persib bandung
now browsing by tag
Valencia CF
🦇 Profil Singkat Valencia CF
- Nama lengkap: Valencia Club de Fútbol
- Didirikan: 18 Maret 1919
- Kota: Valencia, Comunidad Valenciana, Spanyol
- Stadion: Mestalla (kapasitas: 49.430) — salah satu stadion paling ikonik dan bersejarah di Eropa
- Warna seragam: Putih dengan aksen hitam
- Julukan:
- Los Ches (dalam bahasa Valensia: “Kami”)
- Los Murciélagos (Kelelawar) — diambil dari lambang kota Valencia
- Pemilik: Peter Lim (pengusaha Singapura, sejak 2014)
🏆 Prestasi: Raksasa Spanyol & Eropa
Valencia adalah salah satu klub paling sukses ke-6 di Spanyol, dengan warisan Eropa yang tak tertandingi.
Domestik (Spanyol)
- Juara La Liga: 6 kali
- 1941–42, 1943–44, 1946–47, 1970–71, 2001–02, 2003–04
- Juara Copa del Rey: 8 kali
- Juara Supercopa de España: 3 kali
Eropa & Dunia
- Liga Champions UEFA:
- Runner-up: 2000 (kalah dari Real Madrid), 2001 (kalah dari Bayern Munchen)
- Liga Europa / Piala UEFA:
- Juara: 2003–04, 1962–63, 1961–62
- Piala Super UEFA: Juara 1980
- Piala Interkontinental: Runner-up 1980
💡 Fakta Emas:
Valencia adalah satu-satunya klub Spanyol yang pernah juara Liga Champions, Piala UEFA, dan Piala Super UEFA — tanpa pernah memenangkan Liga Champions!
🦇 Asal Usul Julukan “Kelelawar” (El Murciélago)
- Lambang Valencia CF menampilkan kelelawar hitam di atas perisai.
- Ini berasal dari lambang Kerajaan Valencia abad ke-13, yang diberikan oleh Raja Jaime I setelah menaklukkan Valencia dari Moor.
- Menurut legenda, seekor kelelawar hinggap di panji sang raja saat pertempuran — dianggap pertanda baik.
- Sejak itu, kelelawar jadi simbol perlindungan dan keberuntungan bagi kota Valencia.
🌟 Era Keemasan: Awal 2000-an di Bawah Héctor Cúper & Rafael Benítez
Valencia mencapai puncak kejayaan di bawah dua pelatih legendaris:
1. Héctor Cúper (1999–2001)
- Bawa Valencia ke final Liga Champions 2 tahun berturut-turut (2000, 2001)
- Gaya bermain: defensif solid, serangan balik mematikan
2. Rafael Benítez (2001–2004)
- Double winners 2003–04: Juara La Liga + Piala UEFA
- Pemain ikonik: Pablo Aimar, Rubén Baraja, David Albelda, Mista, Juan Mata, Vicente Rodríguez
💬 “Kami tidak punya bintang, tapi kami punya tim. Dan tim itu tak terkalahkan.”
— Rafael Benítez
🏟️ Estadio Mestalla: Benteng Suci Valencia
- Dibuka: 1923
- Nama: Diambil dari nama jalan tempat stadion dibangun
- Karakteristik:
- Salah satu stadion paling sulit dikalahkan di Eropa
- Tribun “Curva Nord” diisi oleh “Ultras Sur” — kelompok suporter paling fanatik
- Suasana intim, panas, dan penuh nyanyian Valensia
- Fakta: Mestalla adalah stadion tertua ke-2 yang masih aktif di La Liga (setelah Camp Nou, tapi Camp Nou sedang direnovasi).
🎶 Fans menyanyikan:
“Valencia, Valencia… et faràs campió!”
(Valencia, Valencia… kau akan jadi juara!)
❤️ Identitas & Nilai Klub
- Valencia CF dikenal sebagai “klub rakyat” — tidak dimiliki bangsawan atau oligarki, tapi tumbuh dari komunitas pekerja pelabuhan.
- Bahasa Valensia (bukan Spanyol) sering digunakan dalam yel-yel dan lagu fans.
- Semboyan: “De tota la vida!” (Seumur hidup!)
- Klub ini menolak komersialisasi berlebihan — tidak pernah mengganti nama stadion untuk sponsor.
