pola tinggi
now browsing by category
Sejarah CS:GO di Indonesia
Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO) rilis global 21 Agustus 2012 oleh Valve, langsung populer di warnet Indonesia sebagai penerus CS 1.6. Meski kalah saing dengan game mobile (MLBB, PUBG Mobile), scene esports bertahan via turnamen lokal & internasional. Timnas & klub seperti NXL, BOOM ID, Recca Esports, RRQ, Alter Ego dominan. Transisi ke CS2 (27 Sep 2023) lanjutkan momentum, dengan item CS:GO ditransfer otomatis.
Timeline Utama
| Tahun | Peristiwa Utama |
|---|---|
| 2012 | Rilis CS:GO; mulai dimainkan di warnet Indonesia, kompetisi informal. |
| 2015-2017 | NXL Esports dominasi Asia: Juara MSI Beat IT SEA 2013, ESEA S19 APAC, DH Stockholm Qualifier; lolos Asian Minor 2017. |
| 2018 | Asosiasi CS:GO Indonesia dibentuk (ketua Nevz, dukung BOOM ID, XCN, NXL, dll) untuk regenerasi & anti-cheat Faceit. Top tim: Recca #1, BOOM ID #2, RRQ #3, Capcorn #4, Alter Ego #5. |
| 2019 | BOOM ID juara CS:GO Piala Presiden Esports/IESG; turnamen IESPL & lokal ramai. |
| 2022 | IESF World Championship Bali: Timnas CS:GO 5-6th (brons? grup), Indonesia juara umum overall. |
| 2023 | IESF 15th: Timnas kalahkan USA 19-15 (grup 4th), kalah Czech 9-16. CS2 rilis, scene migrasi. |
| 2024-2025 | Bigetron CS2 (dgn BnTeT), DEWA United, Alter Ego aktif. IESF 2025 roster diumumkan; Odyssey Cup ID Qualifier Nov 2025; turnamen komunitas seperti CARV CS2. |
Status Saat Ini (Des 2025)
- Resmi: CS2 aktif via Steam; timnas IESF & klub kompetitif (DEWA #263 global, Alter Ego #469). Turnamen lokal/SEA qualifier rutin; komunitas warnet nostalgia kuat tapi niche.
- Catatan: Tak ada medali SEA Games CS:GO (fokus mobile); prestasi IESF jadi sorotan utama. Scene sehat meski kalah populer vs mobile esports.
MALI
⚽ Awal Mula: Sepak Bola di Tanah Mandé (1930–1960)
- Sepak bola diperkenalkan oleh tentara dan administrator kolonial Prancis di masa Afrika Barat Prancis (AOF).
- 1938: Klub tertua, AS Real Bamako, didirikan.
- 1960: Setelah kemerdekaan dari Prancis, Fédération Malienne de Football (FEMAFOOT) berdiri.
- 1962: Mali gabung FIFA dan CAF.
- 1963: Timnas Mali mainkan laga pertama — kalah 2–3 dari Sudan.
💡 Sepak bola Mali lahir dari semangat kemerdekaan dan identitas etnis Mandé, Bambara, dan Songhai.
🏆 Konsistensi di Piala Afrika: “Raksasa Tanpa Mahkota”
Meski belum pernah juara, Mali adalah salah satu tim paling konsisten di Piala Afrika:
| Tahun | Prestasi |
|---|---|
| 1972 | Peringkat ke-3 (terbaik sepanjang masa) |
| 2002 | Semi-final (kalah dari Kamerun) |
| 2004 | Semi-final (kalah dari Maroko) |
| 2012 | Semi-final (kalah dari Pantai Gading) |
| 2013 | Perempat final |
| 2015 | Perempat final |
| 2019 | Perempat final |
| 2021 | Perempat final |
🥉 4 kali capai semi-final — rekor untuk tim yang tak pernah juara!
Tragedi 2002:
- Mali kalah adu penalti dari Kamerun di semi-final.
- Pelatih Henryk Kasperczak (Polandia) sebut: “Kami bermain seperti juara, tapi nasib berkata lain.”
🌍 Piala Dunia: Mimpi yang Belum Kesampaian
- Mali belum pernah lolos ke Piala Dunia.
- Kualifikasi terdekat:
- 2002: Kalah dari Afrika Selatan di babak playoff
- 2018: Kalah dari Tunisia di babak akhir kualifikasi
- 2022: Kalah dari Tunisia lagi di babak playoff
💔 Setiap kegagalan terasa seperti tragedi nasional — tapi semangat tak pernah padam.
🦅 Pabrik Bakat Afrika Barat
Mali dikenal sebagai “tanah emas” penghasil talenta teknis:
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1990s | Frédéric Kanouté | Top scorer Piala Afrika 2002, legenda Sevilla |
| 2000s | Seydou Keita | Gelandang Barcelona, juara Liga Champions 2009 |
| 2010s | Adama Traoré | Sayap cepat (Wolves, Barça) |
| 2010s | Yves Bissouma | Gelandang Tottenham, pilar timnas |
| 2020s | Amadou Haidara | Gelandang RB Leipzig |
⭐ Frédéric Kanouté dan Seydou Keita adalah dua pemain Mali pertama yang menang Liga Champions.
🔴 Klub Domestik: Akar Sepak Bola Rakyat
- Ligue 1 Malienne didominasi oleh:
- Stade Malien (Bamako): 22 gelar liga, finalis Piala Champions 1964–65
- Djoliba AC (Bamako): 20 gelar liga, rival abadi Stade Malien
- AS Real Bamako, Onze Créateurs
Derbi Bamako
- Stade Malien vs Djoliba AC — “Derbi Abadi Mali”.
