liga 1
now browsing by tag
SEJARAH TERBENTUKNYA PERSIB BANDUNG
Persib Bandung, atau secara lengkap Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib), merupakan salah satu klub sepak bola tertua dan paling populer di Indonesia, berbasis di Kota Bandung, Jawa Barat.
Akar Sejarah Awal
Cikal bakal Persib dapat ditelusuri hingga Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB), yang merupakan perserikatan sepak bola pribumi pertama di Bandung. BIVB terbentuk dari penggabungan beberapa klub lokal pada masa kolonial Belanda. Berdasarkan penelitian sejarah terbaru yang diumumkan pada 2023 oleh tim peneliti (termasuk dari Universitas Padjadjaran) dan diakui secara resmi oleh manajemen Persib, tanggal pendirian BIVB adalah 5 Januari 1919. Tanggal ini kini dijadikan sebagai hari jadi resmi Persib oleh klub melalui PT Persib Bandung Bermartabat.
Sebelumnya, banyak sumber menyebut BIVB didirikan sekitar tahun 1923, tetapi riset terkini mengoreksinya ke 1919, dengan dukungan bukti primer seperti berita surat kabar lama.
Pembentukan Nama Persib
BIVB kemudian berkembang dan digantikan oleh organisasi lain yang bernuansa nasionalis, yaitu Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada 14 Maret 1933, kedua organisasi ini beserta beberapa klub lain (seperti SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi) sepakat melebur menjadi satu perkumpulan baru bernama Persib. Tanggal ini lama menjadi hari jadi yang diperingati, tetapi kini diganti dengan 5 Januari 1919 untuk mencerminkan akar yang lebih awal.
Persib lahir di era perjuangan nasionalisme, di mana sepak bola menjadi sarana perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Klub-klub pribumi seperti BIVB dan Persib sering dipandang rendah oleh perkumpulan Belanda seperti Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO).
Perkembangan Selanjutnya
Persib menjadi salah satu pendiri PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) pada 19 April 1930 (melalui perwakilan BIVB/PSIB), dan sejak itu konsisten berprestasi di kompetisi nasional, seperti era Perserikatan, Liga Indonesia, hingga Liga 1 saat ini. Klub ini dikenal dengan julukan Maung Bandung atau Pangeran Biru, serta suporter fanatiknya yang disebut Bobotoh.
Persib telah meraih berbagai gelar juara, termasuk back-to-back Liga 1 pada musim 2023–24 dan 2024–25. Saat ini, Persib dikelola secara profesional oleh PT Persib Bandung Bermartabat sejak 2009.
Sejarah Persib mencerminkan semangat kebanggaan masyarakat Sunda dan Bandung, di mana klub ini bukan hanya tim sepak bola, tapi juga simbol identitas budaya.
Sejarah Terbentuknya Persija Jakarta
Persija Jakarta, atau secara lengkap Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta, merupakan salah satu klub sepak bola tertua dan tersukses di Indonesia. Klub ini berjulukan Macan Kemayoran dan menjadi kebanggaan ibu kota.
Awal Mula Pendirian
Persija didirikan pada 28 November 1928 di era kolonial Belanda (saat Jakarta masih bernama Batavia). Pendiri utamanya adalah Soeri dan Alie (atau A. Alie Subrata), dua tokoh olahraga yang ingin membentuk klub sepak bola untuk pribumi Indonesia sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi kolonial dalam olahraga.
Nama awal klub adalah Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ), di mana “Jacatra” merujuk pada nama lama Jakarta sebelum dijajah Belanda. VIJ dibentuk sebagai wadah bagi klub-klub lokal nasionalis, dan sepak bola saat itu tidak hanya olahraga, tapi juga simbol perjuangan bangsa.
Peran dalam Pembentukan PSSI
Pada 19 April 1930, VIJ menjadi salah satu dari tujuh klub pendiri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), induk organisasi sepak bola nasional. VIJ langsung berprestasi dengan memenangkan kompetisi resmi PSSI pertama pada 1931.
Selama era Perserikatan (kompetisi nasional sebelum liga profesional), VIJ/Persija konsisten berada di divisi teratas dan meraih beberapa gelar juara.
Perubahan Nama menjadi Persija
Setelah Indonesia merdeka pada 1945, nama klub diubah menjadi Persija sekitar tahun 1950. Perubahan ini mencerminkan identitas nasional baru, dan klub mulai berbasis di Jakarta Pusat dengan Jusuf Jahja sebagai ketua.
Pada era 1950-an, Persija banyak diisi pemain keturunan Tionghoa, Belanda, dan Eurasia, yang juga memperkuat tim nasional Indonesia.
Perkembangan Selanjutnya
Persija menjadi klub dengan koleksi gelar terbanyak di Indonesia (11 gelar liga nasional: 9 dari era Perserikatan dan 2 dari era Liga Indonesia modern pada 2001 dan 2018). Klub ini tidak pernah terdegradasi sejak kompetisi nasional dimulai pada 1930.
Persija juga memiliki basis suporter fanatik bernama The Jakmania (didirikan 1997), yang membuatnya salah satu klub terpopuler di tanah air.
Saat ini, Persija bermarkas di Jakarta International Stadium (JIS) dan terus menjadi simbol kebanggaan Jakarta dengan rivalitas sengit seperti terhadap Persib Bandung (Derby Indonesia).
Sejarah Persija mencerminkan perjuangan bangsa Indonesia, dari era kolonial hingga modern, menjadikannya lebih dari sekadar klub sepak bola.
