cashback mingguan
now browsing by category
Madura United
⚽ Awal Mula: Lahir dari Transformasi Besar (2016)
- 2016: Madura United resmi berdiri dari akuisisi klub lama, Pelita Bandung Jaya, oleh PT. Polana Bola Madura Bersatu, perusahaan milik pengusaha Madura, Audi Kamprad (keluarga pemilik IKEA).
- Latar belakang:
- Pelita Bandung Jaya (dulu Pelita Jaya) adalah klub bersejarah sejak 1980-an, tapi kehilangan identitas.
- Audi Kamprad ingin membangun klub kebanggaan Pulau Madura, yang selama ini terpinggirkan dalam peta sepak bola nasional.
- Nama “Madura United” dipilih untuk menyatukan 4 kabupaten di Madura: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep.
- Warna merah dan putih mencerminkan:
- Merah: semangat kerapan sapi dan jiwa pejuang Madura
- Putih: kemurnian niat membangun sepak bola daerah
💡 Madura United adalah satu-satunya klub di Indonesia yang dimiliki oleh pengusaha dengan jaringan global (Swedia).
🐃 Identitas: “Sape Kerrab” — Kerbau Madura yang Perkasa
- Julukan “Sape Kerrab” (Bahasa Madura: Kerbau Madura) lahir pada 2016, merujuk pada kerbau kuat yang jadi simbol budaya Karapan Sapi.
- Makna simbolis:
- Kekuatan fisik dan mental
- Ketangguhan di medan sulit
- Jiwa pekerja keras masyarakat Madura
- Lagu kebanggaan: “Sape Kerrab Mengamuk” dan “Madura Harga Mati” — dinyanyikan 30.000+ suara di Stadion Gelora Ratu Pamelingan.
💬 “Kami bukan hanya tim. Kami adalah Sape Kerrab — lahir dari lumpur, tapi berlari untuk menang.”
🏆 Era Modern: Klub Paling Mewah di Indonesia
2016–2024: Investasi Besar, Prestasi Konsisten
- 2016: Debut di Liga 1 — langsung capai posisi ke-5.
- 2017–2024: Konsisten finish di 5 besar Liga 1, termasuk:
- Runner-up Liga 1 2 023/24 — kalah tipis dari Persib Bandung
- Final Piala Presiden 2022, 2024
- Semifinal Piala AFC 2023 — prestasi terbaik klub Indonesia di kompetisi Asia sejak 2010
- Pemain bintang:
- Greg Nwokolo, Peter Odemwingie (era awal)
- Bruno Matos, Esteban Vizcarra, Slamet Nurcahyono
- Beto Gonçalves, Rafael Silva, Dodi Alekandro (era modern)
💎 Madura United adalah klub dengan gaji pemain tertinggi di Indonesia — investasi > Rp100 miliar/tahun.
🏟️ Markas Suci: Stadion Gelora Ratu Pamelingan (GRPS), Pamekasan
- Kapasitas: 15.000 penonton
- Lokasi: Pamekasan, Madura — satu-satunya stadion kelas Liga 1 di Pulau Madura
- Keunikan:
- Desain atap menyerupai topi petani Madura
- Dikelilingi sawah dan pesisir Laut Jawa
- Suasana: “Gema Sape Kerrab” — sorakan Ultras Laskar Karapan yang menggetarkan pulau.
🌊 GRPS adalah simbol kebangkitan: bukti bahwa Madura bisa punya stadion elite.
🔴 Ultras Laskar Karapan: Suporter yang Liar dan Setia
- Ultras Laskar Karapan (ULK) berdiri sejak 2016, terinspirasi dari suporter Eropa.
- Ciri khas:
- Fanatisme ekstrem — rela menyeberangi Selat Madura demi tandang
- Koreografi megah — kain merah sepanjang 50 meter, smoke bomb, nyala api
- Identitas budaya: atribut berupa tanduk kerbau, kain batik Madura, gending kerapan
- Jumlah: 300.000+ di Madura dan perantauan (Surabaya, Jakarta, Kalimantan).
💥 2023: ULK kirim 1.000 tanduk kerbau mini ke stadion sebagai simbol kekuatan Sape Kerrab.
🦅 Legenda Madura United
| Era | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 2016–2018 | Peter Odemwingie | Striker Nigeria, bintang Premier League, ikon global pertama |
| 2018–2022 | Greg Nwokolo | Sayap legendaris, jembatan antara era lama dan baru |
| 2020–2024 | Slamet Nurcahyono | Kapten lokal, simbol loyalitas Madura |
| 2023–2024 | Rafael Silva | Striker Brasil, top scorer Liga 1 2023/24 |
⭐ Audi Kamprad adalah satu-satunya pemilik klub Indonesia dengan jaringan bisnis global (IKEA).
