taruhan bola
now browsing by category
Sejarah Persija Jakarta: Macan Kemayoran yang Legendaris
Persija Jakarta (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah salah satu klub sepak bola tertua dan paling bersejarah di Indonesia. Berbasis di Jakarta, klub ini dikenal sebagai Macan Kemayoran atau Macan Jakarta, dengan basis suporter fanatik bernama Jakmania. Persija adalah klub dengan jumlah gelar Liga Indonesia terbanyak (11 gelar) dan rivalitas abadi dengan Persib Bandung (El Clasico Indonesia).
Pendirian & Awal Mula (1928–1940-an)
Klub didirikan pada 8 November 1928 di Batavia (sekarang Jakarta) dengan nama VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Ini adalah klub tertua di Indonesia yang masih aktif hingga kini.
- 1928–1930-an: Bermain di kompetisi kolonial Belanda (NIVB), sering juara.
- 1940-an: Setelah kemerdekaan, nama berubah menjadi Persija Jakarta pada 1945.
Era Kejayaan (1950-an–1980-an)
Persija mendominasi sepak bola Indonesia pasca-kemerdekaan.
| Tahun | Prestasi Utama | Catatan |
|---|---|---|
| 1950s–1960s | Juara Perserikatan berulang | Dominasi dengan pemain legenda seperti Ramang |
| 1970s | Juara Perserikatan | – |
| 1980s | Juara Galatama | – |
Pemain ikonik: Ramang, Sukma, Abdul Kadir.
Era Modern & Dominasi Liga (1990-an–2010-an)
Di era Liga Indonesia profesional:
| Tahun | Prestasi Utama | Catatan |
|---|---|---|
| 2001 | Juara Liga Indonesia | Gelar pertama era modern |
| 2018 | Juara Liga 1 | Gelar ke-11, terbanyak sepanjang masa |
| 2019 | Juara Piala Indonesia | – |
| 2021 | Juara Piala Menpora | Turnamen pra-Liga 1 |
- Pemain Legendaris: Bambang Pamungkas (Bepe), Ismed M. Nur, Andritany Ardhiyasa, Novrizal, Firman Utina.
- Rivalitas: Persib Bandung (El Clasico Indonesia), Persipura Jayapura, Persebaya Surabaya.
Tragedi & Kontroversi
- Tragedi Kanjuruhan (1 Oktober 2022): Saat Persija vs Arema, kerusuhan suporter menewaskan 135 orang – dampak besar pada regulasi suporter.
- Isu Finansial: Pernah kesulitan, tapi stabil dengan dukungan Jakmania.
Saat Ini (Musim Liga 1 2025-26)
Per Desember 2025, Persija berada di peringkat 5 Liga 1 dengan 21 poin dari 13 laga (6 menang, 3 seri, 4 kalah). Mereka sedang bersaing di zona atas.
Prestasi Utama
- Liga Indonesia/Liga 1: 11 kali juara (rekor terbanyak: 1964, 1971, 1975, 1979, 1988, 2001, 2018, dll.)
- Piala Indonesia: Juara 1999, 2000, 2005, 2019
- Piala Presiden: Juara 2018
- Piala Menpora: Juara 2021
Stadion & Identitas
- Stadion Utama Gelora Bung Karno (kapasitas 77.193) – markas utama.
- Warna: Merah-hitam.
- Suporter: Jakmania – salah satu suporter paling besar dan fanatik di Indonesia.
Persija Jakarta adalah simbol sepak bola Jakarta dan Indonesia, dengan sejarah penuh gelar dan suporter yang luar biasa. Kemayoran Bangkit! 🔴🖤
Sejarah Arema FC: Singa Singo Edan dari Malang
Arema FC (Arema Football Club) adalah salah satu klub sepak bola paling legendaris dan populer di Indonesia. Berbasis di Malang, Jawa Timur, klub ini dikenal dengan julukan Singo Edan (Singa Gila) dan memiliki basis suporter fanatik bernama Aremania. Arema adalah klub yang identik dengan semangat juang, prestasi tinggi, dan rivalitas sengit.
Pendirian & Awal Mula (1987–1990-an)
Klub didirikan pada 11 Agustus 1987 di Malang oleh Acub Zaenal, Ahmad Kusuma, dan Oerip Kuswandoro. Nama “Arema” berasal dari singkatan Arek Malang (Anak Malang), mencerminkan identitas lokal.
