mobil keluarga
now browsing by tag
Profil Alexis Messidoro: Gelandang Kreatif Dewa United FC
Alexis Nahuel Messidoro (lahir 13 Mei 1997 di Buenos Aires, Argentina) adalah pemain sepak bola profesional Argentina yang bermain sebagai gelandang serang (attacking midfielder) untuk Dewa United FC di Liga 1 Indonesia. Ia dikenal dengan kemampuan dribbling, visi passing, dan tendangan bebas yang akurat, serta sering disebut sebagai salah satu import terbaik di Liga 1 musim ini.
Data Pribadi & Karir Awal
- Nama Lengkap: Alexis Nahuel Messidoro
- Tanggal Lahir: 13 Mei 1997 (usia 28 tahun per Desember 2025)
- Tempat Lahir: Buenos Aires, Argentina
- Tinggi Badan: 170 cm
- Berat Badan: 68 kg
- Posisi Utama: Attacking Midfielder / Winger Kanan
- Kaki Dominan: Kaki Kanan
- Kewarganegaraan: Argentina
- Klub Saat Ini: Dewa United FC (Liga 1 Indonesia)
- Nomor Punggung: 10
Messidoro memulai karir muda di akademi River Plate (Argentina) sebelum debut profesional di San Lorenzo pada 2016. Ia kemudian bermain di berbagai liga Amerika Selatan dan Eropa Timur sebelum pindah ke Asia.
Karir Profesional
| Tahun | Klub | Kompetisi | Penampilan | Gol | Assist | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2016-2018 | San Lorenzo | Primera División (ARG) | 12 | 0 | 1 | Debut pro |
| 2018-2019 | Godoy Cruz | Primera División (ARG) | 18 | 1 | 2 | – |
| 2019-2021 | FC Lviv (Ukraina) | Ukrainian Premier League | 25 | 3 | 4 | Adaptasi Eropa |
| 2021-2023 | Lamia (Yunani) | Super League Greece | 35 | 5 | 6 | – |
| 2023-2024 | Al-Shahania (Qatar) | QSL League | 22 | 4 | 5 | – |
| 2024-2025 | Dewa United FC | Liga 1 Indonesia | 38 | 5 | 12 | Pindah Januari 2025 |
Pindah ke Dewa United: Bergabung pada awal 2025 setelah kontrak dengan Al-Shahania berakhir. Ia langsung jadi motor serangan tim dengan kreativitasnya.
Performa di Musim Liga 1 2025-26 (Per 20 Desember 2025)
Messidoro menjadi pemain kunci Dewa United meski tim berada di posisi 14 dengan 13 poin dari 13 laga.
- Penampilan: 13 laga (1.127 menit)
- Gol: 3 (top scorer tim bersama Brian Fatari)
- Assist: 3
- Kartu Kuning: 3
- Kartu Merah: 0
- Key Pass: 2,5 per 90 menit (tertinggi di tim)
- Dribble Sukses: 2,2 per 90 menit
- Passing Accuracy: 84%
- Tackle + Interception: 1,8 per 90 menit
Gol-golnya datang dari tendangan bebas dan tembakan jarak jauh, sementara assist-nya membantu kemenangan penting seperti 3-1 vs PSBS Biak Numfor dan 2-1 vs Arema FC.
Gaya Bermain & Kontribusi
Messidoro adalah playmaker klasik: dribbling lincah, visi passing luar biasa, dan tendangan bebas akurat. Di Dewa United, ia bermain sebagai nomor 10 atau winger kanan, membantu transisi serangan dan menciptakan peluang. Kekuatannya: kreativitas (key pass tinggi) dan finishing (3 gol musim ini). Kelemahan: kadang kurang konsisten di laga tandang dan rentan kartu kuning.
Prestasi & Penghargaan
- Liga 1 Indonesia: Debut bagus di Dewa United, sering jadi Man of the Match.
- Timnas Argentina U-20: 5 caps (2017).
- Penghargaan Pribadi: Best Foreign Player nominasi Liga 1 beberapa kali.
Alexis Messidoro adalah otak serangan Dewa United yang sangat berharga. Dengan kreativitas dan pengalaman Eropa-nya, ia bisa jadi kunci tim keluar dari zona degradasi. Import berkualitas! ⚽
Perbandingan Rosemary vs Luxxy sebagai IGL di PUBG Mobile
Rosemary (Juventino Ryan Jeremy Rolos, Alter Ego Ares) dan Luxxy (Made Bagus Prabaswara, mantan Bigetron RA) adalah dua IGL (In-Game Leader) terbaik dari Indonesia di PUBG Mobile. Mereka mewakili generasi berbeda: Luxxy adalah veteran legendaris (era 2018–2023) dengan dominasi awal esports, sementara Rosemary adalah talenta muda (lahir 2003) yang meledak sejak 2023. Luxxy bahkan pernah memuji Rosemary sebagai “pemain terbaik dunia saat ini” pada 2023.
Berikut perbandingan mendetail berdasarkan gaya IGL, performa, stats, dan prestasi hingga akhir 2025.
1. Latar Belakang & Karir
| Aspek | Rosemary (Alter Ego Ares) | Luxxy (ex-Bigetron RA) |
|---|---|---|
| Usia (2025) | 22 tahun | 23 tahun (twin Zuxxy) |
| Join Pro | 2021 (Suply Bang → GPX → AE 2023) | 2018 (Bigetron) |
| Peran Utama | IGL + Fragger/Rusher | IGL + Sniper/Fragger (support assaulter) |
| Era Dominasi | 2023–2025 (PMGC, PMSL) | 2018–2022 (PMWL, PMGC awal) |
| Status 2025 | Aktif, Best IGL PMGC 2025 | Pensiun bermain (2023–2024), sekarang talent/streamer |
2. Gaya IGL & Strategi
| Aspek | Rosemary | Luxxy |
|---|---|---|
| Playstyle Utama | Agresif rusher, fokus early invade & sidelane fights | Balanced: Tactical rotations + precise sniping |
