sukses slot
now browsing by category
Sejarah Lost Saga
Sejarah Lost Saga
Lost Saga adalah game pertarungan 3D gratis (free-to-play) bergenre casual fighting MMO yang dikembangkan oleh IO Entertainment (juga disebut Bell Rope atau Baloff di beberapa sumber Korea), sebuah perusahaan game asal Korea Selatan. Game ini menggunakan engine khusus bernama Lost Engine dan menampilkan ratusan hero (mercenary) dari sejarah, mitologi, fiksi ilmiah, dan budaya populer, dengan fitur unik berupa pergantian karakter secara real-time selama pertarungan untuk combo yang lebih panjang.
Game ini menjadi fenomena di warnet-warnet Indonesia pada era 2010-an, bersaing dengan game seperti Point Blank, berkat gameplay cepat 5v5 dan koleksi hero yang beragam (lebih dari 270 hero hingga 2024).
Timeline Sejarah Lost Saga
Berikut adalah garis waktu utama berdasarkan sumber terpercaya:
| Tahun | Peristiwa Utama |
|---|---|
| 2007 | Alpha testing dimulai; Closed Beta di Korea pada 12 Oktober. |
| 2008 | Final Closed Beta di Korea. |
| 2009 | Open Beta di Korea; Rilis resmi di Korea pada 26 Februari oleh IO Entertainment/FOG/Mgame. Rilis NA oleh OGPlanet pada 17 November. |
| 2010-2012 | Ekspansi ke berbagai platform Korea (Daum, Buddy Buddy); Buddy Buddy tutup 25 Mei 2012. |
| 2011 | Rilis di Indonesia oleh Gemscool pada 31 Maret, menjadi hit di warnet. |
| 2013 | NA pindah ke WeMade USA lalu Z8Games (18 Desember); Nexon ambil alih Korea; OGPlanet tutup NA (18 Februari). |
| 2014 | Rilis di Steam (NA) oleh Z8Games pada 20/27 November. |
| 2015 | Nexon tutup server EU (4 Agustus); Hangame tambah layanan Korea. |
| 2016 | Tencent tutup server China setelah 2 tahun beta. |
| 2019 | Z8Games tutup server NA (19 September). |
| 2020 | Gemscool tutup server Indonesia (30 Juni); Nexon Korea tutup (24 Juni); Gravity Game Link rilis Lost Saga Remastered di Indonesia (23 September). |
| 2021 | Lost Saga Origin rilis di Indonesia oleh Gravity Game Link/Valofe pada 6 April (remaster/revival resmi). Papaya Play batal rilis NA. |
Penutupan Server dan Revival
Lost Saga mengalami banyak penutupan karena masalah publisher dan penurunan pemain, terutama di luar Korea. NA dan EU mati total setelah 2019, sementara Indonesia sempat tutup 2020 tapi direvive via Remastered dan Origin oleh Gravity Game Link (dengan Valofe sebagai operator). Korea tetap stabil dengan berbagai publisher, kini dipegang Valofe (Manggem) yang terus tambah konten baru.
Status Saat Ini (Desember 2025)
- Resmi: Masih aktif di Korea (Valofe) dan Indonesia (Lost Saga Origin oleh Valofe/Gravity Game Link, dengan maintenance rutin seperti November 2025).
- Private Server: Sangat populer, terutama NA/EU. Beberapa aktif: Lunar Lost Saga (sejak 2019, hero hingga 220), LS Rebirth (custom content, rilis file 2025), Exotic Reborn. Komunitas di Reddit r/LostSaga ramai bahas server ini.
Detail Skyline Best View Resto Bandung (Update 2025)
Skyline Best View Resto adalah salah satu restoran rooftop paling populer di Bandung, terkenal dengan pemandangan kota 360° yang memukau, terutama malam hari saat city lights berkilauan. Berlokasi di kawasan Dago Pakar (datara tinggi), tempat ini jadi favorit untuk dinner romantis, hangout keluarga, atau foto Instagramable. Restoran ini memiliki desain modern dengan multi-level (3-4 lantai), termasuk rooftop terbuka untuk spot foto terbaik.
Lokasi & Akses
- Alamat: Jl. Bukit Pakar Timur No. 108, Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40198 (dekat Tahura Ir. H. Juanda/Dago Pakar).
- Akses:
- Kendaraan pribadi (parkir luas di lantai 1).