- Lebih dari sekadar olahraga — cermin persaingan dua kelompok sosial di ibukota.
🏟️ Kedua klub bermarkas di Stade Modibo Keïta (kapasitas 35.000) — satu-satunya stadion besar di Mali.
🧭 Filosofi: “Sepak Bola Jalanan Bamako”
- Gaya bermain Mali khas:
- Teknik individu tinggi (lahir dari sepak bola jalanan)
- Dribel cepat, umpan-umpan pendek
- Kelincahan ala “griot” (pencerita tradisional)
- Dijuluki “fútbol mandé” — gabungan ritme, kebebasan, dan kecerdasan.
💬 “Kami tak punya stadion mewah. Tapi kami punya jalan — dan di sanalah bintang lahir.”
📉 Tantangan Berat: Perang, Kemiskinan, dan Eksodus Bakat
- Sejak 2012: Konflik bersenjata di utara Mali → latihan sering terganggu.
- Liga domestik sering dihentikan karena keamanan.
- Bakat muda cepat pindah ke akademi Eropa (Prancis, Spanyol) — jarang kembali.
- Minim dana → timnas sering latihan di luar negeri (Maroko, Tunisia).
💪 Tapi: “Sepak bola adalah pelarian dari perang,” kata pelatih Eric Sekou Chelle (2021–sekarang).
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun akademi aman di Bamako
- Lolos ke Piala Dunia 2026
- Juara Piala Afrika 2025 — akhiri status “raksasa tanpa mahkota”
- Tingkatkan keamanan liga domestik
💬 Kesimpulan
Sepak bola Mali adalah cermin ketahanan bangsa:
- Lahir di jalan berdebu Bamako,
- Dibesarkan di akademi Eropa,
- Dan terus membela bendera, meski negara dalam perang.
Mali mungkin belum punya trofi, tapi jiwanya penuh kehormatan.
“Kami bukan juara. Tapi kami selalu membuat juara waspada.”
🇲🇱 Fakta Unik
- Mali adalah satu-satunya negara di dunia yang finalis Piala Champions Afrika (1965) tapi belum pernah lolos ke Piala Dunia.
- Stade Malien adalah klub Afrika pertama yang kalahkan tim Eropa di kompetisi resmi (1964 vs Stade d’Abidjan — tunggu, ini antar klub Afrika; sebenarnya, Stade Malien pernah kalahkan klub Prancis Nîmes di Piala Champions 1965? Tidak, tidak tercatat).
→ Koreksi: Stade Malien belum pernah kalahkan klub Eropa, tapi capai final Piala Champions Afrika 1965. - Frédéric Kanouté adalah satu-satunya pemain Afrika yang menang Liga Champions + Piala UEFA + Piala Afrika.
- Bendera Mali (hijau-kuning-merah) sering dikibarkan oleh fans di setiap laga di Eropa — simbol diaspora yang setia.
Kelahiran Sepak Bola di Lusitania (1888–1940)
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Lusitania (1888–1940)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelajar dan pelaut Inggris pada akhir abad ke-19.
- 1888: Klub tertua, Club Lisbonense, didirikan di Lisbon.
- 1914: Federação Portuguesa de Futebol (FPF) berdiri.
- 1921: Portugal mainkan laga internasional pertama — kalah 1–3 dari Spanyol.
- 1928: Ikut Olimpiade Amsterdam, tapi gagal lolos dari grup.
💡 Sepak bola awalnya dimainkan oleh elit perkotaan, tapi cepat menyebar ke seluruh negeri.
🦅 Era Emas Pertama: Eusébio & Kejayaan 1960-an
Eusébio: “Black Panther” dari Mozambik
- Lahir di Lourenço Marques (kini Maputo, Mozambik) pada 1942.
- Direkrut Benfica pada 1960 setelah “perebutan rahasia” dengan Sporting.
- Karier legendaris:
- 41 gol dalam 64 laga untuk timnas Portugal
- Top scorer Piala Dunia 1966 (9 gol)
Piala Dunia 1966: Puncak Kejayaan
- Portugal capai peringkat ke-3 — prestasi terbaik hingga 2025.
- Kalahkan Brasil, Korea Utara (5–3, Eusébio cetak 4 gol), Uni Soviet.
- Kalah di semifinal dari Inggris (1–2) — gol kontroversial Geoff Hurst.
💥 Eusébio jadi simbol kebanggaan nasional pasca-diktator Salazar.
📉 Masa Gelap: 44 Tahun Tanpa Gelar (1970–2014)
- 1986: Lolos ke Piala Dunia (Meksiko) — “Tragedi Meksiko”
- Skandal pemain jual hasil laga — diskors FIFA.
- 1990–2000:
- Gagal lolos ke Piala Dunia 1990, 1994, 1998
- Disebut “generasi yang hilang”
- 2002: Lolos ke Piala Dunia, tapi gagal dari grup.
- 2004: Tuan rumah Euro 2004 — kalah di final dari Yunani (0–1)
- Kekecewaan nasional: “Generasi Emas” (Figo, Rui Costa, Pauleta) gagal juara di kandang sendiri.
💔 Portugal dijuluki “tim terbaik yang tak pernah menang” — mirip Inggris dan Belanda.
🌟 Kebangkitan: Era Cristiano Ronaldo & Mahkota Eropa 2016
Lahirnya Generasi Baru
- Cristiano Ronaldo debut di timnas 2003 (usia 18).
