game favorit
now browsing by category
Arema FC
⚽ Awal Mula: Lahir dari Api Perlawanan (1987)
- 11 Agustus 1987: Arema FC resmi berdiri di Kota Malang, Jawa Timur, atas prakarsa mantan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen (Purn) H. Achmad Kamil dan tokoh masyarakat.
- Latar belakang: Dibentuk untuk mengisi kekosongan klub kebanggaan Malang setelah Persema Malang terpuruk, sekaligus menjadi simbol perlawanan budaya terhadap dominasi Surabaya (Persebaya).
- Nama “Arema” = Arya Merdeka (“Kesatria yang Merdeka”) — terinspirasi dari kerajaan Singhasari yang berpusat di Malang.
- Warna biru dan putih diadopsi dari warna Gunung Arjuno, simbol kemurnian dan kekuatan alam Malang.
💡 Arema adalah klub termuda di “Big Six” Indonesia, tapi tumbuh jadi raksasa dalam 1 dekade.
🦁 Identitas: “Singo Edan” — Singa Gila dari Malang
- Julukan “Singo Edan” (Bahasa Jawa: Singa Gila) lahir pada 1990-an, menggambarkan semangat bermain ngotot, tak kenal takut, dan liar seperti singa.
- Makna simbolis:
- Kebanggaan Malang Raya
- Jiwa pejuang Arek Malang
- Kegilaan cinta pada sepak bola
- Lagu kebanggaan: “Kami Arema”, “Singo Edan Mengaum”, dan “Malang Bersatu” — dinyanyikan 40.000+ suara di Stadion Kanjuruhan.
💬 “Kami bukan hanya tim. Kami adalah Singo Edan — gila untuk Malang, gila untuk kemenangan.”
🏆 Era Kejayaan: Dua Mahkota Emas
2009: Juara Copa Dji Sam Soe (Liga Indonesia)
- Di bawah pelatih Robert Alberts (Belanda), Arema juara Liga Indonesia 2009.
- Pemain ikonik:
- Cristian Gonzáles (“El Loco”, striker Uruguay)
- Bambang Nurdiansyah, Juan Revi, Khusnul Yuli
- Final epik: Kalahkan Persipura Jayapura di final.
2017/2018: Juara Piala Presiden — Kebangkitan Pasca-Krisis
- Juara Piala Presiden 2017 dan 2018 — turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia.
- Pemain kunci:
- Dendi Santoso (sayap lokal)
- Makan Konaté (gelandang Mali)
- Kurnia Meiga (kiper timnas)
🥇 Arema adalah satu-satunya klub yang juara Piala Presiden 2 kali berturut-turut.
🏟️ Markas Suci: Stadion Kanjuruhan, Malang
- Kapasitas: 42.000 penonton
- Lokasi: Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang
- Sejarah: Dibangun 1997, jadi saksi kejayaan Arema 2009–2022.
- Suasana: “Gema Singo Edan” — sorakan Aremania yang menggetarkan Gunung Arjuno.
⚠️ 1 Oktober 2022: Stadion ini jadi lokasi Tragedi Kanjuruhan — 135 orang tewas dalam kerusuhan usai laga vs Persebaya — bencana stadion terburuk dalam sejarah Asia.
💙 Aremania: Suporter Paling Fanatik di Dunia
- Aremania berdiri sejak 1987, bersamaan dengan kelahiran Arema.
- Ciri khas:
- Fanatisme ekstrem — rela jalan kaki 50 km untuk tandang
- Koreografi megah — kain biru sepanjang 200 meter
- Solidaritas tinggi — bantu korban bencana, donor darah massal
- Jumlah: 5 juta+ di Jawa Timur dan perantauan.
💥 2017: Aremania pecahkan rekor MURI — 42.000 penonton hadir di final Piala Presiden.
🦅 Legenda Arema Sepanjang Masa
| Era | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 2000s | Cristian Gonzáles | “El Loco”, mesin gol juara 2009 |
| 2010s | Kurnia Meiga | Kiper terbaik Indonesia, ikon loyalitas |
| 2010s–2020s | Dendi Santoso | Sayap legendaris, “anak kandung Arema” |
| 2020s | Hanif Sjahbandi, Ikhwan Ciptady | Pilar timnas & pertahanan |
⭐ Robert Alberts adalah pelatih asing pertama yang bawa Arema juara Liga Indonesia.
⚠️ Tragedi Kanjuruhan 2022: Luka yang Tak Pernah Sembuh
- 1 Oktober 2022: Arema kalah 2–3 dari Persebaya di Derby Jatim.
- Kerusuhan pecah — Aremania masuk lapangan, polisi tembakkan gas air mata.
- 135 tewas (termasuk 41 anak-anak), 600+ luka-luka.