- Ojek online/Grab (rekomendasi karena jalan menanjak).
- Jarak dari pusat kota Bandung: ~30-45 menit.
- Koordinat Google Maps: Cari “Skyline Best View Resto” langsung muncul.
Jam Buka & Reservasi
- Jam Operasional: 10.00 – 23.00 WIB (weekend hingga 24.00 WIB).
- Reservasi: Wajib, terutama weekend/malam hari. Hubungi: (022) 20455666 atau WA +628112276868.
- Tips: Datang sebelum sunset (sekitar 17.30) untuk view terbaik, atau malam untuk city lights.
Fasilitas & Suasana
- Bangunan: 3-4 lantai (lantai 1 parkir, lantai 2-3 indoor dining, lantai 4 rooftop terbuka untuk foto).
- Kapasitas: ~400 orang, ada elevator.
- Suasana: Modern Instagramable, cozy dengan dinding kaca, live music malam hari, udara sejuk Dago.
- Spot Foto: Rooftop dengan background city lights Bandung – sangat romantis malam hari.
- Romantic Package: Dinner set mulai Rp500.000++ (appetizer-dessert, table decor, photo frame).
Menu & Harga (Estimasi 2025)
Menu fusion Indonesia & Western, dengan porsi besar dan rasa enak. Harga reasonable untuk view premium.
- Appetizer: Thai Beef Salad, Escargot, Caesar Salad (Rp50.000–Rp100.000).
- Main Course:
- Steak (Rib Eye, Sirloin, Tenderloin): Rp150.000–Rp300.000.
- Pasta (Creamy Penne Steak, Aglio Olio): Rp100.000–Rp150.000.
- Pizza Bolognese: Rp120.000.
- Indonesian: Nasi Liwet, Sate Maranggi, Nasi Goreng Kecombrang, Soto Betawi (Rp80.000–Rp150.000).
- Chicken Nanban, Smoked Chicken.
- Dessert: Pisang Caramel, Skyline Ice Cream (Rp50.000–Rp80.000).
- Beverages: Pistachio Latte, Kopi Susu Gula Aren, Tropical Tamaringo, Black Tea Cheese Foam (Rp40.000–Rp80.000).
- Harga per Orang: Rp150.000–Rp400.000 (termasuk minuman).
Review Umum: Rasa makanan baik (steak empuk, pasta creamy), porsi besar, service ramah tapi bisa lambat saat ramai. Coffee kadang dikritik kurang enak.
Review & Rating (2025)
- Tripadvisor: 3.5–4/5 (75+ reviews), puji view & ambience, kritik service saat crowded.
- Restaurant Guru: 4.4/5 (14.000+ reviews).
- Google Reviews: 4.3–4.5/5, banyak foto rooftop malam.
- Kelebihan: View terbaik Bandung, spot foto, live music.
- Kekurangan: Ramai weekend, parkir penuh, harga agak mahal untuk beberapa menu.
Foto & Visual
Berikut beberapa gambar Skyline Best View Resto (rooftop view malam, interior, dan city lights):





Tips Berkunjung
- Waktu Terbaik: Malam hari untuk city lights, atau sunset untuk view pegunungan hijau.
- Reservasi: Wajib via WA atau telepon, terutama dinner romantis.
- Budget: Rp300.000–Rp800.000 untuk 2 orang (dinner lengkap).
- Nearby: Dekat Tahura Juanda, Dago Dream Park, atau Punclut untuk lanjut jalan-jalan.
RUSIA
⚽ Akar Sejarah: Era Uni Soviet (1922–1991)
Sebelum Rusia merdeka, sepak bolanya adalah bagian dari Uni Soviet — kekuatan Eropa yang disegani.
- 1936: Liga Soviet pertama diadakan.
- 1956: Juara Olimpiade Melbourne — kemenangan besar atas Yugoslavia.
- 1960: Juara Euro pertama dalam sejarah!
- Kalahkan Yugoslavia 2–1 di final (Paris)
- Gol penentu oleh Viktor Ponedelnik
- 1964 & 1972: Capai final Euro — kalah dari Spanyol dan Jerman Barat
- 1966: Capai perempat final Piala Dunia
- 1988: Capai semi-final Euro
💡 Banyak legenda Soviet berasal dari Rusia modern:
- Lev Yashin — satu-satunya kiper yang pernah menang Ballon d’Or (1963)
- Oleg Blokhin (Ukraina), Khoren Oganesian (Armenia) — simbol multikultural Uni Soviet
🟥 Kelahiran Timnas Rusia (1992–2008)
- 1991: Uni Soviet bubar → Rusia jadi negara merdeka.