- 2004 Euro: Ronaldo cetak 2 gol — mulai jadi bintang global.
Euro 2016: Mimpi Jadi Nyata
- Portugal gagal menang di laga grup (3 kali imbang).
- Tapi lolos sebagai peringkat ke-3 terbaik.
- Perjalanan dramatis:
- Kalahkan Kroasia, Polandia, Wales
- Final vs Prancis:
- Ronaldo cedera di menit ke-25
- Éder cetak gol kemenangan di perpanjangan waktu (1–0)
- Portugal jadi juara Eropa pertama!
🏆 Ini adalah trofi mayor pertama dalam sejarah sepak bola Portugal.
2019: Juara Nations League
- Kalahkan Belanda 1–0 di final (Estádio do Dragão, Porto)
- Konsolidasi status sebagai kekuatan Eropa
🔵 Klub Raksasa: Big Three Portugal
| Klub | Kota | Prestasi Eropa | Identitas |
|---|---|---|---|
| SL Benfica | Lisbon | 2x Piala Champions (1961, 1962) | “Águias” — rakyat Lisbon |
| FC Porto | Porto | 2x Liga Champions (1987, 2004) | “Os Dragões” — raksasa utara |
| Sporting CP | Lisbon | 1x Piala Winners’ Cup (1964) | “Os Leões” — akademi terbaik |
💡 “O Clássico” (Benfica vs Porto) dan “Derbi de Lisboa” (Benfica vs Sporting) adalah duel paling sengit di Portugal.
🦅 Bintang Legendaris Portugal
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1960s | Eusébio | Legenda Benfica, top scorer Piala Dunia 1966 |
| 1990s | Luís Figo | Ballon d’Or 2000, ikon “Generasi Emas” |
| 2000s | Cristiano Ronaldo | Pemain terbaik sepanjang masa Portugal, 128+ gol untuk timnas, 5x Ballon d’Or |
| 2020s | Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Diogo Jota | Tulang punggung generasi baru |
⭐ Cristiano Ronaldo adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah timnas dunia (128+ gol).
🧭 Tantangan Masa Depan
- Juara Piala Dunia — satu-satunya trofi yang belum diraih
- Bangun generasi pasca-Ronaldo
- Perkuat Liga Portugal agar tidak hanya jadi “pabrik jual pemain”
- Pertahankan dominasi di Eropa (Euro 2024, Piala Dunia 2026)
💬 Kesimpulan
Sepak bola Portugal adalah kisah ketahanan:
Dari Eusébio yang lahir di koloni, hingga Ronaldo yang mengguncang dunia,
Portugal membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan mimpi bisa mengubah nasib bangsa.
“Kami bukan negara besar. Tapi kami punya hati juara.”
🇵🇹 Fakta Unik
- Portugal adalah satu-satunya negara Eropa yang juara Euro tanpa pernah menang di laga grup (2016).
- Estádio da Luz (Benfica) dan Estádio do Dragão (Porto) jadi lokasi final Liga Champions 2014 & 2021.
- Cristiano Ronaldo adalah satu-satunya pemain yang cetak gol di 5 Piala Dunia berbeda (2006–2022).
- Akademi Sporting melahirkan dua Ballon d’Or Portugal: Luís Figo dan Cristiano Ronaldo.
Kelahiran Sepak Bola Jerman (1890–1930)
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola Jerman (1890–1930)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelajar dan guru Inggris pada akhir abad ke-19.
- 1900: Deutscher Fußball-Bund (DFB) berdiri — federasi sepak bola tertua ketiga di dunia.
- 1903: Kejuaraan Jerman pertama diadakan — VfB Leipzig jadi juara perdana.
- 1912: Jerman ikut Olimpiade Stockholm, tapi kalah dari Finlandia.
- 1934 & 1938: Tampil di Piala Dunia, tapi gagal juara.
💡 Awalnya, sepak bola Jerman terpecah oleh identitas regional (Prusia, Bavaria, Rhineland), bukan nasional.
🌟 Keajaiban Bern 1954: Lahirnya “Tim Ajaib”
- Piala Dunia 1954 (Swiss):
- Jerman Barat dianggap tim lemah.
- Kalah 3–8 dari Hungaria di laga grup.
- Tapi di final, kalahkan Hungaria 3–2 dalam laga legendaris yang disebut “Keajaiban Bern”.
- Dampak Nasional:
- Kebangkitan moral pasca-Perang Dunia II
- Ekonomi Jerman “Wirtschaftswunder” (keajaiban ekonomi) dimulai
- Sepak bola jadi simbol persatuan dan kebanggaan baru
⚽ Pemain ikonik: Fritz Walter, Helmut Rahn
🏆 Era Emas: Dari Beckenbauer ke Matthäus (1966–1990)
1966–1974: Bangkit Jadi Raksasa
- 1966: Runner-up Piala Dunia (kalah dari Inggris di Wembley)
- 1972: Juara Piala Eropa (kalahkan Uni Soviet 3–0)
- 1974: Juara Piala Dunia di kandang sendiri!
- Kalahkan Belanda 2–1 di final
- Franz Beckenbauer — kapten legendaris, pencipta peran “libero”
1980–1990: Dominasi Eropa
- 1980: Juara Piala Eropa (kalahkan Belgia 2–1)
- 1986: Runner-up Piala Dunia (kalah dari Argentina)
- 1990: Juara Piala Dunia di Italia!