📉 Tantangan di Era Modern (2010–2024)
- Setelah kejayaan awal 2000-an, Valencia mengalami kemunduran finansial.
- Hutang menumpuk → penjualan pemain bintang (David Silva, Juan Mata, Isco, dll.)
- 2014: Dibeli Peter Lim, tapi fokus pada stabilitas, bukan ambisi besar
- 2022–2024: Sering terlibat perebutan tiket Eropa, tapi belum kembali ke level juara
Namun, semangat Mestalla tak pernah padam. Setiap laga kandang, stadion tetap penuh, dan fans tetap menyanyi.
💡 Fakta Unik
- Valencia adalah satu-satunya klub di dunia yang memiliki dua stadion aktif (Mestalla dan Nou Mestalla — yang pembangunannya mandek sejak 2009).
- Gaizka Mendieta dianggap legenda terbesar sepanjang masa — kapten era emas 2000-an.
- Valencia CF tidak pernah terdegradasi dari La Liga sejak 1932 — 90+ tahun bertahan di kasta tertinggi!
- Klub ini punya rivalitas sengit dengan Levante UD (Derbi Valensia) dan Villarreal CF (Derbi Komunitas Valensia).
🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)
- Bermain di La Liga
- Fokus pada:
- Pembinaan pemain muda (akademi “Academia”)
- Kembalinya ke kompetisi Eropa
- Penyelesaian pembangunan Nou Mestalla (rencana 2025–2027)
- Masih memiliki basis fans global yang kuat — terutama di Asia dan Amerika Latin.
💬 Kesimpulan
Valencia CF bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol identitas Valensia, semangat “batet”, dan bukti bahwa tim kecil bisa mengguncang raksasa.
“Di Mestalla, kami tidak menjual tiket. Kami menjual emosi.”
konflik sosial berdarah yang terjadi pada 1999 di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat
⚔️ Kapan Terjadi?
- Februari–Maret 1999
- Puncak kekerasan: 17–22 Maret 1999
- Lokasi: Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terutama di kawasan Teluk Pakedai, Sebawi, dan Pemangkat.
👥 Pihak yang Terlibat
- Etnis Madura – pendatang yang sebagian besar bekerja sebagai buruh, pedagang, atau petani.
- Etnis Melayu Sambas – penduduk asli pesisir, mayoritas Muslim, memiliki struktur adat kuat.
- Etnis Dayak – penduduk asli pedalaman Kalimantan, sebagian besar Kristen atau Kaharingan.
❗ Catatan penting:
Konflik ini bukan antara “Dayak vs Madura” saja, tapi koalisi Melayu-Dayak melawan Madura, akibat akumulasi ketegangan selama puluhan tahun.
🔥 Akar Penyebab Konflik
1. Ketegangan Sosial & Ekonomi
- Etnis Madura datang ke Kalimantan Barat sejak masa kolonial sebagai buruh perkebunan dan penambang.
- Mereka dikenal kerja keras, hemat, dan cepat maju secara ekonomi, sering membuka usaha kecil (warung, bengkel, jasa).
- Ini menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan Melayu dan Dayak yang merasa “didominasi”.
2. Perbedaan Budaya & Mentalitas
- Madura: dikenal tegas, suka berdebat, mudah tersinggung, dan punya budaya “carok” (tradisi duel/tantangan).
- Melayu & Dayak: lebih menekankan harmoni, adat, dan kesopanan.
- Bentrok kecil (misalnya: senggolan di pasar, masalah parkir) sering memicu perkelahian massal.
3. Insiden Pemicu Langsung (1999)
- Januari 1999: Seorang gadis Melayu dilaporkan dilecehkan oleh pemuda Madura di Sambas.
- Februari 1999: Seorang penjual sate Madura menusuk warga Melayu yang menegurnya.
- Ketegangan memuncak → Melayu dan Dayak bersatu untuk “mengusir” atau “menghukum” komunitas Madura.
🩸 Jalannya Konflik
- 17 Maret 1 999: Massa Melayu dan Dayak menyerang perkampungan Madura di Teluk Pakedai.
- Mereka menggunakan mandau (pedang Dayak), tombak, dan senjata tajam tradisional.
- Ratusan rumah Madura dibakar, warga dibantai, termasuk perempuan dan anak-anak.
- Korban Madura dipenggal, kepala dipajang sebagai “bukti kemenangan” — praktik yang mengejutkan dunia.