- 1994: Rusia ikut Piala Dunia pertama sebagai negara merdeka — gagal dari grup.
- 1996–2004: Gagal lolos ke Euro 1996, 2000, 2004.
- 2002: Lolos ke Piala Dunia, tapi gagal dari grup.
- 2008: Kebangkitan besar!
- Capai semi-final Euro 2008 di bawah pelatih Guus Hiddink
- Kalahkan Belanda 3–1 di perempat final
- Bintang: Andrey Arshavin (legenda Arsenal)
🌟 Ini adalah prestasi terbaik Rusia hingga 2025.
🏟️ Puncak: Tuan Rumah Piala Dunia 2018
- 2010: Rusia dipilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 — keputusan kontroversial karena iklim dan infrastruktur.
- 2018: Rusia tampil sebagai underdog, tapi mencatat keajaiban:
- Kalahkan Arab Saudi 5–0 di laga pembuka
- Kalahkan Mesir 3–1
- Lolos ke 16 besar sebagai juara grup
- Kalahkan Spanyol 4–3 adu penalti — giant-killing terbesar!
- Kalah dari Kroasia di perempat final (3–4 adu penalti)
- Prestasi: Peringkat ke-8 — terbaik sejak 1970 (Soviet)
💬 Kemenangan atas Spanyol disebut “Keajaiban Moskow” — harapan nasional di tengah isolasi global.
🔴 Klub-Klub Rusia: Kekayaan Minyak & Gas
- Liga Rusia (Russian Premier League) didominasi oleh klub yang didanai oligark dan negara:
- Zenit Saint Petersburg: Juara Piala UEFA 2008, Piala Super UEFA 2008
- CSKA Moscow: Juara Piala UEFA 2005 — klub Rusia pertama yang menang trofi Eropa
- Spartak Moscow: 12 gelar liga, klub paling populer
- Lokomotiv Moscow, Dynamo Moscow — raksasa ibukota
💰 Era 2000–2020: Investasi besar dari Gazprom, Rosneft, dan oligark → datangkan Hulk, Witsel, Eto’o, Balotelli
🚫 Isolasi Global: Dampak Invasi Ukraina (2022–Sekarang)
- Februari 2022: Rusia invasi Ukraina → FIFA & UEFA menghukum Rusia:
- Dilarang ikut semua kompetisi internasional (Piala Dunia 2022, Euro 2024)
- Klub Rusia dilarang main di Eropa
- Pemain Rusia boleh main di liga asing, tapi tidak untuk timnas
- 2023–2025: Rusia main di turnamen persahabatan vs negara non-Barat (Iran, Tiongkok, Vietnam)
- Liga Rusia kehilangan sponsor global, kualitas menurun, eksodus pemain asing
🌍 Rusia kini terisolasi dari sepak bola dunia — pertama kalinya sejak Perang Dingin.
🦅 Bintang Legendaris Rusia
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1960s | Lev Yashin | Satu-satunya kiper pemenang Ballon d’Or, legenda dunia |
| 2000s | Andrey Arshavin | Bintang Euro 2008, ikon Arsenal |
| 2010s | Igor Akinfeev | Kiper CSKA, 100+ caps, pahlawan Piala Dunia 2018 |
| 2020s | Aleksandr Golovin | Gelandang Monaco, bintang modern |
⚽ Lev Yashin dijuluki “Black Spider” karena refleks dan jersey hitamnya — monumen hidup sepak bola Rusia.
🧭 Tantangan Masa Depan
- Kembali ke kompetisi FIFA/UEFA — tergantung resolusi perang
- Bangun kembali kepercayaan global
- Pertahankan akademi muda di tengah krisis
- Jadikan sepak bola sebagai jembatan damai, bukan alat politik
💬 Kesimpulan
Sepak bola Rusia adalah cermin sejarahnya:
- Dari kejayaan Soviet,
- Kebangkitan pasca-1991,
- Keajaiban 2018,
- Hingga isolasi 2022.
