Info terkini Tentang Permainan Online

Iphone 17 Pro Max

now browsing by tag

 
 

Gamer Keluhkan Grafis Janggal Call of Duty: Black Ops 7, Diduga Hasil AI

TAK banyak yang menyangka Call of Duty: Black Ops 7 menampikan grafis buatan akal imitasi atau AI-generated art yang tidak sedikit. Lebih dari 680 Calling Cards—koleksi latar belakang kecil untuk pemain yang diperoleh melalui transaksi atau capaian dalam game—menjadi bagian paling mencolok. Banyak pemain yang menyadari visual dalam game aksi tembak menembak itu meniru animasi tiruan khas alat AI seperti ChatGPT.

Merujuk ulasan Engadget pada 15 November 2025, Calling Cards yang dilihat para pemain malah dianggap kurang rapi untuk sebuah game seharga US$ 70 atau sekitar Rp 1,12 juta. Activision juga telah mengonfirmasi bahwa tim pengembang menggunakan perangkat AI generatif untuk membantu membuat sebagian aset dalam game ini, sebagaimana tercantum juga di halaman Black Ops 7 di Steam.

Belakangan, muncul spekulasi lain di kalangan penggemar. Tampilan Calling Cards Call of Duty yang janggal ini bisa jadi karena pengerjaan yang terburu-buru, demi mengejar jadwal rilis. Perlu diketahui, Call of Duty: Black Ops 7 merupakan seri pertama dalam waralaba ini yang diluncurkan melalui layanan Xbox Game Pass—salah satu cara Microsoft menaikkan harga langganan.

Fakta bahwa game ini memuat aset buatan AI memang berpotensi menurunkan antusiasme sebagian pemain. Namun masalah yang lebih besar justru ada pada mode campaign atau cerita utama. Pemain wajib terhubung ke internet karena permainan itu dirancang berbentuk tim empat orang. Game itu tidak bisa dijeda ketika pengguna memilih bermain dengan bot atau karakter komputer.

Grafis Janggal Black Ops 7

Hanya berselang beberapa jam setelah peluncuran Call of Duty: Black Ops 7, pada 14 November lalu, para pemain langsung membagikan tangkapan layar yang menunjukkan unsur AI. Tanda khas AI sangat mudah ditemukan, mulai dari karakter kartun dengan enam jari, arah pandangan mata yang tidak selaras, serta sejumlah objek yang tampak samar.

Playstation Plus Beri 5 Game Gratis Desember Ini, Apa Saja?

Pelanggan PlayStation Plus akan dimanjakan dengan lima game gratis pada Desember 2025—lebih banyak dari biasanya yang hanya tiga. Jajaran game untuk bulan penutup tahun ini tersedia di semua tingkatan langganan PS Plus, serta bisa disimpan selamanya oleh pelanggan. Syaratnya, game harus diklaim dalam rentang waktu tertentu.

Biasanya, game PS Plus gratis tersedia selama sebulan penuh. Tiga game gratis saat ini adalah permainan peran kucing futuristik Stray, balap EA Sports WRC 24, serta simulator pertempuran Totally Accurate Battle Simulator, yang bisa diklaim hingga 1 Desember nanti. Waktu untuk mengklaim StrayEA Sports WRC 24, dan Totally Accurate Battle Simulator hampir habis, lantaran akan digantikan game Desember pada 2 Desember.

Kabar baiknya, pelanggan PS Plus akan mendapatkan lima game gratis bulan depan. Merujuk ulasan Game Rant Kamis. 27 November 2025, pada yaitu Killing Floor 3 (PS5), LEGO Horizon Adventures (PS5), Neon White (PS4/PS5), Synduality: Echo of Ada (PS5), serta The Outlast Trials (PS4/PS5)

kengerian. Sebagian besar game PS Plus Desember 2025 menawarkan pengalaman multiplayer—pilihan menarik bagi pemain yang ingin mencoba sesuatu yang baru bersama teman. Bagi yang belum kenal, Killing Floor 3 adalah game first-person shooter (FPS) tipe co-op melawan gerombolan monster. LEGO Horizon Adventures merupakan versi ramah anak dari kisah Horizon Zero Dawn, memakai gaya visual LEGO dan alur yang disederhanakan.

