platform slot online cuan terpercaya
now browsing by category
Kisah Gelandang Muda Persija Jakarta Figo Dennis, Debut Starter Pahit saat Lawan Semen Padang
KISAH gelandang muda Persija Jakarta, Figo Dennis, menarik diulas. Dia menjalani debut starter yang pahit saat melawan Semen Padang.
Figo harus terkena kartu merah ketika pertandingan baru memasuki menit ke-37. Persija pun harus tumbang pada laga itu.
1. Kartu Merah
Figo terlihat oleh wasit melakukan pelanggaran keras kepada pemain Semen Padang. Momen itu terjadi ketika Figo sudah mendapatkan kartu kuning. Wasit pun tak memberi ampun, pemain berusia 19 tahun itu diusir keluar setelah mendapat kartu kuning kedua.
Selain Figo, Persija juga harus kehilangan Fabio Calonego pada menit 90+6 karena kartu merah. Macan Kemayoran -julukan Persija Jakarta- pun harus puas menelan kekalahan dari Semen Padang 0-1 dalam laga yang digelar di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sumatera Barat pada Senin 22 Desember 2025.
2. Menyesal
Selepas pertandingan, Figo mengaku menyesal dengan debut starter yang berakhir pahit untuknya. Gelandang kelahiran Probolinggo, Jawa Timur, itu berjanji akan menjadikan pertandingan ini sebagai pelajaran berharga.
“Malam yang tak mudah,” buka Figo dilansir dari laman resmi Persija Jakarta, Jumat (26/12/2025).
“Saya sangat mengapresiasi segala pesan yang membangun dan mendukung. Saya akan terus belajar dan terus tumbuh. Saya akan kembali lebih baik dan lebih kuat. Terima kasih, dukungan kalian sangat berarti,” sambungnya.
Sementara itu, kekalahan dari Semen Padang membuat posisi Persija Jakarta turun satu tingkat. Macan Kemayoran digeser Persib Bandung yang kini menempati posisi kedua klasemen sementara dengan 31 poin.
Untuk berikutnya, Persija Jakarta akan berhadapan dengan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Senin 29 Desember 2025.
ARGENTINA
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah Tango (1867–1930)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelaut dan pedagang Inggris di pelabuhan Buenos Aires.
- 1867: Klub tertua, Buenos Aires Football Club, didirikan.
- 1893: Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) berdiri — federasi tertua di Amerika Selatan.
- 1910: Argentina mainkan laga internasional pertama — menang 6–1 atas Uruguay.
- 1921: Juara Copa América pertama.
- 1930: Argentina capai final Piala Dunia perdana di Uruguay — kalah 2–4.
💡 Awalnya, sepak bola dimainkan oleh elit Inggris-Argentina, tapi cepat menyebar ke barrio (kampung) — lahirnya budaya “pibe” (anak jalanan berbakat).
🌟 Era Emas Awal: Dominasi Amerika (1920–1950)
- 1921–1959: Argentina juara Copa América 12 kali — dominasi mutlak.
- 1940-an: Lahir “La Máquina” (Mesin) — tim River Plate dengan gaya tiki-taka sebelum zamannya:
- José Manuel Moreno, Adolfo Pedernera, Ángel Labruna
- 1957: Argentina juara Copa América terakhir sebelum puasa 38 tahun.
💬 Filosofi: “La Nuestra” — “Bola adalah alat untuk mengekspresikan keindahan.”
🔥 Dua Legenda: Maradona & Messi
Diego Maradona (1960–2020)
- Lahir: 1960, di Villa Fiorito, kampung kumuh Buenos Aires.
- Debut: Usia 15 tahun untuk Argentinos Juniors.
- Piala Dunia 1986:
- “Tangan Tuhan” vs Inggris
- “Gol Abad Ini” — dribel melewati 5 pemain
- Bawa Argentina juara Piala Dunia!
- Klub: Napoli (1984–1991) — jadi dewa di Napoli, juara Serie A pertama untuk klub selatan Italia.
💔 Tapi hidupnya penuh kontroversi, narkoba, dan jatuh-bangun — simbol kebesaran dan kerapuhan manusia.
Lionel Messi (1987–Sekarang)
- Lahir: 1987, di Rosario.
- Klub: Barcelona (1994–2021) → PSG (2021–2023) → Inter Miami (2023–)
- Prestasi klub:
- 4x Liga Champions, 10x La Liga, 7x Ballon d’Or
- Timnas:
- Piala Dunia 2022: Juara! — lengkapi koleksi
- Copa América 2021: Juara!
- Finalissima 2022: Juara!
- 3x Piala Dunia (2014 runner-up, 2022 juara, 2026 target)
🏆 2022 adalah tahun penebusan: Messi akhirnya juara Piala Dunia, jadi legenda lengkap.
🌍 Piala Dunia: Tiga Mahkota, Tiga Generasi
| Tahun | Lokasi | Prestasi | Pahlawan |
|---|---|---|---|
| 1978 | Argentina | Juara | Mario Kempes (6 gol) |
| 1986 | Meksiko | Juara | Diego Maradona |
| 2022 | Qatar | Juara | Lionel Messi, Emiliano Martínez |
- 1978: Juara di kandang sendiri — kontroversial karena rezim militer.
- 1990: Runner-up (kalah dari Jerman Barat)
- 2014: Runner-up (kalah dari Jerman)
🇦🇷 Argentina adalah satu-satunya negara Amerika Selatan yang juara Piala Dunia di luar benua sendiri (1986, 2022).
🔵 Klub Raksasa: Superclásico — Jiwa Sepak Bola Argentina
- Buenos Aires punya dua raksasa abadi:
| Klub | Identitas | Prestasi |
|---|---|---|
| Boca Juniors | “Xeneizes” — kelas pekerja, pelabuhan La Boca | 6x Copa Libertadores, 3x Piala Interkontinental |
| River Plate | “Millonarios” — elit Núñez, kaya raya | 4x Copa Libertadores, 1x Piala Interkontinental |
Superclásico
- Dijuluki “derbi paling panas di dunia” oleh media internasional.