Ia lahir dari salju Moskow, dibesarkan oleh semangat Yashin, dan pernah membuat dunia terdiam di Luzhniki. Tapi kini, di tengah perang, bola berhenti berputar di panggung dunia.
“Kami pernah jadi raksasa. Sekarang, kami menunggu izin untuk kembali bermain.”
🇷🇺 Fakta Unik
- Lev Yashin adalah satu-satunya kiper yang pernah menang Ballon d’Or (1963).
- Rusia 2018 adalah satu-satunya tuan rumah Piala Dunia yang lolos dari grup sejak 2002.
- Luzhniki Stadium di Moskow adalah satu-satunya stadion di dunia yang pernah jadi lokasi final Olimpiade (1980), final Liga Champions (2008), dan final Piala Dunia (2018).
- CSKA Moscow 2005 adalah klub Rusia pertama yang juara Piala UEFA.
Film Propaganda Orde Baru Lain Selain Pengkhianatan G30S/PKI
Selama Orde Baru (1966–1998), pemerintah Soeharto menggunakan film sebagai alat propaganda utama untuk membentuk narasi resmi: menekankan bahaya komunisme/PKI, memuliakan Pancasila, dan mengagungkan pembangunan serta kepemimpinan Soeharto. Selain Pengkhianatan G30S/PKI (1984) yang paling terkenal dan wajib tayang, ada beberapa film lain yang jelas berfungsi sebagai propaganda negara. Berikut daftar utama:
1. Janur Kuning (1980)
- Sutradara: Alam Surawidjaja
- Produser: G. Dwipayana (sama dengan G30S/PKI)
- Sinopsis: Menggambarkan peran Soeharto sebagai “pahlawan penumpas G30S” melalui operasi penyelamatan Presiden Soekarno di Istana Bogor (disebut “Operasi Janur Kuning”).
- Elemen Propaganda:
- Soeharto digambarkan sebagai satu-satunya jenderal yang tenang, berani, dan berpikir jernih saat chaos.
- PKI digambarkan sebagai pengkhianat yang ingin membunuh Soekarno.
- Adegan heroik Soeharto memerintahkan pasukan menumpas pemberontak.
- Dampak: Film ini jadi “pendamping” G30S/PKI untuk menegaskan Soeharto sebagai penyelamat bangsa.
2. Serangan Fajar (1981)
- Sutradara: Arifin C. Noer
- Sinopsis: Rekonstruksi Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, dengan fokus peran Soeharto (saat masih letnan kolonel) sebagai komandan sektor.
- Elemen Propaganda:
- Soeharto digambarkan sebagai pahlawan perang kemerdekaan yang brilian.
- Menekankan nasionalisme dan anti-kolonialisme, sekaligus membangun citra Soeharto sebagai pemimpin militer sejak muda.
- Catatan: Film ini bagian dari upaya membangun “kultus kepribadian” Soeharto sebagai pahlawan dari perang kemerdekaan hingga penumpas PKI.
3. Perjuangan dan Doa (1980)
- Sutradara: Matnoor Tindaon
- Sinopsis: Kisah perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah, dengan penekanan pada nilai-nilai Pancasila dan pembangunan Orde Baru.
- Elemen Propaganda: Menggambarkan Orde Baru sebagai penerus semangat perjuangan 1945, kontras dengan “kekacauan” Orde Lama.
4. Film Dokumenter & Pendek PPFN (Pusat Produksi Film Negara)
Orde Baru memproduksi ratusan film pendek dan dokumenter melalui PPFN (didirikan 1975):
- Indonesia Maju series: Pembangunan infrastruktur, Repelita, swasembada pangan.
- Pancasila Sakti: Animasi dan dokumenter tentang “kesaktian Pancasila” melawan komunisme.
- Film Anti-PKI: Seperti “Api Pancasila” atau “Pengkhianatan PKI” versi pendek yang diputar di bioskop sebelum film utama.
5. Film Komersial dengan Sentuhan Propaganda
- Kereta Api Terakhir (1981) – Menggambarkan pembangunan kereta api sebagai simbol kemajuan Orde Baru.
- Beberapa film perang kemerdekaan seperti Enam Jam di Yogya (remake) – menonjolkan peran militer (ABRI) sebagai penjaga negara.
Ciri Umum Film Propaganda Orde Baru
- Produser Utama: G. Dwipayana (kepala PPFN, orang dekat Soeharto).
