Info terkini Tentang Permainan Online

game play

now browsing by category

 

Statistik Cristiano Ronaldo di Roshn Saudi League Musim 2025-26 (Per Desember 2025)

Cristiano Ronaldo (40 tahun) tetap jadi bintang utama Al-Nassr di Saudi Pro League musim ini. Meski usia tak lagi muda, ia tampil impresif dengan kontribusi gol tinggi. Data resmi dari SPL & sumber terpercaya (per pertengahan Desember 2025, sekitar 9-13 pekan):

Statistik Utama Liga

  • Penampilan: 9 laga (starter semua, ~788-810 menit)
  • Gol: 10 (rata-rata 1.11 gol per 90 menit) – termasuk penalti & gol salto ikonik
  • Assist: 1
  • Kontribusi Gol (G/A): 11
  • Shots: 63 total (24 on target, konversi tinggi)
  • Kartu Kuning: 1
  • Kartu Merah: 0
  • Passing Accuracy: ~74-82%
  • Rating Rata-rata: ~8.4 (tertinggi di Al-Nassr)

Ronaldo sering cetak gol di laga kandang (6 dari 10), dan sinergi bagus dengan João Félix & Sadio Mané. Ia berada di top 2-3 top scorer liga sementara, di belakang João Félix (11 gol).

Performa Karir di Saudi Pro League (Sejak 2023)

MusimPenampilanGolAssistCatatan
2022-2316142Debut setengah musim
2023-24313511Rekor gol single season SPL
2024-253925?Top scorer lagi
2025-26 (ongoing)9101Masih dominan

Total di SPL: ~95 laga, ~84 gol, ~17 assist (rekor gol terbanyak liga).

Highlight Musim Ini

  • Gol salto & penalti rutin.
  • Kontribusi bantu Al-Nassr puncak klasemen awal.
  • Dekat milestone 900 gol karir klub + internasional.

Ronaldo tetap SIUUU di usia 40! Ia target top scorer lagi & bantu Al-Nassr juara. GOAT debate continues! 🔥

FC Porto

🔵⚪ Profil Singkat FC Porto

  • Nama lengkap: Futebol Clube do Porto
  • Didirikan: 28 September 1893
  • Kota: Porto, Portugal
  • Stadion: Estádio do Dragão (kapasitas: 50.033)
  • Warna seragam: Biru dan Putih
  • Julukan:
    • Os Dragões (Naga)
    • Portistas
    • O Clube do Povo (Klub Rakyat)
  • Pemilik: Klub milik anggota (sócios) — lebih dari 100.000 anggota

🏆 Prestasi: Raksasa Portugal dengan Jiwa Eropa

Porto adalah salah satu klub paling dominan di Portugal dan salah satu dari hanya tiga klub di luar Inggris, Italia, Spanyol, dan Jerman yang pernah menjuarai Liga Champions dalam 40 tahun terakhir.

Domestik (Portugal)

  • Juara Primeira Liga: 30 kaliterbanyak ke-2 sepanjang sejarah (setelah Benfica)
  • Juara Taça de Portugal (Piala Portugal): 20 kalirekor terbanyak!
  • Juara Supertaça Cândido de Oliveira: 24 kalirekor terbanyak!
  • Treble domestik: 2 kali (2010–11, 2021–22)

Eropa & Dunia — KEJAYAAN ABADI

  • Liga Champions: 2 kali juara
    • 1987: Kalahkan Bayern Munich 2–1 (Glasgow) — klub Portugal pertama yang juara!
    • 2004: Kalahkan AS Monaco 3–0 (Gelsenkirchen) — di bawah José Mourinho
  • Piala UEFA / Liga Europa: 2 kali juara
    • 2003: Kalahkan Celtic 3–2 (Seville)
    • 2011: Kalahkan Braga 1–0 (Dublin)
  • Piala Super UEFA: 1 kali juara (1 987)
  • Piala Interkontinental: 2 kali juara (1987, 2004)

💡 Porto adalah satu-satunya klub Portugal yang juara Liga Champions 2 kali, dan satu-satunya di dunia yang menang di semua kompetisi utama UEFA + Interkontinental.


🐉 Asal Julukan “Os Dragões” (Naga)

  • Julukan ini berasal dari lambang kota Porto, yang menampilkan naga — simbol keberanian dan perlindungan.
  • Warna biru-putih diadopsi pada 1906, terinspirasi dari bendera klub pendiri Inggris.
  • Stadion lama mereka, Estádio das Antas, dikenal sebagai “gua naga” yang menakutkan bagi tim tamu.

🌟 Era José Mourinho: Keajaiban Porto 2003–2004

Di bawah pelatih José Mourinho, Porto menciptakan sejarah abadi:

  • 2003: Juara Piala UEFA
  • 2004: Juara Liga Champions — tanpa bintang global, hanya dengan kerja tim, taktik, dan mental baja
  • Pemain ikonik:
    • Vítor Baía (kiper legendaris)
    • Deco (playmaker Brasil-Portugal)
    • Maniche, Costinha, Ricardo Carvalho, Paulo Ferreira
  • Setelah 2004, hampir seluruh tim itu pindah ke Chelsea — menjadi tulang punggung “The Special One” di Inggris.

💬 “They called us small. We called them history.”
— José Mourinho


🏟️ Estádio do Dragão: Istana Naga di Utara Portugal

  • Dibuka: 2003 (untuk Piala Eropa 2004)
  • Kapasitas: 50.033
  • Desain: Arsitek Manuel Salgado — bentuknya menyerupai naga berbaring
  • Karakteristik:
    • “Dragão Azul” diisi oleh “Super Dragões” — suporter paling fanatik
    • Suasana intim, panas, dan menakutkan untuk tim tamu
    • Stadion dikelilingi taman kota dan sungai Douro — pemandangan ikonik Porto

🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Porto, Porto… Campeão!”
(Porto, Porto… Juara!)