- Lebih dari sekadar pertandingan — cermin konflik kelas sosial Argentina.
- Kemenangan bukan soal poin, tapi harga diri generasi.
🏟️ La Bombonera (Boca) dan El Monumental (River) adalah dua stadion paling ikonik di Amerika Latin.
🦅 Bintang Legendaris Lainnya
- Alfredo Di Stéfano — lahir di Argentina, tapi main untuk Spanyol; legenda Real Madrid
- Gabriel Batistuta — striker ikonik 1990-an, top scorer sepanjang masa hingga 2022
- Sergio Agüero, Ángel Di María, Javier Mascherano — pilar generasi emas 2010–2022
🧭 Tantangan Masa Depan
- Pertahankan dominasi di Amerika Selatan
- Bangun generasi pasca-Messi (Álvarez, Enzo Fernández, Julián Álvarez)
- Tingkatkan infrastruktur liga domestik (Liga Profesional Argentina)
- Juara Piala Dunia 2026 — jadi negara pertama sejak Brasil (1958–1962) yang juara berturut-turut
💬 Kesimpulan
Sepak bola Argentina adalah api yang tak pernah padam:
- Lahir di jalanan,
- Dibesarkan oleh Maradona,
- Diselesaikan oleh Messi,
- Dan dihidupkan setiap hari oleh jutaan “pibe” di seluruh negeri.
Ia bukan hanya olahraga —
Ia adalah agama, seni, dan jiwa Argentina.
“Di Argentina, Tuhan adalah Maradona. Dan Messi adalah nabi-Nya.”
🇦🇷 Fakta Unik
- Argentina adalah satu-satunya negara yang punya dua stadion dengan kapasitas 70.000+ di satu kota (El Monumental & La Bombonera).
- Maradona 1986 adalah satu-satunya pemain dalam sejarah yang cetak gol dengan tangan dan dribel terbaik dalam satu laga Piala Dunia.
- Lionel Messi adalah pemain pertama yang menang Piala Dunia, Copa América, Liga Champions, dan Ballon d’Or.
- Superclásico telah dimainkan 260+ kali sejak 1908 — salah satu rivalitas tertua di dunia.
UKRAINA
⚽ Akar Sejarah: Era Uni Soviet (1922–1991)
Sebelum merdeka, sepak bola Ukraina adalah bagian dari Uni Soviet, tapi dengan identitas kuat:
- Dynamo Kyiv — klub paling sukses di Soviet, 13 gelar liga, 2 Piala Winners’ Cup (1975, 1986)
- Legenda Soviet dari Ukraina:
- Oleg Blokhin — Ballon d’Or 1975, top scorer sepanjang masa Dynamo Kyiv
- Valeriy Lobanovskyi — pelatih legendaris, pencipta sepak bola ilmiah
- 1986: Dynamo Kyiv juara Piala Winners’ Cup, kalahkan Atlético Madrid — kebanggaan Slavia Timur
💡 Bahkan di bawah Moskow, Dynamo Kyiv jadi simbol identitas Ukraina.
🇺🇦 Kelahiran Timnas Ukraina (1992–2006)
- 1991: Ukraina merdeka → Federasi Sepak Bola Ukraina (UAF) berdiri.
- 1992: Timnas Ukraina mainkan laga pertama — imbang 1–1 vs Hongaria.
- 1990s–2000s: Gagal lolos ke Piala Dunia 1994, 1998, 2002 dan Euro 1996, 2000, 2004.
- 2006: KEAJAIBAN PERTAMA!
- Lolos ke Piala Dunia pertama sebagai negara merdeka
- Capai perempat final — kalah dari Italia (0–3)
- Andriy Shevchenko jadi pahlawan nasional
🌟 Ini adalah prestasi terbaik Ukraina hingga 2025.
🦅 Legenda Nasional: Andriy Shevchenko
- Lahir: 1976, di desa Dvirkivshchyna
- Karier klub:
- Dynamo Kyiv → AC Milan (2004: Ballon d’Or runner-up) → Chelsea
- Timnas:
- 48 gol dalam 111 laga — top scorer sepanjang masa Ukraina
- Kapten di Piala Dunia 2006
- Pasca-pensiun:
- Jadi pelatih timnas (2016–2023)
- Bawa Ukraina ke perempat final Euro 2020
💬 *”Sheva” adalah wajah modern Ukraina — berani, elegan, tak kenal menyerah.
🔴 Klub Raksasa: Dynamo Kyiv & Shakhtar Donetsk
1. FC Dynamo Kyiv
- Didirikan: 1927
- Prestasi:
- 16 gelar liga Ukraina
- 2x Piala Winners’ Cup (1975, 1986)
- Akademi: Melahirkan Shevchenko, Andriy Yarmolenko, Oleksandr Zinchenko
2. FC Shakhtar Donetsk
- Didirikan: 1936
- Prestasi:
- 14 gelar liga
- Juara Piala UEFA 2009 — kalahkan Werder Bremen
- Satu-satunya klub Ukraina yang juara trofi Eropa utama pasca-Soviet
- Identitas:
- Didukung oligark Rinat Akhmetov
- Sejak 2014, harus main di Lviv/Kyiv karena perang di Donbas
⚔️ “Derbi Ukraina” (Dynamo vs Shakhtar) adalah persaingan paling sengit — antara ibukota vs timur industri.