⚠️ Tantangan Modern
- Geografi:
- Terisolasi di pulau → biaya tandang sangat tinggi untuk lawan
- Akses logistik sulit saat musim hujan
- Minim Basis Pemain Lokal:
- Hanya 20% pemain asli Madura di tim utama
- Stadion Belum Standar AFC:
- Butuh renovasi untuk jadi venue internasional rutin
- Bayangan Klub Jawa:
- Persib, Persija, Arema masih lebih dominan di media
💪 Tapi: “Kami mungkin dari pulau kecil. Tapi semangat kami mengguncang Nusantara,” kata manajer Didik Rahmadi.
🧭 Masa Depan: Mimpi Sape Kerrab 2030
- Target 2025–2026:
- Juara Liga 1 — akhiri puasa sejak berdiri
- Lolos ke babak grup Piala AFC
- Visi 2030:
- Bangun akademi “Sape Muda” di empat kabupaten Madura
- GRPS jadi pusat pelatihan timnas U-16
- Jadikan Madura United ikon “sepak bola berbasis budaya lokal” di Asia
💬 Kesimpulan
Madura United adalah kisah ambisi dari pinggiran:
- Lahir dari transformasi,
- Dibesarkan oleh investasi global,
- Dan kini, menantang raksasa Jawa dengan semangat Sape Kerrab.
Mereka mungkin belum juara, tapi setiap pertandingan adalah pernyataan: Madura hadir di peta sepak bola Indonesia.
“Kami bukan hanya tim. Kami adalah Madura United — tanah garam, kerapan, dan mimpi yang tak pernah berhenti berlari.”
Arema FC
⚽ Awal Mula: Lahir dari Api Perlawanan (1987)
- 11 Agustus 1987: Arema FC resmi berdiri di Kota Malang, Jawa Timur, atas prakarsa mantan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen (Purn) H. Achmad Kamil dan tokoh masyarakat.
- Latar belakang: Dibentuk untuk mengisi kekosongan klub kebanggaan Malang setelah Persema Malang terpuruk, sekaligus menjadi simbol perlawanan budaya terhadap dominasi Surabaya (Persebaya).
- Nama “Arema” = Arya Merdeka (“Kesatria yang Merdeka”) — terinspirasi dari kerajaan Singhasari yang berpusat di Malang.
- Warna biru dan putih diadopsi dari warna Gunung Arjuno, simbol kemurnian dan kekuatan alam Malang.
💡 Arema adalah klub termuda di “Big Six” Indonesia, tapi tumbuh jadi raksasa dalam 1 dekade.
🦁 Identitas: “Singo Edan” — Singa Gila dari Malang
- Julukan “Singo Edan” (Bahasa Jawa: Singa Gila) lahir pada 1990-an, menggambarkan semangat bermain ngotot, tak kenal takut, dan liar seperti singa.
- Makna simbolis:
- Kebanggaan Malang Raya
- Jiwa pejuang Arek Malang
- Kegilaan cinta pada sepak bola
- Lagu kebanggaan: “Kami Arema”, “Singo Edan Mengaum”, dan “Malang Bersatu” — dinyanyikan 40.000+ suara di Stadion Kanjuruhan.
💬 “Kami bukan hanya tim. Kami adalah Singo Edan — gila untuk Malang, gila untuk kemenangan.”
🏆 Era Kejayaan: Dua Mahkota Emas
2009: Juara Copa Dji Sam Soe (Liga Indonesia)
- Di bawah pelatih Robert Alberts (Belanda), Arema juara Liga Indonesia 2009.
- Pemain ikonik:
- Cristian Gonzáles (“El Loco”, striker Uruguay)
- Bambang Nurdiansyah, Juan Revi, Khusnul Yuli
- Final epik: Kalahkan Persipura Jayapura di final.
2017/2018: Juara Piala Presiden — Kebangkitan Pasca-Krisis
- Juara Piala Presiden 2017 dan 2018 — turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia.
- Pemain kunci:
- Dendi Santoso (sayap lokal)
- Makan Konaté (gelandang Mali)
- Kurnia Meiga (kiper timnas)
🥇 Arema adalah satu-satunya klub yang juara Piala Presiden 2 kali berturut-turut.
🏟️ Markas Suci: Stadion Kanjuruhan, Malang
- Kapasitas: 42.000 penonton
- Lokasi: Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang
- Sejarah: Dibangun 1997, jadi saksi kejayaan Arema 2009–2022.
