Info terkini Tentang Permainan Online

bonus slot

now browsing by category

 

PERSIPURA JAYAPURA

⚫💎 Profil Singkat Persipura Jayapura

  • Nama lengkap: Persatuan Sepak Bola Indonesia Jayapura
  • Didirikan: 1 Mei 1963
  • Kota: Jayapura, Papua
  • Stadion: Mandala Stadium (kapasitas: 30.000)
  • Warna seragam: Hitam dan Merah
  • Julukan:
    • Mutiara Hitam — merujuk pada mutiara alami dari perairan Papua yang langka dan berharga
    • The Blackpearl
  • Pemilik: Pemerintah Kota Jayapura (klub milik pemerintah daerah)

🏆 Prestasi Emas: Raja Timur Indonesia

Persipura adalah klub paling sukses di luar Jawa, dengan dominasi luar biasa di era 2000–2010-an.

Prestasi Utama:

  • Juara Liga Indonesia / Liga 1: 4 kali
    • 2005
    • 2008–09
    • 2010–11
    • 2013
  • Runner-up Liga 1: 5 kali (termasuk 2012, 2014, 2016)
  • Piala Indonesia:
    • Finalis 3 kali (2004, 2005, juara 2021)
      Juara Piala Indonesia 2021 — trofi nasional pertama dalam 16 tahun!
  • Asia:
    • Liga Champions Asia: 4 kali tampil (2009, 2010, 2012, 2014)
    • Pernah kalahkan Kashima Antlers (Jepang) dan Zob Ahan (Iran)

💡 Fakta Bersejarah:
Persipura adalah satu-satunya klub dari Papua yang pernah juara Liga Indonesia, dan satu-satunya klub timur Indonesia yang konsisten jadi penantang gelar selama 15 tahun.


Identitas: Mutiara Hitam dan Semangat Tanah Papua

  • Mutiara Hitam melambangkan keindahan tersembunyi Papua — langka, berharga, dan muncul dari kedalaman.
  • Warna hitam = kekuatan dan ketangguhan rakyat Papua
  • Warna merah = semangat juang dan darah yang mengalir di tanah Cenderawasih
  • Klub ini sangat dekat dengan budaya asli Papua:
    • Sering tampil dengan tarian perang sebelum laga
    • Menggunakan kulit kayu dan ukiran asli dalam desain kaos
    • Semboyan: “Mutiara Hitam takkan pernah pudar!”

💬 “Kami bukan hanya bermain untuk menang. Kami bermain untuk mengharumkan nama tanah ini.”
— Legenda Persipura


🌟 Era Keemasan: 2005–2014

Di bawah pelatih legendaris Rahmad Darmawan, Dejan Antonic, dan Jacksen F. Tiago, Persipura menciptakan “Mutiara Hitam Era”:

  • Gaya bermain: Cepat, fisik, ofensif, dan tak kenal lelah
  • Basis pemain asli Papua: Boaz Solossa, Ian Louis Kabes, Ricardo Salampessy, Yohanes Pahabol
  • Boaz Solossa: Kapten abadi, top scorer sepanjang masa, simbol kesetiaan
  • Kemenangan epik:
    • Juara 2005: Akhiri dominasi klub Jawa
    • Juara 2013: Menang 4–2 atas Semen Padang di final
    • Liga Champions 2010: Menahan imbang Kashima Antlers (juara Jepang)

🎉 Saat juara 2005, seluruh Jayapura berhenti bekerja — orang-orang menari, menembakkan panah ke langit, dan menyanyikan lagu daerah.


🏟️ Stadion Mandala: “Neraka Timur”

  • Lokasi: Jantung Kota Jayapura
  • Kapasitas: 30.000
  • Karakteristik:
    • Salah satu stadion paling menakutkan bagi tim tamu
    • Suhu panas, kelembaban tinggi, dan tekanan suporter luar biasa
    • Tribun “Kurva Timur” diisi oleh “Orange Mania” — suporter fanatik yang setia
  • Julukan: “Neraka Timur” — karena tim tamu jarang pulang dengan poin penuh.

🎶 Budaya Suporter: “Orange Mania”

  • Fans Persipura disebut “Orange Mania” (meski warna klub hitam-merah, oranye dipilih karena mencolok dan penuh semangat).
  • Mereka dikenal fanatik, kreatif, dan sangat menjunjung tinggi harga diri Papua.
  • Lagu kebanggaan:“Mutiara Hitam… bersinar di ujung timur!
    Persipura… juara sampai mati!”
  • Mereka juga sering membunyikan tifa (gendang tradisional Papua) sepanjang pertandingan.

📉 Tantangan dan Keterpurukan (2017–2023)

Setelah era kejayaan, Persipura menghadapi masa sulit:

  • 2017–2020: Performa menurun, gagal juara
  • 2021: Juara Piala Indonesia — kebangkitan singkat
  • 2022: Terdegradasi ke Liga 2 untuk pertama kalinya dalam sejarah!
  • 2023: Gagal promosi kembali ke Liga 1
  • 2024: Masih bertarung di Liga 2, dengan misi kembali ke kasta tertinggi

Namun, semangat Mutiara Hitam tak pernah padam. Stadion Mandala tetap penuh, dan fans tetap menyanyi: “Kami di sini, sampai Mutiara Hitam bersinar lagi!”