- Dampak global:
- FIFA ancam hukum Indonesia
- Stadion Kanjuruhan ditutup, Arema main di Stadion Manahan (Solo)
- Aremania dilarang hadir ke stadion hingga 2023
📉 Masa Tantangan: Bangkit dari Abu
- 2022–2023:
- Main tanpa suporter
- Performa anjlok — gagal ke playoff Liga 1
- 2023–2024:
- Aremania kembali perlahan
- Capai 8 besar Liga 1
- Fokus pada regenerasi pemain muda Malang
💪 Moto baru: “Bangkit untuk yang Gugur”.
🧭 Filosofi: “Sepak Bola Arek Malang”
- Gaya bermain Arema khas:
- Tekanan tinggi sejak menit pertama
- Serangan sayap cepat
- Semangat “edan” yang tak kenal menyerah
💬 “Aremania tidak menonton. Aremania berperang. Dan di Malang, perang dimenangkan dengan biru.”
🧭 Masa Depan: Mimpi Singo Edan 2030
- Target 2025:
- Juara Liga 1 — dedikasi untuk korban Kanjuruhan
- Renovasi Stadion Kanjuruhan jadi standar FIFA
- Visi 2030:
- Bangun akademi “Singo Muda” di Blitar dan Batu
- Jadikan Arema ikon rekonsiliasi sepak bola Indonesia
💬 Kesimpulan
Arema FC adalah kisah cinta, gila, dan pengorbanan:
- Lahir dari semangat Malang,
- Dimahkotai Singo Edan,
- Dan diuji oleh tragedi terburuk dalam sejarah.
Mereka mungkin sedang terluka, tapi setiap pertandingan adalah doa untuk yang gugur.
“Kami mungkin jatuh. Tapi Singo Edan tak pernah mati — karena Malang tak pernah berhenti mencintai.”
Persebaya
⚽ Awal Mula: Lahir dari Api Perlawanan (1927)
- 18 Juni 1 927: Persebaya Surabaya resmi berdiri sebagai Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB) — klub pertama di Surabaya yang dikelola pribumi, bukan Belanda.
- Latar belakang: Didirikan oleh tokoh nasionalis Jawa Timur seperti Soekotjo, Soeroto Koepoe, dan H. Moeslim sebagai alat perlawanan terhadap diskriminasi kolonial.
- 1959: Ganti nama jadi Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya).
- Warna hijau dipilih sebagai simbol perlawanan, kebanggaan, dan jiwa Arek Suroboyo.
💡 Persebaya adalah salah satu klub tertua di Indonesia — lahir 3 tahun sebelum PSSI (1930).
🌿 Identitas: “Green Force” — Kekuatan Hijau Surabaya
- Julukan “Green Force” populer sejak 1990-an, menggantikan “Bajul Ijo” (Buaya Hijau).
- Makna:
- Hijau = semangat revolusioner Arek Suroboyo
- Force = kekuatan kolektif yang tak terbendung
- Lagu kebanggaan: “Salam Satu Jiwa”, “Surabaya Oh Surabaya”, dan “Bonek Bersatu” — dinyanyikan 50.000+ suara di Stadion Gelora Bung Tomo.
💬 “Kami bukan hanya tim. Kami adalah Surabaya — dan Surabaya tak pernah menyerah.”
🏆 Era Kejayaan: Raja Perserikatan 1950-an
Perserikatan Nasional: Dominasi Mutlak
- 1951: Juara Perserikatan — kalahkan PSMS Medan 2–1 di final
- 1952: Juara Perserikatan — kalahkan Persija Jakarta 2–1
- 1959: Juara Perserikatan — kemenangan ketiga
- Rekor: Satu-satunya klub yang juara Perserikatan 2 tahun berturut-turut
🥇 1951–1952 adalah puncak kejayaan — Persebaya disegani seluruh Nusantara.
Era Liga Indonesia (1994–Sekarang)
- 1996/97: Juara Liga Indonesia — kalahkan PSM Makassar di final
- 2004: Juara Liga Indonesia Premier Division
- 2017–2024: Konsisten di 6 besar Liga 1, tapi belum juara lagi
🏟️ Markas Suci: Stadion Gelora Bung Tomo (GBT)
- Kapasitas: 45.000 penonton
- Lokasi: Benowo, Surabaya — dibangun di atas bekas pabrik senjata Belanda
- Sejarah: Diresmikan 2010, menggantikan Stadion Tambaksari (markas lama sejak 1950-an)
- Suasana: “Lautan Hijau” Bonek menciptakan suara 125 dB — setara konser rock internasional!
💥 2018: 44.321 penonton saksikan Persebaya vs Arema — rekor Liga 1 sepanjang masa.
💚 Bonek: Komunitas Suporter Paling Fanatik di Asia
- Bonek = Bondho Nekat (Jawa: “berani mati”) — berdiri sejak 1980-an.
- Ciri khas:
- Fanatisme ekstrem — hadir di semua laga, bahkan rela jalan kaki 20 km
- Koreografi megah — kain sepanjang 100 meter, smoke bomb, api
- Solidaritas tinggi — bantu korban bencana, donor darah massal
- Jumlah: 7 juta+ di seluruh Indonesia (survei 2024).