- Suasana: “Gema Singo Edan” — sorakan Aremania yang menggetarkan Gunung Arjuno.
⚠️ 1 Oktober 2022: Stadion ini jadi lokasi Tragedi Kanjuruhan — 135 orang tewas dalam kerusuhan usai laga vs Persebaya — bencana stadion terburuk dalam sejarah Asia.
💙 Aremania: Suporter Paling Fanatik di Dunia
- Aremania berdiri sejak 1987, bersamaan dengan kelahiran Arema.
- Ciri khas:
- Fanatisme ekstrem — rela jalan kaki 50 km untuk tandang
- Koreografi megah — kain biru sepanjang 200 meter
- Solidaritas tinggi — bantu korban bencana, donor darah massal
- Jumlah: 5 juta+ di Jawa Timur dan perantauan.
💥 2017: Aremania pecahkan rekor MURI — 42.000 penonton hadir di final Piala Presiden.
🦅 Legenda Arema Sepanjang Masa
| Era | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 2000s | Cristian Gonzáles | “El Loco”, mesin gol juara 2009 |
| 2010s | Kurnia Meiga | Kiper terbaik Indonesia, ikon loyalitas |
| 2010s–2020s | Dendi Santoso | Sayap legendaris, “anak kandung Arema” |
| 2020s | Hanif Sjahbandi, Ikhwan Ciptady | Pilar timnas & pertahanan |
⭐ Robert Alberts adalah pelatih asing pertama yang bawa Arema juara Liga Indonesia.
⚠️ Tragedi Kanjuruhan 2022: Luka yang Tak Pernah Sembuh
- 1 Oktober 2022: Arema kalah 2–3 dari Persebaya di Derby Jatim.
- Kerusuhan pecah — Aremania masuk lapangan, polisi tembakkan gas air mata.
- 135 tewas (termasuk 41 anak-anak), 600+ luka-luka.
- Dampak global:
- FIFA ancam hukum Indonesia
- Stadion Kanjuruhan ditutup, Arema main di Stadion Manahan (Solo)
- Aremania dilarang hadir ke stadion hingga 2023
📉 Masa Tantangan: Bangkit dari Abu
- 2022–2023:
- Main tanpa suporter
- Performa anjlok — gagal ke playoff Liga 1
- 2023–2024:
- Aremania kembali perlahan
- Capai 8 besar Liga 1
- Fokus pada regenerasi pemain muda Malang
💪 Moto baru: “Bangkit untuk yang Gugur”.
🧭 Filosofi: “Sepak Bola Arek Malang”
- Gaya bermain Arema khas:
- Tekanan tinggi sejak menit pertama
- Serangan sayap cepat
- Semangat “edan” yang tak kenal menyerah
💬 “Aremania tidak menonton. Aremania berperang. Dan di Malang, perang dimenangkan dengan biru.”
🧭 Masa Depan: Mimpi Singo Edan 2030
- Target 2025:
- Juara Liga 1 — dedikasi untuk korban Kanjuruhan
- Renovasi Stadion Kanjuruhan jadi standar FIFA
- Visi 2030:
- Bangun akademi “Singo Muda” di Blitar dan Batu
- Jadikan Arema ikon rekonsiliasi sepak bola Indonesia
💬 Kesimpulan
Arema FC adalah kisah cinta, gila, dan pengorbanan:
- Lahir dari semangat Malang,
- Dimahkotai Singo Edan,
- Dan diuji oleh tragedi terburuk dalam sejarah.
Mereka mungkin sedang terluka, tapi setiap pertandingan adalah doa untuk yang gugur.
“Kami mungkin jatuh. Tapi Singo Edan tak pernah mati — karena Malang tak pernah berhenti mencintai.”