| Kekuatan Utama | Clutch calls under pressure, game sense elite, adaptasi cepat | Membaca zona & rotasi akurat, hold angles sempurna |
| Komunikasi | Info-driven (posisi musuh, senjata, jumlah player) | Strategis, calm, filter calls (IGL + support) |
| Meta Fit | Agresif di zone baru, force fights dengan utility | Sniper-heavy, edge play vs center hold |
| Kelemahan | Overextend risk jika tim tidak sinkron | Kurang agresif di meta rusher modern |
| Contoh PMGC | Comeback Last Chance (2 WWCD), Day 2 GF spike | Dominasi PMWL 2020 (150+ kills) |
Rosemary lebih “modern” dengan gaya rusher yang cocok meta 2025 (agresif push), sementara Luxxy klasik dengan tactical rotations yang legendaris di era 2019–2021.
3. Stats & Prestasi (Fokus IGL Impact)
| Kategori | Rosemary (PMGC 2025 GF) | Luxxy (Peak: PMWL/PMGC 2020–2021) |
|---|---|---|
| Avg KDA | ~10+ (GF est.) | 4.68 (squad matches) |
| Top 5 Rate | 38.9% (GF) | High (PMWL top fragger) |
| Placement Points | Kuat late-game (Day 2 comeback) | Elite zone reads |
| Award IGL | Best IGL PMGC 2025 | Sering MVP/Top IGL (PMWL 2020) |
| Prestasi Utama | PMGC 8th (terbaik AE), PMSL SEA juara | PMWL East 2020 juara, PMGC awal dominasi |
| Earnings Total | ~$134K+ | ~$239K (sampai pensiun) |
Rosemary unggul di clutch & adaptasi, Luxxy di konsistensi & sniping support.
4. Perbandingan Langsung
- Game Sense & Decision Making: Rosemary lebih unggul di pressure tinggi (PMGC Best IGL 2025). Luxxy legendaris di zona reads (sering disebut “greatest IGL history” 2020).
- Agresif vs Tactical: Rosemary rusher (invade & force fights), Luxxy balanced (sniper + rotations akurat).
- Pengaruh Tim: Rosemary carry AE ke 8th GF (comeback besar), Luxxy bawa BTR dominasi awal esports (PMWL juara).
- Pengakuan: Luxxy sendiri bilang Rosemary “best player dunia” (2023). Rosemary disebut “The Next Ryzen” (analyst Junior).
Kesimpulan: Rosemary lebih unggul di era modern (agresif, clutch), sementara Luxxy adalah legenda klasik (tactical, konsisten). Luxxy sendiri mengakui Rosemary sebagai “best player” – Rosemary adalah “Next Gen” IGL yang mungkin mewarisi tahta Luxxy di masa depan. Siapa favoritmu? 🔥 #PUBGMobile
Tim Alter Ego Ares di PMGC 2025 (PUBG Mobile Global Championship)
Alter Ego Ares (dulu Alter Ego Limax) adalah divisi PUBG Mobile dari organisasi Alter Ego Esports asal Indonesia, didirikan 2017. Mereka wakil tunggal Indonesia di PMGC 2025 (Grand Finals Bangkok, 12-14 Des 2025, prize $3M USD). Performa impresif: Juara Last Chance (2nd, 93 poin, 2 WWCD), tapi finis 8th Grand Finals ($94K USD) – peringkat terbaik sepanjang masa AE di PMGC (progres dari 2023-2025).
Prestasi Utama 2025:
- PMGC Group Green: Top 4 Hari 1-2, slip Hari 3 → Last Chance.
- PMGC Last Chance: Day 1 dominan (58 poin, 2 WWCD), tie Weibo Gaming Day 2 → lolos via tiebreaker.
- PMGC Grand Finals: Day 1 #12 (26 poin), Day 2 naik #6 (77 poin total), Day 3 finis #8 (101 poin placement + 68 kills). Rosemary: Best IGL.
Roster Saat Ini (Per Des 2025, Stable untuk PMGC)
| ID | Real Name | Role | Join Date | Notes |
|---|---|---|---|---|
| Rosemary | Juventino Ryan Jeremy Rolos | IGL/Fragger | Feb 2023 | Best IGL PMGC GF, clutch calls + gunplay. |
| Badru | Fikri Imanudin Badru | IGL/Support | Feb 2023 | Veteran, vision control. |
| Alva | Juvanda Fahrezy | Fragger | Jul 2023 | Progres PMGC 2023-25. |
| Krypton | Zhafir Krypton Eria | Fragger | Mei 2025 | New blood, sidelane specialist. |
| Hzlnuts | – | Sub/Fragger | – | Disebut di post-match. |
Coach: Morfeus. Manager: Aces. Total earnings: $622K+.
Performa Detail PMGC 2025 Grand Finals
- Day 1: 26 poin (#12).
- Day 2: +51 poin → 77 total (#6).
- Day 3: Finis 101 placement pts + 68 kills → #8 overall.
- WWCD: 0 di GF, tapi 2 di Last Chance.
Playstyle: Agresif early (invades), strong rotations, tapi vulnerable late-game vs top teams (DRX juara). Rosemary’s leadership kunci comeback Last Chance.
2026 Outlook: Target PMGC juara? Rebuild minor, fokus SEA dominance. No Rest For Ares! 🔥 #PMGC2025
TARUNAWIN Situs Slot Online Gacor Terpercaya di Indonesia 2025
TARUNAWIN hadir sebagai salah satu situs slot online yang terus menarik perhatian pemain Indonesia di tahun 2025. Nama TARUNAWIN dikenal luas karena konsistensinya dalam menghadirkan pengalaman bermain yang stabil, aman, dan nyaman. Di tengah persaingan situs slot online yang semakin ketat, TARUNAWIN mampu membangun reputasi sebagai situs gacor terpercaya yang fokus pada kualitas layanan dan kepuasan pemain.
