persib bandung
now browsing by tag
Tuntut Keadilan, Nenek Elina yang Diusir Paksa Anggota Ormas Lapor ke Polda Jatim
Nenek Elina Widjajanti (80) yang diusir paksa keluar rumah oleh puluhan anggota ormas atau organisasi kemasyarakatan melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur.
Selain diusir paksa, Nenek Elina juga kehilangan tempat tinggal setelah rumahnya di Jalan Sambikerep, Kota Surabaya, dirobohkan oknum anggota ormas hingga rata tanah. Dalam laporannya, korban meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap para pelaku.
Saya hanya ingin keadilan. Rumah saya dirobohkan, sekarang rata dengan tanah. Saya minta mereka (pelaku) diproses hukum dan ada ganti rugi atas rumah saya yang dihancurkan,” kata Nenek Elina didampingi kuasa hukumnya, Rabu (24/12/2025).
Hingga saat ini, pihak Polda Jatim tengah mendalami laporan tersebut. Kasus ini menuai sorotan luas dari publik di Surabaya yang mengecam aksi premanisme berkedok ormas terhadap warga lanjut usia.
Detik-Detik Pengusiran
Dalam rekaman video amatir yang beredar, terlihat suasana mencekam saat sekitar 50 anggota ormas mendatangi kediaman korban. Tanpa adanya surat putusan resmi dari pengadilan, massa tersebut merangsek masuk dan memaksa sang nenek keluar.
Nenek Elina mengaku dirinya diangkat paksa dan diseret oleh oknum ormas tersebut hingga keluar pagar rumah. Akibat tindakan represif tersebut, korban mengalami luka memar di beberapa bagian wajahnya.
Selain kehilangan tempat tinggal, dokumen-dokumen penting milik korban juga dilaporkan raib diambil oleh kelompok tersebut. Ironisnya, setelah pengusiran paksa tersebut, bangunan rumah korban langsung dibongkar.
Bejat! Pria di Gowa Diduga Hamili Anak Tiri hingga 5 Bulan Diringkus Polisi
Seorang pria berinisial AZ (41) diduga tega melakukan tindak pidana asusila terhadap Sisiwi SMA berinisial NA (18) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Korban merupakan anak tiri pelaku hingga hamil lima bulan.
Peristiwa tersebut diduga terjadi di rumah pelaku yang beralamat di Jalan Syekh Yusuf III, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Aksi bejat pelaku akhirnya dilaporkan ke SPKT Polres Gowa pada Rabu malam (24/12/2025) hingga akhirnya tim Gabungan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gowa bersama Unit Jatanras dan tim Pamapta langsug melakukan penangkapan.
Kanit Pamapta Polres Gowa, Ipda Ahmad Hari, membenarkan penangkapan pelaku oleh tim Gabungan Polres Gowa.
“Benar, setelah menerima laporan dari korban, kami dari Unit SPKT bersama Unit PPA Satreskrim dan Unit Jatanras Polres Gowa langsung menuju TKP dan mengamankan terduga pelaku tindak asusila terhadap anak tirinya,” ujar Ahmad Hari kepada wartawan.
Saat menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Gowa, terduga pelaku dikatakan mengakui perbuatannya kepada petugas.
Namun demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.
PARAGUAY
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah Guaraní (1900–1950)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pedagang Inggris dan imigran Belanda di awal abad ke-20.
- 1906: Asosiasi Sepak Bola Paraguay (APF) berdiri.
- 1910: Timnas Paraguay mainkan laga pertama — kalah 1–7 dari Argentina.
- 1921: Ikut Copa América pertama, tapi gagal juara.
- 1930: Ikut Piala Dunia perdana di Uruguay — kalah 0–3 dari Amerika Serikat.
💡 Sepak bola Paraguay lahir di tengah identitas nasional yang kuat — hasil dari Perang Paraguay (1864–1870) yang hampir memusnahkan negara.
🛡️ Filosofi: “El Fútbol de Hierro” — Sepak Bola Besi
- Paraguay dikenal dengan gaya defensif ekstrem, fisik, dan disiplin taktis.
- Dijuluki “El Fútbol de Hierro” (Sepak Bola Besi) — lahir dari jiwa perlawanan bangsa kecil.
- Kiper adalah pahlawan: Paraguay melahirkan beberapa kiper terbaik Amerika Selatan.
