game play
now browsing by category
FC Porto
🔵⚪ Profil Singkat FC Porto
- Nama lengkap: Futebol Clube do Porto
- Didirikan: 28 September 1893
- Kota: Porto, Portugal
- Stadion: Estádio do Dragão (kapasitas: 50.033)
- Warna seragam: Biru dan Putih
- Julukan:
- Os Dragões (Naga)
- Portistas
- O Clube do Povo (Klub Rakyat)
- Pemilik: Klub milik anggota (sócios) — lebih dari 100.000 anggota
🏆 Prestasi: Raksasa Portugal dengan Jiwa Eropa
Porto adalah salah satu klub paling dominan di Portugal dan salah satu dari hanya tiga klub di luar Inggris, Italia, Spanyol, dan Jerman yang pernah menjuarai Liga Champions dalam 40 tahun terakhir.
Domestik (Portugal)
- Juara Primeira Liga: 30 kali — terbanyak ke-2 sepanjang sejarah (setelah Benfica)
- Juara Taça de Portugal (Piala Portugal): 20 kali — rekor terbanyak!
- Juara Supertaça Cândido de Oliveira: 24 kali — rekor terbanyak!
- Treble domestik: 2 kali (2010–11, 2021–22)
Eropa & Dunia — KEJAYAAN ABADI
- Liga Champions: 2 kali juara
- 1987: Kalahkan Bayern Munich 2–1 (Glasgow) — klub Portugal pertama yang juara!
- 2004: Kalahkan AS Monaco 3–0 (Gelsenkirchen) — di bawah José Mourinho
- Piala UEFA / Liga Europa: 2 kali juara
- 2003: Kalahkan Celtic 3–2 (Seville)
- 2011: Kalahkan Braga 1–0 (Dublin)
- Piala Super UEFA: 1 kali juara (1 987)
- Piala Interkontinental: 2 kali juara (1987, 2004)
💡 Porto adalah satu-satunya klub Portugal yang juara Liga Champions 2 kali, dan satu-satunya di dunia yang menang di semua kompetisi utama UEFA + Interkontinental.
🐉 Asal Julukan “Os Dragões” (Naga)
- Julukan ini berasal dari lambang kota Porto, yang menampilkan naga — simbol keberanian dan perlindungan.
- Warna biru-putih diadopsi pada 1906, terinspirasi dari bendera klub pendiri Inggris.
- Stadion lama mereka, Estádio das Antas, dikenal sebagai “gua naga” yang menakutkan bagi tim tamu.
🌟 Era José Mourinho: Keajaiban Porto 2003–2004
Di bawah pelatih José Mourinho, Porto menciptakan sejarah abadi:
- 2003: Juara Piala UEFA
- 2004: Juara Liga Champions — tanpa bintang global, hanya dengan kerja tim, taktik, dan mental baja
- Pemain ikonik:
- Vítor Baía (kiper legendaris)
- Deco (playmaker Brasil-Portugal)
- Maniche, Costinha, Ricardo Carvalho, Paulo Ferreira
- Setelah 2004, hampir seluruh tim itu pindah ke Chelsea — menjadi tulang punggung “The Special One” di Inggris.
💬 “They called us small. We called them history.”
— José Mourinho
🏟️ Estádio do Dragão: Istana Naga di Utara Portugal
- Dibuka: 2003 (untuk Piala Eropa 2004)
- Kapasitas: 50.033
- Desain: Arsitek Manuel Salgado — bentuknya menyerupai naga berbaring
- Karakteristik:
- “Dragão Azul” diisi oleh “Super Dragões” — suporter paling fanatik
- Suasana intim, panas, dan menakutkan untuk tim tamu
- Stadion dikelilingi taman kota dan sungai Douro — pemandangan ikonik Porto
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Porto, Porto… Campeão!”
(Porto, Porto… Juara!)
🧠 Model Bisnis: “Pabrik Profit Eropa”
Porto dikenal sebagai “klub paling efisien di Eropa”:
- Akademi “Academia FC Porto” melahirkan:
- Cristiano Ronaldo (latihan di sini usia 12 tahun)
- Rúben Neves, Fábio Vieira, Diogo Costa, Otávio
- Scouting global: Cari talenta di Amerika Selatan, Afrika, Eropa Timur
- Model:
- Beli murah → kembangkan → jual mahal
- Profit transfer rata-rata €50–100 juta/tahun
- Gunakan dana untuk pertahankan stabilitas dan infrastruktur
💰 Porto adalah satu-satunya klub non-liga top 5 yang selalu untung dalam 20 tahun terakhir.