🧠 Model Bisnis: “Pabrik Profit Eropa”

Porto dikenal sebagai “klub paling efisien di Eropa”:

  • Akademi “Academia FC Porto” melahirkan:
    • Cristiano Ronaldo (latihan di sini usia 12 tahun)
    • Rúben Neves, Fábio Vieira, Diogo Costa, Otávio
  • Scouting global: Cari talenta di Amerika Selatan, Afrika, Eropa Timur
  • Model:
    • Beli murah → kembangkan → jual mahal
    • Profit transfer rata-rata €50–100 juta/tahun
    • Gunakan dana untuk pertahankan stabilitas dan infrastruktur

💰 Porto adalah satu-satunya klub non-liga top 5 yang selalu untung dalam 20 tahun terakhir.


🔥 Rivalitas Utama

  1. SL Benfica“O Clássico”
    • Rival paling sengit di Portugal — melambangkan Porto (utara, industri) vs Lisboa (selatan, elit)
  2. Sporting CP → bagian dari “Big Three” Portugal
  3. Boavista FC“Derbi do Porto” (rival lokal, tapi jarang bertemu karena beda kasta)

💡 Fakta Unik

  1. Porto adalah satu-satunya klub di dunia yang menang di Old Trafford, Bernabéu, San Siro, dan Anfield dalam satu musim Eropa (2003–04).
  2. Estádio do Dragão adalah satu-satunya stadion di Eropa yang dibangun di atas bekas bandara militer.
  3. Klub ini tidak pernah bangkrut, meski berasal dari kota kecil — berkat manajemen keuangan disiplin.
  4. “Super Dragões” adalah satu-satunya kelompok suporter di Portugal yang miliki museum sendiri di dalam stadion.

🏁 Masa Depan: Mempertahankan Warisan Eropa

  • 2024/25: Target — juara Primeira Liga, lolos ke fase gugur Liga Champions, perkuat akademi
  • Fokus pada:
    • Pertahankan pelatih Sérgio Conceição
    • Bangun generasi muda baru
    • Jadikan Porto sebagai “jembatan talenta global ke Eropa”

“We don’t follow Europe. We conquer it — with blue hearts and dragon fire.”


💬 Kesimpulan

FC Porto bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol ketahanan utara Portugal, bukti bahwa strategi bisa mengalahkan uang, dan pengingat bahwa naga kecil bisa membakar raksasa.

“In Porto, we don’t dream of glory. We forge it — one blue heartbeat at a time.”

GIRONA FC

🟥🤍 Profil Singkat Girona FC

  • Nama lengkap: Girona Futbol Club
  • Didirikan: 23 Juli 1930
  • Kota: Girona, Catalonia, Spanyol
  • Stadion: Estadi Montilivi (kapasitas: 13.500)
  • Warna seragam: Merah dan Putih
  • Julukan:
    • Els Blanc-i-vermells (Yang Putih-Merah)
    • Girona
  • Pemilik: City Football Group (CFG) — dengan 47% saham, sisanya dimiliki fans (Girona Football Group)

💡 Girona adalah satu-satunya klub di Eropa yang dimiliki bersama oleh konglomerat global dan ribuan fans kecil — model kepemilikan unik yang jadi kunci kebangkitannya.


📈 Dari Jurang Kegagalan ke Puncak Eropa

🔻 Masa Kelam (2000–2010)

  • Girona nyaris bangkrut total pada 2010.
  • Hutang menumpuk, bermain di Segunda División B (liga kasta ke-3 Spanyol).
  • Hanya punya 500 anggota (socios) dan stadion rusak.

🌱 Kebangkitan Dimulai (2010–2017)

  • 2010: Seorang pengusaha lokal, Ramón Planes, mengumpulkan dana dari 2.000 fans untuk menyelamatkan klub.
  • 2011: Promosi ke Segunda División (kasta ke-2).
  • 2017: Promosi pertama ke La Liga dalam sejarah 87 tahun klub!

🚀 Era Modern: Dukungan City Football Group (2017–Sekarang)

  • 2017: City Football Group (pemilik Manchester City, New York City FC, dll.) membeli 44,3% saham (kini 47%).
  • Bukan “takeover”, tapi kemitraan strategis:
    • Pinjam pemain muda dari Manchester City
    • Akses ke analisis data, pelatih, dan infrastruktur global
    • Tapi tidak mengubah identitas lokal — stadion, warna, dan filosofi tetap utuh

🏆 Prestasi Emas: Musim 2023/24 — Mimpi Jadi Nyata

  • Finis ke-3 di La Liga — di atas Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Sociedad!
  • Lolos ke Liga Champions 2024/25pertama kalinya dalam sejarah klub!
  • Menang melawan raksasa:
    • 3–2 vs Barcelona di Camp Nou
    • 4–2 vs Real Madrid di Santiago Bernabéu
    • 4–3 vs Atletico Madrid (penalti terakhir di menit ke-98!)

💬 “Kami bukan klub besar. Tapi kami punya hati besar.”
Míchel, pelatih Girona


Gaya Bermain: Sepak Bola Ofensif Ala Guardiola

  • Girona dikenal dengan sepak bola menyerang total:
    • Rata-rata 2,3 gol per laga di La Liga 2023/24 (tertinggi ke-2 setelah Real Madrid)
    • Ball possession tinggi (rata-rata 60%+)
    • Transisi cepat dan pressing intens
  • Ini adalah “sepak bola City” yang diadaptasi untuk tim kecil — dengan sentuhan lokal Catalonia.

🌍 Pemain Kunci Musim Ajaib 2023/24

  • Artem Dovbyk (Ukraina): Striker, top scorer La Liga (24 gol)
  • Viktor Tsygankov (Ukraina): Sayap kanan kreatif
  • Aleix García (Spanyol): Gelandang otak tim, mantan akademi Barcelona
  • Yangel Herrera (Venezuela): Gelandang bertahan, pinjaman dari Man City
  • Paulo Gazzaniga (Argentina): Kiper andal, mantan Tottenham

🌟 Fakta: 5 dari 11 starter utama berasal dari luar Spanyol — tapi mereka semua jadi “anak Girona”.


🏟️ Estadi Montilivi: Intim, Panas, dan Penuh Jiwa

  • Kapasitas hanya 13.500stadion terkecil di La Liga
  • Tapi atmosfernya legendaris:
    • Fans menyanyi sepanjang 90 menit
    • Tribun sangat dekat dengan lapangan → tekanan psikologis besar untuk tim tamu
  • Fakta: Girona tak terkalahkan di kandang selama 13 laga beruntun di 2023/24!