💬 “Kami tak punya bintang. Tapi kami punya tembok.”
🌟 Era Kejayaan: Piala Dunia 2010 — Semi-Final yang Mengguncang Dunia
- 2010: Paraguay capai prestasi terbesar dalam sejarah — semi-final Piala Dunia di Afrika Selatan!
- Perjalanan epik:
- Kalahkan Slovakia dan Italia di fase grup
- Kalahkan Jepang di 16 besar (adu penalti)
- Kalahkan Slovenia di perempat final (adu penalti) — tunggu, sebenarnya lawan di perempat final adalah Spanyol, dan Paraguay kalah 0–1
- Koreksi:
- 16 besar: Kalahkan Jepang 5–3 adu penalti
- Perempat final: Kalahkan Slovenia? Tidak — lawan sebenarnya adalah Spanyol, dan Paraguay kalah 0–1
- Fakta sejarah:
- Paraguay tidak pernah menang di perempat final Piala Dunia
- Prestasi terbaik: perempat final (1998, 2010)
✅ Koreksi penting:
- 1998: Perempat final (kalah dari Prancis)
- 2010: Perempat final (kalah 0–1 dari Spanyol) — bukan semi-final
- Ini tetap prestasi terbaik sepanjang masa
Bintang 2010:
- José Luis Chilavert (era sebelumnya) — kiper yang sering cetak gol
- Roque Santa Cruz — striker Bayern Munich
- Paulo Da Silva — kapten, bek tangguh
- Justo Villar — kiper heroik
🏆 Copa América: Satu-Satunya Mahkota
- 1953: Juara Copa América di Peru — satu-satunya gelar mayor dalam sejarah!
- Kalahkan Bolivia 3–2 di final
- 1979: Juara Copa América kedua — tapi ini turnamen tidak resmi (sistem home-away, tanpa final tunggal)
- 2011: Capai final Copa América — kalah dari Uruguay
- Konsisten: Sering capai semi-final (1983, 1997, 1999, 2004, 2011, 2015)
🥈 Runner-up 2011 adalah pencapaian terbaik di era modern.
🔴 Klub-Klub Raksasa Paraguay
| Klub | Kota | Prestasi | Identitas |
|---|---|---|---|
| Club Olimpia | Asunción | Juara Copa Libertadores 1979, Piala Interkontinental 1979 | Klub tertua (1902), “El Decano” |
| Cerro Porteño | Asunción | 32 gelar liga, runner-up Copa Libertadores 1973, 1993 | “Auriazul”, rival abadi Olimpia |
| Club Libertad | Asunción | Juara liga 2000-an, sering di Copa Libertadores | “Gualdinegros”, kekuatan modern |
Superclásico Paraguayo
- Olimpia vs Cerro Porteño — derbi paling sengit di Paraguay
- Lebih dari sekadar pertandingan — cermin konflik sosial Asunción
🧤 Pabrik Kiper Terbaik Amerika Selatan
Paraguay dikenal sebagai “tanah kiper“:
- José Luis Chilavert (1990s–2000s):
- Satu-satunya kiper yang cetak 67 gol dalam karier
- 3x Kiper Terbaik Dunia (1995, 1997, 1998)
- Justo Villar: Kiper utama 2006–2018, main di Spanyol & Argentina
- Antony Silva, Robert Morales — generasi modern
💥 Chilavert bahkan pernah cetak gol dari tendangan bebas untuk timnas!
📉 Masa Tantangan (2014–2025)
- 2014 & 2018: Gagal lolos ke Piala Dunia
- 2022: Gagal lolos ke Piala Dunia — kalah di playoff dari Peru
- 2024: Gagal lolos ke Copa América 2024
- Penyebab:
- Minim bintang global
- Liga domestik lemah
- Ketergantungan pada pemain tua
🦅 Bintang Legendaris Paraguay
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1950s | José Parodi | Legenda Nantes (Prancis), top scorer |
| 1990s | José Luis Chilavert | Kiper ikonik, pencetak gol |
| 2000s | Roque Santa Cruz | Striker Bayern Munich, Blackburn |
| 2010s | Paulo Da Silva | Kapten era kejayaan 2010 |
| 2020s | Miguel Almirón | Gelandang Newcastle United, bintang modern |
⭐ Miguel Almirón adalah wajah baru Paraguay di Eropa.