Jumlah Korban (menurut laporan resmi & LSM):
- ±3.000 orang tewas (sebagian besar etnis Madura)
- ±25.000–30.000 orang mengungsi ke Jawa, Madura, atau kota besar seperti Pontianak
- Ratusan desa Madura dihancurkan
💔 Banyak korban Madura tidak pernah ditemukan, diduga dikubur massal atau dibuang ke laut.
🕊️ Respons Pemerintah & Militer
- TNI dan Polri awalnya lambat merespons, bahkan dituding berpihak atau tidak mencegah.
- Setelah tekanan nasional & internasional, pasukan dikerahkan untuk memulihkan ketertiban.
- Ribuan pengungsi Madura dievakuasi ke Madura, Jawa Timur, dan Sulawesi.
- Tidak ada pengadilan HAM atau pelaku utama yang dihukum — mayoritas kasus berakhir impunitas.
🏚️ Dampak Jangka Panjang
- Etnis Madura hampir lenyap dari Sambas — hanya segelintir yang berani kembali.
- Trauma kolektif masih dirasakan oleh keluarga korban hingga kini.
- Hubungan antaretnis di Kalimantan Barat tetap rapuh, meski permukaan terlihat damai.
- Peristiwa ini menjadi stigma negatif terhadap suku Dayak dan Melayu Sambas di mata nasional.
📜 Perbedaan dengan Konflik Serupa
- Bukan seperti Perang Sampit (2001) di Kalimantan Tengah (Dayak vs Madura murni).
- Di Sambas, Melayu dan Dayak bersekutu, karena keduanya merasa “terancam” oleh ekspansi sosial-ekonomi Madura.
- Konflik ini sangat berakar pada identitas lokal, adat, dan rasa harga diri.
💬 Kesimpulan
Perang Sambas bukan perang dalam arti militer, tapi puncak dari prasangka, ketidakadilan, dan kegagalan negara melindungi warganya.
Ini adalah luka sejarah Indonesia yang jarang dibahas di buku pelajaran, tapi meninggalkan luka mendalam bagi ribuan keluarga.
“Ketika adat, harga diri, dan ketakutan bertemu tanpa mediasi, darahlah yang bicara.”
TSUNAMI JEPANG
🌊 Kapan Terjadi?
- Tanggal: 11 Maret 2011
- Waktu: 14.46 JST (waktu standar Jepang)
- Hari: Jumat
- Dikenal sebagai: Bencana Besar Jepang Timur 2011 (Great East Japan Earthquake and Tsunami)
🌍 Penyebab: Gempa Bumi Raksasa di Laut Pasifik
Tsunami ini dipicu oleh gempa bumi tektonik dahsyat dengan:
- Magnitudo: 9,0 — gempa terkuat yang pernah tercatat di Jepang, dan ke-4 terkuat di dunia sejak 1900
- Epicentrum: 70 km timur Semenanjung Oshika, Prefektur Miyagi, di Palung Jepang
- Kedalaman: 24 km di bawah dasar laut
- Durasi: ±6 menit
Gempa terjadi akibat pelepasan energi mendadak saat Lempeng Pasifik menyusup di b Lempeng Okhotsk (bagian dari Lempeng Amerika Utara), menyebabkan dasar laut terangkat hingga 5–10 meter, memicu gelombang tsunami raksasa.
🌪️ Dampak Tsunami
Gelombang tsunami mencapai pesisir Jepang hanya dalam 30 menit setelah gempa, dengan ketinggian:
- Hingga 40,5 meter di Miyako, Prefektur Iwate (tertinggi yang tercatat)
- 10–20 meter di sepanjang pantai timur Honshu (pulau utama Jepang)
- Gelombang masuk hingga 10 km ke daratan di beberapa daerah
Korban Manusia:
- ±15.900 orang tewas
- ±2.500 orang hilang (masih dicari hingga kini)
- ±6.000 orang luka-luka
- ±470.000 orang mengungsi
💔 Di kota Rikuzentakata, 80% bangunan hancur, termasuk seluruh pusat kota.
☢️ Bencana Nuklir Fukushima Daiichi
Yang membuat bencana ini unik dan berdampak global adalah krisis nuklir yang terjadi setelahnya:
- Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi kehilangan daya akibat gempa dan tsunami.
- Sistem pendingin gagal → terjadi leburan inti (meltdown) di 3 reaktor.
- Radiasi bocor ke udara dan laut.
