merdeka
now browsing by tag
Tuntut Keadilan, Nenek Elina yang Diusir Paksa Anggota Ormas Lapor ke Polda Jatim
Nenek Elina Widjajanti (80) yang diusir paksa keluar rumah oleh puluhan anggota ormas atau organisasi kemasyarakatan melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur.
Selain diusir paksa, Nenek Elina juga kehilangan tempat tinggal setelah rumahnya di Jalan Sambikerep, Kota Surabaya, dirobohkan oknum anggota ormas hingga rata tanah. Dalam laporannya, korban meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap para pelaku.
Saya hanya ingin keadilan. Rumah saya dirobohkan, sekarang rata dengan tanah. Saya minta mereka (pelaku) diproses hukum dan ada ganti rugi atas rumah saya yang dihancurkan,” kata Nenek Elina didampingi kuasa hukumnya, Rabu (24/12/2025).
Hingga saat ini, pihak Polda Jatim tengah mendalami laporan tersebut. Kasus ini menuai sorotan luas dari publik di Surabaya yang mengecam aksi premanisme berkedok ormas terhadap warga lanjut usia.
Detik-Detik Pengusiran
Dalam rekaman video amatir yang beredar, terlihat suasana mencekam saat sekitar 50 anggota ormas mendatangi kediaman korban. Tanpa adanya surat putusan resmi dari pengadilan, massa tersebut merangsek masuk dan memaksa sang nenek keluar.
Nenek Elina mengaku dirinya diangkat paksa dan diseret oleh oknum ormas tersebut hingga keluar pagar rumah. Akibat tindakan represif tersebut, korban mengalami luka memar di beberapa bagian wajahnya.
Selain kehilangan tempat tinggal, dokumen-dokumen penting milik korban juga dilaporkan raib diambil oleh kelompok tersebut. Ironisnya, setelah pengusiran paksa tersebut, bangunan rumah korban langsung dibongkar.
Bejat! Pria di Gowa Diduga Hamili Anak Tiri hingga 5 Bulan Diringkus Polisi
Seorang pria berinisial AZ (41) diduga tega melakukan tindak pidana asusila terhadap Sisiwi SMA berinisial NA (18) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Korban merupakan anak tiri pelaku hingga hamil lima bulan.
Peristiwa tersebut diduga terjadi di rumah pelaku yang beralamat di Jalan Syekh Yusuf III, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Aksi bejat pelaku akhirnya dilaporkan ke SPKT Polres Gowa pada Rabu malam (24/12/2025) hingga akhirnya tim Gabungan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gowa bersama Unit Jatanras dan tim Pamapta langsug melakukan penangkapan.
Kanit Pamapta Polres Gowa, Ipda Ahmad Hari, membenarkan penangkapan pelaku oleh tim Gabungan Polres Gowa.
“Benar, setelah menerima laporan dari korban, kami dari Unit SPKT bersama Unit PPA Satreskrim dan Unit Jatanras Polres Gowa langsung menuju TKP dan mengamankan terduga pelaku tindak asusila terhadap anak tirinya,” ujar Ahmad Hari kepada wartawan.
Saat menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Gowa, terduga pelaku dikatakan mengakui perbuatannya kepada petugas.
Namun demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.
Uruguay
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah La Celeste (1890–1920)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelaut dan pedagang Inggris di pelabuhan Montevideo pada akhir abad ke-19.
- 1900: Central Uruguay Railway Cricket Club (CURCC) berdiri — cikal bakal Peñarol.
- 1901: Club Nacional de Football didirikan — lahirnya rivalitas abadi.
- 1903: Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF) berdiri.
- 1910: Timnas Uruguay mainkan laga pertama — menang 1–0 atas Argentina.
💡 Sejak awal, sepak bola Uruguay identik dengan semangat pekerja pelabuhan dan kebanggaan nasional kecil.
