Info terkini Tentang Permainan Online

member baru

now browsing by category

 

Brendan Rodgers di Al-Qadsiah: Update Terbaru (Desember 2025)

Brendan Rodgers (52 tahun, asal Irlandia Utara) resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Al-Qadsiah di Roshn Saudi League (Liga Pro Saudi) pada 16 Desember 2025. Ini adalah petualangan pertama Rodgers di luar Britania Raya, setelah karir sukses di Swansea, Liverpool, Leicester, dan dua periode di Celtic (11 trofi mayor, termasuk back-to-back liga Skotlandia).

Latar Belakang Penunjukan

  • Rodgers meninggalkan Celtic pada Oktober 2025 dengan kontroversi (kritik dari pemegang saham utama Dermot Desmond).
  • Al-Qadsiah memecat pelatih sebelumnya, Michel Gonzalez (mantan pemain Spanyol), pada akhir pekan sebelumnya setelah lebih dari 2 tahun.
  • CEO Al-Qadsiah James Bisgrove (eks Rangers) menyebut ini “landmark moment” untuk klub, karena pengalaman Rodgers dalam memenangkan trofi dan filosofi sepak bola menyerang cocok dengan visi jadi salah satu klub top Asia.
  • Rodgers ditemani staf dari Celtic: John Kennedy dan Jack Lyons sebagai asisten.

Kontrak dilaporkan hingga 2028.

Kondisi Al-Qadsiah Saat Ini

  • Klub berbasis di Al Khobar (Provinsi Timur Saudi), dimiliki Aramco (perusahaan minyak negara).
  • Musim ini (pertama setelah promosi): Peringkat 5 setelah 9-13 laga (tergantung update), 10 poin di belakang pemuncak (Al-Nassr).
  • Skuad kuat: Mateo Retegui (striker Italia, transfer €65 juta), Nacho Fernandez (eks Real Madrid), Koen Casteels (kiper Belgia), dll.
  • Rencana: Pindah stadion baru musim depan, target masuk “Big Five” Saudi (saingi Hilal, Nassr, Ittihad, Ahli).

Debut Rodgers

Pertandingan pertama: vs Damac (kandang) pada 27 Desember 2025 (Matchweek 11).

Dampak & Ekspektasi

  • Rodgers diharapkan bawa gaya possession-based & attacking football.
  • Tantangan: Tekanan tinggi di liga Saudi (pelatih sering diganti cepat), tapi dukungan finansial besar.
  • Ini jadi tren: Banyak manajer Eropa ke Saudi (seperti Simone Inzaghi, Jorge Jesus).

Rodgers: Langkah baru di karir setelah kontroversi Celtic. Apakah ia bisa bawa Al-Qadsiah juara? Pantau terus! 🔥

Atalanta BC

⚪🔵 Profil Singkat Atalanta BC

  • Nama lengkap: Atalanta Bergamasca Calcio
  • Didirikan: 17 Oktober 1 907
  • Kota: Bergamo, Lombardia, Italia
  • Stadion: Gewiss Stadium (kapasitas: 21.300)
  • Warna seragam: Hitam dan Biru
  • Julukan:
    • La Dea (Dewi) — dari tokoh mitologi Yunani Atalanta, pemburu gagah berani
    • Nerazzurri (Si Hitam-Biru)
  • Pemilik: Keluarga Percassi (Antonio Percassi, pengusaha ritel Italia), sejak 2010

🏆 Prestasi: Dari Kota Kecil ke Peta Eropa

Atalanta bukan klub kaya, tapi menjadi salah satu kekuatan paling ditakuti di Eropa berkat strategi akademi, taktik ofensif, dan jiwa komunitas.

Domestik (Italia)

  • Juara Serie B: 6 kalirekor terbanyak di Italia
  • Runner-up Serie A: 1948 (pencapaian tertinggi di liga)
  • Juara Coppa Italia: 1 kali2023–24
    Kemenangan pertama dalam sejarah 117 tahun!
    → Kalahkan Fiorentina 2–1 di final — gol penentu oleh Ademola Lookman

Eropa

  • Liga Champions:
    • Perempat final 2020 (era pandemi, kalah dari PSG)
  • Liga Europa:
    • Juara 2023–24gelar Eropa pertama dalam sejarah!
      → Kalahkan Bayer Leverkusen 3–0 di final Dublin
      → Lookman cetak hat-trickpemain pertama yang lakukan ini di final Liga Europa/Liga Champions sejak 1960!

💡 Atalanta adalah satu-satunya klub Italia yang menang 5+ laga tandang beruntun di Liga Champions (2019–2020).


🏛️ Asal Nama & Identitas: Mitologi di Tanah Lombardia

  • Nama “Atalanta” diambil dari pahlawan wanita Yunani yang dikenal cepat, gagah, dan tak kenal takut — simbol sempurna untuk semangat klub.
  • Warna hitam-biru diadopsi pada 1920, menggantikan biru-putih awal.
  • Stadion lama, Stadio Comunale, dikenal sebagai “rumah kecil dengan hati besar”.

🌟 Revolusi Gasperini: “Gegenpressing ala Bergamo” (2016–Sekarang)

Sejak 2016, pelatih Gian Piero Gasperini mengubah Atalanta menjadi mesin ofensif:

  • Gaya bermain: 3-4-3 ofensif, pressing tinggi, rotasi sayap, 3 striker saling tukar posisi
  • Filosofi: “Serang terus, sampai lawan menyerah.”
  • Pencapaian:
    • 4 kali lolos ke Liga Champions (2019–2023)
    • Juara Liga Europa 2024
    • Juara Coppa Italia 2024

Pemain Ikonik Era Ini:

  • Papu Gómez — kapten legendaris
  • Josip Iličić, Duván Zapata, Luis Muriel — trio penyerang “magis”
  • Ademola Lookman — pahlawan final Liga Europa 2024
  • Gianluca Scamacca, Charles De Ketelaere, Matteo Ruggeri

🏟️ Gewiss Stadium: Intim, Panas, dan Penuh Jiwa

  • Kapasitas: 21.300stadion terkecil di antara klub papan atas Serie A
  • Lokasi: Jantung kota Bergamo, dekat benteng Venesia abad ke-16
  • Karakteristik:
    • “Curva Nord” diisi oleh “Curva Morosini” — fans paling fanatik
    • Suasana sangat intim dan menakutkan untuk tim tamu
    • Stadion dikelilingi bukit dan tembok kota tua — pemandangan salah satu yang terindah di Eropa

🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Atalanta, Atalanta… La Dea ci guiderà!”
(Atalanta, Atalanta… Dewi akan memandu kami!)


🧠 Akademi Terbaik di Eropa: “La Dea Muda”

  • Atalanta memiliki akademi nomor 1 di Italia, bahkan diakui UEFA sebagai terbaik di Eropa.
  • Melahirkan bintang dunia:
    • Gaetano Scirea (juara Piala Dunia 1982)
    • Cristiano Doni, Maurizio Ganz
    • Gianluigi Buffon (latihan di sini usia muda)
    • Giacomo Raspadori, Wilfried Gnonto, Rafael Leão (dijual ke klub besar)
  • Model bisnis:
    • Beli/remajakan pemain muda murah
    • Kembangkan di sistem Gasperini
    • Jual ke klub besar (Inter, Juventus, Premier League)
    • Gunakan profit untuk perkuat akademi

💰 Keuntungan transfer 2023: €120 jutatertinggi ke-3 di Serie A, meski anggaran gaji terendah di 7 besar!


