Liga Inggris
now browsing by tag
MACAUSLOT188 memastikan mereka tetap bisa menikmati pengalaman bermain terbaik tanpa hambatan.
MACAUSLOT188 benar-benar unggul adalah kualitas permainannya. Situs ini bekerja sama dengan provider game terkemuka dunia seperti Pragmatic Play, PG Soft, Habanero, Joker123, dan CQ9. Semua game hadir dalam versi terbaru, dengan RTP (Return to Player) tinggi — rata-rata di atas 96,5%. Artinya, dalam jangka panjang, peluang Anda untuk menang jauh lebih besar dibanding situs lain yang menggunakan game abal-abal.
Dan yang paling penting: semua game di MACAUSLOT188 menggunakan sistem RNG bersertifikat yang diawasi oleh lembaga independen seperti eCOGRA. Ini jaminan bahwa setiap putaran benar-benar acak. Tidak ada algoritma yang “mengunci” kemenangan besar. Tidak ada skema “panas-dingin” buatan. Kalau hoki Anda datang, maka jackpot progresif bernilai ratusan juta itu benar-benar bisa jadi milik Anda — bahkan di putaran pertama.
Kisah-kisah kemenangan di MACAUSLOT188 bukan sekadar testimoni palsu. Banyak member yang benar-benar membuktikan bahwa menang besar itu mungkin. Ada yang deposit Rp50 ribu, main di Gates of Olympus, dan tiba-tiba dapat multiplier x500 yang menghasilkan kemenangan Rp213 juta. Ada juga yang setiap hari main game slot volatilitas rendah, konsisten untung Rp100–300 ribu, dan dalam sebulan bisa menabung hasil kemenangannya. Ini bukti bahwa MACAUSLOT188 bukan hanya buat yang cari jackpot — tapi juga buat yang ingin bermain santai tapi tetap untung.
Soal kecepatan transaksi, MACAUSLOT188 benar-benar tidak main-main. Deposit? Bisa selesai dalam 20 detik. Withdraw? Maksimal 30–40 detik, langsung masuk ke rekening BRI, BCA, Mandiri, Danamon, atau e-wallet seperti Gopay, OVO, Dana, dan LinkAja. Tidak ada alasan “sedang proses manual” atau “harus tunggu jam kerja”. Kemenangan Anda adalah uang Anda — dan itu harus segera bisa Anda nikmati.
Layanan pelanggan juga jadi senjata rahasia MACAUSLOT188. Tim CS-nya tidak cuma cepat merespons, tapi juga sangat membantu. Mau tanya soal game mana yang lagi “panas”? Bisa. Mau minta panduan klaim bonus? Siap. Bahkan kalau Anda baru pertama kali main slot dan bingung soal fitur Free Spin atau Buy Bonus, mereka akan jelaskan dengan sabar, tanpa nada menggurui. Yang lebih hebat, layanan ini tersedia 24 jam penuh, lewat live chat, WhatsApp, atau Telegram. Jadi, kapan pun Anda butuh bantuan, selalu ada orang di ujung sana yang siap membantu.
JOKER188: Slot Online Terpercaya dengan Maxwin dan Bonus Harian Terbesar
JOKER188: Slot Online Terpercaya dengan Maxwin dan Bonus Harian Terbesar
JOKER188 adalah platform slot online terkemuka di Indonesia yang telah dipercaya ribuan pemain sebagai tempat paling konsisten untuk meraih maxwin dan kemenangan harian. Dengan koleksi lebih dari 500 game slot online dari provider ternama seperti Pragmatic Play, PG Soft, Habanero, dan Joker123, JOKER188 menyajikan pengalaman bermain yang tidak hanya menghibur, tapi benar-benar menguntungkan. Setiap putaran dirancang dengan fitur bonus menarik — mulai dari Free Spin, Multiplier x1000, hingga jackpot progresif yang bisa mencapai ratusan juta rupiah — semua siap menanti Anda kapan saja.
Keunggulan JOKER188 tidak hanya terletak pada jumlah gamenya, tapi pada komitmennya terhadap keadilan dan peluang menang nyata. Semua slot online di JOKER188 memiliki RTP (Return to Player) rata-rata di atas 96,5%, diuji secara berkala oleh lembaga independen seperti eCOGRA, dan menggunakan sistem RNG bersertifikat yang menjamin setiap hasil putaran benar-benar acak dan fair. Tidak ada manipulasi, tidak ada penundaan pembayaran. Ditambah dengan bonus daftar hingga 100%, cashback mingguan, dan promo maxwin harian, JOKER188 memberi Anda modal lebih besar dan peluang menang lebih tinggi sejak hari pertama.
Yang membuat JOKER188 benar-benar berbeda adalah rekam jejak kemenangan nyata yang dibagikan setiap hari oleh member aktif. Banyak pemain baru yang langsung meraih maxwin dalam waktu kurang dari 15 menit — seperti kemenangan Rp210 juta di game Gates of Olympus hanya dari deposit Rp25.000. Proses deposit dan withdraw diproses dalam 30 detik via bank lokal (BRI, BCA, Mandiri) dan e-wallet (Gopay, OVO, Dana). Dengan layanan customer service 24 jam yang responsif dan ramah, JOKER188 bukan sekadar situs slot online — tapi partner kemenangan Anda setiap hari.
Pemain Kunci dalam Sejarah Brentford FC (The Bees)
Brentford memiliki sejarah panjang dengan pemain legendaris, terutama dari era 1930-an (saat promosi ke top-flight pertama) dan era modern (promosi ke Premier League 2021). Berikut beberapa pemain paling ikonik, berdasarkan pencetak gol terbanyak, penampilan terbanyak, Hall of Fame klub, dan dampak mereka.


