Info terkini Tentang Permainan Online

Manchester United

now browsing by tag

 
 

OGC Nice

🔴⚫ Profil Singkat OGC Nice

  • Nama lengkap: Olympique Gymnaste Club Nice Côte d’Azur
  • Didirikan: 9 Juli 1904
  • Kota: Nice, Provence-Alpes-Côte d’Azur, Prancis
  • Stadion: Allianz Riviera (kapasitas: 36.178)
  • Warna seragam: Merah dan Hitam
  • Julukan:
    • Les Aiglons (Elang Muda)
    • Les Niçois
  • Pemilik: Ineos (konglomerat Inggris milik Sir Jim Ratcliffe), sejak 2019

🏆 Prestasi: Raksasa Selatan dengan Akar Kuat

Nice adalah salah satu klub tertua dan paling berprestasi di Prancis, dengan warisan liga yang megah di era 1950-an dan kebangkitan modern di bawah kepemilikan Inggris.

Domestik (Prancis)

  • Juara Ligue 1: 4 kali
    • 1951, 1952, 1956, 1959
      → Era keemasan di bawah pelatih Nereo Rocco dan Luis Carniglia
  • Juara Coupe de France: 3 kali
    • 1952, 1954, 1997
  • Runner-up Ligue 1: 5 kali (terakhir: 2023–24 — finish ke-2 di bawah pelatih Francesco Farioli)

Eropa

  • Piala Champions:
    • Perempat final 1956, 1957
  • Liga Europa:
    • Perempat final 1973
  • Konsisten lolos ke kualifikasi Eropa sejak 2022

💡 Nice adalah satu-satunya klub Prancis yang pernah punya dua juara Ballon d’Or dalam skuadnya: Just Fontaine (1958) dan Luis Suárez (1960, bukan striker Uruguay).


🦅 Asal Julukan “Les Aiglons” (Elang Muda)

  • Julukan ini muncul pada 1950-an, karena gaya bermain cepat, menyerang, dan penuh visi — seperti elang muda yang belajar terbang.
  • Warna merah-hitam diadopsi sejak awal berdiri, terinspirasi dari bendera kota Nice.
  • Stadion lama mereka, Stade du Ray, dikenal sebagai “sarang elang” yang sangat menakutkan bagi tim tamu.

🌟 Era Keemasan: 1950–1959 — Dominasi Riviera

Di bawah pelatih legendaris Nereo Rocco (arsitek “catenaccio”) dan Luis Carniglia, Nice menciptakan dinasti:

  • Gaya bermain: Menyerang total, teknis, dan disiplin taktis
  • Pemain ikonik:
    • Just Fontaine — pencetak 13 gol di Piala Dunia 1958 (rekor dunia)
    • Luis Suárez — playmaker Spanyol, Ballon d’Or 1960
    • Marcel Domingo, Antoine Bonifaci
  • 1951 & 1952: Juara Ligue 1 2 kali berturut-turut
  • 1959: Juara liga terakhir hingga kini

💬 “Nice didn’t just play football. They painted it.”
— Kritikus Prancis era 1950-an


🏟️ Allianz Riviera: Istana Modern di Jantung Riviera

  • Dibuka: 2013 (menggantikan Stade du Ray)
  • Kapasitas: 36.178
  • Karakteristik:
    • Arsitektur futuristik, atap melengkung menyerupai ombak Mediterania
    • “Tribune Jean-Bouin” diisi oleh “Ultras Niçois” — suporter paling fanatik
    • Lokasi: Dekat Bandara Nice, dengan pemandangan Laut Mediterania dan Pegunungan Alpen
  • Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di Eropa yang jadi lokasi final Rugby Piala Eropa (2015).

🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Allez Nice, Allez l’OGC… Les Aiglons vont voler!”
(Maju Nice, Maju OGC… Elang Muda akan terbang!)


🔥 Rivalitas Utama

  1. AS Monaco“Derbi Riviera”
    • Rival paling sengit — jarak hanya 20 km
    • Akar dari persaingan kota pantai Mediterania: Nice (seni & budaya) vs Monaco (kasino & elit)
    • Disebut “derbi paling berkelas di Prancis”
  2. Olympique de Marseille → rival historis selatan Prancis
  3. Paris Saint-Germain → rival modern (akar vs uang)

💚 Akademi & Filsafat: “Nice, Sekolah Sepak Bola Prancis”

  • Nice memiliki akademi muda terbaik ke-3 di Prancis (setelah Lyon dan Rennes)
  • Melahirkan:
    • Hatem Ben Arfa
    • Malang Sarr
    • Dante (dibentuk ulang di Nice)
    • Terem Moffi, Jean-Clair Todibo — bintang masa kini
  • Filosofi modern:
    • Kombinasi pemain muda teknis + pengalaman taktis
    • Gaya bermain possession-based, pressing intens, transisi cepat

💡 Fakta Unik

  1. Just Fontaine mencetak 134 gol dalam 131 laga untuk Nice — rekor klub sepanjang masa.
  2. Nice adalah satu-satunya klub di dunia yang pernah dilatih oleh dua pelatih legendaris: Nereo Rocco (AC Milan) dan Luis Carniglia (Real Madrid).
  3. Allianz Riviera adalah satu-satunya stadion di Prancis yang punya panel surya di atapnya — menghasilkan listrik untuk kota.
  4. Klub ini menolak tawaran investor Timur Tengah pada 2010-an — ingin jadi “klub Eropa asli”.

🏁 Masa Depan: Mengejar Gelar Ligue 1 ke-5

  • 2024/25: Target — juara Ligue 1 pertama dalam 65 tahun!
  • Fokus pada:
    • Pertahankan pelatih Francesco Farioli
    • Bangun tim muda + berpengalaman (Todibo, Moffi, Boudouiri)
    • Kembangkan akademi dan reputasi Eropa

“We don’t chase stars. We raise eagles.”


💬 Kesimpulan

OGC Nice bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol keanggunan Riviera, warisan emas 1950-an, dan bukti bahwa keindahan sepak bola lahir dari teknik, bukan hanya kekuatan.

“In Nice, the sea is blue, the eagles are red, and the future is always rising.”

Stade Rennais FC

🔴⚫ Profil Singkat Stade Rennais FC

  • Nama lengkap: Stade Rennais Football Club
  • Didirikan: 10 Maret 1901
  • Kota: Rennes, Brittany, Prancis
  • Stadion: Roazhon Park (kapasitas: 29.778)
  • Warna seragam: Merah dan Hitam
  • Julukan:
    • Les Rouge et Noir
    • Les Bretons
    • Le Stade
  • Pemilik: Groupe Artémis (perusahaan François-Henri Pinault, CEO Kering / Gucci), sejak 1998

🏆 Prestasi: Pabrik Bakat dengan Jiwa Kompetitif

Rennes mungkin tidak sering juara, tapi memiliki reputasi luar biasa dalam pembinaan pemain muda dan konsistensi di papan atas Ligue 1.

Domestik (Prancis)

  • Juara Coupe de France: 3 kali
    • 1965, 1971, 2019
      2019: Kemenangan paling bersejarah — kalahkan Paris Saint-Germain 6–5 adu penalti di final!
  • Runner-up Ligue 1: 1949, 1950, 1956, 1965
  • Finish 3–6 besar Ligue 1: Konsisten sejak 2018

Eropa

  • Liga Europa:
    • Perempat final 2022/23 (kalah dari AS Roma)
  • Liga Champions:
    • Fase grup 2019/20 — debut pertama dalam sejarah klub!