- Tema Berulang: Anti-PKI, pemujaan Pancasila, pembangunan, peran besar ABRI/Soeharto.
- Wajib Tayang: Banyak diputar di bioskop, sekolah, dan TVRI sebagai “film wajib”.
- Pasca-Reformasi: Banyak dikritik sebagai propaganda, narasi sepihak, dan manipulasi sejarah.
Film-film ini efektif membentuk persepsi publik selama 32 tahun Orde Baru, tapi kini dianggap sebagai artefak propaganda yang kontroversial. Sejarah melalui lensa kekuasaan.
Adegan Kontroversial di Film “Pengkhianatan G30S/PKI” (1984)
Film Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer (1984) menjadi salah satu karya paling kontroversial dalam sejarah perfilman Indonesia. Adegan-adegan di bagian Lubang Buaya, terutama penyiksaan terhadap para jenderal oleh anggota PKI dan Gerwani, sering dikritik karena dianggap berlebihan, tidak didukung bukti historis kuat, dan berfungsi sebagai propaganda Orde Baru. Berikut detail adegan utama yang kontroversial, berdasarkan deskripsi film dan kritik sejarawan.
1. Adegan Penyiksaan Sadis di Lubang Buaya
- Deskripsi dalam Film: Para jenderal yang ditangkap hidup-hidup (seperti Letjen Suprapto, Letjen Parman, dll.) dibawa ke Lubang Buaya. Mereka disiksa secara brutal: dipukul, ditusuk, disundut rokok, disayat dengan silet (termasuk wajah dan kemaluan), mata dicongkel, serta dipermalukan secara seksual. Penyiksa utama digambarkan sebagai anggota Pemuda Rakyat dan Gerwani (organisasi wanita PKI) yang menari erotis sambil menyanyi “Genjer-Genjer” dan tertawa kejam.
- Durasi & Dampak Visual: Adegan ini panjang dan grafis (darah berceceran, jeritan korban), diiringi musik dramatis dan lagu “Genjer-Genjer” sebagai simbol kebiadaban.
- Kontroversi:
- Tidak Sesuai Fakta Sejarah: Laporan visum et repertum (otopsi resmi 1965) oleh tim dokter forensik (dipimpin Brigjen Roebiono Kertopati) hanya menemukan luka tembakan sebagai penyebab kematian. Tidak ada bukti penyiksaan brutal seperti pencungkilan mata, penyayatan kemaluan, atau penyiletan oleh Gerwani.
- Propaganda Anti-PKI: Adegan ini sengaja dilebih-lebihkan untuk mendemonisasi PKI dan Gerwani sebagai “biadab” serta “ateis”, membenarkan pembantaian massal 1965-1966. Sejarawan seperti Asvi Warman Adam, John Roosa, dan Bonnie Triyana menyebut ini “rekayasa dramatis” tanpa dasar bukti kuat.
- Trauma Psikologis: Adegan ini wajib ditonton anak sekolah hingga 1998, menyebabkan trauma bagi generasi 1980-1990-an.
2. Adegan Penculikan & Pembunuhan Awal
- Deskripsi: Pasukan Cakrabirawa menembak Jenderal Ahmad Yani di rumahnya, menculik yang lain, dan membawa ke Lubang Buaya. Ada adegan darah mengalir dari tubuh Ade Irma Nasution (putri Yani yang tewas tertembak).
- Kontroversi: Beberapa detail seperti lokasi Halim Perdana Kusuma digambarkan terlalu dekat dengan Lubang Buaya (padahal jaraknya cukup jauh), serta penyudutan PKI sebagai dalang tunggal tanpa konteks politik kompleks.
3. Adegan Lagu “Genjer-Genjer” & Tarian Gerwani
- Deskripsi: Saat penyiksaan, Gerwani menari erotis dan menyanyi “Genjer-Genjer” sambil tertawa.
- Kontroversi: Lagu rakyat Jawa ini sebenarnya netral (tentang kemiskinan), tapi digambarkan sebagai simbol kekejaman PKI. Ini dianggap manipulasi untuk membangkitkan kebencian.
Kritik Sejarawan & Dampak
- Asvi Warman Adam: Film “cacat fakta historis”, adegan penyiksaan tidak sesuai visum.