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun akademi muda berbasis kiper dan defensif
- Lolos ke Piala Dunia 2026
- Juara Copa América 2027
- Tingkatkan kualitas Liga Paraguaya
💬 Kesimpulan
Sepak bola Paraguay adalah cermin bangsa:
- Kuat, tangguh, tak kenal menyerah,
- Lahir dari abu perang,
- Dan pernah membuat dunia terdiam di Afrika Selatan 2010.
Meski kecil, Paraguay membuktikan bahwa tembok bisa lebih kuat dari pedang.
“Kami tak punya bakat. Tapi kami punya hati — dan itu cukup untuk bermimpi.”
🇵🇾 Fakta Unik
- Club Olimpia 1979 adalah satu-satunya klub Paraguay yang pernah juara Copa Libertadores.
- José Luis Chilavert adalah satu-satunya kiper dalam sejarah yang cetak gol di Piala Dunia (kualifikasi).
- Paraguay adalah satu-satunya negara Amerika Selatan yang tak pernah kalah dari Spanyol di laga resmi (2 imbang, 1 menang).
- Estadio Defensores del Chaco di Asunción adalah satu-satunya stadion di dunia yang dinamai dari pahlawan perang, bukan tokoh olahraga.
Uruguay
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah La Celeste (1890–1920)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelaut dan pedagang Inggris di pelabuhan Montevideo pada akhir abad ke-19.
- 1900: Central Uruguay Railway Cricket Club (CURCC) berdiri — cikal bakal Peñarol.
- 1901: Club Nacional de Football didirikan — lahirnya rivalitas abadi.
- 1903: Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF) berdiri.
- 1910: Timnas Uruguay mainkan laga pertama — menang 1–0 atas Argentina.
💡 Sejak awal, sepak bola Uruguay identik dengan semangat pekerja pelabuhan dan kebanggaan nasional kecil.
🌍 Pencipta Piala Dunia: Kejayaan 1924–1930
Olimpiade 1924 & 1928: Juara Dunia Sebelum Ada Piala Dunia
- 1924 (Paris): Uruguay juara Olimpiade — tim Amerika Latin pertama yang menang di Eropa.
- Kalahkan Yugoslavia, Belanda, Swiss
- Gaya bermain cepat, teknis, dan kolektif — kejutkan Eropa!
- 1928 (Amsterdam): Pertahankan emas — kalahkan Argentina 2–1 di final ulang.
🏆 Gelar Olimpiade 1924 & 1928 dianggap “Piala Dunia tidak resmi” — dan menginspirasi FIFA ciptakan Piala Dunia.
1930: Juara Piala Dunia Pertama dalam Sejarah!
- FIFA pilih Uruguay sebagai tuan rumah Piala Dunia perdana — sebagai penghargaan atas kejayaan Olimpiade.
- Final vs Argentina di Estadio Centenario, Montevideo:
- Hadirin: 93.000 orang
- Uruguay menang 4–2
- José Nasazzi angkat trofi — pahlawan nasional
🏟️ Estadio Centenario dibangun dalam 9 bulan — kini jadi situs warisan FIFA.
🦅 Era Emas Kedua: Maracanazo 1950
- 1950: Brasil jadi tuan rumah Piala Dunia.
- Final tidak resmi: Brasil vs Uruguay di Maracanã, Rio de Janeiro.
- Brasil butuh imbang untuk juara — hadirin: 200.000 orang
- Uruguay menang 2–1
- Gol penentu oleh Alcides Ghiggia di menit ke-79
- Dampak:
- “Maracanazo” — tragedi nasional Brasil
- Hari berkabung di Brasil
- Uruguay jadi juara Piala Dunia kedua!
💬 Ghiggia pernah berkata:
“Hanya tiga orang yang pernah membungkam Maracanã: Frank Sinatra, Paus, dan saya.”
🔴 Klub Raksasa: El Clásico del Fútbol
Uruguay didominasi oleh dua klub legendaris:
| Klub | Didirikan | Prestasi | Identitas |
|---|---|---|---|
| Club Nacional | 1901 | 3x Copa Libertadores, 3x Piala Interkontinental | Elit, intelektual, “Blanco” |
| Peñarol | 1891 (sebagai CURCC) | 5x Copa Libertadores, 2x Piala Interkontinental | Pekerja, pelabuhan, “Aurinegro” |
El Clásico
- Salah satu rivalitas tertua di dunia (sejak 1901)
- Lebih dari sekadar olahraga — cermin konflik sosial Montevideo
- Dijuluki “derbi paling intens di Amerika Selatan”
🏟️ Estadio Centenario (kapasitas 60.000) jadi markas netral untuk laga besar.
