sloter terpercaya
now browsing by category
Brak! Supeltas Tewas Ditabrak Motor di Jalan Raya Balen Bojonegoro, Begini Kronologinnya
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Bojonegoro, tepatnya di wilayah Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (24/12/2025) petang. Insiden tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario dengan seorang pejalan kaki yang sedang bertugas mengatur lalu lintas.
Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.55 WIB. Sepeda motor Honda Vario bernomor polisi L 2789 UB yang dikendarai Khoerudin Arzaq (21), warga Desa Sedeng, Kecamatan Kanor, melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi.
“Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, saat kendaraan melintas di tempat kejadian perkara, pada waktu yang bersamaan seorang supeltas (sukarela pengatus lalu lintas) bernama Ageng Bagus Santoso (28), warga Desa Suwaloh, Kecamatan Balen, sedang mengatur arus lalu lintas,” jelas Ipda Septian, dalam keterangan yang diterima Bojonegoro.iNews.id, kamis (25/12).
Karena jarak yang sudah terlalu dekat serta pengendara diduga kurang konsentrasi, sepeda motor tersebut menabrak pejalan kaki. Akibat benturan keras, baik pengendara maupun pejalan kaki mengalami luka-luka.
“Pejalan kaki dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara, kemudian dievakuasi ke RSUD Bojonegoro,” ucapnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut serta mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan lalu lintas.
Itinerary Romantis 3 Hari 2 Malam untuk Pasangan di Yogyakarta (2025)
Yogyakarta adalah destinasi honeymoon dan couple trip paling romantis di Indonesia: budaya klasik, alam indah, city lights malam, dan kuliner legendaris. Itinerary ini dirancang untuk pasangan yang ingin kombinasi santai, romantis, dan petualangan ringan. Durasi 3 hari 2 malam (misalnya Jumat–Minggu), dengan budget estimasi Rp 4–6 juta untuk 2 orang (termasuk akomodasi mid-range, makan, transportasi, tiket wisata). Fokus: sunset, candle light dinner, dan momen intimate.
Persiapan Umum
- Transportasi: Sewa motor (Rp 70.000/hari) atau mobil + supir (Rp 500.000/hari) untuk fleksibel.
- Akomodasi Rekomendasi: Hotel romantis di Prawirotaman atau Pakualaman (contoh: The 101 Yogyakarta Tugu atau Griya Yunanda Boutique Hotel – mulai Rp 800.000/malam dengan kolam renang pribadi atau bathtub view).
- Budget Harian: Rp 1–1,5 juta/pasangan (makan, tiket, bensin).
- Tips: Bawa jaket tipis (malam dingin), pesan dinner romantis jauh hari.
Hari 1: Arrival & Romantis di Pusat Kota (Santai & Budaya)
Tema: Welcome to Jogja – eksplor kota dengan vibe klasik.
- Pagi/Siang: Arrival di Bandara Adisucipto atau Stasiun Tugu. Check-in hotel, istirahat & lunch di sekitar hotel (misalnya gudeg legendaris).
- Sore (15.00–18.00): Candi Prambanan
- Nikmati sunset di candi Hindu terindah Indonesia. Jalan berdua di kompleks candi, foto di spot ikonik.
- Tiket: Rp 75.000/orang (combo Ratu Boko lebih romantis).
- Tips: Pakai baju couple atau batik untuk foto estetik.
- Malam (19.00–22.00): Malioboro Night Walk & Angkringan
- Jalan kaki di Malioboro, lampu hias & pedagang kaki lima.
- Dinner romantis di Angkringan Lik Man (lesehan, nasi kucing, sate usus, wedang jahe).
- Lanjut ke Alun-Alun Kidul (Alkid): Naik andong lampu warna-warni (Rp 50.000/putaran) atau coba “masangin” (jalan mata tertutup di antara pohon beringin – konon kalau berhasil, harapan terkabul).
- Vibe: Santai, pegangan tangan, foto bareng.
Makan Malam Romantis: Angkringan atau cafe di Prawirotaman (contoh: ViaVia Jogja – live music acoustic).
Hari 2: Alam & Sunset Romantis (Petualangan Ringan)
Tema: Nature & Intimate Moment – sunset dan stargazing.
- Pagi (08.00–11.00): Pantai Parangtritis atau Pantai Parangkusumo
- Sarapan di hotel, lalu ke pantai (1 jam dari kota).
- Jalan di pasir hitam, foto di gumuk pasir, naik delman (Rp 50.000).
- Tips: Hindari berenang (ombak besar), cukup duduk berdua nikmati angin laut.
- Siang (12.00–15.00): Lunch di pantai (seafood segar) lalu ke Hutan Pinus Pengger atau Puncak Becici
- Spot foto tangan raksasa, hammock, atau gardu pandang dengan view kota.
- Sore–Malam (16.00–22.00): Bukit Bintang atau HeHa Sky View
- HeHa Sky View (rekomendasi utama): Rooftop modern dengan lampu hias, spot foto couple (balon udara, sayap malaikat).
- Tiket: Rp 30.000/orang.
- Dinner di resto HeHa (paket romantic dinner Rp 500.000++ untuk 2 orang – table decor, candle light).
- Alternatif: Bukit Bintang – lebih alami, bawa tikar, jagung bakar, dan nikmati city lights sambil stargazing.
- Vibe: Pegangan tangan, bisik-bisik, foto silhouette dengan lampu kota.
- HeHa Sky View (rekomendasi utama): Rooftop modern dengan lampu hias, spot foto couple (balon udara, sayap malaikat).