💡 Rennes adalah satu-satunya klub Prancis yang juara Piala Prancis dengan skuad termuda sepanjang sejarah (rata-rata usia 21 tahun, 2019).


🏰 Asal Identitas: Akar Breton yang Tak Terpatahkan

  • Rennes adalah kota terbesar di Brittany, wilayah dengan budaya dan bahasa unik (bukan bagian dari “Prancis utama”).
  • Warna merah-hitam diadopsi pada 1907, terinspirasi dari warna seragam sekolah teknik lokal.
  • Klub ini menjadi simbol kebanggaan Breton — melawan dominasi Paris dalam budaya dan olahraga.

💬 “Nous sommes Bretons. Pas Français. Nous sommes Rennais.”
(“Kami orang Breton. Bukan Prancis. Kami orang Rennes.”)


🌟 Akademi Terbaik di Prancis: “Centre d’Entainement Henri Guérin”

  • Dianggap sebagai akademi nomor 1 di Prancis, bahkan menyaingi Clairefontaine (akademi nasional).
  • Melahirkan bintang dunia:
    • Ousmane Dembélé
    • Eduardo Camavinga
    • Mathys Tel
    • Désiré Doué (bintang 2024)
  • Filosofi: Kembangkan pemain teknis, cerdas, dan kreatif sejak usia 12 tahun.

💰 Rennes dikenal karena model bisnis cerdas:

  • Beli pemain muda murah atau bentuk sendiri
  • Jual ke klub besar (Real Madrid, Bayern, PSG)
  • Gunakan profit untuk perkuat akademi

🏟️ Roazhon Park: Istana di Jantung Brittany

  • Nama: “Roazhon” adalah sebutan dalam bahasa Breton untuk “Rennes”
  • Kapasitas: 29.778
  • Karakteristik:
    • “Tribune Mordelles” diisi oleh “Allez Rennes” — kelompok suporter paling vokal
    • Stadion dikelilingi mural Breton dan simbol Celtic
    • Suasana intim, panas, dan penuh nyanyian Breton
  • Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di Ligue 1 yang namanya dalam bahasa lokal (bukan Prancis).

🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Allez Rennes, Allez Breizh!”
(Maju Rennes, Maju Brittany!)


🔥 Rivalitas Utama

  1. FC Nantes“Derbi Brittany”
    • Rival paling sengit — akar dari persaingan historis antara Rennes (keuskupan) vs Nantes (pelabuhan)
    • Pertandingan selalu emosional, penuh nyanyian tradisional, dan gengsi tinggi
  2. Stade Brestois → rival regional barat Prancis
  3. PSG → rival modern (akademi vs uang)

📈 Kebangkitan Modern: Era Pinault (1998–Sekarang)

  • 1998: Dibeli oleh François-Henri Pinault (miliarder Prancis, pemilik Gucci)
  • Investasi jangka panjang di:
    • Akademi
    • Infrastruktur stadion
    • Pelatih berkualitas (Christian Gourcuff, Julien Stéphan, Bruno Génésio)
  • 2018–2024:
    • Lolos ke Eropa 5 musim berturut-turut
    • Juara Piala Prancis 2019
    • Konsisten di papan atas Ligue 1

💡 Fakta Unik

  1. Roazhon Park adalah satu-satunya stadion di Eropa yang punya patung singa Breton di depan gerbang utama.
  2. Rennes adalah satu-satunya klub di dunia yang menjual 3 pemain muda ke Real Madrid dalam 3 tahun (Dembélé 2015, Camavinga 2021, Tel 2022).
  3. Klub ini aktif melestarikan bahasa Breton — lagu, spanduk, dan media sosial sering pakai bahasa lokal.
  4. “Groupe Artémis” tidak pernah utang — Rennes adalah salah satu klub paling sehat finansial di Eropa.

🏁 Masa Depan: Menjadi Kekuatan Eropa Berkelanjutan

  • 2024/25: Target — konsisten di 5 besar Ligue 1, lolos ke Liga Europa/Liga Champions
  • Fokus pada:
    • Pertahankan akademi kelas dunia
    • Bangun tim muda + berpengalaman
    • Jadikan Rennes sebagai “tujuan elit” bagi bakat Eropa

“We don’t buy stars. We grow forests.”


💬 Kesimpulan

Stade Rennais bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah jantung budaya Brittany, pabrik bakat Eropa, dan bukti bahwa identitas lokal bisa bersaing di panggung global.

“In Rennes, we don’t follow Paris. We lead with our roots.”

Lille OSC

🔴🤍 Profil Singkat LOSC Lille

  • Nama lengkap: Lille Olympique Sporting Club
  • Didirikan: 1944 (hasil penggabungan Olympique Lillois dan SC Fives)
  • Kota: Lille, Hauts-de-France, Prancis
  • Stadion: Stade Pierre-Mauroy (kapasitas: 50.186)
  • Warna seragam: Merah dan Hitam
  • Julukan:
    • Les Dogues (Anjing Pemburu)
    • Les Lillois
  • Pemilik: Merlyn Partners (konsorsium Prancis-Amerika), sejak 2017

🏆 Prestasi: Raksasa Utara dengan Jiwa Pemberontak

Lille adalah salah satu dari hanya 6 klub Prancis yang pernah juara Ligue 1, dan pencapaian terbarunya dianggap sebagai salah satu keajaiban terbesar dalam sejarah sepak bola Eropa.

Domestik (Prancis)

  • Juara Ligue 1: 4 kali
    • 1946, 1954, 2011, 2021
      2021: Akhiri dominasi 8 tahun PSG dengan anggaran 1/10 dari Paris!
  • Juara Coupe de France: 6 kali
    • Terakhir: 2011 (bersamaan dengan juara liga — Double)
  • Juara Trophée des Champions: 1 kali (2021)

Eropa

  • Liga Champions:
    • Perempat final 2007
  • Liga Europa:
    • Semi-finalis 2004
  • Konsisten lolos ke kompetisi Eropa sejak 2019

💡 Fakta Menakjubkan:
Pada 2020/21, Lille tidak pernah kalah di kandang sepanjang musim, mengalahkan PSG, Lyon, Marseille, dan Monacosemua dengan tim tanpa bintang global.


🐕 Asal Julukan “Les Dogues” (Anjing Pemburu)

  • Julukan ini muncul pada 1960-an, karena gaya bermain Lille yang agresif, gigih, dan tak kenal lelah — seperti anjing pemburu.
  • Warna merah-hitam melambangkan semangat pekerja industri utara Prancis dan keberanian.
  • Stadion lama mereka, Stade Grimonprez-Jooris, dikenal sebagai “kandang anjing pemburu” yang sangat menakutkan bagi tim tamu.

🌟 Era Keajaiban 2021: Mengguncang Takhta PSG

Di bawah pelatih Christophe Galtier, Lille menciptakan keajaiban modern:

  • Gaya bermain: Disiplin defensif, serangan balik cepat, kerja tim luar biasa
  • Pemain kunci:
    • José Fonte (37 tahun, kapten legendaris)
    • Burak Yılmaz (35 tahun, top scorer liga)
    • Mike Maignan (kiper, kini di AC Milan)
    • Boubakary Soumaré, Renato Sanches, Jonathan Bamba
  • 23 Mei 2021: Lille resmi juara setelah menang 2–1 atas Angers — dua poin di atas PSG

💬 “Kami bukan tim bintang. Tapi kami punya hati singa.”
— Christophe Galtier


🏟️ Stade Pierre-Mauroy: Istana Modern di Kota Industri

  • Dibuka: 2012 (untuk Euro 2016)
  • Kapasitas: 50.186bisa dikonversi jadi 30.000 kursi + 20.000 berdiri
  • Karakteristik:
    • Atap tertutup otomatis — stadion serba-guna pertama di Prancis
    • “Tribuna Dogues” diisi oleh “Ultra Lille” — suporter paling fanatik
    • Stadion menghadap ke pusat kota Lille — simbol modernisasi utara Prancis
  • Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di Eropa yang bisa mengubah konfigurasi untuk basket, konser, atau tenis meja Olimpiade.

