • Gli Azzurri (Yang Biru)
    • Partenopei (anak-anak Partenope β€” siren mitos pendiri kota Napoli)
  • Pemilik: Aurelio De Laurentiis (produser film Italia, sejak 2004)

πŸ† Prestasi: Dua Kali Juara Italia, Satu Kali Legenda

Napoli mungkin bukan klub terkaya, tapi punya sejarah paling emosional di Italia.

Domestik (Italia)

  • Juara Serie A: 2 kali
    • 1986–87 β†’ bersama Diego Maradona
    • 2022–23 β†’ setelah 33 tahun menunggu!
  • Juara Coppa Italia: 6 kali (terakhir: 2020)
  • Juara Supercoppa Italiana: 2 kali

Eropa

  • Piala UEFA (kini Liga Europa): 1 kali juara (1989)
  • Final Liga Champions: Belum pernah (terbaik: semifinal 2023/24)

πŸ’‘ Fakta Bersejarah:
Napoli adalah satu-satunya klub di selatan Italia yang pernah juara Serie A β€” prestasi luar biasa di tengah dominasi klub utara (Juventus, Milan, Inter).


🌊 Asal Identitas: Kota, Laut, dan Mitos

  • Warna biru melambangkan Laut Tyrrhenia yang mengelilingi Naples.
  • Julukan “Partenopei” berasal dari Partenope, siren dalam mitologi Yunani yang konon mendirikan kota Napoli.
  • Stadion dinamai Diego Armando Maradona pada 2020 β€” penghormatan langka dari sebuah kota untuk pemain asing.

⭐ Era Keemasan: Maradona dan Keajaiban (1984–1991)

Kedatangan Diego Maradona pada 1984 mengubah Napoli selamanya:

  • Dari klub sering terancam degradasi β†’ jadi juara Italia dua kali.
  • 1987: Juara Serie A pertama dalam sejarah β€” seluruh kota Naples berhenti bekerja, jutaan orang turun ke jalan.
  • 11 Mei 1987: Hari paling suci dalam sejarah Napoli β€” lebih sakral dari Paskah bagi banyak warga.
  • 1989: Menang Piala UEFA β€” mengalahkan Stuttgart di final.

πŸ’¬ “Maradona tidak hanya bermain untuk Napoli. Ia menjadi Napoli.”
β€” Warga Naples

Namun, era ini berakhir tragis: Maradona pergi setelah skandal narkoba (1991), dan Napoli perlahan kembali ke mediokritas β€” bahkan bangkrut pada 2004.


πŸ¦… Kebangkitan di Bawah De Laurentiis (2004–Sekarang)

  • 2004: Klub dinyatakan bangkrut, turun ke Serie C1 (liga ketiga).
  • Aurelio De Laurentiis (produser film Hannibal, The Nutty Professor) membeli aset klub dan mendirikannya kembali sebagai “Napoli” baru.
  • Perlahan naik:
    • 2006: Kembali ke Serie A
    • 2010: Datangkan Marek HamΕ‘Γ­k, Ezequiel Lavezzi, Edinson Cavani
    • 2013: Datangkan Gonzalo HiguaΓ­n (cetak 36 gol di Serie A β€” rekor modern)
    • 2017–2020: Era Maurizio Sarri + Dries Mertens β†’ permainan ofensif “Sarriball”

πŸ”₯ Gelar 2022–23: Kembalinya Sang Raja

Setelah 33 tahun puasa, Napoli kembali jadi Scudetto:

  • Pelatih: Luciano Spalletti
  • Bintang: Victor Osimhen (26 gol), Khvicha Kvaratskhelia (“Kvaradona”), Giovanni Di Lorenzo, Stanislav Lobotka
  • Rekor:
    • Menang 29 dari 38 laga
    • Raih 90 poin β€” rekor klub
    • Unggul 15 poin dari runner-up (Lazio)

πŸŽ‰ Ribuan fans memadati Piazza del Plebiscito β€” pesta terbesar sejak 1987!


πŸ’™ Budaya & Semangat “Napoli Γ¨ Napoli”

  • Napoli bukan sekadar klub β€” ia adalah identitas kota selatan yang sering diabaikan elite utara.
  • Fans dikenal fanatik, emosional, dan setia β€” bahkan saat klub di Serie C.
  • Lagu kebanggaan:“Maradona, Maradona… Napoli Γ¨ tutto!”
    “O surdato ‘nnammurato” (Lagu cinta prajurit Neapolitan)
  • San Gennaro (santo pelindung Naples) sering dipanjatkan sebelum pertandingan penting.