Makan Malam Romantis: Paket di HeHa Sky View atau Obelix Sea View (view laut malam + live music).
Hari 3: Budaya & Farewell (Santai Sebelum Pulang)
Tema: Kenang-kenangan Jogja – belanja oleh-oleh & momen terakhir.
- Pagi (08.00–11.00): Keraton Yogyakarta atau Taman Sari
- Jelajahi istana sultan & water castle. Taman Sari punya spot foto romantis di kolam pemandian.
- Siang (11.00–14.00): Malioboro Shopping & Lunch
- Belanja batik couple, bakpia, atau aksesoris di Pasar Beringharjo.
- Lunch gudeg atau makanan khas di sekitar Malioboro.
- Sore (14.00–17.00): Candi Borobudur (opsional, kalau flight malam)
- 1,5 jam dari kota, sunset di candi Buddha terbesar dunia sangat romantis.
- Tiket: Rp 50.000/orang.
- Malam: Kembali ke hotel, dinner ringan, atau langsung ke bandara/stasiun.
Budget Estimasi untuk 2 Orang (3 Hari 2 Malam)
- Akomodasi: Rp 1,6–2,4 juta (hotel romantis 2 malam).
- Transportasi: Rp 300.000 (sewa motor + bensin).
- Makan: Rp 1–1,5 juta (termasuk romantic dinner).
- Tiket Wisata: Rp 500.000–700.000.
- Oleh-oleh & Lain-lain: Rp 500.000.
- Total: Rp 4–6 juta (bisa lebih hemat kalau backpacker style).
Tips Couple di Jogja
- Foto Couple: Pakai jasa fotografer pre-wedding lokal (Rp 500.000–1 juta untuk 2 jam).
- Baju Couple: Batik atau kaos Jogja motif sama.
- Romantic Add-On: Pesan candle light dinner di HeHa/Obelix atau private dinner di hotel.
- Musim: Hindari musim hujan berat (Des–Feb), tapi tetap indah kalau bawa payung couple.
Yogyakarta selalu bikin jatuh cinta lagi. Itinerary ini fleksibel – sesuaikan dengan flight dan budget Anda. Selamat honeymoon atau date trip! ❤️🌅
Uruguay
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah La Celeste (1890–1920)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelaut dan pedagang Inggris di pelabuhan Montevideo pada akhir abad ke-19.
- 1900: Central Uruguay Railway Cricket Club (CURCC) berdiri — cikal bakal Peñarol.
- 1901: Club Nacional de Football didirikan — lahirnya rivalitas abadi.
- 1903: Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF) berdiri.
- 1910: Timnas Uruguay mainkan laga pertama — menang 1–0 atas Argentina.
💡 Sejak awal, sepak bola Uruguay identik dengan semangat pekerja pelabuhan dan kebanggaan nasional kecil.
🌍 Pencipta Piala Dunia: Kejayaan 1924–1930
Olimpiade 1924 & 1928: Juara Dunia Sebelum Ada Piala Dunia
- 1924 (Paris): Uruguay juara Olimpiade — tim Amerika Latin pertama yang menang di Eropa.
- Kalahkan Yugoslavia, Belanda, Swiss
- Gaya bermain cepat, teknis, dan kolektif — kejutkan Eropa!
- 1928 (Amsterdam): Pertahankan emas — kalahkan Argentina 2–1 di final ulang.
🏆 Gelar Olimpiade 1924 & 1928 dianggap “Piala Dunia tidak resmi” — dan menginspirasi FIFA ciptakan Piala Dunia.
1930: Juara Piala Dunia Pertama dalam Sejarah!
- FIFA pilih Uruguay sebagai tuan rumah Piala Dunia perdana — sebagai penghargaan atas kejayaan Olimpiade.
- Final vs Argentina di Estadio Centenario, Montevideo:
- Hadirin: 93.000 orang
- Uruguay menang 4–2
- José Nasazzi angkat trofi — pahlawan nasional
🏟️ Estadio Centenario dibangun dalam 9 bulan — kini jadi situs warisan FIFA.
🦅 Era Emas Kedua: Maracanazo 1950
- 1950: Brasil jadi tuan rumah Piala Dunia.
- Final tidak resmi: Brasil vs Uruguay di Maracanã, Rio de Janeiro.
- Brasil butuh imbang untuk juara — hadirin: 200.000 orang
- Uruguay menang 2–1
- Gol penentu oleh Alcides Ghiggia di menit ke-79
- Dampak:
- “Maracanazo” — tragedi nasional Brasil
- Hari berkabung di Brasil
- Uruguay jadi juara Piala Dunia kedua!
💬 Ghiggia pernah berkata:
“Hanya tiga orang yang pernah membungkam Maracanã: Frank Sinatra, Paus, dan saya.”
🔴 Klub Raksasa: El Clásico del Fútbol
Uruguay didominasi oleh dua klub legendaris:
| Klub | Didirikan | Prestasi | Identitas |
|---|---|---|---|
| Club Nacional | 1901 | 3x Copa Libertadores, 3x Piala Interkontinental | Elit, intelektual, “Blanco” |
| Peñarol | 1891 (sebagai CURCC) | 5x Copa Libertadores, 2x Piala Interkontinental | Pekerja, pelabuhan, “Aurinegro” |
El Clásico
- Salah satu rivalitas tertua di dunia (sejak 1901)
- Lebih dari sekadar olahraga — cermin konflik sosial Montevideo
- Dijuluki “derbi paling intens di Amerika Selatan”
🏟️ Estadio Centenario (kapasitas 60.000) jadi markas netral untuk laga besar.