🦵 Filosofi: “Garra Charrúa” — Jiwa Uruguay
- “Garra Charrúa” = cakar suku asli Charrúa
- Makna: semangat tempur, pantang menyerah, bermain dengan hati
- Meski kalah teknik, Uruguay menang lewat mental baja dan taktik cerdik
💥 Gaya ini lahir dari identitas bangsa kecil yang harus melawan raksasa.
📉 Masa Tantangan: Puasa Gelar (1950–2010)
- 1954–1970: Gagal di Piala Dunia — kalah dari Hungaria, Inggris, Jerman
- 1970: Capai peringkat ke-4 — terakhir kali prestasi besar
- 1980–2000:
- Gagal lolos ke Piala Dunia 1974, 1978, 1994, 1998
- Disebut “generasi hilang”
🌟 Kebangkitan: Era Diego Forlán & Luis Suárez (2010–2022)
Piala Dunia 2010: Peringkat ke-4 yang Membara
- Capai semi-final — kalah dari Belanda
- Kalahkan Ghana di perempat final lewat tangan kontroversial Luis Suárez
- Diego Forlán jadi pemain terbaik turnamen
Copa América 2011: Mahkota Amerika ke-15!
- Juara di Argentina — kalahkan Paraguay 3–0 di final
- Luis Suárez dan Diego Forlán jadi bintang
Piala Dunia 2018:
- Capai 16 besar, kalah dari Prancis (juara)
🦅 Generasi emas ini dipimpin oleh:
- Luis Suárez (Barcelona, Liverpool)
- Edinson Cavani (PSG, Man United)
- Diego Godín (Atlético Madrid)
- Fernando Muslera (kiper Galatasaray)
🧭 Tantangan Masa Depan
- Bangun generasi pasca-Suárez/Cavani
- Pertahankan identitas “Garra Charrúa” di era sepak bola modern
- Lolos ke semifinal Piala Dunia 2026
- Juara Copa América 2024 — akhiri puasa sejak 2011
ARGENTINA
⚽ Awal Mula: Kelahiran Sepak Bola di Tanah Tango (1867–1930)
- Sepak bola diperkenalkan oleh pelaut dan pedagang Inggris di pelabuhan Buenos Aires.
- 1867: Klub tertua, Buenos Aires Football Club, didirikan.
- 1893: Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) berdiri — federasi tertua di Amerika Selatan.
- 1910: Argentina mainkan laga internasional pertama — menang 6–1 atas Uruguay.
- 1921: Juara Copa América pertama.
- 1930: Argentina capai final Piala Dunia perdana di Uruguay — kalah 2–4.
💡 Awalnya, sepak bola dimainkan oleh elit Inggris-Argentina, tapi cepat menyebar ke barrio (kampung) — lahirnya budaya “pibe” (anak jalanan berbakat).
🌟 Era Emas Awal: Dominasi Amerika (1920–1950)
- 1921–1959: Argentina juara Copa América 12 kali — dominasi mutlak.
- 1940-an: Lahir “La Máquina” (Mesin) — tim River Plate dengan gaya tiki-taka sebelum zamannya:
- José Manuel Moreno, Adolfo Pedernera, Ángel Labruna
- 1957: Argentina juara Copa América terakhir sebelum puasa 38 tahun.
💬 Filosofi: “La Nuestra” — “Bola adalah alat untuk mengekspresikan keindahan.”
🔥 Dua Legenda: Maradona & Messi
Diego Maradona (1960–2020)
- Lahir: 1960, di Villa Fiorito, kampung kumuh Buenos Aires.
- Debut: Usia 15 tahun untuk Argentinos Juniors.
- Piala Dunia 1986:
- “Tangan Tuhan” vs Inggris
- “Gol Abad Ini” — dribel melewati 5 pemain
- Bawa Argentina juara Piala Dunia!
- Klub: Napoli (1984–1991) — jadi dewa di Napoli, juara Serie A pertama untuk klub selatan Italia.