Ada juga Neon White yang berisi FPS dengan twist unik: pemain harus mengelola kartu-kartu terbatas untuk mengalahkan musuh dan menembus level. Game ini menuai banyak pujian berkat gaya visualnya yang halus dan mekanisme permainannya yang segar.

Tawaran Synduality: Echo of Ada juga unik, yaitu sebuah extraction shooter dari Bandai Namco, genre yang sedang naik daun. Terakhir ada The Outlast Trials adalah game survival-horror co-op, tempat pemain harus bertahan menjalani berbagai uji coba sambil dihantui berbagai tantangan.

Mengenal Smartphone Pinky: Kelingking Sakit Gara-gara Penggunaan Ponsel

PENGGUNAAN smartphone yang masif tidak hanya merusak kesehatan mata, tetapi juga berisiko mengganggu bentuk tulang kelingking. Gangguan ini biasa disebut dengan smartphone pinky, terjadi akibat jari kelingking kerap digunakan sebagai dudukan ponsel.

Mengutip ulasan Android Authorityfenomena Smartphone Pinky memicu kekhawatiran karena mayoritas pengguna ponsel menggunakan jari kelingking mereka untuk menopang beban perangkat. Sementara jari lainnya beristirahat di bagian belakang perangkat.

Gaya genggaman ini menjadi sangat populer karena fleksibilitas dan kemudahannya. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengakses seluruh area layar, terutama pada perangkat berukuran besar, tanpa perlu mengubah genggaman mereka. Ironisnya, kenyamanan akses layar inilah yang menjadi akar penyebab ketegangan berlebihan pada sendi kelingking dan otot tangan.

Sejumlah pengguna berbagi cerita tentang rasa sakit yang mereka alami secara terus-menerus akibat penggunaan smartphone sehari-hari. Beberapa pengguna melaporkan bahwa jari kelingking mereka terasa tidak nyaman setelah menggunakan ponsel, meskipun tak memakai keesokan harinya.

Selain itu ada pula pengguna yang melaporkan kelingkingnya mengalami deformasi fisik pada buku jari pertama. Deformasi ini muncul akibat penggunaan ponsel yang berat, seperti bermain game dalam mode horizontal di mana kelingking berfungsi sebagai tumpuan utama ponsel.

Menyalahkan Desain Pabrikan

Konsensus di antara para pengguna menunjukkan bahwa masalah utama terletak pada desain perangkat itu sendiri. Kritik keras diarahkan pada produsen ponsel karena mereka sama sekali tidak merancang perangkat untuk kenyamanan saat digenggam. Sebaliknya, produsen terus meningkatkan ukuran, berat, dan ketebalan smartphone.

Dengan munculnya ponsel lipat dan form factor yang semakin besar, masalah smartphone pinky ini diperkirakan akan terus memburuk di masa depan. Oleh karenanya, pengguna disarankan untuk mempertimbangkan solusi alternatif dengan beralih ke ponsel ringan.

Kemudian, pengguna didorong untuk mengubah cara mereka menggenggam perangkat, menghindari penggunaan jari kelingking sebagai penopang beban utama. Selain itu, melakukan peregangan tangan secara teratur dan merevisi kebiasaan harian penggunaan smartphone dalam waktu lama juga dapat membantu mengurangi ketegangan fisik.