🏟️ Stadio Diego Armando Maradona

  • Kapasitas: 54.726
  • Lokasi: Fuorigrotta, Naples
  • Uniknya: Dibangun di atas gua vulkanik β€” suara fans bergema seperti “gemuruh gunung berapi”.
  • Fakta: Stadion ini jarang penuh di masa sulit, tapi selalu meledak saat Napoli menang.

πŸ’‘ Fakta Unik

  • Napoli adalah satu-satunya klub di dunia yang stadionnya dinamai untuk pemain asing (Maradona, Argentina).
  • Lagu “’O Sole Mio” (diciptakan di Naples) sering dinyanyikan fans sebagai nyanyian kemenangan.
  • Mafia Napoli (Camorra) pernah sangat dekat dengan klub di era 1980-an β€” tapi kini sudah jauh dari pengaruh gelap.
  • Napoli punya fans di seluruh dunia β€” terutama di Amerika Selatan dan Eropa Timur.

🏁 Tantangan & Masa Depan

  • 2023/24: Tampil impresif di Liga Champions (semifinalis), tapi gagal pertahankan gelar Serie A.
  • Isu utama:
    • Menahan bintang seperti Osimhen dan Kvaratskhelia dari godaan klub besar
    • Membangun skuad yang konsisten di semua kompetisi
  • Visi De Laurentiis: Jadikan Napoli kekuatan Eropa permanen, bukan hanya fenomena sesaat.

πŸ’¬ Kesimpulan

Napoli adalah kisah cinta antara kota, klub, dan legenda.
Ia bukti bahwa semangat rakyat kecil bisa mengguncang takhta raksasa.

“Di Napoli, sepak bola bukan olahraga. Ia adalah agama, harapan, dan kebanggaan hidup.”

AS Roma di Liga Konferensi Eropa UEFA 2021–2022

πŸ† Mengapa Liga Konferensi Eropa?

UEFA meluncurkan UEFA Europa Conference League pada 2021 sebagai kompetisi Eropa ketiga (setelah Liga Champions dan Liga Europa), khusus untuk klub dari liga berperingkat menengah.

AS Roma tidak lolos ke Liga Europa setelah finis ke-7 di Serie A 2020–21, tapi mendapat tiket ke Liga Konferensi karena statusnya sebagai salah satu klub terbesar Eropa.


πŸ‘‘ Pelatih: JosΓ© Mourinho – “The Special One”

  • Mourinho ditunjuk sebagai pelatih Roma pada musim panas 2021.
  • Ia berjanji membawa trofi Eropa dalam 2–3 tahun.
  • Musim pertamanya: fokus total pada Liga Konferensi, bahkan rela menurunkan tim lapis kedua di Serie A demi menjaga kebugaran pemain di Eropa.

“Saya datang ke Roma bukan untuk berlibur. Saya datang untuk menang.”
β€” JosΓ© Mourinho


πŸ—“οΈ Perjalanan Roma ke Final (2021–2022)

πŸ”Ή Fase Grup (Grup C)

Roma bersaing dengan:

  • Zorya Luhansk (Ukraina)
  • BodΓΈ/Glimt (Norwegia)
  • CSKA Sofia (Bulgaria)

Hasil:
βœ… Menang 4 – Kalah 1 – Imbang 1
β†’ Juara Grup C, lolos ke babak gugur.

⚠️ Kekalahan mengejutkan 2–6 dari BodΓΈ/Glimt di Roma jadi pukulan besar, tapi Roma bangkit di leg kedua.


πŸ”Έ Babak Gugur (Knockout Phase)

1. Playoff (vs Trabzonspor – Turki)

  • Agg: Roma 3–2 Trabzonspor
    • Leg 1: 1–0 (kandang)
    • Leg 2: 2–2 (tandang)

2. 16 Besar (vs Vitesse – Belanda)

  • Agg: Roma 4–2 Vitesse
    • Leg 1: 1–0 (tandang)
    • Leg 2: 3–2 (kandang)

3. Perempat Final (vs BodΓΈ/Glimt – Norwegia)

  • Agg: Roma 2–2 (menang agregat tandang)
    • Leg 1: 1–2 (kandang) β†’ kejutan!
    • Leg 2: 1–0 (tandang) β†’ gol Tammy Abraham di menit 34
      β†’ Roma lolos berkat aturan gol tandang (yang dihapus UEFA setelah musim ini).

