game favorit
now browsing by category
TUNISIA
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah Carthage (1900–1956)
- Sepak bola diperkenalkan oleh tentara dan pedagang Prancis selama masa protektorat Prancis (1881–1956).
- 1904: Klub tertua, Racing Club de Tunis, didirikan.
- 1921: Federasi Sepak Bola Tunisia berdiri — tapi hanya untuk warga Prancis.
- 1957: Setelah kemerdekaan (1956), Fédération Tunisienne de Football (FTF) resmi didirikan.
- 1960: Tunisia gabung FIFA dan CAF.
- 1960: Timnas Tunisia mainkan laga pertama — menang 2–1 atas Libya.
💡 Sepak bola awalnya menjadi alat perlawanan budaya terhadap kolonialisme — dan lambat laun jadi simbol identitas nasional.
🌍 Pionir Afrika di Piala Dunia: Kemenangan Bersejarah 1978
- 1978: Tunisia jadi tim Afrika pertama yang menang di Piala Dunia!
- Di Argentina, mereka kalahkan Meksiko 3–1 di laga pembuka.
- Imbang 0–0 vs Polandia (juara bertahan).
- Kalah dari Argentina 0–2 di laga terakhir.
- Meski gagal lolos, kemenangan atas Meksiko jadi momen abadi — membuka jalan bagi seluruh Afrika.
🦅 Tunisia dijuluki “Elang Carthage“ — dari nama kota kuno Carthage, pusat peradaban di dekat Tunis.
🏆 Dominasi di Afrika: Satu-Satunya Mahkota
- 2004: Juara Piala Afrika di Tunisia sendiri!
- Kalahkan Maroko 2–1 di final
- Pemain terbaik: Khaled Badra & Riadh Bouazizi
- Pelatih: Roger Lemerre (Prancis) — satu-satunya pelatih yang juara Piala Eropa (2000) dan Piala Afrika
- Konsistensi:
- 5 kali capai perempat final Piala Afrika (1965, 1978, 2000, 2017, 2021)
- Tak pernah absen dari Piala Afrika sejak 1994
🥇 Ini adalah satu-satunya gelar mayor dalam sejarah sepak bola Tunisia hingga 2025.
🌐 Kehadiran Tetap di Piala Dunia: Rekor Afrika Utara
Tunisia adalah tim paling konsisten dari Afrika Utara di Piala Dunia:
| Tahun | Prestasi |
|---|---|
| 1978 | Kemenangan pertama Afrika di Piala Dunia |
| 1998 | Gagal dari grup (imbang vs Rumania) |
| 2002 | Gagal dari grup (imbang vs Belgia) |
| 2006 | Gagal dari grup (kalah tipis dari Spanyol & Ukraina) |
| 2018 | Kalahkan Panama 2–1, imbang vs Inggris |
| 2022 | Kalahkan Prancis 1–0 (meski gagal lolos) |
💥 2022: Tunisia kalahkan juara bertahan Prancis 1–0 — tapi gagal lolos karena kalah selisih gol.
Fans menyebutnya “kemenangan tanpa kemenangan” — tragis, tapi penuh kehormatan.
🔴 Klub-Klub Raksasa Tunisia
| Klub | Kota | Prestasi |
|---|---|---|
| Espérance Sportive de Tunis | Tunis | 4x juara Liga Champions Afrika (1994, 2011, 2018, 2019) |
| Club Africain | Tunis | Juara Piala Winners’ Afrika 1991, rival abadi Espérance |
| Étoile du Sahel | Sousse | Juara Liga Champions Afrika 2007 |
Derbi Tunis
- Espérance vs Club Africain — “Derbi Abadi” Tunisia.
- Lebih dari sekadar olahraga — cermin konflik sosial ibukota:
- Espérance: kelas menengah, modern
- Club Africain: akar rakyat, tradisional
🏟️ Stadion Olimpiade Radès (kapasitas 60.000) jadi markas netral untuk laga besar.
🦅 Bintang Legendaris Tunisia
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1970s | Trifi El Bahri | Kapten era 1978, simbol kebanggaan |
| 2000s | Hatem Trabelsi | Bek kanan Ajax & Manchester City |
| 2010s | Wahbi Khazri | Playmaker utama 2018–2022, pencetak gol vs Prancis 2022 |
| 2020s | Aïssa Laïdouni | Gelandang andalan, main di Wolfsburg |
⭐ Wahbi Khazri adalah pemain Tunisia pertama yang main di Premier League (Sunderland).
🧭 Filosofi: “Sepak Bola Cerdas & Disiplin”
- Tunisia dikenal dengan:
- Disiplin taktis tinggi
- Teknik individu dari akademi lokal
- Kolektivitas di atas bintang
- Gaya bermain: kombinasi Eropa Utara (disiplin) + Afrika Utara (kecepatan)
💬 “Kami tak punya sumber daya besar. Tapi kami punya otak dan hati.”