- 1987–1991: Bermain di Divisi Utama PSSI, promosi ke Galatama (liga semi-profesional).
- 1992–1994: Debut di Galatama, finis mid-table.
Era Kejayaan (2000-an–2010-an)
Di bawah manajemen Abdul Latif dan pelatih seperti Robert Rene Alberts, Arema mendominasi sepak bola Indonesia.
| Tahun | Prestasi Utama | Catatan |
|---|---|---|
| 2002 | Juara Liga Indonesia | Gelar pertama |
| 2009–10 | Juara Liga Indonesia | Dominasi dengan Boaz & Sergio Farias |
| 2010 | Juara Community Shield | – |
| 2011 | Juara Indonesia Super League | – |
| 2017 | Juara Piala Presiden | Gelar pertama Piala Presiden |
| 2020 | Juara Piala Menpora | Turnamen pra-Liga 1 |
- Pemain Legendaris: Bambang Pamungkas (awal karir), Boaz Solossa (bintang Papua), Kurniawan Dwi Yulianto, Ponaryo Astaman, Cristian Gonzales, Irfan Bachdim, Hendro Siswanto.
- Rivalitas: Persija Jakarta (El Clasico Indonesia), Persib Bandung, Persebaya Surabaya.
Krisis & Perubahan (2018–Sekarang)
- 2018–2020: Degradasi ke Liga 2 (2018) karena masalah finansial, tapi promosi kembali 2019.
- 2020–2021: Juara Piala Menpora (turnamen pra-Liga 1).
- 2021–2025: Stabil di Liga 1, finis mid-table hingga top 6 beberapa kali.
- Musim 2025-26 (per Desember 2025): Peringkat 8th Liga 1 dengan 18 poin dari 13 laga (5 menang, 3 seri, 5 kalah).
Prestasi Utama
- Liga Indonesia/Liga 1: 3 kali juara (2002, 2009–10, 2010–11)
- Piala Presiden: Juara 2017
- Piala Menpora: Juara 2020
- Community Shield: Juara 2010
- Rekor: Klub dengan jumlah gelar Liga Indonesia terbanyak bersama Persipura & Persija (3 gelar).
Stadion & Identitas
- Stadion Kanjuruhan (kapasitas 42.000) – markas ikonik, meski tragis karena Kanjuruhan Disaster (1 Oktober 2022, 135 korban).
- Warna: Biru-hitam-putih.
- Suporter: Aremania – salah satu suporter paling fanatik di Indonesia.
Saat Ini (Desember 2025)
Arema tetap kompetitif di Liga 1 2025-26, dengan fokus rebuild pasca-tragedi Kanjuruhan. Pelatih Fernando Gaston membawa stabilitas, tapi target juara masih jauh. Klub juga aktif di akademi dan program sosial.
Arema FC adalah simbol semangat Malang dan Jawa Timur, dengan sejarah penuh prestasi dan tragedi. Singo Edan! 💙🖤
Sejarah Persipura Jayapura: Klub Legendaris Papua
Persipura Jayapura adalah salah satu klub sepak bola paling sukses dan ikonik di Indonesia, berbasis di Jayapura, Papua. Klub ini dikenal sebagai “Mutiara Hitam” dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Papua. Persipura mendominasi Liga Indonesia pada era 2000-an hingga 2010-an sebelum menghadapi masalah finansial dan degradasi.
Pendirian & Awal Mula (1963–1990-an)
Klub didirikan pada 8 Agustus 1963 sebagai Persipura Jayapura (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jayapura). Awalnya bernama Persipura Jayapura dari hasil merger beberapa klub lokal di Papua.
- 1963–1980-an: Bermain di liga regional dan nasional, sering naik-turun divisi.
- 1990-an: Mulai naik daun di Liga Indonesia, dengan pemain lokal seperti Jack Komboy dan Boaz Solossa yang kemudian jadi legenda.