🔥 Rivalitas Utama

  1. RC Lens“Derbi Nord”
    • Rival paling sengit — akar dari persaingan kota industri batu bara
    • Jarak hanya 30 km
    • Disebut “derbi paling emosional di Prancis utara”
  2. RC Strasbourg → rival historis “klub pekerja”
  3. Paris Saint-Germain → rival modern (kelas pekerja vs elit ibu kota)

💚 Filosofi Klub: “Klub Tim, Bukan Klub Bintang”

  • Lille dikenal karena gaya bermain kolektif, disiplin taktis, dan pembinaan pemain muda.
  • Akademi “Centre de Formation” melahirkan talenta seperti:
    • Eden Hazard
    • Benjamin Pavard
    • Leny Yoro (17 tahun, bintang 2024)
  • Klub ini menolak boros — fokus pada pemain berpotensi, bukan nama besar.

💡 Fakta Unik

  1. Stade Pierre-Mauroy adalah satu-satunya stadion di dunia yang pernah jadi lokasi final EuroBasket (2015) dan Piala Davis tenis (2017).
  2. Lille adalah satu-satunya klub Prancis yang pernah juara liga dengan dua klub berbeda di kota yang sama (Olympique Lillois 1946 + LOSC 1954).
  3. José Fonte mencetak gol kemenangan di pekan terakhir 2021 pada usia 37 tahun — momen paling heroik dalam sejarah klub.
  4. Klub ini tidak pernah bangkrut, meski berada di kota industri yang mengalami deindustrialisasi.

🏁 Masa Depan: Mempertahankan Jiwa di Tengah Kesuksesan

  • 2024/25: Target — konsisten di 3 besar Ligue 1, lolos ke Liga Champions
  • Fokus pada:
    • Regenerasi skuad muda (Leny Yoro, Lucas Chevalier, Angel Gomes)
    • Pertahankan filosofi “tim di atas individu”
    • Bangun reputasi Eropa yang berkelanjutan

“Nous ne courons pas après les étoiles. Nous construisons notre propre ciel.”
(“Kami tak mengejar bintang. Kami membangun langit kami sendiri.”)


💬 Kesimpulan

LOSC Lille bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol ketahanan utara Prancis, bukti bahwa kerja tim bisa mengalahkan uang, dan pengingat bahwa keajaiban nyata terjadi di lapangan hijau.

“In Lille, we don’t dream of glory. We earn it — one tackle, one pass, one goal at a time.”


AS Monaco F.C.

🔴🤍 Profil Singkat AS Monaco FC

  • Nama lengkap: Association Sportive de Monaco Football Club
  • Didirikan: 23 Agustus 1924
  • Kota: Fontvieille, Monaco
  • Stadion: Stade Louis II (kapasitas: 16.500)
  • Warna seragam: Merah dan Putih
  • Julukan:
    • Les Rouge et Blanc
    • Les Monégasques
  • Pemilik: Dmitry Rybolovlev (miliarder Rusia), sejak 2011 (melalui perusahaan Monaco Football Club SA)

🏆 Prestasi: Raksasa Prancis dengan Jiwa Eropa

Monaco adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah Prancis, terutama dikenal karena konsistensi Eropa dan pembinaan pemain muda kelas dunia.

Domestik (Prancis)

  • Juara Ligue 1: 8 kali
    • 1961, 1963, 1971, 1978, 1982, 1988, 1997, 2017
      2017: Akhiri dominasi PSG selama 4 tahun — salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Ligue 1 modern!
  • Juara Coupe de France: 5 kali
  • Juara Trophée des Champions: 3 kali

Eropa

  • Liga Champions:
    • Runner-up 2004 (kalah 0–3 dari Porto asuhan José Mourinho)
  • Piala Winners’ Cup:
    • Juara 1992 (kalahkan Werder Bremen 2–0)
  • Piala UEFA:
    • Runner-up 1992

💡 Monaco adalah satu-satunya klub dari luar Prancis daratan yang juara Ligue 1, karena Monaco adalah negara berdaulat.


🏰 Asal Identitas: Klub Kerajaan di Jantung Riviera

  • Monaco didirikan oleh anggota keluarga kerajaan Grimaldi dan komunitas elit Mediterania.
  • Warna merah-putih diadopsi dari bendera Kerajaan Monaco.
  • Klub ini mewakili gaya hidup mewah Riviera Prancis, tapi tetap menjaga akar sepak bola kompetitif.

💬 “Di Monaco, kami bermain bukan hanya untuk menang, tapi untuk menghibur dunia.”


🌟 Era Keemasan: 2013–2018 — Kembalinya Sang Pangeran

Setelah dibeli oleh Dmitry Rybolovlev, Monaco menjalani transformasi radikal:

  • Investasi besar di pemain muda berbakat
  • 2016/17: Juara Ligue 1 setelah 17 tahun — kalahkan PSG dengan 107 gol (rekor liga modern)
  • 2017: Semi-finalis Liga Champions — kalahkan Manchester City, Dortmund, Real Madrid
  • Gaya bermain: Menyerang total, cepat, kombinasi sayap mematikan

Pemain Ikonik Era Ini:

  • Kylian Mbappé — bintang muda, top scorer Liga Champions 2017
  • Radamel Falcao — kapten legendaris, “El Tigre”
  • Bernardo Silva, Fabinho, Tiemoué Bakayoko, Benjamin Mendy
    → Hampir semua dijual ke klub besar Eropa dengan keuntungan besar

💰 Monaco dikenal sebagai “pabrik profit”: beli murah, kembangkan, jual mahal — model bisnis paling sukses di Eropa.


🏟️ Stade Louis II: Istana di Atas Laut

  • Lokasi: Fontvieille, dibangun di atas tiang beton di atas Laut Mediterania
  • Kapasitas: 16.500stadion terkecil di Ligue 1
  • Karakteristik:
    • Atap tertutup, arsitektur futuristik
    • Arena atletik di bawah tribun
    • Pemandangan langsung ke pelabuhan kapal pesiar
  • Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di dunia yang sebagian strukturnya berdiri di atas laut.

🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Monaco, Monaco… Allez les Rouge et Blanc!”


🔥 Rivalitas Utama

  1. OGC Nice“Derbi Riviera”
    • Jarak hanya 20 km
    • Rivalitas akar dari persaingan kota pantai Mediterania
    • Disebut “derbi paling berkelas di Prancis”
  2. Paris Saint-Germain (PSG) → rival modern (uang vs akademi)
  3. Olympique de Marseille → rival historis selatan Prancis

💚 Akademi & Filsafat: “Monaco, Sekolah Para Bintang”

  • Monaco memiliki akademi muda terbaik ke-2 di Eropa (setelah La Masia Barcelona)
  • Melahirkan:
    • Kylian Mbappé
    • Thierry Henry
    • Lilian Thuram, Emmanuel Petit, David Trezeguet
  • Filosofi: Kembangkan pemain teknis, cepat, cerdas — siap untuk klub top Eropa

💡 Fakta Unik

  1. Monaco adalah satu-satunya klub di dunia yang tidak membayar pajak — karena berada di negara bebas pajak.
  2. Stade Louis II adalah satu-satunya stadion di Eropa yang punya kolam renang Olimpiade di bawah tribun.
  3. Klub ini tidak pernah terdegradasi dari Ligue 1 sejak 1970-an — konsistensi luar biasa.
  4. Mbappé mencetak gol ke-100 untuk Monaco di usia 18 tahun — rekor klub.