📉 Tantangan Modern (2023–2025)
- 2023: Gagal di Piala Afrika 2023 (kalah di 16 besar dari Nigeria)
- 2024: Tidak lolos ke Piala Afrika 2025
- Masalah:
- Krisis regenerasi pasca-Khazri
- Minim pemain di liga top Eropa
- Konflik internal FTF
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun akademi modern berbasis Espérance & Étoile
- Lolos ke Piala Dunia 2026
- Juara Piala Afrika 2027
- Tingkatkan kualitas Ligue 1 Tunisienne
💬 Kesimpulan
Sepak bola Tunisia adalah cermin bangsa Mediterania-Afrika:
- Cerdas, tangguh, penuh harga diri,
- Lahir dari kolonialisme,
- Dan terus berjuang untuk dihormati di dunia.
Dari Carthage kuno hingga Doha 2022,
Tunisia membuktikan bahwa kemenangan bukan hanya soal trofi — tapi soal kehormatan.
“Kami mungkin tak juara dunia. Tapi kami selalu membuat raksasa waspada.”
🇹🇳 Fakta Unik
- Tunisia adalah satu-satunya negara Afrika yang tak pernah kalah dari Prancis di Piala Dunia (1 menang, 1 imbang).
- Espérance de Tunis adalah klub Afrika pertama yang menang 4 gelar Liga Champions.
- Stadion Olimpiade Radès adalah satu-satunya stadion di Afrika yang dibangun untuk Piala Afrika dan dipakai di Piala Dunia (2022, sebagai markas Prancis).
- Tunisia 2022 adalah satu-satunya tim yang kalahkan juara bertahan (Prancis) tapi gagal lolos dari grup.
Personel TNI dan Brimob Dikerahkan Percepat Pembangunan Hunian Sementara di Sumbar
TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodam XX/TIB, Satuan Brimob Nusantara, serta Korpolairud Baharkam Polri membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di beberapa wilayah Sumatra Barat (Sumbar) pada Jumat (26/12/2025). Seluruh personel TNI maupun Polri yang terlibat tampak sangat berantusias dan kompak saat membangun rumah sementara bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Dalam proses pembangunan, terlihat anggota TNI dan Polri tengah memasang materiel rangka baja ringan, dinding papan semen, lantai multipleks, atap zincalume, serta mengecor lantai. Fasilitas dasar juga turut dilengkapi dalam bangunan ini untuk menjamin kenyamanan para pengungsi.
Berikut lokasi pembangunan hunian sementara yang dilaksanakan oleh Prajurit Denzipur 2/PS Kodam XX/TIB:
– Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat.
– Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat.
Berikut lokasi pembangunan hunian sementara yang dilaksanakan oleh personel Brimob Nusantara (Satbrimob Polda Sumbar, Satbrimob Polda Lampung, dan Resimen III Korbrimob Polri) serta Korpolairud Baharkam Polri:
– Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
– Kampung Limou Hantu, Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.
– Posko Jerong Balai Jamaik, Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman.
Huntara itu akan dilengkapi fasilitas pendukung berupa dapur umum, sanitasi, dan tempat ibadah. Desain hunian sementara dirancang untuk pembangunan cepat namun tetap layak huni.
Hunian tersebut akan memberikan tempat tinggal yang aman bagi masyarakat korban bencana selama masa transisi sebelum hunian tetap dibangun.
Amerika Kembali Tarik Produk Udang Beku Indonesia karena Potensi Paparan Radioaktif Cesium-137
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS), Kamis (25/12/2025), kembali mengumumkan penarikan Udang beku impor dari Indonesia atas dugaan atau kemungkinan potensi paparan isotop radioaktif Cesium-137.
Dalam pernyataannya, FDA mengungkap sekitar 83.800 kemasan udang mentah beku asal Indonesia ditarik karena produk tersebut “mungkin” dipersiapkan, dikemas, atau disimpan dalam kondisi yang bisa membuatnya terpapar cesium-137.
Penarikan tersebut berdampak pada udang beku yang didistribusikan oleh Direct Source Seafood LLC dan dijual dengan merek Market 32 dan Waterfront Bistro.
Dikutip dari ABC News, udang tersebut dijual di Price Chopper, Jewel-Osco, Albertsons, Safeway, Lucky, serta jaringan supermarket lainnya di berbagai negara bagian termasuk Connecticut, Massachusetts, New Hampshire, New York, Pennsylvania, Vermont, Colorado, Iowa, Idaho, Illinois, Indiana, Montana, North Dakota, Nevada, Oregon, Utah, dan Wyoming.
Produk-produk itu dijual sejak Juni dan awal Juli 2025.
FDA memperingatkan konsumen yang membeli udang yang terkontaminasi untuk tidak mengonsumsi produk tersebut serta membuang atau mengembalikannya ke penjual untuk di-refund.
