bonus tanpa batas
now browsing by category
Rex Regum Qeon

| Logo RRQ | |
| Julukan | Raja Dari Segala Raja |
|---|---|
| Nama singkat | RRQ |
| Divisi | Aktif (10): Mobile Legends: Bang Bang (2017—Sekarang) Free Fire (2019—Sekarang) PUBG Mobile (2018—Sekarang) Valorant (2020—Sekarang) Honor of Kings (2024—Sekarang) eFootball (2025—Sekarang) Street Fighter 6 (2025—Sekarang) Teamfight Tactics (2025—Sekarang) Tekken 8 (2025—Sekarang) Delta Force (2025—Sekarang)Dibubarkan (10): Dota 2 (2013—2019) Arena of Valor (2017—2019) Point Blank (2017—2019) PUBG (2018—2019) Counter Strike (2018—2019) Apex Legends (2019) Call of Duty: Mobile (2020) League of Legends: Wild Rift (2021—2023) Pokémon Unite (2023)EA Sports FC (?) |
| Didirikan | 2013; 12 tahun lalu |
| Berbasis di | Jakarta, Indonesia |
| Lokasi | Indonesia Filipina Korea Selatan |
| Klub penggemar resmi | Kingdom |
| Mitra | realme Asus ROG Biznet Sukro Pop Mie Ayana GODA VIrtu Digilab |
| Situs web | https://teamrrq.com/ |
Tentang
Sejarah
Rex Regum Qeon (RRQ) didirikan pada Oktober 2013 oleh Riki “Qeon” K. Suliawan selaku pendiri (founder) dan Adrian “AP” Pauline sebagai rekan pendiri (co-founder) dan selanjutnya menjabat sebagai CEO RRQ. Organisasi ini berawal dari hobi bermain gim keduanya yang kemudian berkembang seiring minat mereka terhadap kejuaraan Dota 2 hingga akhirnya mendorong didirikannya RRQ sebagai sebuah organisasi profesional di bidang esports.[3]
Dari tahun 2013 hingga 2017, RRQ hanya memiliki satu tim divisi, yaitu Dota 2. Adrian Pauline menyatakan bahwa pada awalnya organisasi ini hanya dijalankan sebatas hobi dan pekerjaan sampingan, tanpa berfokus pada aspek bisnis. Namun, dengan meningkatnya popularitas esports pada tahun 2014, Andrian Pauline, yang awalnya adalah Product Director di QEON Interactive, mengundurkan diri dari jabatannya dan mengalihkan fokusnya ke tim RRQ. Sejak saat itu, RRQ mulai mengarahkan perhatian secara serius pada pengembangan bisnisnya.
Pada tahun 2017, RRQ menambah tiga divisi esports baru, yaitu RRQ Endeavour di Point Blank, RRQ.O2 di Mobile Legends, dan satu tim divisi PUBG yang bertahan relatif singkat.[3][4] Pada akhir tahun 2019, Adrian Pauline memutuskan untuk memindahkan RRQ Endeavour dari Point Blank ke gim Call of Duty: Mobile.[4]
RRQ pernah memperluas cabang internasionalnya di Thailand, Brasil, dan Filipina.[3] Namun, hingga saat ini, satu-satunya cabang internasional RRQ yang masih aktif adalah di Filipina, yaitu RRQ Kaito.[4]
Pada tahun 2020, RRQ menduduki peringkat ketiga sebagai organisasi esports terpopuler di dunia berdasarkan aktivitas di media sosial. Peringkat ini berdasarkan laporan yang dirilis oleh Shareable, sebuah perusahaan pemantau data yang berbasis di New York, dalam laporannya yang berjudul The State of Social Media 2020. Dalam laporan tersebut, aktivitas penggemar RRQ di media sosial sepanjang tahun 2020 mencapai 26,5 juta aktivitas. Angka ini hanya berada di bawah Faze Clan dengan 142,9 juta aktivitas dan G2 Esports dengan 38,1 juta aktivitas.[5][6]
Pada tahun 2025, RRQ terpilih sebagai salah satu organisasi yang bergabung dalam Esports World Cup Foundation (EWCF) Club Partner Program, dengan pendanaan hingga sebesar USD 1 Juta, untuk mendukung pengembangan merek dan operasional tim di tingkat internasional.[7] Sebagai bagian dari partisipasinya dalam Esports World Cup (EWC) 2025, RRQ membentuk dua divisi baru, yaitu Tekken 8 dan Street Fighter 6.[8]
Gaji
Adrian Pauline, CEO RRQ, dalam wawancaranya dengan Kompas TV pada tahun 2021, menyatakan bahwa organisasi esports miliknya memberikan gaji kepada para pemain timnya setiap bulan, kira-kira sekitar 1 hingga 3 Juta Rupiah per bulan.[3] Pada tahun 2024, Adrian Pauline menyebutkan bahwa minimal gaji pemain RRQ, khususnya pemain yang bermain di MPL Indonesia, adalah minimal setara dengan UMR Jakarta dengan rata-rata sebesar 7 Juta Rupiah.[9]
Prestasi