💚 Filosofi Unik: “Klub Rakyat dengan Dukungan Global”

  • Girona menolak jadi “boneka” Man City.
  • Fans tetap punya suara dalam keputusan penting.
  • Tiket tetap murah (termurah di La Liga) — untuk menjaga aksesibilitas rakyat biasa.
  • Semboyan: “Més que un club? Nosaltres som un poble.”
    (“Lebih dari sekadar klub? Kami adalah sebuah kota.”)

💡 Fakta Menakjubkan

  • Girona adalah klub terkecil (berdasarkan populasi kota: 100.000 jiwa) yang pernah lolos ke Liga Champions.
  • Anggaran tim hanya €55 juta1/10 dari Barcelona atau Real Madrid.
  • 70% pemain inti adalah pinjaman atau free transfer.
  • Girona tidak punya tim cadangan di liga profesional — fokus total pada tim utama.

🏁 Masa Depan: Tantangan di Liga Champions

  • 2024/25: Debut di Liga Champions — akan bertemu Bayern, Man City, Real Madrid, dll.
  • Tantangan:
    • Mempertahankan pemain bintang (Dovbyk incaran banyak klub)
    • Menyeimbangkan ambisi Eropa dan stabilitas finansial
    • Membangun stadion baru (rencana kapasitas 20.000)

Tapi seperti yang selalu dikatakan fans Girona:

“Kami sudah melewati yang mustahil. Sekarang, tidak ada yang mustahil.”

SEVILLA FC

🦁 Profil Singkat Sevilla FC

  • Nama lengkap: Sevilla Fútbol Club
  • Didirikan: 25 Januari 1890
  • Kota: Sevilla, Andalusia, Spanyol
  • Stadion: Ramón Sánchez-Pizjuán (kapasitas: 43.883)
  • Warna seragam: Putih dengan aksen merah
  • Julukan:
    • Los Nervionenses (dari nama sungai Nervión di Sevilla)
    • El Grande de Andalucía (Sang Raksasa Andalusia)
  • Pemilik: José Castro (presiden jangka panjang), secara struktural dimiliki oleh socios (anggota klub)

🏆 Prestasi: Raja Liga Europa Dunia

Sevilla FC adalah klub paling sukses ke-5 di Spanyol secara domestik, tapi raja mutlak di Eropa dalam satu kompetisi.

Domestik (Spanyol)

  • Juara La Liga: 1 kali (1945–46)
  • Juara Copa del Rey: 5 kali (terakhir: 2010)
  • Juara Supercopa de España: 1 kali (2007)

Eropa & Dunia — KEJAYAAN MUTLAK

  • Liga Europa / Piala UEFA: 7 kali juararekor dunia!
    • 2006, 2007, 2014, 2015, 2016, 2020, 2023
      Satu-satunya klub yang pernah juara 3 kali berturut-turut (2014–2016)
  • Piala Super UEFA: 1 kali (2006)
  • Piala Dunia Antarklub FIFA: Runner-up (2023)

💡 Fakta Legendaris:
Sevilla begitu identik dengan Liga Europa, sampai-sampai UEFA ubah aturan:
“Juara Liga Europa otomatis lolos ke Liga Champions.”
— Sebagian besar karena dominasi Sevilla!


🦁 Asal Usul & Identitas: Andalusia yang Berdarah Putih-Merah

  • Sevilla FC didirikan oleh sekelompok pekerja Inggris di perusahaan air minum yang ingin bermain sepak bola ala Inggris.
  • Warna putih diadopsi dari Corinthian FC (Inggris), lalu ditambah garis merah sebagai penghormatan pada bendera kota Sevilla.
  • Klub ini mewakili semangat Andalusia: penuh gairah, seni, dan kebanggaan lokal.

💬 “Kami bukan Madrid. Kami bukan Barcelona. Kami Sevilla — dan itu cukup.”


🌟 Era Keemasan: 2006–2023 — Dinasti Liga Europa

Di bawah manajemen José María del Nido dan pelatih seperti Juande Ramos, Unai Emery, dan José Luis Mendilibar, Sevilla membangun dinasti Eropa:

  • 2006: Juara Piala UEFA pertama dalam 58 tahun!
  • 2014–2016: Tiga gelar Liga Europa berturut-turut di bawah Unai Emery — prestasi tak tertandingi.
  • 2023: Juara ke-7, mengalahkan Roma di final (1–1, menang adu penalti) — di bawah pelatih José Luis Mendilibar, yang baru menangani tim 3 bulan sebelum final!

Pemain ikonik era ini:

  • Dani Alves (sayap kanan legendaris)
  • Sergio Ramos (kapten muda sebelum pindah ke Real Madrid)
  • Ivan Rakitić, Coke, Ben Yedder, Youssef En-Nesyri

🏟️ Estadio Ramón Sánchez-Pizjuán: Benteng Suci Andalusia

  • Dibuka: 1958
  • Nama: Diambil dari mantan presiden klub yang memperjuangkan pembangunannya
  • Karakteristik:
    • Salah satu stadion paling intim dan panas di Spanyol
    • Tribun “Fondo Norte” diisi oleh “Biris Norte” — kelompok suporter paling fanatik di Andalusia
    • Suasana sangat intimidatif untuk tim tamu, terutama di malam Eropa

🎶 Fans menyanyikan:
“Sevilla, Sevilla, corazón de Andalucía!”
(Sevilla, Sevilla, jantung Andalusia!)


💚 Filosofi & Gaya Bermain

  • Sevilla dikenal dengan gaya bermain agresif, pressing tinggi, dan transisi cepat.
  • Klub ini ahli memanfaatkan Liga Europa sebagai jalur ke Liga Champions.
  • Fokus pada pemain berpengalaman, bukan bintang mahal — contoh: En-Nesyri, Ocampos, Rakitić.

📉 Tantangan Domestik

  • Meski raja di Eropa, Sevilla kesulitan bersaing di La Liga melawan Madrid & Barça.
  • Sering finish di peringkat 4–7, tapi selalu konsisten lolos ke Eropa.
  • 2023–2024: Alami musim sulit — nyaris terdegradasi, akhirnya selamat di menit akhir.

Namun, semangat Sánchez-Pizjuán tak pernah padam. Fans tetap setia, bahkan saat klub di ambang degradasi.