Rex Regum Qeon

| Logo RRQ | |
| Julukan | Raja Dari Segala Raja |
|---|---|
| Nama singkat | RRQ |
| Divisi | Aktif (10): Mobile Legends: Bang Bang (2017—Sekarang) Free Fire (2019—Sekarang) PUBG Mobile (2018—Sekarang) Valorant (2020—Sekarang) Honor of Kings (2024—Sekarang) eFootball (2025—Sekarang) Street Fighter 6 (2025—Sekarang) Teamfight Tactics (2025—Sekarang) Tekken 8 (2025—Sekarang) Delta Force (2025—Sekarang)Dibubarkan (10): Dota 2 (2013—2019) Arena of Valor (2017—2019) Point Blank (2017—2019) PUBG (2018—2019) Counter Strike (2018—2019) Apex Legends (2019) Call of Duty: Mobile (2020) League of Legends: Wild Rift (2021—2023) Pokémon Unite (2023)EA Sports FC (?) |
| Didirikan | 2013; 12 tahun lalu |
| Berbasis di | Jakarta, Indonesia |
| Lokasi | Indonesia Filipina Korea Selatan |
| Klub penggemar resmi | Kingdom |
| Mitra | realme Asus ROG Biznet Sukro Pop Mie Ayana GODA VIrtu Digilab |
| Situs web | https://teamrrq.com/ |
Tentang
Sejarah
Rex Regum Qeon (RRQ) didirikan pada Oktober 2013 oleh Riki “Qeon” K. Suliawan selaku pendiri (founder) dan Adrian “AP” Pauline sebagai rekan pendiri (co-founder) dan selanjutnya menjabat sebagai CEO RRQ. Organisasi ini berawal dari hobi bermain gim keduanya yang kemudian berkembang seiring minat mereka terhadap kejuaraan Dota 2 hingga akhirnya mendorong didirikannya RRQ sebagai sebuah organisasi profesional di bidang esports.[3]
Dari tahun 2013 hingga 2017, RRQ hanya memiliki satu tim divisi, yaitu Dota 2. Adrian Pauline menyatakan bahwa pada awalnya organisasi ini hanya dijalankan sebatas hobi dan pekerjaan sampingan, tanpa berfokus pada aspek bisnis. Namun, dengan meningkatnya popularitas esports pada tahun 2014, Andrian Pauline, yang awalnya adalah Product Director di QEON Interactive, mengundurkan diri dari jabatannya dan mengalihkan fokusnya ke tim RRQ. Sejak saat itu, RRQ mulai mengarahkan perhatian secara serius pada pengembangan bisnisnya.
Pada tahun 2017, RRQ menambah tiga divisi esports baru, yaitu RRQ Endeavour di Point Blank, RRQ.O2 di Mobile Legends, dan satu tim divisi PUBG yang bertahan relatif singkat.[3][4] Pada akhir tahun 2019, Adrian Pauline memutuskan untuk memindahkan RRQ Endeavour dari Point Blank ke gim Call of Duty: Mobile.[4]
RRQ pernah memperluas cabang internasionalnya di Thailand, Brasil, dan Filipina.[3] Namun, hingga saat ini, satu-satunya cabang internasional RRQ yang masih aktif adalah di Filipina, yaitu RRQ Kaito.[4]
Pada tahun 2020, RRQ menduduki peringkat ketiga sebagai organisasi esports terpopuler di dunia berdasarkan aktivitas di media sosial. Peringkat ini berdasarkan laporan yang dirilis oleh Shareable, sebuah perusahaan pemantau data yang berbasis di New York, dalam laporannya yang berjudul The State of Social Media 2020. Dalam laporan tersebut, aktivitas penggemar RRQ di media sosial sepanjang tahun 2020 mencapai 26,5 juta aktivitas. Angka ini hanya berada di bawah Faze Clan dengan 142,9 juta aktivitas dan G2 Esports dengan 38,1 juta aktivitas.[5][6]
Pada tahun 2025, RRQ terpilih sebagai salah satu organisasi yang bergabung dalam Esports World Cup Foundation (EWCF) Club Partner Program, dengan pendanaan hingga sebesar USD 1 Juta, untuk mendukung pengembangan merek dan operasional tim di tingkat internasional.[7] Sebagai bagian dari partisipasinya dalam Esports World Cup (EWC) 2025, RRQ membentuk dua divisi baru, yaitu Tekken 8 dan Street Fighter 6.[8]
Gaji
Adrian Pauline, CEO RRQ, dalam wawancaranya dengan Kompas TV pada tahun 2021, menyatakan bahwa organisasi esports miliknya memberikan gaji kepada para pemain timnya setiap bulan, kira-kira sekitar 1 hingga 3 Juta Rupiah per bulan.[3] Pada tahun 2024, Adrian Pauline menyebutkan bahwa minimal gaji pemain RRQ, khususnya pemain yang bermain di MPL Indonesia, adalah minimal setara dengan UMR Jakarta dengan rata-rata sebesar 7 Juta Rupiah.[9]