🔥 Rivalitas Utama
- SL Benfica → “O Clássico”
- Rival paling sengit di Portugal — melambangkan Porto (utara, industri) vs Lisboa (selatan, elit)
- Sporting CP → bagian dari “Big Three” Portugal
- Boavista FC → “Derbi do Porto” (rival lokal, tapi jarang bertemu karena beda kasta)
💡 Fakta Unik
- Porto adalah satu-satunya klub di dunia yang menang di Old Trafford, Bernabéu, San Siro, dan Anfield dalam satu musim Eropa (2003–04).
- Estádio do Dragão adalah satu-satunya stadion di Eropa yang dibangun di atas bekas bandara militer.
- Klub ini tidak pernah bangkrut, meski berasal dari kota kecil — berkat manajemen keuangan disiplin.
- “Super Dragões” adalah satu-satunya kelompok suporter di Portugal yang miliki museum sendiri di dalam stadion.
🏁 Masa Depan: Mempertahankan Warisan Eropa
- 2024/25: Target — juara Primeira Liga, lolos ke fase gugur Liga Champions, perkuat akademi
- Fokus pada:
- Pertahankan pelatih Sérgio Conceição
- Bangun generasi muda baru
- Jadikan Porto sebagai “jembatan talenta global ke Eropa”
“We don’t follow Europe. We conquer it — with blue hearts and dragon fire.”
💬 Kesimpulan
FC Porto bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol ketahanan utara Portugal, bukti bahwa strategi bisa mengalahkan uang, dan pengingat bahwa naga kecil bisa membakar raksasa.
“In Porto, we don’t dream of glory. We forge it — one blue heartbeat at a time.”
GIRONA FC
🟥🤍 Profil Singkat Girona FC
- Nama lengkap: Girona Futbol Club
- Didirikan: 23 Juli 1930
- Kota: Girona, Catalonia, Spanyol
- Stadion: Estadi Montilivi (kapasitas: 13.500)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- Els Blanc-i-vermells (Yang Putih-Merah)
- Girona
- Pemilik: City Football Group (CFG) — dengan 47% saham, sisanya dimiliki fans (Girona Football Group)
💡 Girona adalah satu-satunya klub di Eropa yang dimiliki bersama oleh konglomerat global dan ribuan fans kecil — model kepemilikan unik yang jadi kunci kebangkitannya.
📈 Dari Jurang Kegagalan ke Puncak Eropa
🔻 Masa Kelam (2000–2010)
- Girona nyaris bangkrut total pada 2010.
- Hutang menumpuk, bermain di Segunda División B (liga kasta ke-3 Spanyol).
- Hanya punya 500 anggota (socios) dan stadion rusak.
🌱 Kebangkitan Dimulai (2010–2017)
- 2010: Seorang pengusaha lokal, Ramón Planes, mengumpulkan dana dari 2.000 fans untuk menyelamatkan klub.
- 2011: Promosi ke Segunda División (kasta ke-2).
- 2017: Promosi pertama ke La Liga dalam sejarah 87 tahun klub!
🚀 Era Modern: Dukungan City Football Group (2017–Sekarang)
- 2017: City Football Group (pemilik Manchester City, New York City FC, dll.) membeli 44,3% saham (kini 47%).
- Bukan “takeover”, tapi kemitraan strategis:
- Pinjam pemain muda dari Manchester City
- Akses ke analisis data, pelatih, dan infrastruktur global
- Tapi tidak mengubah identitas lokal — stadion, warna, dan filosofi tetap utuh
🏆 Prestasi Emas: Musim 2023/24 — Mimpi Jadi Nyata
- Finis ke-3 di La Liga — di atas Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Sociedad!
- Lolos ke Liga Champions 2024/25 — pertama kalinya dalam sejarah klub!
- Menang melawan raksasa:
- 3–2 vs Barcelona di Camp Nou
- 4–2 vs Real Madrid di Santiago Bernabéu
- 4–3 vs Atletico Madrid (penalti terakhir di menit ke-98!)