⚠️ Catatan sejarah:
- 1994: Bonek pecahkan Guinness World Records — suporter terbanyak yang hadir tandang (50.000 orang)
- 2022: Tragedi Kanjuruhan membuat Bonek berubah — kini lebih tertib, tapi tetap fanatik
🦅 Legenda Persebaya Sepanjang Masa
| Era | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1950s | R. Hadi | Kapten juara 1951–1952, ikon perlawanan |
| 1980s–90s | Herry Kiswanto | Pelatih & pemain, arsitek juara 1997 |
| 1990s | Eri Irianto | Kapten legendaris, gugur di lapangan (2000) |
| 2000s–2010s | Mutiara Hitam (Jacksen Tiago) | Pelatih juara 2004 |
| 2020s | Alwi Slamat, Leo Lelito, David Da Silva | Generasi Green Force modern |
⭐ Eri Irianto adalah satu-satunya pemain Indonesia yang gugur di lapangan saat pertandingan — dijuluki “Pahlawan Hijau”.
📉 Masa Tantangan: Antara Kejayaan dan Krisis
- 2005–2016: Krisis finansial & dualisme — terpecah jadi Persebaya & Persebaya United
- 2017: Kembali bersatu setelah intervensi Menpora
- 2022: Gagal juara meski jadi favorit — kekalahan dari Bali United di final Piala Presiden
💔 Bagi Bonek, “juara adalah harga mati” — karena Persebaya adalah Surabaya, dan Surabaya adalah jiwa.
🧭 Filosofi: “Sepak Bola Arek Suroboyo”
- Gaya bermain Persebaya khas:
- Tekanan tinggi sejak menit pertama
- Serangan cepat ala jalanan Surabaya
- Semangat “nekat” yang tak kenal menyerah
💬 “Bonek tidak menonton. Bonek berperang. Dan di Surabaya, perang dimenangkan dengan hijau.”
🧭 Masa Depan: Menuju Mahkota Kelima
- Target 2025–2026:
- Juara Liga 1 — rayakan 100 tahun Persebaya (2027) dengan trofi
- Bangun akademi elite “Green Academy” di Sidoarjo
- GBT jadi venue Piala Dunia U-20 2031
- Strategi:
- Kemitraan dengan klub Eropa (Belanda, Portugal)
- Digitalisasi manajemen Bonek
- Perkuat tim dengan pemain timnas muda
💬 Kesimpulan
Persebaya Surabaya adalah lebih dari sekadar klub sepak bola.
Ia adalah jiwa Arek Suroboyo, warisan 10 November 1945, dan semangat 7 juta Bonek yang tak pernah padam.
Dari SIVB 1927 hingga Green Force 2025,
Persebaya terus mengaum — karena di Surabaya, hijau bukan warna, tapi harga diri.
“Kami mungkin gagal hari ini. Tapi esok, kami kembali — karena Persebaya adalah Surabaya, dan Surabaya tak pernah mati.”
Playstation Plus Beri 5 Game Gratis Desember Ini, Apa Saja?
Pelanggan PlayStation Plus akan dimanjakan dengan lima game gratis pada Desember 2025—lebih banyak dari biasanya yang hanya tiga. Jajaran game untuk bulan penutup tahun ini tersedia di semua tingkatan langganan PS Plus, serta bisa disimpan selamanya oleh pelanggan. Syaratnya, game harus diklaim dalam rentang waktu tertentu.
Biasanya, game PS Plus gratis tersedia selama sebulan penuh. Tiga game gratis saat ini adalah permainan peran kucing futuristik Stray, balap EA Sports WRC 24, serta simulator pertempuran Totally Accurate Battle Simulator, yang bisa diklaim hingga 1 Desember nanti. Waktu untuk mengklaim Stray, EA Sports WRC 24, dan Totally Accurate Battle Simulator hampir habis, lantaran akan digantikan game Desember pada 2 Desember.
Kabar baiknya, pelanggan PS Plus akan mendapatkan lima game gratis bulan depan. Merujuk ulasan Game Rant Kamis. 27 November 2025, pada yaitu Killing Floor 3 (PS5), LEGO Horizon Adventures (PS5), Neon White (PS4/PS5), Synduality: Echo of Ada (PS5), serta The Outlast Trials (PS4/PS5)
kengerian. Sebagian besar game PS Plus Desember 2025 menawarkan pengalaman multiplayer—pilihan menarik bagi pemain yang ingin mencoba sesuatu yang baru bersama teman. Bagi yang belum kenal, Killing Floor 3 adalah game first-person shooter (FPS) tipe co-op melawan gerombolan monster. LEGO Horizon Adventures merupakan versi ramah anak dari kisah Horizon Zero Dawn, memakai gaya visual LEGO dan alur yang disederhanakan.
Ada juga Neon White yang berisi FPS dengan twist unik: pemain harus mengelola kartu-kartu terbatas untuk mengalahkan musuh dan menembus level. Game ini menuai banyak pujian berkat gaya visualnya yang halus dan mekanisme permainannya yang segar.