Era Kejayaan (2000-an–2010-an)
Di bawah manajemen Benny Simanjuntak dan pelatih Jacksen F. Tiago, Persipura menjadi raja Liga Indonesia.
| Tahun | Prestasi Utama | Catatan |
|---|---|---|
| 2005 | Juara Liga Indonesia | Dominasi pertama |
| 2006 | Juara Liga Indonesia | Back-to-back |
| 2009 | Juara Liga Indonesia | Dominasi Papua |
| 2011 | Juara Liga Indonesia | Rekor gelar ke-4 |
| 2014 | Juara Liga Indonesia | Gelar ke-5 |
| 2006–2017 | Juara Indonesia Super League / Liga 1 | 5 kali juara |
- Boaz Solossa jadi ikon: Top scorer berulang kali, gol terbanyak sepanjang masa liga (240+ gol).
- Pemain Legendaris: Boaz Solossa, Beto Gonçalves, Ferinando Pahabol, Ian Louis Kabes, Jhonny Edison Isir, Imanuel Wanggai.
Persipura juga berprestasi di Asia: lolos ke AFC Cup 2014 (8 besar).
Krisis & Degradasi (2018–Sekarang)
- 2018: Degradasi ke Liga 2 karena masalah finansial dan sanksi PSSI.
- 2019–2022: Bermain di Liga 2, Boaz kembali 2022 untuk pensiun.
- 2022–sekarang: Tetap di Liga 2, tanpa promosi. Masalah keuangan dan manajemen membuat klub tak lagi kompetitif di Liga 1.
Prestasi Utama
- Liga Indonesia/Liga 1: 5 kali juara (2005, 2006, 2009, 2011, 2014) – rekor bersama Arema FC & Persipura sendiri.
- Piala Indonesia: Runner-up 2007.
- Piala AFC: 8 besar 2014.
- Rekor Gol: Boaz Solossa (240+ gol, terbanyak Liga Indonesia sepanjang masa).
Stadion & Identitas
- Stadion Mandala (kapasitas 30.000) – markas legendaris.
- Warna: Hitam-kuning-merah (simbol Papua).
- Suporter: Ultras Persipura, sangat fanatik dan sering jadi sorotan.
Saat Ini (Desember 2025)
Persipura masih di Liga 2, tanpa promosi sejak degradasi. Klub berusaha bangkit dengan akademi dan pemain lokal Papua, tapi tantangan finansial besar.
Persipura Jayapura adalah legenda sepak bola Papua dan Indonesia, dengan era kejayaan yang sulit dilupakan. Meski kini di Liga 2, warisan Boaz dan gelar juara tetap abadi. Mutiara Hitam! 🇮🇩⚽
Profil Boaz Solossa: Legenda Penyerang Persipura & Timnas Indonesia
Boaz Theofilus Erwin Solossa (lahir 16 Maret 1986 di Sorong, Papua) adalah salah satu penyerang legendaris sepak bola Indonesia. Ia dikenal sebagai bomber ulung Persipura Jayapura, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Indonesia, dan ikon Timnas Indonesia. Kariernya membentang dari 2004 hingga pensiun pada 2022, dengan julukan “The Papua Bomber”.
Data Pribadi
- Nama Lengkap: Boaz Theofilus Erwin Solossa
- Tanggal Lahir: 16 Maret 1986 (usia 39 tahun per Desember 2025)
- Tempat Lahir: Sorong, Papua Barat, Indonesia
- Tinggi Badan: 180 cm
- Posisi Utama: Penyerang Tengah (Striker)
- Kaki Dominan: Kaki Kanan
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Status Saat Ini: Pensiun (2022), kini pelatih dan komentator
Karir Klub
Boaz hampir seluruh kariernya dihabiskan di Persipura Jayapura, klub ikonik Papua yang mendominasi Liga Indonesia era 2000-an hingga 2010-an.
| Tahun | Klub | Kompetisi | Penampilan | Gol | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| 2004–2018 | Persipura Jayapura | Liga Indonesia/Liga 1 | 378 | 217 | Rekor gol terbanyak Persipura & Liga Indonesia |
| 2018–2022 | Borneo FC | Liga 1 | 78 | 18 | Pindah setelah Persipura degradasi |
| 2022 | Persipura Jayapura (kembali) | Liga 2 | 10 | 5 | Pensiun di klub asal |
Total Karir Klub: Lebih dari 466 penampilan, 240+ gol (rekor pencetak gol terbanyak Liga Indonesia sepanjang masa hingga 2025).