🔥 Rivalitas Utama

  1. Brescia“Derbi delle Due Province”
    • Jarak hanya 50 km
    • Rivalitas akar dari persaingan kota industri Lombardia
  2. Inter Milan & AC Milan → rival regional besar
  3. Juventus & Roma → rival kompetisi Eropa

💡 Fakta Unik

  1. Atalanta adalah satu-satunya klub di dunia yang tidak pernah bangkrut meski tidak pernah juara liga.
  2. Gewiss Stadium adalah satu-satunya di Eropa yang dikelilingi taman benteng abad ke-16.
  3. Klub ini menolak investor asing besar — tetap milik keluarga Italia.
  4. Lookman adalah pemain pertama dalam sejarah yang cetak hat-trick di final Liga Europa (sejak kompetisi bernama UEFA Cup).

🏁 Masa Depan: Membangun Dinasti Eropa dari Bergamo

  • 2024/25: Target — konsisten di 4 besar Serie A, pertahankan Liga Europa, maju di Liga Champions
  • Fokus pada:
    • Pertahankan Gasperini
    • Bangun tim muda + berpengalaman
    • Perluas stadion ke 25.000 (rencana 2026)

“We don’t need money. We have soul.”


💬 Kesimpulan

Atalanta B.C. bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah bukti bahwa kota kecil bisa mengguncang dunia, akademi bisa mengalahkan uang, dan semangat komunitas bisa melahirkan dewi.

“In Bergamo, we don’t dream of glory. We build it — one goal, one pass, one academy kid at a time.”

Lille OSC

🔴🤍 Profil Singkat LOSC Lille

  • Nama lengkap: Lille Olympique Sporting Club
  • Didirikan: 1944 (hasil penggabungan Olympique Lillois dan SC Fives)
  • Kota: Lille, Hauts-de-France, Prancis
  • Stadion: Stade Pierre-Mauroy (kapasitas: 50.186)
  • Warna seragam: Merah dan Hitam
  • Julukan:
    • Les Dogues (Anjing Pemburu)
    • Les Lillois
  • Pemilik: Merlyn Partners (konsorsium Prancis-Amerika), sejak 2017

🏆 Prestasi: Raksasa Utara dengan Jiwa Pemberontak

Lille adalah salah satu dari hanya 6 klub Prancis yang pernah juara Ligue 1, dan pencapaian terbarunya dianggap sebagai salah satu keajaiban terbesar dalam sejarah sepak bola Eropa.

Domestik (Prancis)

  • Juara Ligue 1: 4 kali
    • 1946, 1954, 2011, 2021
      2021: Akhiri dominasi 8 tahun PSG dengan anggaran 1/10 dari Paris!
  • Juara Coupe de France: 6 kali
    • Terakhir: 2011 (bersamaan dengan juara liga — Double)
  • Juara Trophée des Champions: 1 kali (2021)

Eropa

  • Liga Champions:
    • Perempat final 2007
  • Liga Europa:
    • Semi-finalis 2004
  • Konsisten lolos ke kompetisi Eropa sejak 2019

💡 Fakta Menakjubkan:
Pada 2020/21, Lille tidak pernah kalah di kandang sepanjang musim, mengalahkan PSG, Lyon, Marseille, dan Monacosemua dengan tim tanpa bintang global.


🐕 Asal Julukan “Les Dogues” (Anjing Pemburu)

  • Julukan ini muncul pada 1960-an, karena gaya bermain Lille yang agresif, gigih, dan tak kenal lelah — seperti anjing pemburu.
  • Warna merah-hitam melambangkan semangat pekerja industri utara Prancis dan keberanian.
  • Stadion lama mereka, Stade Grimonprez-Jooris, dikenal sebagai “kandang anjing pemburu” yang sangat menakutkan bagi tim tamu.

🌟 Era Keajaiban 2021: Mengguncang Takhta PSG

Di bawah pelatih Christophe Galtier, Lille menciptakan keajaiban modern:

  • Gaya bermain: Disiplin defensif, serangan balik cepat, kerja tim luar biasa
  • Pemain kunci:
    • José Fonte (37 tahun, kapten legendaris)
    • Burak Yılmaz (35 tahun, top scorer liga)
    • Mike Maignan (kiper, kini di AC Milan)
    • Boubakary Soumaré, Renato Sanches, Jonathan Bamba
  • 23 Mei 2021: Lille resmi juara setelah menang 2–1 atas Angers — dua poin di atas PSG

💬 “Kami bukan tim bintang. Tapi kami punya hati singa.”
— Christophe Galtier


🏟️ Stade Pierre-Mauroy: Istana Modern di Kota Industri

  • Dibuka: 2012 (untuk Euro 2016)
  • Kapasitas: 50.186bisa dikonversi jadi 30.000 kursi + 20.000 berdiri
  • Karakteristik:
    • Atap tertutup otomatis — stadion serba-guna pertama di Prancis
    • “Tribuna Dogues” diisi oleh “Ultra Lille” — suporter paling fanatik
    • Stadion menghadap ke pusat kota Lille — simbol modernisasi utara Prancis
  • Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di Eropa yang bisa mengubah konfigurasi untuk basket, konser, atau tenis meja Olimpiade.

🔥 Rivalitas Utama

  1. RC Lens“Derbi Nord”
    • Rival paling sengit — akar dari persaingan kota industri batu bara
    • Jarak hanya 30 km
    • Disebut “derbi paling emosional di Prancis utara”
  2. RC Strasbourg → rival historis “klub pekerja”
  3. Paris Saint-Germain → rival modern (kelas pekerja vs elit ibu kota)

💚 Filosofi Klub: “Klub Tim, Bukan Klub Bintang”

  • Lille dikenal karena gaya bermain kolektif, disiplin taktis, dan pembinaan pemain muda.
  • Akademi “Centre de Formation” melahirkan talenta seperti:
    • Eden Hazard
    • Benjamin Pavard
    • Leny Yoro (17 tahun, bintang 2024)
  • Klub ini menolak boros — fokus pada pemain berpotensi, bukan nama besar.

💡 Fakta Unik

  1. Stade Pierre-Mauroy adalah satu-satunya stadion di dunia yang pernah jadi lokasi final EuroBasket (2015) dan Piala Davis tenis (2017).
  2. Lille adalah satu-satunya klub Prancis yang pernah juara liga dengan dua klub berbeda di kota yang sama (Olympique Lillois 1946 + LOSC 1954).
  3. José Fonte mencetak gol kemenangan di pekan terakhir 2021 pada usia 37 tahun — momen paling heroik dalam sejarah klub.
  4. Klub ini tidak pernah bangkrut, meski berada di kota industri yang mengalami deindustrialisasi.