Belum Masuk Android, Game Where Winds Meet Diserbu 9 Juta Pemain

PETUALANGAN Open World dalam game Where Winds Meet ternyata mampu menarik 9 juta peminat selama dua pekan pertama perilisannya. Permainan aksi berlatar Cina pada abad ke-10 buatan Everstone Studio—kemudian diterbitkan oleh NetEase Games—laku keras di kalangan gamer PC dan Playstation 5 (PS5). Produk ini menggebrak jagat game sebelum dirllis di iOS dan Android, rencananya pada 12 Desember nanti,

Dalam game ini, pemain berperan sebagai seorang pendekar pedang muda yang menjelajah dunia luas. Karakter utama, yang berusaha mengungkap misteri identitasnya, harus mendalami elemen cerita, mengeksplorasi lokasi, mempelajari pertarungan, serta berinteraksi dengan banyak karakter penghuni dunia Wuxia—semesta para pendekar klasik Negeri Tirai Bambu.

Mengutip ulasan Wccftech pada 1 Desember 2025, Everstone Studio dan NetEase Games sudah menayangkan trailer peluncuran Where Winds Meet versi ponsel yang menampilkan visual sinematik.

“Kami merasa rendah hati sekaligus tersanjung oleh kata-kata baik dan dorongan dari para pemain di seluruh dunia,” ujar Beralt Lyu, produser utama Where Winds Meet dalam keterangan resmi ihwal promosi game tersebut.

Mereka yang tak sabar memainkan Where Winds Meet di perangkat seluler harus melalui pra-registrasi di situs resmi game tersebut. Menurut manajemen Everstone Studio, versi Android dan iOS akan mencakup antarmuka pengguna yang dioptimalkan untuk perangkat seluler. Ada juga dukungan lintas-platform.

Tim Wccftech, seperti sejumlah media review game lainnya, menilai Where Winds Meet sudah solid dan impresif. Namun, sepertinya masih terlalu dini untuk memastikan sejauh mana game ini akan berkembang. Bila sukses juga di versi ponsel, Where Winds Meet bisa saja mencoba menyaingi nama besar Genshin Impact maupun Honkai Star Rail.

Permainan yang debut pada 14 November lalu ini dianggap mampu memadukan kisah yang menarik, beragam aktivitas bermakna, sistem pertarungan solid, serta pengembangan karakter yang kompeten. Sistem multipemain juga membuat kota dalam game ini lebih hidup. Ada puluhan wilayah berbeda dan ribuan karakter non-pemain (NPC) yang masing-masing punya kepribadian dan respons sendiri terhadap pemain.

Pemain bisa memakai berbagai jenis senjata, mulai dari pedang, tombak, pedang ganda, bahkan senjata unik seperti payung dan kipas khas Wuxia. Karakter utamanya juga bisa dilatih hingga menguasai seni bela diri bernama ‘Mystic Arts’ yang bisa dipakai dalam pertarungan dan eksplorasi.

Beberapa hal yang mungkin bisa mengganjal adalah fitur Where Winds Meet yang sepertinya masih terpengaruh oleh batasan model gratis. Namun, kekurangan ini kemungkinan tak mengganggu keunggulannya, terbukti dari banjirnya pendaftar yang ingin masuk ke semesta game ini.

Clair Obscur: Expedition 33 Terbaik di The Game Awards 2025

GAME dengan judul Clair Obscur: Expedition 33 menyabet penghargaan Game of the Year dalam perhelatan The Game Awards 2025. Clair Obscur: Expedition 33 rilis pada 24 April lalu dengan genre Role-Playing Game (RPG) yang menyatukan sentuhan fiksi ilmiah dan fantasi dalam alur ceritanya.

Ide di balik Clair Obscur: Expedition 33 sudah mencuat sejak 2019. Guillaume Broche dan Nicholas Masxon-Francombe berkolaborasi untuk menciptakan permainan RPG fantasi ini. Mereka terinspirasi oleh game kesukaan masa kecil yakni Final Fantasy.

Menyadur testimoni pemain yang diulas Game Informer, Clair Obscur: Expedition 33 memang layak menyabet penghargaan prestisius dalam industri game global. Alur cerita dalam game yang diproduksi Sandfall Interactive/Kepler Interactive ini disebut tidak membosankan pemain karena membuat mereka terbawa dalam nuansa fantasi ilmiahnya.