Hingga akhir tahun 2024, RRQ mencatatkan empat gelar juara dunia berdasarkan rekap internal organisasi, yang juga direpresentasikan dalam bentuk bintang pada jersey tim. Dua gelar berasal dari gim Point Blank, yaitu PBIC 2017 bersama RRQ Endeavour dan PBWC 2019 bersama RRQ TCN. Adapun dua gelar lainnya diraih dari PUBG Mobile, termasuk kemenangan pada ajang PUBG Mobile Star Challenge 2018 melalui tim RRQ Athena. Namun, terdapat sumber publik yang hanya mencatat total tiga gelar, dengan tidak memasukkan PUBG Mobile Star Challenge 2019 karena hanya merupakan pertandingan eksibisi (showmatch).[10]
Pada tahun 2020, RRQ menempati peringkat ketiga sebagai organisasi tim esports paling populer di dunia. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Shareable dengan judul The State of Social Media 2020, aktivitas penggemar RRQ di media sosial sepanjang tahun tersebut tercatat mencapai 26,5 juta interaksi.[5]
Mobile Legends: Bang Bang
Sejarah
RRQ Esports memasuki kancah kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) pada tahun 2017 dengan membentuk tim RRQ.O2, yang menjadi salah satu tim profesional perintis di Indonesia. Pada MPL Indonesia Season 1, RRQ.O2 tampil dominan di musim reguler dan menempati posisi puncak klasemen. Namun, mereka gagal meraih gelar juara setelah finis di peringkat ketiga pada babak playoff. Di musim berikutnya, RRQ.O2 bangkit dan berhasil meraih gelar juara MPL Indonesia Season 2 usai mengalahkan EVOS Legends di partai final.[11]
Kemitraan dengan PSG
Pada Februari 2019, RRQ menjalin kemitraan dengan klub sepak bola asal Eropa, Paris Saint-Germain F.C. (PSG). Kolaborasi ini diumumkan dalam konferensi pers di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Melalui divisi esports-nya, PSG secara resmi bekerja sama dengan RRQ untuk keikutsertaan dalam MPL Indonesia Season 3 pada 16 Februari 2019.[12] Kemitraan tersebut berakhir pada Juli 2019.[13]
Ekspansi ke Brasil
Setelah berakhirnya Kejuaraan Dunia M3 MLBB, skuad perwakilan Brasil, Keyd Stars, dibubarkan, sebagaimana dikonfirmasi oleh salah satu anggotanya. Menjelang MPL Indonesia Season 9, RRQ mengumumkan ekspansinya ke MPL Brasil dengan membentuk tim RRQ Akira. Skuad ini sebagian besar terdiri dari mantan pemain Keyd Stars.[14] RRQ Akira dibubarkan pada akhir musim 2024.[15]
Ekspansi ke Filipina
Pada Juli 2023, RRQ mengumumkan ekspansinya ke Filipina, menandai partisipasi perdananya dalam Mobile Legends: Bang Bang Development League (MDL PH). Langkah ini dilakukan menjelang MDL Philippines Season 2, dengan tujuan untuk mengembangkan bakat-bakat baru di skena kompetitif MLBB di wilayah tersebut.[16]
Tim Alter Ego Ares di PMGC 2025 (PUBG Mobile Global Championship)
Alter Ego Ares (dulu Alter Ego Limax) adalah divisi PUBG Mobile dari organisasi Alter Ego Esports asal Indonesia, didirikan 2017. Mereka wakil tunggal Indonesia di PMGC 2025 (Grand Finals Bangkok, 12-14 Des 2025, prize $3M USD). Performa impresif: Juara Last Chance (2nd, 93 poin, 2 WWCD), tapi finis 8th Grand Finals ($94K USD) – peringkat terbaik sepanjang masa AE di PMGC (progres dari 2023-2025).
Prestasi Utama 2025:
- PMGC Group Green: Top 4 Hari 1-2, slip Hari 3 → Last Chance.
- PMGC Last Chance: Day 1 dominan (58 poin, 2 WWCD), tie Weibo Gaming Day 2 → lolos via tiebreaker.
- PMGC Grand Finals: Day 1 #12 (26 poin), Day 2 naik #6 (77 poin total), Day 3 finis #8 (101 poin placement + 68 kills). Rosemary: Best IGL.
Roster Saat Ini (Per Des 2025, Stable untuk PMGC)
| ID | Real Name | Role | Join Date | Notes |
|---|---|---|---|---|
| Rosemary | Juventino Ryan Jeremy Rolos | IGL/Fragger | Feb 2023 | Best IGL PMGC GF, clutch calls + gunplay. |
| Badru | Fikri Imanudin Badru | IGL/Support | Feb 2023 | Veteran, vision control. |
| Alva | Juvanda Fahrezy | Fragger | Jul 2023 | Progres PMGC 2023-25. |
| Krypton | Zhafir Krypton Eria | Fragger | Mei 2025 | New blood, sidelane specialist. |
| Hzlnuts | – | Sub/Fragger | – | Disebut di post-match. |
Coach: Morfeus. Manager: Aces. Total earnings: $622K+.
Performa Detail PMGC 2025 Grand Finals
- Day 1: 26 poin (#12).
- Day 2: +51 poin → 77 total (#6).
- Day 3: Finis 101 placement pts + 68 kills → #8 overall.
- WWCD: 0 di GF, tapi 2 di Last Chance.