Sebagai situs slot online terpercaya, TARUNAWIN dirancang dengan sistem modern yang mudah digunakan oleh semua kalangan. Pemain dapat mengakses berbagai permainan slot online tanpa kendala teknis, baik melalui perangkat mobile maupun desktop. Tampilan situs yang sederhana namun fungsional membuat proses bermain menjadi lebih praktis dan efisien.
Keunggulan utama TARUNAWIN terletak pada stabilitas server dan pengelolaan sistem yang profesional. Dengan performa yang terjaga, pemain dapat menikmati setiap sesi permainan slot online dengan lancar. Hal inilah yang membuat TARUNAWIN semakin dipercaya dan direkomendasikan oleh banyak pemain di Indonesia pada tahun 2025.
SEJARAH TERBENTUKNYA PERSIB BANDUNG
Persib Bandung, atau secara lengkap Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib), merupakan salah satu klub sepak bola tertua dan paling populer di Indonesia, berbasis di Kota Bandung, Jawa Barat.
Akar Sejarah Awal
Cikal bakal Persib dapat ditelusuri hingga Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB), yang merupakan perserikatan sepak bola pribumi pertama di Bandung. BIVB terbentuk dari penggabungan beberapa klub lokal pada masa kolonial Belanda. Berdasarkan penelitian sejarah terbaru yang diumumkan pada 2023 oleh tim peneliti (termasuk dari Universitas Padjadjaran) dan diakui secara resmi oleh manajemen Persib, tanggal pendirian BIVB adalah 5 Januari 1919. Tanggal ini kini dijadikan sebagai hari jadi resmi Persib oleh klub melalui PT Persib Bandung Bermartabat.
Sebelumnya, banyak sumber menyebut BIVB didirikan sekitar tahun 1923, tetapi riset terkini mengoreksinya ke 1919, dengan dukungan bukti primer seperti berita surat kabar lama.
Pembentukan Nama Persib
BIVB kemudian berkembang dan digantikan oleh organisasi lain yang bernuansa nasionalis, yaitu Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada 14 Maret 1933, kedua organisasi ini beserta beberapa klub lain (seperti SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi) sepakat melebur menjadi satu perkumpulan baru bernama Persib. Tanggal ini lama menjadi hari jadi yang diperingati, tetapi kini diganti dengan 5 Januari 1919 untuk mencerminkan akar yang lebih awal.
Persib lahir di era perjuangan nasionalisme, di mana sepak bola menjadi sarana perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Klub-klub pribumi seperti BIVB dan Persib sering dipandang rendah oleh perkumpulan Belanda seperti Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO).
Perkembangan Selanjutnya
Persib menjadi salah satu pendiri PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) pada 19 April 1930 (melalui perwakilan BIVB/PSIB), dan sejak itu konsisten berprestasi di kompetisi nasional, seperti era Perserikatan, Liga Indonesia, hingga Liga 1 saat ini. Klub ini dikenal dengan julukan Maung Bandung atau Pangeran Biru, serta suporter fanatiknya yang disebut Bobotoh.
Persib telah meraih berbagai gelar juara, termasuk back-to-back Liga 1 pada musim 2023–24 dan 2024–25. Saat ini, Persib dikelola secara profesional oleh PT Persib Bandung Bermartabat sejak 2009.
Sejarah Persib mencerminkan semangat kebanggaan masyarakat Sunda dan Bandung, di mana klub ini bukan hanya tim sepak bola, tapi juga simbol identitas budaya.
Sejarah Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945
Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 merupakan puncak perjuangan bangsa setelah ratusan tahun dijajah, terutama oleh Belanda dan kemudian Jepang selama Perang Dunia II. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta (sekarang Jalan Proklamasi).
Latar Belakang
- Jepang menduduki Indonesia sejak 1942 setelah mengalahkan Belanda.
- Pada 7 Agustus 1945, Jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
- Bom atom di Hiroshima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945) memaksa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945.
- Kekosongan kekuasaan (vacuum of power) ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk segera merdeka, tanpa menunggu “hadiah” dari Jepang.
Perbedaan Pendapat Golongan Tua dan Muda
- Golongan tua (Soekarno, Hatta, dll.) ingin proklamasi melalui PPKI agar terencana dan menghindari pertumpahan darah.
- Golongan muda (Sutan Syahrir, Chaerul Saleh, Wikana, dll.) mendesak proklamasi segera, tanpa campur tangan Jepang.
Peristiwa Rengasdengklok (16 Agustus 1945)
Para pemuda dari Menteng 31 menculik Soekarno dan Mohammad Hatta dini hari pukul 03.00-04.00 WIB, membawa mereka ke Rengasdengklok, Karawang. Tujuannya mendesak percepatan proklamasi agar tidak bergantung pada Jepang. Setelah negosiasi dengan Achmad Soebardjo, Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta dengan kesepakatan proklamasi esok hari.