Prestasi
Hingga akhir tahun 2024, RRQ mencatatkan empat gelar juara dunia berdasarkan rekap internal organisasi, yang juga direpresentasikan dalam bentuk bintang pada jersey tim. Dua gelar berasal dari gim Point Blank, yaitu PBIC 2017 bersama RRQ Endeavour dan PBWC 2019 bersama RRQ TCN. Adapun dua gelar lainnya diraih dari PUBG Mobile, termasuk kemenangan pada ajang PUBG Mobile Star Challenge 2018 melalui tim RRQ Athena. Namun, terdapat sumber publik yang hanya mencatat total tiga gelar, dengan tidak memasukkan PUBG Mobile Star Challenge 2019 karena hanya merupakan pertandingan eksibisi (showmatch).[10]
Pada tahun 2020, RRQ menempati peringkat ketiga sebagai organisasi tim esports paling populer di dunia. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Shareable dengan judul The State of Social Media 2020, aktivitas penggemar RRQ di media sosial sepanjang tahun tersebut tercatat mencapai 26,5 juta interaksi.[5]
Mobile Legends: Bang Bang
Sejarah
RRQ Esports memasuki kancah kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) pada tahun 2017 dengan membentuk tim RRQ.O2, yang menjadi salah satu tim profesional perintis di Indonesia. Pada MPL Indonesia Season 1, RRQ.O2 tampil dominan di musim reguler dan menempati posisi puncak klasemen. Namun, mereka gagal meraih gelar juara setelah finis di peringkat ketiga pada babak playoff. Di musim berikutnya, RRQ.O2 bangkit dan berhasil meraih gelar juara MPL Indonesia Season 2 usai mengalahkan EVOS Legends di partai final.[11]
Kemitraan dengan PSG
Pada Februari 2019, RRQ menjalin kemitraan dengan klub sepak bola asal Eropa, Paris Saint-Germain F.C. (PSG). Kolaborasi ini diumumkan dalam konferensi pers di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Melalui divisi esports-nya, PSG secara resmi bekerja sama dengan RRQ untuk keikutsertaan dalam MPL Indonesia Season 3 pada 16 Februari 2019.[12] Kemitraan tersebut berakhir pada Juli 2019.[13]
Ekspansi ke Brasil
Setelah berakhirnya Kejuaraan Dunia M3 MLBB, skuad perwakilan Brasil, Keyd Stars, dibubarkan, sebagaimana dikonfirmasi oleh salah satu anggotanya. Menjelang MPL Indonesia Season 9, RRQ mengumumkan ekspansinya ke MPL Brasil dengan membentuk tim RRQ Akira. Skuad ini sebagian besar terdiri dari mantan pemain Keyd Stars.[14] RRQ Akira dibubarkan pada akhir musim 2024.[15]
Ekspansi ke Filipina
Pada Juli 2023, RRQ mengumumkan ekspansinya ke Filipina, menandai partisipasi perdananya dalam Mobile Legends: Bang Bang Development League (MDL PH). Langkah ini dilakukan menjelang MDL Philippines Season 2, dengan tujuan untuk mengembangkan bakat-bakat baru di skena kompetitif MLBB di wilayah tersebut.[16]
Valencia CF
🦇 Profil Singkat Valencia CF
- Nama lengkap: Valencia Club de Fútbol
- Didirikan: 18 Maret 1919
- Kota: Valencia, Comunidad Valenciana, Spanyol
- Stadion: Mestalla (kapasitas: 49.430) — salah satu stadion paling ikonik dan bersejarah di Eropa
- Warna seragam: Putih dengan aksen hitam
- Julukan:
- Los Ches (dalam bahasa Valensia: “Kami”)
- Los Murciélagos (Kelelawar) — diambil dari lambang kota Valencia
- Pemilik: Peter Lim (pengusaha Singapura, sejak 2014)
🏆 Prestasi: Raksasa Spanyol & Eropa
Valencia adalah salah satu klub paling sukses ke-6 di Spanyol, dengan warisan Eropa yang tak tertandingi.
Domestik (Spanyol)
- Juara La Liga: 6 kali
- 1941–42, 1943–44, 1946–47, 1970–71, 2001–02, 2003–04
- Juara Copa del Rey: 8 kali
- Juara Supercopa de España: 3 kali
Eropa & Dunia
- Liga Champions UEFA:
- Runner-up: 2000 (kalah dari Real Madrid), 2001 (kalah dari Bayern Munchen)
- Liga Europa / Piala UEFA:
- Juara: 2003–04, 1962–63, 1961–62
- Piala Super UEFA: Juara 1980
- Piala Interkontinental: Runner-up 1980
💡 Fakta Emas:
Valencia adalah satu-satunya klub Spanyol yang pernah juara Liga Champions, Piala UEFA, dan Piala Super UEFA — tanpa pernah memenangkan Liga Champions!