💡 Fakta Unik

  • Persipura adalah satu-satunya klub di Indonesia yang pernah juara Liga Indonesia 4 kali tanpa pernah menggunakan pemain asing di lini utama (era 2005–2013).
  • Boaz Solossa adalah pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang masa di Liga Indonesia (lebih dari 400 laga).
  • Mandala Stadium adalah salah satu dari sedikit stadion di Indonesia yang dibangun di atas bekas lapangan udara militer.
  • Persipura punya rivalitas sehat dengan Persidafon Dafonsoro (derbi Papua).

🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)

  • Bermain di Liga 2
  • Fokus pada:
    • Regenerasi pemain muda asli Papua
    • Kembalinya ke Liga 1
    • Mempertahankan identitas lokal di tengah modernisasi
  • Masih memiliki basis fans terkuat di Papua — bahkan lebih besar dari klub Liga 1 sekalipun.

💬 Kesimpulan

Persipura Jayapura bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol kebanggaan tanah Papua, semangat perlawanan dari ujung timur, dan bukti bahwa Mutiara Hitam tak pernah kehilangan cahayanya — bahkan dalam masa sulit.

“Di Papua, ada tiga hal yang tak terpisahkan: Tifa, Cenderawasih, dan Persipura Jayapura.”

Zaman Kuno: Lahirnya Peradaban Tiongkok (±2100 SM – 221 SM)

Peradaban Tiongkok bermula di lembah Sungai Kuning (Huang He), salah satu peradaban tertua di dunia.

  • Dinasti Xia (±2100–1600 SM): Dianggap sebagai dinasti pertama, meski keberadaannya masih diperdebatkan karena minim bukti arkeologis.
  • Dinasti Shang (±1600–1046 SM): Dinasti pertama yang terbukti secara arkeologis. Dikenal karena tulisan aksara Tiongkok kuno pada tulang orakel, sistem pemerintahan feodal, dan ritual penguburan kompleks.
  • Dinasti Zhou (1046–256 SM): Masa panjang yang memperkenalkan konsep “Mandat Surga” (kekuasaan raja sah jika disetujui langit). Zaman ini melahirkan filsuf besar seperti Konfusius, Laozi (Taoisme), dan Mozi — era dikenal sebagai “Seratus Aliran Pemikiran”.
  • Periode Negara-Negara Berperang (475–221 SM): Tiongkok terpecah menjadi tujuh negara kecil yang saling berperang.

Dinasti Imperial: Penyatuan dan Kemegahan (221 SM – 1912 M)

1. Dinasti Qin (221–206 SM)

  • Qin Shi Huang menyatukan Tiongkok untuk pertama kalinya.
  • Membangun Tembok Besar Tiongkok (versi awal), menyatukan sistem tulisan, mata uang, dan ukuran.
  • Dikenal otoriter dan membakar buku yang tidak sesuai ideologinya.
  • Dinasti ini runtuh segera setelah kematian Qin Shi Huang.

2. Dinasti Han (206 SM – 220 M)

  • Zaman keemasan pertama Tiongkok.
  • Jalur Sutra dibuka, menghubungkan Tiongkok dengan dunia Barat.
  • Konfusianisme menjadi dasar sistem birokrasi.
  • Penemuan penting: kertas, kompas sederhana, dan sistem administrasi pusat.

3. Masa Tiga Kerajaan, Jin, dan Dinasti Selatan-Utara (220–589)

  • Tiongkok kembali terpecah setelah runtuhnya Han.
  • Era penuh perang, tapi juga pertumbuhan agama Buddha dari India.

4. Dinasti Sui (581–618) dan Tang (618–907)

  • Sui menyatukan kembali Tiongkok dan membangun Grand Canal.
  • Tang adalah zaman keemasan kedua: ibu kota Chang’an (kini Xi’an) menjadi kota terbesar di dunia, pusat budaya, perdagangan, dan keagamaan.
  • Puisi Tiongkok mencapai puncaknya (Li Bai, Du Fu).

5. Dinasti Song (960–1279)

  • Kemajuan teknologi luar biasa: mesiu, cetak blok kayu, cetak huruf bergerak, kompas magnetik.
  • Ekonomi berkembang pesat, uang kertas pertama di dunia muncul.
  • Tapi lemah secara militer → jatuh ke tangan bangsa Mongol.

6. Dinasti Yuan (1271–1368)

  • Didirikan oleh Kublai Khan, cucu Jenghis Khan.
  • Tiongkok jadi bagian dari Kekaisaran Mongol.
  • Kontak intensif dengan Eropa (Marco Polo berkunjung).

7. Dinasti Ming (1368–1644)

  • Mengusir Mongol, mengembalikan kejayaan Tiongkok.
  • Membangun Tembok Besar versi modern.
  • Armada besar dipimpin Laksamana Zheng He menjelajahi hingga Afrika Timur.
  • Menutup diri dari dunia luar di akhir masa.

8. Dinasti Qing (1644–1912)

  • Didirikan oleh manchu (bukan etnis Han).
  • Wilayah Tiongkok mencapai luas maksimal (termasuk Tibet, Xinjiang, Mongolia).
  • Awalnya makmur, tapi akhirnya lemah akibat:
    • Perang Candu (1839–1860) melawan Inggris → Tiongkok kalah, pelabuhan dibuka paksa.
    • Pemberontakan Taiping (1850–1864): 20–30 juta orang tewas.
    • Tekanan imperialisme Eropa dan Jepang.