🦵 Filosofi: “Garra Charrúa” — Jiwa Uruguay
- “Garra Charrúa” = cakar suku asli Charrúa
- Makna: semangat tempur, pantang menyerah, bermain dengan hati
- Meski kalah teknik, Uruguay menang lewat mental baja dan taktik cerdik
💥 Gaya ini lahir dari identitas bangsa kecil yang harus melawan raksasa.
📉 Masa Tantangan: Puasa Gelar (1950–2010)
- 1954–1970: Gagal di Piala Dunia — kalah dari Hungaria, Inggris, Jerman
- 1970: Capai peringkat ke-4 — terakhir kali prestasi besar
- 1980–2000:
- Gagal lolos ke Piala Dunia 1974, 1978, 1994, 1998
- Disebut “generasi hilang”
🌟 Kebangkitan: Era Diego Forlán & Luis Suárez (2010–2022)
Piala Dunia 2010: Peringkat ke-4 yang Membara
- Capai semi-final — kalah dari Belanda
- Kalahkan Ghana di perempat final lewat tangan kontroversial Luis Suárez
- Diego Forlán jadi pemain terbaik turnamen
Copa América 2011: Mahkota Amerika ke-15!
- Juara di Argentina — kalahkan Paraguay 3–0 di final
- Luis Suárez dan Diego Forlán jadi bintang
Piala Dunia 2018:
- Capai 16 besar, kalah dari Prancis (juara)
🦅 Generasi emas ini dipimpin oleh:
- Luis Suárez (Barcelona, Liverpool)
- Edinson Cavani (PSG, Man United)
- Diego Godín (Atlético Madrid)
- Fernando Muslera (kiper Galatasaray)
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun generasi pasca-Suárez/Cavani
- Pertahankan identitas “Garra Charrúa” di era sepak bola modern
- Lolos ke semifinal Piala Dunia 2026
- Juara Copa América 2024 — akhiri puasa sejak 2011
RUSIA
⚽ Akar Sejarah: Era Uni Soviet (1922–1991)
Sebelum Rusia merdeka, sepak bolanya adalah bagian dari Uni Soviet — kekuatan Eropa yang disegani.
- 1936: Liga Soviet pertama diadakan.
- 1956: Juara Olimpiade Melbourne — kemenangan besar atas Yugoslavia.
- 1960: Juara Euro pertama dalam sejarah!
- Kalahkan Yugoslavia 2–1 di final (Paris)
- Gol penentu oleh Viktor Ponedelnik
- 1964 & 1972: Capai final Euro — kalah dari Spanyol dan Jerman Barat
- 1966: Capai perempat final Piala Dunia
- 1988: Capai semi-final Euro
💡 Banyak legenda Soviet berasal dari Rusia modern:
- Lev Yashin — satu-satunya kiper yang pernah menang Ballon d’Or (1963)
- Oleg Blokhin (Ukraina), Khoren Oganesian (Armenia) — simbol multikultural Uni Soviet
🟥 Kelahiran Timnas Rusia (1992–2008)
- 1991: Uni Soviet bubar → Rusia jadi negara merdeka.
- 1994: Rusia ikut Piala Dunia pertama sebagai negara merdeka — gagal dari grup.
- 1996–2004: Gagal lolos ke Euro 1996, 2000, 2004.
- 2002: Lolos ke Piala Dunia, tapi gagal dari grup.
- 2008: Kebangkitan besar!
- Capai semi-final Euro 2008 di bawah pelatih Guus Hiddink
- Kalahkan Belanda 3–1 di perempat final
- Bintang: Andrey Arshavin (legenda Arsenal)
🌟 Ini adalah prestasi terbaik Rusia hingga 2025.
🏟️ Puncak: Tuan Rumah Piala Dunia 2018
- 2010: Rusia dipilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 — keputusan kontroversial karena iklim dan infrastruktur.
- 2018: Rusia tampil sebagai underdog, tapi mencatat keajaiban:
- Kalahkan Arab Saudi 5–0 di laga pembuka
- Kalahkan Mesir 3–1
- Lolos ke 16 besar sebagai juara grup
- Kalahkan Spanyol 4–3 adu penalti — giant-killing terbesar!
- Kalah dari Kroasia di perempat final (3–4 adu penalti)
- Prestasi: Peringkat ke-8 — terbaik sejak 1970 (Soviet)
💬 Kemenangan atas Spanyol disebut “Keajaiban Moskow” — harapan nasional di tengah isolasi global.
🔴 Klub-Klub Rusia: Kekayaan Minyak & Gas
- Liga Rusia (Russian Premier League) didominasi oleh klub yang didanai oligark dan negara:
- Zenit Saint Petersburg: Juara Piala UEFA 2008, Piala Super UEFA 2008
- CSKA Moscow: Juara Piala UEFA 2005 — klub Rusia pertama yang menang trofi Eropa
- Spartak Moscow: 12 gelar liga, klub paling populer
- Lokomotiv Moscow, Dynamo Moscow — raksasa ibukota
💰 Era 2000–2020: Investasi besar dari Gazprom, Rosneft, dan oligark → datangkan Hulk, Witsel, Eto’o, Balotelli
🚫 Isolasi Global: Dampak Invasi Ukraina (2022–Sekarang)
- Februari 2022: Rusia invasi Ukraina → FIFA & UEFA menghukum Rusia:
- Dilarang ikut semua kompetisi internasional (Piala Dunia 2022, Euro 2024)
- Klub Rusia dilarang main di Eropa
- Pemain Rusia boleh main di liga asing, tapi tidak untuk timnas
- 2023–2025: Rusia main di turnamen persahabatan vs negara non-Barat (Iran, Tiongkok, Vietnam)
- Liga Rusia kehilangan sponsor global, kualitas menurun, eksodus pemain asing
🌍 Rusia kini terisolasi dari sepak bola dunia — pertama kalinya sejak Perang Dingin.