πŸ’₯ Ini adalah balas dendam atas kekalahan 2–6 di fase grup.

4. Semifinal (vs Feyenoord – Belanda)

  • Agg: Roma 1–0 Feyenoord
    • Leg 1: 1–0 (tandang) β†’ gol NicolΓ² Zaniolo
    • Leg 2: 0–0 (kandang)
      β†’ Roma tampil solid, pertahanan rapat ala Mourinho.

🏟️ Final: Roma vs Feyenoord – 25 Mei 2022

  • Tempat: Arena KombΓ«tare, Tirana, Albania
  • Penonton: Β±19.000 (termasuk 8.000 fans Roma!)
  • Wasit: Slavko VinčiΔ‡ (Slovenia)

πŸ”₯ Jalannya Pertandingan

  • Menit 32: NicolΓ² Zaniolo mencetak gol tunggal dengan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti setelah umpan silang dari Rick Karsdorp.
  • Feyenoord mendominasi penguasaan bola (60%), tapi Roma bertahan dengan disiplin tinggi.
  • Tak ada kartu kuning sepanjang pertandingan β€” sangat langka di final Eropa!
  • Rui PatrΓ­cio (kiper Roma) tampil gemilang, termasuk menyelamatkan tendangan bebas Berghuis.

βœ… Skor akhir: Roma 1–0 Feyenoord


πŸ₯‡ Sejarah Tercipta!

  • AS Roma menjadi klub Italia pertama yang menjuarai Liga Konferensi Eropa.
  • Ini adalah gelar Eropa pertama dalam 61 tahun sejarah klub (sejak berdiri 1927).
  • JosΓ© Mourinho menjadi pelatih pertama yang memenangkan semua tiga trofi Eropa UEFA:
    • Liga Champions (2004, 2010)
    • Liga Europa (2003, 2017)
    • Liga Konferensi (2022)

πŸŽ‰ Ribuan fans Roma memadati Circus Maximus di Roma untuk merayakan kemenangan β€” pesta terbesar sejak 2001 (juara Serie A).


🌟 Pemain Kunci Musim Itu

  • Tammy Abraham: Top scorer Roma di Eropa (9 gol)
  • NicolΓ² Zaniolo: Pencetak gol di semifinal & final
  • Lorenzo Pellegrini: Kapten yang memainkan peran penting
  • Rui PatrΓ­cio: Kiper andal yang selamatkan banyak situasi kritis
  • JosΓ© Mourinho: Arsitek taktis yang bawa Roma jadi juara

πŸ’¬ Kutipan Bersejarah

“Ini untuk kota ini, untuk fans, untuk semua yang mencintai Roma. Kami membuat sejarah!”
β€” JosΓ© Mourinho usai pertandingan

“Saya bermimpi mencetak gol di final. Dan malam ini, mimpi itu jadi nyata.”
β€” NicolΓ² Zaniolo


🏁 Warisan Kemenangan 2022

  • Trofi ini memulihkan kepercayaan diri klub setelah puluhan tahun tanpa gelar Eropa.
  • Menjadi fondasi bagi ambisi lebih besar di Eropa.
  • Menegaskan bahwa Mourinho masih mampu menciptakan keajaiban.

🐺 “La Prima!” (Yang Pertama!) β€” itulah teriakan fans Roma saat trofi diangkat.
Karena setelah 95 tahun menunggu, Roma akhirnya punya trofi Eropa.

AS Roma β€” salah satu klub sepak bola paling ikonik dan bersejarah di Italia.

πŸ† Profil Singkat AS Roma

  • Nama lengkap: Associazione Sportiva Roma
  • Didirikan: 7 Juni 1927
  • Kota: Roma, Italia
  • Stadion: Stadio Olimpico (kapasitas: 70.634) β€” dipakai bersama rival sekota Lazio
  • Warna seragam: Kuning dan Merah (disebut “i giallorossi”)
  • Julukan:
    • La Lupa (Serigala Betina) β€” merujuk pada legenda pendiri Roma
    • I Lupi (Para Serigala)

🐺 Asal Nama & Identitas: Legenda Roma Kuno

Identitas AS Roma sangat terinspirasi oleh sejarah kota Roma:

  • Lambang klub: Serigala betina (Lupa Capitolina) yang menyusui Romulus dan Remus β€” pendiri mitos kota Roma.
  • Warna kuning-merah: diambil dari warna bendera kota Roma.
  • Semboyan tidak resmi: “Roma Γ¨ la nostra religione” (Roma adalah agama kami).