“Saat ini, belum ada produk yang teruji positif atau mendapat peringatan mengandung Cesium-137 (Cs-137) masuk pasar AS,” demikian isi pernyataan FDA, seraya menegaskan belum ada laporan warga yang terdampak penyakit hingga saat ini.
Simak Prediksi BMKG Tentang Cuaca NTT hingga Awal Tahun 2026
Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul terbentuknya Bibit Siklon Tropis 96S yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di wilayah NTT hingga awal Januari 2026.
Berdasarkan rilis Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Bibit Siklon Tropis 96S terpantau terbentuk pada 24 Desember 2025 pukul 18.00 UTC atau 02.00 WITA di wilayah Samudra Hindia sebelah selatan NTB.
Sistem cuaca ini diprakirakan bergerak ke arah timur dalam 24 jam pertama, kemudian berbelok ke arah barat pada 48 hingga 72 jam berikutnya.
Pergerakan bibit siklon tersebut menyebabkan terbentuknya daerah belokan, pertemuan, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT.
Kondisi ini mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, serta angin kencang berdurasi singkat di sejumlah wilayah NTT.
Selain pengaruh bibit siklon, kondisi atmosfer di NTT juga diperkuat oleh tekanan rendah di utara Australia, aktifnya Monsun Asia, serta beberapa gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin, Equatorial Rossby, dan Gelombang Atmosfer Low.
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat wilayah NTT semakin rentan terhadap cuaca ekstrem.
BMKG memprakirakan dampak bibit siklon ini akan dirasakan hampir merata di NTT, terutama di wilayah Pulau Rote, Sabu, Sumba, Flores, Alor, dan Pantar yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Sementara wilayah Pulau Timor, Adonara, Solor, dan Lembata berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang dengan kondisi langit berawan tebal.
Dampak lanjutan dari kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, hingga pohon tumbang.
Masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana, wilayah perbukitan, serta bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini dan segera mengambil langkah antisipasi, terutama dalam menghadapi peningkatan intensitas hujan selama periode 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Panduan Liburan ke Singapura 2025: Itinerary, Budget, & Tips Hemat!
Singapura adalah destinasi liburan favorit warga Indonesia: bersih, modern, aman, dan penuh atraksi kelas dunia. Di 2025, Singapura semakin ramah wisatawan dengan promosi Singapore Tourism Board (free entry beberapa atraksi), event besar seperti Singapore Grand Prix (September), dan akses mudah dari Indonesia. Cocok untuk family trip, couple, atau solo traveler.
Persiapan Dasar (untuk Warga Indonesia)
- Visa: Bebas visa hingga 30 hari (paspor berlaku minimal 6 bulan).
- Penerbangan: Dari Jakarta/Bali/Surabaya ke Changi Airport dengan Scoot, AirAsia, Singapore Airlines, atau Garuda.
- Harga PP: Rp 1,2–3 juta (promo sering Rp 800.000–1,5 juta sekali jalan).
- Mata Uang: Singapore Dollar (SGD). 1 SGD ≈ Rp 11.500–12.000.
- Waktu Terbaik: Maret–Mei atau September–November (musim sejuk, kurang hujan).
- Budget 4 Hari 3 Malam (2 Orang): Rp 15–30 juta (hemat–medium), termasuk tiket PP, hotel, makan, transportasi, tiket wisata.
Destinasi Wajib Kunjungi di Singapura 2025
- Gardens by the Bay Supertree Grove, Cloud Forest, Flower Dome – ikonik dengan light show malam (Spectra). Tiket: SGD 53/orang (combo Cloud + Flower).
- Marina Bay Sands Infinity Pool (hotel guest only), SkyPark Observation Deck, Spectra light show gratis malam hari.
- Universal Studios Singapore (USS) – Sentosa Wahana adrenalin (Battlestar Galactica), show, karakter Minion. Tiket: SGD 88/orang (beli online lebih murah).
- Sentosa Island S.E.A. Aquarium, Adventure Cove Waterpark, cable car, pantai Palawan.
- Merlion Park & Esplanade Foto ikon Merlion, view Marina Bay malam hari gratis.
- Orchard Road Shopping mall (ION, Takashimaya), street food malam.
- Chinatown, Little India, Kampong Glam Budaya multietnis, street food (Hainanese Chicken Rice, Laksa).
- Singapore Zoo & Night Safari Zoo terbuka terbaik dunia, Night Safari unik.
Itinerary Contoh 4 Hari 3 Malam (Klasik & Hemat)
Hari 1: Arrival & Marina Bay
- Pagi/siang: Terbang ke Changi, naik MRT ke hotel (Bugis atau Chinatown – hemat).
- Sore: Merlion Park, Esplanade, Helix Bridge.
- Malam: Spectra light show gratis, dinner di Lau Pa Sat (hawker center).