- ±154.000 warga dievakuasi dari radius 20–30 km.
Ini adalah bencana nuklir terparah sejak Chernobyl (1986), diklasifikasikan sebagai Level 7 (skala tertinggi) oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
🏗️ Kerusakan Fisik & Ekonomi
- 122.000 bangunan hancur total, 283.000 rusak berat
- Jaringan transportasi lumpuh: rel kereta, jalan, pelabuhan hancur
- Industri terganggu: Pabrik Toyota, Sony, dan raksasa elektronik lainnya berhenti produksi
- Kerugian ekonomi: ±$360 miliar USD — bencana alam termahal dalam sejarah dunia
🚨 Mengapa Tsunami Bisa Menembus Pertahanan Jepang?
Jepang dikenal sebagai negara paling siap menghadapi gempa dan tsunami, tapi kali ini:
- Tinggi tsunami melebihi perkiraan (diperkirakan maksimal 6 meter, nyatanya 40 meter!)
- Tembok pemecah ombak (setinggi 5–10 meter) tidak cukup
- Sistem peringatan dini bekerja, tapi evakuasi terhambat karena banyak lansia dan infrastruktur rusak
Namun, tingkat kematian bisa jauh lebih tinggi jika bukan karena:
- Budaya kesiapsiagaan masyarakat
- Bangunan tahan gempa
- Latihan evakuasi rutin
🕊️ Respons & Rekonstruksi
Pemerintah Jepang meluncurkan rekonstruksi nasional terbesar dalam sejarah:
- “Rencana Pemulihan Nasional” senilai ¥25 triliun (±$300 miliar)
- Membangun tembok anti-tsunami setinggi 12–15 meter sepanjang 400 km pantai
- Membangun kembali kota dengan zona aman di dataran tinggi
- Pindahkan seluruh desa ke atas bukit (contoh: desa Fudai selamat karena sudah punya tembok tinggi sejak 1960-an)
🇯🇵 Jepang menutup semua reaktor nuklir sementara, dan mengubah kebijakan energi nasional ke arah energi terbarukan.
🌏 Dampak Global
- Jerman, Swiss, dan Italia memutuskan berhenti dari energi nuklir
- Standar keselamatan nuklir diperketat di seluruh dunia
- Sistem peringatan dini tsunami diperkuat di Pasifik dan Samudra Hindia
📜 Warisan & Pembelajaran
- Tidak ada sistem yang 100% aman — bahkan di negara paling maju sekalipun.
- Kesiapsiagaan harus selalu diperbarui menghadapi skenario terburuk.
- Energi nuklir membawa risiko besar yang harus dipertimbangkan matang.
- Solidaritas global muncul: 160 negara menawarkan bantuan, termasuk AS, Tiongkok, dan Rusia.
🏛️ Peringatan & Museum
- Museum Peringatan Bencana 11 Maret di Tome, Miyagi
- Monumen di Rikuzentakata, termasuk satu pohon pinus yang selamat dari tsunami (“Miracle Pine”)
- Setiap tahun, 11 Maret diperingati sebagai Hari Peringatan Nasional Bencana
💬 Kesimpulan
Tsunami Jepang 2011 bukan hanya bencana alam —
ia adalah uji ketahanan peradaban modern, yang menunjukkan bahwa teknologi canggih pun bisa dikalahkan oleh alam, tapi semangat manusia tak pernah padam.
“Kami belajar dari laut. Kami menghormatinya. Dan kami bersumpah: tidak akan pernah lupa.”
— Kalimat di Museum Tsunami Jepang
Sejarah lengkap dan faktual tentang Tsunami Aceh 2004
🌊 Kapan Terjadi?
- Tanggal: 26 Desember 2004
- Waktu: 07.58 pagi (waktu lokal Aceh)
- Hari: Minggu, bertepatan dengan musim liburan Natal
🌍 Penyebab: Gempa Bumi Raksasa di Samudra Hindia
Tsunami ini dipicu oleh gempa bumi tektonik dahsyat dengan:
- Magnitudo: 9,1–9,3 (salah satu gempa terkuat sepanjang sejarah tercatat)
- Epicentrum: Di dasar Samudra Hindia, sekitar 150 km dari barat Aceh, pada palung Sunda
- Kedalaman: 30 km di bawah permukaan laut
- Durasi gempa: 8–10 menit — waktu yang sangat lama untuk gempa
Gempa terjadi akibat pelepasan energi mendadak saat Lempeng Indo-Australia menyusup di bawah Lempeng Eurasia, menyebabkan dasar laut terangkat hingga 15–20 meter. Perubahan ini memicu gelombang raksasa — tsunami.