πŸ“œ Sejarah Berdirinya: Penyatuan oleh Fascisme

AS Roma tidak lahir dari komunitas lokal biasa, tapi dari keputusan politik:

  • Pada 1927, pemerintah fasis di bawah Benito Mussolini ingin menciptakan satu klub kuat di ibu kota untuk menyaingi klub utara seperti Juventus dan AC Milan.
  • Maka, tiga klub Roma digabung:
    • Roman FC
    • SS Alba-Audace
    • Fortitudo-Pro Roma SGS
  • Hasilnya: AS Roma lahir sebagai simbol kebanggaan ibu kota.

πŸ… Prestasi Utama

Domestik (Italia)

  • Juara Serie A: 3 kali
    • 1941–42
    • 1982–83
    • 2000–01 (musim paling legendaris, di bawah pelatih Fabio Capello dan trio Totti-Francesco Totti, Batistuta, Montella)
  • Juara Coppa Italia: 9 kali (terbanyak ke-2 setelah Juventus)
  • Juara Supercoppa Italiana: 2 kali

Eropa

  • Final Piala UEFA (kini Liga Europa):
    • 1991: Kalah dari Inter Milan
    • 2023: Kalah dari Sevilla (0–1)
  • Juara Liga Konferensi Eropa UEFA: 2022
    β†’ Ini adalah gelar Eropa pertama dalam sejarah klub!
    β†’ Diraih di bawah pelatih legendaris JosΓ© Mourinho.

⭐ Legenda dan Ikon Klub

  • Francesco Totti (Il Capitano):
    • Bermain 25 tahun hanya untuk Roma (1992–2017)
    • Pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub
    • Nomor 10-nya dipensiunkan seumur hidup
  • Daniele De Rossi: Gelandang keras, setia, dan penuh semangat β€” mantan kapten setelah Totti.
  • Aldair, Cafu, Gabriel Batistuta, Daniele De Rossi, Giuseppe Giannini β€” juga jadi legenda.

πŸ’¬ “Saya lahir di Roma, bermain untuk Roma, dan akan mati sebagai pendukung Roma.”
β€” Francesco Totti


πŸ”΄ Rivalitas: Derby della Capitale

  • Lawan utama: SS Lazio (klub sekota)
  • Derbi Roma vs Lazio disebut “Derby della Capitale” β€” salah satu derby paling panas dan emosional di Eropa.
  • Rivalitas bukan hanya soal olahraga, tapi juga perbedaan identitas politik dan sosial:
    • Roma: identik dengan rakyat biasa, sentimen anti-fasis pasca-Perang Dunia II.
    • Lazio: dulu dikaitkan dengan kelompok sayap kanan (meski kini lebih moderat).

🌍 Kepemilikan Saat Ini

  • Sejak 2011, AS Roma dimiliki oleh konsorsium Amerika:
    • Awalnya oleh James Pallotta
    • Sejak 2021, dijual ke Dan Friedkin Group (pengusaha asal Texas, AS) seharga €598 juta.
  • Klub kini berfokus pada modernisasi, akademi muda, dan ekspansi global.

🎯 Gaya Bermain & Filosofi

  • Dikenal sebagai tim ofensif, penuh gairah, dan emosional.
  • Sering memainkan formasi 3-4-2-1 atau 4-3-3.
  • Mengandalkan pemain akademi lokal (seperti Totti dan De Rossi) β€” bagian dari filosofi “Cuore Romanista” (Hati Pendukung Roma).

πŸ’š Fakta Unik

  • Lagu kebangsaan: “Roma Roma Roma” β€” dinyanyikan puluhan ribu fans di Stadio Olimpico.
  • Tifosi Roma dikenal sangat setia, bahkan saat klub tidak juara selama puluhan tahun.
  • Mascot klub: Romolo, serigala kartun yang mengenakan kostum kuning-merah.
  • AS Roma adalah satu-satunya klub besar di Eropa yang tidak pernah terdegradasi dari liga teratas sejak 1950-an.

🏁 Kesimpulan

AS Roma bukan hanya klub sepak bola β€”
ia adalah jantung kota Roma, simbol perlawanan, dan rumah bagi para pahlawan lokal yang lebih memilih kesetiaan daripada uang.