- John Roosa: Penggambaran seperti “fantasi propaganda”, korban utamanya ditembak, bukan disiksa ekstrem.
- Bonnie Triyana: Lebih sebagai propaganda Orde Baru daripada dokumenter sejarah.
- Hilmar Farid: Efektif tanam kebencian terhadap PKI pada generasi muda.
Film ini (durasi 4,5 jam) diproduksi atas perintah pemerintah Orde Baru (biaya Rp800 juta), wajib tayang hingga 1998. Kini dianggap artefak propaganda, meski masih jadi referensi Hari Kesaktian Pancasila.
Peristiwa G30S/PKI dalam Film: Penggambaran di Layar Lebar
Peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) telah menjadi salah satu tema paling kontroversial dalam perfilman Indonesia. Penggambaran di film sangat dipengaruhi oleh narasi resmi Orde Baru, yang menekankan PKI sebagai dalang utama kudeta berdarah. Berikut film-film utama yang mengangkat peristiwa ini, dengan fokus pada Pengkhianatan G30S/PKI yang paling ikonik.
1. Pengkhianatan G30S/PKI (1984) – Film Wajib Orde Baru
- Sutradara: Arifin C. Noer
- Produser: G. Dwipayana (atas perintah Soeharto)
- Durasi: 270 menit (versi panjang)
- Pemain Utama: Amoroso Katamsi (Soeharto), Umar Kayam (Soekarno), Bram Adrianto (Untung), Syu’bah Asa (D.N. Aidit)
Sinopsis & Penggambaran:
- Film ini mengikuti narasi resmi Orde Baru: PKI melalui pasukan Cakrabirawa di bawah Letkol Untung menculik, menyiksa, dan membunuh 6 jenderal + 1 ajudan di Lubang Buaya.
- Adegan paling terkenal dan kontroversial: penyiksaan sadis terhadap para jenderal (mata dicongkel, kemaluan dipotong) oleh Gerwani (organisasi wanita PKI) – narasi yang kini dianggap propaganda dan banyak dibantah sejarawan.
- Film ditutup dengan Soeharto mengambil alih kekuasaan dan menumpas PKI.
Dampak:
- Wajib Tayang: Dari 1984 hingga 1998, film ini wajib ditayangkan di TVRI setiap 30 September dan di sekolah-sekolah.
- Propaganda Orde Baru: Digunakan untuk membenarkan pembantaian massal 1965-1966 dan mengokohkan kekuasaan Soeharto.
- Kontroversi Modern: Setelah Reformasi, adegan penyiksaan dianggap berlebihan dan tidak akurat secara historis. Film ini kini jarang ditayangkan, tapi masih tersedia di YouTube (versi resmi TNI).
2. Film Lain yang Mengangkat G30S/PKI
- Gie (2005) – Sutradara: Riri Riza Menggambarkan latar belakang 1965 dari sudut pandang Soe Hok Gie (aktivis mahasiswa). Tidak fokus pada Lubang Buaya, tapi menunjukkan ketegangan politik dan pembantaian pasca-G30S. Lebih netral dan humanis.
- Sang Penari (2011) – Sutradara: Ifa Isfansyah Adaptasi novel Ahmad Tohari, menggambarkan dampak G30S di pedesaan Jawa: pembantaian massal dan trauma masyarakat.
- November 1828 (2013) – Sutradara: Teguh Karya (remake) Meski latar Perang Diponegoro, ada paralel dengan isu pengkhianatan.
- Documentary & Film Pendek:
- The Act of Killing (2012) & The Look of Silence (2014) oleh Joshua Oppenheimer – Dokumenter internasional yang mengungkap perspektif pelaku pembantaian 1965-66 dari sisi eksekutor, bukan korban resmi.
Kontroversi Penggambaran di Film
- Narasi Orde Baru: Film 1984 menekankan PKI sebagai “biadab” dan “ateis”, dengan adegan sadis untuk membangkitkan kebencian.
- Pasca-Reformasi: Banyak sejarawan (seperti Asvi Warman Adam, John Roosa) membantah detail penyiksaan oleh Gerwani. Versi alternatif menyebut korban ditembak mati, bukan disiksa secara ekstrem.
- Dampak Psikologis: Generasi 1980-1990-an trauma karena wajib nonton film ini di sekolah.