Zaman Modern: Keruntuhan Monarki dan Perang (1912–1949)

  • 1911: Revolusi Xinhai menggulingkan Dinasti Qing.
  • 1912: Republik Tiongkok didirikan oleh Sun Yat-sen.
  • Tapi Tiongkok jatuh ke dalam kekacauan: perang saudara, panglima perang, invasi Jepang.
  • 1937–1945: Perang Tiongkok-Jepang (bagian PD II) → jutaan tewas, termasuk Pembantaian Nanking.
  • Setelah PD II, pecah Perang Saudara antara:
    • Kuomintang (KMT) pimpinan Chiang Kai-shek (nasionalis)
    • Partai Komunis Tiongkok (PKT) pimpinan Mao Zedong

Republik Rakyat Tiongkok (1949–sekarang)

  • 1 Oktober 1949: Mao Zedong memproklamasikan Republik Rakyat Tiongkok di Beijing.
  • KMT mundur ke Taiwan, yang masih mengklaim diri sebagai “Tiongkok sah” hingga kini.

Era Mao (1949–1976)

  • Reformasi tanah, kampanye anti-intelektual.
  • Lompatan Jauh ke Depan (1958–1962): gagal → kelaparan besar (15–45 juta tewas).
  • Revolusi Kebudayaan (1966–1976): kekacauan sosial, penghancuran budaya tradisional.

Era Reformasi (1978–sekarang)

  • Setelah Mao wafat (1976), Deng Xiaoping memimpin reformasi ekonomi.
  • Kebijakan “Empat Modernisasi”: buka ekonomi, undang investasi asing, pertanian & industri dikembangkan.
  • Tiongkok menjadi pabrik dunia, tumbuh jadi raksasa ekonomi kedua terbesar di dunia.
  • Namun tetap mempertahankan sistem politik satu partai (PKT).

Tiongkok Abad ke-21

  • Memperkuat pengaruh global lewat Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative).
  • Tegang dengan AS soal teknologi, Laut China Selatan, dan Taiwan.
  • Di bawah Xi Jinping (sejak 2013), Tiongkok menekankan “kebangkitan nasional”, kontrol ketat atas internet, dan pengawasan sosial via teknologi (misalnya di Xinjiang).
  • Menjadi pemimpin dalam energi terbarukan, AI, dan infrastruktur digital.

Fakta Penting

  • Ibu kota: Beijing
  • Bahasa resmi: Mandarin (Putonghua)
  • Sistem pemerintahan: Republik sosialis satu partai
  • Populasi: ±1,4 miliar (terbesar kedua setelah India pada 2023)
  • Lambang nasional: Tembok Besar, naga, panda

Prediksi MPL ID Season 17 (S17): Siapa Juara Baru di 2026?

MPL Indonesia S17 diprediksi kick-off awal 2026 (kemungkinan Januari-Februari), setelah ONIC sapu bersih gelar S16 dengan mengalahkan Alter Ego (AE) 4-1 di Grand Final (2 Nov 2025). Prize pool S16 Rp4,86M (~$292K USD), ONIC & AE lolos M7 World Championship. Format tetap franchise 9 tim, double round-robin regular season (top 6 playoff hybrid elimination), dengan Annual Map Change Week 5+.

Roster Changes & Hot Rumors (per Des 2025): Bursa transfer panas! EVOS incar rebuild besar: Lemon (dari RRQ?) & Aboy (Geek Fam midlaner) ke EVOS. RRQ Hoshi gagal playoff S16, rumor rekrut jungler top. Geek Fam & Team Liquid ID struggle, potensi import Filipina. Tracker lengkap di Escharts.

9 Tim Franchise & Power Ranking Prediksi S17

Berdasarkan S16 results (ONIC 1st reg season, AE runner-up), roster stability, & meta patch 2.1.40 (Zhuxin/Lancelot prio). ONIC favorit juara (back-to-back potensial ala RRQ era dulu).

RankTimKey Changes/StrengthsS16 FinishPrediksi Playoff Seed
1ONICKairi (MVP GF), Skylar solid. Stable.Champs1st
2Alter EgoNino/Arfy clutch, rebuild mid?Runner-up2nd
3EVOSRebuild: Lemon/Aboy rumors. Erlan key.3rd3rd
4BTR VitalityAlberttt jungler beast, consistent.4th4th
5Dewa UnitedUnderdog potential, coach baru?Playoff5th
6NAVINAVI Junior? Fresh blood.Playoff6th
7RRQ HoshiRebuild post-fail, cari jungler baru.No playoffBubble
8Geek Fam IDAboy keluar? Midlane weak.No playoffReleg threat
9Team Liquid IDLiquid flop lagi, total rebuild.No playoffBottom

Prediksi Playoff Bracket & Juara

Upper Bracket: ONIC vs EVOS (ONIC 3-1), AE vs BTR (AE 3-2). Grand Final: ONIC 4-2 AE (rematch S16, ONIC edge meta control). Dark Horse: Dewa United (underdog run seperti S16). Bubble/Bottom: RRQ rebuild risk no playoff lagi, Liquid/Geek Fam fight survival.