The Indonesian Declaration of Independence, 17 August 1945 …
Penyusunan dan Pembacaan Proklamasi
- Malam 16-17 Agustus 1945, di rumah Laksamana Tadashi Maeda (perwira Jepang yang pro-Indonesia), teks proklamasi dirumuskan oleh Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo.
- Teks diketik oleh Sayuti Melik.
Isi Teks Proklamasi:
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia,
Soekarno/Hatta


- Pukul 10.00 pagi 17 Agustus 1945,
Pemain Legendaris Premier League (Liga Inggris) Sepanjang Masa
Premier League sejak 1992 telah menjadi saksi bagi banyak pemain luar biasa yang meninggalkan warisan abadi. Daftar “legendaris” ini subjektif, tapi berdasarkan konsensus dari berbagai sumber seperti Sports Mole, GiveMeSport, FourFourTwo, dan polling penggemar, berikut 10 pemain teratas yang paling sering disebut sebagai yang terbaik sepanjang masa. Kriteria meliputi dampak, trofi, gol/assist, penghargaan individu, dan pengaruh terhadap liga.
- Thierry Henry (Arsenal) Sering dinobatkan sebagai pemain terhebat Premier League. 175 gol + 74 assist, 4 Sepatu Emas, 2 gelar liga (termasuk Invincibles 2003-04 tanpa kalah). Kecepatan, teknik, dan finishing-nya tak tertandingi.