- Kalahkan Argentina 1–0 (gol penalti Andreas Brehme)
- Pelatih: Franz Beckenbauer — jadi satu-satunya orang yang juara Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih
💬 Generasi emas ini dikenal dengan disiplin, fisik, dan mental baja — ciri khas “sepak bola Jerman”.
🦅 Timnas Jerman Era Modern: Kejayaan 2014 & Tantangan Pasca-2018
2006–2014: Revolusi Generasi Muda
- 2006: Tuan rumah Piala Dunia — capai peringkat ke-3
- 2010: Perempat final Piala Dunia — tim termuda sepanjang sejarah Jerman
- 2014: JUARA PIALA DUNIA di Brasil! 🏆
- Kalahkan Argentina 1–0 (gol Mario Götze di perpanjangan waktu)
- Pemain: Manuel Neuer, Philipp Lahm, Thomas Müller, Toni Kroos, Mesut Özil
2018–2022: Masa Suram
- 2018: Gagal di babak grup Piala Dunia — pertama kalinya sejak 1938!
- 2020: Gagal di Euro (16 besar)
- 2022: Gagal di Piala Dunia (babak grup lagi)
2023–2024: Kebangkitan Baru
- Pelatih Julian Nagelsmann (sejak 2023)
- Generasi muda: Jamal Musiala, Florian Wirtz, Kai Havertz, Maximilian Beier
- Fokus pada sepak bola ofensif, teknis, dan cepat
⚪ Bundesliga: Model Klub Sehat & Fan Ownership
- Didirikan: 1963
- Klub dominan:
- Bayern Munich: 33 gelar liga, 6x Liga Champions
- Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, RB Leipzig — kekuatan Eropa
50+1 Rule: Jiwa Sepak Bola Jerman
- Aturan unik: Fans harus pegang 50% + 1 suara dalam keputusan klub
- Tujuan: Cegah klub jadi “mainan miliarder”
- Pengecualian: RB Leipzig (dianggap “melanggar roh” aturan ini)
🏟️ Stadion Jerman adalah yang paling ramah fans & termurah di Eropa — tiket mulai dari €10.
🦅 Bintang Legendaris Jerman
| Era | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1950s | Fritz Walter | Pahlawan “Keajaiban Bern” 1954 |
| 1970s | Franz Beckenbauer | “Kaisar” — juara Piala Dunia 1974 (pemain), 1 990 (pelatih) |
| 1980s | Lothar Matthäus | Kapten juara Piala Dunia 1990, Ballon d’Or 1990 |
| 2000s | Miroslav Klose | Top scorer Piala Dunia sepanjang masa (16 gol) |
| 2010s | Manuel Neuer | Penemu “sweeper-keeper”, juara 2014 |
| 2020s | Jamal Musiala | Bintang muda Bayern & timnas, masa depan Jerman |
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun generasi pemenang pasca-2014
- Seimbangkan tradisi “50+1” dengan tuntutan kompetisi global
- Perkuat akademi muda — Bundesliga sudah mulai kalah dari Premier League dalam daya tarik
- Juara Euro 2024 di kandang sendiri — target utama!
💬 Kesimpulan
Sepak bola Jerman adalah cermin bangsa:
- Disiplin, efisien, dan tak kenal menyerah.
Dari reruntuhan perang hingga puncak dunia, Jerman membuktikan bahwa kerja tim, sistem, dan mental bisa mengalahkan bakat murni.
🇩🇪 Fakta Unik
- Jerman adalah satu-satunya negara yang juara Piala Dunia Wanita (2003, 2007) dan Piala Dunia U-20 Pria.
- Allianz Arena (Munich) adalah satu-satunya stadion di dunia yang bisa ubah warna fasad sesuai tim tuan rumah (merah untuk Bayern, putih untuk Jerman).
- “Der Klassiker” (Bayern vs Dortmund) adalah laga klub paling ditonton di Eropa, setelah El Clásico.
- Jerman belum pernah kalah dari Brasil di Piala Dunia (2 menang, 1 seri).
Sejarah Sepak Bola MALAYSIA !
⚽ Awal Mula: Era Kolonial Inggris (1890–1957)
Masuknya Sepak Bola oleh Kolonial Inggris
- Sepak bola pertama kali diperkenalkan oleh tentara, pegawai pemerintah, dan pedagang Inggris pada akhir abad ke-19.
- 1905: Kuala Lumpur Football Association didirikan — asosiasi sepak bola pertama di Malaya.
- 1926: Malaya Cup (kini Piala Malaysia) diluncurkan — kompetisi tertua di Asia Tenggara, awalnya hanya untuk tim dari Semenanjung Malaya.
- 1933: Federasi Sepak Bola Malaya (FAM) didirikan — kini Football Association of Malaysia.
Tim Awal & Identitas Etnis
- Klub awal sering berbasis etnis:
- Selangor FA (1936) — didominasi Melayu & Cina
- Singapore FA — tim kuat dari koloni Singapura (masih bagian Malaya hingga 1965)
- Perak FA, Penang FA — muncul sebagai kekuatan regional
💡 Fakta: Singapore FA adalah tim paling dominan di Malaya Cup, juara 12 kali antara 1921–1941.
🦅 Era Pasca-Kemerdekaan & Federasi Malaysia (1957–1970)
- 1957: Malaya merdeka → tim nasional Malaya mulai tampil internasional.
- 1963: Federasi Malaysia terbentuk (Malaya + Sabah + Sarawak + Singapura).
- 1965: Singapura keluar dari Malaysia → tim nasional Malaysia lahir dalam bentuk modern.