🌪️ Dampak Tsunami di Aceh
Gelombang tsunami mencapai pantai Aceh hanya dalam 15–20 menit setelah gempa, dengan ketinggian:
- 15–30 meter di pesisir utara Aceh (seperti Banda Aceh, Meulaboh, Calang)
- Di beberapa titik, gelombang masuk hingga 5 km ke daratan
Korban di Aceh:
- ±170.000 orang tewas (sekitar 40% dari total korban global)
- ±500.000 orang kehilangan tempat tinggal
- Kota Banda Aceh hancur 70–90%
- Desa-desa pesisir lenyap, seperti Lhok Nga, Lampuuk, dan Meulaboh
💔 Di desa Calang (Aceh Jaya), dari 12.000 penduduk, hanya 300 yang selamat.
🌏 Dampak Global
Tsunami 2004 adalah bencana alam paling mematikan di abad ke-21:
- 14 negara terdampak: Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Maladewa, Somalia, Myanmar, Malaysia, dll.
- Total korban tewas: ±230.000–280.000 orang
- 5 juta orang terdampak di seluruh Asia dan Afrika Timur
Indonesia, khususnya Aceh, menjadi wilayah dengan kerusakan dan korban terparah.
🚨 Mengapa Tidak Ada Peringatan Dini?
- Indonesia tidak memiliki sistem peringatan dini tsunami pada 2004.
- Tidak ada sensor di dasar laut di Samudra Hindia.
- Masyarakat tidak mengenali tanda alam tsunami (misalnya: air laut surut drastis sebelum gelombang datang).
Ironisnya, hanya beberapa jam sebelum gempa, para ilmuwan sedang mengusulkan pembangunan sistem peringatan dini — tapi belum direalisasikan.
🕊️ Operasi Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Sejarah
Bencana ini memicu respons global terbesar:
- 140 negara memberikan bantuan
- Dana bantuan global: ±US$14 miliar
- Organisasi yang terlibat: PBB, Palang Merah, MERCY Malaysia, World Vision, dan ribuan LSM lokal seperti PMI (Palang Merah Indonesia)
Di Aceh, bantuan datang dalam bentuk:
- Tenda pengungsian
- Makanan, air bersih, obat-obatan
- Tim medis dan pencari korban
- Rekonstruksi rumah, sekolah, rumah sakit
🇮🇩 Indonesia membuka Aceh untuk bantuan internasional — sesuatu yang jarang terjadi selama konflik GAM sebelumnya.
🕊️ Dampak pada Konflik Aceh
Sebelum tsunami, Aceh sedang dalam konflik bersenjata antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sejak 1976.
Namun, bencana ini menjadi titik balik perdamaian:
- Kedua pihak menghentikan tembak-menembak
- Perundingan damai dimulai di Helsinki, Finlandia
- 15 Agustus 2005: Perjanjian Damai Helsinki ditandatangani
- Konflik 30 tahun berakhir, Aceh diberi otonomi khusus
💬 Banyak pihak menyebut tsunami sebagai “rahmat dalam musibah” karena membuka jalan perdamaian.
🏗️ Rekonstruksi “Pembangunan Kembali Aceh dan Nias” (BRR)
Pemerintah Indonesia membentuk Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) di bawah pimpinan Jusuf Kalla (Wapres saat itu).
Dalam 4 tahun, BRR berhasil:
- Membangun 140.000 unit rumah
- Membangun 2.700 km jalan
- Membangun 1.300 sekolah, 365 puskesmas, 13 pelabuhan, dan 3 bandara
- Melatih 10.000 tenaga kesehatan dan guru
🏆 Program rekonstruksi Aceh diakui dunia sebagai salah satu yang paling sukses dalam sejarah kemanusiaan.
📜 Warisan dan Pembelajaran
- Sistem Peringatan Dini Tsunami Nasional resmi diluncurkan pada 2008.
- Masyarakat dilatih evakuasi tsunami di seluruh pesisir Indonesia.
- Tugu Tsunami Banda Aceh dan Museum Tsunami Aceh dibangun sebagai monumen peringatan dan edukasi.