🇪🇺 Kebangkitan Eropa: Euro 2020 & 2024
- Euro 2020 (diadakan 2021):
- Capai perempat final — kalah dari Inggris (0–4)
- Lolos setelah kalah dari Belanda & Austria, tapi menang dramatis atas Makedonia Utara
- Kualifikasi Euro 2024:
- Lolos ke putaran final setelah kalahkan Islandia di playoff
- Target: Tembus perempat final lagi
💙 Kuning-biru Ukraina selalu jadi simbol perlawanan global sejak invasi Rusia 2022.
🩸 Sepak Bola di Tengah Perang (2022–Sekarang)
- 24 Februari 2022: Rusia invasi Ukraina → liga dihentikan.
- Maret 2022: Liga dilanjutkan tanpa penonton, di stadion terlindung dari rudal.
- Timnas:
- Main di turnamen darurat
- Kualifikasi Piala Dunia 2022: Kalah dari Wales di playoff final (0–1)
- Euro 2024: Lolos meski latihan di fasilitas bawah tanah
- Pemain:
- Zinchenko, Yarmolenko, Mudryk jadi duta global
- “Kuning-Biru” di setiap laga jadi simbol solidaritas dunia
🕊️ Di Stadion NSK Olimpiyskiy, sebelum setiap laga, video pesan dari garis depan diputar — sepak bola jadi senjata moral.
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun kembali infrastruktur stadion yang hancur oleh perang
- Pertahankan bakat muda yang lari ke liga Eropa
- Juara Euro 2024 atau Piala Dunia 2026 — untuk kehormatan bangsa
- Jadikan sepak bola sebagai alat rekonsiliasi pasca-perang
💬 Kesimpulan
Sepak bola Ukraina bukan hanya olahraga —
Ia adalah perlawanan, harapan, dan jiwa bangsa yang tak mau tunduk.
Dari Lobanovskyi hingga Shevchenko, dari Kyiv hingga Donbas,
Ukraina membuktikan bahwa bola bisa terus bergulir — bahkan di tengah bom.
“Kami bermain bukan hanya untuk menang. Kami bermain agar dunia tak melupakan kami.”
🇺🇦 Fakta Unik
- Dynamo Kyiv 1975 adalah klub pertama dari Eropa Timur yang juara Piala Winners’ Cup.
- Shakhtar Donetsk adalah satu-satunya klub di dunia yang juara liga sambil mengungsi dari kota asalnya (sejak 2014).
- Laga kualifikasi Piala Dunia 2022 vs Skotlandia (2022) dimainkan 3 bulan setelah invasi — Ukraina menang 3–1 di Glasgow, disambut standing ovation 50.000 penonton.
- Warna seragam Ukraina (kuning-biru) kini dilarang di wilayah pendudukan Rusia.
Kelahiran Sepak Bola di Lusitania (1888–1940)
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Lusitania (1888–1940)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelajar dan pelaut Inggris pada akhir abad ke-19.
- 1888: Klub tertua, Club Lisbonense, didirikan di Lisbon.
- 1914: Federação Portuguesa de Futebol (FPF) berdiri.
- 1921: Portugal mainkan laga internasional pertama — kalah 1–3 dari Spanyol.
- 1928: Ikut Olimpiade Amsterdam, tapi gagal lolos dari grup.
💡 Sepak bola awalnya dimainkan oleh elit perkotaan, tapi cepat menyebar ke seluruh negeri.
🦅 Era Emas Pertama: Eusébio & Kejayaan 1960-an
Eusébio: “Black Panther” dari Mozambik
- Lahir di Lourenço Marques (kini Maputo, Mozambik) pada 1942.
- Direkrut Benfica pada 1960 setelah “perebutan rahasia” dengan Sporting.
- Karier legendaris:
- 41 gol dalam 64 laga untuk timnas Portugal
- Top scorer Piala Dunia 1966 (9 gol)
Piala Dunia 1966: Puncak Kejayaan
- Portugal capai peringkat ke-3 — prestasi terbaik hingga 2025.
- Kalahkan Brasil, Korea Utara (5–3, Eusébio cetak 4 gol), Uni Soviet.
- Kalah di semifinal dari Inggris (1–2) — gol kontroversial Geoff Hurst.
💥 Eusébio jadi simbol kebanggaan nasional pasca-diktator Salazar.
📉 Masa Gelap: 44 Tahun Tanpa Gelar (1970–2014)
- 1986: Lolos ke Piala Dunia (Meksiko) — “Tragedi Meksiko”
- Skandal pemain jual hasil laga — diskors FIFA.
- 1990–2000:
- Gagal lolos ke Piala Dunia 1990, 1994, 1998
- Disebut “generasi yang hilang”
- 2002: Lolos ke Piala Dunia, tapi gagal dari grup.
- 2004: Tuan rumah Euro 2004 — kalah di final dari Yunani (0–1)
- Kekecewaan nasional: “Generasi Emas” (Figo, Rui Costa, Pauleta) gagal juara di kandang sendiri.
💔 Portugal dijuluki “tim terbaik yang tak pernah menang” — mirip Inggris dan Belanda.
🌟 Kebangkitan: Era Cristiano Ronaldo & Mahkota Eropa 2016
Lahirnya Generasi Baru
- Cristiano Ronaldo debut di timnas 2003 (usia 18).
- 2004 Euro: Ronaldo cetak 2 gol — mulai jadi bintang global.
Euro 2016: Mimpi Jadi Nyata
- Portugal gagal menang di laga grup (3 kali imbang).
- Tapi lolos sebagai peringkat ke-3 terbaik.
- Perjalanan dramatis:
- Kalahkan Kroasia, Polandia, Wales
- Final vs Prancis:
- Ronaldo cedera di menit ke-25
- Éder cetak gol kemenangan di perpanjangan waktu (1–0)
- Portugal jadi juara Eropa pertama!
🏆 Ini adalah trofi mayor pertama dalam sejarah sepak bola Portugal.