🦇 Asal Usul Julukan “Kelelawar” (El Murciélago)
- Lambang Valencia CF menampilkan kelelawar hitam di atas perisai.
- Ini berasal dari lambang Kerajaan Valencia abad ke-13, yang diberikan oleh Raja Jaime I setelah menaklukkan Valencia dari Moor.
- Menurut legenda, seekor kelelawar hinggap di panji sang raja saat pertempuran — dianggap pertanda baik.
- Sejak itu, kelelawar jadi simbol perlindungan dan keberuntungan bagi kota Valencia.
🌟 Era Keemasan: Awal 2000-an di Bawah Héctor Cúper & Rafael Benítez
Valencia mencapai puncak kejayaan di bawah dua pelatih legendaris:
1. Héctor Cúper (1999–2001)
- Bawa Valencia ke final Liga Champions 2 tahun berturut-turut (2000, 2001)
- Gaya bermain: defensif solid, serangan balik mematikan
2. Rafael Benítez (2001–2004)
- Double winners 2003–04: Juara La Liga + Piala UEFA
- Pemain ikonik: Pablo Aimar, Rubén Baraja, David Albelda, Mista, Juan Mata, Vicente Rodríguez
💬 “Kami tidak punya bintang, tapi kami punya tim. Dan tim itu tak terkalahkan.”
— Rafael Benítez
🏟️ Estadio Mestalla: Benteng Suci Valencia
- Dibuka: 1923
- Nama: Diambil dari nama jalan tempat stadion dibangun
- Karakteristik:
- Salah satu stadion paling sulit dikalahkan di Eropa
- Tribun “Curva Nord” diisi oleh “Ultras Sur” — kelompok suporter paling fanatik
- Suasana intim, panas, dan penuh nyanyian Valensia
- Fakta: Mestalla adalah stadion tertua ke-2 yang masih aktif di La Liga (setelah Camp Nou, tapi Camp Nou sedang direnovasi).
🎶 Fans menyanyikan:
“Valencia, Valencia… et faràs campió!”
(Valencia, Valencia… kau akan jadi juara!)
❤️ Identitas & Nilai Klub
- Valencia CF dikenal sebagai “klub rakyat” — tidak dimiliki bangsawan atau oligarki, tapi tumbuh dari komunitas pekerja pelabuhan.
- Bahasa Valensia (bukan Spanyol) sering digunakan dalam yel-yel dan lagu fans.
- Semboyan: “De tota la vida!” (Seumur hidup!)
- Klub ini menolak komersialisasi berlebihan — tidak pernah mengganti nama stadion untuk sponsor.
📉 Tantangan di Era Modern (2010–2024)
- Setelah kejayaan awal 2000-an, Valencia mengalami kemunduran finansial.
- Hutang menumpuk → penjualan pemain bintang (David Silva, Juan Mata, Isco, dll.)
- 2014: Dibeli Peter Lim, tapi fokus pada stabilitas, bukan ambisi besar
- 2022–2024: Sering terlibat perebutan tiket Eropa, tapi belum kembali ke level juara
Namun, semangat Mestalla tak pernah padam. Setiap laga kandang, stadion tetap penuh, dan fans tetap menyanyi.
💡 Fakta Unik
- Valencia adalah satu-satunya klub di dunia yang memiliki dua stadion aktif (Mestalla dan Nou Mestalla — yang pembangunannya mandek sejak 2009).
- Gaizka Mendieta dianggap legenda terbesar sepanjang masa — kapten era emas 2000-an.
- Valencia CF tidak pernah terdegradasi dari La Liga sejak 1932 — 90+ tahun bertahan di kasta tertinggi!
- Klub ini punya rivalitas sengit dengan Levante UD (Derbi Valensia) dan Villarreal CF (Derbi Komunitas Valensia).
🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)
- Bermain di La Liga
- Fokus pada:
- Pembinaan pemain muda (akademi “Academia”)
- Kembalinya ke kompetisi Eropa
- Penyelesaian pembangunan Nou Mestalla (rencana 2025–2027)
- Masih memiliki basis fans global yang kuat — terutama di Asia dan Amerika Latin.
💬 Kesimpulan
Valencia CF bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol identitas Valensia, semangat “batet”, dan bukti bahwa tim kecil bisa mengguncang raksasa.
“Di Mestalla, kami tidak menjual tiket. Kami menjual emosi.”