🌍 Pencipta Piala Dunia: Kejayaan 1924–1930
Olimpiade 1924 & 1928: Juara Dunia Sebelum Ada Piala Dunia
- 1924 (Paris): Uruguay juara Olimpiade — tim Amerika Latin pertama yang menang di Eropa.
- Kalahkan Yugoslavia, Belanda, Swiss
- Gaya bermain cepat, teknis, dan kolektif — kejutkan Eropa!
- 1928 (Amsterdam): Pertahankan emas — kalahkan Argentina 2–1 di final ulang.
🏆 Gelar Olimpiade 1924 & 1928 dianggap “Piala Dunia tidak resmi” — dan menginspirasi FIFA ciptakan Piala Dunia.
1930: Juara Piala Dunia Pertama dalam Sejarah!
- FIFA pilih Uruguay sebagai tuan rumah Piala Dunia perdana — sebagai penghargaan atas kejayaan Olimpiade.
- Final vs Argentina di Estadio Centenario, Montevideo:
- Hadirin: 93.000 orang
- Uruguay menang 4–2
- José Nasazzi angkat trofi — pahlawan nasional
🏟️ Estadio Centenario dibangun dalam 9 bulan — kini jadi situs warisan FIFA.
🦅 Era Emas Kedua: Maracanazo 1950
- 1950: Brasil jadi tuan rumah Piala Dunia.
- Final tidak resmi: Brasil vs Uruguay di Maracanã, Rio de Janeiro.
- Brasil butuh imbang untuk juara — hadirin: 200.000 orang
- Uruguay menang 2–1
- Gol penentu oleh Alcides Ghiggia di menit ke-79
- Dampak:
- “Maracanazo” — tragedi nasional Brasil
- Hari berkabung di Brasil
- Uruguay jadi juara Piala Dunia kedua!
💬 Ghiggia pernah berkata:
“Hanya tiga orang yang pernah membungkam Maracanã: Frank Sinatra, Paus, dan saya.”
🔴 Klub Raksasa: El Clásico del Fútbol
Uruguay didominasi oleh dua klub legendaris:
| Klub | Didirikan | Prestasi | Identitas |
|---|---|---|---|
| Club Nacional | 1901 | 3x Copa Libertadores, 3x Piala Interkontinental | Elit, intelektual, “Blanco” |
| Peñarol | 1891 (sebagai CURCC) | 5x Copa Libertadores, 2x Piala Interkontinental | Pekerja, pelabuhan, “Aurinegro” |
El Clásico
- Salah satu rivalitas tertua di dunia (sejak 1901)
- Lebih dari sekadar olahraga — cermin konflik sosial Montevideo
- Dijuluki “derbi paling intens di Amerika Selatan”
🏟️ Estadio Centenario (kapasitas 60.000) jadi markas netral untuk laga besar.
🦵 Filosofi: “Garra Charrúa” — Jiwa Uruguay
- “Garra Charrúa” = cakar suku asli Charrúa
- Makna: semangat tempur, pantang menyerah, bermain dengan hati
- Meski kalah teknik, Uruguay menang lewat mental baja dan taktik cerdik
💥 Gaya ini lahir dari identitas bangsa kecil yang harus melawan raksasa.
📉 Masa Tantangan: Puasa Gelar (1950–2010)
- 1954–1970: Gagal di Piala Dunia — kalah dari Hungaria, Inggris, Jerman
- 1970: Capai peringkat ke-4 — terakhir kali prestasi besar
- 1980–2000:
- Gagal lolos ke Piala Dunia 1974, 1978, 1994, 1998
- Disebut “generasi hilang”
🌟 Kebangkitan: Era Diego Forlán & Luis Suárez (2010–2022)
Piala Dunia 2010: Peringkat ke-4 yang Membara
- Capai semi-final — kalah dari Belanda
- Kalahkan Ghana di perempat final lewat tangan kontroversial Luis Suárez
- Diego Forlán jadi pemain terbaik turnamen
Copa América 2011: Mahkota Amerika ke-15!