💡 Fakta Unik

  • Sevilla adalah satu-satunya klub di dunia yang juara Liga Europa 7 kali.
  • Sergio Ramos dan Dani Alves memulai karier profesionalnya di Sevilla.
  • Klub ini menolak tawaran investor asing besar untuk menjaga identitas lokal.
  • Derbi Seville melawan Real Betis adalah salah satu derby paling emosional di dunia — penuh nyanyian flamenco, bunga matahari, dan persaingan seabad.

🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)

  • Bermain di La Liga
  • Fokus pada:
    • Stabilitas usai hampir degradasi
    • Kembalinya ke Liga Europa/Liga Champions
    • Pembinaan pemain muda dari akademi “La Cantera”
  • Masih menjadi klub paling dihormati di Eropa untuk kompetisi kasta kedua.

💬 Kesimpulan

Sevilla FC bukan hanya klub —
ia adalah simbol kebanggaan Andalusia, raja kompetisi Eropa, dan bukti bahwa konsistensi bisa mengalahkan kekayaan.

“Di Sánchez-Pizjuán, kami tidak takut pada siapa pun. Terutama di malam Eropa.”

BANJIR DI SUMATRA DAN ACEH

🌧️ Penyebab Utama Banjir di Sumatra dan Aceh

1. Curah Hujan Ekstrem

  • Sumatra dan Aceh berada di iklim tropis basah dengan curah hujan tahunan 2.000–4.000 mm, bahkan bisa mencapai 6.000 mm di daerah pegunungan.
  • Musim hujan (Oktober–April) sering membawa hujan lebat berkepanjangan, terutama saat fenomena La Nina (2020–2023) yang memperkuat curah hujan di Indonesia.

2. Deforestasi & Kerusakan Hutan

  • Penebangan hutan ilegal dan konversi hutan jadi perkebunan kelapa sawit mengurangi daya serap tanah.
  • Di Aceh, tutupan hutan menurun dari 60% (1990) menjadi <50% (2023).
  • Di Sumatra, lebih dari 50% hutan hujan dataran rendah telah hilang sejak 1985.

3. Sedimentasi & Pendangkalan Sungai

  • Tanah longsor dari pegunungan mengalir ke sungai → sungai dangkal → kapasitas tampung berkurang.
  • Contoh: Sungai Aceh, Sungai Musi (Palembang), Sungai Indragiri (Riau) sering meluap karena pendangkalan.

4. Luapan Sungai Besar

  • Aceh: Sungai Aceh, Sungai Jambo Aye
  • Sumatra Utara: Sungai Asahan, Sungai Bah Bolon
  • Sumatra Barat: Sungai Batang Arau, Sungai Indragiri
  • Riau & Jambi: Sungai Kampar, Sungai Batang Hari
  • Sumatra Selatan: Sungai Musi — Palembang sering banjir rob + luapan

5. Banjir Rob (Pasang Air Laut)

  • Di pesisir timur Sumatra (Riau, Sumatra Selatan, Aceh Timur), kombinasi pasang air laut tinggi + hujan menyebabkan banjir rob yang memperparah genangan.

🗓️ Kejadian Banjir Besar dalam Sejarah

🔥 Aceh

  • Desember 2006: Banjir besar di Banda Aceh pasca-tsunami — 15.000 orang mengungsi.
  • Desember 2020: Banjir bandang di Subulussalam dan Aceh Tenggara — 8 orang tewas, 10.000 terdampak.
  • Januari 2024: Banjir di Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Utara — 30 kecamatan terendam, 50.000+ warga terdampak.

🔥 Sumatra

  • November 2020: Banjir di Padang (Sumatra Barat) — 12 orang tewas, Kota Padang lumpuh.
  • Februari 2021: Banjir bandang di Mukomuko, Bengkulu — jembatan ambruk, akses terputus.
  • November 2023: Banjir di Palembang — 70% kota terendam, termasuk kawasan pusat bisnis.
  • Januari 2024: Banjir di Riau, Jambi, Sumatra Selatan — 200.000+ orang terdampak, sawah dan perkebunan hancur.

👥 Dampak Sosial & Ekonomi

  • Korban jiwa: Ratusan orang tewas dalam 10 tahun terakhir.
  • Pengungsian: Rata-rata 50.000–200.000 orang mengungsi tiap kejadian besar.
  • Infrastruktur rusak: Jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit lumpuh.
  • Ekonomi:
    • Perkebunan sawit & karet terendam → petani rugi miliaran rupiah
    • Tambak ikan & udang di pesisir rusak
    • Transportasi antarkota terhenti (contoh: Medan–Banda Aceh via darat)

🌿 Dampak Lingkungan

  • Tanah pertanian jadi asam akibat genangan lama.
  • Air bersih tercemar → wabah diare, leptospirosis.
  • Habitat satwa liar (harimau Sumatra, gajah, orangutan) terganggu.
  • Lumpur mengubur terumbu karang di pesisir.

🛠️ Upaya Penanggulangan

Pemerintah

  • Normalisasi sungai: Pengerukan sedimentasi di Sungai Musi, Sungai Aceh.
  • Pembangunan tanggul: Di Palembang, Medan, Banda Aceh.
  • Sistem peringatan dini banjir: BNPB dan BMKG memantau curah hujan real-time.
  • Reboisasi: Program “Sumatra Hijau” dan “Aceh Hijau” menanam jutaan pohon.

Masyarakat & LSM

  • Kelompok siaga bencana desa (Desa Tangguh Bencana)
  • Penanaman vetiver (rumput akar kuat) di lereng untuk cegah longsor
  • Bank sampah untuk kurangi penyumbatan saluran

⚠️ Tantangan ke Depan

  1. Perubahan iklim → curah hujan ekstrem makin sering.
  2. Ekspansi perkebunan sawit terus menggerus hutan.
  3. Pertumbuhan kota tak terkendali → lahan resapan berkurang.
  4. Minimnya drainase modern di kota-kota menengah.

💬 Kesimpulan

Banjir di Sumatra dan Aceh bukan lagi bencana “alamiah murni”, tapi bencana akibat interaksi alam dan manusia.
Hutan yang hilang, sungai yang dangkal, dan kota yang tumbuh tanpa perencanaan — semua berkontribusi pada siklus banjir yang kini terjadi hampir setiap tahun.