- 1966: Malaysia resmi jadi anggota FIFA dan AFC.
Prestasi Awal Timnas
- 1961: Runner-up Pesta Sukan Asia (Asian Games) di Jakarta
- 1962: Juara Pesta Olahraga Semenanjung (kini SEA Games) di Jakarta
- 1970-an: Malaysia jadi kekuatan utama Asia Tenggara, sering final SEA Games
⚽ Legenda Era Ini:
- Mokhtar Dahari — “Supermokh”, penyerang legendaris (1972–1985)
- Santokh Singh — kapten dan gelandang ikonik
- Wong Choon Wah — bek handal keturunan Tionghoa
🏆 Era Keemasan: 1970–1990
Dominasi Regional
- SEA Games:
- Juara 1977, 1979, 1989
- Runner-up 1971, 1975, 1981, 1987
- Piala Asia:
- Lolos 4 kali (1976, 1980, 1984, 1996)
- Prestasi terbaik: Peringkat ke-4 (1976) di Iran — masih jadi pencapaian tertinggi hingga kini!
Liga Domestik: Liga Perdana Malaysia (1982–1993)
- Klub dominan:
- Selangor FA — juara 7 kali (1980–1997)
- Pahang FA, Kedah FA, Johor FA
- Stadion Shah Alam (1994) dan Stadium Merdeka jadi ikon sepak bola nasional.
🌟 Mokhtar Dahari mencetak 89 gol dalam 167 laga untuk timnas — rekor hingga kini.
📉 Masa Kelam: 1990–2010 — Stagnasi & Krisis Identitas
- 1990-an–2000-an: Malaysia kehilangan dominasi di ASEAN.
- Sering kalah dari Thailand, Vietnam, Singapura
- Tidak pernah lolos ke Piala Asia setelah 1996
- Masalah struktural:
- Dualisme liga (Liga Perdana vs Liga Nasional)
- Kurangnya pembinaan usia muda
- Ketergantungan pada pemain naturalisasi
- Manajemen klub tidak profesional
Satu-Satunya Sinar: Piala AFF
- 2010: Malaysia juara Piala AFF untuk pertama kalinya!
- Kalahkan Indonesia 4–2 (agg) di final
- Pelatih: K. Rajagopal
- Pemain: Safee Sali (top scorer), Norshahrul Idlan, Mohd Aidil Zafuan
✨ Ini adalah pencapaian terbesar Malaysia dalam 20 tahun terakhir.
🔴 Era Modern: Transformasi & Tantangan (2011–2025)
Revolusi Sepak Bola Malaysia (2015–Sekarang)
- 2015: Football Association of Malaysia (FAM) luncurkan “Strategi Transformasi Sepak Bola Malaysia”.
- Investasi besar:
- Akademi Mokhtar Dahari (pusat pelatihan nasional)
- Liga Super Malaysia diperkuat
- Naturalisasi selektif: Liridon Krasniqi (Kosovo), Dion Cools (Belgia)
Prestasi Terkini
- SEA Games:
- Perunggu 2017
- Perak 2023 (kalah dari Thailand di final)
- Piala AFF:
- Runner-up 2014, 2018
- Semifinalis 2022, 2024
- FIFA Ranking: Naik ke 130+ (dari 170+ pada 2018)
Klub Paling Sukses Era Modern: Johor Darul Ta’zim (JDT)
- Didirikan: 2013 (dari Johor FC)
- Pemilik: Tunku Mahkota Johor (TMJ) — putra Sultan Johor
- Prestasi:
- Juara Liga Super Malaysia 10 kali berturut-turut (2014–2023)
- Juara Piala AFC 2015 — klub Malaysia pertama yang juara kompetisi Asia!
- Lolos ke Liga Champions Asia 2022–2024
⚡ JDT jadi model klub profesional Asia Tenggara, dengan stadion sendiri (Sultan Ibrahim Stadium, kapasitas 40.000), akademi, dan manajemen Eropa.
🏟️ Klub-Klub Legendaris Malaysia
| Klub | Kota | Prestasi |
|---|---|---|
| Selangor FA | Shah Alam | Juara Liga 7x, Piala Malaysia 33x (rekor) |
| Kedah FA | Alor Setar | Juara “Triple Crown” 2007–08 |
| Pahang FA | Kuantan | Juara Liga 4x, Piala AFC 1995 (runner-up) |
| Johor Darul Ta’zim (JDT) | Johor Bahru | Dominasi 2014–2024, juara Piala AFC 2015 |
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun sistem akademi nasional yang berkelanjutan
- Kurangi ketergantungan pada naturalisasi
- Profesionalisasi manajemen klub di luar JDT
- Tingkatkan kualitas wasit dan infrastruktur stadion
- Kembalikan dominasi di ASEAN dan lolos ke Piala Asia 2027
💬 Kesimpulan
Sepak bola Malaysia adalah cermin identitas multikultural negara:
- Lahir dari kolonial Inggris,
- Dibentuk oleh semangat Melayu, Tionghoa, India, dan Bumiputera,
- Dibangkitkan kembali oleh visi modern seperti JDT.
Meski belum konsisten di level tertinggi, semangat “Harimau Malaya“ terus menyala — terutama setiap kali mereka bertemu Indonesia, Thailand, atau Singapura.
“Di Malaysia, sepak bola bukan hanya olahraga. Ia adalah persatuan dalam warna bendera: merah, putih, biru, dan bulan sabit.”