💬 “Kami bukan klub besar. Tapi kami punya hati besar.”
— Míchel, pelatih Girona
⚽ Gaya Bermain: Sepak Bola Ofensif Ala Guardiola
- Girona dikenal dengan sepak bola menyerang total:
- Rata-rata 2,3 gol per laga di La Liga 2023/24 (tertinggi ke-2 setelah Real Madrid)
- Ball possession tinggi (rata-rata 60%+)
- Transisi cepat dan pressing intens
- Ini adalah “sepak bola City” yang diadaptasi untuk tim kecil — dengan sentuhan lokal Catalonia.
🌍 Pemain Kunci Musim Ajaib 2023/24
- Artem Dovbyk (Ukraina): Striker, top scorer La Liga (24 gol)
- Viktor Tsygankov (Ukraina): Sayap kanan kreatif
- Aleix García (Spanyol): Gelandang otak tim, mantan akademi Barcelona
- Yangel Herrera (Venezuela): Gelandang bertahan, pinjaman dari Man City
- Paulo Gazzaniga (Argentina): Kiper andal, mantan Tottenham
🌟 Fakta: 5 dari 11 starter utama berasal dari luar Spanyol — tapi mereka semua jadi “anak Girona”.
🏟️ Estadi Montilivi: Intim, Panas, dan Penuh Jiwa
- Kapasitas hanya 13.500 — stadion terkecil di La Liga
- Tapi atmosfernya legendaris:
- Fans menyanyi sepanjang 90 menit
- Tribun sangat dekat dengan lapangan → tekanan psikologis besar untuk tim tamu
- Fakta: Girona tak terkalahkan di kandang selama 13 laga beruntun di 2023/24!
💚 Filosofi Unik: “Klub Rakyat dengan Dukungan Global”
- Girona menolak jadi “boneka” Man City.
- Fans tetap punya suara dalam keputusan penting.
- Tiket tetap murah (termurah di La Liga) — untuk menjaga aksesibilitas rakyat biasa.
- Semboyan: “Més que un club? Nosaltres som un poble.”
(“Lebih dari sekadar klub? Kami adalah sebuah kota.”)
💡 Fakta Menakjubkan
- Girona adalah klub terkecil (berdasarkan populasi kota: 100.000 jiwa) yang pernah lolos ke Liga Champions.
- Anggaran tim hanya €55 juta — 1/10 dari Barcelona atau Real Madrid.
- 70% pemain inti adalah pinjaman atau free transfer.
- Girona tidak punya tim cadangan di liga profesional — fokus total pada tim utama.
🏁 Masa Depan: Tantangan di Liga Champions
- 2024/25: Debut di Liga Champions — akan bertemu Bayern, Man City, Real Madrid, dll.
- Tantangan:
- Mempertahankan pemain bintang (Dovbyk incaran banyak klub)
- Menyeimbangkan ambisi Eropa dan stabilitas finansial
- Membangun stadion baru (rencana kapasitas 20.000)
Tapi seperti yang selalu dikatakan fans Girona:
“Kami sudah melewati yang mustahil. Sekarang, tidak ada yang mustahil.”
BANJIR DI SUMATRA DAN ACEH
🌧️ Penyebab Utama Banjir di Sumatra dan Aceh
1. Curah Hujan Ekstrem
- Sumatra dan Aceh berada di iklim tropis basah dengan curah hujan tahunan 2.000–4.000 mm, bahkan bisa mencapai 6.000 mm di daerah pegunungan.
- Musim hujan (Oktober–April) sering membawa hujan lebat berkepanjangan, terutama saat fenomena La Nina (2020–2023) yang memperkuat curah hujan di Indonesia.
2. Deforestasi & Kerusakan Hutan
- Penebangan hutan ilegal dan konversi hutan jadi perkebunan kelapa sawit mengurangi daya serap tanah.
- Di Aceh, tutupan hutan menurun dari 60% (1990) menjadi <50% (2023).
- Di Sumatra, lebih dari 50% hutan hujan dataran rendah telah hilang sejak 1985.
3. Sedimentasi & Pendangkalan Sungai
- Tanah longsor dari pegunungan mengalir ke sungai → sungai dangkal → kapasitas tampung berkurang.