Saat Ini (2025)
Film Pengkhianatan G30S/PKI tidak lagi wajib tayang, tapi tetap jadi referensi sejarah resmi di kurikulum pendidikan dan Hari Kesaktian Pancasila (1 Oktober). Versi digital tersedia di YouTube resmi TNI AD.
Peristiwa G30S/PKI di film mencerminkan bagaimana kekuasaan menggunakan media untuk membentuk narasi nasional. Sejarah yang kompleks, tapi tetap jadi pelajaran penting
Feyenoord
🔴⚪ Profil Singkat Feyenoord
- Nama lengkap: Feyenoord Rotterdam
- Didirikan: 19 Juli 1908
- Kota: Rotterdam, Zuid-Holland, Belanda
- Stadion: Stadion Feijenoord (dikenal sebagai “De Kuip” — The Tub), kapasitas: 51.117
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- De club aan de Maas
- Feyenoord
- De Trots van Zuid (Kebanggaan Selatan)
- Pemilik: Klub milik anggota (socios) — lebih dari 30.000 anggota
🏆 Prestasi: Raksasa Belanda dengan Jiwa Eropa
Feyenoord adalah salah satu klub paling bersejarah di Eropa, dan pioneer pertama Belanda di panggung Eropa.
Domestik (Belanda)
- Juara Eredivisie: 16 kali
- Tahun-tahun emas: 1960–1970-an, 1990-an, 2017, 2023
- Juara Piala KNVB: 13 kali — rekor terbanyak sepanjang sejarah!
- Juara Johan Cruijff Shield: 5 kali
Eropa & Dunia — KEJAYAAN ABADI
- Piala Champions (kini Liga Champions): Juara 1970
→ Mengalahkan Celtic 2–1 di final (Milan), setelah unggul 0–1
→ Klub Belanda pertama yang menjuarai Piala Champions! - Piala UEFA (kini Liga Europa): Juara 2002
→ Kalahkan Borussia Dortmund 3–2 di final Rotterdam — final pertama yang dimainkan di kandang sendiri! - Piala Super UEFA: Juara 1970
- Piala Interkontinental: Juara 1970 — kalahkan Estudiantes (Argentina) 1–0
💡 Feyenoord adalah satu-satunya klub Belanda yang juara Piala Champions, Piala UEFA, Piala Super UEFA, dan Piala Interkontinental.
🏗️ Asal Identitas: Suara dari Pelabuhan Rotterdam
- Feyenoord lahir di distrik Feijenoord, kawasan pelabuhan dan kelas pekerja Rotterdam.
- Warna merah-putih diadopsi sejak awal, terinspirasi dari bendera kota Rotterdam.
- Julukan “De club aan de Maas” menggambarkan akar geografis dan sosial klub — di tepi Sungai Maas, jantung industri Belanda.
💬 “Kami bukan dari pusat kota. Kami dari dermaga, dari pabrik, dari jalan-jalan yang bekerja keras.”
🌟 Era Keemasan: 1960–1970 — Mengguncang Eropa
Di bawah pelatih Ernst Happel, Feyenoord mencapai puncak sejarah:
- 1969–70: Juara Eredivisie + Piala Champions + Piala Interkontinental
- Gaya bermain: Kombinasi total football ala Belanda dengan disiplin taktis ala Jerman
- Pemain legendaris:
- Coen Moulijn — sayap ikonik
- Wim Jansen, Theo van Duivenbode, Ove Kindvall (pencetak gol penentu di final 1970)
💥 Kemenangan 1970 dianggap sebagai titik balik sepak bola Belanda — membuka jalan bagi kejayaan Ajax dan timnas Oranje.
🛳️ De Kuip: Istana di Tepi Maas
- Dibuka: 27 Maret 1937
- Kapasitas: 51.117
- Nama: “De Kuip” (Si Bak Mandi) — karena bentuknya yang melengkung seperti cekungan
- Karakteristik:
- “Zuid 14” dan “Bèta” — tribun suporter paling fanatik di Belanda
- Suasana sangat intim dan menakutkan untuk tim tamu
- Stadion dikelilingi pelabuhan dan jembatan Erasmus — simbol Rotterdam modern
- Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di dunia yang pernah jadi lokasi final Piala UEFA di kandang sendiri (2002).
🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Hand in hand, naar Feyenoord toe…
Wij zijn er trots op, altijd getrouw!”