Adapun alur dalam game ini, awalnya akan  membawa pemain ke Lumière, sebuah dunia yang hidup di bawah bayang-bayang teror sang Paintress. Pemain akan dikenalkan dengan sosok misterius raksasa tersebut yang muncul setahun sekali untuk melukis sebuah angka di pilar gunung. 

Dari segi visual, Clair Obscur dipuji sebagai sebuah lukisan bergerak yang terinspirasi dari era Belle Époque Prancis, tapi dibuat dengan nuansa suram. Penggunaan Unreal Engine 5 berperan menciptakan lingkungan yang detail dan atmosferik, seperti area bawah air di awal permainan yang memukau mata pemainnya.

Deret Teaser Game Baru yang Muncul di The Game Awards 2025

GELARAN The Game Awards 2025 telah berlalu dengan menahbiskan Clair Obscur: Expedition 33 sebagai Game of the Year. Namun, The Game Awards bukan sekadar piala dan penghargaan. Acara ini telah bertransformasi menjadi panggung raksasa bagi pengembang atau studio game kelas kakap untuk memamerkan proyek masa depan mereka lewat pelbagai cuplikan perdana.

Dikutip dari Play Verse, kejutan pertama datang dari raksasa Jepang, Capcom. Mereka memperkenalkan game Resident Evil Requiem, entri terbaru genre Survival Horror yang dijadwalkan rilis pada 27 Februari 2026. Di sektor Action-adventure, Amazon Games bersama Crystal Dynamics membuat gebrakan untuk Tomb Raider: Legacy of Atlantis, akan hadir pada 2026, disusul oleh Tomb Raider: Catalyst setahun kemudian.

Sementara itu, penggemar game tantangan tingkat tinggi akan diuji kemampuannya lewat Nioh 3 dari Team Ninja dan Decrepit dari Jammerdal Games. Keduanya mengusung genre Soulslike yang dikenal dengan tingkat kesulitannya. Deretan RPG juga bakal semakin meriah dengan akan hadirnya Exodus serta Divinity dari Larian Studios. Tak ketinggalan, Seven Deadly Sins: Origin, turut diperkenalkan untuk menyasar pasar pemain seluler alias mobile game.

Kemudian, ada pula Genre Shooter atau tembak-tembakan yang memiliki perwakilan kuat tahun ini. Highguard dari Wildlight Entertainment dan No Law dari Krafton menawarkan pengalaman First-person Shooter (FPS) yang intens.

Rentetan pengumuman ini juga secara tidak langsung memberi konfirmasi eksistensi perangkat keras baru dari Nintendo. Banyak judul seperti Out of Words dan Orbitals secara spesifik menyebut “Switch 2” sebagai platform rilisnya.

Meksi begitu analis memprediksi pada tahun depan tampaknya akan menjadi periode yang sangat sibuk bagi industri game global. Dominasi judul-judul besar siap memenuhi kalender rilis di berbagai platform, mulai dari PlayStation 5, Xbox Series, hingga PC.

Daftar Game Baru Rilis Januari 2026, di PC dan Platform Lain

SEDERET pengembang terkenal dikabarkan telah siap merilis game versi personal computer (PC) terbaru mereka tahun depan. Diawali pada Januari 2026 nanti, ada belasan game yang rilis untuk menemani pengguna PC dengan berbagai genre.

Jadwal rilis bulan depan dipenuhi oleh sekuel dan judul orisinal yang telah lama dinanti oleh komunitas gamer global. Salah satu sorotan utama adalah kehadiran Code Vein 2 dengan aksi pertempuran soulslike bergaya anime. Selain itu, penggemar game horor naratif akan disuguhkan dengan Pathologic 3 yang siap dirilis pada pekan pertama Januari.