- Contoh: Sungai Aceh, Sungai Musi (Palembang), Sungai Indragiri (Riau) sering meluap karena pendangkalan.
4. Luapan Sungai Besar
- Aceh: Sungai Aceh, Sungai Jambo Aye
- Sumatra Utara: Sungai Asahan, Sungai Bah Bolon
- Sumatra Barat: Sungai Batang Arau, Sungai Indragiri
- Riau & Jambi: Sungai Kampar, Sungai Batang Hari
- Sumatra Selatan: Sungai Musi — Palembang sering banjir rob + luapan
5. Banjir Rob (Pasang Air Laut)
- Di pesisir timur Sumatra (Riau, Sumatra Selatan, Aceh Timur), kombinasi pasang air laut tinggi + hujan menyebabkan banjir rob yang memperparah genangan.
🗓️ Kejadian Banjir Besar dalam Sejarah
🔥 Aceh
- Desember 2006: Banjir besar di Banda Aceh pasca-tsunami — 15.000 orang mengungsi.
- Desember 2020: Banjir bandang di Subulussalam dan Aceh Tenggara — 8 orang tewas, 10.000 terdampak.
- Januari 2024: Banjir di Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Utara — 30 kecamatan terendam, 50.000+ warga terdampak.
🔥 Sumatra
- November 2020: Banjir di Padang (Sumatra Barat) — 12 orang tewas, Kota Padang lumpuh.
- Februari 2021: Banjir bandang di Mukomuko, Bengkulu — jembatan ambruk, akses terputus.
- November 2023: Banjir di Palembang — 70% kota terendam, termasuk kawasan pusat bisnis.
- Januari 2024: Banjir di Riau, Jambi, Sumatra Selatan — 200.000+ orang terdampak, sawah dan perkebunan hancur.
👥 Dampak Sosial & Ekonomi
- Korban jiwa: Ratusan orang tewas dalam 10 tahun terakhir.
- Pengungsian: Rata-rata 50.000–200.000 orang mengungsi tiap kejadian besar.
- Infrastruktur rusak: Jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit lumpuh.
- Ekonomi:
- Perkebunan sawit & karet terendam → petani rugi miliaran rupiah
- Tambak ikan & udang di pesisir rusak
- Transportasi antarkota terhenti (contoh: Medan–Banda Aceh via darat)
🌿 Dampak Lingkungan
- Tanah pertanian jadi asam akibat genangan lama.
- Air bersih tercemar → wabah diare, leptospirosis.
- Habitat satwa liar (harimau Sumatra, gajah, orangutan) terganggu.
- Lumpur mengubur terumbu karang di pesisir.
🛠️ Upaya Penanggulangan
Pemerintah
- Normalisasi sungai: Pengerukan sedimentasi di Sungai Musi, Sungai Aceh.
- Pembangunan tanggul: Di Palembang, Medan, Banda Aceh.
- Sistem peringatan dini banjir: BNPB dan BMKG memantau curah hujan real-time.
- Reboisasi: Program “Sumatra Hijau” dan “Aceh Hijau” menanam jutaan pohon.
Masyarakat & LSM
- Kelompok siaga bencana desa (Desa Tangguh Bencana)
- Penanaman vetiver (rumput akar kuat) di lereng untuk cegah longsor
- Bank sampah untuk kurangi penyumbatan saluran
⚠️ Tantangan ke Depan
- Perubahan iklim → curah hujan ekstrem makin sering.
- Ekspansi perkebunan sawit terus menggerus hutan.
- Pertumbuhan kota tak terkendali → lahan resapan berkurang.
- Minimnya drainase modern di kota-kota menengah.
💬 Kesimpulan
Banjir di Sumatra dan Aceh bukan lagi bencana “alamiah murni”, tapi bencana akibat interaksi alam dan manusia.
Hutan yang hilang, sungai yang dangkal, dan kota yang tumbuh tanpa perencanaan — semua berkontribusi pada siklus banjir yang kini terjadi hampir setiap tahun.
“Banjir bukan takdir. Ia adalah cermin dari cara kita memperlakukan bumi.”