Playstyle: Agresif early (invades), strong rotations, tapi vulnerable late-game vs top teams (DRX juara). Rosemary’s leadership kunci comeback Last Chance.
2026 Outlook: Target PMGC juara? Rebuild minor, fokus SEA dominance. No Rest For Ares! 🔥 #PMGC2025
Turnamen PUBG Mobile di Indonesia dan Kancah Dunia (Update Desember 2025)
PUBG Mobile (PUBGM) terus mendominasi scene esports Indonesia dan global di 2025, dengan prize pool total global mencapai puluhan juta USD. Di Indonesia, turnamen nasional seperti PMNC (PUBG Mobile National Championship) dan PMPL ID (PUBG Mobile Pro League Indonesia) jadi ajang utama untuk tim lokal lolos ke level SEA/global. Secara dunia, PMGC (PUBG Mobile Global Championship) dan PMWC (PUBG Mobile World Cup) jadi puncaknya, dengan viewership jutaan dan prize $3M+.
Turnamen PUBG Mobile di Indonesia (2025)
Indonesia punya ekosistem kuat via PMNC (Summer & Fall) dan PMPL ID, yang qualifier tim ke PMSL SEA (Pro Series SEA). Prestasi: Tim seperti GLU BLUG (runner-up PMNC Fall) lolos PMSL SEA Fall, Alter Ego aktif di PMGC watch party.
| Turnamen | Tanggal | Format/Location | Prize Pool (Rp/USD) | Juara/Runner-up | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| PMNC ID Summer 2025 | 2 Mei – 4 Mei | Online | Rp100jt (~$6k) | TBD | 16 tim, qualifier April. |
| PMNC ID Fall 2025 | 15 Agt – 17 Agt | Online | Rp120jt (~$7.4k) | TBD / GLU BLUG | GLU BLUG lolos PMSL SEA Fall. |
| PMPL ID (Pro League) | Seluruh tahun | Online/LAN | Variabel | Bigetron RA dll. | Qualifier ke PMGC/PMSL SEA. |
PMPL ID sering jadi pintu masuk tim seperti Bigetron RA, EVOS, Morph Team ke kancah internasional.
Turnamen PUBG Mobile di Kancah Dunia (2025)
2025 penuh event besar: PMWC (mid-season, bagian Esports World Cup) di Riyadh, PMGC (end-year) di Bangkok. Thailand host PMGC GF (12-14 Des 2025), dengan tim Indo ikut via PMSL SEA.
| Turnamen | Tanggal | Location | Prize Pool (USD) | Juara | Tim Indo/SEA Prestasi |
|---|---|---|---|---|---|
| PMWC 2025 (Esports World Cup) | 25 Jul – 3 Agt | Riyadh, KSA | $3.05M | Yangon Galacticos | SEA kuat, eArena (SEA champ). |
| PMGC 2025 (League + GF) | Nov-Des | Bangkok, TH | $3M+ (est.) | TBD (GF 12-14 Des) | Alter Ego dukung tim ID; 40 tim. |
| PMGO 2025 | Awal tahun | SEA | $500k+ | TBD | SEA focus. |
Prestasi Global Indo/SEA: Yangon Galacticos (Myanmar/SEA) juara PMWC, eArena (SEA) top group. Tim Indo lolos via PMNC ke PMSL SEA, potensi PMGC.
Roadmap 2026 & Tips Ikut
- PMGO S1 SEA ($500k), PMWC Riyadh ($3M), PMGC Turkiye ($3M).
- Cara Ikut di Indo: Daftar PMNC qualifier via situs resmi, grind ranked, join tim seperti EVOS/Bigetron academy.
- Pantau: esports.pubgmobile.com, Liquipedia, YouTube PUBG Mobile Esports.
PUBGM Indo siap kuasai SEA-global! Winner Winner Chicken Dinner! 🔥
TARUNAPLAY dan Perkembangan Slot Online di Indonesia
Perkembangan slot online di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang sangat pesat. Pemain kini semakin selektif dalam memilih situs slot online yang benar-benar terpercaya. TARUNAPLAY muncul sebagai salah satu platform yang mampu mengikuti perkembangan tersebut dengan menghadirkan sistem permainan modern dan layanan yang profesional.
TARUNAPLAY memahami bahwa pemain tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga pengalaman bermain yang adil dan transparan. Oleh karena itu, setiap permainan slot online di TARUNAPLAY dijalankan dengan mekanisme yang jelas dan sistem yang stabil. Hal ini membuat pemain merasa lebih nyaman dan percaya saat bermain.
Selain itu, TARUNAPLAY juga terus melakukan inovasi untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pemain. Tampilan website yang responsif dan navigasi yang sederhana memudahkan pemain untuk menemukan permainan slot online favorit mereka tanpa harus menghabiskan waktu lama.
Sejarah AFC Bournemouth (The Cherries)
AFC Bournemouth adalah klub sepak bola profesional dari Bournemouth, Dorset, Inggris. Dijuluki The Cherries (karena warna merah jersey dan ceri lokal) atau Boscombe di masa awal, klub ini berkompetisi di Premier League dan bermain di Vitality Stadium (sebelumnya Dean Court).