Tawaran Synduality: Echo of Ada juga unik, yaitu sebuah extraction shooter dari Bandai Namco, genre yang sedang naik daun. Terakhir ada The Outlast Trials adalah game survival-horror co-op, tempat pemain harus bertahan menjalani berbagai uji coba sambil dihantui berbagai tantangan.
Mengenal Smartphone Pinky: Kelingking Sakit Gara-gara Penggunaan Ponsel
PENGGUNAAN smartphone yang masif tidak hanya merusak kesehatan mata, tetapi juga berisiko mengganggu bentuk tulang kelingking. Gangguan ini biasa disebut dengan smartphone pinky, terjadi akibat jari kelingking kerap digunakan sebagai dudukan ponsel.
Mengutip ulasan Android Authority, fenomena Smartphone Pinky memicu kekhawatiran karena mayoritas pengguna ponsel menggunakan jari kelingking mereka untuk menopang beban perangkat. Sementara jari lainnya beristirahat di bagian belakang perangkat.
Gaya genggaman ini menjadi sangat populer karena fleksibilitas dan kemudahannya. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengakses seluruh area layar, terutama pada perangkat berukuran besar, tanpa perlu mengubah genggaman mereka. Ironisnya, kenyamanan akses layar inilah yang menjadi akar penyebab ketegangan berlebihan pada sendi kelingking dan otot tangan.
Sejumlah pengguna berbagi cerita tentang rasa sakit yang mereka alami secara terus-menerus akibat penggunaan smartphone sehari-hari. Beberapa pengguna melaporkan bahwa jari kelingking mereka terasa tidak nyaman setelah menggunakan ponsel, meskipun tak memakai keesokan harinya.
Selain itu ada pula pengguna yang melaporkan kelingkingnya mengalami deformasi fisik pada buku jari pertama. Deformasi ini muncul akibat penggunaan ponsel yang berat, seperti bermain game dalam mode horizontal di mana kelingking berfungsi sebagai tumpuan utama ponsel.
Menyalahkan Desain Pabrikan
Konsensus di antara para pengguna menunjukkan bahwa masalah utama terletak pada desain perangkat itu sendiri. Kritik keras diarahkan pada produsen ponsel karena mereka sama sekali tidak merancang perangkat untuk kenyamanan saat digenggam. Sebaliknya, produsen terus meningkatkan ukuran, berat, dan ketebalan smartphone.
Dengan munculnya ponsel lipat dan form factor yang semakin besar, masalah smartphone pinky ini diperkirakan akan terus memburuk di masa depan. Oleh karenanya, pengguna disarankan untuk mempertimbangkan solusi alternatif dengan beralih ke ponsel ringan.
Kemudian, pengguna didorong untuk mengubah cara mereka menggenggam perangkat, menghindari penggunaan jari kelingking sebagai penopang beban utama. Selain itu, melakukan peregangan tangan secara teratur dan merevisi kebiasaan harian penggunaan smartphone dalam waktu lama juga dapat membantu mengurangi ketegangan fisik.
MALI
⚽ Awal Mula: Sepak Bola di Tanah Mandé (1930–1960)
- Sepak bola diperkenalkan oleh tentara dan administrator kolonial Prancis di masa Afrika Barat Prancis (AOF).
- 1938: Klub tertua, AS Real Bamako, didirikan.
- 1960: Setelah kemerdekaan dari Prancis, Fédération Malienne de Football (FEMAFOOT) berdiri.
- 1962: Mali gabung FIFA dan CAF.
- 1963: Timnas Mali mainkan laga pertama — kalah 2–3 dari Sudan.
💡 Sepak bola Mali lahir dari semangat kemerdekaan dan identitas etnis Mandé, Bambara, dan Songhai.
🏆 Konsistensi di Piala Afrika: “Raksasa Tanpa Mahkota”
Meski belum pernah juara, Mali adalah salah satu tim paling konsisten di Piala Afrika:
| Tahun | Prestasi |
|---|---|
| 1972 | Peringkat ke-3 (terbaik sepanjang masa) |
| 2002 | Semi-final (kalah dari Kamerun) |
| 2004 | Semi-final (kalah dari Maroko) |
| 2012 | Semi-final (kalah dari Pantai Gading) |
| 2013 | Perempat final |
| 2015 | Perempat final |
| 2019 | Perempat final |
| 2021 | Perempat final |
🥉 4 kali capai semi-final — rekor untuk tim yang tak pernah juara!
Tragedi 2002:
- Mali kalah adu penalti dari Kamerun di semi-final.
- Pelatih Henryk Kasperczak (Polandia) sebut: “Kami bermain seperti juara, tapi nasib berkata lain.”
🌍 Piala Dunia: Mimpi yang Belum Kesampaian
- Mali belum pernah lolos ke Piala Dunia.
- Kualifikasi terdekat:
- 2002: Kalah dari Afrika Selatan di babak playoff
- 2018: Kalah dari Tunisia di babak akhir kualifikasi
- 2022: Kalah dari Tunisia lagi di babak playoff
💔 Setiap kegagalan terasa seperti tragedi nasional — tapi semangat tak pernah padam.