Peristiwa G30S/PKI dalam Film: Penggambaran di Layar Lebar
Peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) telah menjadi salah satu tema paling kontroversial dalam perfilman Indonesia. Penggambaran di film sangat dipengaruhi oleh narasi resmi Orde Baru, yang menekankan PKI sebagai dalang utama kudeta berdarah. Berikut film-film utama yang mengangkat peristiwa ini, dengan fokus pada Pengkhianatan G30S/PKI yang paling ikonik.
1. Pengkhianatan G30S/PKI (1984) – Film Wajib Orde Baru
- Sutradara: Arifin C. Noer
- Produser: G. Dwipayana (atas perintah Soeharto)
- Durasi: 270 menit (versi panjang)
- Pemain Utama: Amoroso Katamsi (Soeharto), Umar Kayam (Soekarno), Bram Adrianto (Untung), Syu’bah Asa (D.N. Aidit)
Sinopsis & Penggambaran:
- Film ini mengikuti narasi resmi Orde Baru: PKI melalui pasukan Cakrabirawa di bawah Letkol Untung menculik, menyiksa, dan membunuh 6 jenderal + 1 ajudan di Lubang Buaya.
- Adegan paling terkenal dan kontroversial: penyiksaan sadis terhadap para jenderal (mata dicongkel, kemaluan dipotong) oleh Gerwani (organisasi wanita PKI) – narasi yang kini dianggap propaganda dan banyak dibantah sejarawan.
- Film ditutup dengan Soeharto mengambil alih kekuasaan dan menumpas PKI.
Dampak:
- Wajib Tayang: Dari 1984 hingga 1998, film ini wajib ditayangkan di TVRI setiap 30 September dan di sekolah-sekolah.
- Propaganda Orde Baru: Digunakan untuk membenarkan pembantaian massal 1965-1966 dan mengokohkan kekuasaan Soeharto.
- Kontroversi Modern: Setelah Reformasi, adegan penyiksaan dianggap berlebihan dan tidak akurat secara historis. Film ini kini jarang ditayangkan, tapi masih tersedia di YouTube (versi resmi TNI).
2. Film Lain yang Mengangkat G30S/PKI
- Gie (2005) – Sutradara: Riri Riza Menggambarkan latar belakang 1965 dari sudut pandang Soe Hok Gie (aktivis mahasiswa). Tidak fokus pada Lubang Buaya, tapi menunjukkan ketegangan politik dan pembantaian pasca-G30S. Lebih netral dan humanis.
- Sang Penari (2011) – Sutradara: Ifa Isfansyah Adaptasi novel Ahmad Tohari, menggambarkan dampak G30S di pedesaan Jawa: pembantaian massal dan trauma masyarakat.
- November 1828 (2013) – Sutradara: Teguh Karya (remake) Meski latar Perang Diponegoro, ada paralel dengan isu pengkhianatan.
- Documentary & Film Pendek:
- The Act of Killing (2012) & The Look of Silence (2014) oleh Joshua Oppenheimer – Dokumenter internasional yang mengungkap perspektif pelaku pembantaian 1965-66 dari sisi eksekutor, bukan korban resmi.
Kontroversi Penggambaran di Film
- Narasi Orde Baru: Film 1984 menekankan PKI sebagai “biadab” dan “ateis”, dengan adegan sadis untuk membangkitkan kebencian.
- Pasca-Reformasi: Banyak sejarawan (seperti Asvi Warman Adam, John Roosa) membantah detail penyiksaan oleh Gerwani. Versi alternatif menyebut korban ditembak mati, bukan disiksa secara ekstrem.
- Dampak Psikologis: Generasi 1980-1990-an trauma karena wajib nonton film ini di sekolah.
Saat Ini (2025)
Film Pengkhianatan G30S/PKI tidak lagi wajib tayang, tapi tetap jadi referensi sejarah resmi di kurikulum pendidikan dan Hari Kesaktian Pancasila (1 Oktober). Versi digital tersedia di YouTube resmi TNI AD.
Peristiwa G30S/PKI di film mencerminkan bagaimana kekuasaan menggunakan media untuk membentuk narasi nasional. Sejarah yang kompleks, tapi tetap jadi pelajaran penting
Sejarah Lubang Buaya: Saksi Bisu Peristiwa G30S/PKI
Lubang Buaya adalah kawasan di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang menjadi salah satu situs sejarah paling kelam di Indonesia. Nama ini terkenal karena terkait erat dengan Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI), di mana tujuh perwira tinggi TNI Angkatan Darat diculik, disiksa, dibunuh, dan jenazahnya dibuang ke sumur tua di lokasi tersebut.






Asal-Usul Nama Lubang Buaya
Nama “Lubang Buaya” sudah ada jauh sebelum peristiwa 1965. Menurut legenda masyarakat setempat dan catatan sejarah:
- Kawasan ini dulunya rawa dan hutan karet dengan sungai (Kali Sunter) yang banyak dihuni buaya putih (buaya albino atau siluman menurut cerita rakyat).
- Buaya sering membuat lubang di darat untuk bertelur atau beristirahat, sehingga daerah ini disebut “Lubang Buaya”.
- Cerita lain: Saat banjir besar, pasukan Belanda terseret ke lubang karena ulah “Datuk Banjir” yang punya ilmu supranatural.
Nama ini tidak ada hubungan langsung dengan peristiwa G30S/PKI, tapi menjadi identik setelah tragedi tersebut.