- Alan Shearer (Blackburn Rovers & Newcastle United) Top scorer sepanjang masa dengan 260 gol. Juara liga 1995 bersama Blackburn, 3 Sepatu Emas berturut-turut. Striker klasik dengan insting gol tajam.


- Cristiano Ronaldo (Manchester United) Evolusi dari wonderkid menjadi superstar: 103 gol + 38 assist di PL, 3 gelar liga, Ballon d’Or 2008. Musim 2007-08 (42 gol semua kompetisi) ikonik.


- Ryan Giggs (Manchester United) Pemegang rekor assist (162) dan gelar PL terbanyak (13). Longevity luar biasa: 632 penampilan liga selama 24 tahun.


- Wayne Rooney (Everton & Manchester United) 208 gol (peringkat 3 all-time), 103 assist. 5 gelar liga, gol-gol spektakuler seperti overhead kick vs Man City.


- Frank Lampard (West Ham, Chelsea) Gelandang tersubur sepanjang masa (177 gol). 3 gelar liga, konsisten double-digit gol tiap musim.


- Steven Gerrard (Liverpool) Kapten ikonik: 120 gol + 92 assist. Clutch player dengan momen seperti final Istanbul 2005 (meski bukan PL).


- Eric Cantona (Leeds & Manchester United) Pengubah permainan: Akhiri paceklik gelar MU 26 tahun. Karisma dan skill luar biasa.


- Dennis Bergkamp (Arsenal) Teknik brilian: Gol-gol indah, visi permainan top. Bagian dari Invincibles.


- Kevin De Bruyne (Chelsea & Manchester City) Gelandang modern terbaik: Assist terbanyak era ini, visi passing tak tertandingi, multiple gelar dengan City.