Karir Timnas Indonesia
- Debut: 2004 vs Singapura
- Caps: 49 caps (rekor saat pensiun)
- Gol: 14 gol
- Prestasi Utama:
- Runner-up Piala AFF 2004, 2010
- Juara Merdeka Tournament 2006
- Gol ikonik: vs Bahrain (AFF 2010), vs Malaysia
Boaz adalah kapten dan top scorer Timnas di beberapa turnamen regional.
Prestasi & Penghargaan
- Liga Indonesia/Liga 1: 5 kali juara (2005, 2006, 2009, 2011, 2014) dengan Persipura
- Top Scorer Liga Indonesia: 2004–05, 2005–06, 2008–09, 2010–11
- Pemain Terbaik Liga Indonesia: 2005, 2009
- Pensiun dengan Laga Testimonial: 2022 vs Persija Jakarta (Indomilk Arena, penuh emosi)
Gaya Bermain & Kontribusi
Boaz adalah striker komplet: tajam di kotak penalti, kuat duel udara, dan akurat dalam penyelesaian akhir. Ia juga dikenal sebagai pemimpin di lapangan dan di luar lapangan (pembawa semangat Papua). Kekuatannya: insting gol, heading, dan tendangan bebas. Kelemahan: kurang cepat di usia tua.
Kehidupan Pasca-Pensiun
- 2022–sekarang: Komentator sepak bola (Vidio, Indosiar)
- Pelatih: Asisten pelatih Persipura U-20
- Bisnis & Sosial: Akademi sepak bola Boaz Solossa di Papua, aktif kampanye pendidikan olahraga di Papua Barat
Boaz Pamungkas adalah legenda hidup sepak bola Indonesia, simbol ketangguhan Papua, dan inspirasi bagi generasi baru. The Papua Bomber forever! 🇮🇩⚽
Profil Brian Fatari: Bek Tangguh Dewa United FC
Brian Fatari (lahir 3 Februari 2002 di Jakarta, Indonesia) adalah pemain sepak bola profesional Indonesia yang bermain sebagai bek kanan (right-back) untuk Dewa United FC di Liga 1 Indonesia. Ia dikenal dengan kecepatan, tackling kuat, dan kontribusi ofensif dari sisi kanan, serta sering menjadi pilihan utama pelatih Jan Olde Riekerink.
Data Pribadi & Karir Awal
- Nama Lengkap: Brian Fatari
- Tanggal Lahir: 3 Februari 2002 (usia 23 tahun per Desember 2025)
- Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia
- Tinggi Badan: 176 cm
- Berat Badan: 70 kg
- Posisi Utama: Right Back / Wing Back
- Kaki Dominan: Kaki Kanan
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Klub Saat Ini: Dewa United FC (Liga 1 Indonesia)
- Nomor Punggung: 12
Brian memulai karir muda di akademi Persija Jakarta sebelum debut profesional di Persita Tangerang pada 2021. Ia kemudian bergabung dengan Dewa United pada awal 2025, setelah tampil impresif di klub sebelumnya.
Karir Profesional
| Tahun | Klub | Kompetisi | Penampilan | Gol | Assist | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2021-2023 | Persita Tangerang | Liga 1 | 45 | 2 | 3 | Debut pro, naik dari Liga 2 |
| 2023-2024 | Persita Tangerang | Liga 1 | 28 | 1 | 4 | Konsisten di bek kanan |
| 2025-sekarang | Dewa United FC | Liga 1 | 13 | 2 | 1 | Pindah Januari 2025, starter utama |
Pindah ke Dewa United: Bergabung pada awal musim 2025 sebagai bagian dari penguatan lini belakang. Ia langsung jadi pilihan utama di posisi right-back.
Performa di Musim Liga 1 2025-26 (Per 20 Desember 2025)
Brian menjadi salah satu pemain paling konsisten di Dewa United, meski tim berada di posisi 14 dengan 13 poin dari 13 laga.
- Penampilan: 13 laga (776 menit)
- Gol: 2 (termasuk gol penting di laga kandang)
- Assist: 1
- Kartu Kuning: 4
- Kartu Merah: 0
- Tackle Sukses: 2,8 per 90 menit (tertinggi di tim)
- Interception: 1,5 per 90 menit
- Passing Accuracy: 78%
- Dribble Sukses: 1,2 per 90 menit
- Clean Sheet: Berkontribusi pada 1 clean sheet tim
Gol-golnya sering datang dari overlap dan tembakan jarak jauh, sementara assist-nya membantu serangan balik. Ia sering jadi pemain terbaik di laga tandang yang sulit.