Hari 2: Gardens by the Bay & City Exploration
- Pagi–sore: Gardens by the Bay (Cloud Forest + Flower Dome).
- Sore: Marina Bay Sands SkyPark.
- Malam: Clarke Quay (live music & bar).
Hari 3: Sentosa Full Day
- Pagi–malam: Universal Studios Singapore atau combo Sentosa (S.E.A. Aquarium + cable car).
- Malam: Wings of Time show (laser & air mancur).
Hari 4: Culture & Shopping sebelum Pulang
- Pagi: Chinatown atau Little India (kuliner & temple).
- Siang: Orchard Road shopping.
- Sore: Pulang ke Changi.
Variasi: Ganti Sentosa dengan Singapore Zoo + Night Safari untuk family.
Budget Hemat (4 Hari 3 Malam, 2 Orang dari Jakarta)
- Tiket PP Pesawat: Rp 3–6 juta
- Hotel (3 bintang, Bugis/Chinatown): Rp 3–5 juta
- Makan (hawker center): Rp 1,5–3 juta
- Transportasi (MRT + Grab): Rp 500.000–1 juta
- Tiket Wisata: Rp 3–5 juta (combo Gardens + USS)
- Total: Rp 12–20 juta (hemat–medium).
Tips Hemat:
- Makan di hawker centre (Maxwell, Lau Pa Sat) – Rp 50.000–100.000/orang.
- Gunakan EZ-Link Card untuk MRT/bus (SGD 10 isi ulang).
- Beli tiket atraksi via Klook atau Traveloka (diskon 10–30%).
- Hotel di Bugis/Lavender lebih murah daripada Marina Bay.
Parma Calcio 1913
🔴🤍 Profil Singkat Parma Calcio 1913
- Nama lengkap: Parma Calcio 1913
- Didirikan: 1913 (klub asli); dibangun ulang pada 2015 setelah bangkrut
- Kota: Parma, Emilia-Romagna, Italia
- Stadion: Stadio Ennio Tardini (kapasitas: 21.473)
- Warna seragam: Kuning dan Biru
- Julukan:
- I Crociati (Para Salibis) — dari lambang salib merah di dada jersey
- Gialloblù (Kuning-Biru)
- Pemilik: Konsorsium “Parma 2022” (dipimpin Kyle Krause, pengusaha AS), sejak 2018
🏆 Prestasi: Raksasa Eropa yang Bangkit dari Abu
Parma adalah bukti hidup bahwa kejatuhan terdalam bisa diikuti oleh kebangkitan paling luhur.
Era Keemasan (1990–2002): Kejayaan Eropa
Di bawah kepemilikan Grup Parmalat (konglomerat susu), Parma jadi kekuatan Eropa:
- Piala Winners’ Cup: Juara 1993 (kalahkan Royal Antwerp 3–1)
- Piala UEFA: Juara 1995 (kalahkan Juventus 2–1 agg), 1999 (kalahkan Marseille 3–0)
- Piala Super UEFA: Juara 1993
- Coppa Italia: 3 kali juara (1992, 1999, 2002)
- Supercoppa Italiana: 1 kali juara (1999)
💡 Parma adalah satu-satunya klub Italia yang menjuarai Piala Winners’ Cup, Piala UEFA, dan Piala Super UEFA — tanpa pernah juara Serie A.
Keterpurukan & Kebangkitan (2015–2021)
- 2015: Bangkrut total, dihapus dari Serie A, harus mulai dari Serie D (kasta ke-4)!
- 2016–2018: 3 promosi dalam 3 tahun — kembali ke Serie A pada 2018
- 2021: Lolos ke Liga Europa — hanya 6 tahun setelah bangkrut!
✝️ Asal Julukan “I Crociati” (Para Salibis)
- Nama ini berasal dari lambang salib merah di dada jersey, yang diadopsi pada 1920-an sebagai penghormatan pada sejarah agama dan ksatria Parma.
- Warna kuning-biru melambangkan kemewahan (emas) dan langit kota Parma.
💬 “Kami bukan hanya klub. Kami adalah kota yang bermain bola.”
🌟 Era Emas: Tim Impian 1990-an
Dengan dana Parmalat, Parma membangun tim impian:
- Pemain legendaris:
- Gianluigi Buffon (kiper muda)
- Lilian Thuram, Fabio Cannavaro (duet bek terbaik dunia)
- Hernán Crespo, Enrico Chiesa (striker tajam)
- Juan Sebastián Verón, Dino Baggio (gelandang kelas dunia)
- Pelatih ikonik: Nevio Scala, Carlo Ancelotti, Alberto Malesani
💥 1999: Parma kalahkan Barcelona, Chelsea, dan Marseille dalam satu musim Eropa — puncak kejayaan.