Sejarah berdirinya Kerajaan Sriwijaya
Asal Nama “Sriwijaya“
Nama Sriwijaya berasal dari bahasa Sanskerta:
- “Sri” = kemakmuran, kejayaan
- “Wijaya” = kemenangan
Jadi, Sriwijaya berarti “kemenangan yang gemilang” atau “kemenangan yang membawa kemakmuran”.
Nama ini pertama kali ditemukan dalam prasasti Kedukan Bukit (683 M) di Palembang, yang menyebutkan tentang kemenangan suatu ekspedisi militer yang dipimpin oleh seorang tokoh bernama Dapunta Hyang.
Waktu dan Tempat Berdiri
- Didirikan sekitar abad ke-7 Masehi, tepatnya tahun 682–683 M.
- Pusat pemerintahan: Palembang, Sumatra Selatan (berdasarkan temuan arkeologis dan catatan sejarawan Tiongkok).
- Wilayahnya meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa bagian barat, Semenanjung Malaya, dan pulau-pulau strategis di Selat Malaka dan Selat Sunda.
Tokoh Pendiri: Dapunta Hyang Sri Jayanasa
Menurut Prasasti Kedukan Bukit (683 M), kerajaan ini didirikan oleh seorang pemimpin bernama Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Ia memimpin ekspedisi suci (siddhayatra) dari Minanga Tamwan (diperkirakan wilayah hulu Sungai Musi atau pedalaman Sumatra) menuju Sungai Musi, lalu mendirikan pusat kerajaan di Palembang.
Ekspedisi ini bukan hanya militer, tapi juga spiritual dan politis — untuk menyatukan wilayah dan menyebarkan agama Buddha.
Latar Belakang Berdirinya Sriwijaya
- Strategi Geografis:
Palembang terletak di Selat Malaka — jalur perdagangan laut paling penting antara Tiongkok, India, Timur Tengah, dan Eropa. Siapa yang menguasai Selat Malaka, menguasai perdagangan rempah, emas, dan barang mewah. - Kekosongan Kekuasaan:
Setelah runtuhnya Kerajaan Funan (di Kamboja) pada abad ke-6, tidak ada kekuatan maritim yang dominan di Asia Tenggara. Sriwijaya mengisi kekosongan itu. - Dukungan Agama:
Sriwijaya menjadi pusat penyebaran agama Buddha aliran Mahayana, yang dianut oleh elite kerajaan. Ini memperkuat legitimasi politik dan menarik ulama serta pedagang dari luar.
Bukti Sejarah Keberadaan Sriwijaya
- Prasasti dalam aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno:
- Prasasti Kedukan Bukit (683 M)
- Prasasti Talang Tuwo (684 M) – menyebut pembangunan taman suci untuk kesejahtteraan rakyat
- Prasasti Kota Kapur (686 M) – di Pulau Bangka, menunjukkan ekspansi ke barat
- Catatan Tiongkok:
- Biksu I-Tsing (Yijing), yang belajar di Sriwijaya tahun 671–685 M, menulis bahwa Sriwijaya adalah pusat studi Buddha terkemuka di Asia, dengan ribuan biksu dan perpustakaan besar.
- Ia menyebut Sriwijaya sebagai “Shi-li-fo-shi”, nama Tiongkok untuk Sriwijaya.
- Temuan Arkeologis:
- Candi-candi Buddha di Palembang dan Muara Jambi (Jambi)
- Arca Buddha, genta, dan perhiasan emas yang menunjukkan kemakmuran dan pengaruh India
Masa Kejayaan (Abad ke-7–13)
- Sriwijaya menguasai Selat Malaka dan Selat Sunda, memungut cukai dari kapal dagang.
- Menjadi pusat perdagangan dan pendidikan Buddha internasional.
- Mempunyai armada laut kuat untuk melindungi jalur dagang dan menaklukkan wilayah (seperti Jawa Barat, Semenanjung Malaya, dan Jawa Tengah pada masa awal).
- Menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok, India, dan Arab.
Penyebab Kemunduran
- Serangan Kerajaan Chola (1025 M):
Armada dari Kerajaan Chola (India Selatan) menyerang Palembang dan pelabuhan Sriwijaya, melemahkan kekuasaan maritimnya. - Munculnya Pesaing:
- Kerajaan Dharmasraya di Jambi (abad ke-12)
- Kerajaan Singhasari dan Majapahit di Jawa (abad ke-13–15) yang mulai menguasai perdagangan Nusantara.
- Perubahan Jalur Perdagangan:
Pedagang mulai menghindari Selat Malaka karena tidak aman, beralih ke jalur selatan (melalui Selat Sunda). - Pusat Pemerintahan Pindah:
Pada abad ke-11–12, pusat Sriwijaya berpindah ke Jambi, lalu akhirnya menghilang dari catatan sejarah sekitar abad ke-14.