Faktor Kunci: Meta jungler prio (Lancelot/Fredrinn), coach quality (Yeb ONIC OP), & transfer window Jan 2026. Pantau Liquipedia untuk update roster resmi! ONIC to three-peat? Atau AE revenge? 🔥 #MPLS17

TARUNAPLAY dan Perkembangan Slot Online di Indonesia

Perkembangan slot online di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang sangat pesat. Pemain kini semakin selektif dalam memilih situs slot online yang benar-benar terpercaya. TARUNAPLAY muncul sebagai salah satu platform yang mampu mengikuti perkembangan tersebut dengan menghadirkan sistem permainan modern dan layanan yang profesional.

TARUNAPLAY memahami bahwa pemain tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga pengalaman bermain yang adil dan transparan. Oleh karena itu, setiap permainan slot online di TARUNAPLAY dijalankan dengan mekanisme yang jelas dan sistem yang stabil. Hal ini membuat pemain merasa lebih nyaman dan percaya saat bermain.

Selain itu, TARUNAPLAY juga terus melakukan inovasi untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pemain. Tampilan website yang responsif dan navigasi yang sederhana memudahkan pemain untuk menemukan permainan slot online favorit mereka tanpa harus menghabiskan waktu lama.

Pemain Kunci dalam Sejarah Brentford FC (The Bees)

Brentford memiliki sejarah panjang dengan pemain legendaris, terutama dari era 1930-an (saat promosi ke top-flight pertama) dan era modern (promosi ke Premier League 2021). Berikut beberapa pemain paling ikonik, berdasarkan pencetak gol terbanyak, penampilan terbanyak, Hall of Fame klub, dan dampak mereka.

James Brown: Brentford's only member of the US National ...
In pictures: Brentford FC in the 1920s and 1930s - MyLondon
Brentford FC - On this day in 1930 Brentford created a piece ...

Era Klasik (1930-an–1960-an)

  • Jim Towers (1954–1961): Pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan 163 gol dalam 282 penampilan. Dinobatkan sebagai pemain terbaik Brentford dalam polling Football League 125 tahun. Inducted Hall of Fame 2015.
  • George Francis (1955–1961): 136 gol, partner Towers yang legendaris.
  • Ken Coote (1949–1964): Rekor penampilan terbanyak (559 laga), bek tangguh era pasca-perang.
  • Jack Holliday (1930-an): Kunci promosi ke Divisi One 1935, rekor gol musim tunggal masih bertahan.
  • David McCulloch (1935–1938): Striker Skotlandia dengan gol krusial di top-flight awal.
BRENTFORD'S GREATEST EVER PLAYER: The Bees owe a lot to the ...
Brentford FC Centenary Wall Legends | Red & White Centenary ...
Chris Kamara's Brentford memories | Brentford FC

Era Modern (2010-an–Sekarang)

Pemain kunci dalam kebangkitan dan promosi ke Premier League:

  • Ivan Toney (2020–2024): 72 gol (termasuk 36 di Premier League), kapten, kunci promosi 2021. Dijual ke Al-Ahli dengan rekor transfer.
Ivan Toney: Saudi Pro League club Al-Ahli sign Brentford ...
Brentford striker Ivan Toney banned 8 months for breaching ...
Ivan Toney to captain Brentford on his return from eight ...
  • Ollie Watkins (2017–2020): 45 gol di Championship, kunci play-off promosi. Dijual ke Aston Villa dengan profit besar.
Ollie Watkins joins Aston Villa from Brentford | Brentford FC
Ollie Watkins: Aston Villa sign striker from Brentford in ...
  • Saïd Benrahma (2018–2020): Winger brilian dengan dribble dan assist, bagian dari trio BMW (dengan Watkins & Mbeumo).
Said Benrahma: West Ham discussing personal terms with ...
Said Benrahma joins Brentford from OGC Nice | Brentford FC
  • Kevin O’Connor (2000-an–2010-an): Lebih dari 500 penampilan, kapten legendaris.
  • Pontus Jansson (2019–2023): Bek kapten di Premier League awal, inducted Hall of Fame 2024.

Brentford Hall of Fame (didirikan 1991) memiliki 69 anggota hingga 2024, termasuk Idris Hopkins, Joe James, dan inductee terbaru seperti Jansson. Pemain ini mewakili warisan dari era top-flight 1930-an hingga sukses data-driven modern. Come on you Bees! 🔴⚪

Sejarah Brentford Football Club (The Bees)

Brentford FC adalah klub sepak bola profesional dari Brentford, West London, Inggris. Dijuluki The Bees (karena asosiasi historis dengan lebah di daerah tersebut) atau The Reds, klub ini berkompetisi di Premier League dan bermain di Gtech Community Stadium (kapasitas 17.250).

Brentford Community Stadium - Wikipedia
Gtech Community Stadium | Brentford FC
Gtech Community Stadium to host the Unity Cup 2025 ...
Gtech Community Stadium (2025) - All You Need to Know BEFORE ...

Sebelumnya, mereka bermain di Griffin Park (1904–2020), stadion unik dengan pub di setiap sudut.

Griffin Park - Wikipedia
Brentford REWIND: A look back at Griffin Park | Local News ...

Pendirian dan Awal Mula (1889–1920-an)

Klub didirikan pada 1889 di pertemuan rowing club untuk memutuskan olahraga musim dingin (sepak bola menang atas rugby dengan satu suara). Awalnya amatir, bergabung dengan London League (1896) dan Southern League (1898). Juara Southern League Second Division pada 1900–01.