Gaya Bermain & Kontribusi
Brian adalah bek modern: kuat dalam duel udara, tackling akurat, dan mampu naik membantu serangan. Di Dewa United, ia bermain sebagai right-back dengan tugas overlap, crossing, dan menutup winger lawan. Kekuatannya: stamina tinggi, tackling (terbaik tim), dan kontribusi gol/assist dari belakang. Kelemahan: kadang kurang akurat saat crossing dan rentan kartu kuning karena agresif.
Prestasi & Penghargaan
- Liga 1 Indonesia: Starter reguler di Persita dan Dewa United.
- Timnas Indonesia: 5 caps U-23 (2023), debut senior di AFF 2024.
- Penghargaan Pribadi: Man of the Match beberapa kali di Liga 1.
Brian Fatari adalah pilar pertahanan Dewa United yang muda dan berpotensi besar. Dengan performa konsistennya, ia bisa jadi kunci tim keluar dari zona degradasi. Bek masa depan Timnas! 💪
Profil Alexis Messidoro: Gelandang Kreatif Dewa United FC
Alexis Nahuel Messidoro (lahir 13 Mei 1997 di Buenos Aires, Argentina) adalah pemain sepak bola profesional Argentina yang bermain sebagai gelandang serang (attacking midfielder) untuk Dewa United FC di Liga 1 Indonesia. Ia dikenal dengan kemampuan dribbling, visi passing, dan tendangan bebas yang akurat, serta sering disebut sebagai salah satu import terbaik di Liga 1 musim ini.
Data Pribadi & Karir Awal
- Nama Lengkap: Alexis Nahuel Messidoro
- Tanggal Lahir: 13 Mei 1997 (usia 28 tahun per Desember 2025)
- Tempat Lahir: Buenos Aires, Argentina
- Tinggi Badan: 170 cm
- Berat Badan: 68 kg
- Posisi Utama: Attacking Midfielder / Winger Kanan
- Kaki Dominan: Kaki Kanan
- Kewarganegaraan: Argentina
- Klub Saat Ini: Dewa United FC (Liga 1 Indonesia)
- Nomor Punggung: 10
Messidoro memulai karir muda di akademi River Plate (Argentina) sebelum debut profesional di San Lorenzo pada 2016. Ia kemudian bermain di berbagai liga Amerika Selatan dan Eropa Timur sebelum pindah ke Asia.
Karir Profesional
| Tahun | Klub | Kompetisi | Penampilan | Gol | Assist | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2016-2018 | San Lorenzo | Primera División (ARG) | 12 | 0 | 1 | Debut pro |
| 2018-2019 | Godoy Cruz | Primera División (ARG) | 18 | 1 | 2 | – |
| 2019-2021 | FC Lviv (Ukraina) | Ukrainian Premier League | 25 | 3 | 4 | Adaptasi Eropa |
| 2021-2023 | Lamia (Yunani) | Super League Greece | 35 | 5 | 6 | – |
| 2023-2024 | Al-Shahania (Qatar) | QSL League | 22 | 4 | 5 | – |
| 2024-2025 | Dewa United FC | Liga 1 Indonesia | 38 | 5 | 12 | Pindah Januari 2025 |
Pindah ke Dewa United: Bergabung pada awal 2025 setelah kontrak dengan Al-Shahania berakhir. Ia langsung jadi motor serangan tim dengan kreativitasnya.
Performa di Musim Liga 1 2025-26 (Per 20 Desember 2025)
Messidoro menjadi pemain kunci Dewa United meski tim berada di posisi 14 dengan 13 poin dari 13 laga.
- Penampilan: 13 laga (1.127 menit)
- Gol: 3 (top scorer tim bersama Brian Fatari)
- Assist: 3
- Kartu Kuning: 3
- Kartu Merah: 0
- Key Pass: 2,5 per 90 menit (tertinggi di tim)
- Dribble Sukses: 2,2 per 90 menit
- Passing Accuracy: 84%
- Tackle + Interception: 1,8 per 90 menit
Gol-golnya datang dari tendangan bebas dan tembakan jarak jauh, sementara assist-nya membantu kemenangan penting seperti 3-1 vs PSBS Biak Numfor dan 2-1 vs Arema FC.