🏟️ Stadio Ennio Tardini: Istana di Jantung Emilia-Romagna
- Dibuka: 1923
- Kapasitas: 21.473
- Karakteristik:
- “Curva Nord” diisi oleh “Boys Parma” — suporter paling fanatik
- Stadion dikelilingi restoran dan pabrik prosciutto — khas kota kuliner Parma
- Suasana intim, emosional, dan penuh gairah
- Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di Italia yang namanya diambil dari presiden klub, bukan pahlawan atau politisi.
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Parma, Parma… Cuore Gialloblù!”
(Parma, Parma… Hati Kuning-Biru!)
📉 Tragedi Parmalat (2003–2015)
- 2003: Skandal keuangan Parmalat — €14 miliar hilang
- Klub kehilangan dana, jual semua bintang, terjerumus utang
- 2015: Hutang €218 juta, gaji pemain ditahan, terdegradasi ke Serie D
- Fans menyebutnya “l’anno della vergogna” (tahun aib)
💔 Tapi justru di titik terendah, semangat Gialloblù tak padam.
🦅 Kebangkitan Ajaib (2015–2021)
- 2015: Didirikan ulang sebagai SSD Parma Calcio 1913
- 2016: Juara Serie D → promosi ke Serie C
- 2017: Juara Serie C → promosi ke Serie B
- 2018: Promosi ke Serie A lewat playoff — 3 promosi dalam 3 tahun!
- 2020–21: Finish ke-12 di Serie A, lolos ke Liga Europa (via piala)
💬 “Dari abu, kami lahir kembali. Dengan warna yang sama, jiwa yang lebih kuat.”
🔥 Rivalitas Utama
- Reggiana → “Derbi dell’Enza”
- Rival lokal — jarak hanya 20 km
- Bologna → “Derbi Emilia”
- Rival historis antara dua kota industri Emilia-Romagna
- Juventus & Inter → rival era kejayaan Eropa
💡 Fakta Unik
- Parma adalah satu-satunya klub di dunia yang bangkit dari Serie D ke Liga Europa dalam 6 tahun.
- Stadio Tardini adalah satu-satunya di Italia yang dikelilingi pabrik prosciutto dan keju Parmigiano.
- Klub ini menolak sponsor judi sejak 2018 — sesuai nilai keluarga Parma.
- “Boys Parma” adalah satu-satunya kelompok suporter di Italia yang membayar gaji pemain muda saat bangkrut.
🏁 Masa Depan: Membangun Kembali Warisan Emas
- 2024/25: Target — konsisten di papan tengah Serie A, bangun tim muda
- Fokus pada:
- Akademi muda “Academy Parma”
- Gaya bermain ofensif ala pelatih Fabio Pecchia
- Jangan pernah lupa akar “klub keluarga”
“We’ve been to hell and back. Now, we play for glory — and for Parma.”
💬 Kesimpulan
Parma Calcio 1913 bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah monumen ketahanan, puisi dalam bentuk kebangkitan, dan bukti bahwa cinta fans bisa menghidupkan kembali yang mati.
“In Parma, we don’t just play football. We live history — one comeback at a time.”
Wolverhampton Wanderers F.C.
🖤🧡 Profil Singkat Wolverhampton Wanderers F.C.
- Nama lengkap: Wolverhampton Wanderers Football Club
- Didirikan: 1877
- Kota: Wolverhampton, West Midlands, Inggris
- Stadion: Molineux Stadium (kapasitas: 32.050)
- Warna seragam: Hitam dan Emas (Kuning)
- Julukan:
- Wolves
- The Wanderers
- Pemilik: Fosun International (konglomerat Tiongkok, sejak 2016)
- Status 2024/25: Bermain di Premier League
🏆 Prestasi: Raksasa Inggris dengan 13 Trofi Mayor
Wolves adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan warisan yang membentang lebih dari 145 tahun.
Domestik (Inggris)
- Juara Liga Inggris (First Division): 3 kali
- 1953–54, 1957–58, 1958–59
→ Satu-satunya klub yang juara liga 2 kali berturut-turut di era 1950-an
- 1953–54, 1957–58, 1958–59
- Juara Piala FA: 4 kali
- 1893, 1908, 1949, 1960
- Juara Piala Liga Inggris: 2 kali
- 1974, 1980
- Juara Championship (kasta kedua): 4 kali — termasuk 2017–18 (promosi ke Premier League)
Eropa
- Piala UEFA (kini Liga Europa): Runner-up 1972
- Piala Winners’ Cup: Semi-final 1961
- Liga Europa 2 019–20:
- Capai perempat final — kalah dari Sevilla (juara tahun itu)
💡 Wolves adalah salah satu dari hanya 7 klub Inggris yang pernah juara Liga Inggris.
🐺 Asal Julukan “Wolves”
- Nama “Wolverhampton” berasal dari “Wulfrun’s Heantun” — tanah milik Lady Wulfrun, bangsawan Anglo-Saxon abad ke-10.