Era Klasik (1930-an–1960-an)
- Jim Towers (1954–1961): Pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan 163 gol dalam 282 penampilan. Dinobatkan sebagai pemain terbaik Brentford dalam polling Football League 125 tahun. Inducted Hall of Fame 2015.
- George Francis (1955–1961): 136 gol, partner Towers yang legendaris.
- Ken Coote (1949–1964): Rekor penampilan terbanyak (559 laga), bek tangguh era pasca-perang.
- Jack Holliday (1930-an): Kunci promosi ke Divisi One 1935, rekor gol musim tunggal masih bertahan.
- David McCulloch (1935–1938): Striker Skotlandia dengan gol krusial di top-flight awal.



Era Modern (2010-an–Sekarang)
Pemain kunci dalam kebangkitan dan promosi ke Premier League:
- Ivan Toney (2020–2024): 72 gol (termasuk 36 di Premier League), kapten, kunci promosi 2021. Dijual ke Al-Ahli dengan rekor transfer.



- Ollie Watkins (2017–2020): 45 gol di Championship, kunci play-off promosi. Dijual ke Aston Villa dengan profit besar.


- Saïd Benrahma (2018–2020): Winger brilian dengan dribble dan assist, bagian dari trio BMW (dengan Watkins & Mbeumo).


- Kevin O’Connor (2000-an–2010-an): Lebih dari 500 penampilan, kapten legendaris.
- Pontus Jansson (2019–2023): Bek kapten di Premier League awal, inducted Hall of Fame 2024.
Brentford Hall of Fame (didirikan 1991) memiliki 69 anggota hingga 2024, termasuk Idris Hopkins, Joe James, dan inductee terbaru seperti Jansson. Pemain ini mewakili warisan dari era top-flight 1930-an hingga sukses data-driven modern. Come on you Bees! 🔴⚪
Sejarah Brentford Football Club (The Bees)
Brentford FC adalah klub sepak bola profesional dari Brentford, West London, Inggris. Dijuluki The Bees (karena asosiasi historis dengan lebah di daerah tersebut) atau The Reds, klub ini berkompetisi di Premier League dan bermain di Gtech Community Stadium (kapasitas 17.250).




Sebelumnya, mereka bermain di Griffin Park (1904–2020), stadion unik dengan pub di setiap sudut.


Pendirian dan Awal Mula (1889–1920-an)
Klub didirikan pada 1889 di pertemuan rowing club untuk memutuskan olahraga musim dingin (sepak bola menang atas rugby dengan satu suara). Awalnya amatir, bergabung dengan London League (1896) dan Southern League (1898). Juara Southern League Second Division pada 1900–01.
Bergabung dengan Football League pada 1920.