Bagi para pemain yang ingin mengetahui bocoran soal detail peluncurannya, Tempo telah merangkum daftar game PC yang dikabarkan rilis pada Januari 2026, merujuk dari laporan PC Gamer. Berikut daftarnya:

  • 06 Januari: StarRupture (early access)
  • 09 Januari: Pathologic 3
  • 12 Januari: Big Hops dan Quarantine Zone: The Last Check
  • 15 Januari: Craftlings dan Legend of Heroes: Trails Beyond the Horizon
  • 16 Januari: BrokenLore: Unfollow
  • 20 Januari: Mio: Memories in Orbit
  • 22 Januari: Nova Roma dan Arknights: Endfield
  • 28 Januari: The Seven Deadly Sins: Origin dan The Midnight Walkers
  • 29 Januari: Cairn dan Don’t Stop, Girlypop!
  • 30 Januari: Code Vein 2
  • ?? Januari: Lost Isle (early access)
  • ?? Januari: Echoes of Elysium (early access)
  • Beberapa game lain hadir di platform lain ataupun multiplatform. Berikut daftarnya menurut gam3s.gg
  • 07 Januari: Fairy Tail: Dungeons di Nintendo Switch
  • 08 Januari: I Am Future di Switch, PS5, dan Xbox Series X/S
  • 13 Januari: Temirana: The Lucky Princess and the Tragic Knights di Switch
  • 15 Januari: Animal Crossing: New Horizons Switch 2 Edition di semua konsol dan Casette Boy di multiplatform
  • 22 Januari: Final Fantasy 7 Remake Intergrade di Switch 2 dan Dynasty Warriors: Origins di multiplatform.

Roblox Makin Seru, Ini Tips Memilih Game Sesuai Minat

Roblox adalah platform permainan daring yang menawarkan game beragam genre. Mulai dari game petualangan, first-person shooter (FPS), role-playing (RP), hingga game obstacle course (Obby).

Dengan begitu banyaknya pilihan game yang tersedia, kamu mungkin merasa bingung memilih mana yang paling sesuai dengan minat kamu. Berikut beberapa kategori game Roblox yang populer dan cara memilih game yang sesuai dengan minat kamu:

1. Game Adventure

Cocok untuk penggemar tantangan dan eksplorasi. Game petualangan biasanya menampilkan cerita yang menarik dan dunia yang luas untuk dijelajahi. Di dalamnya, kamu akan menemukan berbagai misi yang dapat diselesaikan untuk mendapatkan hadiah atau membuka area baru.

Game petualangan juga sering kali dilengkapi dengan elemen puzzle atau teka-teki yang menguji kecerdasan dan keterampilan kamu dalam memecahkan masalah. Beberapa game adventure yang populer di Roblox adalah Shindo Life dan Royale High.”

2. Game FPS (First-Person Shooter)

Bagi kamu yang suka aksi cepat dan tantangan bertempur, game FPS di Roblox adalah pilihan yang tepat. Genre ini mengutamakan pertempuran antar pemain dengan perspektif orang pertama. Kamu akan merasakan sensasi menjadi karakter yang berperang melawan pemain lain atau musuh dalam lingkungan yang dinamis.

Game FPS di Roblox seperti “Arsenal” dan “Bad Business” memungkinkan kamu untuk mengasah keterampilan tembak-menembak serta strategi permainan. Selain itu, game ini biasanya memiliki berbagai jenis senjata dan mode permainan yang bisa dipilih. Jangan lupa, pilih game dengan kontrol yang nyaman agar kamu bisa fokus pada permainan.

3. Game RP (Role-Playing)

Jika suka berperan sebagai karakter tertentu dan berinteraksi dengan pemain lain, game role-playing (RP) adalah genre yang cocok. Kamu dapat berperan sebagai karakter fiksi dalam cerita yang dikendalikan oleh pemain lain atau pencipta game. Di Roblox, genre ini sering kali sangat imersif dan menawarkan pengalaman sosial yang menyenangkan.