🦅 Bintang Legendaris Rusia
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1960s | Lev Yashin | Satu-satunya kiper pemenang Ballon d’Or, legenda dunia |
| 2000s | Andrey Arshavin | Bintang Euro 2008, ikon Arsenal |
| 2010s | Igor Akinfeev | Kiper CSKA, 100+ caps, pahlawan Piala Dunia 2018 |
| 2020s | Aleksandr Golovin | Gelandang Monaco, bintang modern |
⚽ Lev Yashin dijuluki “Black Spider” karena refleks dan jersey hitamnya — monumen hidup sepak bola Rusia.
🧭 Tantangan Masa Depan
- Kembali ke kompetisi FIFA/UEFA — tergantung resolusi perang
- Bangun kembali kepercayaan global
- Pertahankan akademi muda di tengah krisis
- Jadikan sepak bola sebagai jembatan damai, bukan alat politik
💬 Kesimpulan
Sepak bola Rusia adalah cermin sejarahnya:
- Dari kejayaan Soviet,
- Kebangkitan pasca-1991,
- Keajaiban 2018,
- Hingga isolasi 2022.
Ia lahir dari salju Moskow, dibesarkan oleh semangat Yashin, dan pernah membuat dunia terdiam di Luzhniki. Tapi kini, di tengah perang, bola berhenti berputar di panggung dunia.
“Kami pernah jadi raksasa. Sekarang, kami menunggu izin untuk kembali bermain.”
🇷🇺 Fakta Unik
- Lev Yashin adalah satu-satunya kiper yang pernah menang Ballon d’Or (1963).
- Rusia 2018 adalah satu-satunya tuan rumah Piala Dunia yang lolos dari grup sejak 2002.
- Luzhniki Stadium di Moskow adalah satu-satunya stadion di dunia yang pernah jadi lokasi final Olimpiade (1980), final Liga Champions (2008), dan final Piala Dunia (2018).
- CSKA Moscow 2005 adalah klub Rusia pertama yang juara Piala UEFA.
SWEDIA
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah Viking (1890–1930)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelaut dan pedagang Inggris pada akhir abad ke-19.
- 1895: Svenska Fotbollförbundet (SvFF) berdiri — federasi sepak bola tertua di Skandinavia.
- 1896: Klub tertua, Örgryte IS, didirikan di Gothenburg.
- 1908: Swedia mainkan laga internasional pertama — menang 11–3 atas Norwegia!
- 1924: Raih perunggu Olimpiade Paris — medali pertama.
💡 Sepak bola Swedia awalnya amatir dan berbasis klub kota, dengan rivalitas kuat antara Stockholm, Gothenburg, dan Malmö.
🌟 Era Emas: Final Piala Dunia 1958 di Kandang Sendiri
- 1958: Swedia jadi tuan rumah Piala Dunia.
- Perjalanan menakjubkan:
- Kalahkan Meksiko, Hungaria, Uni Soviet di fase grup
- Kalahkan Jerman Barat di perempat final
- Kalahkan Uni Soviet lagi di semifinal
- Final vs Brasil:
- Swedia kalah 2–5
- Tapi Nils Liedholm cetak gol tercepat di final Piala Dunia (menit ke-4)
- Brasil juara pertama, dipimpin Pelé (17 tahun)
🥈 Ini adalah prestasi terbaik Swedia dalam sejarah Piala Dunia — peringkat ke-2.
Legenda 1958:
- Gunnar Gren, Gunnar Nordahl, Nils Liedholm — trio legendaris “Gre-No-Li” yang jadi tulang punggung AC Milan
- Kurt Hamrin — sayap cepat, main di Fiorentina & AC Milan
🏆 Kejayaan Olimpiade & Dominasi Nordik (1940–1990)
- 1948: Juara Olimpiade London — kalahkan Yugoslavia 3–1 di final
- 1952: Perunggu Olimpiade Helsinki
- 1992: Tuan rumah Euro 1992 — capai semi-final, kalah dari Jerman
- 1994: Peringkat ke-3 Piala Dunia AS — kalahkan Bulgaria 4–0 di perebutan tempat ketiga
- Martin Dahlin, Tomas Brolin, Henrik Larsson jadi bintang
⚽ Swedia adalah satu-satunya negara Nordik yang konsisten lolos ke Piala Dunia dan Euro.
🦅 Bintang Legendaris Swedia
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1940s–50s | Gunnar Nordahl | Top scorer sepanjang masa AC Milan (221 gol) |
| 1980s–90s | Thomas Ravelli | Kiper heroik Euro 1992 (hentikan 4 penalti!) |
| 1990s–2000s | Henrik Larsson | Legenda Celtic & Barcelona, 38 gol untuk timnas |
| 2010s–2020s | Zlatan Ibrahimović | Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Swedia (62+ gol), ikon global |
| 2020s | Emil Forsberg, Victor Lindelöf, Alexander Isak | Generasi modern |
⭐ Zlatan Ibrahimović dikenal bukan hanya karena gol, tapi kharisma, teknik, dan gol spektakuler di AC Milan, Inter, Barcelona, PSG, Man United.