Peristiwa G30S/PKI di Lubang Buaya (30 September – 1 Oktober 1965)
Menurut versi sejarah resmi Indonesia:
- Gerakan 30 September (G30S) adalah upaya kudeta yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) melalui pasukan Cakrabirawa (pengawal presiden) di bawah Letkol Untung.
- Malam 30 September 1965, pasukan menculik 7 perwira tinggi TNI AD dari rumah mereka karena dianggap bagian dari “Dewan Jenderal” yang akan kudeta Presiden Soekarno.
- Korban (dikenal sebagai 7 Pahlawan Revolusi):
- Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani
- Letjen TNI Anumerta R. Suprapto
- Letjen TNI Anumerta S. Parman
- Letjen TNI Anumerta M.T. Haryono
- Mayjen TNI Anumerta D.I. Panjaitan
- Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo
- Lettu Pierre Andreas Tendean (ajudan Jenderal A.H. Nasution yang selamat)
- Para korban dibawa ke Lubang Buaya (dekat Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma), disiksa, dibunuh, dan jenazahnya dibuang ke sumur maut (kedalaman 12 meter, diameter 75 cm) secara bertumpuk.
- Jenazah ditemukan pada 3-4 Oktober 1965 oleh pasukan RPKAD (cikal bakal Kopassus).
- Peristiwa ini jadi pemicu transisi kekuasaan ke Orde Baru di bawah Soeharto.



Monumen Pancasila Sakti
Untuk mengenang korban dan menegaskan kesaktian Pancasila, dibangun Monumen Pancasila Sakti di lokasi yang sama (diresmikan 1 Oktober 1969 oleh Presiden Soeharto):
- Luas lahan: 14,6 hektar.
- Isi: Patung 7 Pahlawan Revolusi + Garuda Pancasila, Sumur Maut, Museum Paseban (diorama peristiwa), Museum Pengkhianatan PKI, relief perjuangan, rumah pos komando/dapur umum PKI.
- Fungsi: Tempat peringatan Hari Kesaktian Pancasila (1 Oktober) setiap tahun.
Monumen ini jadi situs edukasi sejarah nasional, meski narasi G30S/PKI tetap kontroversial di kalangan sejarawan.
Lubang Buaya bukan hanya nama tempat, tapi simbol tragedi nasional yang mengingatkan pentingnya persatuan dan Pancasila. Kunjungi untuk belajar sejarah langsung! 🇮🇩
PSV Eindhoven
🔴⚪ Profil Singkat PSV Eindhoven
- Nama lengkap: Philips Sport Vereniging
- Didirikan: 31 Agustus 1913
- Kota: Eindhoven, Noord-Brabant, Belanda
- Stadion: Philips Stadion (kapasitas: 35.000)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- PSV
- Boeren (Petani — julukan sinis yang diadopsi sebagai kebanggaan)
- De Rood-witten (Si Merah-Putih)
- Pemilik: Stichting Philips Sport Vereniging (Yayasan Philips) — klub milik perusahaan Philips, tapi dioperasikan secara profesional
🏆 Prestasi: Raksasa Belanda dengan Mahkota Eropa
PSV adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah Belanda, dengan warisan domestik dan Eropa yang luar biasa.
Domestik (Belanda)
- Juara Eredivisie: 24 kali — terbanyak ke-2 sepanjang sejarah (setelah Ajax)
- Era dominan: 1986–1992 (4 gelar), 2003–2008 (4 gelare), 2015–2018 (3 gelar), 2023–24
- Juara Piala KNVB: 10 kali
- Juara Johan Cruijff Shield: 14 kali
Eropa & Dunia
- Piala Champions (kini Liga Champions): Juara 1988
→ Kalahkan Benfica 6–5 adu penalti di final (Stuttgart)
→ Tim legendaris: Hans van Breukelen, Ronald Koeman, Ibrahim Kharja, Gerald Vanenburg, Wim Kieft - Piala Super UEFA: Juara 1988
- Piala Interkontinental: Juara 1 988 — kalahkan Nacional (Uruguay) 2–1
- Liga Champions: Semi-finalis 2005 (kalah dari Liverpool)
💡 PSV adalah satu-satunya klub Belanda yang juara Liga Champions, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub dalam satu tahun (1988).
💡 Asal Nama & Identitas: Lahir dari Pabrik Bola Lampu
- Didirikan oleh perusahaan Philips untuk merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda dan memberi hiburan bagi karyawan.
- Nama “PSV” = Philips Sport Vereniging (Asosiasi Olahraga Philips)
- Warna merah-putih diadopsi dari bendera kota Eindhoven
- Julukan “Boeren” (Petani) awalnya untuk mengejek PSV sebagai “klub desa” — kini jadi simbol kerendahan hati dan ketangguhan.
💬 “Kami bukan dari Amsterdam. Kami dari pabrik. Dan kami membangun legenda di sini.”
🌟 Era Keemasan 1988: Tim yang Menaklukkan Dunia
Di bawah pelatih Guus Hiddink, PSV menciptakan sejarah abadi:
- Tidak kalah sepanjang musim 1987–88:
- 52 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi
- Gaya bermain: Disiplin, kolektif, transisi cepat
- Pemain ikonik:
- Ronald Koeman — bek sekaligus pencetak gol (gol penalti di final)
- Hans van Breukelen — kiper pahlawan adu penalti
- Søren Lerby, Berry van Aerle, Eric Gerets
- 1988: Menang treble (Eredivisie, Piala Belanda, Liga Champions)
🌍 Tim ini menjadi batu loncatan bagi bintang Eropa: Koeman, Van Aerle, dan Hiddink jadi legenda global.