Beberapa game RP populer di Roblox antara lain “Brookhaven” dan “Adopt Me!” yang memungkinkan kamu untuk berinteraksi, berbelanja, membangun rumah, atau bahkan merawat hewan peliharaan virtual.

Pilih game RP jika kamu ingin menikmati interaksi sosial yang menyenangkan atau jika kamu suka membangun cerita bersama pemain lain. Cari game dengan komunitas yang aktif dan ramah untuk pengalaman terbaik.

4. Game Obby (Obstacle Course)

Jika suka tantangan fisik dan ketangkasan, game Obby adalah pilihan yang tepat. Kamu akan menghadapi serangkaian rintangan atau tantangan yang memerlukan ketepatan gerakan dan kecepatan untuk diselesaikan. Game ini sering kali melibatkan berbagai level atau tahap dengan tingkat kesulitan yang semakin meningkat.

Game Obby di Roblox seperti “Tower of Hell” dan “Mega Fun Obby” menawarkan pengalaman penuh tantangan yang menguji keterampilan koordinasi tangan-mata. Kamu harus melompati rintangan, menghindari jebakan, dan melewati tantangan dengan waktu yang terbatas.

Pilih game Obby jika kamu suka tantangan fisik dan berkompetisi untuk menjadi yang tercepat. Cocok untuk kamu yang suka menyelesaikan tantangan dengan kontrol yang mudah dipahami.

5. Game Lainnya

Selain game adventure, FPS, RP, dan Obby, Roblox juga menawarkan genre lainnya seperti simulasi, strategi, atau bahkan game musik. Misalnya, game seperti “Bloxburg” menawarkan pengalaman membangun dan mengelola rumah, sedangkan “Tower Defense Simulator” menguji strategi kamu dalam mempertahankan basis dari serangan musuh.

Eks Dirut Pertamina didakwa rugikan negara Rp285,1 T di kasus minyak mentah

Mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga periode 2021–2023, Alfian Nasution, didakwa merugikan keuangan negara hingga Rp285,18 triliun dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang. Dakwaan itu dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung, Andi Setyawan, menyebut Alfian diduga melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum dalam tiga tahapan tata kelola minyak mentah dan produk kilang.

“Ketiga tahapan dimaksud, yakni dalam pengadaan sewa terminal BBM oleh Pertamina, pemberian kompensasi JBKP RON 90 oleh pemerintah kepada Pertamina Patra Niaga tahun 2022 dan 2023, serta penjualan solar nonsubsidi pada PT PPN tahun 2020-2021,” kata JPU.

Dalam perkara ini, Alfian didakwa bersama sejumlah pihak lain, termasuk mantan pejabat di lingkungan Pertamina Patra Niaga, Pertamina, hingga pihak swasta. Mereka antara lain Hasto Wibowo, Toto Nugroho, Hanung Budya Yuktyanta, Dwi Sudarsono, Arief Sukmara, Indra Putra, dan Martin Haendra Nata.

Jaksa memaparkan, dalam pengadaan sewa terminal BBM, para terdakwa diduga memperkaya sejumlah pihak swasta, termasuk Komisaris PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi (PMKA) Gading Ramadhan Juedo, pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Andrianto Riza, serta pemilik manfaat PT Orbit Terminal Merak Mohammad Riza Chalid. Nilai yang diduga dinikmati mencapai Rp2,9 triliun dari kegiatan sewa Terminal BBM Merak.

Sementara itu, pada pemberian kompensasi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 oleh pemerintah pada 2022–2023, perbuatan para terdakwa disebut telah memperkaya Pertamina Patra Niaga sebesar Rp13,12 triliun. Adapun dalam penjualan solar nonsubsidi pada 2020–2021, jaksa menyebut PT Adaro Indonesia diuntungkan hingga Rp630 miliar.

Total kerugian negara dalam perkara ini disebut mencapai Rp285,18 triliun. Angka tersebut terdiri dari kerugian keuangan negara sebesar 2,73 miliar dolar AS dan Rp25,44 triliun, kerugian perekonomian negara Rp171,99 triliun, serta keuntungan ilegal sebesar 2,62 miliar dolar AS.