🏟️ Allsvenskan: Liga Domestik & Rivalitas
- Didirikan: 1924 — liga tertua di Skandinavia
- Klub paling sukses:
- Malmö FF: 23 gelar liga, finalis Piala Champions 1 979 (kalah dari Nottingham Forest)
- IFK Göteborg: 18 gelar, juara Piala UEFA 1982 & 1987 (satu-satunya klub Swedia yang menang trofi Eropa mayor)
- AIK Stockholm, Djurgårdens IF — raksasa ibukota
Rivalitas Utama:
- “Göteborg Derby”: IFK Göteborg vs Örgryte
- “Stockholm Derby”: AIK vs Djurgården
- “Skånederbyt”: Malmö FF vs Helsingborgs IF
📉 Masa Tantangan & Kebangkitan (2006–2025)
- 2006–2018:
- Gagal lolos ke Euro 2008, 2012, 2016
- Tapi lolos ke Piala Dunia 2006 & 2018
- 2018 Piala Dunia:
- Capai perempat final — kalah dari Inggris (0–2)
- Tanpa Zlatan, tim muda tampil solid di bawah pelatih Janne Andersson
- 2022: Gagal lolos ke Piala Dunia
- 2024: Gagal lolos ke Euro 2024
💡 Swedia kini fokus pada regenerasi pasca-Zlatan, dengan Alexander Isak (Newcastle) sebagai bintang masa depan.
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun generasi baru setelah era Zlatan
- Tingkatkan daya saing Allsvenskan di Eropa
- Lolos ke Euro 2028 dan Piala Dunia 2026
- Kembangkan lebih banyak bintang seperti Isak dari akademi lokal
💬 Kesimpulan
Sepak bola Swedia adalah cermin bangsa Nordik:
- Tenang, disiplin, efisien, tapi berapi-api saat dibutuhkan.
Dari final 1958 hingga Zlatan yang menari di udara, Swedia membuktikan bahwa negara kecil bisa bersaing dengan raksasa.
“Kami bukan Brasil. Tapi di tanah kami, langit biru dan hati merah.”
🇸🇪 Fakta Unik
- Swedia adalah satu-satunya negara yang pernah kalah di final Piala Dunia di kandang sendiri (1958).
- IFK Göteborg adalah satu-satunya klub Swedia yang menang Piala UEFA (1982, 1 987).
- Zlatan Ibrahimović pernah cetak gol “scorpion kick” ke gawang Inggris (2013) — masuk FIFA Puskás Award.
- Malmö FF adalah satu-satunya klub Swedia yang capai final Piala Champions (1979).
Sejarah Sepak Bola THAILAND !
⚽ Awal Mula: Era Kerajaan Siam (1897–1930)
Perkenalan Sepak Bola oleh Raja Chulalongkorn (Rama V)
- Sepak bola pertama kali diperkenalkan di Thailand (dulu Siam) oleh Raja Chulalongkorn setelah kunjungannya ke Eropa pada 1897.
- 1897: Raja memerintahkan pembangunan lapangan sepak bola pertama di Sanam Luang, Bangkok.
- 1901: Sukanphoom School (sekolah elit kerajaan) bentuk tim sepak bola pertama.
- 1916: Asosiasi Sepak Bola Siam didirikan — kini Federasi Sepak Bola Thailand (FAT).
💡 Thailand adalah negara Asia pertama yang memiliki federasi sepak bola resmi.
Tim Nasional Pertama
- 1924: Timnas Siam tampil di Olimpiade Paris — debut internasional pertama.
- Kalah 0–3 dari Swedia di babak pertama.
- 1930: Ikut Far Eastern Championship Games — menang atas Filipina dan Tiongkok.
🦅 Era Pasca-Perang & Identitas Nasional (1950–1980)
Nama Berubah: Siam → Thailand
- Setelah 1939, nama negara berubah dari Siam menjadi Thailand (“Tanah Orang Thai”).
- Tim nasional dikenal sebagai “Gajah Perang” (War Elephants) — simbol kekuatan dan kebanggaan kerajaan.
Prestasi Emas: Era 1960–1970
- 1965: Juara SEA Games (masih bernama Southeast Asian Peninsular Games)
- 1968: Juara King’s Cup perdana (turnamen internasional tahunan yang didirikan Raja Bhumibol)
- 1972: Lolos ke Olimpiade Munich — satu-satunya keikutsertaan Thailand di Olimpiade hingga kini
- 1970–1980: Dominasi di kawasan — juara SEA Games 1977, dan runner-up 1975, 1979
⚽ Legenda Era Ini:
- Piyapong Pue-on — striker ikonik
- Dettapol Koomkhun — kapten timnas
- Charnwit Polcheewin — pelatih legendaris
📉 Masa Tantangan: 1980–2000 — Di Bawah Bayangan Rival
- 1980–1990: Thailand kehilangan dominasi di ASEAN.
- Singapura, Malaysia, dan Indonesia lebih sering juara.
- 1992: Gagal lolos ke Olimpiade Barcelona.
- 1996: Gagal lolos ke Piala Asia.
- Masalah struktural:
- Liga domestik tidak profesional
- Minim akademi muda
- Kurangnya investasi infrastruktur
🌟 Kebangkitan Modern: Era Kiatisuk & Keajaiban 2000–2010
Transformasi Besar
- 2000: Thailand juara Piala AFF perdana!