🏁 Masa Depan: Mempertahankan Jiwa di Tengah Kesuksesan

  • 2024/25: Target — konsisten di 3 besar Ligue 1, lolos ke Liga Champions
  • Fokus pada:
    • Regenerasi skuad muda (Leny Yoro, Lucas Chevalier, Angel Gomes)
    • Pertahankan filosofi “tim di atas individu”
    • Bangun reputasi Eropa yang berkelanjutan

“Nous ne courons pas après les étoiles. Nous construisons notre propre ciel.”
(“Kami tak mengejar bintang. Kami membangun langit kami sendiri.”)


💬 Kesimpulan

LOSC Lille bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol ketahanan utara Prancis, bukti bahwa kerja tim bisa mengalahkan uang, dan pengingat bahwa keajaiban nyata terjadi di lapangan hijau.

“In Lille, we don’t dream of glory. We earn it — one tackle, one pass, one goal at a time.”


Olympique de Marseill

⚪🔵 Profil Singkat Olympique de Marseille

  • Nama lengkap: Olympique de Marseille
  • Didirikan: 31 Agustus 1899
  • Kota: Marseille, Provence-Alpes-Côte d’Azur, Prancis
  • Stadion: Stade Vélodrome (kapasitas: 67.394)
  • Warna seragam: Putih dan Biru
  • Julukan:
    • Les Phocéens (Bangsa Phocaea — pendiri kota Marseille kuno dari Yunani)
    • OM
    • Les Olympiens
  • Pemilik: Frank McCourt (mantan pemilik LA Dodgers), sejak 2016

🏆 Prestasi: Raksasa Prancis dengan Satu Mahkota Eropa

Marseille adalah salah satu klub paling sukses dan paling kontroversial dalam sejarah Prancis.

Domestik (Prancis)

  • Juara Ligue 1: 9 kali
    • 1937, 1949, 1971, 1972, 1989, 1990, 1991, 1992, 2000
      → Rekor 4 gelar berturut-turut (1989–1992) — terbanyak dalam sejarah Prancis
  • Juara Coupe de France: 10 kali
  • Juara Trophée des Champions: 3 kali

Eropa & Dunia

  • Liga Champions UEFA: Juara 1993
    → Mengalahkan AC Milan 1–0 di final (gol Basile Boli)
    Satu-satunya klub Prancis yang pernah juara Liga Champions!
  • Piala UEFA: Runner-up 1999, 2004
  • Piala Super UEFA: Juara 1993
  • Piala Interkontinental: Runner-up 1993

💡 Fakta Bersejarah:
Gelar Liga Champions 1993 diperoleh di tengah skandal pengaturan skor domestik — membuatnya jadi kemenangan paling kontroversial namun sah dalam sejarah Eropa.


🏛️ Asal Nama & Identitas: Warisan Yunani di Tanah Prancis

  • Marseille didirikan oleh pedagang Yunani dari Phocaea pada 600 SM — klub menghormati warisan ini dengan julukan “Les Phocéens”.
  • Warna putih-biru melambangkan langit Mediterania dan gelombang laut.
  • Klub ini adalah jantung identitas Marseille — kota pelabuhan paling beragam di Prancis.

💬 “Marseille bukan cuma kota. Ini adalah perasaan. Dan OM adalah jantungnya.”


🌟 Era Bernard Tapie: Emas dan Skandal (1986–1994)

Di bawah presiden kontroversial Bernard Tapie, Marseille mencapai puncak kejayaan:

  • Investasi besar di pemain top: Jean-Pierre Papin, Chris Waddle, Abedi Pelé, Fabien Barthez, Marcel Desailly
  • 1989–1992: 4 gelar Ligue 1 berturut-turut
  • 1993: Juara Liga Champions — puncak segalanya
  • Tapi…
    • Terbukti menyuap Valenciennes untuk kalah di laga domestik (agar pemain istirahat untuk final Liga Champions)
    • Didegradasi ke Ligue 2 pada 1994 — meski gelar Eropa tidak dicabut oleh UEFA

💬 “Kami menang di Eropa dengan kecurangan di Prancis. Tapi sejarah hanya ingat kemenangan.”
— Kritikus Prancis


🏟️ Stade Vélodrome: Istana di Atas Bukit

  • Dibuka: 1937 (direnovasi total untuk Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 2016)
  • Kapasitas: 67.394stadion klub terbesar di Prancis
  • Karakteristik:
    • “Virage Sud” diisi oleh “Commando Ultra” — kelompok suporter paling fanatik di Prancis
    • Suasana sangat panas dan intimidatif — disebut “neraka selatan”
    • Stadion menghadap ke Pelabuhan Tua Marseille — pemandangan spektakuler

🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Droit au but, on va gagner!”
(Lurus ke gawang, kita akan menang!)


🔥 Rivalitas Abadi

  1. Paris Saint-Germain (PSG)“Le Classique”
    • Rival paling sengit di Prancis — melambangkan Marseille (selatan, kelas pekerja) vs Paris (utara, elit)
    • Pertandingan selalu emosional, penuh kartu, dan tensi tinggi
  2. Olympique Lyonnais (OL)“Derbi Rhône-Méditerranée”
  3. AS Monaco → rival historis di peta sepak bola Prancis selatan

📉 Masa Kelam & Kebangkitan (2000–Sekarang)

  • 2000: Juara Ligue 1 terakhir
  • 2000–2016: Sering terlibat perebutan gelar, tapi gagal juara
  • 2016: Dibeli oleh Frank McCourt — bawa stabilitas finansial
  • 2018: Final Liga Europa — kalah 3–4 dari Atlético Madrid
  • 2020–2023: Konsisten di 3 besar Ligue 1, lolos ke Liga Champions

💡 Fakta Unik

  1. Marseille adalah satu-satunya klub Prancis yang tidak pernah bangkrut atau terdegradasi sejak 1996.
  2. “Droit au But” (Lurus ke Gawang) adalah semboyan resmi klub — tertulis di lambang.
  3. Fans Marseille adalah satu-satunya di Prancis yang dilarang masuk stadion PSG sejak 1990-an karena kerusuhan.
  4. Klub ini menolak tawaran investor Timur Tengah — tetap ingin jadi “klub rakyat”.

🏁 Masa Depan: Mengejar Gelar Ligue 1 ke-10

  • 2024/25: Target — juara Ligue 1 pertama dalam 25 tahun
  • Fokus pada:
    • Pembinaan pemain muda
    • Gaya bermain ofensif ala pelatih Jean-Louis Gasset
    • Bangun tim yang bisa menyaingi PSG

“We don’t just play football. We defend the soul of the South.”


💬 Kesimpulan

Olympique de Marseille bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol gairah Mediterania, kebanggaan selatan Prancis, dan bukti bahwa sejarah bisa diwarnai emas — meski dengan noda.

“À Marseille, on ne triche pas avec le cœur.”
(“Di Marseille, kau tak main-main dengan hati.”)

Fulham F.C.

Profil Singkat Fulham F.C.

  • Nama lengkap: Fulham Football Club
  • Didirikan: 1879klub tertua di London
  • Kota: Fulham, London Barat, Inggris
  • Stadion: Craven Cottage (kapasitas: 22.384)
  • Warna seragam: Putih
  • Julukan:
    • The Cottagers
    • The Whites
  • Pemilik: Shahid Khan (miliarder AS, pemilik tim NFL Jacksonville Jaguars), sejak 2013

🏆 Prestasi: Klub Bersejarah dengan Jiwa London

Fulham bukan klub penuh trofi, tapi memiliki sejarah panjang, konsistensi luar biasa, dan dua pencapaian Eropa yang membanggakan.