Era Keemasan (1930-an)
Di bawah manajer Harry Curtis, promosi ke Divisi Two (1933) dan Divisi One (1935) untuk pertama kali. Finis top 6 berturut-turut di top-flight (termasuk 5th pada 1935–36). Rekor tak terkalahkan 21 laga kandang pada 1929–30 masih bertahan.
Periode Pasca-Perang dan Fluktuasi (1940-an–2010-an)
Degradasi pada 1947, naik-turun divisi bawah. Hampir bangkrut pada 1967. Era Matthew Benham (pemilik sejak 2012) dengan model analitik data membawa revolusi.
Kebangkitan Modern (2010-an–Sekarang)
Promosi berturut-turut, juara League One (2014), runner-up Championship (2020). Promosi ke Premier League pertama kali sejak 1947 pada 2021 via play-off (menang 2-0 atas Swansea).
Bertahan solid di Premier League dengan gaya bermain atraktif dan rekrutmen cerdas. Pindah ke Gtech Community Stadium pada 2020.
Hingga Desember 2025 (musim 2025–26), Brentford berada di posisi sekitar 15-16 di Premier League dengan sekitar 19 poin, aman dari degradasi tapi mid-table.



Prestasi Utama
- Finis tertinggi Divisi One: 5th (1935–36)
- Juara Divisi Two (1935), Divisi Three (1933, 1992), Divisi Four (1963)
- Promosi ke Premier League (2021)
Evolusi Logo
Logo Brentford sering menampilkan elemen lebah dan kastil, berevolusi menjadi desain modern minimalis.


Rivalitas
Rival utama Fulham (West London Derby) dan Queens Park Rangers.
Brentford adalah kisah inspiratif klub kecil yang naik ke papan atas berkat inovasi dan manajemen cerdas. Come on you Bees! 🔴⚪
Sejarah Fulham Football Club (The Cottagers)
Fulham FC adalah salah satu klub sepak bola tertua di London. Berbasis di Fulham, London Barat, klub ini dijuluki The Cottagers (karena Craven Cottage) atau The Whites. Mereka bermain di Craven Cottage, stadion ikonik di tepi Sungai Thames sejak 1896.





Pendirian dan Awal Mula (1879–1900-an)
Klub didirikan pada 1879 sebagai Fulham St Andrew’s Church Sunday School FC oleh anggota gereja untuk kegiatan pemuda. Pada 1888, nama menjadi Fulham FC. Mereka profesional pada 1898 dan bergabung dengan Southern League.
Pencapaian awal: Promosi ke Divisi Dua pada 1907.


Era Johnny Haynes dan Naik-Turun (1950-an–1990-an)
Legenda Johnny Haynes (1952–1970) adalah kapten Inggris pertama yang dibayar £100/minggu. Semi-final FA Cup 1958 dan 1962. Final FA Cup pertama pada 1975 (kalah dari West Ham).
Hampir bangkrut pada 1987, diselamatkan lewat merger gagal dengan QPR. Era Mohammed Al-Fayed (1997–2013) bawa stabilitas.
Puncak Eropa dan Era Modern (2000-an–2010-an)
Promosi ke Premier League pertama pada 2001 di bawah Jean Tigana. Final Europa League 2010 (kalah 2-1 dari Atlético Madrid di extra time) – pencapaian terbesar, kalahkan Juventus, Shakhtar, dll. Roy Hodgson dinobatkan Manager of the Year.
Dipimpin Shahid Khan sejak 2013. Yo-yo club: Beberapa promosi/degradasi, kembali ke Premier League 2018, 2022.
Saat Ini (Musim 2025–26)
Musim ini adalah musim ke-128 Fulham dan ke-4 berturut-turut di Premier League. Hingga Desember 2025, Fulham berada di posisi mid-table (sekitar 11-14), dengan performa stabil di bawah Marco Silva, aman dari degradasi.


Prestasi Utama
- Runner-up Europa League (2010)
- Final FA Cup (1975)
- Juara Championship (2001, 2022), Divisi Dua beberapa kali
- Semi-final FA Cup berkali-kali
Evolusi Logo
Logo Fulham sering menampilkan inisial FFC dengan elemen sederhana.