- Kalahkan Indonesia di final
- Pelatih: Peter Withe (Inggris)
- 2002: Lolos ke Piala Dunia U-17 — pertama kalinya dalam sejarah
- 2007: Tuan rumah Piala Asia 2007 (bersama Indonesia, Malaysia, Vietnam)
- Capai perempat final — kalah dari Irak (juara turnamen)
- 2010: Juara Piala AFF kedua — kalahkan Indonesia lagi!
Liga Domestik: Thai League (1996–Sekarang)
- 1996: Liga profesional pertama diluncurkan.
- Klub dominan:
- BEC Tero Sasana (era 2000-an)
- Muangthong United (2009–2017)
- Buriram United (2011–sekarang)
🔥 Era Buriram United & Dominasi Nasional (2011–2025)
Revolution oleh Newin Chidchob
- 2011: Buriram United (dari PEA FC) dibeli oleh politisi Newin Chidchob.
- Investasi besar:
- Stadion modern (Chang Arena, kapasitas 32.600)
- Akademi muda
- Pelatih top Asia & Eropa
- Prestasi:
- 10+ gelar liga sejak 2011
- Lolos ke Liga Champions Asia hampir setiap tahun
- Juara Piala AFC 2023 — gelar Asia pertama untuk klub Thailand!
⚡ Buriram jadi model klub profesional Asia Tenggara, menyaingi JDT (Malaysia) dan BG Pathum (Thailand).
🦁 Timnas Thailand Era Modern: Raja ASEAN
Prestasi Terkini (2012–2025)
- Piala AFF:
- Juara 2014, 2016, 2020, 2022 → total 7 gelar (terbanyak di ASEAN!)
- Runner-up 2012, 2018
- SEA Games:
- Emas 2013, 2015, 2017, 2021, 2023 → dominasi mutlak
- Piala Asia:
- Lolos 2019, 2023
- 2023: Kalah di babak grup, tapi kalah tipis dari Oman (1–2) dan Kirgistan (0–1)
Bintang Modern
- Chanathip Songkrasin (“Messi Thailand”) — main di Jepang (Consadole Sapporo, BG Pathum)
- Teerasil Dangda — kapten dan top scorer sepanjang masa (61+ gol)
- Supachok Sarachat, Suphanat Mueanta — bintang muda
🏟️ Klub-Klub Paling Berpengaruh di Thailand
| Klub | Kota | Prestasi |
|---|---|---|
| Buriram United | Buriram | Juara liga 10x, juara Piala AFC 2023 |
| Muangthong United | Nonthaburi | Juara liga 2009–2012, melahirkan Chanathip |
| BG Pathum United | Pathum Thani | Juara liga 2020–21, beli Chanathip dari Jepang |
| Chonburi FC | Chonburi | Raksasa timur, juara 2007 |
🏆 Piala AFF: Thailand vs Indonesia — “El Clásico ASEAN”
- Thailand dan Indonesia adalah finalis paling sering di Piala AFF.
- Thailand menang 7x, Indonesia belum pernah juara.
- Final 2020 & 2022: Thailand kalahkan Indonesia — perkuat status “raja ASEAN”.
🧭 Tantangan Masa Depan
- Tembus level Asia: Lolos ke Piala Dunia 2026 atau 2030
- Kembangkan liga domestik agar lebih kompetitif
- Perkuat akademi muda — kurangi ketergantungan pada pemain senior
- Bangun stadion kelas dunia di luar Bangkok dan Buriram
- Tingkatkan kualitas wasit dan manajemen klub
💬 Kesimpulan
Sepak bola Thailand adalah kisah kebangkitan dari akar kerajaan menjadi raksasa ASEAN.
Dari Raja Chulalongkorn yang memperkenalkan bola, hingga Buriram United yang mengguncang Asia, Thailand telah membuktikan bahwa visi, investasi, dan cinta sepak bola bisa mengubah nasib bangsa.
“Di Thailand, kami tak hanya bermain sepak bola. Kami membawa semangat gajah perang — kuat, setia, dan tak terkalahkan di kandang sendiri.”
Pemain Esports Terkaya di Dunia 2025
Berdasarkan data terbaru dari, pemain esports terkaya di dunia berdasarkan total pendapatan turnamen (prize money) adalah Johan “N0tail” Sundstein, pemain profesional Dota 2 asal Denmark. Menurut Esports Earnings (per Oktober 2025), N0tail memimpin dengan pendapatan turnamen sebesar $7.184.163. Namun, jika mempertimbangkan pendapatan dari sponsor, streaming, dan endorsement, Lee “Faker” Sang-hyeok (League of Legends) diperkirakan memiliki kekayaan bersih jauh lebih besar, mencapai $30–50 juta.
Pemain Esports Terkaya (Berdasarkan Prize Money)
Berikut adalah daftar 10 pemain esports dengan pendapatan turnamen tertinggi (sumber: Esports Earnings, Oktober 2025):
- Johan “N0tail” Sundstein (Dota 2) – $7.184.163
- Prestasi: Juara The International (TI) 2018 & 2019 bersama OG.
- Catatan: Pendapatan terbesarnya dari TI 2019 ($3.12 juta).
- Jesse “JerAx” Vainikka (Dota 2) – $6.486.400
- Prestasi: Juara TI 2018 & 2019 dengan OG.
- Anathan “ana” Pham (Dota 2) – $6.004.400
- Prestasi: Juara TI 2018 & 2019, dikenal dengan gaya bermain unik.