2019: Juara Nations League
- Kalahkan Belanda 1–0 di final (Estádio do Dragão, Porto)
- Konsolidasi status sebagai kekuatan Eropa
🔵 Klub Raksasa: Big Three Portugal
| Klub | Kota | Prestasi Eropa | Identitas |
|---|---|---|---|
| SL Benfica | Lisbon | 2x Piala Champions (1961, 1962) | “Águias” — rakyat Lisbon |
| FC Porto | Porto | 2x Liga Champions (1987, 2004) | “Os Dragões” — raksasa utara |
| Sporting CP | Lisbon | 1x Piala Winners’ Cup (1964) | “Os Leões” — akademi terbaik |
💡 “O Clássico” (Benfica vs Porto) dan “Derbi de Lisboa” (Benfica vs Sporting) adalah duel paling sengit di Portugal.
🦅 Bintang Legendaris Portugal
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1960s | Eusébio | Legenda Benfica, top scorer Piala Dunia 1966 |
| 1990s | Luís Figo | Ballon d’Or 2000, ikon “Generasi Emas” |
| 2000s | Cristiano Ronaldo | Pemain terbaik sepanjang masa Portugal, 128+ gol untuk timnas, 5x Ballon d’Or |
| 2020s | Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Diogo Jota | Tulang punggung generasi baru |
⭐ Cristiano Ronaldo adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah timnas dunia (128+ gol).
🧭 Tantangan Masa Depan
- Juara Piala Dunia — satu-satunya trofi yang belum diraih
- Bangun generasi pasca-Ronaldo
- Perkuat Liga Portugal agar tidak hanya jadi “pabrik jual pemain”
- Pertahankan dominasi di Eropa (Euro 2024, Piala Dunia 2026)
💬 Kesimpulan
Sepak bola Portugal adalah kisah ketahanan:
Dari Eusébio yang lahir di koloni, hingga Ronaldo yang mengguncang dunia,
Portugal membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan mimpi bisa mengubah nasib bangsa.
“Kami bukan negara besar. Tapi kami punya hati juara.”
🇵🇹 Fakta Unik
- Portugal adalah satu-satunya negara Eropa yang juara Euro tanpa pernah menang di laga grup (2016).
- Estádio da Luz (Benfica) dan Estádio do Dragão (Porto) jadi lokasi final Liga Champions 2014 & 2021.
- Cristiano Ronaldo adalah satu-satunya pemain yang cetak gol di 5 Piala Dunia berbeda (2006–2022).
- Akademi Sporting melahirkan dua Ballon d’Or Portugal: Luís Figo dan Cristiano Ronaldo.
Kelahiran Sepak Bola Jerman (1890–1930)
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola Jerman (1890–1930)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelajar dan guru Inggris pada akhir abad ke-19.
- 1900: Deutscher Fußball-Bund (DFB) berdiri — federasi sepak bola tertua ketiga di dunia.
- 1903: Kejuaraan Jerman pertama diadakan — VfB Leipzig jadi juara perdana.
- 1912: Jerman ikut Olimpiade Stockholm, tapi kalah dari Finlandia.
- 1934 & 1938: Tampil di Piala Dunia, tapi gagal juara.
💡 Awalnya, sepak bola Jerman terpecah oleh identitas regional (Prusia, Bavaria, Rhineland), bukan nasional.
🌟 Keajaiban Bern 1954: Lahirnya “Tim Ajaib”
- Piala Dunia 1954 (Swiss):
- Jerman Barat dianggap tim lemah.
- Kalah 3–8 dari Hungaria di laga grup.
- Tapi di final, kalahkan Hungaria 3–2 dalam laga legendaris yang disebut “Keajaiban Bern”.
- Dampak Nasional:
- Kebangkitan moral pasca-Perang Dunia II
- Ekonomi Jerman “Wirtschaftswunder” (keajaiban ekonomi) dimulai
- Sepak bola jadi simbol persatuan dan kebanggaan baru
⚽ Pemain ikonik: Fritz Walter, Helmut Rahn
🏆 Era Emas: Dari Beckenbauer ke Matthäus (1966–1990)
1966–1974: Bangkit Jadi Raksasa
- 1966: Runner-up Piala Dunia (kalah dari Inggris di Wembley)
- 1972: Juara Piala Eropa (kalahkan Uni Soviet 3–0)
- 1974: Juara Piala Dunia di kandang sendiri!
- Kalahkan Belanda 2–1 di final
- Franz Beckenbauer — kapten legendaris, pencipta peran “libero”
1980–1990: Dominasi Eropa
- 1980: Juara Piala Eropa (kalahkan Belgia 2–1)
- 1986: Runner-up Piala Dunia (kalah dari Argentina)
- 1990: Juara Piala Dunia di Italia!
- Kalahkan Argentina 1–0 (gol penalti Andreas Brehme)
- Pelatih: Franz Beckenbauer — jadi satu-satunya orang yang juara Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih
💬 Generasi emas ini dikenal dengan disiplin, fisik, dan mental baja — ciri khas “sepak bola Jerman”.
🦅 Timnas Jerman Era Modern: Kejayaan 2014 & Tantangan Pasca-2018
2006–2014: Revolusi Generasi Muda
- 2006: Tuan rumah Piala Dunia — capai peringkat ke-3
- 2010: Perempat final Piala Dunia — tim termuda sepanjang sejarah Jerman
- 2014: JUARA PIALA DUNIA di Brasil! 🏆
- Kalahkan Argentina 1–0 (gol Mario Götze di perpanjangan waktu)
- Pemain: Manuel Neuer, Philipp Lahm, Thomas Müller, Toni Kroos, Mesut Özil
2018–2022: Masa Suram
- 2018: Gagal di babak grup Piala Dunia — pertama kalinya sejak 1938!