🏁 Masa Depan: Membangun Dinasti Baru

  • 2024/25: Target — konsisten di 3 besar Ligue 1, kembali ke Liga Champions
  • Fokus pada:
    • Regenerasi skuad muda (Takumi Minamino, Wissam Ben Yedder, Mohamed Camara)
    • Pertahankan model “beli-muda-jual-mahal”
    • Bangun tim yang bisa menyaingi PSG

“We don’t buy stars. We create them.”


💬 Kesimpulan

AS Monaco bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol keanggunan Riviera, pabrik bakat Eropa, dan bukti bahwa ukuran bukan penentu takdir.

“In Monaco, the sea is blue, the stars are red, and the future is always bright.”

Olympique Lyonnais

🔴🤍 Profil Singkat Olympique Lyonnais (OL)

  • Nama lengkap: Olympique Lyonnais
  • Didirikan: 26 Agustus 1950 (menggantikan Lyon Olympique Universitaire)
  • Kota: Lyon, Auvergne-Rhône-Alpes, Prancis
  • Stadion: Groupama Stadium (kapasitas: 59.186)
  • Warna seragam: Merah, Biru, dan Putih
  • Julukan:
    • Les Gones (anak-anak Lyon dalam dialek lokal)
    • OL
  • Pemilik: Eagle Football Group (kelompok investor AS, termasuk John Textor), sejak 2022

🏆 Prestasi: Raja Ligue 1 yang Menguasai Satu Dekade

OL adalah salah satu klub paling dominan dalam sejarah sepak bola Prancis, terutama di awal abad ke-21.

Domestik (Prancis)

  • Juara Ligue 1: 7 kali berturut-turutrekor tak tertandingi di Prancis!
    • 2002, 2 003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008
  • Juara Coupe de France: 5 kali
    • Terakhir: 2012
  • Juara Trophée des Champions: 8 kali

Eropa

  • Liga Champions:
    • 7 kali capai perempat final (2003–2010)
    • Semi-finalis 2010 (kalah dari Bayern Munich)
  • Liga Europa:
    • Runner-up 2014 (kalah dari Sevilla)

💡 OL adalah satu-satunya klub Prancis yang juara liga 7 kali berturut-turut — prestasi yang bahkan PSG belum bisa samai.


👦 Asal Julukan “Les Gones”

  • “Gones” adalah istilah dalam dialek Lyonnais untuk menyebut “anak-anak” atau “pemuda lokal”.
  • Julukan ini mencerminkan identitas kota Lyon — hangat, komunitas, dan penuh gairah lokal.
  • Warna merah-biru-putih diadopsi dari bendera kota Lyon.

🌟 Era Keemasan: 2002–2010 — Dinasti Prancis

Di bawah presiden Jean-Michel Aulas dan pelatih seperti Paul Le Guen dan Alain Perrin, OL menciptakan dinasti tak terkalahkan:

  • Gaya bermain: Teknis, cepat, dominan, berbasis akademi
  • Pemain ikonik era ini:
    • Juninho Pernambucano — legenda hidup, raja tendangan bebas
    • Grégory Coupet — kiper terbaik Prancis
    • Sidney Govou, Florent Malouda, Karim Benzema, Hatem Ben Arfa
  • 2006: OL sempat peringkat 1 dunia dalam peringkat klub IFFHS

💬 “Juninho didn’t take free kicks. He delivered destiny.”
— Fans OL


🏟️ Groupama Stadium: Istana Futuristik di Décines

  • Dibuka: 2016 (menggantikan Stade de Gerland)
  • Kapasitas: 59.186
  • Karakteristik:
    • Stadion paling modern di Prancis — atap tertutup sebagian, fasilitas kelas dunia
    • “Virage Sud” diisi oleh “Bad Gones” dan “Nucleo Ultra” — suporter paling vokal
    • Lokasi: Décines-Charpieu, pinggiran Lyon
  • Fakta: Stadion ini jadi lokasi final Liga Champions Wanita 2016, 2019, 2022.

🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Allez Lyon, Allez OL… Les Gones sont là!”
(Maju Lyon, Maju OL… Anak-anak Lyon ada di sini!)


🔥 Rivalitas Utama

  1. AS Saint-Étienne“Derbi Rhône-Alpes” atau “Le Derby”
    • Rival paling sengit di Prancis — akar dari persaingan industri (Lyon: tekstil & keuangan vs Saint-Étienne: tambang & senjata)
    • Disebut “derbi paling emosional di Eropa” oleh media internasional
  2. Olympique de Marseille“Derbi Mediterranée”
  3. Paris Saint-Germain → rival modern (era pasca-2011)

💚 Akademi Terbaik di Eropa: “Centre TOLA VIVAS”

  • OL dikenal sebagai “pabrik talenta Prancis”:
    • Melahirkan Karim Benzema (Ballon d’Or 2022)
    • Samuel Umtiti, Nabil Fekir, Anthony Martial (pernah di akademi)
    • Rayan Cherki, Malick Fofana, Saidou Sow — bintang masa depan
  • Akademi OL juara 5 kali Turnamen Antara Akademi Eropa (2010–2023).

📉 Masa Kelam & Kebangkitan (2010–2023)

  • 2010–2022: Puasa gelar liga, sering kalah dari PSG
  • 2020: Bangkrut hampir terjadi — utang €300 juta
  • 2022: Dibeli oleh John Textor (investor AS) — bawa stabilitas finansial
  • 2023–24: Kebangkitan luar biasa — finish ke-3 di Ligue 1, lolos ke Liga Champions 2 024/25

💥 Musim 2023/24 dianggap sebagai “kembalinya OL ke peta Eropa”.


💡 Fakta Unik

  1. Juninho Pernambucano mencetak 44 gol dari tendangan bebas untuk OL — rekor dunia untuk satu klub.
  2. OL adalah satu-satunya klub di dunia yang punya tim pria, wanita, dan esports semua juara nasional dalam satu tahun (2022).
  3. Bad Gones (kelompok suporter) adalah satu-satunya di Prancis yang menolak komersialisasi nyanyian.
  4. Groupama Stadium adalah satu-satunya stadion di Eropa yang punya taman pertanian urban di atapnya.

🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan Eropa

  • 2024/25: Target — konsisten di 3 besar Ligue 1, capai perempat final Liga Champions
  • Fokus pada:
    • Regenerasi skuad muda
    • Pertahankan akademi kelas dunia
    • Bangun tim yang bisa menyaingi PSG dan Marseille

“Nous ne construisons pas des équipes. Nous cultivons des légendes.”
(“Kami tidak membangun tim. Kami menanam legenda.”)


💬 Kesimpulan

Olympique Lyonnais bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol kejayaan Prancis modern, pabrik bakat Eropa, dan bukti bahwa akar lokal bisa melahirkan bintang global.

“In Lyon, we don’t follow trends. We set them — one legend at a time.”