Domestik (Inggris)

  • Belum pernah juara Liga Inggris atau Piala FA
  • Runner-up Piala FA: 1975 (kalah 0–2 dari West Ham)
  • Juara Divisi Dua (kini Championship): 4 kali
    • Terakhir: 2021–22 → promosi ke Premier League
  • Konsistensi luar biasa:
    • 24 musim di Premier League sejak 2001
    • Sering disebut “klub papan tengah paling stabil”

Eropa

  • Liga Intertoto UEFA: Juara 2002
  • Liga Europa: Runner-up 2010
    → Capai final pertama dalam sejarah klub!
    → Kalahkan Juventus, Wolfsburg, Hamburg di babak gugur
    → Kalah 1–2 dari Atlético Madrid di final (perpanjangan waktu)

💡 Final Liga Europa 2010 adalah pencapaian terbesar dalam sejarah Fulham — klub kecil London hampir juara Eropa!


🏡 Asal Julukan “The Cottagers”

  • Nama ini berasal dari Craven Cottage, stadion mereka yang menyerupai pondok pedesaan Inggris klasik.
  • Stadion dibangun pada 1896, dengan “Cottage” asli sebagai kantor klub — masih berdiri hingga kini.
  • Warna putih diadopsi pada 1904, menjadikan mereka “tim putih pertama di London”.

🏡 Craven Cottage adalah satu-satunya stadion di Premier League yang punya arsitektur pondok tradisional Inggris.


🌟 Era Modern: 2000–2010 — Kejayaan di Bawah Mohamed Al-Fayed

  • 1997: Dibeli oleh Mohamed Al-Fayed (pemilik Harrods)
  • 2001: Promosi ke Premier League
  • 2003–2010:
    • 13 musim berturut-turut di Premier League
    • Final Liga Europa 2010
    • Dikenal dengan gaya bermain ofensif dan menarik
  • Pelatih legendaris: Roy Hodgson (2007–2010) — arsitek keajaiban Eropa

Pemain Ikonik Era Ini:

  • Jimmy Bullard
  • Danny Murphy
  • Clint Dempsey (pahlawan Amerika)
  • Brede Hangeland, Mark Schwarzer

🏟️ Craven Cottage: Permata di Tepi Sungai Thames

  • Lokasi: Tepi Sungai Thames, dekat Taman Bishops Park
  • Kapasitas: 22.384stadion terkecil ke-2 di Premier League
  • Karakteristik:
    • “Putney End” dan “Hammersmith End” diisi oleh fans paling setia
    • “Cottage” asli di sudut lapangan — landmark bersejarah
    • Suasana intim, tenang, tapi penuh gairah
  • Fakta: Stadion ini dilindungi sebagai bangunan bersejarah nasional.

🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Come on, come on, Fulham!
We’re the team from Craven Cottage!”


🔥 Rivalitas Utama

  1. Chelsea“West London Derby”
    • Jarak hanya 3 mil
    • Tapi tidak terlalu sengit — lebih seperti “persaingan tetangga”
  2. Queens Park Rangers (QPR) → rival historis London Barat
  3. Brentford → rival modern (sejak Brentford promosi ke Premier League)

📉 Masa Kelam & Keterpurukan (2014–2021)

  • 2014: Terdegradasi ke Championship
  • 2016: Promosi ke Premier League, tapi langsung terdegradasi lagi
  • 2018–2021: Naik-turun antara Premier League dan Championship
  • 2021–22: Juara Championship → promosi ke Premier League
  • 2022–24: Konsisten di papan tengah Premier League

💬 “We’re not flashy. We’re faithful.”
— Semboyan fans Fulham


💡 Fakta Unik

  1. Fulham adalah satu-satunya klub di London yang tidak pernah berganti nama atau lokasi sejak 1879.
  2. Craven Cottage adalah satu-satunya stadion di Eropa yang dikelilingi taman umum dan sungai.
  3. Klub ini menolak sponsor judi selama bertahun-tahun — sesuai nilai keluarga Al-Fayed.
  4. Alex Ferguson pernah melatih Fulham selama 2 minggu pada 1990-an — sebagai “konsultan”!

🏁 Masa Depan: Membangun Tim yang Konsisten

  • 2024/25: Target — konsisten di papan tengah Premier League
  • Fokus pada:
    • Pembinaan pemain muda
    • Gaya bermain menyerang ala Marco Silva
    • Perluasan Craven Cottage (rencana ke 25.000 kursi)

“In Fulham, we don’t chase glory. We build it — quietly, proudly, and with class.”


💬 Kesimpulan

Fulham F.C. bukan klub yang diukur dari trofi, tapi dari jiwa, sejarah, dan keanggunan.
Ia adalah simbol London asli, rumah bagi sepak bola yang tak ribut, dan bukti bahwa keindahan ada dalam kesederhanaan.

“Craven Cottage isn’t just a stadium. It’s a home.”

CRYSTAL PALACE F.C.

🦅 Profil Singkat Crystal Palace FC

  • Nama lengkap: Crystal Palace Football Club
  • Didirikan: 1905 (meski akar organisasi bermula dari tim pameran Crystal Palace Exhibition pada 1861)
  • Kota: London Selatan, Inggris
  • Stadion: Selhurst Park (kapasitas: 25.486)
  • Warna seragam: Merah dan Biru
  • Julukan:
    • The Eagles (Elang)
    • The Glaziers (Pembuat Kaca — warisan dari gedung Crystal Palace asli)
  • Pemilik: Steve Parish (lokal) dengan investasi dari Josh Harris & David Blitzer (AS)

🏆 Prestasi: Klub dengan Jiwa Juara Tanpa Trofi

Crystal Palace belum pernah memenangkan trofi mayor di level domestik, tapi memiliki sejarah final yang tragis namun penuh kehormatan.

Domestik (Inggris)

  • Runner-up Piala FA: 2 kali
    • 1990: Kalah 3–4 vs Manchester United (setelah unggul 3–0!)
    • 2016: Kalah 1–2 vs Manchester United (setelah unggul 1–0 di perpanjangan waktu)
  • Promosi ke Premier League: 4 kali sejak 2004raja playoff Championship!
  • Finish tertinggi di Liga Inggris: Peringkat ke-3 (1991)lolos ke Piala UEFA

Eropa

  • Piala UEFA 1991–92:
    • Kalahkan FC Torpedo Moskow dan Dinamo București
    • Kalah dari AS Monaco di babak kedua

💡 Palace adalah salah satu dari sedikit klub Inggris yang pernah mengalahkan Barcelona di kandangnya4–1 di leg kedua Piala Inter-Cities Fairs 1971!


🦅 Asal Usul Julukan “The Eagles”

  • Pada 1973, manajer Malcolm Allison mengubah identitas klub:
    • Memperkenalkan elang emas sebagai maskot
    • Memainkan lagu “Eagle Rock” sebelum pertandingan
    • Mengganti warna celana dari putih menjadi biru gelap
  • Elang melambangkan kebanggaan, kebebasan, dan visi tajam — nilai yang ingin diusung klub.