- 2020: Gagal di Euro (16 besar)
- 2022: Gagal di Piala Dunia (babak grup lagi)
2023–2024: Kebangkitan Baru
- Pelatih Julian Nagelsmann (sejak 2023)
- Generasi muda: Jamal Musiala, Florian Wirtz, Kai Havertz, Maximilian Beier
- Fokus pada sepak bola ofensif, teknis, dan cepat
⚪ Bundesliga: Model Klub Sehat & Fan Ownership
- Didirikan: 1963
- Klub dominan:
- Bayern Munich: 33 gelar liga, 6x Liga Champions
- Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, RB Leipzig — kekuatan Eropa
50+1 Rule: Jiwa Sepak Bola Jerman
- Aturan unik: Fans harus pegang 50% + 1 suara dalam keputusan klub
- Tujuan: Cegah klub jadi “mainan miliarder”
- Pengecualian: RB Leipzig (dianggap “melanggar roh” aturan ini)
🏟️ Stadion Jerman adalah yang paling ramah fans & termurah di Eropa — tiket mulai dari €10.
🦅 Bintang Legendaris Jerman
| Era | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1950s | Fritz Walter | Pahlawan “Keajaiban Bern” 1954 |
| 1970s | Franz Beckenbauer | “Kaisar” — juara Piala Dunia 1974 (pemain), 1 990 (pelatih) |
| 1980s | Lothar Matthäus | Kapten juara Piala Dunia 1990, Ballon d’Or 1990 |
| 2000s | Miroslav Klose | Top scorer Piala Dunia sepanjang masa (16 gol) |
| 2010s | Manuel Neuer | Penemu “sweeper-keeper”, juara 2014 |
| 2020s | Jamal Musiala | Bintang muda Bayern & timnas, masa depan Jerman |
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun generasi pemenang pasca-2014
- Seimbangkan tradisi “50+1” dengan tuntutan kompetisi global
- Perkuat akademi muda — Bundesliga sudah mulai kalah dari Premier League dalam daya tarik
- Juara Euro 2024 di kandang sendiri — target utama!
💬 Kesimpulan
Sepak bola Jerman adalah cermin bangsa:
- Disiplin, efisien, dan tak kenal menyerah.
Dari reruntuhan perang hingga puncak dunia, Jerman membuktikan bahwa kerja tim, sistem, dan mental bisa mengalahkan bakat murni.
🇩🇪 Fakta Unik
- Jerman adalah satu-satunya negara yang juara Piala Dunia Wanita (2003, 2007) dan Piala Dunia U-20 Pria.
- Allianz Arena (Munich) adalah satu-satunya stadion di dunia yang bisa ubah warna fasad sesuai tim tuan rumah (merah untuk Bayern, putih untuk Jerman).
- “Der Klassiker” (Bayern vs Dortmund) adalah laga klub paling ditonton di Eropa, setelah El Clásico.
- Jerman belum pernah kalah dari Brasil di Piala Dunia (2 menang, 1 seri).
Dua kecelakaan kapal di Portugal, dua jenazah nelayan WNI ditemukan
LISBON: Dua kecelakaan kapal di Portugal merenggut nyawa diaspora Indonesia.
Pihak berwenang Portugal menemukan jenazah dua nelayan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam pekan lalu.
Keduanya diduga termasuk dalam tiga awak kapal yang dinyatakan hilang dalam salah satu insiden tersebut.
Dilansir AFP, Senin (22/12), kedua jenazah ditemukan pada Minggu waktu setempat di wilayah pantai distrik Viana do Castelo.
Jenazah pertama ditemukan di Pantai Moledo sekitar pukul 08.56 waktu setempat melalui Garda Republik Nasional. Penemuan jenazah WNI kedua dilaporkan pada pukul 11.30 waktu setempat di Pantai Insua melalui Pusat Koordinasi Pencarian dan Penyelamatan Lisbon. Kedua jenazah kemudian dibawa ke kantor forensik terdekat untuk proses identifikasi lanjutan.
Kapal Villa de Caminha yang membawa lima orang tenggelam pada 14 Desember siang waktu setempat di perairan utara Kota Porto. Dua nelayan lainnya, termasuk kapten kapal, dilaporkan selamat dan sempat dibawa ke rumah sakit. Satu orang WNI lain dari kapal tersebut hingga kini masih dilaporkan hilang.
INSIDEN TERPISAH, EMPAT NELAYAN WNI MASIH HILANG
Pada hari yang sama, 14 Desember, insiden terpisah terjadi di lepas pantai Aveiro setelah kapal Carlos Cunha tenggelam. Dalam peristiwa ini, empat nelayan WNI diduga tewas dan hilang. Hingga kini, keempat nelayan WNI dari kapal tersebut belum ditemukan.
Laporan AFP menyebut tiga awak kapal Carlos Cunha berhasil diselamatkan. Dari tiga orang tersebut, satu merupakan nelayan Indonesia, namun WNI itu kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Banyak warga Indonesia diketahui bekerja di sektor perikanan Portugal. Industri ini memiliki permintaan tenaga kerja yang tinggi dengan penghasilan yang dinilai lebih besar dibandingkan di negara asal, seiring kebijakan pemerintah Portugal yang melonggarkan pembatasan jumlah pekerja asing di sektor tersebut.
Diduga rem blong, 12 tewas dalam kecelakaan maut bus ALS di Padang Panjang
PADANG: Sebuah bus Antar Lintas Sumatera (ALS) mengalami kecelakaan tragis di kawasan Bukit Surungan, tepat di depan Terminal Padang Panjang, pada Selasa pagi (6/5)
Peristiwa nahas ini menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 23 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
KRONOLOGI KECELAKAAN
Berdasarkan informasi sementara dari pihak kepolisian, kecelakaan terjadi saat bus dengan nomor polisi B 7512 FGA melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang.
Ketika menuruni jalur curam di Bukit Surungan, bus diduga mengalami rem blong hingga kehilangan kendali, menabrak pagar bangunan, dan akhirnya terguling setelah menghantam beberapa kendaraan di sekitarnya.