Jaksa menjelaskan, kerugian keuangan negara antara lain berasal dari impor produk kilang atau BBM senilai 5,74 miliar dolar AS serta penjualan solar nonsubsidi senilai Rp2,54 triliun. Sementara kerugian perekonomian negara muncul akibat kemahalan harga pengadaan BBM yang membebani ekonomi nasional, ditambah keuntungan ilegal dari selisih harga impor BBM yang melebihi kuota.

Dalam uraian dakwaan, JPU juga menyebut Alfian dan Hanung diduga meminta Direktur Utama Pertamina melakukan penunjukan langsung kepada PT Oiltanking Merak, meski kerja sama tersebut dinilai tidak memenuhi kriteria pengadaan.

Selain itu, pada kompensasi JBKP RON 90, Alfian bersama Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, diduga menyusun formula Harga Indeks Pasar (HIP) Pertalite RON 90 sebesar 99,21 persen MOPS 92. Formula tersebut menggunakan skema Jenis BBM Umum (JBU) Pertalite, hasil pencampuran Mogas RON 88 dan RON 92 dengan harga lebih tinggi.

Dalam kasus penjualan solar nonsubsidi, Alfian juga diduga menyetujui harga jual ke PT Adaro Indonesia tanpa mempertimbangkan harga dasar terendah dan tingkat keuntungan. “Ini sebagaimana diatur dalam Pedoman Pengelolaan Pemasaran BBM Industri dan Marine Pertamina Patra Niaga Nomor A02-001/PNC200000/2022-S9,” tutur JPU.

Atas perbuatannya, para terdakwa terancam dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mau Mudik atau Liburan? KAI Pastikan Tiket Kereta Diskon 30 Persen Masih Ada

Libur Natal dan Tahun Baru menjadi momen favorit masyarakat untuk bepergian, baik untuk pulang kampung maupun sekadar berlibur bersama keluarga. Kabar baiknya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan tiket kereta dengan diskon 30 persen masih tersedia, sehingga perjalanan akhir tahun tetap bisa dinikmati dengan lebih hemat.

Program diskon ini merupakan bagian dari stimulus pemerintah dalam mendukung kelancaran angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Diskon berlaku khusus untuk kereta ekonomi komersial dan dapat dinikmati untuk perjalanan pada periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa masyarakat masih memiliki banyak pilihan jadwal dan rute dengan harga yang lebih terjangkau.

“Tiket diskon 30 persen masih tersedia sehingga masyarakat tetap bisa merencanakan perjalanan dengan nyaman dan ekonomis,” ujar Anne.

Secara total, KAI menyiapkan 1.509.080 tempat duduk untuk program diskon ini. Hingga Minggu, 28 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket diskon telah mencapai 1.181.470 tiket, atau sekitar 79 persen dari kapasitas yang tersedia.

Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi favorit saat libur panjang. Selain nyaman dan aman, harga yang lebih ramah di kantong membuat perjalanan semakin menyenangkan.

Tak hanya tiket diskon, KAI juga menyediakan sejumlah kereta ekonomi komersial dengan tarif terjangkau, seperti Banyubiru Ekspres (Semarang Tawang–Solo Balapan), Sribilah Fakultatif (Medan–Rantau Prapat), Tawang Jaya Premium (Semarang Tawang–Pasar Senen), Gunungjati (Semarang Tawang–Gambir), hingga Cakrabuana (Purwokerto–Gambir).

Seluruh pemesanan tiket dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Access by KAI, sehingga calon penumpang bisa langsung mengecek jadwal dan ketersediaan kursi secara real time.

Selain memudahkan mobilitas masyarakat, lonjakan penumpang kereta api selama libur akhir tahun juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Aktivitas UMKM, transportasi lanjutan, hingga sektor pariwisata ikut bergerak seiring tingginya arus perjalanan.