(Bersama-sama, menuju Feyenoord… Kami bangga, selalu setia!)
🔥 Rivalitas Utama
- Ajax Amsterdam → “De Klassieker”
- Rival paling sengit di Belanda — melambangkan Rotterdam (selatan, pekerja) vs Amsterdam (utara, elit)
- Disebut “derbi paling emosional di Eropa” oleh media internasional
- Sparta Rotterdam → “Rotterdam Derby”
- Rival lokal tertua — akar dari persaingan antarklub pelabuhan
- PSV Eindhoven → bagian dari “Big Three” Belanda
🧠 Akademi & Filsafat: “Membangun dari Akar”
- Feyenoord memiliki akademi muda terbaik ke-3 di Belanda
- Melahirkan bintang dunia:
- Robin van Persie
- Giovanni van Bronckhorst
- Georginio Wijnaldum
- Nathan Aké
- Orkun Kökçü
- Filosofi: Kembangkan pemain bermental kuat, disiplin, dan berkomitmen pada klub
💰 Feyenoord dikenal karena model bisnis berkelanjutan:
- Bangun tim dari akademi
- Jual bintang dengan untung besar
- Investasikan kembali untuk masa depan
💡 Fakta Unik
- De Kuip adalah satu-satunya stadion di Eropa yang lokasinya lebih rendah dari permukaan laut.
- Feyenoord adalah klub Belanda pertama yang menang di Santiago Bernabéu (1964) dan Old Trafford (1963).
- Klub ini menolak tawaran investor asing besar — tetap ingin “milik rakyat Rotterdam”.
- Final Piala UEFA 2002 adalah satu-satunya final Eropa utama yang dimainkan di stadion klub itu sendiri.
🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan Eropa
- 2024/25: Target — pertahankan Eredivisie, lolos ke fase gugur Liga Champions, juara Eropa lagi
- Fokus pada:
- Pertahankan pelatih Arne Slot (jika tidak pindah) atau bangun tim baru
- Regenerasi skuad muda
- Perkuat akademi dan identitas “klub rakyat”
“We don’t just play football. We defend Rotterdam.”
💬 Kesimpulan
Feyenoord bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah suara kelas pekerja Belanda, pioneer Eropa yang tak terlupakan, dan bukti bahwa pelabuhan kecil bisa melahirkan raksasa dunia.
“In Rotterdam, we don’t dream of glory. We earn it — with sweat, soul, and a red-and-white heart.”
Negara Termiskin di Dunia 2025: Daftar Lengkap dan Penyebabnya
Dalam era globalisasi saat ini, ketimpangan ekonomi antarnegara masih menjadi isu besar. Negara termiskin di dunia sering kali diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita, yang mencerminkan pendapatan rata-rata penduduk suatu negara. Menurut proyeksi terbaru, negara-negara di Afrika dan Asia Selatan mendominasi daftar ini karena faktor seperti konflik berkepanjangan, ketergantungan pada pertanian subsisten, dan kurangnya akses ke pasar global. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang negara termiskin di dunia, termasuk daftar top 10 berdasarkan PDB per kapita nominal untuk tahun 2025, penyebab utama kemiskinan, dan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Informasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembaca yang mencari tahu lebih lanjut tentang kondisi ekonomi global.
Apa yang Dimaksud dengan Negara Termiskin di Dunia?
Sebelum membahas daftar, penting untuk memahami kriteria penilaian. Negara termiskin di dunia biasanya ditentukan oleh PDB per kapita nominal, yang menghitung nilai barang dan jasa yang diproduksi dibagi dengan jumlah penduduk, tanpa penyesuaian daya beli. Data ini bersumber dari lembaga seperti Dana Moneter Internasional (IMF), yang memperkirakan nilai untuk tahun 2025. PDB per kapita rendah menandakan akses terbatas terhadap pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Faktor lain seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga sering dikaitkan, tetapi fokus utama di sini adalah aspek ekonomi.
Menurut estimasi IMF, negara termiskin di dunia pada 2025 memiliki PDB per kapita di bawah 600 dolar AS per tahun. Ini berarti penduduknya hidup dengan kurang dari 2 dolar per hari, jauh di bawah garis kemiskinan internasional. Kondisi ini diperburuk oleh perubahan iklim, pandemi, dan gejolak politik. Mari kita lihat daftar lengkapnya.