- Juara di Argentina — kalahkan Paraguay 3–0 di final
- Luis Suárez dan Diego Forlán jadi bintang
Piala Dunia 2018:
- Capai 16 besar, kalah dari Prancis (juara)
🦅 Generasi emas ini dipimpin oleh:
- Luis Suárez (Barcelona, Liverpool)
- Edinson Cavani (PSG, Man United)
- Diego Godín (Atlético Madrid)
- Fernando Muslera (kiper Galatasaray)
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun generasi pasca-Suárez/Cavani
- Pertahankan identitas “Garra Charrúa” di era sepak bola modern
- Lolos ke semifinal Piala Dunia 2026
- Juara Copa América 2024 — akhiri puasa sejak 2011
ARGENTINA
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah Tango (1867–1930)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelaut dan pedagang Inggris di pelabuhan Buenos Aires.
- 1867: Klub tertua, Buenos Aires Football Club, didirikan.
- 1893: Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) berdiri — federasi tertua di Amerika Selatan.
- 1910: Argentina mainkan laga internasional pertama — menang 6–1 atas Uruguay.
- 1921: Juara Copa América pertama.
- 1930: Argentina capai final Piala Dunia perdana di Uruguay — kalah 2–4.
💡 Awalnya, sepak bola dimainkan oleh elit Inggris-Argentina, tapi cepat menyebar ke barrio (kampung) — lahirnya budaya “pibe” (anak jalanan berbakat).
🌟 Era Emas Awal: Dominasi Amerika (1920–1950)
- 1921–1959: Argentina juara Copa América 12 kali — dominasi mutlak.
- 1940-an: Lahir “La Máquina” (Mesin) — tim River Plate dengan gaya tiki-taka sebelum zamannya:
- José Manuel Moreno, Adolfo Pedernera, Ángel Labruna
- 1957: Argentina juara Copa América terakhir sebelum puasa 38 tahun.
💬 Filosofi: “La Nuestra” — “Bola adalah alat untuk mengekspresikan keindahan.”
🔥 Dua Legenda: Maradona & Messi
Diego Maradona (1960–2020)
- Lahir: 1960, di Villa Fiorito, kampung kumuh Buenos Aires.
- Debut: Usia 15 tahun untuk Argentinos Juniors.
- Piala Dunia 1986:
- “Tangan Tuhan” vs Inggris
- “Gol Abad Ini” — dribel melewati 5 pemain
- Bawa Argentina juara Piala Dunia!
- Klub: Napoli (1984–1991) — jadi dewa di Napoli, juara Serie A pertama untuk klub selatan Italia.
💔 Tapi hidupnya penuh kontroversi, narkoba, dan jatuh-bangun — simbol kebesaran dan kerapuhan manusia.
Lionel Messi (1987–Sekarang)
- Lahir: 1987, di Rosario.
- Klub: Barcelona (1994–2021) → PSG (2021–2023) → Inter Miami (2023–)
- Prestasi klub:
- 4x Liga Champions, 10x La Liga, 7x Ballon d’Or
- Timnas:
- Piala Dunia 2022: Juara! — lengkapi koleksi
- Copa América 2021: Juara!
- Finalissima 2022: Juara!
- 3x Piala Dunia (2014 runner-up, 2022 juara, 2026 target)
🏆 2022 adalah tahun penebusan: Messi akhirnya juara Piala Dunia, jadi legenda lengkap.
🌍 Piala Dunia: Tiga Mahkota, Tiga Generasi
| Tahun | Lokasi | Prestasi | Pahlawan |
|---|---|---|---|
| 1978 | Argentina | Juara | Mario Kempes (6 gol) |
| 1986 | Meksiko | Juara | Diego Maradona |
| 2022 | Qatar | Juara | Lionel Messi, Emiliano Martínez |
- 1978: Juara di kandang sendiri — kontroversial karena rezim militer.