Gaya Bermain & Kontribusi
Messidoro adalah playmaker klasik: dribbling lincah, visi passing luar biasa, dan tendangan bebas akurat. Di Dewa United, ia bermain sebagai nomor 10 atau winger kanan, membantu transisi serangan dan menciptakan peluang. Kekuatannya: kreativitas (key pass tinggi) dan finishing (3 gol musim ini). Kelemahan: kadang kurang konsisten di laga tandang dan rentan kartu kuning.
Prestasi & Penghargaan
- Liga 1 Indonesia: Debut bagus di Dewa United, sering jadi Man of the Match.
- Timnas Argentina U-20: 5 caps (2017).
- Penghargaan Pribadi: Best Foreign Player nominasi Liga 1 beberapa kali.
Alexis Messidoro adalah otak serangan Dewa United yang sangat berharga. Dengan kreativitas dan pengalaman Eropa-nya, ia bisa jadi kunci tim keluar dari zona degradasi. Import berkualitas! ⚽
Profil Stefano Lilipaly: Gelandang Kreatif Dewa United FC
Stefano Lilipaly (lahir 10 Agustus 1990 di Utrecht, Belanda) adalah pemain sepak bola profesional naturalisasi Indonesia yang bermain sebagai gelandang serang (attacking midfielder) untuk Dewa United FC di Liga 1 Indonesia. Ia memiliki darah campuran Belanda-Indonesia (ibu asal Manado, Sulawesi Utara) dan memilih membela Timnas Indonesia sejak 2013.
Data Pribadi & Karir Awal
- Nama Lengkap: Stefano Lilipaly
- Tanggal Lahir: 10 Agustus 1990 (usia 35 tahun per 2025)
- Tempat Lahir: Utrecht, Belanda
- Tinggi Badan: 175 cm
- Posisi Utama: Attacking Midfielder / Winger
- Kaki Dominan: Kaki Kanan
- Kewarganegaraan: Belanda (paspor) & Indonesia (naturalisasi)
- Klub Saat Ini: Dewa United FC (Liga 1 Indonesia)
- Nomor Punggung: 10
Lilipaly memulai karir muda di FC Utrecht (Belanda) sebelum debut profesional di Go Ahead Eagles (Eredivisie 2011-12). Ia sempat bermain di FC Dordrecht dan Telstar sebelum pindah ke Indonesia pada 2014.
Karir Profesional di Indonesia
Stefano Lilipaly dikenal sebagai salah satu pemain naturalisasi terbaik di Liga 1, dengan gaya bermain kreatif, visi passing, dan tendangan bebas akurat.
| Tahun | Klub | Kompetisi | Penampilan | Gol | Assist | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2014-2017 | Persija Jakarta | Liga 1 | 68 | 12 | 18 | Debut Indonesia, kapten |
| 2017-2021 | Bali United | Liga 1 | 102 | 21 | 35 | Juara Liga 1 2019, 2021 |
| 2021-2023 | Borneo FC | Liga 1 | 56 | 8 | 15 | Konsisten di lini tengah |
| 2023-2025 | Borneo FC & Dewa United | Liga 1 | 38 | 5 | 12 | Pindah ke Dewa United 2025 |
Pindah ke Dewa United: Pada awal 2025, Lilipaly bergabung dengan Dewa United FC setelah kontrak dengan Borneo FC berakhir. Ia langsung jadi kapten dan motor serangan tim.
Performa di Musim Liga 1 2025-26 (Per Desember 2025)
Di musim ini, Lilipaly menjadi pemain kunci Dewa United meski tim berada di posisi 14 dengan 13 poin dari 13 laga.
- Penampilan: 9 laga (697 menit)
- Gol: 1
- Assist: 7 (top assister tim)
- Kartu Kuning: 6
- Kartu Merah: 1
- Key Pass: 2,8 per 90 menit (tertinggi di tim)
- Dribble Sukses: 1,5 per 90 menit
- Passing Accuracy: 82%
- Tackle + Interception: 1,2 per 90 menit
Lilipaly sering jadi pencipta peluang utama, meski tim kesulitan mencetak gol (hanya 12 gol tim). Assist-nya membantu kemenangan penting seperti 3-1 vs PSBS Biak Numfor dan 2-1 vs Arema FC.