Mentions terhormat: Mohamed Salah (masih aktif, sudah legendaris dengan gol dan trofi), Paul Scholes, John Terry, Sergio Agüero, dan Roy Keane. Daftar ini bisa berubah seiring waktu, terutama dengan pemain seperti Salah atau De Bruyne yang masih bermain! Siapa favoritmu?
Tim dengan Gelar Juara Liga Inggris Terbanyak
“Liga Inggris” merujuk pada kompetisi divisi teratas sepak bola Inggris, yang dimulai sebagai Football League First Division pada 1888 dan berganti nama menjadi Premier League sejak 1992. Hingga 15 Desember 2025 (musim 2024-25 telah selesai pada Mei 2025), Manchester United dan Liverpool sama-sama memenangkan 20 gelar – rekor tertinggi sepanjang sejarah. Liverpool menyamai rekor ini setelah juara pada musim 2024-25 di bawah pelatih Arne Slot.
Daftar Tim dengan Gelar Terbanyak (Total, Termasuk Era Pra-Premier League)
| Peringkat | Klub | Jumlah Gelar | Gelar Terakhir | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 (joint) | Manchester United | 20 | 2012-13 | Dominan di era Premier League (13 gelar). |
| 1 (joint) | Liverpool | 20 | 2024-25 | Juara kedua di era Premier League; menyamai MU pada 2024-25. |
| 3 | Arsenal | 13 | 2003-04 | Termasuk “Invincibles” tak terkalahkan 2003-04. |
| 4 | Everton | 9 | 1986-87 | – |
| 5 | Manchester City | 10 | 2023-24 | Dominan baru-baru ini (8 di era Premier League). |
| 6 | Aston Villa | 7 | 1980-81 | – |
Hanya Era Premier League (sejak 1992-93 hingga 2024-25)
Jika hanya menghitung era modern Premier League (33 musim selesai):
- Manchester United: 13 gelar (terbanyak).
- Manchester City: 8 gelar.
- Chelsea: 5 gelar.
- Arsenal: 3 gelar.
- Liverpool: 2 gelar (2019-20 dan 2024-25).
- Blackburn Rovers: 1 gelar.
- Leicester City: 1 gelar.
Musim 2025-26 sedang berlangsung (Liverpool juara bertahan), tapi belum ada pemenang baru hingga Desember 2025. Rekor ini didasarkan pada data resmi dari sumber seperti Statista, Wikipedia, dan situs Premier League. Manchester United mendominasi era 1990-an hingga 2010-an di bawah Sir Alex Ferguson, sementara Liverpool bangkit kembali pasca-2020.
Sejarah Tottenham Hotspur Football Club
Tottenham Hotspur FC, dijuluki Spurs atau The Lilywhites, adalah salah satu klub sepak bola paling ikonik di Inggris, berbasis di Tottenham, London Utara. Klub ini memiliki rivalitas sengit dengan Arsenal (North London Derby) yang menjadi salah satu derby paling panas di dunia sepak bola.


Pendirian dan Awal Sejarah
Klub ini didirikan pada 1882 sebagai Hotspur Football Club oleh sekelompok pemuda dari klub kriket Hotspur, untuk tetap aktif di musim dingin. Nama diubah menjadi Tottenham Hotspur pada 1884 untuk menghindari kebingungan dengan klub lain.
Spurs menjadi profesional pada 1895 dan bergabung dengan Southern League. Trofi mayor pertama adalah FA Cup 1901 sebagai klub non-liga pertama yang memenangkannya sejak pembentukan liga (mengalahkan Sheffield United 3-1 di replay). Pada 1908, bergabung dengan Football League.

Era Keemasan Bill Nicholson (1950-an hingga 1960-an)
Di bawah manajer legendaris Bill Nicholson (1958-1974), Spurs mencapai puncak.

Bill Nicholson | Player, manager, legend, ‘Mr Tottenham’
- 1960-61: Juara liga dan FA Cup – Double pertama di abad ke-20.
- 1962: Pertahankan FA Cup.
- 1963: Juara European Cup Winners’ Cup – klub Inggris pertama yang memenangkan trofi Eropa (mengalahkan Atlético Madrid 5-1).


Era 1970-an hingga 1990-an
- 1972: Juara UEFA Cup perdana (mengalahkan Wolverhampton).
- 1984: Juara UEFA Cup lagi.
- FA Cup 1981, 1982, 1991; League Cup beberapa kali.
Era Modern (2000-an hingga 2010-an)
Pindah ke Tottenham Hotspur Stadium pada 2019 (kapasitas ~62.000, stadion termodern di Inggris).


Di bawah manajer seperti Mauricio Pochettino (2014-2019), Spurs konsisten di top 4, runner-up Champions League 2019. Bintang seperti Harry Kane (top scorer sepanjang masa hingga 2023) dan Son Heung-min menjadi ikon.


Era Ange Postecoglou dan Trofi Terbaru (2020-an hingga 2025)
Ange Postecoglou ditunjuk 2023, membawa gaya menyerang. Setelah 17 tahun tanpa trofi mayor, Spurs memenangkan UEFA Europa League 2024-25 (mengalahkan Manchester United 1-0 di final).