- Sébastien “Ceb” Debs (Dota 2) – $5.945.600
- Prestasi: Veteran OG, kembali aktif 2025.
- Magomed “Collapse” Khalilov (Dota 2) – $5.940.000
- Prestasi: Juara TI 2021 & 2023 dengan Team Spirit.
- Yaroslav “Yatoro” Naydenov (Dota 2) – $5.930.000
- Prestasi: Double rampage di TI 2021.
- Topias “Topson” Taavitsainen (Dota 2) – $5.894.400
- Prestasi: Juara TI 2018 & 2019, pensiun 2024.
- Myroslav “Mira” Kolpakov (Dota 2) – $5.634.800
- Prestasi: Pemain Aurora, serba bisa.
- Kuro “KuroKy” Takhasomi (Dota 2) – $5.294.800
- Prestasi: Juara TI 2017 dengan Team Liquid.
- Kyle “Bugha” Giersdorf (Fortnite) – $3.784.225
- Prestasi: Juara Fortnite World Cup 2019 ($3 juta).
Catatan Penting
- Dota 2 Dominan: 9 dari 10 pemain terkaya berasal dari Dota 2, karena The International memiliki prize pool terbesar (hingga $40 juta di 2021).
- Pendapatan Lain: Prize money hanya sebagian kecil. Faker, misalnya, punya sponsor besar (T1, Nike, BMW) dan properti seperti “Faker Tower” di Seoul, membuatnya jauh lebih kaya secara keseluruhan.
- Bugha (Fortnite): Satu-satunya non-Dota 2 di top 10, berkat kemenangan besar di Fortnite World Cup.
Mengapa Dota 2?
- The International: Turnamen tahunan dengan prize pool didanai oleh penjualan Battle Pass (25% ke hadiah).
- Kompetisi Tinggi: Menarik talenta terbaik dunia, menghasilkan pendapatan besar.
Feyenoord
🔴⚪ Profil Singkat Feyenoord
- Nama lengkap: Feyenoord Rotterdam
- Didirikan: 19 Juli 1908
- Kota: Rotterdam, Zuid-Holland, Belanda
- Stadion: Stadion Feijenoord (dikenal sebagai “De Kuip” — The Tub), kapasitas: 51.117
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- De club aan de Maas
- Feyenoord
- De Trots van Zuid (Kebanggaan Selatan)
- Pemilik: Klub milik anggota (socios) — lebih dari 30.000 anggota
🏆 Prestasi: Raksasa Belanda dengan Jiwa Eropa
Feyenoord adalah salah satu klub paling bersejarah di Eropa, dan pioneer pertama Belanda di panggung Eropa.
Domestik (Belanda)
- Juara Eredivisie: 16 kali
- Tahun-tahun emas: 1960–1970-an, 1990-an, 2017, 2023
- Juara Piala KNVB: 13 kali — rekor terbanyak sepanjang sejarah!
- Juara Johan Cruijff Shield: 5 kali
Eropa & Dunia — KEJAYAAN ABADI
- Piala Champions (kini Liga Champions): Juara 1970
→ Mengalahkan Celtic 2–1 di final (Milan), setelah unggul 0–1
→ Klub Belanda pertama yang menjuarai Piala Champions! - Piala UEFA (kini Liga Europa): Juara 2002
→ Kalahkan Borussia Dortmund 3–2 di final Rotterdam — final pertama yang dimainkan di kandang sendiri! - Piala Super UEFA: Juara 1970
- Piala Interkontinental: Juara 1970 — kalahkan Estudiantes (Argentina) 1–0
💡 Feyenoord adalah satu-satunya klub Belanda yang juara Piala Champions, Piala UEFA, Piala Super UEFA, dan Piala Interkontinental.
🏗️ Asal Identitas: Suara dari Pelabuhan Rotterdam
- Feyenoord lahir di distrik Feijenoord, kawasan pelabuhan dan kelas pekerja Rotterdam.
- Warna merah-putih diadopsi sejak awal, terinspirasi dari bendera kota Rotterdam.
- Julukan “De club aan de Maas” menggambarkan akar geografis dan sosial klub — di tepi Sungai Maas, jantung industri Belanda.
💬 “Kami bukan dari pusat kota. Kami dari dermaga, dari pabrik, dari jalan-jalan yang bekerja keras.”
🌟 Era Keemasan: 1960–1970 — Mengguncang Eropa
Di bawah pelatih Ernst Happel, Feyenoord mencapai puncak sejarah:
- 1969–70: Juara Eredivisie + Piala Champions + Piala Interkontinental
- Gaya bermain: Kombinasi total football ala Belanda dengan disiplin taktis ala Jerman
- Pemain legendaris:
- Coen Moulijn — sayap ikonik
- Wim Jansen, Theo van Duivenbode, Ove Kindvall (pencetak gol penentu di final 1970)
💥 Kemenangan 1970 dianggap sebagai titik balik sepak bola Belanda — membuka jalan bagi kejayaan Ajax dan timnas Oranje.
🛳️ De Kuip: Istana di Tepi Maas
- Dibuka: 27 Maret 1937
- Kapasitas: 51.117
- Nama: “De Kuip” (Si Bak Mandi) — karena bentuknya yang melengkung seperti cekungan
- Karakteristik:
- “Zuid 14” dan “Bèta” — tribun suporter paling fanatik di Belanda
- Suasana sangat intim dan menakutkan untuk tim tamu
- Stadion dikelilingi pelabuhan dan jembatan Erasmus — simbol Rotterdam modern
- Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di dunia yang pernah jadi lokasi final Piala UEFA di kandang sendiri (2002).