Prestasi & Penghargaan
- Liga 1 Indonesia: Juara 2019 & 2021 (Bali United)
- Piala Presiden: Juara 2015 (Persija)
- Timnas Indonesia: 30+ caps, 5 gol (termasuk gol ikonik vs Thailand AFF 2016)
- Penghargaan Pribadi: Best Midfielder Liga 1 2019, Pemain Terbaik Bulanan beberapa kali
Gaya Bermain & Kontribusi
Lilipaly dikenal sebagai playmaker klasik: visi passing luar biasa, tendangan bebas akurat, dan kemampuan menciptakan peluang dari lini kedua. Di Dewa United, ia sering bermain sebagai nomor 10 atau winger kiri, membantu transisi serangan. Kekuatannya: kreativitas (7 assist musim ini) dan leadership (kapten). Kelemahan: usia 35 tahun membuatnya rentan cedera dan kurang cepat dibanding dulu.
Stefano Lilipaly tetap jadi otak serangan Dewa United meski tim sedang kesulitan. Pengalaman dan kreativitasnya sangat dibutuhkan untuk keluar dari zona degradasi. Veteran yang masih berpengaruh!
Analisis Detail Performa Dewa United FC di Musim Liga 1 2025-26
Dewa United FC, yang dikenal sebagai The Banten Warriors, sedang menghadapi musim Liga 1 Indonesia 2025-26 yang cukup menantang. Per 20 Desember 2025, mereka telah menyelesaikan 13 pertandingan, berada di peringkat bawah klasemen. Analisis ini mencakup posisi klasemen, statistik keseluruhan, hasil terkini, jadwal mendatang, performa pemain kunci, serta insight penting, berdasarkan data kompetisi yang sedang berlangsung.
Ikhtisar Musim dan Klasemen
Performa Dewa United tidak konsisten, dengan awal musim yang buruk namun ada tanda-tanda perbaikan di pertandingan terbaru. Mereka berada di posisi 14 dari 18 tim dengan 13 poin dari 13 laga. Rekor: 4 kemenangan, 1 seri, 8 kekalahan.
- Gol yang Dicetak (GS): 12 (rata-rata 0,92 per laga) – salah satu yang terendah di liga, menunjukkan masalah serangan.
- Gol yang Kebobolan (GC): 22 (rata-rata 1,69 per laga) – masalah pertahanan terutama di laga tandang.
- Selisih Gol (GD): -10.
- Performa Kandang: Lebih baik, lebih banyak poin di Indomilk Arena.
- Performa Tandang: Buruk, banyak kekalahan.
- Clean Sheet: Hanya 1, sulit menjaga gawang aman.
- Laga dengan Lebih dari 2,25 Gol: 7 dari 13, sering kali berakhir skor besar saat kebobolan.
- Streak Terpanjang: Menang beruntun: 2 laga; Kalah beruntun: 5 laga; Tak terkalahkan: 3 laga; Tanpa kemenangan: 6 laga.
Tim menunjukkan ketahanan di kemenangan terbaru, tapi perlu konsistensi untuk naik klasemen. Taktik pelatih Jan Olde Riekerink fokus counter-attack, tapi cedera dan kedalaman skuad jadi masalah.
Hasil Pertandingan Terkini (10 Laga Terakhir)
Bentuk terkini: WLWLLDLWLW (4 menang, 1 seri, 5 kalah). Mereka mengakhiri streak kalah 5 laga dengan kemenangan krusial, tapi masih rentan.
- 29/11/2025: Dewa United 1-0 Persita Tangerang (M; Gol: Alex 34′)
- 21/11/2025: Persib Bandung 1-0 Dewa United (K)
- 09/11/2025: Dewa United 0-1 PSM Makassar (K)
- 05/11/2025: Borneo FC 4-0 Dewa United (K) – Kekalahan terbesar, pertahanan rapuh.
- 22/10/2025: PSIM Yogyakarta 2-0 Dewa United (K)
- 16/10/2025: Dewa United 0-2 Madura United (K)
- 26/09/2025: Dewa United 1-1 Persebaya Surabaya (S; Gol: Wahyu Prasetyo 45′; Lawan: Septian Bagaskara 70′)
- 20/09/2025: Dewa United 3-1 PSBS Biak Numfor (M; Gol: Jajá 27′, Stefano Lilipaly 30′, Alex 45+1′) – Kemenangan terbesar.