- 26 Desember diperingati sebagai Hari Solidaritas Kemanusiaan Nasional di Indonesia.
💬 Kesimpulan
Tsunami Aceh 2004 adalah tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah Indonesia, tapi juga menjadi kisah tentang kekuatan solidaritas, kebangkitan, dan perdamaian.
Dari reruntuhan dan air mata, Aceh bangkit — tidak hanya membangun kembali rumah, tapi juga membangun kembali masa depan.
“Air laut bisa menghancurkan segalanya, tapi tidak bisa menghancurkan semangat manusia.”
— Kalimat yang sering terukir di monumen tsunami Aceh
PS Cilegon
🔍 1. PS Cilegon: Klub Legendaris yang Pernah Ada
PS Cilegon (Persatuan Sepak Bola Cilegon) pernah eksis sebagai klub amatir dan semi-profesional di era 1980–2000-an, mewakili Kota Cilegon, Banten.
- Didirikan: Sekitar 1970–1980-an
- Kandang: Stadion Krakatau Steel (milik perusahaan baja terbesar di Indonesia)
- Warna: Merah dan Putih
- Status: Klub amatir/lokal, tidak pernah tampil di kompetisi nasional kasta atas (Perserikatan atau Liga Indonesia).
PS Cilegon aktif di kompetisi internal Banten, turnamen antarperusahaan (terutama karyawan Krakatau Steel), dan Liga 3 Banten pada awal 2000-an, tapi tidak pernah mencapai putaran nasional.
🏭 2. Kaitan dengan Krakatau Steel
Cilegon dikenal sebagai kota industri baja, dengan PT Krakatau Steel sebagai tulang punggung ekonomi.
Dulu, Krakatau Steel memiliki tim sepak bola internal yang kuat, dan banyak pemain PS Cilegon berasal dari karyawan atau akademi perusahaan tersebut.
Namun, sejak 2000-an, fokus Krakatau Steel beralih ke pembinaan akademi muda, bukan klub senior kompetitif.
⚽ 3. Klub Pengganti: Perserang atau Klub Lain di Banten?
Saat ini, klub profesional dari Banten yang aktif di kompetisi nasional justru berasal dari Serang, bukan Cilegon:
- Perserang Serang — bermain di Liga 2 (2024)
- Cilegon United — inilah klub yang mungkin Anda maksud!
✅ Kemungkinan Besar: Anda Maksud “Cilegon United”
Jika yang Anda cari adalah klub sepak bola profesional dari Cilegon, maka Cilegon United adalah jawabannya.
📌 Profil Singkat Cilegon United
- Didirikan: 2012 (sebagai RANS Cilegon FC, lalu berganti nama)
- Kota: Cilegon, Banten
- Stadion: Krakatau Steel Stadium
- Warna: Merah dan Hitam
- Status 2024: Tidak aktif di kompetisi PSSI
→ Pada 2023, klub ini vakum setelah dilepas oleh Raffi Ahmad (pemilik awal sebagai RANS Cilegon FC).
→ Nama “Cilegon United” sempat dipakai, tapi tidak melanjutkan kompetisi.
📉 Fakta:
RANS Cilegon FC (2021–2022) sempat viral karena dimiliki artis Raffi Ahmad, promosi besar-besaran, dan merekrut pelatih Maman Abdurrahman, tapi gagal promosi ke Liga 1. Setelah promosi gagal, klub dihentikan.
🏁 Kesimpulan
- PS Cilegon: Klub lokal/amatir lama dari Cilegon, tidak aktif lagi di kompetisi resmi.
- Cilegon United / RANS Cilegon FC: Klub modern (2021–2022) yang kini tidak aktif.
- Tidak ada klub dari Cilegon yang saat ini bermain di Liga 1, Liga 2, atau Liga 3 (2024).
MALUT UNITED
🏴 Profil Singkat Malut United
- Nama lengkap: Malut United Football Club
- Didirikan: 2022
- Kota: Ternate, Maluku Utara
- Stadion: Gelora Kie Raha Stadium, Ternate (kapasitas: ±10.000)
- Warna seragam: Merah, Putih, dan Biru
- Julukan:
- Laskar Kie Raha
- Sang Raja dari Utara
- Kepemilikan: Swasta, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara
⚠️ Catatan: Malut United bukan klub lama, melainkan klub baru yang dibentuk untuk mengisi kekosongan representasi Maluku Utara di sepak bola nasional.