RC Lens

🔴🤍 Profil Singkat RC Lens

  • Nama lengkap: Racing Club de Lens
  • Didirikan: 1906
  • Kota: Lens, Hauts-de-France, Prancis
  • Stadion: Stade Bollaert-Delelis (kapasitas: 38.223)
  • Warna seragam: Merah dan Emas
  • Julukan:
    • Les Sang et Or (Darah dan Emas)
    • Les Sangliers (Babi Hutan)
  • Pemilik: Klub milik anggota (socios) — salah satu dari sedikit klub Prancis yang tidak dimiliki pengusaha asing

🏆 Prestasi: Raksasa Utara dengan Jiwa Pekerja Tambang

Lens mungkin bukan klub paling bergelimang trofi, tapi memiliki sejarah emosional yang dalam dan satu mahkota liga yang tak terlupakan.

Domestik (Prancis)

  • Juara Ligue 1: 1 kali1997–98
    → Musim paling ikonik: mengalahkan Metz 2–1 di pekan terakhir untuk pastikan gelar
    → Dibawah pelatih Daniel Leclercq, dengan bintang Tony Vairelles, Antoine Sibierski, dan Frédéric Déhu
  • Juara Ligue 2: 4 kali (1937, 1948, 1973, 2020)
  • Runner-up Ligue 1: 3 kali (1957, 2002, 2022–23)
  • Juara Coupe de France: 1 kali1 999 (kalahkan Metz di final)

💡 Lens adalah satu-satunya klub dari Nord-Pas-de-Calais yang pernah juara Ligue 1 — wilayah yang dikenal sebagai “tanah tambang batu bara”.


⛏️ Asal Identitas: Dari Tambang ke Lapangan Hijau

  • Lens lahir di kota industri tambang batu bara — mayoritas pendiri dan pemain awal adalah penambang.
  • Warna merah melambangkan darah penambang, emas melambangkan batu bara yang berharga.
  • Julukan “Les Sang et Or” adalah penghormatan abadi kepada para pekerja yang membangun klub dengan keringat.

💬 “Kami tidak bermain untuk uang. Kami bermain untuk ayah, kakek, dan semua yang pernah menggali bumi untuk memberi kami hari ini.”


🏟️ Stade Bollaert-Delelis: Istana di Tanah Tambang

  • Dibuka: 1933 (direnovasi untuk Piala Dunia 1998)
  • Kapasitas: 38.223
  • Karakteristik:
    • “Kop de Boule” (tribun utara) diisi oleh “Grinta” — kelompok suporter paling fanatik di Prancis
    • Suasana sangat panas, emosional, dan intim
    • Stadion dikelilingi sisa-sisa tambang tua — pengingat akar sejarah klub
  • Fakta: Ini adalah satu-satunya stadion di Eropa yang dibangun di atas bekas tambang batu bara.

🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Allez Lens, Allez Lens… Sang et Or jusqu’au bout!”
(Maju Lens, Maju Lens… Darah dan Emas sampai akhir!)


📉 Masa Kelam: Jatuh, Bangkrut, dan Kembali Bangkit

  • 2000-an: Setelah era kejayaan, Lens mengalami kemerosotan tajam
  • 2017: Terdegradasi ke National (kasta ketiga)pertama kalinya dalam 50 tahun!
  • 2018: Hampir bangkrut, diselamatkan oleh dana darurat dari fans dan kota
  • 2020: Juara Ligue 2 — promosi ke Ligue 1
  • 2022–23: Runner-up Ligue 1 — pencapaian terbaik sejak 1998!
    → Kalahkan PSG, Marseille, Lyon
    → Lolos ke Liga Champions 2023/24 setelah 23 tahun!

💥 Musim 2022/23 dianggap sebagai “keajaiban Lens modern” — tim tanpa bintang, dengan anggaran terbatas, hampir juara liga.


🔥 Rivalitas Utama

  1. RC Strasbourg“Derbi Miner”
    • Kedua klub berasal dari komunitas pekerja industri
  2. LOSC Lille“Derbi Nord”
    • Rival paling sengit — mewakili dua kota industri bersebelahan (jarak 30 km)
    • Pertandingan penuh emosi, gengsi lokal, dan dendam historis

💚 Filosofi Klub: “Klub Rakyat Tanpa Miliarder”

  • Lens adalah salah satu dari hanya 3 klub di Ligue 1 yang tidak dimiliki investor asing (selain Marseille dan Montpellier).
  • 80% keputusan diambil oleh dewan anggota klub — bukan CEO atau pemilik tunggal.
  • Tiket termurah di Ligue 1: Mulai dari €10 — untuk menjaga aksesibilitas rakyat biasa.
  • Akademi muda “Centre de Formation” melahirkan talenta seperti Florian Sotoca, Loïs Openda (pinjam dari Leipzig), dan Jeanuël Belocian.

💡 Fakta Unik

  1. Stade Bollaert adalah satu-satunya stadion di Prancis yang tidak memiliki lampu sorot hingga 1990-an — pertandingan malam dilarang!
  2. Pada 1998, seluruh kota Lens berhenti bekerja saat Lens juara Ligue 1 — 100.000 orang turun ke jalan.
  3. Klub ini menolak tawaran €150 juta dari investor Saudi pada 2021 — untuk menjaga identitas.
  4. “Grinta” (kelompok suporter) adalah satu-satunya di Prancis yang membangun sendiri tribun mereka pada 1980-an.

🏁 Masa Depan: Menjaga Jiwa di Tengah Kesuksesan

  • 2024/25: Bermain di Liga Champions dan Ligue 1
  • Target:
    • Konsisten di 5 besar Ligue 1
    • Bangun generasi muda baru
    • Jangan pernah kehilangan akar “Sang et Or”
  • Tantangan: Menolak godaan komersialisasi berlebihan meski kini jadi klub Eropa.

“Nous ne sommes pas riches, mais nous sommes fiers.”
(“Kami tidak kaya, tapi kami bangga.”)


💬 Kesimpulan

RC Lens bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah monumen hidup bagi para penambang, puisi dalam bentuk komunitas, dan bukti bahwa semangat kolektif bisa mengalahkan uang.

“Di Lens, kami tidak punya minyak. Tapi kami punya darah, emas, dan hati yang tak pernah menyerah.”

Olympique de Marseill

⚪🔵 Profil Singkat Olympique de Marseille

  • Nama lengkap: Olympique de Marseille
  • Didirikan: 31 Agustus 1899
  • Kota: Marseille, Provence-Alpes-Côte d’Azur, Prancis
  • Stadion: Stade Vélodrome (kapasitas: 67.394)
  • Warna seragam: Putih dan Biru
  • Julukan:
    • Les Phocéens (Bangsa Phocaea — pendiri kota Marseille kuno dari Yunani)
    • OM
    • Les Olympiens
  • Pemilik: Frank McCourt (mantan pemilik LA Dodgers), sejak 2016

🏆 Prestasi: Raksasa Prancis dengan Satu Mahkota Eropa

Marseille adalah salah satu klub paling sukses dan paling kontroversial dalam sejarah Prancis.

Domestik (Prancis)

  • Juara Ligue 1: 9 kali
    • 1937, 1949, 1971, 1972, 1989, 1990, 1991, 1992, 2000
      → Rekor 4 gelar berturut-turut (1989–1992) — terbanyak dalam sejarah Prancis
  • Juara Coupe de France: 10 kali
  • Juara Trophée des Champions: 3 kali

Eropa & Dunia

  • Liga Champions UEFA: Juara 1993
    → Mengalahkan AC Milan 1–0 di final (gol Basile Boli)
    Satu-satunya klub Prancis yang pernah juara Liga Champions!
  • Piala UEFA: Runner-up 1999, 2004
  • Piala Super UEFA: Juara 1993
  • Piala Interkontinental: Runner-up 1993

💡 Fakta Bersejarah:
Gelar Liga Champions 1993 diperoleh di tengah skandal pengaturan skor domestik — membuatnya jadi kemenangan paling kontroversial namun sah dalam sejarah Eropa.