Pendirian dan Awal Mula (1899–1920-an)
Klub didirikan pada 1899 sebagai Boscombe FC dari sisa-sisa Boscombe St. John’s Institute FC. Bergabung dengan Football League pada 1923 sebagai Bournemouth & Boscombe Athletic FC.
Pencapaian awal termasuk juara Third Division South Cup pasca-Perang Dunia II.

Periode Naik-Turun (1930-an–2000-an)
Klub sering berpindah divisi. Pada 1971, nama resmi menjadi AFC Bournemouth (AFC ditambahkan agar muncul lebih atas di daftar alfabetis).
Di bawah manajer Harry Redknapp (1983–1992), mereka promosi ke divisi dua. Hampir bangkrut pada 2008, tapi diselamatkan.
Kebangkitan Modern (2010-an–Sekarang)
Di bawah Eddie Howe, promosi berturut-turut: Juara League One 2015, promosi ke Premier League pertama kali pada 2015 (musim ke-100 di liga bawah).
Bertahan 5 musim di Premier League (2015–2020), rekor finis 9th (2016–17). Degradasi 2020, tapi kembali promosi 2022 di bawah Scott Parker.
Sejak kembali, stabil di Premier League. Musim 2025–26 adalah musim ke-4 berturut-turut di top-flight (total ke-9). Hingga Desember 2025, Bournemouth berada di posisi sekitar 13th dengan performa kompetitif, termasuk hasil dramatis seperti imbang 4-4 lawan Manchester United.