- Serigala (wolf) menjadi simbol kota sejak abad pertengahan.
- Warna hitam dan emas diadopsi pada 1888, terinspirasi dari lambang kota Wolverhampton.
🐺 Patung serigala raksasa (“The Wanderer“) berdiri di luar Molineux — menjadi ikon kota dan klub.
🌟 Era Keemasan: 1950-an – Dominasi Inggris
Di bawah manajer legendaris Stan Cullis, Wolves jadi tim terkuat di Inggris:
- Gaya bermain: Cepat, fisik, dan ofensif
- Pemain ikonik: Billy Wright (kapten Inggris & Wolves, 541 penampilan)
- 1953: Pertandingan persahabatan melawan Honved (Hungaria) disiarkan TV nasional — dianggap sebagai katalis lahirnya Liga Champions oleh media Eropa!
- 1958 & 1959: Juara liga berturut-turut — kejayaan yang tak tertandingi hingga kini.
📉 Masa Kelam: Dekade Keterpurukan (1980–2016)
- 1980-an–2000-an: Turun ke kasta ketiga dan keempat — nyaris bangkrut
- 2012: Terdegradasi ke League One (kasta ketiga)
- Fans protes besar terhadap pemilik lama yang dianggap tidak ambisius
🐉 Revolusi Fosun: Kebangkitan ala Tiongkok (2016–Sekarang)
- 2016: Dibeli oleh Fosun International (Tiongkok)
- 2017: Tunjuk Nuno Espírito Santo sebagai pelatih
- 2017–18: Juara Championship → promosi ke Premier League
- 2018–2021:
- Finish ke-7 di Premier League 2 musim berturut-turut
- Lolos ke Liga Europa → capai perempat final 2020
- Kalahkan Manchester United, Chelsea, Liverpool berkali-kali
- Pemain kunci era ini:
- Raúl Jiménez
- Diogo Jota
- Adama Traoré
- Rúben Neves (kapten muda Portugal)
💬 “Kami bukan klub kecil. Kami adalah serigala yang kembali ke hutan.”
— Nuno Espírito Santo
🏟️ Molineux Stadium: Istana Serigala
- Dibuka: 1889 — salah satu stadion tertua di dunia yang masih aktif
- Kapasitas: 32.050
- Karakteristik:
- “Stan Cullis Stand” dan “Steve Bull Stand” menghormati legenda klub
- “Billy Wright Stand” diisi oleh fans paling vokal
- Suasana sangat intim dan menakutkan untuk tim tamu
- Rencana: Perluasan ke 38.000+ dalam 5 tahun
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Oh, Wolves! Wolves! Marching on together!”
🔥 Rivalitas Utama: Black Country Derby
- Lawan utama: West Bromwich Albion
- Pertandingan disebut “Black Country Derby” — salah satu derby paling emosional di Inggris
- Akar persaingan:
- Jarak hanya 12 km
- Persaingan industri abad ke-19 (baja, batu bara, manufaktur)
- Identitas kota berbeda: Wolverhampton (serigala) vs West Brom (throstle)
- Pertandingan selalu panas, penuh kartu, dan gengsi tinggi
💚 Legenda Abadi: Steve Bull
- Steve Bull adalah pahlawan terbesar Wolves:
- 306 gol dalam 516 penampilan (1986–1999)
- Satu-satunya pemain yang mencetak 200+ gol di liga Inggris untuk satu klub di era modern
- Namanya diabadikan di “Steve Bull Stand”
- Dijuluki “King of Molineux”
🏅 Patungnya berdiri di luar stadion — tempat ziarah wajib fans.
💡 Fakta Unik
- Wolves adalah klub pertama di dunia yang memainkan pertandingan liga pada hari Minggu (1960-an).
- Molineux adalah stadion pertama di Inggris yang punya lampu sorot permanen (1953).
- Pada 1950-an, Wolves pernah menang 16–0 melawan Barnes FC — rekor kemenangan terbesar dalam sejarah klub.
- Klub ini punya akademi muda terbaik di Midlands, melahirkan Raúl Jiménez, Rúben Neves, dan Matheus Cunha.
🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan Eropa
- 2024/25: Target — konsisten di papan tengah Premier League
- Fokus pada:
- Regenerasi skuad muda
- Gaya bermain ofensif ala Julen Lopetegui / Gary O’Neil
- Bangun kembali reputasi Eropa
- Dengan infrastruktur modern dan dukungan finansial Fosun, Wolves siap menjadi kekuatan jangka panjang.
💬 Kesimpulan
Wolverhampton Wanderers bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol kebangkitan dari abu, kebanggaan kota industri, dan bukti bahwa serigala tak pernah benar-benar tidur — hanya menunggu waktu untuk kembali mengaum.
“From the ashes, we rise. As Wolves, we fight.”