MALUT UNITED
🏴 Profil Singkat Malut United
- Nama lengkap: Malut United Football Club
- Didirikan: 2022
- Kota: Ternate, Maluku Utara
- Stadion: Gelora Kie Raha Stadium, Ternate (kapasitas: ±10.000)
- Warna seragam: Merah, Putih, dan Biru
- Julukan:
- Laskar Kie Raha
- Sang Raja dari Utara
- Kepemilikan: Swasta, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara
⚠️ Catatan: Malut United bukan klub lama, melainkan klub baru yang dibentuk untuk mengisi kekosongan representasi Maluku Utara di sepak bola nasional.
🏆 Latar Belakang Berdirinya
Maluku Utara — yang mencakup pulau-pulau bersejarah seperti Ternate, Tidore, Halmahera, Jailolo, dan Bacan — dikenal sebagai “Kie Raha” (Empat Gunung), simbol persekutuan kerajaan-kerajaan Melayu Islam di abad ke-15–17.
Namun, belum pernah ada klub dari Maluku Utara yang tampil di kompetisi nasional kasta atas.
Oleh karena itu, pada 2022, Pemprov Maluku Utara dan pengusaha lokal membentuk Malut United dengan misi:
“Membawa kebanggaan Maluku Utara ke panggung sepak bola nasional.”
📈 Perjalanan Kompetisi (2022–2024)
- 2022: Ikut Liga 3 Maluku Utara, juara provinsi → lolos ke Putaran Nasional Liga 3
- 2023: Tampil di Putaran Nasional Liga 3, gagal promosi ke Liga 2
- 2024: Kembali berkompetisi di Liga 3, dengan target promosi ke Liga 2
💡 Malut United belum pernah tampil di Liga 2 atau Liga 1, tapi menjadi harapan baru bagi sepak bola Maluku Utara.
🦅 Identitas: Laskar Kie Raha dan Warisan Kerajaan Rempah
- “Kie Raha” merujuk pada empat kerajaan adat: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan — yang dulu menguasai perdagangan cengkeh dan pala dunia.
- Warna merah = semangat juang pahlawan Sultan Babullah
- Warna putih = kemurnian niat
- Warna biru = laut Maluku yang kaya
- Logo klub sering menampilkan gunung, perahu kora-kora, dan mahkota sultan
💬 “Kami bukan hanya bermain bola. Kami membawa nama Kie Raha ke seluruh Indonesia.”
🏟️ Stadion Gelora Kie Raha
- Lokasi: Ternate, ibu kota Maluku Utara
- Nama: Diambil dari sejarah Kie Raha
- Karakteristik:
- Lapangan dengan pemandangan Gunung Gamalama
- Suasana intim, tapi sangat mendukung
- Masih dalam tahap peningkatan fasilitas untuk memenuhi standar Liga 2
🎯 Visi & Misi
- Jangka pendek: Promosi ke Liga 2 dalam 2–3 tahun
- Jangka panjang: Menjadi klub pertama dari Maluku Utara yang tampil di Liga 1
- Pembinaan: Fokus pada pemain muda asli Maluku Utara, terutama dari daerah kepulauan
💡 Fakta Unik
- Malut United adalah satu-satunya klub profesional di Maluku Utara yang aktif di kompetisi resmi PSSI.
- Nama “Malut” adalah kependekan resmi Maluku Utara (seperti “Jatim” untuk Jawa Timur).
- Klub ini sering mengadakan turnamen remaja di pulau-pulau terpencil untuk mencari bakat.
- Lagu kebanggaan klub menggabungkan gendang tifa dan pantun Melayu Ternate.
🏁 Tantangan Utama
- Geografi kepulauan: Sulit mengumpulkan pemain dari Halmahera, Morotai, atau Obi.
- Infrastruktur terbatas: Minimnya lapangan berstandar nasional di luar Ternate.
- Dana: Masih bergantung pada dana APBD dan sponsor lokal.
Namun, semangat Kie Raha terus menyala. Setiap pertandingan kandang, tribun dipenuhi warga yang membawa bendera kerajaan Ternate dan Tidore.
💬 Kesimpulan
Malut United mungkin klub muda, tapi ia membawa warisan sejarah ribuan tahun dari tanah rempah.
Dari kaki Gunung Gamalama, Laskar Kie Raha berlari — bukan hanya untuk menang, tapi untuk membuktikan bahwa Maluku Utara layak diperhitungkan di peta sepak bola Indonesia.
“Dulu, Maluku Utara menguasai dunia lewat cengkeh. Kini, kami ingin menguasai lapangan lewat bola.”