🏟️ Philips Stadion: Istana di Jantung Kota Industri
- Dibuka: 1913 (direnovasi total pada 1990-an)
- Kapasitas: 35.000
- Karakteristik:
- “Boerenstand” diisi oleh “Northside” — kelompok suporter paling fanatik
- Stadion dikelilingi pabrik Philips dan kampus teknologi
- Suasana intim, panas, dan penuh nyanyian tradisional
- Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di Eropa yang dibangun dan dimiliki oleh perusahaan teknologi.
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“PSV! PSV! Wij zijn er trots op!”
(PSV! PSV! Kami bangga padamu!)
🔥 Rivalitas Utama
- Ajax Amsterdam → “De Topper”
- Rival paling sengit — melambangkan Eindhoven (industri selatan) vs Amsterdam (elit utara)
- Pertandingan menentukan juara Eredivisie hampir setiap musim
- Feyenoord Rotterdam → bagian dari “Big Three” Belanda
- Willem II Tilburg → “Brabantse Derby” (rival regional)
🧠 Akademi & Filsafat: “PSV, Sekolah Para Juara”
- PSV memiliki akademi muda terbaik ke-2 di Belanda (setelah Ajax)
- Melahirkan bintang dunia:
- Ruud Gullit
- Romário
- Phillip Cocu
- Arjen Robben
- Memphis Depay
- Donyell Malen
- Noa Lang
- Filosofi: Kembangkan pemain teknis, cerdas, dan siap untuk papan atas Eropa
💰 PSV dikenal karena model bisnis cerdas:
- Beli/remajakan pemain muda
- Jual ke klub besar (Real Madrid, Bayern, Premier League)
- Gunakan profit untuk pertahankan stabilitas
💡 Fakta Unik
- PSV adalah satu-satunya klub di dunia yang dimiliki oleh perusahaan teknologi sejak berdiri — tanpa pernah dijual.
- Philips Stadion adalah satu-satunya di Eropa yang punya museum perusahaan di dalam stadion.
- Klub ini tidak pernah terdegradasi sejak 1926 — konsistensi terpanjang ke-2 di Belanda.
- Ronald Koeman adalah satu-satunya pemain dalam sejarah yang menang Liga Champions sebagai pemain (PSV 1988) dan pelatih (Barcelona 1992 & 2023).
🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan Eropa
- 2024/25: Target — pertahankan Eredivisie, lolos ke fase gugur Liga Champions
- Fokus pada:
- Regenerasi skuad muda (Noa Lang, Guus Til, Yorbe Vertessen)
- Pertahankan akademi kelas dunia
- Bangun tim yang bisa menyaingi Ajax dan Feyenoord di Eropa
“We don’t just play football. We light the way.”
💬 Kesimpulan
PSV Eindhoven bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol inovasi industri, pabrik juara Eropa, dan bukti bahwa akar perusahaan bisa melahirkan jiwa sepak bola abadi.
“In Eindhoven, we don’t follow trends. We invent the future — one champion at a time.”
Sejarah AFC Bournemouth (The Cherries)
AFC Bournemouth adalah klub sepak bola profesional dari Bournemouth, Dorset, Inggris. Dijuluki The Cherries (karena warna merah jersey dan ceri lokal) atau Boscombe di masa awal, klub ini berkompetisi di Premier League dan bermain di Vitality Stadium (sebelumnya Dean Court).



Pendirian dan Awal Mula (1899–1920-an)
Klub didirikan pada 1899 sebagai Boscombe FC dari sisa-sisa Boscombe St. John’s Institute FC. Bergabung dengan Football League pada 1923 sebagai Bournemouth & Boscombe Athletic FC.
Pencapaian awal termasuk juara Third Division South Cup pasca-Perang Dunia II.

Periode Naik-Turun (1930-an–2000-an)
Klub sering berpindah divisi. Pada 1971, nama resmi menjadi AFC Bournemouth (AFC ditambahkan agar muncul lebih atas di daftar alfabetis).
Di bawah manajer Harry Redknapp (1983–1992), mereka promosi ke divisi dua. Hampir bangkrut pada 2008, tapi diselamatkan.
Kebangkitan Modern (2010-an–Sekarang)
Di bawah Eddie Howe, promosi berturut-turut: Juara League One 2015, promosi ke Premier League pertama kali pada 2015 (musim ke-100 di liga bawah).
Bertahan 5 musim di Premier League (2015–2020), rekor finis 9th (2016–17). Degradasi 2020, tapi kembali promosi 2022 di bawah Scott Parker.
Sejak kembali, stabil di Premier League. Musim 2025–26 adalah musim ke-4 berturut-turut di top-flight (total ke-9). Hingga Desember 2025, Bournemouth berada di posisi sekitar 13th dengan performa kompetitif, termasuk hasil dramatis seperti imbang 4-4 lawan Manchester United.


Prestasi Utama
- Promosi ke Premier League (2015, 2022)
- Quarter-final FA Cup terbaik (1957, 2021, 2025)
- Quarter-final EFL Cup beberapa kali
Evolusi Logo
Logo sering menampilkan kepala pemain (Dickie Dowsett) dan bola, dengan warna merah-hitam.


Rivalitas
Rival utama adalah klub South Coast seperti Southampton (South Coast Derby) dan Portsmouth.
Bournemouth adalah kisah sukses “underdog” sepak bola Inggris: dari hampir lenyap menjadi tim Premier League tetap dengan gaya bermain menyerang. Up the Cherries! 🍒🔴⚫