“Bus melaju di turunan yang panjang dan tajam. Diduga kuat sistem pengereman bermasalah sehingga kendaraan kehilangan kendali,” ujar Komandan Regu Basarnas Padang Panjang, Tri, saat ditemui di lokasi kejadian.
Akibat kecelakaan ini, sejumlah penumpang terjepit di antara badan bus dan pagar bangunan yang ditabrak.
Proses evakuasi melibatkan petugas gabungan dari Basarnas, kepolisian, dan relawan.
Kapolda Sumbar, Irjen Gatot Tri Suryanta, menyampaikan bahwa dari 12 korban jiwa, terdiri atas tujuh laki-laki dan lima perempuan. Dua di antaranya adalah anak-anak—masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan.
Sementara itu, 23 korban luka-luka terdiri dari 17 pria dan enam wanita.
Para korban luka telah dievakuasi ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat mulai dari RSUD Padang Panjang, Rumah Sakit Yarsi, hingga puskesmas setempat.
Menurut Brigadir Rizky Yudha dari Unit Gakkum Satlantas Polres Padang Panjang, bus ALS tersebut diketahui berangkat dari Medan menuju Bekasi, Jawa Barat.
“Setibanya di simpang Terminal Busur, diduga kuat rem bus tidak berfungsi sehingga kendaraan terbalik,” jelasnya.
Saat ini, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian ditutup sementara untuk keperluan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sopir dan kernet bus telah diamankan oleh pihak berwenang dan keduanya dilaporkan selamat.
Sejarah Lubang Buaya: Saksi Bisu Peristiwa G30S/PKI
Lubang Buaya adalah kawasan di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang menjadi salah satu situs sejarah paling kelam di Indonesia. Nama ini terkenal karena terkait erat dengan Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI), di mana tujuh perwira tinggi TNI Angkatan Darat diculik, disiksa, dibunuh, dan jenazahnya dibuang ke sumur tua di lokasi tersebut.






Asal-Usul Nama Lubang Buaya
Nama “Lubang Buaya” sudah ada jauh sebelum peristiwa 1965. Menurut legenda masyarakat setempat dan catatan sejarah:
- Kawasan ini dulunya rawa dan hutan karet dengan sungai (Kali Sunter) yang banyak dihuni buaya putih (buaya albino atau siluman menurut cerita rakyat).
- Buaya sering membuat lubang di darat untuk bertelur atau beristirahat, sehingga daerah ini disebut “Lubang Buaya”.
- Cerita lain: Saat banjir besar, pasukan Belanda terseret ke lubang karena ulah “Datuk Banjir” yang punya ilmu supranatural.
Nama ini tidak ada hubungan langsung dengan peristiwa G30S/PKI, tapi menjadi identik setelah tragedi tersebut.


Peristiwa G30S/PKI di Lubang Buaya (30 September – 1 Oktober 1965)
Menurut versi sejarah resmi Indonesia:
- Gerakan 30 September (G30S) adalah upaya kudeta yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) melalui pasukan Cakrabirawa (pengawal presiden) di bawah Letkol Untung.
- Malam 30 September 1965, pasukan menculik 7 perwira tinggi TNI AD dari rumah mereka karena dianggap bagian dari “Dewan Jenderal” yang akan kudeta Presiden Soekarno.
- Korban (dikenal sebagai 7 Pahlawan Revolusi):
- Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani
- Letjen TNI Anumerta R. Suprapto
- Letjen TNI Anumerta S. Parman
- Letjen TNI Anumerta M.T. Haryono
- Mayjen TNI Anumerta D.I. Panjaitan
- Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo
- Lettu Pierre Andreas Tendean (ajudan Jenderal A.H. Nasution yang selamat)
- Para korban dibawa ke Lubang Buaya (dekat Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma), disiksa, dibunuh, dan jenazahnya dibuang ke sumur maut (kedalaman 12 meter, diameter 75 cm) secara bertumpuk.
- Jenazah ditemukan pada 3-4 Oktober 1965 oleh pasukan RPKAD (cikal bakal Kopassus).
- Peristiwa ini jadi pemicu transisi kekuasaan ke Orde Baru di bawah Soeharto.



Monumen Pancasila Sakti
Untuk mengenang korban dan menegaskan kesaktian Pancasila, dibangun Monumen Pancasila Sakti di lokasi yang sama (diresmikan 1 Oktober 1969 oleh Presiden Soeharto):
- Luas lahan: 14,6 hektar.
- Isi: Patung 7 Pahlawan Revolusi + Garuda Pancasila, Sumur Maut, Museum Paseban (diorama peristiwa), Museum Pengkhianatan PKI, relief perjuangan, rumah pos komando/dapur umum PKI.
- Fungsi: Tempat peringatan Hari Kesaktian Pancasila (1 Oktober) setiap tahun.
Monumen ini jadi situs edukasi sejarah nasional, meski narasi G30S/PKI tetap kontroversial di kalangan sejarawan.
Lubang Buaya bukan hanya nama tempat, tapi simbol tragedi nasional yang mengingatkan pentingnya persatuan dan Pancasila. Kunjungi untuk belajar sejarah langsung! 🇮🇩
PSV Eindhoven
🔴⚪ Profil Singkat PSV Eindhoven
- Nama lengkap: Philips Sport Vereniging
- Didirikan: 31 Agustus 1913
- Kota: Eindhoven, Noord-Brabant, Belanda
- Stadion: Philips Stadion (kapasitas: 35.000)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- PSV
- Boeren (Petani — julukan sinis yang diadopsi sebagai kebanggaan)
- De Rood-witten (Si Merah-Putih)
- Pemilik: Stichting Philips Sport Vereniging (Yayasan Philips) — klub milik perusahaan Philips, tapi dioperasikan secara profesional
🏆 Prestasi: Raksasa Belanda dengan Mahkota Eropa
PSV adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah Belanda, dengan warisan domestik dan Eropa yang luar biasa.