🏆 Latar Belakang Berdirinya
Maluku Utara — yang mencakup pulau-pulau bersejarah seperti Ternate, Tidore, Halmahera, Jailolo, dan Bacan — dikenal sebagai “Kie Raha” (Empat Gunung), simbol persekutuan kerajaan-kerajaan Melayu Islam di abad ke-15–17.
Namun, belum pernah ada klub dari Maluku Utara yang tampil di kompetisi nasional kasta atas.
Oleh karena itu, pada 2022, Pemprov Maluku Utara dan pengusaha lokal membentuk Malut United dengan misi:
“Membawa kebanggaan Maluku Utara ke panggung sepak bola nasional.”
📈 Perjalanan Kompetisi (2022–2024)
- 2022: Ikut Liga 3 Maluku Utara, juara provinsi → lolos ke Putaran Nasional Liga 3
- 2023: Tampil di Putaran Nasional Liga 3, gagal promosi ke Liga 2
- 2024: Kembali berkompetisi di Liga 3, dengan target promosi ke Liga 2
💡 Malut United belum pernah tampil di Liga 2 atau Liga 1, tapi menjadi harapan baru bagi sepak bola Maluku Utara.
🦅 Identitas: Laskar Kie Raha dan Warisan Kerajaan Rempah
- “Kie Raha” merujuk pada empat kerajaan adat: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan — yang dulu menguasai perdagangan cengkeh dan pala dunia.
- Warna merah = semangat juang pahlawan Sultan Babullah
- Warna putih = kemurnian niat
- Warna biru = laut Maluku yang kaya
- Logo klub sering menampilkan gunung, perahu kora-kora, dan mahkota sultan
💬 “Kami bukan hanya bermain bola. Kami membawa nama Kie Raha ke seluruh Indonesia.”
🏟️ Stadion Gelora Kie Raha
- Lokasi: Ternate, ibu kota Maluku Utara
- Nama: Diambil dari sejarah Kie Raha
- Karakteristik:
- Lapangan dengan pemandangan Gunung Gamalama
- Suasana intim, tapi sangat mendukung
- Masih dalam tahap peningkatan fasilitas untuk memenuhi standar Liga 2
🎯 Visi & Misi
- Jangka pendek: Promosi ke Liga 2 dalam 2–3 tahun
- Jangka panjang: Menjadi klub pertama dari Maluku Utara yang tampil di Liga 1
- Pembinaan: Fokus pada pemain muda asli Maluku Utara, terutama dari daerah kepulauan
💡 Fakta Unik
- Malut United adalah satu-satunya klub profesional di Maluku Utara yang aktif di kompetisi resmi PSSI.
- Nama “Malut” adalah kependekan resmi Maluku Utara (seperti “Jatim” untuk Jawa Timur).
- Klub ini sering mengadakan turnamen remaja di pulau-pulau terpencil untuk mencari bakat.
- Lagu kebanggaan klub menggabungkan gendang tifa dan pantun Melayu Ternate.
🏁 Tantangan Utama
- Geografi kepulauan: Sulit mengumpulkan pemain dari Halmahera, Morotai, atau Obi.
- Infrastruktur terbatas: Minimnya lapangan berstandar nasional di luar Ternate.
- Dana: Masih bergantung pada dana APBD dan sponsor lokal.
Namun, semangat Kie Raha terus menyala. Setiap pertandingan kandang, tribun dipenuhi warga yang membawa bendera kerajaan Ternate dan Tidore.
💬 Kesimpulan
Malut United mungkin klub muda, tapi ia membawa warisan sejarah ribuan tahun dari tanah rempah.
Dari kaki Gunung Gamalama, Laskar Kie Raha berlari — bukan hanya untuk menang, tapi untuk membuktikan bahwa Maluku Utara layak diperhitungkan di peta sepak bola Indonesia.
“Dulu, Maluku Utara menguasai dunia lewat cengkeh. Kini, kami ingin menguasai lapangan lewat bola.”