Warisan Sriwijaya
- Menjadi cikal bakal identitas Melayu dan bahasa Melayu sebagai lingua franca Nusantara.
- Menunjukkan bahwa Sumatra pernah menjadi pusat peradaban maritim dunia.
- Nama “Sriwijaya” kini diabadikan sebagai nama universitas (Universitas Sriwijaya), maskapai penerbangan (Sriwijaya Air), dan simbol kebanggaan Sumatra Selatan.
“Sriwijaya bukan hanya kerajaan — ia adalah jembatan peradaban antara Asia, India, dan dunia Islam.”
Fakta Penting
- Agama resmi: Buddha Mahayana
- Bahasa administrasi: Melayu Kuno
- Sistem pemerintahan: Monarki dengan raja sebagai pelindung agama dan perdagangan
- Lambang kejayaan: Armada laut dan kuil-kuil Buddha
Turnamen PUBG Mobile di Indonesia dan Kancah Dunia (Update Desember 2025)
PUBG Mobile (PUBGM) terus mendominasi scene esports Indonesia dan global di 2025, dengan prize pool total global mencapai puluhan juta USD. Di Indonesia, turnamen nasional seperti PMNC (PUBG Mobile National Championship) dan PMPL ID (PUBG Mobile Pro League Indonesia) jadi ajang utama untuk tim lokal lolos ke level SEA/global. Secara dunia, PMGC (PUBG Mobile Global Championship) dan PMWC (PUBG Mobile World Cup) jadi puncaknya, dengan viewership jutaan dan prize $3M+.
Turnamen PUBG Mobile di Indonesia (2025)
Indonesia punya ekosistem kuat via PMNC (Summer & Fall) dan PMPL ID, yang qualifier tim ke PMSL SEA (Pro Series SEA). Prestasi: Tim seperti GLU BLUG (runner-up PMNC Fall) lolos PMSL SEA Fall, Alter Ego aktif di PMGC watch party.
| Turnamen | Tanggal | Format/Location | Prize Pool (Rp/USD) | Juara/Runner-up | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| PMNC ID Summer 2025 | 2 Mei – 4 Mei | Online | Rp100jt (~$6k) | TBD | 16 tim, qualifier April. |
| PMNC ID Fall 2025 | 15 Agt – 17 Agt | Online | Rp120jt (~$7.4k) | TBD / GLU BLUG | GLU BLUG lolos PMSL SEA Fall. |
| PMPL ID (Pro League) | Seluruh tahun | Online/LAN | Variabel | Bigetron RA dll. | Qualifier ke PMGC/PMSL SEA. |
PMPL ID sering jadi pintu masuk tim seperti Bigetron RA, EVOS, Morph Team ke kancah internasional.
Turnamen PUBG Mobile di Kancah Dunia (2025)
2025 penuh event besar: PMWC (mid-season, bagian Esports World Cup) di Riyadh, PMGC (end-year) di Bangkok. Thailand host PMGC GF (12-14 Des 2025), dengan tim Indo ikut via PMSL SEA.
| Turnamen | Tanggal | Location | Prize Pool (USD) | Juara | Tim Indo/SEA Prestasi |
|---|---|---|---|---|---|
| PMWC 2025 (Esports World Cup) | 25 Jul – 3 Agt | Riyadh, KSA | $3.05M | Yangon Galacticos | SEA kuat, eArena (SEA champ). |
| PMGC 2025 (League + GF) | Nov-Des | Bangkok, TH | $3M+ (est.) | TBD (GF 12-14 Des) | Alter Ego dukung tim ID; 40 tim. |
| PMGO 2025 | Awal tahun | SEA | $500k+ | TBD | SEA focus. |
Prestasi Global Indo/SEA: Yangon Galacticos (Myanmar/SEA) juara PMWC, eArena (SEA) top group. Tim Indo lolos via PMNC ke PMSL SEA, potensi PMGC.
Roadmap 2026 & Tips Ikut
- PMGO S1 SEA ($500k), PMWC Riyadh ($3M), PMGC Turkiye ($3M).
- Cara Ikut di Indo: Daftar PMNC qualifier via situs resmi, grind ranked, join tim seperti EVOS/Bigetron academy.
- Pantau: esports.pubgmobile.com, Liquipedia, YouTube PUBG Mobile Esports.
PUBGM Indo siap kuasai SEA-global! Winner Winner Chicken Dinner! 🔥