Domestik (Belanda)
- Juara Eredivisie: 24 kali — terbanyak ke-2 sepanjang sejarah (setelah Ajax)
- Era dominan: 1986–1992 (4 gelar), 2003–2008 (4 gelare), 2015–2018 (3 gelar), 2023–24
- Juara Piala KNVB: 10 kali
- Juara Johan Cruijff Shield: 14 kali
Eropa & Dunia
- Piala Champions (kini Liga Champions): Juara 1988
→ Kalahkan Benfica 6–5 adu penalti di final (Stuttgart)
→ Tim legendaris: Hans van Breukelen, Ronald Koeman, Ibrahim Kharja, Gerald Vanenburg, Wim Kieft - Piala Super UEFA: Juara 1988
- Piala Interkontinental: Juara 1 988 — kalahkan Nacional (Uruguay) 2–1
- Liga Champions: Semi-finalis 2005 (kalah dari Liverpool)
💡 PSV adalah satu-satunya klub Belanda yang juara Liga Champions, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub dalam satu tahun (1988).
💡 Asal Nama & Identitas: Lahir dari Pabrik Bola Lampu
- Didirikan oleh perusahaan Philips untuk merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda dan memberi hiburan bagi karyawan.
- Nama “PSV” = Philips Sport Vereniging (Asosiasi Olahraga Philips)
- Warna merah-putih diadopsi dari bendera kota Eindhoven
- Julukan “Boeren” (Petani) awalnya untuk mengejek PSV sebagai “klub desa” — kini jadi simbol kerendahan hati dan ketangguhan.
💬 “Kami bukan dari Amsterdam. Kami dari pabrik. Dan kami membangun legenda di sini.”
🌟 Era Keemasan 1988: Tim yang Menaklukkan Dunia
Di bawah pelatih Guus Hiddink, PSV menciptakan sejarah abadi:
- Tidak kalah sepanjang musim 1987–88:
- 52 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi
- Gaya bermain: Disiplin, kolektif, transisi cepat
- Pemain ikonik:
- Ronald Koeman — bek sekaligus pencetak gol (gol penalti di final)
- Hans van Breukelen — kiper pahlawan adu penalti
- Søren Lerby, Berry van Aerle, Eric Gerets
- 1988: Menang treble (Eredivisie, Piala Belanda, Liga Champions)
🌍 Tim ini menjadi batu loncatan bagi bintang Eropa: Koeman, Van Aerle, dan Hiddink jadi legenda global.
🏟️ Philips Stadion: Istana di Jantung Kota Industri
- Dibuka: 1913 (direnovasi total pada 1990-an)
- Kapasitas: 35.000
- Karakteristik:
- “Boerenstand” diisi oleh “Northside” — kelompok suporter paling fanatik
- Stadion dikelilingi pabrik Philips dan kampus teknologi
- Suasana intim, panas, dan penuh nyanyian tradisional
- Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di Eropa yang dibangun dan dimiliki oleh perusahaan teknologi.
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“PSV! PSV! Wij zijn er trots op!”
(PSV! PSV! Kami bangga padamu!)
🔥 Rivalitas Utama
- Ajax Amsterdam → “De Topper”
- Rival paling sengit — melambangkan Eindhoven (industri selatan) vs Amsterdam (elit utara)
- Pertandingan menentukan juara Eredivisie hampir setiap musim
- Feyenoord Rotterdam → bagian dari “Big Three” Belanda
- Willem II Tilburg → “Brabantse Derby” (rival regional)
🧠 Akademi & Filsafat: “PSV, Sekolah Para Juara”
- PSV memiliki akademi muda terbaik ke-2 di Belanda (setelah Ajax)
- Melahirkan bintang dunia:
- Ruud Gullit
- Romário
- Phillip Cocu
- Arjen Robben
- Memphis Depay
- Donyell Malen
- Noa Lang
- Filosofi: Kembangkan pemain teknis, cerdas, dan siap untuk papan atas Eropa
💰 PSV dikenal karena model bisnis cerdas:
- Beli/remajakan pemain muda
- Jual ke klub besar (Real Madrid, Bayern, Premier League)
- Gunakan profit untuk pertahankan stabilitas
💡 Fakta Unik
- PSV adalah satu-satunya klub di dunia yang dimiliki oleh perusahaan teknologi sejak berdiri — tanpa pernah dijual.
- Philips Stadion adalah satu-satunya di Eropa yang punya museum perusahaan di dalam stadion.
- Klub ini tidak pernah terdegradasi sejak 1926 — konsistensi terpanjang ke-2 di Belanda.
- Ronald Koeman adalah satu-satunya pemain dalam sejarah yang menang Liga Champions sebagai pemain (PSV 1988) dan pelatih (Barcelona 1992 & 2023).
🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan Eropa
- 2024/25: Target — pertahankan Eredivisie, lolos ke fase gugur Liga Champions
- Fokus pada:
- Regenerasi skuad muda (Noa Lang, Guus Til, Yorbe Vertessen)
- Pertahankan akademi kelas dunia
- Bangun tim yang bisa menyaingi Ajax dan Feyenoord di Eropa
“We don’t just play football. We light the way.”
💬 Kesimpulan
PSV Eindhoven bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol inovasi industri, pabrik juara Eropa, dan bukti bahwa akar perusahaan bisa melahirkan jiwa sepak bola abadi.
“In Eindhoven, we don’t follow trends. We invent the future — one champion at a time.”