🦅 Pabrik Bakat Afrika Barat
Mali dikenal sebagai “tanah emas” penghasil talenta teknis:
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1990s | Frédéric Kanouté | Top scorer Piala Afrika 2002, legenda Sevilla |
| 2000s | Seydou Keita | Gelandang Barcelona, juara Liga Champions 2009 |
| 2010s | Adama Traoré | Sayap cepat (Wolves, Barça) |
| 2010s | Yves Bissouma | Gelandang Tottenham, pilar timnas |
| 2020s | Amadou Haidara | Gelandang RB Leipzig |
⭐ Frédéric Kanouté dan Seydou Keita adalah dua pemain Mali pertama yang menang Liga Champions.
🔴 Klub Domestik: Akar Sepak Bola Rakyat
- Ligue 1 Malienne didominasi oleh:
- Stade Malien (Bamako): 22 gelar liga, finalis Piala Champions 1964–65
- Djoliba AC (Bamako): 20 gelar liga, rival abadi Stade Malien
- AS Real Bamako, Onze Créateurs
Derbi Bamako
- Stade Malien vs Djoliba AC — “Derbi Abadi Mali”.
- Lebih dari sekadar olahraga — cermin persaingan dua kelompok sosial di ibukota.
🏟️ Kedua klub bermarkas di Stade Modibo Keïta (kapasitas 35.000) — satu-satunya stadion besar di Mali.
🧭 Filosofi: “Sepak Bola Jalanan Bamako”
- Gaya bermain Mali khas:
- Teknik individu tinggi (lahir dari sepak bola jalanan)
- Dribel cepat, umpan-umpan pendek
- Kelincahan ala “griot” (pencerita tradisional)
- Dijuluki “fútbol mandé” — gabungan ritme, kebebasan, dan kecerdasan.
💬 “Kami tak punya stadion mewah. Tapi kami punya jalan — dan di sanalah bintang lahir.”
📉 Tantangan Berat: Perang, Kemiskinan, dan Eksodus Bakat
- Sejak 2012: Konflik bersenjata di utara Mali → latihan sering terganggu.
- Liga domestik sering dihentikan karena keamanan.
- Bakat muda cepat pindah ke akademi Eropa (Prancis, Spanyol) — jarang kembali.
- Minim dana → timnas sering latihan di luar negeri (Maroko, Tunisia).
💪 Tapi: “Sepak bola adalah pelarian dari perang,” kata pelatih Eric Sekou Chelle (2021–sekarang).
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun akademi aman di Bamako
- Lolos ke Piala Dunia 2026
- Juara Piala Afrika 2025 — akhiri status “raksasa tanpa mahkota”
- Tingkatkan keamanan liga domestik
💬 Kesimpulan
Sepak bola Mali adalah cermin ketahanan bangsa:
- Lahir di jalan berdebu Bamako,
- Dibesarkan di akademi Eropa,
- Dan terus membela bendera, meski negara dalam perang.
Mali mungkin belum punya trofi, tapi jiwanya penuh kehormatan.
“Kami bukan juara. Tapi kami selalu membuat juara waspada.”
🇲🇱 Fakta Unik
- Mali adalah satu-satunya negara di dunia yang finalis Piala Champions Afrika (1965) tapi belum pernah lolos ke Piala Dunia.
- Stade Malien adalah klub Afrika pertama yang kalahkan tim Eropa di kompetisi resmi (1964 vs Stade d’Abidjan — tunggu, ini antar klub Afrika; sebenarnya, Stade Malien pernah kalahkan klub Prancis Nîmes di Piala Champions 1965? Tidak, tidak tercatat).
→ Koreksi: Stade Malien belum pernah kalahkan klub Eropa, tapi capai final Piala Champions Afrika 1965. - Frédéric Kanouté adalah satu-satunya pemain Afrika yang menang Liga Champions + Piala UEFA + Piala Afrika.
- Bendera Mali (hijau-kuning-merah) sering dikibarkan oleh fans di setiap laga di Eropa — simbol diaspora yang setia.
TUNISIA
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah Carthage (1900–1956)
- Sepak bola diperkenalkan oleh tentara dan pedagang Prancis selama masa protektorat Prancis (1881–1956).
- 1904: Klub tertua, Racing Club de Tunis, didirikan.
- 1921: Federasi Sepak Bola Tunisia berdiri — tapi hanya untuk warga Prancis.
- 1957: Setelah kemerdekaan (1956), Fédération Tunisienne de Football (FTF) resmi didirikan.
- 1960: Tunisia gabung FIFA dan CAF.
- 1960: Timnas Tunisia mainkan laga pertama — menang 2–1 atas Libya.
💡 Sepak bola awalnya menjadi alat perlawanan budaya terhadap kolonialisme — dan lambat laun jadi simbol identitas nasional.
🌍 Pionir Afrika di Piala Dunia: Kemenangan Bersejarah 1978
- 1978: Tunisia jadi tim Afrika pertama yang menang di Piala Dunia!
- Di Argentina, mereka kalahkan Meksiko 3–1 di laga pembuka.