Bergabung dengan Football League pada 1920.

History | Brentford FC
THE BEES. THE HISTORY OF BRENTFORD – Part One | Read The League
James Brown: Brentford's only member of the US National ...

Era Keemasan (1930-an)

Di bawah manajer Harry Curtis, promosi ke Divisi Two (1933) dan Divisi One (1935) untuk pertama kali. Finis top 6 berturut-turut di top-flight (termasuk 5th pada 1935–36). Rekor tak terkalahkan 21 laga kandang pada 1929–30 masih bertahan.

Periode Pasca-Perang dan Fluktuasi (1940-an–2010-an)

Degradasi pada 1947, naik-turun divisi bawah. Hampir bangkrut pada 1967. Era Matthew Benham (pemilik sejak 2012) dengan model analitik data membawa revolusi.

Kebangkitan Modern (2010-an–Sekarang)

Promosi berturut-turut, juara League One (2014), runner-up Championship (2020). Promosi ke Premier League pertama kali sejak 1947 pada 2021 via play-off (menang 2-0 atas Swansea).

Bertahan solid di Premier League dengan gaya bermain atraktif dan rekrutmen cerdas. Pindah ke Gtech Community Stadium pada 2020.

Hingga Desember 2025 (musim 2025–26), Brentford berada di posisi sekitar 15-16 di Premier League dengan sekitar 19 poin, aman dari degradasi tapi mid-table.

Jordan Henderson pays touching tribute to Diogo Jota with ...
Brentford B 2 Luton Town Under-21s 1: Isaac Holland and ...
Analysis: Jordan Henderson's impact at Brentford | Brentford ...

Prestasi Utama

  • Finis tertinggi Divisi One: 5th (1935–36)
  • Juara Divisi Two (1935), Divisi Three (1933, 1992), Divisi Four (1963)
  • Promosi ke Premier League (2021)

Evolusi Logo

Logo Brentford sering menampilkan elemen lebah dan kastil, berevolusi menjadi desain modern minimalis.

Thisaway | Brentford Football Club
The Evolution of Brentford F.C. Logo | All Brentford Football Emblems in  History

Rivalitas

Rival utama Fulham (West London Derby) dan Queens Park Rangers.

Brentford adalah kisah inspiratif klub kecil yang naik ke papan atas berkat inovasi dan manajemen cerdas. Come on you Bees! 🔴⚪

Sejarah Everton Football Club (The Toffees)

Everton FC adalah salah satu klub sepak bola tertua dan paling ikonik di Inggris. Berbasis di Liverpool, Merseyside, klub ini dijuluki The Toffees (dari permen toffee yang dijual di sekitar stadion) atau The Blues. Motto mereka adalah “Nil Satis Nisi Optimum” (Tidak ada yang cukup kecuali yang terbaik).

Pendirian dan Awal Mula (1878–1890-an)

Klub didirikan pada 1878 sebagai St. Domingo FC oleh anggota gereja Methodist New Connexion Chapel untuk bermain olahraga sepanjang tahun. Pada November 1879, nama diubah menjadi Everton FC setelah distrik sekitar.

Everton adalah pendiri Football League pada 1888 dan memenangkan gelar liga pertama pada 1890–91. Konflik sewa tanah dengan pemilik Anfield, John Houlding, menyebabkan Everton pindah ke Goodison Park pada 1892 – ini yang membuat Houlding mendirikan Liverpool FC di Anfield.

File:Everton fc 1887.jpg - Wikimedia Commons
File:Everton fc 1891.jpg - Wikipedia
File:Everton fc team 1909.jpg - Wikimedia Commons

Era Keemasan (1920-an–1930-an dan 1960-an–1980-an)

  • Era Dixie Dean: Legenda dengan rekor 60 gol liga dalam satu musim (1927–28), bawa Everton juara liga 1928 dan 1932, serta FA Cup 1933.
  • 1960-an: Juara liga 1963 dan 1970, FA Cup 1966.
  • Puncak 1980-an di bawah Howard Kendall: Juara liga 1985 dan 1987, FA Cup 1984, dan satu-satunya trofi Eropa European Cup Winners’ Cup 1985 (menang 3-1 atas Rapid Vienna).

Periode Modern dan Tantangan (1990-an–Sekarang)

Trofi terakhir adalah FA Cup 1995 (menang atas Man United). Sejak itu, Everton sering di papan tengah/atas tapi tanpa gelar besar. Era David Moyes (2002–2013) stabil di top 8.

Musim 2024–25 adalah musim terakhir di Goodison Park setelah 133 tahun; pindah ke Bramley-Moore Dock Stadium baru pada 2025–26. Klub diakuisisi oleh The Friedkin Group pada akhir 2024, dan David Moyes kembali sebagai manajer pada 2025.

Goodison Park - Wikipedia
Goodison Park to become new home of Everton Women as stadium saved ...
Goodison Park: A Bold New Home for Everton Women - Everton ...
Bramley-Moore Dock: Everton cleared to build new £500m stadium ...
See Everton's new Bramley-Moore Dock stadium as it hosts first match

Hingga Desember 2025 (musim 2025–26), Everton berada di posisi sekitar mid-table Premier League, dengan performa stabil di bawah Moyes.