🏛️ Asal Nama & Identitas: Warisan Yunani di Tanah Prancis

  • Marseille didirikan oleh pedagang Yunani dari Phocaea pada 600 SM — klub menghormati warisan ini dengan julukan “Les Phocéens”.
  • Warna putih-biru melambangkan langit Mediterania dan gelombang laut.
  • Klub ini adalah jantung identitas Marseille — kota pelabuhan paling beragam di Prancis.

💬 “Marseille bukan cuma kota. Ini adalah perasaan. Dan OM adalah jantungnya.”


🌟 Era Bernard Tapie: Emas dan Skandal (1986–1994)

Di bawah presiden kontroversial Bernard Tapie, Marseille mencapai puncak kejayaan:

  • Investasi besar di pemain top: Jean-Pierre Papin, Chris Waddle, Abedi Pelé, Fabien Barthez, Marcel Desailly
  • 1989–1992: 4 gelar Ligue 1 berturut-turut
  • 1993: Juara Liga Champions — puncak segalanya
  • Tapi…
    • Terbukti menyuap Valenciennes untuk kalah di laga domestik (agar pemain istirahat untuk final Liga Champions)
    • Didegradasi ke Ligue 2 pada 1994 — meski gelar Eropa tidak dicabut oleh UEFA

💬 “Kami menang di Eropa dengan kecurangan di Prancis. Tapi sejarah hanya ingat kemenangan.”
— Kritikus Prancis


🏟️ Stade Vélodrome: Istana di Atas Bukit

  • Dibuka: 1937 (direnovasi total untuk Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 2016)
  • Kapasitas: 67.394stadion klub terbesar di Prancis
  • Karakteristik:
    • “Virage Sud” diisi oleh “Commando Ultra” — kelompok suporter paling fanatik di Prancis
    • Suasana sangat panas dan intimidatif — disebut “neraka selatan”
    • Stadion menghadap ke Pelabuhan Tua Marseille — pemandangan spektakuler

🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Droit au but, on va gagner!”
(Lurus ke gawang, kita akan menang!)


🔥 Rivalitas Abadi

  1. Paris Saint-Germain (PSG)“Le Classique”
    • Rival paling sengit di Prancis — melambangkan Marseille (selatan, kelas pekerja) vs Paris (utara, elit)
    • Pertandingan selalu emosional, penuh kartu, dan tensi tinggi
  2. Olympique Lyonnais (OL)“Derbi Rhône-Méditerranée”
  3. AS Monaco → rival historis di peta sepak bola Prancis selatan

📉 Masa Kelam & Kebangkitan (2000–Sekarang)

  • 2000: Juara Ligue 1 terakhir
  • 2000–2016: Sering terlibat perebutan gelar, tapi gagal juara
  • 2016: Dibeli oleh Frank McCourt — bawa stabilitas finansial
  • 2018: Final Liga Europa — kalah 3–4 dari Atlético Madrid
  • 2020–2023: Konsisten di 3 besar Ligue 1, lolos ke Liga Champions

💡 Fakta Unik

  1. Marseille adalah satu-satunya klub Prancis yang tidak pernah bangkrut atau terdegradasi sejak 1996.
  2. “Droit au But” (Lurus ke Gawang) adalah semboyan resmi klub — tertulis di lambang.
  3. Fans Marseille adalah satu-satunya di Prancis yang dilarang masuk stadion PSG sejak 1990-an karena kerusuhan.
  4. Klub ini menolak tawaran investor Timur Tengah — tetap ingin jadi “klub rakyat”.

🏁 Masa Depan: Mengejar Gelar Ligue 1 ke-10

  • 2024/25: Target — juara Ligue 1 pertama dalam 25 tahun
  • Fokus pada:
    • Pembinaan pemain muda
    • Gaya bermain ofensif ala pelatih Jean-Louis Gasset
    • Bangun tim yang bisa menyaingi PSG

“We don’t just play football. We defend the soul of the South.”


💬 Kesimpulan

Olympique de Marseille bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol gairah Mediterania, kebanggaan selatan Prancis, dan bukti bahwa sejarah bisa diwarnai emas — meski dengan noda.

“À Marseille, on ne triche pas avec le cœur.”
(“Di Marseille, kau tak main-main dengan hati.”)

Fulham F.C.

Profil Singkat Fulham F.C.

  • Nama lengkap: Fulham Football Club
  • Didirikan: 1879klub tertua di London
  • Kota: Fulham, London Barat, Inggris
  • Stadion: Craven Cottage (kapasitas: 22.384)
  • Warna seragam: Putih
  • Julukan:
    • The Cottagers
    • The Whites
  • Pemilik: Shahid Khan (miliarder AS, pemilik tim NFL Jacksonville Jaguars), sejak 2013

🏆 Prestasi: Klub Bersejarah dengan Jiwa London

Fulham bukan klub penuh trofi, tapi memiliki sejarah panjang, konsistensi luar biasa, dan dua pencapaian Eropa yang membanggakan.

Domestik (Inggris)

  • Belum pernah juara Liga Inggris atau Piala FA
  • Runner-up Piala FA: 1975 (kalah 0–2 dari West Ham)
  • Juara Divisi Dua (kini Championship): 4 kali
    • Terakhir: 2021–22 → promosi ke Premier League
  • Konsistensi luar biasa:
    • 24 musim di Premier League sejak 2001
    • Sering disebut “klub papan tengah paling stabil”

Eropa

  • Liga Intertoto UEFA: Juara 2002
  • Liga Europa: Runner-up 2010
    → Capai final pertama dalam sejarah klub!
    → Kalahkan Juventus, Wolfsburg, Hamburg di babak gugur
    → Kalah 1–2 dari Atlético Madrid di final (perpanjangan waktu)

💡 Final Liga Europa 2010 adalah pencapaian terbesar dalam sejarah Fulham — klub kecil London hampir juara Eropa!


🏡 Asal Julukan “The Cottagers”

  • Nama ini berasal dari Craven Cottage, stadion mereka yang menyerupai pondok pedesaan Inggris klasik.
  • Stadion dibangun pada 1896, dengan “Cottage” asli sebagai kantor klub — masih berdiri hingga kini.
  • Warna putih diadopsi pada 1904, menjadikan mereka “tim putih pertama di London”.

🏡 Craven Cottage adalah satu-satunya stadion di Premier League yang punya arsitektur pondok tradisional Inggris.


🌟 Era Modern: 2000–2010 — Kejayaan di Bawah Mohamed Al-Fayed

  • 1997: Dibeli oleh Mohamed Al-Fayed (pemilik Harrods)
  • 2001: Promosi ke Premier League
  • 2003–2010:
    • 13 musim berturut-turut di Premier League
    • Final Liga Europa 2010
    • Dikenal dengan gaya bermain ofensif dan menarik
  • Pelatih legendaris: Roy Hodgson (2007–2010) — arsitek keajaiban Eropa

Pemain Ikonik Era Ini:

  • Jimmy Bullard
  • Danny Murphy
  • Clint Dempsey (pahlawan Amerika)
  • Brede Hangeland, Mark Schwarzer

🏟️ Craven Cottage: Permata di Tepi Sungai Thames

  • Lokasi: Tepi Sungai Thames, dekat Taman Bishops Park
  • Kapasitas: 22.384stadion terkecil ke-2 di Premier League
  • Karakteristik:
    • “Putney End” dan “Hammersmith End” diisi oleh fans paling setia
    • “Cottage” asli di sudut lapangan — landmark bersejarah
    • Suasana intim, tenang, tapi penuh gairah
  • Fakta: Stadion ini dilindungi sebagai bangunan bersejarah nasional.

🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Come on, come on, Fulham!
We’re the team from Craven Cottage!”


🔥 Rivalitas Utama

  1. Chelsea“West London Derby”
    • Jarak hanya 3 mil
    • Tapi tidak terlalu sengit — lebih seperti “persaingan tetangga”
  2. Queens Park Rangers (QPR) → rival historis London Barat
  3. Brentford → rival modern (sejak Brentford promosi ke Premier League)

📉 Masa Kelam & Keterpurukan (2014–2021)

  • 2014: Terdegradasi ke Championship
  • 2016: Promosi ke Premier League, tapi langsung terdegradasi lagi
  • 2018–2021: Naik-turun antara Premier League dan Championship
  • 2021–22: Juara Championship → promosi ke Premier League
  • 2022–24: Konsisten di papan tengah Premier League

💬 “We’re not flashy. We’re faithful.”
— Semboyan fans Fulham


💡 Fakta Unik

  1. Fulham adalah satu-satunya klub di London yang tidak pernah berganti nama atau lokasi sejak 1879.
  2. Craven Cottage adalah satu-satunya stadion di Eropa yang dikelilingi taman umum dan sungai.
  3. Klub ini menolak sponsor judi selama bertahun-tahun — sesuai nilai keluarga Al-Fayed.
  4. Alex Ferguson pernah melatih Fulham selama 2 minggu pada 1990-an — sebagai “konsultan”!

🏁 Masa Depan: Membangun Tim yang Konsisten

  • 2024/25: Target — konsisten di papan tengah Premier League
  • Fokus pada:
    • Pembinaan pemain muda
    • Gaya bermain menyerang ala Marco Silva
    • Perluasan Craven Cottage (rencana ke 25.000 kursi)

“In Fulham, we don’t chase glory. We build it — quietly, proudly, and with class.”


💬 Kesimpulan

Fulham F.C. bukan klub yang diukur dari trofi, tapi dari jiwa, sejarah, dan keanggunan.
Ia adalah simbol London asli, rumah bagi sepak bola yang tak ribut, dan bukti bahwa keindahan ada dalam kesederhanaan.

“Craven Cottage isn’t just a stadium. It’s a home.”

Nottingham Forest F.C.

🟢🤍 Profil Singkat Nottingham Forest

  • Nama lengkap: Nottingham Forest Football Club
  • Didirikan: 1865
  • Kota: West Bridgford, Nottinghamshire, Inggris
  • Stadion: City Ground (kapasitas: 30.445)
  • Warna seragam: Merah dan Putih
  • Julukan:
    • The Reds
    • Forest
  • Pemilik: Evangelos Marinakis (pengusaha Yunani, juga pemilik Olympiacos), sejak 2017

🏆 Prestasi: Raksasa Eropa dari Kota Robin Hood

Nottingham Forest adalah bukti hidup bahwa keajaiban nyata ada dalam sepak bola.

Domestik (Inggris)

  • Juara Liga Inggris (First Division): 1 kali1977–78
    Promosi dari kasta kedua (1976–77)juara liga (1977–78)salah satu kebangkitan tercepat dalam sejarah!
  • Juara Piala FA: 2 kali
    • 1898, 1959
  • Juara Piala Liga Inggris: 4 kali
    • 1 978, 1979, 1989, 1990
  • Runner-up Liga Inggris: 1967

Eropa & Dunia – KEJAYAAN ABADI

  • Piala Champions (kini Liga Champions): 2 kali juara berturut-turut!
    • 1979: Kalahkan Malmö FF (Swedia) 1–0
    • 1980: Kalahkan Hamburger SV (Jerman) 1–0
  • Piala Super UEFA: Juara 1979
  • Piala Interkontinental: Runner-up 1980

💡 Fakta Legendaris:
Forest adalah satu-satunya klub di dunia yang lebih banyak juara Piala Champions (2) daripada juara liga domestik (1).
Mereka juga tidak pernah kalah di Liga Championsmenang 4 laga, imbang 2 dalam 2 musim!


🌳 Asal Nama & Identitas: Legenda Sherwood

  • Nama “Forest” diambil dari Hutan Sherwood, tempat legenda Robin Hood bersembunyi.
  • Warna merah melambangkan keberanian dan semangat pemberontakan.
  • Klub ini dikenal sebagai “tim Robin Hood” — “mengambil dari yang kaya (raksasa), memberi pada yang miskin (fans biasa)”.

🦁 Era Brian Clough: Keajaiban yang Tak Tertandingi (1975–1993)

Pelatih Brian Clough adalah arsitek keajaiban Forest:

  • 1975: Datang ke Forest saat klub di kasta kedua
  • 1977: Promosi ke First Division
  • 1978: Juara Liga Inggris
  • 1979 & 1980: Juara Piala Champions 2 kali berturut-turut
  • Gaya bermain: Disiplin ekstrem, kerja tim, serangan balik mematikan
  • Filsafat: “Sepak bola bukan soal bintang. Soal karakter.”

💬 “People say I’m arrogant. But I’ve won the European Cup twice with Nottingham Forest. What have you done?”
— Brian Clough


🏟️ City Ground: Istana di Pinggir Sungai Trent

  • Dibuka: 1898
  • Kapasitas: 30.445
  • Lokasi: Tepi Sungai Trent — salah satu stadion paling indah di Inggris
  • Karakteristik:
    • “Trent End” diisi oleh fans paling fanatik
    • Suasana intim dan penuh gairah, terutama saat derby melawan Derby County
  • Rencana: Perluasan ke 38.000 dalam 5 tahun

🎶 Lagu kebanggaan fans:
“Brian Clough, he built a team…
That conquered Europe, made us dream!”


🔥 Rivalitas Utama

  1. Derby County“East Midlands Derby”
    • Rival paling sengit — akar dari persaingan kota tetangga
    • Disebut “The Brians’ Derby” karena dulu dilatih Brian Clough (Forest) vs Brian Little (Derby)
  2. Leicester City → rival regional Midlands
  3. Notts County“Nottingham Derby” (klub tertua di dunia, didirikan 1862)

📉 Masa Kelam: Jatuh dari Langit (1993–2022)

  • 1993: Clough pensiun — awal kemerosotan
  • 1999: Terdegradasi ke kasta kedua
  • 2000–2022: Terjebak di Championship & League One — bahkan nyaris bangkrut
  • 2022: Promosi ke Premier League setelah 23 tahun absen!
    → Di bawah pelatih Steve Cooper, Forest kembali ke peta besar

💚 Kebangkitan di Bawah Evangelos Marinakis (2017–Sekarang)

  • 2017: Dibeli oleh Evangelos Marinakis (pemilik Olympiacos)
  • Investasi besar di:
    • Pemain berkualitas (Morgan Gibbs-White, Chris Wood, Murillo)
    • Akademi muda
    • Infrastruktur stadion
  • 2022–2024: Konsisten di Premier League, bahkan kalahkan Liverpool, Man United, Chelsea

💡 Forest adalah satu-satunya klub Inggris yang kembali ke Premier League dan langsung bertahan 2 musim berturut-turut setelah 23 tahun absen.