Profil Alexis Messidoro: Gelandang Kreatif Dewa United FC
Alexis Nahuel Messidoro (lahir 13 Mei 1997 di Buenos Aires, Argentina) adalah pemain sepak bola profesional Argentina yang bermain sebagai gelandang serang (attacking midfielder) untuk Dewa United FC di Liga 1 Indonesia. Ia dikenal dengan kemampuan dribbling, visi passing, dan tendangan bebas yang akurat, serta sering disebut sebagai salah satu import terbaik di Liga 1 musim ini.
Data Pribadi & Karir Awal
- Nama Lengkap: Alexis Nahuel Messidoro
- Tanggal Lahir: 13 Mei 1997 (usia 28 tahun per Desember 2025)
- Tempat Lahir: Buenos Aires, Argentina
- Tinggi Badan: 170 cm
- Berat Badan: 68 kg
- Posisi Utama: Attacking Midfielder / Winger Kanan
- Kaki Dominan: Kaki Kanan
- Kewarganegaraan: Argentina
- Klub Saat Ini: Dewa United FC (Liga 1 Indonesia)
- Nomor Punggung: 10
Messidoro memulai karir muda di akademi River Plate (Argentina) sebelum debut profesional di San Lorenzo pada 2016. Ia kemudian bermain di berbagai liga Amerika Selatan dan Eropa Timur sebelum pindah ke Asia.
Karir Profesional
| Tahun | Klub | Kompetisi | Penampilan | Gol | Assist | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2016-2018 | San Lorenzo | Primera División (ARG) | 12 | 0 | 1 | Debut pro |
| 2018-2019 | Godoy Cruz | Primera División (ARG) | 18 | 1 | 2 | – |
| 2019-2021 | FC Lviv (Ukraina) | Ukrainian Premier League | 25 | 3 | 4 | Adaptasi Eropa |
| 2021-2023 | Lamia (Yunani) | Super League Greece | 35 | 5 | 6 | – |
| 2023-2024 | Al-Shahania (Qatar) | QSL League | 22 | 4 | 5 | – |
| 2024-2025 | Dewa United FC | Liga 1 Indonesia | 38 | 5 | 12 | Pindah Januari 2025 |
Pindah ke Dewa United: Bergabung pada awal 2025 setelah kontrak dengan Al-Shahania berakhir. Ia langsung jadi motor serangan tim dengan kreativitasnya.
Performa di Musim Liga 1 2025-26 (Per 20 Desember 2025)
Messidoro menjadi pemain kunci Dewa United meski tim berada di posisi 14 dengan 13 poin dari 13 laga.
- Penampilan: 13 laga (1.127 menit)
- Gol: 3 (top scorer tim bersama Brian Fatari)
- Assist: 3
- Kartu Kuning: 3
- Kartu Merah: 0
- Key Pass: 2,5 per 90 menit (tertinggi di tim)
- Dribble Sukses: 2,2 per 90 menit
- Passing Accuracy: 84%
- Tackle + Interception: 1,8 per 90 menit
Gol-golnya datang dari tendangan bebas dan tembakan jarak jauh, sementara assist-nya membantu kemenangan penting seperti 3-1 vs PSBS Biak Numfor dan 2-1 vs Arema FC.
Gaya Bermain & Kontribusi
Messidoro adalah playmaker klasik: dribbling lincah, visi passing luar biasa, dan tendangan bebas akurat. Di Dewa United, ia bermain sebagai nomor 10 atau winger kanan, membantu transisi serangan dan menciptakan peluang. Kekuatannya: kreativitas (key pass tinggi) dan finishing (3 gol musim ini). Kelemahan: kadang kurang konsisten di laga tandang dan rentan kartu kuning.
Prestasi & Penghargaan
- Liga 1 Indonesia: Debut bagus di Dewa United, sering jadi Man of the Match.
- Timnas Argentina U-20: 5 caps (2017).
- Penghargaan Pribadi: Best Foreign Player nominasi Liga 1 beberapa kali.
Alexis Messidoro adalah otak serangan Dewa United yang sangat berharga. Dengan kreativitas dan pengalaman Eropa-nya, ia bisa jadi kunci tim keluar dari zona degradasi. Import berkualitas! ⚽