- 1990: Runner-up (kalah dari Jerman Barat)
- 2014: Runner-up (kalah dari Jerman)
🇦🇷 Argentina adalah satu-satunya negara Amerika Selatan yang juara Piala Dunia di luar benua sendiri (1986, 2022).
🔵 Klub Raksasa: Superclásico — Jiwa Sepak Bola Argentina
- Buenos Aires punya dua raksasa abadi:
| Klub | Identitas | Prestasi |
|---|---|---|
| Boca Juniors | “Xeneizes” — kelas pekerja, pelabuhan La Boca | 6x Copa Libertadores, 3x Piala Interkontinental |
| River Plate | “Millonarios” — elit Núñez, kaya raya | 4x Copa Libertadores, 1x Piala Interkontinental |
Superclásico
- Dijuluki “derbi paling panas di dunia” oleh media internasional.
- Lebih dari sekadar pertandingan — cermin konflik kelas sosial Argentina.
- Kemenangan bukan soal poin, tapi harga diri generasi.
🏟️ La Bombonera (Boca) dan El Monumental (River) adalah dua stadion paling ikonik di Amerika Latin.
🦅 Bintang Legendaris Lainnya
- Alfredo Di Stéfano — lahir di Argentina, tapi main untuk Spanyol; legenda Real Madrid
- Gabriel Batistuta — striker ikonik 1990-an, top scorer sepanjang masa hingga 2022
- Sergio Agüero, Ángel Di María, Javier Mascherano — pilar generasi emas 2010–2022
🧭 Tantangan Masa Depan
- Pertahankan dominasi di Amerika Selatan
- Bangun generasi pasca-Messi (Álvarez, Enzo Fernández, Julián Álvarez)
- Tingkatkan infrastruktur liga domestik (Liga Profesional Argentina)
- Juara Piala Dunia 2026 — jadi negara pertama sejak Brasil (1958–1962) yang juara berturut-turut
💬 Kesimpulan
Sepak bola Argentina adalah api yang tak pernah padam:
- Lahir di jalanan,
- Dibesarkan oleh Maradona,
- Diselesaikan oleh Messi,
- Dan dihidupkan setiap hari oleh jutaan “pibe” di seluruh negeri.
Ia bukan hanya olahraga —
Ia adalah agama, seni, dan jiwa Argentina.
“Di Argentina, Tuhan adalah Maradona. Dan Messi adalah nabi-Nya.”
🇦🇷 Fakta Unik
- Argentina adalah satu-satunya negara yang punya dua stadion dengan kapasitas 70.000+ di satu kota (El Monumental & La Bombonera).
- Maradona 1986 adalah satu-satunya pemain dalam sejarah yang cetak gol dengan tangan dan dribel terbaik dalam satu laga Piala Dunia.
- Lionel Messi adalah pemain pertama yang menang Piala Dunia, Copa América, Liga Champions, dan Ballon d’Or.
- Superclásico telah dimainkan 260+ kali sejak 1908 — salah satu rivalitas tertua di dunia.
NORWEGIA
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah Fjord (1880–1930)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelaut dan pedagang Inggris yang singgah di pelabuhan Oslo (dulu Kristiania), Bergen, dan Trondheim.https://mpo234.in.net/
- 1902: Norges Fotballforbund (NFF) berdiri — federasi sepak bola pertama di Skandinavia.
- 1908: Norwegia mainkan laga internasional pertama — kalah 1–11 dari Swedia!
- 1920: Ikut Olimpiade Antwerp — capai perempat final.
💡 Sepak bola awalnya amatir dan musiman — karena iklim dingin, liga hanya berlangsung Mei–Oktober.
🌟 Era Kejayaan: Pendekatan Ilmiah & Piala Dunia 1994
“Sepak Bola Ilmiah” ala Norwegia
- Pada 1990-an, Norwegia mengadopsi pendekatan unik:
- Gunakan data, statistik, dan sains olahraga
- Fokus pada efisiensi taktis, pressing, dan counter-attack
- Dikembangkan oleh pelatih Egil “Drillo” Olsen
- Hasil: Timnas Norwegia naik ke peringkat 2 FIFA (1993–1994) — tertinggi dalam sejarah!