Prestasi Utama

  • 9 Gelar Liga Inggris (terbanyak ke-4 sepanjang masa)
  • 5 FA Cup
  • 1 European Cup Winners’ Cup (1985)
  • Beberapa Charity/Community Shield

Everton memegang rekor musim terbanyak di top-flight (123 musim hingga 2025).

Evolusi Logo

Logo selalu menampilkan Prince Rupert’s Tower (menara ikonik di Everton) dan motto Latin.

History of the Crest - Everton Football Club
The Everton Logo History, Colors, Font, And Meaning

Rivalitas

Rival utama adalah Liverpool dalam Merseyside Derby – salah satu derby paling sengit dan bersejarah di dunia, dengan lebih banyak kartu merah daripada derby lain di Premier League.

Frank Lampard breaks hand in wild Everton celebrations after win ...
21 Ross Barkley pictures to celebrate the Everton FC midfielder ...

Everton adalah “People’s Club” Liverpool, dengan warisan kaya dan basis suporter setia. Meski tanpa trofi baru-baru ini, mereka tetap kekuatan besar dengan masa depan cerah di stadion baru. Nil Satis Nisi Optimum! 🔵

Detail Tragedi Heysel (1985)

Tragedi Heysel, atau Heysel Stadium Disaster, adalah salah satu bencana terburuk dalam sejarah sepak bola Eropa. Kejadian ini terjadi pada 29 Mei 1985 di Stadion Heysel (sekarang King Baudouin Stadium), Brussels, Belgia, menjelang final Piala Eropa (sekarang Liga Champions) antara Liverpool (juara bertahan) dan Juventus.

Akibatnya, 39 orang tewas (kebanyakan suporter Juventus dari Italia) dan lebih dari 600 orang terluka. Tragedi ini disebabkan oleh kerusuhan suporter, dikombinasikan dengan kondisi stadion yang buruk.

Kronologi Kejadian

  • Kick-off dijadwalkan pukul 20:00 (waktu setempat).
  • Suporter Liverpool dialokasikan di sektor X dan Y, sementara Juventus di sektor lain. Sektor “netral” Z seharusnya untuk penonton Belgia, tapi banyak diisi suporter Juventus.
  • Sekitar pukul 19:00, sekelompok hooligan Liverpool mulai melempar batu, botol, dan benda lain ke arah suporter Juventus di sektor Z.
  • Suporter Juventus panik dan berusaha lari, tapi terhalang pagar kawat tipis (chicken-wire fence).
  • Hooligan Liverpool menerobos pagar, menyebabkan charge massal.
  • Suporter Juventus terdesak ke dinding penahan (retaining wall) yang sudah rapuh; dinding roboh sekitar pukul 19:20, menimpa dan menjepit banyak orang.
  • Chaos berlangsung sekitar 1 jam; pertandingan tetap digelar (untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut) dan Juventus menang 1-0 lewat penalti Michel Platini.
Heysel remembered: A look at the 1985 stadium disaster and how ...
Heysel tragedy: 'I have a box of prints from that night. They are ...
Heysel remembered: A look at the 1985 stadium disaster and how ...
Heysel stadium disaster: 'I saw the rows of bodies piled high ...

Penyebab Utama

  • Kerusuhan suporter Liverpool: Hooliganisme yang marak di sepak bola Inggris era 1980-an; banyak yang melihat ini sebagai “balas dendam” atas insiden sebelumnya.
  • Kondisi stadion buruk: Stadion Heysel berusia 55 tahun, sudah rusak parah (dinding retak, pagar tipis, tidak terawat karena ancaman penutupan).
  • Pengelolaan buruk: Tiket sektor netral salah alokasi, polisi Belgia kurang tegas, dan UEFA memilih stadion yang tidak layak.
Stade Roi Baudouin - Brussels - The Stadium Guide
Heysel Stadium Stock Photos - Free & Royalty-Free Stock Photos ...

Korban

  • 39 tewas: 32 Italia, 4 Belgia, 2 Prancis, 1 Irlandia Utara.
  • Kebanyakan mati karena tertimpa dinding atau terjepit (crushed).
  • Ratusan luka-luka, banyak trauma seumur hidup.

Dampak dan Aftermath

  • Hukuman berat: UEFA larang semua klub Inggris dari kompetisi Eropa selama 5 tahun (Liverpool tambahan 1 tahun, total 6). Ini pukulan besar bagi sepak bola Inggris.
  • Proses hukum: 14 suporter Liverpool dihukum penjara 3 tahun atas manslaughter (pembunuhan tak disengaja).
  • Perubahan sepak bola: Memicu reformasi keselamatan stadion (meski besar-besaran baru setelah Hillsborough 1989: all-seater, hilang standing terrace).
  • Rekonsiliasi: Pada 2005, Liverpool buat mosaik “Amicizia” (persahabatan). Kini ada memorial bersama rencana dari kedua klub (scarves knotted together).
IN MEMORIA E AMICIZIA - IN MEMORY AND FRIENDSHIP: Today marks the ...
192 Heysel Stadium Disaster Memorial Stock Photos, High-Res ...
Heysel to be remembered when Belgium host Italy - Yahoo News Singapore