“Banjir bukan takdir. Ia adalah cermin dari cara kita memperlakukan bumi.”

MALUT UNITED

🏴 Profil Singkat Malut United

  • Nama lengkap: Malut United Football Club
  • Didirikan: 2022
  • Kota: Ternate, Maluku Utara
  • Stadion: Gelora Kie Raha Stadium, Ternate (kapasitas: ±10.000)
  • Warna seragam: Merah, Putih, dan Biru
  • Julukan:
    • Laskar Kie Raha
    • Sang Raja dari Utara
  • Kepemilikan: Swasta, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara

⚠️ Catatan: Malut United bukan klub lama, melainkan klub baru yang dibentuk untuk mengisi kekosongan representasi Maluku Utara di sepak bola nasional.


🏆 Latar Belakang Berdirinya

Maluku Utara — yang mencakup pulau-pulau bersejarah seperti Ternate, Tidore, Halmahera, Jailolo, dan Bacan — dikenal sebagai “Kie Raha” (Empat Gunung), simbol persekutuan kerajaan-kerajaan Melayu Islam di abad ke-15–17.

Namun, belum pernah ada klub dari Maluku Utara yang tampil di kompetisi nasional kasta atas.
Oleh karena itu, pada 2022, Pemprov Maluku Utara dan pengusaha lokal membentuk Malut United dengan misi:

“Membawa kebanggaan Maluku Utara ke panggung sepak bola nasional.”


📈 Perjalanan Kompetisi (2022–2024)

  • 2022: Ikut Liga 3 Maluku Utara, juara provinsi → lolos ke Putaran Nasional Liga 3
  • 2023: Tampil di Putaran Nasional Liga 3, gagal promosi ke Liga 2
  • 2024: Kembali berkompetisi di Liga 3, dengan target promosi ke Liga 2

💡 Malut United belum pernah tampil di Liga 2 atau Liga 1, tapi menjadi harapan baru bagi sepak bola Maluku Utara.


🦅 Identitas: Laskar Kie Raha dan Warisan Kerajaan Rempah

  • “Kie Raha” merujuk pada empat kerajaan adat: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan — yang dulu menguasai perdagangan cengkeh dan pala dunia.
  • Warna merah = semangat juang pahlawan Sultan Babullah
  • Warna putih = kemurnian niat
  • Warna biru = laut Maluku yang kaya
  • Logo klub sering menampilkan gunung, perahu kora-kora, dan mahkota sultan

💬 “Kami bukan hanya bermain bola. Kami membawa nama Kie Raha ke seluruh Indonesia.”


🏟️ Stadion Gelora Kie Raha

  • Lokasi: Ternate, ibu kota Maluku Utara
  • Nama: Diambil dari sejarah Kie Raha
  • Karakteristik:
    • Lapangan dengan pemandangan Gunung Gamalama
    • Suasana intim, tapi sangat mendukung
    • Masih dalam tahap peningkatan fasilitas untuk memenuhi standar Liga 2

🎯 Visi & Misi

  • Jangka pendek: Promosi ke Liga 2 dalam 2–3 tahun
  • Jangka panjang: Menjadi klub pertama dari Maluku Utara yang tampil di Liga 1
  • Pembinaan: Fokus pada pemain muda asli Maluku Utara, terutama dari daerah kepulauan

💡 Fakta Unik

  • Malut United adalah satu-satunya klub profesional di Maluku Utara yang aktif di kompetisi resmi PSSI.
  • Nama “Malut” adalah kependekan resmi Maluku Utara (seperti “Jatim” untuk Jawa Timur).
  • Klub ini sering mengadakan turnamen remaja di pulau-pulau terpencil untuk mencari bakat.
  • Lagu kebanggaan klub menggabungkan gendang tifa dan pantun Melayu Ternate.

🏁 Tantangan Utama

  • Geografi kepulauan: Sulit mengumpulkan pemain dari Halmahera, Morotai, atau Obi.
  • Infrastruktur terbatas: Minimnya lapangan berstandar nasional di luar Ternate.
  • Dana: Masih bergantung pada dana APBD dan sponsor lokal.

Namun, semangat Kie Raha terus menyala. Setiap pertandingan kandang, tribun dipenuhi warga yang membawa bendera kerajaan Ternate dan Tidore.


💬 Kesimpulan

Malut United mungkin klub muda, tapi ia membawa warisan sejarah ribuan tahun dari tanah rempah.
Dari kaki Gunung Gamalama, Laskar Kie Raha berlari — bukan hanya untuk menang, tapi untuk membuktikan bahwa Maluku Utara layak diperhitungkan di peta sepak bola Indonesia.

“Dulu, Maluku Utara menguasai dunia lewat cengkeh. Kini, kami ingin menguasai lapangan lewat bola.”

PSMS Medan

🐓 Profil Singkat PSMS Medan

  • Nama lengkap: Persatuan Sepak Bola Medan dan Sekitarnya
  • Didirikan: 21 April 1950
  • Kota: Medan, Sumatra Utara
  • Stadion: Teladan Stadium (kapasitas: ±20.000)
  • Warna seragam: Kuning dan Hitam
  • Julukan:
    • Ayam Kinantan (Ayam jantan legendaris dari budaya Melayu Deli, lambang keberanian dan keanggunan)
    • Laskar Kinantan
  • Maskot: Ayam Kinantan — makhluk mitos berbulu emas dengan jambul seperti mahkota

🏆 Prestasi Sejarah: Raja Sumatra Era 1960–1980-an

PSMS Medan adalah satu-satunya klub dari luar Jawa yang pernah mendominasi sepak bola Indonesia di era kompetisi Perserikatan.

Prestasi Utama:

  • Juara Perserikatan (kompetisi utama sebelum Liga Indonesia): 2 kali
    • 1967
    • 1969
  • Runner-up Perserikatan: 5 kali (1955, 1957, 1965, 1970, 1983)
  • Juara Piala Indonesia: 1 kali (2005) — kemenangan paling bersejarah di era modern!
    → Mengalahkan Persija Jakarta di final
  • Juara Divisi Utama Liga Indonesia: 1998–1999

💡 Fakta Langka:
PSMS adalah satu-satunya klub dari Sumatra yang pernah juara kompetisi nasional tertinggi (Perserikatan & Piala Indonesia).