Piala Dunia 1994: Puncak Kejayaan
- Norwegia lolos ke Piala Dunia di AS.
- Kemenangan ikonik:
- Kalahkan Meksiko 1–0
- Imbang 0–0 vs Italia (gagalkan Baggio cs)
- Sayang, gagal lolos dari grup — tapi dihormati sebagai tim paling disiplin.
⚽ Norwegia adalah satu-satunya negara Nordik yang menang atas Brasil di laga resmi (2–1, 1998 — kualifikasi Piala Dunia).
🦅 Bintang Legendaris Norwegia
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1930s | Asbjørn Halvorsen | Pelatih legendaris, korban Nazi (selamat dari kamp konsentrasi) |
| 1990s | Rune Bratseth | Kapten era kejayaan, bek Werder Bremen |
| 1990s | Ole Gunnar Solskjær | “Baby-faced assassin”, juara Liga Champions bersama Man United (1999) |
| 2000s | John Arne Riise | Bek sayap Liverpool, tembakan roket |
| 2020s | Erling Haaland | Bintang global, pencetak gol fenomenal di Dortmund, Man City, timnas |
⭐ Erling Haaland adalah pemain Norwegia pertama yang menang Liga Champions (2023) dan jadi top scorer Premier League (2023).
🏟️ Eliteserien: Liga Domestik & Tantangan Iklim
- Didirikan: 1937 (sebagai Norgesserien)
- Klub paling sukses:
- Rosenborg BK: 26 gelar liga, termasuk 13 berturut-turut (1992–2004)
- Sering tampil di Liga Champions grup stage (1990–2000an)
- Molde FK: Juara liga 2011, 2012, 2019, 2022 — dilatih Ole Gunnar Solskjær
- Bodø/Glimt: Keajaiban Eropa 2020–2023 — kalahkan Roma, AZ Alkmaar, capai babak grup Liga Europa
- Rosenborg BK: 26 gelar liga, termasuk 13 berturut-turut (1992–2004)
Tantangan Unik:
- Musim pendek (April–November)
- Stadion kecil (kapasitas rata-rata: 8.000)
- Minim dana → fokus pada pembinaan pemain muda
📉 Masa Tantangan & Kebangkitan (2000–2025)
- 2000–2018:
- Gagal lolos ke semua Piala Dunia & Euro
- Disebut “generasi hilang” pasca-1990s
- 2019–2025:
- Kebangkitan berkat Haaland & Martin Ødegaard
- Kualifikasi Euro 2024: Gagal lolos, tapi kalah tipis dari Spanyol & Skotlandia
- FIFA Ranking: Naik ke top 30 dunia (2023)
💪 Norwegia kini punya duo muda terbaik di Eropa:
- Erling Haaland (Man City)
- Martin Ødegaard (kapten Arsenal, timnas)
🧭 Tantangan Masa Depan
- Lolos ke Euro 2028 & Piala Dunia 2026
- Bangun infrastruktur stadion tertutup (untuk latihan musim dingin)
- Kurangi eksodus pemain muda ke liga asing sejak usia 16 tahun
- Jadikan Norwegia sebagai “pabrik striker” Eropa
💬 Kesimpulan
Sepak bola Norwegia adalah kisah ketahanan:
- Dari fjord yang beku,
- Dengan sains dan disiplin,
- Lahirkan raksasa seperti Haaland.
Meski jarang di panggung besar, Norwegia membuktikan bahwa negara kecil bisa bersaing — asal punya sistem dan mimpi.
“Kami bukan Brasil. Tapi di tanah kami, salju tak menghentikan bola.”
🇳🇴 Fakta Unik
- Norwegia adalah satu-satunya negara di dunia yang tak pernah kalah dari Brasil di laga resmi (2 menang, 2 imbang dari 4 pertemuan).