BANJIR DI SUMATRA DAN ACEH
🌧️ Penyebab Utama Banjir di Sumatra dan Aceh
1. Curah Hujan Ekstrem
- Sumatra dan Aceh berada di iklim tropis basah dengan curah hujan tahunan 2.000–4.000 mm, bahkan bisa mencapai 6.000 mm di daerah pegunungan.
- Musim hujan (Oktober–April) sering membawa hujan lebat berkepanjangan, terutama saat fenomena La Nina (2020–2023) yang memperkuat curah hujan di Indonesia.
2. Deforestasi & Kerusakan Hutan
- Penebangan hutan ilegal dan konversi hutan jadi perkebunan kelapa sawit mengurangi daya serap tanah.
- Di Aceh, tutupan hutan menurun dari 60% (1990) menjadi <50% (2023).
- Di Sumatra, lebih dari 50% hutan hujan dataran rendah telah hilang sejak 1985.
3. Sedimentasi & Pendangkalan Sungai
- Tanah longsor dari pegunungan mengalir ke sungai → sungai dangkal → kapasitas tampung berkurang.
- Contoh: Sungai Aceh, Sungai Musi (Palembang), Sungai Indragiri (Riau) sering meluap karena pendangkalan.
4. Luapan Sungai Besar
- Aceh: Sungai Aceh, Sungai Jambo Aye
- Sumatra Utara: Sungai Asahan, Sungai Bah Bolon
- Sumatra Barat: Sungai Batang Arau, Sungai Indragiri
- Riau & Jambi: Sungai Kampar, Sungai Batang Hari
- Sumatra Selatan: Sungai Musi — Palembang sering banjir rob + luapan
5. Banjir Rob (Pasang Air Laut)
- Di pesisir timur Sumatra (Riau, Sumatra Selatan, Aceh Timur), kombinasi pasang air laut tinggi + hujan menyebabkan banjir rob yang memperparah genangan.
🗓️ Kejadian Banjir Besar dalam Sejarah
🔥 Aceh
- Desember 2006: Banjir besar di Banda Aceh pasca-tsunami — 15.000 orang mengungsi.
- Desember 2020: Banjir bandang di Subulussalam dan Aceh Tenggara — 8 orang tewas, 10.000 terdampak.
- Januari 2024: Banjir di Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Utara — 30 kecamatan terendam, 50.000+ warga terdampak.
🔥 Sumatra
- November 2020: Banjir di Padang (Sumatra Barat) — 12 orang tewas, Kota Padang lumpuh.
- Februari 2021: Banjir bandang di Mukomuko, Bengkulu — jembatan ambruk, akses terputus.
- November 2023: Banjir di Palembang — 70% kota terendam, termasuk kawasan pusat bisnis.
- Januari 2024: Banjir di Riau, Jambi, Sumatra Selatan — 200.000+ orang terdampak, sawah dan perkebunan hancur.
👥 Dampak Sosial & Ekonomi
- Korban jiwa: Ratusan orang tewas dalam 10 tahun terakhir.
- Pengungsian: Rata-rata 50.000–200.000 orang mengungsi tiap kejadian besar.
- Infrastruktur rusak: Jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit lumpuh.
- Ekonomi:
- Perkebunan sawit & karet terendam → petani rugi miliaran rupiah
- Tambak ikan & udang di pesisir rusak
- Transportasi antarkota terhenti (contoh: Medan–Banda Aceh via darat)
🌿 Dampak Lingkungan
- Tanah pertanian jadi asam akibat genangan lama.
- Air bersih tercemar → wabah diare, leptospirosis.
- Habitat satwa liar (harimau Sumatra, gajah, orangutan) terganggu.
- Lumpur mengubur terumbu karang di pesisir.
🛠️ Upaya Penanggulangan
Pemerintah
- Normalisasi sungai: Pengerukan sedimentasi di Sungai Musi, Sungai Aceh.
- Pembangunan tanggul: Di Palembang, Medan, Banda Aceh.
- Sistem peringatan dini banjir: BNPB dan BMKG memantau curah hujan real-time.
- Reboisasi: Program “Sumatra Hijau” dan “Aceh Hijau” menanam jutaan pohon.
Masyarakat & LSM
- Kelompok siaga bencana desa (Desa Tangguh Bencana)
- Penanaman vetiver (rumput akar kuat) di lereng untuk cegah longsor
- Bank sampah untuk kurangi penyumbatan saluran
⚠️ Tantangan ke Depan
- Perubahan iklim → curah hujan ekstrem makin sering.
- Ekspansi perkebunan sawit terus menggerus hutan.
- Pertumbuhan kota tak terkendali → lahan resapan berkurang.
- Minimnya drainase modern di kota-kota menengah.
💬 Kesimpulan
Banjir di Sumatra dan Aceh bukan lagi bencana “alamiah murni”, tapi bencana akibat interaksi alam dan manusia.
