Liga Inggris
now browsing by tag
Sejarah Chelsea Football Club
Chelsea FC, dijuluki The Blues, adalah salah satu klub sepak bola terkemuka di Inggris, berbasis di Fulham, London. Klub ini memiliki rivalitas sengit dengan Arsenal (North London Derby bukan, tapi London Derby), Tottenham Hotspur, dan Fulham. Stamford Bridge menjadi kandang mereka sejak pendirian.
Pendirian dan Awal Sejarah
Klub ini didirikan pada 10 Maret 1905 oleh pengusaha Gus Mears di pub The Rising Sun (sekarang The Butcher’s Hook). Chelsea langsung bergabung dengan Football League tanpa pernah bermain di divisi non-liga.


Trofi mayor pertama datang pada 1955 dengan juara Divisi Pertama (sekarang Premier League) di bawah manajer Ted Drake. Stadion Stamford Bridge (dibuka 1877) menjadi home sejak awal, dengan kapasitas saat ini sekitar 40.000 setelah renovasi.


Era Pra-Abramovich (1970-an hingga 2003)
Periode ini penuh pasang surut: Juara FA Cup 1970 (replay vs Leeds), Cup Winners’ Cup 1971, tapi juga degradasi dan masalah finansial. Era 1990-an membaik dengan bintang seperti Gianfranco Zola, juara League Cup 1998 dan FA Cup 2000 di bawah manajer seperti Ruud Gullit dan Gianluca Vialli.
Era Roman Abramovich dan Dominasi (2003-2022)
Titik balik besar pada 2003 ketika miliarder Rusia Roman Abramovich mengakuisisi klub, menyuntikkan investasi masif.

EU to sanction Chelsea FC owner Roman Abramovich in new oligarch …
- José Mourinho (2004-2007 & 2013-2015) membawa era keemasan: Premier League back-to-back 2005 & 2006.

Jose Mourinho: Why it went wrong for manager at Chelsea – BBC Sport
- Champions League pertama 2012: Dramatis via adu penalti vs Bayern Munich di Allianz Arena (di bawah Roberto Di Matteo).
- Dominasi dengan manajer seperti Carlo Ancelotti (double 2010), Antonio Conte (liga 2017), dan Thomas Tuchel (Champions League 2021 vs Man City).




Pada 2022, karena sanksi terhadap Abramovich, klub dijual ke konsorsium dipimpin Todd Boehly.
Todd Boehly: Who Is Chelsea’s Proposed New Owner? – Business Insider
Era Modern (2022-Sekarang)
Periode transisi dengan pengeluaran besar untuk pemain muda. Di bawah Enzo Maresca (sejak 2024), Chelsea memenangkan UEFA Conference League 2024-25 (mengalahkan Real Betis 4-1) dan FIFA Club World Cup 2025 (format baru, mengalahkan PSG di final). Pada Desember 2025, klub sedang berkompetisi di Premier League, FA Cup, EFL Cup, dan kembali ke Champions League untuk musim 2025-26.
Trofi Mayor (hingga Desember 2025)
Chelsea menjadi klub pertama yang memenangkan semua kompetisi utama UEFA (Champions League, Europa League, Cup Winners’ Cup, Conference League, Super Cup) plus Club World Cup dua kali. Total sekitar 35-36 trofi mayor:
- Premier League/First Division: 6 kali (terakhir 2016-17).
- FA Cup: 8 kali.
- League Cup/EFL Cup: 5 kali.
- Community Shield: Beberapa kali.
- UEFA Champions League: 2 kali (2012, 2021).
- UEFA Europa League: 2 kali (2013, 2019).
- UEFA Cup Winners’ Cup: 2 kali (1971, 1998).
- UEFA Conference League: 1 kali (2025).
- UEFA Super Cup: 2 kali.
- FIFA Club World Cup: 2 kali (2021, 2025).
Dari klub yang hampir bangkrut menjadi superpower global, Chelsea melambangkan transformasi modern sepak bola berkat investasi dan manajemen cerdas. “Keep the Blue Flag Flying High!” adalah chant ikonik mereka.
Manchester United vs Brighton: 3 Pemain Kunci Setan Merah Berpotensi Absen!

Agenslot188 – Manajer Manchester United, Ruben Amorim memberikan kabar kurang baik jelang laga melawan Bournemouth. Ia menyebut tiga pemain intinya, Amad Diallo, Noussair Mazraoui dan Bryan Mbeumo berpotensi absen di laga ini.
Manchester United akan memainkan laga kandang di pekan ke-16 EPL 2025/2026. Setan Merah akan menjamu salah satu tim kuda hitam Inggris, Bournemouth pada hari Selasa (16/12/2025) dini hari nanti.
Jelang laga ini, MU mendapatkan masalah. Tiga pemain mereka, Mazraoui, Mbeumo dan Amad sudah mendapatkan panggilan untuk memperkuat tim nasional masing-masing untuk persiapan Piala Afrika 2025.
Ketiga pemain ini seharusnya sudah berangkat ke negara mereka masing-masing pada hari Senin besok. Namun MU dikabarkan lagi mencoba menego agar ketiganya baru berangkat setelah laga melawan Bournemouth.
Masih Proses Nego

Dalam konferensi persnya sebelum menghadapi Bournemouth, Amorim mengaku masih gelap apakah ketiga pemain ini bisa ia libatkan dalam skuad MU yang menghadapi Bournemouth atau tidak.
Ia menyebut bahwa pihaknya masih menego setiap Timnas yang diperkuat ketiga pemain itu, dan hingga saat ini masih belum ada jawaban yang definitif terkait status ketiganya.
“Jujur, saya belum mengetahui secara pasti kondisi mereka bertiga. Situasinya akan berbeda-beda satu sama lain, karena setiap tim nasional punya ide mereka masing-masing mengenai kapan pemain mereka harus melapor ke tim,” ujar Amorim.
Tunggu Hingga Detik Terakhir

Amorim pribadi berharap bahwa Timnas Pantai Gading, Kamerun dan Maroko mau memberikan dispensasi kepada ketiga pemain ini agar bisa telat sedikit bergabung dengan pemusatan latihan mereka.
Jika tidak mendapatkan izin, Amorim juga menyebut bahwa ia sudah menyiapkan sejumlah skema untuk bermain tanpa tiga pemain tersebut.
“Kami saat ini masih menunggu keputusan mereka, dan kami akan menunggu hingga detik-detik akhir, agar kami bisa menentukan tim terbaik yang akan bermain di pertandingan besok,” pungkas Amorim.
Menang Harga Mati

Kemenangan atas Bournemouth bakal jadi harga yang tidak bisa ditawar Manchester United di laga ini. Jika mereka memenangkan laga ini, Setan Merah bisa naik ke peringkat lima klasemen sementara EPL.
Itulah mengapa Bruno Fernandes dkk akan berjuang sekuat tenaga agar mereka bisa memenangkan laga tersebut.