Tragedi Heysel sering disebut “malam kelam” sepak bola, yang menunjukkan bahaya hooliganisme dan kelalaian organisasi. Hingga kini (2025, 40 tahun kemudian), kedua klub terus mengenang korban dengan rasa hormat dan persatuan. In memoria e amicizia (dalam ingatan dan persahabatan). ⚽️

Detail Tragedi Munich (Busby Babes Air Disaster)

Tragedi Munich, juga dikenal sebagai Munich Air Disaster, adalah salah satu peristiwa paling tragis dalam sejarah sepak bola dunia. Kejadian ini terjadi pada 6 Februari 1958 di Bandara Riem, Munich, Jerman Barat. Pesawat yang membawa tim Manchester United pulang dari pertandingan di Eropa mengalami kecelakaan, menewaskan 23 orang, termasuk 8 pemain klub. Insiden ini menghancurkan generasi muda berbakat yang dijuluki Busby Babes, di bawah manajer Sir Matt Busby.

Latar Belakang

  • Konteks Perjalanan: Manchester United sedang berlaga di babak kedua perempat final Piala Eropa (European Cup) melawan Red Star Belgrade (sekarang Partizan) di Yugoslavia. United menang 3-3 agregat setelah imbang 2-2 di Old Trafford dan 1-1 di Belgrade, lolos berkat gol tandang.
  • Penerbangan: Tim naik pesawat Airspeed Ambassador milik British European Airways (BEA Flight 609). Ini adalah penerbangan charter khusus untuk tim, staf, keluarga, dan wartawan. Pesawat berhenti di Munich untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan ke Manchester.
  • Cuaca Buruk: Munich sedang dilanda badai salju hebat, membuat landasan basah dan licin. Pesawat sempat gagal take-off dua kali sebelum yang ketiga.

Kronologi Kejadian

Pesawat lepas landas pukul 15:04 waktu setempat. Menurut laporan resmi investigasi:

  1. Take-off Gagal Pertama (14:30): Mesin ke-2 mati, pesawat berhenti di ujung landasan.
  2. Take-off Gagal Kedua (14:50): Masalah teknis lagi; kru memeriksa salju di sayap.
  3. Take-off Ketiga (15:04): Pesawat lepas landas, tapi hanya mencapai kecepatan 117 knot (kurang dari 135 knot yang dibutuhkan). Saat mencapai pagar pembatas bandara, kecepatan turun drastis. Sayap kiri menyentuh pagar, menyebabkan pesawat terguling, menabrak pohon, dan terbelah menjadi tiga bagian.
  4. Ledakan dan Kebakaran: Bahan bakar bocor dan meledak, membakar bagian belakang pesawat. Penumpang di depan (termasuk Busby) selamat relatif utuh, tapi bagian belakang hancur total.

Korban Jiwa dan Penyelamat

Dari 44 penumpang dan kru, 23 orang tewas (52% fatalitas). Korban termasuk pemain, staf, dan awak pesawat. Beberapa selamat tapi cedera parah.

KategoriKorban Tewas (8 Orang)Selamat Cedera Parah (Beberapa Contoh)
Pemain– Geoff Bent (22) – Roger Byrne (28, kapten) – Eddie Colman (21) – Mark Jones (24) – David Pegg (22) – Tommy Taylor (26) – Liam Whelan (22) – Duncan Edwards (21, meninggal 15 hari kemudian)– Bobby Charlton (20) – Denis Viollet (23) – Jackie Blanchflower (21)
Staf & Lainnya– Tom Curry (asisten manajer) – Bert Whalley (pelatih) – 8 wartawan & kru pesawat– Sir Matt Busby (manajer, hampir tewas) – Johnny Berry (pemain, pensiun dini) – Harry Gregg (kiper, selamat utuh)
Total23 (termasuk 15 hari pasca-kecelakaan)21, dengan banyak yang pulih lambat
  • Duncan Edwards: Bintang 21 tahun yang selamat awalnya, tapi meninggal akibat gagal ginjal pada 21 Februari. Dia dipuji sebagai “pemain terbaik dunia masa depan” oleh pelatih timnas Inggris.
  • Penyebab Resmi: Investigasi Jerman menyimpulkan kesalahan kru (take-off terlalu cepat tanpa pembersihan salju) dan kondisi cuaca. Tidak ada bukti sabotase, meski rumor beredar.

Dampak Segera dan Pemulihan

  • Reaksi Global: Dunia sepak bola berduka. Pemakaman massal di Manchester dihadiri 100.000 orang. FIFA menunda pertandingan United; klub diizinkan bertanding di divisi kedua sementara.
  • Pemulihan Busby: Busby dirawat di rumah sakit Munich selama 2 bulan, hampir meninggal berkali-kali. Dia kembali melatih pada 1965.
  • Tim Sementara: United membentuk skuad darurat dengan pemain pinjaman dan veteran. Mereka finis runner-up liga 1957-58 dan mencapai semifinal FA Cup.
  • Memorial: Setiap 6 Februari, Old Trafford mengadakan penghormatan. Patung dan plakat di stadion memperingati korban.

Warisan Jangka Panjang

Tragedi ini tidak menghancurkan United; justru memperkuat semangat. Busby membangun ulang tim dengan talenta seperti Bobby Charlton (pemenang Ballon d’Or 1966), yang selamat dan menjadi ikon. Klub memenangkan European Cup 1968 – trofi Eropa pertama, didedikasikan untuk Busby Babes.