Prestasi Utama
- Promosi ke Premier League (2015, 2022)
- Quarter-final FA Cup terbaik (1957, 2021, 2025)
- Quarter-final EFL Cup beberapa kali
Evolusi Logo
Logo sering menampilkan kepala pemain (Dickie Dowsett) dan bola, dengan warna merah-hitam.


Rivalitas
Rival utama adalah klub South Coast seperti Southampton (South Coast Derby) dan Portsmouth.
Bournemouth adalah kisah sukses “underdog” sepak bola Inggris: dari hampir lenyap menjadi tim Premier League tetap dengan gaya bermain menyerang. Up the Cherries! 🍒🔴⚫
Sejarah Tottenham Hotspur Football Club (The Spurs)
Tottenham Hotspur FC, sering disebut Spurs atau The Lilywhites, adalah salah satu klub sepak bola paling bersejarah di Inggris. Berbasis di Tottenham, North London, klub ini dijuluki berdasarkan emblem ayam jantan (cockerel) dan motto Latin “Audere est Facere” (To Dare Is To Do). Mereka bermain di Tottenham Hotspur Stadium yang megah.
Pendirian dan Awal Mula (1882–1900-an)
Klub didirikan pada 1882 sebagai Hotspur Football Club oleh sekelompok anak sekolah dari Hotspur Cricket Club dan All Hallows Church untuk bermain olahraga di musim dingin. Nama diubah menjadi Tottenham Hotspur pada 1884 untuk menghindari kebingungan dengan klub lain.
Pencapaian besar pertama: Juara FA Cup 1901 sebagai klub non-League (satu-satunya sejak pembentukan Football League), mengalahkan Sheffield United 3-1 di final replay.


Era Keemasan Bill Nicholson (1950-an–1960-an)
Di bawah manajer legendaris Bill Nicholson (1958–1974):
- Juara liga pertama pada 1951 dan 1961.
- Double bersejarah pada 1960–61: Juara liga dan FA Cup (pertama di abad 20).
- Juara European Cup Winners’ Cup 1963 – trofi Eropa pertama bagi klub Inggris.
- Juara FA Cup 1961, 1962, 1967; UEFA Cup pertama 1972.

Periode 1970-an–2000-an
- Juara UEFA Cup lagi pada 1984.
- FA Cup 1981, 1982, 1991; League Cup beberapa kali (terakhir 2008).
- Final Liga Champions pertama pada 2019 (kalah dari Liverpool).
Era Modern (2010-an–Sekarang)
Pindah ke Tottenham Hotspur Stadium (kapasitas 62.850) pada 2019, stadion tercanggih di Inggris yang juga host NFL dan konser.




Hingga Desember 2025 (musim 2025–26), Spurs berada di posisi mid-table Premier League di bawah manajer Thomas Frank, dengan performa naik-turun tapi tetap kompetitif di Eropa.