- Rosenborg BK adalah satu-satunya klub Norwegia yang lolos ke fase grup Liga Champions 11 kali berturut-turut (1995–2005).
- Erling Haaland cetak 9 gol dalam 1 laga untuk Norwegia U-20 (2019) — rekor dunia untuk timnas U-20.
- Liga Norwegia adalah satu-satunya liga Eropa utama yang berlangsung di musim panas, bukan musim dingin.
ITALY
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah Pizza (1898–1930)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelajar Inggris di Genoa pada akhir abad ke-19.
- 1898: Federazione Italiana Giuoco Calcio (FIGC) berdiri.
- 1899: Genoa CFC jadi juara kejuaraan nasional Italia pertama.
- 1910: Timnas Italia mainkan laga pertama — menang 6–2 atas Prancis.
- 1930: Italia ikut Piala Dunia perdana, tapi mundur di tengah jalan karena protes jadwal.
💡 Klub-klub awal lahir di pelabuhan utara: Genoa, Milan, Turin — mencerminkan akar industri dan perdagangan Italia.
🌟 Era Emas: Dua Mahkota Piala Dunia (1934 & 1938)
1934: Juara Dunia Pertama di Kandang Sendiri
- Italia jadi tuan rumah Piala Dunia 1934.
- Di bawah pelatih Vittorio Pozzo, Italia menang 2–1 atas Cekoslowakia di final (perpanjangan waktu).
- Kontroversi: Dituding menggunakan tekanan politik rezim Mussolini untuk keuntungan wasit.
1938: Pertahankan Mahkota di Prancis
- Italia menjadi negara pertama yang pertahankan Piala Dunia!
- Kalahkan Hungaria 4–2 di final.
- Pemain: Giuseppe Meazza, Silvio Piola — legenda abadi.
💥 Ini adalah satu-satunya kali Italia juara Piala Dunia dua kali berturut-turut — rekor yang masih bertahan.
📉 Masa Kelam: Tragedi Superga & Heysel
- 1949: Tragedi Superga — seluruh tim Grande Torino tewas dalam kecelakaan pesawat.
- Italia kehilangan 10 pemain timnas sekaligus.
- 1950–1970: Prestasi menurun — gagal di Piala Dunia 1950, 1954, 1962, 1966, 1970.
- 1985: Tragedi Heysel — kerusuhan suporter Juventus vs Liverpool tewaskan 39 orang.
- Klub Inggris dilarang dari Eropa selama 5 tahun.
🦅 Kebangkitan: Era Platini & Keajaiban 1982
Piala Dunia 1982: Mahkota Ketiga
- Italia juara Piala Dunia di Spanyol!
- Perjalanan dramatis:
- Nyaris pulang setelah fase grup
- Kalahkan Brasil 3–2 (gol Paolo Rossi)
- Kalahkan Polandia 2–0
- Final vs Jerman Barat: menang 3–1
- Paolo Rossi — pahlawan nasional, top scorer & pemain terbaik turnamen.
🏆 Ini adalah kebangkitan moral pasca-skandal pengaturan skor 1980.
⚫ Serie A: “Liga Paling Indah di Dunia” (1980–2000)
- 1980–2000: Serie A jadi liga terkuat di dunia — “Telekom Era”.
- Raksasa Italia (“The Big Three”):
- AC Milan: Juara Liga Champions 1989, 1990, 1994 (Sacchi & Capello)
- Juventus: Juara 1985, 1996
- Inter Milan: Juara 1964, 1965
- Bintang global:
- Maradona (Napoli), Van Basten (Milan), Baggio (Juventus), Zidane (Juventus)
💰 Serie A disiarkan di 180 negara — menjadi sekolah sepak bola dunia.
🚨 Skandal Calciopoli (2006) & Kebangkitan Instan
- 2006: Skandal Calciopoli — Juventus, Milan, Fiorentina, Lazio terbukti mengatur wasit.