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Hand in hand, naar Feyenoord toe…
Wij zijn er trots op, altijd getrouw!”
(Bersama-sama, menuju Feyenoord… Kami bangga, selalu setia!)
🔥 Rivalitas Utama
- Ajax Amsterdam → “De Klassieker”
- Rival paling sengit di Belanda — melambangkan Rotterdam (selatan, pekerja) vs Amsterdam (utara, elit)
- Disebut “derbi paling emosional di Eropa” oleh media internasional
- Sparta Rotterdam → “Rotterdam Derby”
- Rival lokal tertua — akar dari persaingan antarklub pelabuhan
- PSV Eindhoven → bagian dari “Big Three” Belanda
🧠 Akademi & Filsafat: “Membangun dari Akar”
- Feyenoord memiliki akademi muda terbaik ke-3 di Belanda
- Melahirkan bintang dunia:
- Robin van Persie
- Giovanni van Bronckhorst
- Georginio Wijnaldum
- Nathan Aké
- Orkun Kökçü
- Filosofi: Kembangkan pemain bermental kuat, disiplin, dan berkomitmen pada klub
💰 Feyenoord dikenal karena model bisnis berkelanjutan:
- Bangun tim dari akademi
- Jual bintang dengan untung besar
- Investasikan kembali untuk masa depan
💡 Fakta Unik
- De Kuip adalah satu-satunya stadion di Eropa yang lokasinya lebih rendah dari permukaan laut.
- Feyenoord adalah klub Belanda pertama yang menang di Santiago Bernabéu (1964) dan Old Trafford (1963).
- Klub ini menolak tawaran investor asing besar — tetap ingin “milik rakyat Rotterdam”.
- Final Piala UEFA 2002 adalah satu-satunya final Eropa utama yang dimainkan di stadion klub itu sendiri.
🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan Eropa
- 2024/25: Target — pertahankan Eredivisie, lolos ke fase gugur Liga Champions, juara Eropa lagi
- Fokus pada:
- Pertahankan pelatih Arne Slot (jika tidak pindah) atau bangun tim baru
- Regenerasi skuad muda
- Perkuat akademi dan identitas “klub rakyat”
“We don’t just play football. We defend Rotterdam.”
💬 Kesimpulan
Feyenoord bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah suara kelas pekerja Belanda, pioneer Eropa yang tak terlupakan, dan bukti bahwa pelabuhan kecil bisa melahirkan raksasa dunia.
“In Rotterdam, we don’t dream of glory. We earn it — with sweat, soul, and a red-and-white heart.”
Sejarah Persib Bandung: Maung Bandung yang Legendaris
Persib Bandung (Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung) adalah salah satu klub sepak bola tertua dan paling populer di Indonesia. Berbasis di Bandung, Jawa Barat, klub ini dikenal dengan julukan Maung Bandung (Harimau Bandung) dan memiliki basis suporter fanatik bernama Bobotoh. Persib adalah klub dengan sejarah panjang, prestasi tinggi, dan rivalitas sengit dengan Persija Jakarta (El Clasico Indonesia).
Pendirian & Awal Mula (1933–1950-an)
Klub didirikan pada 14 Maret 1933 di Bandung dengan nama Persib Bandung, sebagai hasil merger beberapa klub lokal seperti Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). Persib adalah salah satu pendiri PSSI (1930) dan ikut kompetisi kolonial Belanda (NIVB).
- 1933–1940-an: Dominasi di kompetisi kolonial, sering juara regional.
- 1950-an: Juara Perserikatan berulang kali (1950, 1955, 1956, 1960).
Pemain legenda awal: Suharno, Ramang (awal karir), Sukma.
Era Modern & Dominasi (1980-an–2000-an)
Di era Galatama dan Liga Indonesia:
| Tahun | Prestasi Utama | Catatan |
|---|---|---|
| 1985 | Juara Galatama | Gelar pertama era modern |
| 1995 | Juara Galatama | – |
| 2014 | Juara Liga Indonesia | Gelar pertama Liga 1 |
| 2020 | Juara Piala Indonesia | – |
| 2023–2024 | Juara Liga 1 2023-24 | Gelar ke-2 Liga 1 |
- Pemain Legendaris: Robby Darwis, Bejo Sugiantoro, Atep Rizal, Eka Ramdani, Zulham Zamrun, Michael Essien (import singkat), Sergio van Dijk.
Saat Ini (Musim Liga 1 2025-26)
Per Desember 2025, Persib berada di peringkat 2 Liga 1 dengan 25 poin dari 13 laga (8 menang, 1 seri, 4 kalah). Mereka bersaing ketat dengan Persija dan PSM Makassar untuk gelar juara.
Prestasi Utama
- Liga Indonesia/Liga 1: 6 kali juara (1985, 1995, 2014, 2023-24, dll.)
- Piala Indonesia: Juara 1995, 2020
- Piala Presiden: Juara 2015
- Piala Menpora: Juara 2021
Stadion & Identitas
- Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) (kapasitas 38.000) – markas ikonik.
- Warna: Biru-putih.
- Suporter: Bobotoh – salah satu suporter paling besar dan fanatik di Indonesia.
Persib Bandung adalah simbol semangat Bandung dan Jawa Barat, dengan sejarah penuh gelar, rivalitas epik, dan suporter yang luar biasa. Maung Geulis! 💙⚽