🦅 Hingga kini, elang hidup bernama “Kayla” terbang mengelilingi Selhurst Park sebelum setiap laga kandang.


🌟 Era Modern: Stabilitas di Premier League

Setelah dekade naik-turun, Palace menemukan stabilitas sejak 2013:

  • 2013: Promosi ke Premier League lewat playoff dramatis
  • 2016: Capai final Piala FA — kebanggaan terbesar dalam 26 tahun
  • 2017–2023: Tidak pernah terdegradasi — rekor konsistensi luar biasa untuk klub non-elit
  • 2023–2024: Di bawah pelatih Roy Hodgson (pensiun 2024) dan Oliver Glasner, Palace tetap jadi “pengganggu raksasa”

Pemain Ikonik Era Ini:

  • Wilfried Zaha — “Putra Selhurst”, legenda hidup, top scorer modern
  • Andros Townsend, Luka Milivojević, Joachim Andersen
  • Eberechi Eze — bintang muda Inggris, otak serangan saat ini

🏟️ Selhurst Park: “Benteng London Selatan”

  • Dibuka: 1924
  • Kapasitas: 25.486
  • Karakteristik:
    • Salah satu stadion paling intim dan menakutkan di Premier League
    • Tribun Holmesdale Road End diisi oleh “Holmesdale Fanatics” — kelompok suporter paling vokal
    • Suasana sangat panas, terutama saat derby melawan Millwall atau Brighton

🎶 Fans menyanyikan:
“Eagles! Eagles! Flying high!”
“We’re top of the league… in our dreams!” (lagu humor khas Palace)


🔥 Rivalitas Utama

  1. Brighton & Hove Albion“M23 Derby”
    • Dibenci karena jarak dekat (50 km) dan saling ejek sebagai “tim pantai vs tim kota”
    • Pertandingan selalu panas, penuh kartu, dan emosi tinggi
  2. Millwall“South London Derby”
    • Rivalitas paling beracun di London — akar dari klasemen kelas pekerja vs elit
    • Sering terjadi kerusuhan di masa lalu
  3. Charlton Athletic → rival historis London Selatan (kini jarang bertemu)

📉 Tantangan: Kurangnya Trofi & Ambisi

  • Palace dikenal sebagai “klub yang selalu hampir”:
    • Hampir juara Piala FA
    • Hampir lolos Eropa
    • Hampir menang melawan raksasa
  • Tapi tidak pernah benar-benar meledak karena:
    • Anggaran terbatas
    • Stadion kecil (rencana perluasan sering gagal)
    • Kurangnya investor besar (meski punya dana AS sejak 2015)

Namun, fans tetap setia — karena Palace adalah “klub keluarga”, bukan perusahaan.


💡 Fakta Unik

  • Crystal Palace adalah satu-satunya klub Inggris yang namanya diambil dari gedung pameran kaca raksasa (Crystal Palace, dibangun 1851).
  • Alan Pardew membawa Palace ke final Piala FA 2016 — setelah sebelumnya melatih rival, West Ham!
  • Wilfried Zaha menolak bermain untuk Inggris, memilih Pantai Gading — jadi pahlawan nasional di Afrika.
  • Palace adalah klub pertama di Inggris yang memiliki akademi sepak bola wanita profesional.

🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)

  • Bermain di Premier League
  • Fokus pada:
    • Konsolidasi di papan tengah
    • Pembinaan pemain muda (akademi “Academy of Football” berkualitas)
    • Perkuat serangan dengan Eberechi Eze dan Jean-Philippe Mateta
  • Masih menjadi “raksasa pembunuh” — sering mengalahkan Manchester United, Chelsea, dll.

💬 Kesimpulan

Crystal Palace bukan klub yang diukur dari trofi, tapi dari jiwa, kesetiaan, dan kebanggaan lokal.
Ia adalah simbol London Selatan, rumah bagi elang yang tak pernah menyerah, dan bukti bahwa sepak bola adalah milik rakyat — bukan hanya pemenang.

“Kami mungkin tak punya trofi. Tapi kami punya Selhurst, Eagles, dan mimpi yang tak pernah mati.”

SEVILLA FC

🦁 Profil Singkat Sevilla FC

  • Nama lengkap: Sevilla Fútbol Club
  • Didirikan: 25 Januari 1890
  • Kota: Sevilla, Andalusia, Spanyol
  • Stadion: Ramón Sánchez-Pizjuán (kapasitas: 43.883)
  • Warna seragam: Putih dengan aksen merah
  • Julukan:
    • Los Nervionenses (dari nama sungai Nervión di Sevilla)
    • El Grande de Andalucía (Sang Raksasa Andalusia)
  • Pemilik: José Castro (presiden jangka panjang), secara struktural dimiliki oleh socios (anggota klub)

🏆 Prestasi: Raja Liga Europa Dunia

Sevilla FC adalah klub paling sukses ke-5 di Spanyol secara domestik, tapi raja mutlak di Eropa dalam satu kompetisi.

Domestik (Spanyol)

  • Juara La Liga: 1 kali (1945–46)
  • Juara Copa del Rey: 5 kali (terakhir: 2010)
  • Juara Supercopa de España: 1 kali (2007)

Eropa & Dunia — KEJAYAAN MUTLAK

  • Liga Europa / Piala UEFA: 7 kali juararekor dunia!
    • 2006, 2007, 2014, 2015, 2016, 2020, 2023
      Satu-satunya klub yang pernah juara 3 kali berturut-turut (2014–2016)
  • Piala Super UEFA: 1 kali (2006)
  • Piala Dunia Antarklub FIFA: Runner-up (2023)

💡 Fakta Legendaris:
Sevilla begitu identik dengan Liga Europa, sampai-sampai UEFA ubah aturan:
“Juara Liga Europa otomatis lolos ke Liga Champions.”
— Sebagian besar karena dominasi Sevilla!


🦁 Asal Usul & Identitas: Andalusia yang Berdarah Putih-Merah

  • Sevilla FC didirikan oleh sekelompok pekerja Inggris di perusahaan air minum yang ingin bermain sepak bola ala Inggris.
  • Warna putih diadopsi dari Corinthian FC (Inggris), lalu ditambah garis merah sebagai penghormatan pada bendera kota Sevilla.
  • Klub ini mewakili semangat Andalusia: penuh gairah, seni, dan kebanggaan lokal.

💬 “Kami bukan Madrid. Kami bukan Barcelona. Kami Sevilla — dan itu cukup.”


🌟 Era Keemasan: 2006–2023 — Dinasti Liga Europa

Di bawah manajemen José María del Nido dan pelatih seperti Juande Ramos, Unai Emery, dan José Luis Mendilibar, Sevilla membangun dinasti Eropa:

  • 2006: Juara Piala UEFA pertama dalam 58 tahun!
  • 2014–2016: Tiga gelar Liga Europa berturut-turut di bawah Unai Emery — prestasi tak tertandingi.
  • 2023: Juara ke-7, mengalahkan Roma di final (1–1, menang adu penalti) — di bawah pelatih José Luis Mendilibar, yang baru menangani tim 3 bulan sebelum final!