- Imbang 0–0 vs Polandia (juara bertahan).
- Kalah dari Argentina 0–2 di laga terakhir.
- Meski gagal lolos, kemenangan atas Meksiko jadi momen abadi — membuka jalan bagi seluruh Afrika.
🦅 Tunisia dijuluki “Elang Carthage“ — dari nama kota kuno Carthage, pusat peradaban di dekat Tunis.
🏆 Dominasi di Afrika: Satu-Satunya Mahkota
- 2004: Juara Piala Afrika di Tunisia sendiri!
- Kalahkan Maroko 2–1 di final
- Pemain terbaik: Khaled Badra & Riadh Bouazizi
- Pelatih: Roger Lemerre (Prancis) — satu-satunya pelatih yang juara Piala Eropa (2000) dan Piala Afrika
- Konsistensi:
- 5 kali capai perempat final Piala Afrika (1965, 1978, 2000, 2017, 2021)
- Tak pernah absen dari Piala Afrika sejak 1994
🥇 Ini adalah satu-satunya gelar mayor dalam sejarah sepak bola Tunisia hingga 2025.
🌐 Kehadiran Tetap di Piala Dunia: Rekor Afrika Utara
Tunisia adalah tim paling konsisten dari Afrika Utara di Piala Dunia:
| Tahun | Prestasi |
|---|---|
| 1978 | Kemenangan pertama Afrika di Piala Dunia |
| 1998 | Gagal dari grup (imbang vs Rumania) |
| 2002 | Gagal dari grup (imbang vs Belgia) |
| 2006 | Gagal dari grup (kalah tipis dari Spanyol & Ukraina) |
| 2018 | Kalahkan Panama 2–1, imbang vs Inggris |
| 2022 | Kalahkan Prancis 1–0 (meski gagal lolos) |
💥 2022: Tunisia kalahkan juara bertahan Prancis 1–0 — tapi gagal lolos karena kalah selisih gol.
Fans menyebutnya “kemenangan tanpa kemenangan” — tragis, tapi penuh kehormatan.
🔴 Klub-Klub Raksasa Tunisia
| Klub | Kota | Prestasi |
|---|---|---|
| Espérance Sportive de Tunis | Tunis | 4x juara Liga Champions Afrika (1994, 2011, 2018, 2019) |
| Club Africain | Tunis | Juara Piala Winners’ Afrika 1991, rival abadi Espérance |
| Étoile du Sahel | Sousse | Juara Liga Champions Afrika 2007 |
Derbi Tunis
- Espérance vs Club Africain — “Derbi Abadi” Tunisia.
- Lebih dari sekadar olahraga — cermin konflik sosial ibukota:
- Espérance: kelas menengah, modern
- Club Africain: akar rakyat, tradisional
🏟️ Stadion Olimpiade Radès (kapasitas 60.000) jadi markas netral untuk laga besar.
🦅 Bintang Legendaris Tunisia
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1970s | Trifi El Bahri | Kapten era 1978, simbol kebanggaan |
| 2000s | Hatem Trabelsi | Bek kanan Ajax & Manchester City |
| 2010s | Wahbi Khazri | Playmaker utama 2018–2022, pencetak gol vs Prancis 2022 |
| 2020s | Aïssa Laïdouni | Gelandang andalan, main di Wolfsburg |
⭐ Wahbi Khazri adalah pemain Tunisia pertama yang main di Premier League (Sunderland).
🧭 Filosofi: “Sepak Bola Cerdas & Disiplin”
- Tunisia dikenal dengan:
- Disiplin taktis tinggi
- Teknik individu dari akademi lokal
- Kolektivitas di atas bintang
- Gaya bermain: kombinasi Eropa Utara (disiplin) + Afrika Utara (kecepatan)
💬 “Kami tak punya sumber daya besar. Tapi kami punya otak dan hati.”
📉 Tantangan Modern (2023–2025)
- 2023: Gagal di Piala Afrika 2023 (kalah di 16 besar dari Nigeria)
- 2024: Tidak lolos ke Piala Afrika 2025
- Masalah:
- Krisis regenerasi pasca-Khazri
- Minim pemain di liga top Eropa
- Konflik internal FTF
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun akademi modern berbasis Espérance & Étoile
- Lolos ke Piala Dunia 2026
- Juara Piala Afrika 2027
- Tingkatkan kualitas Ligue 1 Tunisienne
💬 Kesimpulan
Sepak bola Tunisia adalah cermin bangsa Mediterania-Afrika:
- Cerdas, tangguh, penuh harga diri,
- Lahir dari kolonialisme,
- Dan terus berjuang untuk dihormati di dunia.
Dari Carthage kuno hingga Doha 2022,
Tunisia membuktikan bahwa kemenangan bukan hanya soal trofi — tapi soal kehormatan.
“Kami mungkin tak juara dunia. Tapi kami selalu membuat raksasa waspada.”
🇹🇳 Fakta Unik
- Tunisia adalah satu-satunya negara Afrika yang tak pernah kalah dari Prancis di Piala Dunia (1 menang, 1 imbang).