💔 Tapi hidupnya penuh kontroversi, narkoba, dan jatuh-bangun — simbol kebesaran dan kerapuhan manusia.
Lionel Messi (1987–Sekarang)
- Lahir: 1987, di Rosario.
- Klub: Barcelona (1994–2021) → PSG (2021–2023) → Inter Miami (2023–)
- Prestasi klub:
- 4x Liga Champions, 10x La Liga, 7x Ballon d’Or
- Timnas:
- Piala Dunia 2022: Juara! — lengkapi koleksi
- Copa América 2021: Juara!
- Finalissima 2022: Juara!
- 3x Piala Dunia (2014 runner-up, 2022 juara, 2026 target)
🏆 2022 adalah tahun penebusan: Messi akhirnya juara Piala Dunia, jadi legenda lengkap.
🌍 Piala Dunia: Tiga Mahkota, Tiga Generasi
| Tahun | Lokasi | Prestasi | Pahlawan |
|---|---|---|---|
| 1978 | Argentina | Juara | Mario Kempes (6 gol) |
| 1986 | Meksiko | Juara | Diego Maradona |
| 2022 | Qatar | Juara | Lionel Messi, Emiliano Martínez |
- 1978: Juara di kandang sendiri — kontroversial karena rezim militer.
- 1990: Runner-up (kalah dari Jerman Barat)
- 2014: Runner-up (kalah dari Jerman)
🇦🇷 Argentina adalah satu-satunya negara Amerika Selatan yang juara Piala Dunia di luar benua sendiri (1986, 2022).
🔵 Klub Raksasa: Superclásico — Jiwa Sepak Bola Argentina
- Buenos Aires punya dua raksasa abadi:
| Klub | Identitas | Prestasi |
|---|---|---|
| Boca Juniors | “Xeneizes” — kelas pekerja, pelabuhan La Boca | 6x Copa Libertadores, 3x Piala Interkontinental |
| River Plate | “Millonarios” — elit Núñez, kaya raya | 4x Copa Libertadores, 1x Piala Interkontinental |
Superclásico
- Dijuluki “derbi paling panas di dunia” oleh media internasional.
- Lebih dari sekadar pertandingan — cermin konflik kelas sosial Argentina.
- Kemenangan bukan soal poin, tapi harga diri generasi.
🏟️ La Bombonera (Boca) dan El Monumental (River) adalah dua stadion paling ikonik di Amerika Latin.
🦅 Bintang Legendaris Lainnya
- Alfredo Di Stéfano — lahir di Argentina, tapi main untuk Spanyol; legenda Real Madrid
- Gabriel Batistuta — striker ikonik 1990-an, top scorer sepanjang masa hingga 2022
- Sergio Agüero, Ángel Di María, Javier Mascherano — pilar generasi emas 2010–2022
🧭 Tantangan Masa Depan
- Pertahankan dominasi di Amerika Selatan
- Bangun generasi pasca-Messi (Álvarez, Enzo Fernández, Julián Álvarez)
- Tingkatkan infrastruktur liga domestik (Liga Profesional Argentina)
- Juara Piala Dunia 2026 — jadi negara pertama sejak Brasil (1958–1962) yang juara berturut-turut
💬 Kesimpulan
Sepak bola Argentina adalah api yang tak pernah padam:
- Lahir di jalanan,
- Dibesarkan oleh Maradona,
- Diselesaikan oleh Messi,
- Dan dihidupkan setiap hari oleh jutaan “pibe” di seluruh negeri.
Ia bukan hanya olahraga —
Ia adalah agama, seni, dan jiwa Argentina.
“Di Argentina, Tuhan adalah Maradona. Dan Messi adalah nabi-Nya.”
🇦🇷 Fakta Unik
- Argentina adalah satu-satunya negara yang punya dua stadion dengan kapasitas 70.000+ di satu kota (El Monumental & La Bombonera).
- Maradona 1986 adalah satu-satunya pemain dalam sejarah yang cetak gol dengan tangan dan dribel terbaik dalam satu laga Piala Dunia.
- Lionel Messi adalah pemain pertama yang menang Piala Dunia, Copa América, Liga Champions, dan Ballon d’Or.
- Superclásico telah dimainkan 260+ kali sejak 1908 — salah satu rivalitas tertua di dunia.