- Juventus degradasi ke Serie B, gelar 2005 & 2006 dicabut.
- Tapi…:
- Timnas Italia juara Piala Dunia 2006 di Jerman!
- Kalahkan Prancis 5–3 adu penalti (setelah 1–1)
- Fabio Cannavaro angkat trofi — penebusan nasional!
🥇 Ini adalah prestasi paling heroik dalam sejarah sepak bola modern — juara dunia seminggu setelah skandal terbesar.
📉 Masa Suram: Puasa Piala Dunia (2018–2022)
- 2010–2014: Gagal di Piala Dunia (2010: grup, 2014: grup).
- 2018: PERTAMA KALI SEJAK 1958, Italia gagal lolos ke Piala Dunia!
- Kalah dari Swedia di playoff
- 2022: Gagal lagi!
- Kalah dari Makedonia Utara 0–1 di playoff
- Tragedi nasional — media: “Mati rasa.”
💔 Generasi emas Chiellini, Bonucci, Insigne pensiun tanpa Piala Dunia.
🌈 Kebangkitan: Euro 2020 & Gaya Baru
- Euro 2020 (diadakan 2021):
- ITALIA JUARA EURO! 🏆
- Kalahkan Inggris 3–2 adu penalti di Wembley
- Pelatih Roberto Mancini ubah gaya: menyerang, possession, bahagia
- 2023–2024:
- Gagal lolos ke Piala Dunia 2022 & Euro 2024
- Tapi akademi muda (Scamacca, Bastoni, Dimarco) jadi harapan
🔵 Klub Legendaris Italia
| Klub | Kota | Prestasi Eropa | Identitas |
|---|---|---|---|
| Juventus | Turin | 2x Liga Champions | “La Vecchia Signora”, dominasi domestik |
| AC Milan | Milan | 7x Liga Champions | “Rossoneri”, era Sacchi, Berlusconi |
| Inter Milan | Milan | 3x Liga Champions | “Nerazzurri”, anti-fasis, treble 2010 |
| AS Roma | Roma | 1x Liga Europa (2022) | “Giallorossi”, jiwa ibukota |
⚔️ Derbi della Madonnina (Milan vs Inter) dan Derbi d’Italia (Juventus vs Inter) adalah duel paling sengit di Italia.
🦅 Legenda Sepanjang Masa
- Giuseppe Meazza (1930s) — nama stadion San Siro
- Paolo Maldini (1988–2009) — bek terbaik dunia
- Roberto Baggio (1990s) — “Il Divin Codino”, ikon spiritual
- Gianluigi Buffon (1997–2018) — kiper abadi
- Francesco Totti — “Il Capitano”, seumur hidup di Roma
🧭 Tantangan Masa Depan
- Kembali ke Piala Dunia 2026
- Bangun generasi pasca-Bonucci/Chiellini
- Tingkatkan daya saing Serie A vs Premier League
- Pertahankan identitas “catenaccio” yang modern
💬 Kesimpulan
Sepak bola Italia adalah drama dalam 90 menit:
- Tragedi, kebangkitan, keindahan, dan keheningan.
Dari Superga hingga Wembley, dari Maradona di Napoli hingga Mancini yang menari,
Italia membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya soal menang — tapi soal jiwa.
“Kami bukan hanya tim. Kami adalah Italia — dalam setiap operan, tangisan, dan nyanyian.”
🇮🇹 Fakta Unik
- Italia adalah satu-satunya negara yang juara Piala Dunia sebagai tuan rumah (1934) tanpa bermain di babak penyisihan.
- Paolo Maldini adalah pemain terakhir yang pakai nomor 3 di timnas Italia — setelah 2009, nomor itu dipensiunkan untuk menghormatinya.
- Tragedi Heysel (1985) menyebabkan larangan 5 tahun untuk klub Inggris di Eropa.
- Euro 2020 adalah trofi mayor pertama Italia sejak Piala Dunia 2006.