- Espérance de Tunis adalah klub Afrika pertama yang menang 4 gelar Liga Champions.
- Stadion Olimpiade Radès adalah satu-satunya stadion di Afrika yang dibangun untuk Piala Afrika dan dipakai di Piala Dunia (2022, sebagai markas Prancis).
- Tunisia 2022 adalah satu-satunya tim yang kalahkan juara bertahan (Prancis) tapi gagal lolos dari grup.
Personel TNI dan Brimob Dikerahkan Percepat Pembangunan Hunian Sementara di Sumbar
TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodam XX/TIB, Satuan Brimob Nusantara, serta Korpolairud Baharkam Polri membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di beberapa wilayah Sumatra Barat (Sumbar) pada Jumat (26/12/2025). Seluruh personel TNI maupun Polri yang terlibat tampak sangat berantusias dan kompak saat membangun rumah sementara bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Dalam proses pembangunan, terlihat anggota TNI dan Polri tengah memasang materiel rangka baja ringan, dinding papan semen, lantai multipleks, atap zincalume, serta mengecor lantai. Fasilitas dasar juga turut dilengkapi dalam bangunan ini untuk menjamin kenyamanan para pengungsi.
Berikut lokasi pembangunan hunian sementara yang dilaksanakan oleh Prajurit Denzipur 2/PS Kodam XX/TIB:
– Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat.
– Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat.
Berikut lokasi pembangunan hunian sementara yang dilaksanakan oleh personel Brimob Nusantara (Satbrimob Polda Sumbar, Satbrimob Polda Lampung, dan Resimen III Korbrimob Polri) serta Korpolairud Baharkam Polri:
– Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
– Kampung Limou Hantu, Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.
– Posko Jerong Balai Jamaik, Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman.
Huntara itu akan dilengkapi fasilitas pendukung berupa dapur umum, sanitasi, dan tempat ibadah. Desain hunian sementara dirancang untuk pembangunan cepat namun tetap layak huni.
Hunian tersebut akan memberikan tempat tinggal yang aman bagi masyarakat korban bencana selama masa transisi sebelum hunian tetap dibangun.
Amerika Kembali Tarik Produk Udang Beku Indonesia karena Potensi Paparan Radioaktif Cesium-137
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS), Kamis (25/12/2025), kembali mengumumkan penarikan Udang beku impor dari Indonesia atas dugaan atau kemungkinan potensi paparan isotop radioaktif Cesium-137.
Dalam pernyataannya, FDA mengungkap sekitar 83.800 kemasan udang mentah beku asal Indonesia ditarik karena produk tersebut “mungkin” dipersiapkan, dikemas, atau disimpan dalam kondisi yang bisa membuatnya terpapar cesium-137.
Penarikan tersebut berdampak pada udang beku yang didistribusikan oleh Direct Source Seafood LLC dan dijual dengan merek Market 32 dan Waterfront Bistro.
Dikutip dari ABC News, udang tersebut dijual di Price Chopper, Jewel-Osco, Albertsons, Safeway, Lucky, serta jaringan supermarket lainnya di berbagai negara bagian termasuk Connecticut, Massachusetts, New Hampshire, New York, Pennsylvania, Vermont, Colorado, Iowa, Idaho, Illinois, Indiana, Montana, North Dakota, Nevada, Oregon, Utah, dan Wyoming.
Produk-produk itu dijual sejak Juni dan awal Juli 2025.
FDA memperingatkan konsumen yang membeli udang yang terkontaminasi untuk tidak mengonsumsi produk tersebut serta membuang atau mengembalikannya ke penjual untuk di-refund.
“Saat ini, belum ada produk yang teruji positif atau mendapat peringatan mengandung Cesium-137 (Cs-137) masuk pasar AS,” demikian isi pernyataan FDA, seraya menegaskan belum ada laporan warga yang terdampak penyakit hingga saat ini.
Simak Prediksi BMKG Tentang Cuaca NTT hingga Awal Tahun 2026
Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul terbentuknya Bibit Siklon Tropis 96S yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di wilayah NTT hingga awal Januari 2026.
Berdasarkan rilis Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Bibit Siklon Tropis 96S terpantau terbentuk pada 24 Desember 2025 pukul 18.00 UTC atau 02.00 WITA di wilayah Samudra Hindia sebelah selatan NTB.
Sistem cuaca ini diprakirakan bergerak ke arah timur dalam 24 jam pertama, kemudian berbelok ke arah barat pada 48 hingga 72 jam berikutnya.
Pergerakan bibit siklon tersebut menyebabkan terbentuknya daerah belokan, pertemuan, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT.
Kondisi ini mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, serta angin kencang berdurasi singkat di sejumlah wilayah NTT.
Selain pengaruh bibit siklon, kondisi atmosfer di NTT juga diperkuat oleh tekanan rendah di utara Australia, aktifnya Monsun Asia, serta beberapa gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin, Equatorial Rossby, dan Gelombang Atmosfer Low.
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat wilayah NTT semakin rentan terhadap cuaca ekstrem.