Rivalitas
Rival utama Chelsea (West London Derby), juga Brentford dan QPR.
Fulham adalah klub “keluarga” London dengan atmosfer Craven Cottage yang unik. Dari hampir lenyap menjadi tim Premier League tetap, mereka mewakili ketangguhan. Come on You Whites! ⚪⚫
Sejarah AFC Bournemouth (The Cherries)
AFC Bournemouth adalah klub sepak bola profesional dari Bournemouth, Dorset, Inggris. Dijuluki The Cherries (karena warna merah jersey dan ceri lokal) atau Boscombe di masa awal, klub ini berkompetisi di Premier League dan bermain di Vitality Stadium (sebelumnya Dean Court).



Pendirian dan Awal Mula (1899–1920-an)
Klub didirikan pada 1899 sebagai Boscombe FC dari sisa-sisa Boscombe St. John’s Institute FC. Bergabung dengan Football League pada 1923 sebagai Bournemouth & Boscombe Athletic FC.
Pencapaian awal termasuk juara Third Division South Cup pasca-Perang Dunia II.

Periode Naik-Turun (1930-an–2000-an)
Klub sering berpindah divisi. Pada 1971, nama resmi menjadi AFC Bournemouth (AFC ditambahkan agar muncul lebih atas di daftar alfabetis).
Di bawah manajer Harry Redknapp (1983–1992), mereka promosi ke divisi dua. Hampir bangkrut pada 2008, tapi diselamatkan.
Kebangkitan Modern (2010-an–Sekarang)
Di bawah Eddie Howe, promosi berturut-turut: Juara League One 2015, promosi ke Premier League pertama kali pada 2015 (musim ke-100 di liga bawah).
Bertahan 5 musim di Premier League (2015–2020), rekor finis 9th (2016–17). Degradasi 2020, tapi kembali promosi 2022 di bawah Scott Parker.
Sejak kembali, stabil di Premier League. Musim 2025–26 adalah musim ke-4 berturut-turut di top-flight (total ke-9). Hingga Desember 2025, Bournemouth berada di posisi sekitar 13th dengan performa kompetitif, termasuk hasil dramatis seperti imbang 4-4 lawan Manchester United.


Prestasi Utama
- Promosi ke Premier League (2015, 2022)
- Quarter-final FA Cup terbaik (1957, 2021, 2025)
- Quarter-final EFL Cup beberapa kali
Evolusi Logo
Logo sering menampilkan kepala pemain (Dickie Dowsett) dan bola, dengan warna merah-hitam.


Rivalitas
Rival utama adalah klub South Coast seperti Southampton (South Coast Derby) dan Portsmouth.
Bournemouth adalah kisah sukses “underdog” sepak bola Inggris: dari hampir lenyap menjadi tim Premier League tetap dengan gaya bermain menyerang. Up the Cherries! 🍒🔴⚫
Sejarah Tottenham Hotspur Football Club (The Spurs)
Tottenham Hotspur FC, sering disebut Spurs atau The Lilywhites, adalah salah satu klub sepak bola paling bersejarah di Inggris. Berbasis di Tottenham, North London, klub ini dijuluki berdasarkan emblem ayam jantan (cockerel) dan motto Latin “Audere est Facere” (To Dare Is To Do). Mereka bermain di Tottenham Hotspur Stadium yang megah.
Pendirian dan Awal Mula (1882–1900-an)
Klub didirikan pada 1882 sebagai Hotspur Football Club oleh sekelompok anak sekolah dari Hotspur Cricket Club dan All Hallows Church untuk bermain olahraga di musim dingin. Nama diubah menjadi Tottenham Hotspur pada 1884 untuk menghindari kebingungan dengan klub lain.
Pencapaian besar pertama: Juara FA Cup 1901 sebagai klub non-League (satu-satunya sejak pembentukan Football League), mengalahkan Sheffield United 3-1 di final replay.


Era Keemasan Bill Nicholson (1950-an–1960-an)
Di bawah manajer legendaris Bill Nicholson (1958–1974):
- Juara liga pertama pada 1951 dan 1961.
- Double bersejarah pada 1960–61: Juara liga dan FA Cup (pertama di abad 20).
- Juara European Cup Winners’ Cup 1963 – trofi Eropa pertama bagi klub Inggris.
- Juara FA Cup 1961, 1962, 1967; UEFA Cup pertama 1972.