🐉 Identitas: Ayam Kinantan dan Semangat Multikultural

  • Ayam Kinantan berasal dari legenda Melayu Deli: ayam suci berbulu emas, berjambul seperti mahkota, simbol keberanian, kesetiaan, dan keanggunan.
  • Warna kuning-hitam melambangkan kejayaan (kuning) dan kekuatan (hitam).
  • Klub ini lahir di Medan, kota yang dihuni oleh Melayu, Batak, Tionghoa, India Tamil, Jawa, dan Minang — sehingga PSMS dikenal sebagai klub “milik semua suku” di Sumatra Utara.

💬 “Kalau kamu dari Medan, kamu pasti pernah jadi suporter PSMS — meski hanya sekali.”


🌟 Era Kejayaan: 1960–1980

Di bawah pelatih legendaris Sutan Harhara dan Ramli Yatim, PSMS dikenal dengan:

  • Gaya bermain ofensif dan cepat
  • Basis pemain lokal berkualitas: Iswadi Idris (meski lahir di Riau, besar di Medan), Tumsila, Ramli Yatim, Sutrisno, dsb.
  • Dukungan fanatik dari “Bonek Medan” (bukan Bonek Surabaya!) — ribuan fans memadati Stadion Teladan setiap laga kandang.

PSMS sering jadi batu sandungan bagi klub Jawa seperti Persija, Persebaya, dan Persib di era Perserikatan.


🏆 Kemenangan Piala Indonesia 2005: Kebangkitan Modern

Setelah lama terpuruk, PSMS mencatat sejarah di 2005:

  • Pelatih: Raja Isa (Malaysia)
  • Pemain kunci: Titus Bonai, Legimin Raharjo, Syaiful Cahya, Budiman
  • Jalur juara:
    • Kalahkan Persija Jakarta (2–1) di final
    • Menang di Gelora Bung Karno, Jakarta — kandang lawan!
  • Kemenangan ini membuat seluruh Medan berpesta, dan Gubernur Sumatra Utara langsung memberi penghargaan.

🎉 Ini adalah trofi nasional pertama dan satu-satunya PSMS hingga kini.


📉 Tantangan di Era Liga Indonesia

Setelah era Perserikatan berakhir (1994), PSMS kesulitan beradaptasi:

  • Sering naik-turun kasta (Liga 1 → Liga 2 → Liga 3)
  • Masalah manajemen dan finansial
  • Persaingan ketat dengan klub baru seperti PSM Makassar, Arema, dan Persipura

Namun, semangat Ayam Kinantan tak pernah padam. Setiap kali turun kasta, fans tetap setia — bahkan saat PSMS main di Liga 3 (2022), Stadion Teladan tetap penuh!


🎶 Budaya Suporter: “Bonek Medan” dan Nyanyian Khas

  • Fans PSMS dikenal sebagai “Bonek Medan” (bukan terkait Persebaya Surabaya) — singkatan dari “Bondot Netek” (istilah gaul Medan untuk “sahabat sejati”).
  • Lagu kebanggaan:“Ayam Kinantan… terbang tinggi di angkasa…
    Kau kebanggaan kami… PSMS jaya selamanya!”
  • Mereka juga menyanyikan “Medan I” (lagu daerah) sebagai nyanyian penyemangat.

🏟️ Stadion Teladan: Saksi Bisu Kejayaan

  • Dibangun 1953, direnovasi berkali-kali.
  • Lokasi: Jalan Stadion, Medan — pusat kota.
  • Karakteristik: Lapangan sempit, tribun dekat lapangan → tekanan psikologis besar bagi tim tamu.
  • Disebut “Kandang Ayam Kinantan” yang sangat sulit ditaklukkan di era kejayaan.

💡 Fakta Unik

  • PSMS belum pernah juara Liga 1, tapi dianggap “raja non-Jawa” karena prestasi di era Perserikatan.
  • Iswadi Idris, legenda timnas Indonesia, pernah membela PSMS di awal kariernya.
  • PSMS punya rivalitas sehat dengan PSDS Deli Serdang (derbi Deli).
  • Klub ini tak pernah menggunakan nama sponsor di seragam utama — sebagai bentuk menjaga identitas.

🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)

  • PSMS bermain di Liga 2 (kasta kedua).
  • Fokus pada pembinaan pemain muda Sumatra Utara.
  • Masih punya basis fans terbesar di Sumatra, bahkan lebih besar dari klub Liga 1 sekalipun.
  • Target: Promosi ke Liga 1 dan kembali jadi kekuatan nasional.

💬 Kesimpulan

PSMS Medan bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol identitas kota Medan, kebanggaan multikultural Sumatra Utara, dan warisan semangat Ayam Kinantan yang tak pernah menyerah.

“Di Medan, ada tiga hal yang tak bisa dipisahkan: Bika Ambon, Danau Toba, dan PSMS.”

AC Milan

🖤❤️ Profil Singkat AC Milan

  • Nama lengkap: Associazione Calcio Milan
  • Didirikan: 16 Desember 1899
  • Kota: Milan, Lombardia, Italia
  • Stadion: San Siro (juga dikenal sebagai Stadio Giuseppe Meazza) — kapasitas: 75.923 (dipakai bersama rival sekota Inter Milan)
  • Warna seragam: Merah-Hitam (Rossoneri)
  • Julukan:
    • Il Diavolo (Si Iblis)
    • Casciavìt (Obeng — dalam dialek Milan, karena seragamnya “membuka” pertahanan lawan)
  • Pemilik saat ini: RedBird Capital Partners (AS, sejak 2022), sebelumnya Elliot Management (2018–2022)

🏆 Prestasi: Raksasa Eropa dari Italia

AC Milan adalah salah satu klub paling sukses di dunia, terutama di kancah Eropa.

Eropa (UEFA & FIFA)

  • Liga Champions UEFA: 7 kali juara
    • 1963, 1969, 1989, 1990, 1 994, 2003, 2007
      Terbanyak kedua di Eropa setelah Real Madrid (14)
  • Piala Super UEFA: 5 kali
  • Piala Interkontinental: 3 kali
  • Piala Dunia Antarklub FIFA: 1 kali (2007)

💡 Fakta: Milan adalah satu-satunya klub Italia yang pernah menang Liga Champions dua kali berturut-turut di era modern (1989 & 1990).