💡 Fakta Unik

  1. Stadion City Ground adalah satu-satunya di Inggris yang berbagi lokasi dengan lintasan dayung internasional.
  2. Peter Taylor (asisten Clough) adalah arsitek taktik diam-diam di balik keajaiban Eropa.
  3. Klub ini tidak pernah pakai nama sponsor di depan nama klub — tetap “Nottingham Forest”.
  4. Robin Hood bukan sekadar legenda — patungnya berdiri di luar stadion, dan topengnya sering dipakai fans.

🏁 Masa Depan: Menjaga Warisan, Mengejar Impian Baru

  • 2024/25: Target — konsisten di Premier League, bangun tim yang bisa lolos ke Eropa
  • Fokus pada:
    • Pertahankan akar komunitas
    • Kembangkan pemain muda
    • Hormati warisan Clough tanpa terjebak di masa lalu

“We’ve been to the top of Europe. Now, we’re climbing again.”


💬 Kesimpulan

Nottingham Forest bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah bukti bahwa keajaiban bisa direncanakan, karakter lebih berharga daripada bintang, dan sejarah bukan beban — tapi kompas.

“In Nottingham, we don’t follow dreams. We build them — one European Cup at a time.”

Leeds United F.C.

Profil Singkat Leeds United

  • Nama lengkap: Leeds United Football Club
  • Didirikan: 17 Oktober 1919 (menggantikan Leeds City yang dibubarkan)
  • Kota: Leeds, West Yorkshire, Inggris
  • Stadion: Elland Road (kapasitas: 37.890)
  • Warna seragam: Putih
  • Julukan:
    • The Whites
    • The Peacocks (Merak — dari pub “The Peacock” dekat stadion)
  • Pemilik: 49ers Enterprises (kelompok investor AS, terkait San Francisco 49ers), sejak 2023

🏆 Prestasi: Raksasa Inggris dengan Jiwa Pemberontak

Leeds United adalah salah satu klub paling berprestasi dan paling dibenci di era 1970-an, dengan warisan yang penuh kontradiksi: juara sekaligus pengacau.

Domestik (Inggris)

  • Juara Liga Inggris (First Division): 3 kali
    • 1969, 1974, 1992
      1992: Juara liga terakhir sebelum era Premier League dimulai!
  • Juara Piala FA: 1 kali1972 (kalahkan Arsenal 1–0)
  • Juara Piala Liga Inggris: 1 kali1968
  • Runner-up Liga Inggris: 5 kali (termasuk 3 kali di bawah Don Revie)

Eropa

  • Piala Champions: Runner-up 1975 (kalah 0–2 dari Bayern Munich)
  • Piala Winners’ Cup: Juara 1972
  • Piala Inter-Cities Fairs Cup: 2 kali juara (1968, 1 971) — cikal bakal Liga Europa

💡 Leeds adalah satu-satunya klub Inggris yang pernah juara liga pada musim terakhir sebelum revolusi Premier League (1991–92).


🔥 Era Don Revie: “Tim Terkuat yang Tak Pernah Juara Eropa”

Di bawah manajer legendaris Don Revie (1961–1974), Leeds menjadi mesin tempur Inggris:

  • Gaya bermain: Fisik, agresif, pressing tinggi, disiplin taktis ekstrem
  • “Dirty Leeds”: Julukan sinis karena gaya bermain kasar, sering dapat kartu merah
  • Pemain ikonik:
    • Billy Bremner (kapten legendaris, “jantung Leeds”)
    • Johnny Giles, Eddie Gray, Norman Hunter, Jack Charlton
  • 1973–1975: Capai 3 final Eropa, tapi kalah semua — dianggap “tim terkuat yang gagal di Eropa”

💬 “We didn’t play football to be liked. We played to win.”
— Billy Bremner


📉 Masa Kelam: Jatuh dari Langit (2001–2020)

  • 2001: Final Liga Champions vs Bayern Munich — kalah 0–1, tapi tetap jadi kebanggaan
  • 2004: Terdegradasi ke Championship — awal kehancuran
  • 2007: Terdegradasi ke League One (kasta ketiga) — pertama kalinya dalam 80 tahun!
  • Hutang £100 juta, nyaris bangkrut, fans protes besar-besaran

💔 Banyak fans menyebut periode ini sebagai “the darkest years”.


🦅 Kebangkitan ala Marcelo Bielsa: “The Bielsa Revolution” (2018–2022)

  • 2018: Pelatih Argentina Marcelo Bielsa ditunjuk — dianggap gila oleh banyak pihak
  • Filosofi: “Sepak bola total” — possession, pressing intens, tidak pernah bertahan
  • 2019/20: Juara Championship — promosi ke Premier League setelah 16 tahun!
    • Raih 93 poin — musim paling dominan di Championship modern
    • Dijuluki “the best team not in the Premier League”

💬 “Bielsa didn’t just bring tactics. He brought dignity back to Leeds.”


🏟️ Elland Road: Istana di West Yorkshire

  • Dibuka: 1897
  • Kapasitas: 37.890
  • Karakteristik:
    • “East Stand” diisi oleh “Leeds United Supporters’ Trust” — fans paling fanatik
    • Suasana sangat intim dan menakutkan untuk tim tamu
    • Lagu kebanggaan: “Marching On Together” — dinyanyikan sebelum setiap laga

🎶 “We’ve been through it all, we’ve seen the lot…
But we’ve never lost our pride!”


🔥 Rivalitas Utama

  1. Manchester United“Roses Derby”
    • Akar dari Perang Mawar (1455–1487) antara Lancaster (Merah) vs York (Putih)
    • Disebut rivalitas paling dibenci di Inggris — lebih panas daripada City vs United!
  2. Chelsea → rival ideologis: “Dirty Leeds” vs “Cockney Chelsea”
  3. Bradford City“West Yorkshire Derby” (jarang terjadi karena beda kasta)

💚 Identitas & Filosofi: “We Are Leeds!”

  • Leeds dikenal sebagai “klub rakyat”:
    • Dekat dengan komunitas kelas pekerja Yorkshire
    • Menolak komersialisasi berlebihan
  • Akademi muda “Thorp Arch” melahirkan talenta seperti James Milner, Aaron Lennon, Kalvin Phillips

💡 Fakta Unik

  1. Elland Road adalah satu-satunya stadion di Inggris yang punya “Billy Bremner Stand” dan “Don Revie Stand” — menghormati dua legenda abadi.
  2. Leeds adalah klub pertama di Inggris yang memakai nomor punggung permanen (Billy Bremner: No. 4).
  3. Marcelo Bielsa pernah mengirim pemain lawan ke rumah sakit saat latih tanding — karena merasa Leeds curang!
  4. Klub ini menolak merger dengan rival Bradford pada 1900-an — mempertahankan identitas sendiri.

🏁 Masa Depan: Mengejar Kembalinya Kejayaan

  • 2024/25: Bermain di Championship setelah terdegradasi dari Premier League (2023)
  • Target: Promosi langsung ke Premier League
  • Fokus pada:
    • Bangun tim muda bersemangat
    • Pertahankan filosofi menyerang
    • Kembalikan Elland Road sebagai benteng tak terkalahkan

“We’re not just a club. We’re a state of mind.”


💬 Kesimpulan

Leeds United bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol ketahanan Yorkshire, warisan pemberontakan, dan bukti bahwa harga diri lebih penting daripada popularitas.

“In Leeds, we don’t follow football. We live it.”