Periode 1970-an–2000-an
- Juara UEFA Cup lagi pada 1984.
- FA Cup 1981, 1982, 1991; League Cup beberapa kali (terakhir 2008).
- Final Liga Champions pertama pada 2019 (kalah dari Liverpool).
Era Modern (2010-an–Sekarang)
Pindah ke Tottenham Hotspur Stadium (kapasitas 62.850) pada 2019, stadion tercanggih di Inggris yang juga host NFL dan konser.




Hingga Desember 2025 (musim 2025–26), Spurs berada di posisi mid-table Premier League di bawah manajer Thomas Frank, dengan performa naik-turun tapi tetap kompetitif di Eropa.

Prestasi Utama
- 2 Gelar Liga Inggris (1951, 1961)
- 8 FA Cup (rekor bersama Man United)
- 4 League Cup
- 1 European Cup Winners’ Cup (1963)
- 2 UEFA Cup/Europa League (1972, 1984)
- Runner-up Liga Champions 2019
Evolusi Logo
Logo ikonik dengan ayam jantan di atas bola, simbol keberanian.

Rivalitas
Rival utama Arsenal dalam North London Derby – salah satu derby tersengit di dunia, dengan akar sejarah panjang sejak Arsenal pindah ke North London pada 1913.
Tottenham adalah klub dengan gaya bermain menyerang (“To Dare Is To Do”) dan basis suporter global. Meski sering disebut “trofi drought” baru-baru ini, warisan mereka tetap legendaris. Come On You Spurs! ⚪🔵
Sejarah Rivalitas Newcastle United
Newcastle United Football Club (The Magpies) memiliki beberapa rivalitas penting dalam sejarahnya, tapi yang paling ikonik dan sengit adalah Tyne-Wear Derby melawan Sunderland AFC (The Black Cats). Rivalitas ini sering disebut sebagai salah satu derby terpanas di sepak bola Inggris, mewakili persaingan antara dua kota besar di North East England yang hanya berjarak sekitar 19 km.
Asal-Usul Rivalitas
Rivalitas antara Newcastle dan Sunderland bukan hanya soal sepak bola, tapi berakar dari sejarah panjang:
- English Civil War (1640-an): Newcastle mendukung Royalists (raja), sementara Sunderland menjadi benteng Parliamentarians. Ini menciptakan divisi politik dan ekonomi awal.
- Persaingan Ekonomi Abad 17–19: Newcastle memiliki hak monopoli perdagangan batu bara dari Raja Charles I, yang merugikan Sunderland. Shipbuilding dan pertambangan juga menjadi sumber konflik.
- Rivalitas modern dimulai dengan sepak bola pada akhir abad 19, ketika kedua klub terbentuk dan bersaing di liga awal.
Pertemuan pertama: 1883 (persahabatan), kompetitif pertama: FA Cup 1888 (Sunderland menang 2-0 atas Newcastle East End, nama lama Newcastle).
Statistik Head-to-Head (hingga Desember 2025)
- Total pertemuan kompetitif: ~158
- Kemenangan Newcastle: 54
- Kemenangan Sunderland: 53–54
- Imbang: 50 Sangat seimbang, membuat setiap derby tak terprediksi.
Skor terbesar:
- Sunderland 9–1 Newcastle (1908, di St James’ Park – rekor terbesar derby)
- Newcastle 6–1 Sunderland (1955)
Momen Ikonik
- 1973: Sunderland (Divisi 2) kalahkan Leeds di final FA Cup, tapi derby tetap panas.
- 1990: Play-off Divisi 2 – “derby terbesar sejarah”, Newcastle promosi setelah replay.
- 1999: Sunderland menang di St James’ Park, akibatkan Ruud Gullit mundur sebagai manajer Newcastle.
- 2006: Alan Shearer cetak gol terakhir karirnya via penalti di derby.
- 2011: Ryan Taylor cetak free-kick winner; Newcastle menang terakhir di liga hingga lama.
- 2013–2015: Sunderland menang 6 derby berturut-turut (rekor).
- 2024: Newcastle menang 3–0 di FA Cup (pertama sejak 2016).
- 2025: Derby kembali di Premier League setelah Sunderland promosi; pertandingan terbaru sering berakhir dramatis, seperti own goal atau comeback.
Atmosfer dan Dampak
Derby ini terkenal dengan atmosfer elektrik di St James’ Park (Newcastle) dan Stadium of Light (Sunderland). Suporter Newcastle (Toon Army) dan Sunderland saling ejek, tapi sering ada insiden hooliganisme (misalnya 1990-an–2000-an, larangan away fans sementara).
Rivalitas Lain Newcastle
Meski Sunderland adalah rival utama:
- Middlesbrough (Tyne-Tees Derby): Rival regional lain.
- Manchester United: Dari era 1990-an (Keegan’s “I’d love it”), sering kompetitif.
- Klub lain seperti Tottenham atau Leeds punya sejarah panas, tapi tidak selevel.
Tyne-Wear Derby tetap yang paling emosional, membagi keluarga dan wilayah North East. Saat ini (2025), dengan kedua tim di Premier League, derby kembali menjadi highlight musim! Howay the Lads atau Ha’way the Lads – tergantung sisi mana kamu! ⚫⚪ vs 🔴⚪
Sejarah Sunderland Association Football Club (The Black Cats)
Sunderland AFC adalah salah satu klub sepak bola tertua dan paling bersejarah di Inggris. Berbasis di Sunderland, Tyne and Wear, klub ini dijuluki The Black Cats dan bermain di Stadium of Light (kapasitas 49.000). Motto mereka adalah “Ha’way the Lads!”.
Pendirian dan Awal Mula (1879–1890-an)
Klub didirikan pada 1879 oleh guru sekolah James Allan sebagai Sunderland and District Teachers’ Association Football Club. Pada 1880, nama diubah menjadi Sunderland AFC dan terbuka untuk non-guru. Mereka bergabung dengan Football League pada 1890–91, menggantikan Stoke City.
Di bawah manajer Tom Watson, Sunderland mendominasi era awal: memenangkan 3 gelar liga berturut-turut (1892, 1893, 1895) dan total 6 gelar top-flight (terakhir 1913). Dijuluki “Team of All Talents”, mereka adalah kekuatan besar di akhir abad 19.