Domestik (Italia)

  • Juara Serie A: 19 kali (terakhir: 2022 — gelar pertama dalam 11 tahun!)
  • Juara Coppa Italia: 5 kali
  • Juara Supercoppa Italiana: 7 kali

🦹‍♂️ Asal Nama & Identitas

  • Didirikan oleh Herbert Kilpin, seorang pekerja tekstil Inggris di Milan, bersama sekelompok ekspatriat.
  • Nama asli: Milan Cricket and Football Club — karena awalnya juga fokus pada kriket.
  • Warna merah-hitam dipilih karena:“Merah seperti nyala api semangat, hitam seperti rasa takut lawan.”
    Herbert Kilpin
  • Lambang lama: Palang merah (simbol kota Milan) + huruf “ACM”.
  • Lambang baru (2018): Hanya “M” dengan garis merah-hitam — minimalis dan modern.

Era Keemasan: 1988–1994 (“Sacchi & Capello Era”)

Di bawah pelatih Arrigo Sacchi dan Fabio Capello, Milan menjadi tim terbaik di dunia:

  • “The Immortals”: Tim 1988–1990 dengan:
    • Back Four Legendaris: Maldini, Baresi, Costacurta, Tassotti
    • Gelandang Emas: Rijkaard, Gullit, Van Basten (disebut “Three Dutchmen”)
  • 58 pertandingan tak terkalahkan di Serie A (1991–1993) — rekor Italia!
  • Juara 4 Scudetto dalam 5 tahun dan 2 Liga Champions.

🎯 “Football is the first thing, the second thing, and the third thing.”
Arrigo Sacchi


🦸 Legenda & Ikon Abadi

  • Paolo Maldini: 902 penampilan, 5 Liga Champions, kapten sejati — nomor 3 dipensiunkan
  • Franco Baresi: Legenda bertahan, mantan kapten, kini di manajemen klub
  • Marco van Basten: Penyerang elegan, 3x Ballon d’Or
  • Alessandro Costacurta, Mauro Tassotti, Demetrio Albertini
  • Kaka (Ballon d’Or 2007), Andriy Shevchenko, Zvonimir Boban

💬 “Saya lahir di Milan, hidup untuk Milan, dan akan mati sebagai Milanisti.”
Paolo Maldini


🔴 Rivalitas Abadi: Derby della Madonnina

  • Lawan utama: Inter Milan (juga bermarkas di San Siro)
  • Pertandingan derby disebut “Derby della Madonnina” — merujuk pada patung Virgin Mary di puncak Katedral Milan.
  • Perbedaan filosofi:
    • Milan: Awalnya hanya untuk warga Italia (hingga 1908)
    • Inter: Didirikan oleh anggota Milan yang ingin menerima pemain asing → nama “Internazionale”

⚔️ Derby ini adalah salah satu yang paling sengit di dunia — penuh gengsi, sejarah, dan emosi.


🌍 Globalisasi & Era Modern

  • Setelah masa sulit (2010–2017), Milan bangkit kembali berkat:
    • Investasi dari Elliot Management (2018–2022)
    • Fokus pada pemain muda berbakat: Leão, Tonali (sebelum pindah), Theo Hernández, Pulisic, Loftus-Cheek
  • Gelar Serie A 2022 mengakhiri puasa 11 tahun — disambut jutaan fans di Piazza del Duomo.
  • Kini fokus pada keberlanjutan finansial dan kembalinya dominasi Eropa.

💚 Budaya & Filosofi Klub

  • Semboyan: “Sempre Milan!” (Selamanya Milan!)
  • Nilai inti: Gaya, kelas, disiplin, dan serangan indah.
  • Milan dikenal sebagai klub yang menghargai kesetiaan — banyak legenda yang pensiun di klub ini.

🎶 Lagu & Suasana San Siro

  • Lagu kebangsaan: “Milan Milan” (tahun 1980-an) dan “Siamo della stessa pasta”
  • Fans menyanyikan:“Milan, Milan, solo con te!”
    (Milan, Milan, hanya bersamamu!)
  • Curva Sud (tribun selatan) adalah rumah para tifosi paling fanatik.

💡 Fakta Unik

  • AC Milan adalah klub Italia pertama yang menang Liga Champions (1963).
  • Paolo Maldini dan Cesare Maldini (ayahnya) pernah juara Liga Champions bersama Milan — di tahun berbeda!
  • San Siro adalah stadion sepak bola paling ikonik di Italia — sering muncul di film, game, dan musik.
  • Milan punya akademi muda terbaik di Italia — melahirkan Maldini, Gattuso, De Ketelaere, dll.

🏁 Kesimpulan

AC Milan bukan hanya klub —
ia adalah simbol keanggunan, keberanian, dan kejayaan yang lahir di jantung kota mode dunia.

“Di Milan, warna merah-hitam bukan sekadar seragam. Itu adalah identitas, harga diri, dan warisan.”

Profil Bambang Pamungkas: Legenda Sepak Bola Indonesia “Bepe”

Bambang Pamungkas (sering dipanggil Bepe atau BP) adalah salah satu pemain sepak bola terbesar dan paling ikonik dalam sejarah Indonesia. Ia dikenal sebagai striker tajam, kapten Timnas legendaris, dan simbol Persija Jakarta. Kariernya membentang lebih dari dua dekade (1999–2019), dengan rekor gol terbanyak untuk Timnas Indonesia.

Data Pribadi

  • Nama Lengkap: Bambang Pamungkas
  • Tanggal Lahir: 10 Juni 1980 (usia 45 tahun per Desember 2025)
  • Tempat Lahir: Semarang, Jawa Tengah
  • Tinggi Badan: 170 cm
  • Posisi Utama: Striker / Penyerang Tengah
  • Kaki Dominan: Kaki Kanan
  • Julukan: Bepe, The Golden Boy, El Bomber
  • Status Saat Ini: Pensiun bermain (2019), kini komentator, pelatih, dan pengurus Persija Jakarta

Karir Klub

TahunKlubPenampilanGolCatatan
1999–2004Persija Jakarta16298Debut pro, juara Liga Indonesia 2001
2005–2007Selangor FA (Malaysia)6549Top scorer MSL 2005 & 2007
2007–2012Persija Jakarta14878Kapten, ikon Macan Kemayoran
2013–2014Pelita Bandung Raya2810
2015–2019Persija Jakarta8522Juara Liga 1 2018 (gelar terakhir)

Total Karir Klub: Lebih dari 500 penampilan, 257 gol (rekor gol terbanyak Persija sepanjang masa).