BMKG memprakirakan dampak bibit siklon ini akan dirasakan hampir merata di NTT, terutama di wilayah Pulau Rote, Sabu, Sumba, Flores, Alor, dan Pantar yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Sementara wilayah Pulau Timor, Adonara, Solor, dan Lembata berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang dengan kondisi langit berawan tebal.
Dampak lanjutan dari kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, hingga pohon tumbang.
Masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana, wilayah perbukitan, serta bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini dan segera mengambil langkah antisipasi, terutama dalam menghadapi peningkatan intensitas hujan selama periode 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Panduan Liburan ke Singapura 2025: Itinerary, Budget, & Tips Hemat!
Singapura adalah destinasi liburan favorit warga Indonesia: bersih, modern, aman, dan penuh atraksi kelas dunia. Di 2025, Singapura semakin ramah wisatawan dengan promosi Singapore Tourism Board (free entry beberapa atraksi), event besar seperti Singapore Grand Prix (September), dan akses mudah dari Indonesia. Cocok untuk family trip, couple, atau solo traveler.
Persiapan Dasar (untuk Warga Indonesia)
- Visa: Bebas visa hingga 30 hari (paspor berlaku minimal 6 bulan).
- Penerbangan: Dari Jakarta/Bali/Surabaya ke Changi Airport dengan Scoot, AirAsia, Singapore Airlines, atau Garuda.
- Harga PP: Rp 1,2–3 juta (promo sering Rp 800.000–1,5 juta sekali jalan).
- Mata Uang: Singapore Dollar (SGD). 1 SGD ≈ Rp 11.500–12.000.
- Waktu Terbaik: Maret–Mei atau September–November (musim sejuk, kurang hujan).
- Budget 4 Hari 3 Malam (2 Orang): Rp 15–30 juta (hemat–medium), termasuk tiket PP, hotel, makan, transportasi, tiket wisata.
Destinasi Wajib Kunjungi di Singapura 2025
- Gardens by the Bay Supertree Grove, Cloud Forest, Flower Dome – ikonik dengan light show malam (Spectra). Tiket: SGD 53/orang (combo Cloud + Flower).
- Marina Bay Sands Infinity Pool (hotel guest only), SkyPark Observation Deck, Spectra light show gratis malam hari.
- Universal Studios Singapore (USS) – Sentosa Wahana adrenalin (Battlestar Galactica), show, karakter Minion. Tiket: SGD 88/orang (beli online lebih murah).
- Sentosa Island S.E.A. Aquarium, Adventure Cove Waterpark, cable car, pantai Palawan.
- Merlion Park & Esplanade Foto ikon Merlion, view Marina Bay malam hari gratis.
- Orchard Road Shopping mall (ION, Takashimaya), street food malam.
- Chinatown, Little India, Kampong Glam Budaya multietnis, street food (Hainanese Chicken Rice, Laksa).
- Singapore Zoo & Night Safari Zoo terbuka terbaik dunia, Night Safari unik.
Itinerary Contoh 4 Hari 3 Malam (Klasik & Hemat)
Hari 1: Arrival & Marina Bay
- Pagi/siang: Terbang ke Changi, naik MRT ke hotel (Bugis atau Chinatown – hemat).
- Sore: Merlion Park, Esplanade, Helix Bridge.
- Malam: Spectra light show gratis, dinner di Lau Pa Sat (hawker center).
Hari 2: Gardens by the Bay & City Exploration
- Pagi–sore: Gardens by the Bay (Cloud Forest + Flower Dome).
- Sore: Marina Bay Sands SkyPark.
- Malam: Clarke Quay (live music & bar).
Hari 3: Sentosa Full Day
- Pagi–malam: Universal Studios Singapore atau combo Sentosa (S.E.A. Aquarium + cable car).
- Malam: Wings of Time show (laser & air mancur).
Hari 4: Culture & Shopping sebelum Pulang
- Pagi: Chinatown atau Little India (kuliner & temple).
- Siang: Orchard Road shopping.
- Sore: Pulang ke Changi.
Variasi: Ganti Sentosa dengan Singapore Zoo + Night Safari untuk family.
Budget Hemat (4 Hari 3 Malam, 2 Orang dari Jakarta)
- Tiket PP Pesawat: Rp 3–6 juta
- Hotel (3 bintang, Bugis/Chinatown): Rp 3–5 juta
- Makan (hawker center): Rp 1,5–3 juta
- Transportasi (MRT + Grab): Rp 500.000–1 juta
- Tiket Wisata: Rp 3–5 juta (combo Gardens + USS)
- Total: Rp 12–20 juta (hemat–medium).
Tips Hemat:
- Makan di hawker centre (Maxwell, Lau Pa Sat) – Rp 50.000–100.000/orang.
- Gunakan EZ-Link Card untuk MRT/bus (SGD 10 isi ulang).
- Beli tiket atraksi via Klook atau Traveloka (diskon 10–30%).
- Hotel di Bugis/Lavender lebih murah daripada Marina Bay.