  • Pengaruh Budaya: Buku seperti The Flower of Manchester dan film dokumenter (misalnya BBC’s Munich 1958) mengabadikannya. Lagu “We Are United” sering dinyanyikan untuk menghormati.
  • Relevansi Saat Ini: Pada 2025, United terus memperingati melalui yayasan klub. Tragedi ini mengubah regulasi penerbangan sepak bola, mendorong keselamatan lebih baik.

Tragedi Munich adalah simbol ketangguhan Manchester United: dari kehancuran muncul kebangkitan, menjadikan klub ini legenda abadi di sepak bola.

Sejarah Manchester United Football Club

Manchester United Football Club (Man United atau MU) adalah salah satu klub sepak bola paling sukses dan populer di dunia, berbasis di Manchester, Inggris. Dijuluki “The Red Devils” (Setan Merah), klub ini memiliki rivalitas sengit dengan Manchester City (Manchester Derby), Liverpool, Arsenal, dan Leeds United.

Pendirian dan Awal Sejarah

Klub ini didirikan pada 1878 sebagai Newton Heath LYR Football Club oleh para pekerja departemen kereta api Lancashire and Yorkshire Railway (LYR) di Newton Heath, Manchester. Awalnya, tim ini bermain pertandingan persahabatan melawan tim kereta api lain.

Pada 1902, klub hampir bangkrut dan diselamatkan oleh investor lokal, termasuk John Henry Davies yang menjadi presiden. Nama diubah menjadi Manchester United pada 24 April 1902, dengan warna seragam merah-putih.

Trofi mayor pertama: FA Cup 1909 dan juara liga pertama pada 1907-08 di bawah manajer Ernest Mangnall.

Pada 1910, klub pindah ke stadion ikonik Old Trafford (dikenal sebagai “Theatre of Dreams”).

Old Trafford - Wikipedia
Manchester United eyes up new £2bn stadium with 100,000 capacity ...

Era Sir Matt Busby dan Tragedi Munich (1945-1969)

Pasca-Perang Dunia II, Sir Matt Busby menjadi manajer legendaris yang membangun tim “Busby Babes” – generasi muda berbakat.

Matt Busby: Pioneering manager who shaped Manchester United ...

Matt Busby: Pioneering manager who shaped Manchester United …

  • Juara liga: 1952, 1956, 1957.
  • Tragedi besar: Kecelakaan Pesawat Munich pada 6 Februari 1958, saat pulang dari pertandingan Eropa. 23 orang tewas, termasuk 8 pemain. Busby selamat dan membangun kembali tim.
Details of Man Utd memorial services being held on 66th ...

Details of Man Utd memorial services being held on 66th …

  • Puncak: Juara European Cup (sekarang Champions League) 1968 – klub Inggris pertama yang menang, mengalahkan Benfica 4-1, dengan Bobby Charlton sebagai bintang.

Era Sir Alex Ferguson (1986-2013)

Titik balik: Sir Alex Ferguson ditunjuk pada 1986. Awalnya sulit, tapi menjadi manajer tersukses dengan 38 trofi.

Sir Alex Ferguson: Manchester United history & managerial career ...

Sir Alex Ferguson: Manchester United history & managerial career …

  • Dominasi Premier League: 13 gelar (termasuk 1998-99).
  • Treble 1999: Juara Premier League, FA Cup, dan Champions League – satu-satunya klub Inggris yang meraih treble kontinental. Dramatis di final Champions League vs Bayern Munich, comeback injury time via Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjær.
Remembering when Manchester United won the Champions League and ...

Remembering when Manchester United won the Champions League and …

  • Trofi lain: Champions League 2008, dll.
1,091 Manchester United Team Celebrate Premiership Title Win ...
1,091 Manchester United Team Celebrate Premiership Title Win ...

Era Pasca-Ferguson (2013-Sekarang)

Setelah Ferguson pensiun 2013, klub mengalami transisi sulit dengan manajer seperti David Moyes, Louis van Gaal, José Mourinho, Ole Gunnar Solskjær, dan Erik ten Hag (sejak 2022).

  • Trofi: Europa League 2017 (Mourinho), EFL Cup 2023 (Ten Hag), FA Cup (beberapa).
  • Hingga Desember 2025, tidak ada gelar liga baru sejak 2013. Klub fokus rebuild, dengan rencana stadion baru berkapasitas 100.000.

Trofi Mayor (hingga Desember 2025)

Manchester United memiliki rekor 20 gelar liga (joint-record dengan Liverpool):

  • Premier League/First Division: 20 kali (terakhir 2012-13).
  • FA Cup: 13 kali.
  • League Cup/EFL Cup: 6 kali.
  • Community Shield: 21 kali (rekor).
  • UEFA Champions League: 3 kali (1968, 1999, 2008).
  • UEFA Europa League: 1 kali (2017).
  • UEFA Cup Winners’ Cup: 1 kali (1991).
  • UEFA Super Cup: 1 kali (1991).
  • Intercontinental Cup/FIFA Club World Cup: 1 kali masing-masing.

Total trofi mayor sekitar 68-69, salah satu yang terbanyak di Inggris (bersaing dengan Liverpool).

Dari akar pekerja kereta api hingga raksasa global, Manchester United melambangkan ketangguhan, terutama pasca-tragedi Munich, dan menjadi klub dengan basis penggemar terbesar di dunia.