Karir Timnas Indonesia

  • Debut: 2001 vs Lithuania
  • Caps: 86 caps (rekor terbanyak saat pensiun)
  • Gol: 38 gol (rekor pencetak gol terbanyak Timnas Indonesia hingga kini)
  • Prestasi Utama:
    • Runner-up Piala AFF 2000, 2002, 2010, 2016
    • Juara SEA Games 2001 (U-23)
    • Kapten di Piala Asia 2007 (satu-satunya penampilan Indonesia di putaran final Piala Asia)

Gol ikonik: Hat-trick vs Bahrain (2007), gol penentu vs Malaysia di AFF.

Prestasi & Penghargaan

  • Juara Liga Indonesia/Liga 1: 2001 & 2018 (Persija)
  • Top Scorer Liga Indonesia: 2001 (22 gol)
  • Top Scorer Malaysia Super League: 2005 & 2007
  • Pemain Terbaik Indonesia: Beberapa kali (IFFA, Goal.com)
  • Pensiun dengan Laga Testimonial: 2019 vs klub dunia (Persija All-Star vs World All-Star)

Kehidupan Pasca-Pensiun

  • 2019–sekarang: Komentator sepak bola (Indosiar, Vidio, RCTI)
  • Pelatih: Memiliki lisensi AFC A, pernah jadi asisten pelatih Persija U-20
  • Pengurus Klub: Manajer Persija Jakarta (2021–2023), kini bagian dari struktur manajemen Macan Kemayoran
  • Bisnis & Sosial: Pemilik akademi sepak bola BP11, aktif di kampanye anti-narkoba dan pendidikan olahraga

Bambang Pamungkas bukan sekadar pemain – ia adalah simbol kebanggaan sepak bola Indonesia. Dengan loyalitas pada Persija, rekor gol Timnas, dan kontribusi pasca-pensiun, Bepe tetap jadi inspirasi bagi generasi muda. Legenda yang abadi! 🇮🇩⚽

Profil Alexis Messidoro: Gelandang Kreatif Dewa United FC

Alexis Nahuel Messidoro (lahir 13 Mei 1997 di Buenos Aires, Argentina) adalah pemain sepak bola profesional Argentina yang bermain sebagai gelandang serang (attacking midfielder) untuk Dewa United FC di Liga 1 Indonesia. Ia dikenal dengan kemampuan dribbling, visi passing, dan tendangan bebas yang akurat, serta sering disebut sebagai salah satu import terbaik di Liga 1 musim ini.

Data Pribadi & Karir Awal

  • Nama Lengkap: Alexis Nahuel Messidoro
  • Tanggal Lahir: 13 Mei 1997 (usia 28 tahun per Desember 2025)
  • Tempat Lahir: Buenos Aires, Argentina
  • Tinggi Badan: 170 cm
  • Berat Badan: 68 kg
  • Posisi Utama: Attacking Midfielder / Winger Kanan
  • Kaki Dominan: Kaki Kanan
  • Kewarganegaraan: Argentina
  • Klub Saat Ini: Dewa United FC (Liga 1 Indonesia)
  • Nomor Punggung: 10

Messidoro memulai karir muda di akademi River Plate (Argentina) sebelum debut profesional di San Lorenzo pada 2016. Ia kemudian bermain di berbagai liga Amerika Selatan dan Eropa Timur sebelum pindah ke Asia.

Karir Profesional

TahunKlubKompetisiPenampilanGolAssistCatatan
2016-2018San LorenzoPrimera División (ARG)1201Debut pro
2018-2019Godoy CruzPrimera División (ARG)1812
2019-2021FC Lviv (Ukraina)Ukrainian Premier League2534Adaptasi Eropa
2021-2023Lamia (Yunani)Super League Greece3556
2023-2024Al-Shahania (Qatar)QSL League2245
2024-2025Dewa United FCLiga 1 Indonesia38512Pindah Januari 2025

Pindah ke Dewa United: Bergabung pada awal 2025 setelah kontrak dengan Al-Shahania berakhir. Ia langsung jadi motor serangan tim dengan kreativitasnya.

Performa di Musim Liga 1 2025-26 (Per 20 Desember 2025)

Messidoro menjadi pemain kunci Dewa United meski tim berada di posisi 14 dengan 13 poin dari 13 laga.

  • Penampilan: 13 laga (1.127 menit)
  • Gol: 3 (top scorer tim bersama Brian Fatari)
  • Assist: 3
  • Kartu Kuning: 3
  • Kartu Merah: 0
  • Key Pass: 2,5 per 90 menit (tertinggi di tim)
  • Dribble Sukses: 2,2 per 90 menit
  • Passing Accuracy: 84%
  • Tackle + Interception: 1,8 per 90 menit

Gol-golnya datang dari tendangan bebas dan tembakan jarak jauh, sementara assist-nya membantu kemenangan penting seperti 3-1 vs PSBS Biak Numfor dan 2-1 vs Arema FC.

Gaya Bermain & Kontribusi

Messidoro adalah playmaker klasik: dribbling lincah, visi passing luar biasa, dan tendangan bebas akurat. Di Dewa United, ia bermain sebagai nomor 10 atau winger kanan, membantu transisi serangan dan menciptakan peluang. Kekuatannya: kreativitas (key pass tinggi) dan finishing (3 gol musim ini). Kelemahan: kadang kurang konsisten di laga tandang dan rentan kartu kuning.

Prestasi & Penghargaan

  • Liga 1 Indonesia: Debut bagus di Dewa United, sering jadi Man of the Match.
  • Timnas Argentina U-20: 5 caps (2017).
  • Penghargaan Pribadi: Best Foreign Player nominasi Liga 1 beberapa kali.

Alexis Messidoro adalah otak serangan Dewa United yang sangat berharga. Dengan kreativitas dan pengalaman Eropa-nya, ia bisa jadi kunci tim keluar dari zona degradasi. Import berkualitas!