Prestasi Utama
- 2 Gelar Liga Inggris (1951, 1961)
- 8 FA Cup (rekor bersama Man United)
- 4 League Cup
- 1 European Cup Winners’ Cup (1963)
- 2 UEFA Cup/Europa League (1972, 1984)
- Runner-up Liga Champions 2019
Evolusi Logo
Logo ikonik dengan ayam jantan di atas bola, simbol keberanian.

Rivalitas
Rival utama Arsenal dalam North London Derby – salah satu derby tersengit di dunia, dengan akar sejarah panjang sejak Arsenal pindah ke North London pada 1913.
Tottenham adalah klub dengan gaya bermain menyerang (“To Dare Is To Do”) dan basis suporter global. Meski sering disebut “trofi drought” baru-baru ini, warisan mereka tetap legendaris. Come On You Spurs! ⚪🔵
Sejarah Rivalitas Newcastle United
Newcastle United Football Club (The Magpies) memiliki beberapa rivalitas penting dalam sejarahnya, tapi yang paling ikonik dan sengit adalah Tyne-Wear Derby melawan Sunderland AFC (The Black Cats). Rivalitas ini sering disebut sebagai salah satu derby terpanas di sepak bola Inggris, mewakili persaingan antara dua kota besar di North East England yang hanya berjarak sekitar 19 km.
Asal-Usul Rivalitas
Rivalitas antara Newcastle dan Sunderland bukan hanya soal sepak bola, tapi berakar dari sejarah panjang:
- English Civil War (1640-an): Newcastle mendukung Royalists (raja), sementara Sunderland menjadi benteng Parliamentarians. Ini menciptakan divisi politik dan ekonomi awal.
- Persaingan Ekonomi Abad 17–19: Newcastle memiliki hak monopoli perdagangan batu bara dari Raja Charles I, yang merugikan Sunderland. Shipbuilding dan pertambangan juga menjadi sumber konflik.
- Rivalitas modern dimulai dengan sepak bola pada akhir abad 19, ketika kedua klub terbentuk dan bersaing di liga awal.
Pertemuan pertama: 1883 (persahabatan), kompetitif pertama: FA Cup 1888 (Sunderland menang 2-0 atas Newcastle East End, nama lama Newcastle).
Statistik Head-to-Head (hingga Desember 2025)
- Total pertemuan kompetitif: ~158
- Kemenangan Newcastle: 54
- Kemenangan Sunderland: 53–54
- Imbang: 50 Sangat seimbang, membuat setiap derby tak terprediksi.
Skor terbesar:
- Sunderland 9–1 Newcastle (1908, di St James’ Park – rekor terbesar derby)
- Newcastle 6–1 Sunderland (1955)
Momen Ikonik
- 1973: Sunderland (Divisi 2) kalahkan Leeds di final FA Cup, tapi derby tetap panas.
- 1990: Play-off Divisi 2 – “derby terbesar sejarah”, Newcastle promosi setelah replay.
- 1999: Sunderland menang di St James’ Park, akibatkan Ruud Gullit mundur sebagai manajer Newcastle.
- 2006: Alan Shearer cetak gol terakhir karirnya via penalti di derby.
- 2011: Ryan Taylor cetak free-kick winner; Newcastle menang terakhir di liga hingga lama.
- 2013–2015: Sunderland menang 6 derby berturut-turut (rekor).
- 2024: Newcastle menang 3–0 di FA Cup (pertama sejak 2016).
- 2025: Derby kembali di Premier League setelah Sunderland promosi; pertandingan terbaru sering berakhir dramatis, seperti own goal atau comeback.
Atmosfer dan Dampak
Derby ini terkenal dengan atmosfer elektrik di St James’ Park (Newcastle) dan Stadium of Light (Sunderland). Suporter Newcastle (Toon Army) dan Sunderland saling ejek, tapi sering ada insiden hooliganisme (misalnya 1990-an–2000-an, larangan away fans sementara).
Rivalitas Lain Newcastle
Meski Sunderland adalah rival utama:
- Middlesbrough (Tyne-Tees Derby): Rival regional lain.
- Manchester United: Dari era 1990-an (Keegan’s “I’d love it”), sering kompetitif.
- Klub lain seperti Tottenham atau Leeds punya sejarah panas, tapi tidak selevel.
Tyne-Wear Derby tetap yang paling emosional, membagi keluarga dan wilayah North East. Saat ini (2025), dengan kedua tim di Premier League, derby kembali menjadi highlight musim! Howay the Lads atau Ha’way the Lads – tergantung sisi mana kamu! ⚫⚪ vs 🔴⚪
Sejarah Aston Villa Football Club
Aston Villa Football Club (sering disebut Villa atau The Villans) adalah salah satu klub sepak bola tertua dan paling bersejarah di Inggris. Klub ini berbasis di Aston, Birmingham, dan saat ini berkompetisi di Premier League.
Pendirian dan Awal Mula (1874–1880-an)
Klub didirikan pada tahun 1874 oleh empat anggota tim kriket dari Villa Cross Wesleyan Chapel: Jack Hughes, Frederick Matthews, Walter Price, dan William Scattergood. Mereka mencari aktivitas olahraga selama musim dingin dan memilih sepak bola setelah menyaksikan pertandingan improvisasi di sebuah padang rumput.
Pertandingan pertama Villa dimainkan melawan Aston Brook St Mary’s Rugby Club, dengan babak pertama menggunakan aturan rugby dan babak kedua aturan sepak bola. William McGregor, seorang direktur klub asal Skotlandia, memainkan peran besar: ia mendirikan Football League pada 1888, liga sepak bola profesional pertama di dunia. Aston Villa menjadi salah satu dari 12 pendiri liga tersebut.