Pemain ikonik era ini:

  • Dani Alves (sayap kanan legendaris)
  • Sergio Ramos (kapten muda sebelum pindah ke Real Madrid)
  • Ivan Rakitić, Coke, Ben Yedder, Youssef En-Nesyri

🏟️ Estadio Ramón Sánchez-Pizjuán: Benteng Suci Andalusia

  • Dibuka: 1958
  • Nama: Diambil dari mantan presiden klub yang memperjuangkan pembangunannya
  • Karakteristik:
    • Salah satu stadion paling intim dan panas di Spanyol
    • Tribun “Fondo Norte” diisi oleh “Biris Norte” — kelompok suporter paling fanatik di Andalusia
    • Suasana sangat intimidatif untuk tim tamu, terutama di malam Eropa

🎶 Fans menyanyikan:
“Sevilla, Sevilla, corazón de Andalucía!”
(Sevilla, Sevilla, jantung Andalusia!)


💚 Filosofi & Gaya Bermain

  • Sevilla dikenal dengan gaya bermain agresif, pressing tinggi, dan transisi cepat.
  • Klub ini ahli memanfaatkan Liga Europa sebagai jalur ke Liga Champions.
  • Fokus pada pemain berpengalaman, bukan bintang mahal — contoh: En-Nesyri, Ocampos, Rakitić.

📉 Tantangan Domestik

  • Meski raja di Eropa, Sevilla kesulitan bersaing di La Liga melawan Madrid & Barça.
  • Sering finish di peringkat 4–7, tapi selalu konsisten lolos ke Eropa.
  • 2023–2024: Alami musim sulit — nyaris terdegradasi, akhirnya selamat di menit akhir.

Namun, semangat Sánchez-Pizjuán tak pernah padam. Fans tetap setia, bahkan saat klub di ambang degradasi.


💡 Fakta Unik

  • Sevilla adalah satu-satunya klub di dunia yang juara Liga Europa 7 kali.
  • Sergio Ramos dan Dani Alves memulai karier profesionalnya di Sevilla.
  • Klub ini menolak tawaran investor asing besar untuk menjaga identitas lokal.
  • Derbi Seville melawan Real Betis adalah salah satu derby paling emosional di dunia — penuh nyanyian flamenco, bunga matahari, dan persaingan seabad.

🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)

  • Bermain di La Liga
  • Fokus pada:
    • Stabilitas usai hampir degradasi
    • Kembalinya ke Liga Europa/Liga Champions
    • Pembinaan pemain muda dari akademi “La Cantera”
  • Masih menjadi klub paling dihormati di Eropa untuk kompetisi kasta kedua.

💬 Kesimpulan

Sevilla FC bukan hanya klub —
ia adalah simbol kebanggaan Andalusia, raja kompetisi Eropa, dan bukti bahwa konsistensi bisa mengalahkan kekayaan.

“Di Sánchez-Pizjuán, kami tidak takut pada siapa pun. Terutama di malam Eropa.”

PSPS Pekanbaru

🐾 Profil Singkat PSPS Pekanbaru

  • Nama lengkap: Persatuan Sepak Bola Pekanbaru dan Sekitarnya
  • Didirikan: 23 Juli 1955
  • Kota: Pekanbaru, Riau
  • Stadion: Riau Main Stadium (Stadion Utama Riau) — kapasitas: 27.000
  • Warna seragam: Merah dan Kuning
  • Julukan:
    • Askar Siak (Pasukan Kerajaan Siak Sri Indrapura — kerajaan Melayu terkemuka di Riau)
    • The Panthers (Harimau Melayu)
  • Maskot: Harimau — simbol keberanian, kekuatan, dan kebanggaan Melayu

🏆 Prestasi Sejarah: Kebanggaan Tanah Melayu

PSPS adalah salah satu klub tertua di Sumatra, dengan akar kuat dalam budaya Melayu Riau.

Prestasi Utama:

  • Juara Divisi Utama Liga Indonesia: 2001–2002
    → Promosi ke Liga Super Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah klub
  • Runner-up Piala Indonesia: 2000 (masih bernama Piala Galatama)
  • Juara Kompetisi Perserikatan Tingkat Regional Sumatra: Beberapa kali di era 1970–1980-an
  • Pernah tampil di Piala AFC (Asia): 2003 — langka untuk klub non-Jawa saat itu

💡 Fakta Bersejarah:
PSPS adalah satu-satunya klub dari Riau yang pernah juara Divisi Utama dan tampil di kompetisi Asia.


🐯 Identitas: Askar Siak dan Warisan Kerajaan Melayu

  • Askar Siak merujuk pada pasukan elit Kerajaan Siak Sri Indrapura (1723–1946) — kerajaan Melayu yang pernah berjaya di pesisir timur Sumatra.
  • Warna merah melambangkan keberanian, kuning melambangkan kemuliaan kerajaan Melayu.
  • Klub ini sangat dekat dengan budaya Melayu:
    • Menggunakan selawat dan gendang Melayu saat menyambut tim
    • Sering mengenakan baju Melayu dalam acara resmi
    • Semboyan: “Hidup Melayu, Mati PSPS!”

💬 “Di Riau, harimau bukan hanya di hutan — dia juga di lapangan: Askar Siak!”


🌟 Era Kejayaan: Awal 2000-an

Di bawah pelatih Suhatman Iman dan Rusdi Bahalwan, PSPS mencapai puncaknya:

  • 2000: Runner-up Piala Galatama
  • 2002: Juara Divisi Utama, promosi ke kasta tertinggi
  • 2003: Tampil di Piala AFC — mewakili Indonesia di Asia
  • Pemain ikonik:
    • Ardiles Rumbino (striker lokal legendaris)
    • Sofyan Hadi
    • Jacksen F. Tiago (pelatih sekaligus pemain asal Brasil)
    • Legimin Raharjo (sebelum pindah ke PSMS)

PSPS dikenal dengan gaya bermain cepat, fisik, dan penuh semangat — cerminan karakter “Askar Siak”.


🏟️ Stadion Riau Main: Kandang Askar Siak

  • Lokasi: Kompleks Olahraga Riau, Pekanbaru
  • Dibangun: 2012 (untuk PON XVIII Riau)
  • Karakteristik:
    • Salah satu stadion termodern di Sumatra
    • Tribun “Curva Selatan” diisi oleh kelompok suporter “Panther Mania”
    • Suasana sangat mendukung, terutama saat derby melawan Semen Padang atau Sriwijaya

🎉 Saat juara Divisi Utama 2002, ribuan warga Pekanbaru turun ke jalan membawa tombak Melayu dan gendang — perayaan adat yang tak terlupakan.


🎶 Budaya Suporter: “Panther Mania” dan Gendang Melayu

  • Fans PSPS disebut “Panther Mania” atau “Askar Siak Sejati”.
  • Mereka dikenal fanatik, kreatif, dan sangat menjunjung tinggi adat Melayu.
  • Lagu kebanggaan:“Askar Siak… takkan gentar!
    Wong Riau… juaro di medan!”
  • Mereka juga sering membunyikan gendang Melayu dan menyanyikan pantun semangat sebelum pertandingan.