Era Keemasan dan FA Cup (1930-an–1970-an)
- Juara liga keenam pada 1936.
- Juara FA Cup pertama pada 1937 (menang 3-1 atas Preston North End sebagai underdog).
- Puncak legendaris: FA Cup 1973 di bawah Bob Stokoe, tim Divisi Dua mengalahkan Leeds United 1-0 (gol Ian Porterfield, save legendaris Jim Montgomery) – salah satu upset terbesar sejarah FA Cup.
Mereka bermain di Roker Park (1898–1997), stadion ikonik dengan “Roker Roar” yang terkenal.
Penurunan dan Fluktuasi (1980-an–2010-an)
- Relegasi pertama ke Divisi Tiga pada 1987 (titik terendah).
- Beberapa promosi/relegasi, termasuk final League Cup 1985 dan 2014 (kalah).
- Pindah ke Stadium of Light pada 1997, dibangun di bekas tambang batubara Monkwearmouth.




Era Modern dan Kembali ke Premier League (2020-an–Sekarang)
Setelah degradasi ke League One (2018), Sunderland promosi kembali ke Championship (2022). Pada musim 2024–25, mereka finis play-off dan promosi ke Premier League setelah menang 2-1 atas Sheffield United di final play-off (gol dramatis Tom Watson di injury time). Ini adalah kembalinya setelah 8 tahun absen.
Di musim 2025–26 (saat ini Desember 2025), Sunderland kembali berkompetisi di Premier League di bawah manajer Regis Le Bris, dengan investasi besar di skuad.


Prestasi Utama
- 6 Gelar Liga Inggris (terbanyak ke-6 sepanjang masa)
- 2 FA Cup (1937, 1973)
- 1 Charity Shield (1936)
- Beberapa gelar divisi bawah
Evolusi Logo
Logo Sunderland sering menampilkan elemen kapal (simbol sejarah maritim kota), kucing hitam (julukan Black Cats sejak 1900-an), dan monumen lokal seperti Penshaw Monument sejak pindah ke Stadium of Light.


Rivalitas
Rival utama adalah Newcastle United (Tyne-Wear Derby) – salah satu derby paling sengit di Inggris, dengan akar sejarah Perang Saudara Inggris.
Sunderland adalah klub dengan warisan kaya, dari dominasi era Victoria hingga perjuangan modern. Saat ini, mereka kembali ke papan atas dan siap bersaing lagi. Ha’way the Lads! ⚫⚪