Era Keemasan (1890-an–1910-an)
Di bawah manajer George Ramsay (manajer profesional pertama di dunia), Villa mendominasi sepak bola Inggris. Mereka memenangkan 6 gelar liga (1894, 1896, 1897, 1899, 1900, 1910) dan 5 FA Cup (1887, 1895, 1897, 1905, 1913). Pada 1897, Villa meraih double (liga dan FA Cup) serta pindah ke stadion permanen mereka, Villa Park.


Periode Pasca-Perang dan Penurunan (1920-an–1960-an)
Villa memenangkan FA Cup keenam pada 1920 dan gelar liga ketujuh pada 1981. Namun, setelah itu klub mengalami penurunan, termasuk degradasi pertama ke divisi dua pada 1936 dan ke divisi tiga pada 1970 (titik terendah dalam sejarah).
Kebangkitan dan Puncak Eropa (1970-an–1980-an)
Di bawah manajer Ron Saunders, Villa bangkit dan memenangkan gelar liga pada 1981. Puncaknya datang pada 1982, ketika mereka memenangkan Piala Eropa (sekarang Liga Champions) dengan mengalahkan Bayern Munich 1-0 di final, menjadi salah satu dari hanya lima klub Inggris yang pernah juara kompetisi ini.
Mereka juga memenangkan 5 League Cup dan European Super Cup.
Era Modern (1990-an–Sekarang)
Villa sering berada di papan atas Premier League, dengan final FA Cup pada 2000 dan 2015. Pada 2019, mereka promosi kembali ke Premier League setelah play-off. Di bawah manajer Unai Emery (sejak 2022), Villa kembali kompetitif, finis di zona Eropa dan lolos ke kompetisi UEFA.
Hingga 2025, Aston Villa ranked ke-5 dalam tabel all-time top-flight Inggris dan memiliki rivalitas sengit dengan Birmingham City (Second City Derby).
Evolusi Logo
Logo Villa selalu menampilkan singa rampant sebagai simbol kekuatan.


Aston Villa bukan hanya klub sepak bola, tapi bagian penting dari sejarah olahraga dunia, dengan warisan trofi, inovasi, dan semangat “Prepared” (motto klub). Klub ini tetap menjadi kebanggaan Birmingham hingga kini!