Hingga Desember 2025, Spurs sedang berkompetisi di Premier League dan Champions League musim 2025-26.
Trofi Mayor (hingga Desember 2025)
Tottenham memiliki sekitar 27 trofi mayor:
- Premier League/First Division: 2 kali (1951, 1961).
- FA Cup: 8 kali (terakhir 1991).
- League Cup/EFL Cup: 4 kali (terakhir 2008).
- Community Shield: Beberapa kali.
- UEFA Europa League/UEFA Cup: 3 kali (1972, 1984, 2025).
- UEFA Cup Winners’ Cup: 1 kali (1963).
Dari klub kriket pemuda hingga raksasa modern dengan stadion terbaik, Tottenham dikenal dengan motto “To Dare Is To Do” (Audere est Facere) dan basis penggemar fanatik. “Come On You Spurs!”
Sejarah Chelsea Football Club
Chelsea FC, dijuluki The Blues, adalah salah satu klub sepak bola terkemuka di Inggris, berbasis di Fulham, London. Klub ini memiliki rivalitas sengit dengan Arsenal (North London Derby bukan, tapi London Derby), Tottenham Hotspur, dan Fulham. Stamford Bridge menjadi kandang mereka sejak pendirian.
Pendirian dan Awal Sejarah
Klub ini didirikan pada 10 Maret 1905 oleh pengusaha Gus Mears di pub The Rising Sun (sekarang The Butcher’s Hook). Chelsea langsung bergabung dengan Football League tanpa pernah bermain di divisi non-liga.


Trofi mayor pertama datang pada 1955 dengan juara Divisi Pertama (sekarang Premier League) di bawah manajer Ted Drake. Stadion Stamford Bridge (dibuka 1877) menjadi home sejak awal, dengan kapasitas saat ini sekitar 40.000 setelah renovasi.


Era Pra-Abramovich (1970-an hingga 2003)
Periode ini penuh pasang surut: Juara FA Cup 1970 (replay vs Leeds), Cup Winners’ Cup 1971, tapi juga degradasi dan masalah finansial. Era 1990-an membaik dengan bintang seperti Gianfranco Zola, juara League Cup 1998 dan FA Cup 2000 di bawah manajer seperti Ruud Gullit dan Gianluca Vialli.
Era Roman Abramovich dan Dominasi (2003-2022)
Titik balik besar pada 2003 ketika miliarder Rusia Roman Abramovich mengakuisisi klub, menyuntikkan investasi masif.

EU to sanction Chelsea FC owner Roman Abramovich in new oligarch …
- José Mourinho (2004-2007 & 2013-2015) membawa era keemasan: Premier League back-to-back 2005 & 2006.

Jose Mourinho: Why it went wrong for manager at Chelsea – BBC Sport
- Champions League pertama 2012: Dramatis via adu penalti vs Bayern Munich di Allianz Arena (di bawah Roberto Di Matteo).
- Dominasi dengan manajer seperti Carlo Ancelotti (double 2010), Antonio Conte (liga 2017), dan Thomas Tuchel (Champions League 2021 vs Man City).




Pada 2022, karena sanksi terhadap Abramovich, klub dijual ke konsorsium dipimpin Todd Boehly.
Todd Boehly: Who Is Chelsea’s Proposed New Owner? – Business Insider
Era Modern (2022-Sekarang)
Periode transisi dengan pengeluaran besar untuk pemain muda. Di bawah Enzo Maresca (sejak 2024), Chelsea memenangkan UEFA Conference League 2024-25 (mengalahkan Real Betis 4-1) dan FIFA Club World Cup 2025 (format baru, mengalahkan PSG di final). Pada Desember 2025, klub sedang berkompetisi di Premier League, FA Cup, EFL Cup, dan kembali ke Champions League untuk musim 2025-26.
Trofi Mayor (hingga Desember 2025)
Chelsea menjadi klub pertama yang memenangkan semua kompetisi utama UEFA (Champions League, Europa League, Cup Winners’ Cup, Conference League, Super Cup) plus Club World Cup dua kali. Total sekitar 35-36 trofi mayor:
- Premier League/First Division: 6 kali (terakhir 2016-17).
- FA Cup: 8 kali.
- League Cup/EFL Cup: 5 kali.
- Community Shield: Beberapa kali.
- UEFA Champions League: 2 kali (2012, 2021).
- UEFA Europa League: 2 kali (2013, 2019).
- UEFA Cup Winners’ Cup: 2 kali (1971, 1998).
- UEFA Conference League: 1 kali (2025).
- UEFA Super Cup: 2 kali.
- FIFA Club World Cup: 2 kali (2021, 2025).
Dari klub yang hampir bangkrut menjadi superpower global, Chelsea melambangkan transformasi modern sepak bola berkat investasi dan manajemen cerdas. “Keep the Blue Flag Flying High!” adalah chant ikonik mereka.