Hutan yang hilang, sungai yang dangkal, dan kota yang tumbuh tanpa perencanaan — semua berkontribusi pada siklus banjir yang kini terjadi hampir setiap tahun.
“Banjir bukan takdir. Ia adalah cermin dari cara kita memperlakukan bumi.”
MALUT UNITED
🏴 Profil Singkat Malut United
- Nama lengkap: Malut United Football Club
- Didirikan: 2022
- Kota: Ternate, Maluku Utara
- Stadion: Gelora Kie Raha Stadium, Ternate (kapasitas: ±10.000)
- Warna seragam: Merah, Putih, dan Biru
- Julukan:
- Laskar Kie Raha
- Sang Raja dari Utara
- Kepemilikan: Swasta, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara
⚠️ Catatan: Malut United bukan klub lama, melainkan klub baru yang dibentuk untuk mengisi kekosongan representasi Maluku Utara di sepak bola nasional.
🏆 Latar Belakang Berdirinya
Maluku Utara — yang mencakup pulau-pulau bersejarah seperti Ternate, Tidore, Halmahera, Jailolo, dan Bacan — dikenal sebagai “Kie Raha” (Empat Gunung), simbol persekutuan kerajaan-kerajaan Melayu Islam di abad ke-15–17.
Namun, belum pernah ada klub dari Maluku Utara yang tampil di kompetisi nasional kasta atas.
Oleh karena itu, pada 2022, Pemprov Maluku Utara dan pengusaha lokal membentuk Malut United dengan misi:
“Membawa kebanggaan Maluku Utara ke panggung sepak bola nasional.”
📈 Perjalanan Kompetisi (2022–2024)
- 2022: Ikut Liga 3 Maluku Utara, juara provinsi → lolos ke Putaran Nasional Liga 3
- 2023: Tampil di Putaran Nasional Liga 3, gagal promosi ke Liga 2
- 2024: Kembali berkompetisi di Liga 3, dengan target promosi ke Liga 2
💡 Malut United belum pernah tampil di Liga 2 atau Liga 1, tapi menjadi harapan baru bagi sepak bola Maluku Utara.
🦅 Identitas: Laskar Kie Raha dan Warisan Kerajaan Rempah
- “Kie Raha” merujuk pada empat kerajaan adat: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan — yang dulu menguasai perdagangan cengkeh dan pala dunia.
- Warna merah = semangat juang pahlawan Sultan Babullah
- Warna putih = kemurnian niat
- Warna biru = laut Maluku yang kaya
- Logo klub sering menampilkan gunung, perahu kora-kora, dan mahkota sultan
💬 “Kami bukan hanya bermain bola. Kami membawa nama Kie Raha ke seluruh Indonesia.”
🏟️ Stadion Gelora Kie Raha
- Lokasi: Ternate, ibu kota Maluku Utara
- Nama: Diambil dari sejarah Kie Raha
- Karakteristik:
- Lapangan dengan pemandangan Gunung Gamalama
- Suasana intim, tapi sangat mendukung
- Masih dalam tahap peningkatan fasilitas untuk memenuhi standar Liga 2
🎯 Visi & Misi
- Jangka pendek: Promosi ke Liga 2 dalam 2–3 tahun
- Jangka panjang: Menjadi klub pertama dari Maluku Utara yang tampil di Liga 1
- Pembinaan: Fokus pada pemain muda asli Maluku Utara, terutama dari daerah kepulauan
💡 Fakta Unik
- Malut United adalah satu-satunya klub profesional di Maluku Utara yang aktif di kompetisi resmi PSSI.
- Nama “Malut” adalah kependekan resmi Maluku Utara (seperti “Jatim” untuk Jawa Timur).
- Klub ini sering mengadakan turnamen remaja di pulau-pulau terpencil untuk mencari bakat.
- Lagu kebanggaan klub menggabungkan gendang tifa dan pantun Melayu Ternate.
🏁 Tantangan Utama
- Geografi kepulauan: Sulit mengumpulkan pemain dari Halmahera, Morotai, atau Obi.
- Infrastruktur terbatas: Minimnya lapangan berstandar nasional di luar Ternate.
- Dana: Masih bergantung pada dana APBD dan sponsor lokal.
Namun, semangat Kie Raha terus menyala. Setiap pertandingan kandang, tribun dipenuhi warga yang membawa bendera kerajaan Ternate dan Tidore.
💬 Kesimpulan
Malut United mungkin klub muda, tapi ia membawa warisan sejarah ribuan tahun dari tanah rempah.
Dari kaki Gunung Gamalama, Laskar Kie Raha berlari — bukan hanya untuk menang, tapi untuk membuktikan bahwa Maluku Utara layak diperhitungkan di peta sepak bola Indonesia.
“Dulu, Maluku Utara menguasai dunia lewat cengkeh. Kini, kami ingin menguasai lapangan lewat bola.”