- 13/09/2025: Arema FC 1-2 Dewa United (M; Gol: Alex 12′, Taisei Marukawa 77′)
- 29/08/2025: Dewa United 1-3 Persija Jakarta (K; Gol: Alexis Messidoro 50′)
Pola: Kuat di kandang (contoh 3-1), lemah tandang (4 kekalahan beruntun). Hanya mencetak gol di 5 dari 10 laga terakhir.
Jadwal Mendatang
Jadwal sisa 2025 dan awal 2026 cukup berat, tapi banyak laga kandang untuk ambil poin.
- 20/12/2025: Dewa United vs Persis Solo (Kandang; 12:00 WIB)
- 23/05/2026: Dewa United vs Bali United (Kandang)
- 16/05/2026: Persis Solo vs Dewa United (Tandang)
- 08/05/2026: PSBS Biak Numfor vs Dewa United (Tandang)
- 03/05/2026: Dewa United vs Semen Padang (Kandang)
- 29/04/2026: Dewa United vs Persijap Jepara (Kandang)
- 25/04/2026: Madura United vs Dewa United (Tandang)
- 20/04/2026: Dewa United vs Persib Bandung (Kandang)
- 12/04/2026: Malut United vs Dewa United (Tandang)
- 03/04/2026: Dewa United vs PSIM Yogyakarta (Kandang)
Prediksi: Bisa ambil 6-9 poin dari 5 laga kandang berikutnya jika pertahanan membaik.
Statistik Pemain & Analisis Skuad
Skuad Dewa United campuran talenta lokal dan import asing (maksimal 9). Pemain kunci: kreator lini tengah dan bek tangguh, tapi kedalaman terbatas karena cedera (misalnya Hugo Gomes kartu merah berulang).
Pemain Kunci dengan Statistik (Liga 1 2025-26):
- Kiper: Sonny Stevens (1.170 menit, 1 clean sheet), Yofandani Pranata, Dafa Al Gasemi.
- Bek: Nick Kuipers (1.041 menit, 4 YC, 1 RC), Brian Fatari (776 menit, 2 gol, 4 YC), Edo Febriansyah (953 menit, 5 YC), Rizdjar Nurviat Subagja (92 menit, 6 YC), Septian Satria Bagaskara (93 menit, 5 YC, 1 RC).
- Gelandang: Alexis Messidoro (1.127 menit, 3 gol, 3 YC) – Top scorer, Stefano Lilipaly (697 menit, 1 gol, 7 assist, 6 YC, 1 RC) – Kreatif utama, Ricky Kambuaya (953 menit, 3 assist, 5 YC) – Top assister, Taisei Marukawa (942 menit, 2 assist, 2 YC), Rafael Struick (291 menit, 4 assist, 4 YC), Cássio Fernando Scheid (464 menit, 1 assist, 3 YC).
- Penyerang: Alex Martins Ferreira (875 menit, 1 gol, 3 YC), Hugo Gomes dos Santos Silva (961 menit, 1 gol, 1 assist, 1 YC, 3 RC), Privat Mbarga (90 menit, 8 YC).
Top Scorer: Alexis Messidoro (3 gol), Brian Fatari (2 gol). Top Assister: Stefano Lilipaly (7 assist), Rafael Struick (4 assist), Ricky Kambuaya (3 assist). Disiplin: Banyak kartu (Hugo Gomes 3 RC) – masalah disiplin rugikan poin.
Insight dan Berita Penting
- Tren Performa: Mulai 2 menang dari 3 laga, lalu kalah 5 beruntun; kemenangan 1-0 vs Persita putus streak tapi posisi rawan.
- Kekuatan: Performa kandang, kreativitas lini tengah (Lilipaly/Messidoro).
- Kelemahan: Kebobolan mudah (22 GC), gol sedikit (12 GS), banyak kartu merah.
- Berita: Pelatih Riekerink di bawah tekanan; kemungkinan transfer Januari untuk penyerang. Di AFC Challenge League, top Grup E (4-1 vs Shan United).
Dewa United perlu perbaikan pertahanan untuk hindari zona degradasi. Potensi finis mid-table jika form membaik. Built For Glory? Waktu akan menjawab. 💪