Olympique Lyonnais
🔴🤍 Profil Singkat Olympique Lyonnais (OL)
- Nama lengkap: Olympique Lyonnais
- Didirikan: 26 Agustus 1950 (menggantikan Lyon Olympique Universitaire)
- Kota: Lyon, Auvergne-Rhône-Alpes, Prancis
- Stadion: Groupama Stadium (kapasitas: 59.186)
- Warna seragam: Merah, Biru, dan Putih
- Julukan:
- Les Gones (anak-anak Lyon dalam dialek lokal)
- OL
- Pemilik: Eagle Football Group (kelompok investor AS, termasuk John Textor), sejak 2022
🏆 Prestasi: Raja Ligue 1 yang Menguasai Satu Dekade
OL adalah salah satu klub paling dominan dalam sejarah sepak bola Prancis, terutama di awal abad ke-21.
Domestik (Prancis)
- Juara Ligue 1: 7 kali berturut-turut — rekor tak tertandingi di Prancis!
- 2002, 2 003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008
- Juara Coupe de France: 5 kali
- Terakhir: 2012
- Juara Trophée des Champions: 8 kali
Eropa
- Liga Champions:
- 7 kali capai perempat final (2003–2010)
- Semi-finalis 2010 (kalah dari Bayern Munich)
- Liga Europa:
- Runner-up 2014 (kalah dari Sevilla)
💡 OL adalah satu-satunya klub Prancis yang juara liga 7 kali berturut-turut — prestasi yang bahkan PSG belum bisa samai.
👦 Asal Julukan “Les Gones”
- “Gones” adalah istilah dalam dialek Lyonnais untuk menyebut “anak-anak” atau “pemuda lokal”.
- Julukan ini mencerminkan identitas kota Lyon — hangat, komunitas, dan penuh gairah lokal.
- Warna merah-biru-putih diadopsi dari bendera kota Lyon.
🌟 Era Keemasan: 2002–2010 — Dinasti Prancis
Di bawah presiden Jean-Michel Aulas dan pelatih seperti Paul Le Guen dan Alain Perrin, OL menciptakan dinasti tak terkalahkan:
- Gaya bermain: Teknis, cepat, dominan, berbasis akademi
- Pemain ikonik era ini:
- Juninho Pernambucano — legenda hidup, raja tendangan bebas
- Grégory Coupet — kiper terbaik Prancis
- Sidney Govou, Florent Malouda, Karim Benzema, Hatem Ben Arfa
- 2006: OL sempat peringkat 1 dunia dalam peringkat klub IFFHS
💬 “Juninho didn’t take free kicks. He delivered destiny.”
— Fans OL
🏟️ Groupama Stadium: Istana Futuristik di Décines
- Dibuka: 2016 (menggantikan Stade de Gerland)
- Kapasitas: 59.186
- Karakteristik:
- Stadion paling modern di Prancis — atap tertutup sebagian, fasilitas kelas dunia
- “Virage Sud” diisi oleh “Bad Gones” dan “Nucleo Ultra” — suporter paling vokal
- Lokasi: Décines-Charpieu, pinggiran Lyon
- Fakta: Stadion ini jadi lokasi final Liga Champions Wanita 2016, 2019, 2022.
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Allez Lyon, Allez OL… Les Gones sont là!”
(Maju Lyon, Maju OL… Anak-anak Lyon ada di sini!)
🔥 Rivalitas Utama
- AS Saint-Étienne → “Derbi Rhône-Alpes” atau “Le Derby”
- Rival paling sengit di Prancis — akar dari persaingan industri (Lyon: tekstil & keuangan vs Saint-Étienne: tambang & senjata)
- Disebut “derbi paling emosional di Eropa” oleh media internasional
- Olympique de Marseille → “Derbi Mediterranée”
- Paris Saint-Germain → rival modern (era pasca-2011)
💚 Akademi Terbaik di Eropa: “Centre TOLA VIVAS”
- OL dikenal sebagai “pabrik talenta Prancis”:
- Melahirkan Karim Benzema (Ballon d’Or 2022)
- Samuel Umtiti, Nabil Fekir, Anthony Martial (pernah di akademi)
- Rayan Cherki, Malick Fofana, Saidou Sow — bintang masa depan
- Akademi OL juara 5 kali Turnamen Antara Akademi Eropa (2010–2023).
📉 Masa Kelam & Kebangkitan (2010–2023)
- 2010–2022: Puasa gelar liga, sering kalah dari PSG
- 2020: Bangkrut hampir terjadi — utang €300 juta
- 2022: Dibeli oleh John Textor (investor AS) — bawa stabilitas finansial
- 2023–24: Kebangkitan luar biasa — finish ke-3 di Ligue 1, lolos ke Liga Champions 2 024/25
💥 Musim 2023/24 dianggap sebagai “kembalinya OL ke peta Eropa”.
💡 Fakta Unik
- Juninho Pernambucano mencetak 44 gol dari tendangan bebas untuk OL — rekor dunia untuk satu klub.
- OL adalah satu-satunya klub di dunia yang punya tim pria, wanita, dan esports semua juara nasional dalam satu tahun (2022).
- Bad Gones (kelompok suporter) adalah satu-satunya di Prancis yang menolak komersialisasi nyanyian.
- Groupama Stadium adalah satu-satunya stadion di Eropa yang punya taman pertanian urban di atapnya.
🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan Eropa
- 2024/25: Target — konsisten di 3 besar Ligue 1, capai perempat final Liga Champions
- Fokus pada:
- Regenerasi skuad muda
- Pertahankan akademi kelas dunia
- Bangun tim yang bisa menyaingi PSG dan Marseille
“Nous ne construisons pas des équipes. Nous cultivons des légendes.”
(“Kami tidak membangun tim. Kami menanam legenda.”)
💬 Kesimpulan
Olympique Lyonnais bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol kejayaan Prancis modern, pabrik bakat Eropa, dan bukti bahwa akar lokal bisa melahirkan bintang global.
“In Lyon, we don’t follow trends. We set them — one legend at a time.”