📉 Tantangan dan Keterpurukan (2010–2024)

Setelah era kejayaan, PSPS menghadapi masa sulit:

  • 2010: Terdegradasi ke Divisi Utama
  • 2014–2020: Bergulat di Liga 2, bahkan nyaris bangkrut
  • 2021–2023: Sempat tidak ikut kompetisi karena masalah izin dan finansial
  • 2024: Kembali bermain di Liga 3 (kasta ketiga), dengan misi bangkit dari nol

Namun, semangat Askar Siak tetap menyala. Meski main di Liga 3, stadion tetap ramai, dan fans tetap setia.


💡 Fakta Unik

  • PSPS adalah salah satu dari sedikit klub di Indonesia yang mengambil identitas dari kerajaan Melayu lokal (Kerajaan Siak).
  • Klub ini tidak pernah menggunakan nama sponsor di logo utama — sebagai bentuk menjaga martabat Melayu.
  • Lagu Mars PSPS berirama gendang Melayu, bukan musik modern.
  • PSPS punya rivalitas sejarah dengan Semen Padang FC — disebut “Derbi Melayu Sumatra”.

🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)

  • Bermain di Liga 3 (kasta ketiga)
  • Fokus pada:
    • Regenerasi pemain muda asal Riau
    • Kemitraan dengan akademi lokal
    • Kembalinya ke Liga 2
  • Masih memiliki basis fans kuat di Riau, terutama di kawasan Siak, Bengkalis, dan Dumai.

💬 Kesimpulan

PSPS Pekanbaru bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah penjaga warisan Kerajaan Siak, simbol kebanggaan Melayu Riau, dan semangat “Askar Siak” yang tak pernah menyerah.

“Di Riau, ada tiga hal yang tak terpisahkan: Sagu, Laksamana Raja Di Laut, dan PSPS Pekanbaru.”

PSMS Medan

🐓 Profil Singkat PSMS Medan

  • Nama lengkap: Persatuan Sepak Bola Medan dan Sekitarnya
  • Didirikan: 21 April 1950
  • Kota: Medan, Sumatra Utara
  • Stadion: Teladan Stadium (kapasitas: ±20.000)
  • Warna seragam: Kuning dan Hitam
  • Julukan:
    • Ayam Kinantan (Ayam jantan legendaris dari budaya Melayu Deli, lambang keberanian dan keanggunan)
    • Laskar Kinantan
  • Maskot: Ayam Kinantan — makhluk mitos berbulu emas dengan jambul seperti mahkota

🏆 Prestasi Sejarah: Raja Sumatra Era 1960–1980-an

PSMS Medan adalah satu-satunya klub dari luar Jawa yang pernah mendominasi sepak bola Indonesia di era kompetisi Perserikatan.

Prestasi Utama:

  • Juara Perserikatan (kompetisi utama sebelum Liga Indonesia): 2 kali
    • 1967
    • 1969
  • Runner-up Perserikatan: 5 kali (1955, 1957, 1965, 1970, 1983)
  • Juara Piala Indonesia: 1 kali (2005) — kemenangan paling bersejarah di era modern!
    → Mengalahkan Persija Jakarta di final
  • Juara Divisi Utama Liga Indonesia: 1998–1999

💡 Fakta Langka:
PSMS adalah satu-satunya klub dari Sumatra yang pernah juara kompetisi nasional tertinggi (Perserikatan & Piala Indonesia).


🐉 Identitas: Ayam Kinantan dan Semangat Multikultural

  • Ayam Kinantan berasal dari legenda Melayu Deli: ayam suci berbulu emas, berjambul seperti mahkota, simbol keberanian, kesetiaan, dan keanggunan.
  • Warna kuning-hitam melambangkan kejayaan (kuning) dan kekuatan (hitam).
  • Klub ini lahir di Medan, kota yang dihuni oleh Melayu, Batak, Tionghoa, India Tamil, Jawa, dan Minang — sehingga PSMS dikenal sebagai klub “milik semua suku” di Sumatra Utara.

💬 “Kalau kamu dari Medan, kamu pasti pernah jadi suporter PSMS — meski hanya sekali.”


🌟 Era Kejayaan: 1960–1980

Di bawah pelatih legendaris Sutan Harhara dan Ramli Yatim, PSMS dikenal dengan:

  • Gaya bermain ofensif dan cepat
  • Basis pemain lokal berkualitas: Iswadi Idris (meski lahir di Riau, besar di Medan), Tumsila, Ramli Yatim, Sutrisno, dsb.
  • Dukungan fanatik dari “Bonek Medan” (bukan Bonek Surabaya!) — ribuan fans memadati Stadion Teladan setiap laga kandang.

PSMS sering jadi batu sandungan bagi klub Jawa seperti Persija, Persebaya, dan Persib di era Perserikatan.


🏆 Kemenangan Piala Indonesia 2005: Kebangkitan Modern

Setelah lama terpuruk, PSMS mencatat sejarah di 2005:

  • Pelatih: Raja Isa (Malaysia)
  • Pemain kunci: Titus Bonai, Legimin Raharjo, Syaiful Cahya, Budiman
  • Jalur juara:
    • Kalahkan Persija Jakarta (2–1) di final
    • Menang di Gelora Bung Karno, Jakarta — kandang lawan!
  • Kemenangan ini membuat seluruh Medan berpesta, dan Gubernur Sumatra Utara langsung memberi penghargaan.

🎉 Ini adalah trofi nasional pertama dan satu-satunya PSMS hingga kini.


📉 Tantangan di Era Liga Indonesia

Setelah era Perserikatan berakhir (1994), PSMS kesulitan beradaptasi:

  • Sering naik-turun kasta (Liga 1 → Liga 2 → Liga 3)
  • Masalah manajemen dan finansial
  • Persaingan ketat dengan klub baru seperti PSM Makassar, Arema, dan Persipura

Namun, semangat Ayam Kinantan tak pernah padam. Setiap kali turun kasta, fans tetap setia — bahkan saat PSMS main di Liga 3 (2022), Stadion Teladan tetap penuh!


🎶 Budaya Suporter: “Bonek Medan” dan Nyanyian Khas

  • Fans PSMS dikenal sebagai “Bonek Medan” (bukan terkait Persebaya Surabaya) — singkatan dari “Bondot Netek” (istilah gaul Medan untuk “sahabat sejati”).
  • Lagu kebanggaan:“Ayam Kinantan… terbang tinggi di angkasa…
    Kau kebanggaan kami… PSMS jaya selamanya!”
  • Mereka juga menyanyikan “Medan I” (lagu daerah) sebagai nyanyian penyemangat.

🏟️ Stadion Teladan: Saksi Bisu Kejayaan

  • Dibangun 1953, direnovasi berkali-kali.
  • Lokasi: Jalan Stadion, Medan — pusat kota.
  • Karakteristik: Lapangan sempit, tribun dekat lapangan → tekanan psikologis besar bagi tim tamu.
  • Disebut “Kandang Ayam Kinantan” yang sangat sulit ditaklukkan di era kejayaan.

💡 Fakta Unik

  • PSMS belum pernah juara Liga 1, tapi dianggap “raja non-Jawa” karena prestasi di era Perserikatan.
  • Iswadi Idris, legenda timnas Indonesia, pernah membela PSMS di awal kariernya.
  • PSMS punya rivalitas sehat dengan PSDS Deli Serdang (derbi Deli).
  • Klub ini tak pernah menggunakan nama sponsor di seragam utama — sebagai bentuk menjaga identitas.

🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)

  • PSMS bermain di Liga 2 (kasta kedua).
  • Fokus pada pembinaan pemain muda Sumatra Utara.
  • Masih punya basis fans terbesar di Sumatra, bahkan lebih besar dari klub Liga 1 sekalipun.
  • Target: Promosi ke Liga 1 dan kembali jadi kekuatan nasional.

💬 Kesimpulan

PSMS Medan bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol identitas kota Medan, kebanggaan multikultural Sumatra Utara, dan warisan semangat Ayam Kinantan yang tak pernah menyerah.

“Di Medan, ada tiga hal yang tak bisa dipisahkan: Bika Ambon, Danau Toba, dan PSMS.”

AC Milan

🖤❤️ Profil Singkat AC Milan

  • Nama lengkap: Associazione Calcio Milan
  • Didirikan: 16 Desember 1899
  • Kota: Milan, Lombardia, Italia
  • Stadion: San Siro (juga dikenal sebagai Stadio Giuseppe Meazza) — kapasitas: 75.923 (dipakai bersama rival sekota Inter Milan)
  • Warna seragam: Merah-Hitam (Rossoneri)
  • Julukan:
    • Il Diavolo (Si Iblis)
    • Casciavìt (Obeng — dalam dialek Milan, karena seragamnya “membuka” pertahanan lawan)
  • Pemilik saat ini: RedBird Capital Partners (AS, sejak 2022), sebelumnya Elliot Management (2018–2022)

🏆 Prestasi: Raksasa Eropa dari Italia

AC Milan adalah salah satu klub paling sukses di dunia, terutama di kancah Eropa.

Eropa (UEFA & FIFA)

  • Liga Champions UEFA: 7 kali juara
    • 1963, 1969, 1989, 1990, 1 994, 2003, 2007
      Terbanyak kedua di Eropa setelah Real Madrid (14)
  • Piala Super UEFA: 5 kali
  • Piala Interkontinental: 3 kali
  • Piala Dunia Antarklub FIFA: 1 kali (2007)

💡 Fakta: Milan adalah satu-satunya klub Italia yang pernah menang Liga Champions dua kali berturut-turut di era modern (1989 & 1990).

Domestik (Italia)

  • Juara Serie A: 19 kali (terakhir: 2022 — gelar pertama dalam 11 tahun!)
  • Juara Coppa Italia: 5 kali
  • Juara Supercoppa Italiana: 7 kali

🦹‍♂️ Asal Nama & Identitas

  • Didirikan oleh Herbert Kilpin, seorang pekerja tekstil Inggris di Milan, bersama sekelompok ekspatriat.
  • Nama asli: Milan Cricket and Football Club — karena awalnya juga fokus pada kriket.
  • Warna merah-hitam dipilih karena:“Merah seperti nyala api semangat, hitam seperti rasa takut lawan.”
    Herbert Kilpin
  • Lambang lama: Palang merah (simbol kota Milan) + huruf “ACM”.
  • Lambang baru (2018): Hanya “M” dengan garis merah-hitam — minimalis dan modern.

Era Keemasan: 1988–1994 (“Sacchi & Capello Era”)

Di bawah pelatih Arrigo Sacchi dan Fabio Capello, Milan menjadi tim terbaik di dunia:

  • “The Immortals”: Tim 1988–1990 dengan:
    • Back Four Legendaris: Maldini, Baresi, Costacurta, Tassotti
    • Gelandang Emas: Rijkaard, Gullit, Van Basten (disebut “Three Dutchmen”)
  • 58 pertandingan tak terkalahkan di Serie A (1991–1993) — rekor Italia!
  • Juara 4 Scudetto dalam 5 tahun dan 2 Liga Champions.

🎯 “Football is the first thing, the second thing, and the third thing.”
Arrigo Sacchi


🦸 Legenda & Ikon Abadi

  • Paolo Maldini: 902 penampilan, 5 Liga Champions, kapten sejati — nomor 3 dipensiunkan
  • Franco Baresi: Legenda bertahan, mantan kapten, kini di manajemen klub
  • Marco van Basten: Penyerang elegan, 3x Ballon d’Or
  • Alessandro Costacurta, Mauro Tassotti, Demetrio Albertini
  • Kaka (Ballon d’Or 2007), Andriy Shevchenko, Zvonimir Boban

💬 “Saya lahir di Milan, hidup untuk Milan, dan akan mati sebagai Milanisti.”
Paolo Maldini


🔴 Rivalitas Abadi: Derby della Madonnina

  • Lawan utama: Inter Milan (juga bermarkas di San Siro)
  • Pertandingan derby disebut “Derby della Madonnina” — merujuk pada patung Virgin Mary di puncak Katedral Milan.
  • Perbedaan filosofi:
    • Milan: Awalnya hanya untuk warga Italia (hingga 1908)
    • Inter: Didirikan oleh anggota Milan yang ingin menerima pemain asing → nama “Internazionale”

⚔️ Derby ini adalah salah satu yang paling sengit di dunia — penuh gengsi, sejarah, dan emosi.


🌍 Globalisasi & Era Modern

  • Setelah masa sulit (2010–2017), Milan bangkit kembali berkat:
    • Investasi dari Elliot Management (2018–2022)
    • Fokus pada pemain muda berbakat: Leão, Tonali (sebelum pindah), Theo Hernández, Pulisic, Loftus-Cheek
  • Gelar Serie A 2022 mengakhiri puasa 11 tahun — disambut jutaan fans di Piazza del Duomo.
  • Kini fokus pada keberlanjutan finansial dan kembalinya dominasi Eropa.

💚 Budaya & Filosofi Klub

  • Semboyan: “Sempre Milan!” (Selamanya Milan!)
  • Nilai inti: Gaya, kelas, disiplin, dan serangan indah.
  • Milan dikenal sebagai klub yang menghargai kesetiaan — banyak legenda yang pensiun di klub ini.

🎶 Lagu & Suasana San Siro

  • Lagu kebangsaan: “Milan Milan” (tahun 1980-an) dan “Siamo della stessa pasta”
  • Fans menyanyikan:“Milan, Milan, solo con te!”
    (Milan, Milan, hanya bersamamu!)
  • Curva Sud (tribun selatan) adalah rumah para tifosi paling fanatik.

💡 Fakta Unik

  • AC Milan adalah klub Italia pertama yang menang Liga Champions (1963).
  • Paolo Maldini dan Cesare Maldini (ayahnya) pernah juara Liga Champions bersama Milan — di tahun berbeda!
  • San Siro adalah stadion sepak bola paling ikonik di Italia — sering muncul di film, game, dan musik.
  • Milan punya akademi muda terbaik di Italia — melahirkan Maldini, Gattuso, De Ketelaere, dll.

🏁 Kesimpulan

AC Milan bukan hanya klub —
ia adalah simbol keanggunan, keberanian, dan kejayaan yang lahir di jantung kota mode dunia.

“Di Milan, warna merah-hitam bukan sekadar seragam. Itu adalah identitas, harga diri, dan warisan.”