PERSIPURA JAYAPURA
⚫💎 Profil Singkat Persipura Jayapura
- Nama lengkap: Persatuan Sepak Bola Indonesia Jayapura
- Didirikan: 1 Mei 1963
- Kota: Jayapura, Papua
- Stadion: Mandala Stadium (kapasitas: 30.000)
- Warna seragam: Hitam dan Merah
- Julukan:
- Mutiara Hitam — merujuk pada mutiara alami dari perairan Papua yang langka dan berharga
- The Blackpearl
- Pemilik: Pemerintah Kota Jayapura (klub milik pemerintah daerah)
🏆 Prestasi Emas: Raja Timur Indonesia
Persipura adalah klub paling sukses di luar Jawa, dengan dominasi luar biasa di era 2000–2010-an.
Prestasi Utama:
- Juara Liga Indonesia / Liga 1: 4 kali
- 2005
- 2008–09
- 2010–11
- 2013
- Runner-up Liga 1: 5 kali (termasuk 2012, 2014, 2016)
- Piala Indonesia:
- Finalis 3 kali (2004, 2005, juara 2021)
→ Juara Piala Indonesia 2021 — trofi nasional pertama dalam 16 tahun!
- Finalis 3 kali (2004, 2005, juara 2021)
- Asia:
- Liga Champions Asia: 4 kali tampil (2009, 2010, 2012, 2014)
- Pernah kalahkan Kashima Antlers (Jepang) dan Zob Ahan (Iran)
💡 Fakta Bersejarah:
Persipura adalah satu-satunya klub dari Papua yang pernah juara Liga Indonesia, dan satu-satunya klub timur Indonesia yang konsisten jadi penantang gelar selama 15 tahun.
⚫ Identitas: Mutiara Hitam dan Semangat Tanah Papua
- Mutiara Hitam melambangkan keindahan tersembunyi Papua — langka, berharga, dan muncul dari kedalaman.
- Warna hitam = kekuatan dan ketangguhan rakyat Papua
- Warna merah = semangat juang dan darah yang mengalir di tanah Cenderawasih
- Klub ini sangat dekat dengan budaya asli Papua:
- Sering tampil dengan tarian perang sebelum laga
- Menggunakan kulit kayu dan ukiran asli dalam desain kaos
- Semboyan: “Mutiara Hitam takkan pernah pudar!”
💬 “Kami bukan hanya bermain untuk menang. Kami bermain untuk mengharumkan nama tanah ini.”
— Legenda Persipura
🌟 Era Keemasan: 2005–2014
Di bawah pelatih legendaris Rahmad Darmawan, Dejan Antonic, dan Jacksen F. Tiago, Persipura menciptakan “Mutiara Hitam Era”:
- Gaya bermain: Cepat, fisik, ofensif, dan tak kenal lelah
- Basis pemain asli Papua: Boaz Solossa, Ian Louis Kabes, Ricardo Salampessy, Yohanes Pahabol
- Boaz Solossa: Kapten abadi, top scorer sepanjang masa, simbol kesetiaan
- Kemenangan epik:
- Juara 2005: Akhiri dominasi klub Jawa
- Juara 2013: Menang 4–2 atas Semen Padang di final
- Liga Champions 2010: Menahan imbang Kashima Antlers (juara Jepang)
🎉 Saat juara 2005, seluruh Jayapura berhenti bekerja — orang-orang menari, menembakkan panah ke langit, dan menyanyikan lagu daerah.
🏟️ Stadion Mandala: “Neraka Timur”
- Lokasi: Jantung Kota Jayapura
- Kapasitas: 30.000
- Karakteristik:
- Salah satu stadion paling menakutkan bagi tim tamu
- Suhu panas, kelembaban tinggi, dan tekanan suporter luar biasa
- Tribun “Kurva Timur” diisi oleh “Orange Mania” — suporter fanatik yang setia
- Julukan: “Neraka Timur” — karena tim tamu jarang pulang dengan poin penuh.
🎶 Budaya Suporter: “Orange Mania”
- Fans Persipura disebut “Orange Mania” (meski warna klub hitam-merah, oranye dipilih karena mencolok dan penuh semangat).
- Mereka dikenal fanatik, kreatif, dan sangat menjunjung tinggi harga diri Papua.
- Lagu kebanggaan:“Mutiara Hitam… bersinar di ujung timur!
Persipura… juara sampai mati!” - Mereka juga sering membunyikan tifa (gendang tradisional Papua) sepanjang pertandingan.
📉 Tantangan dan Keterpurukan (2017–2023)
Setelah era kejayaan, Persipura menghadapi masa sulit:
- 2017–2020: Performa menurun, gagal juara
- 2021: Juara Piala Indonesia — kebangkitan singkat
- 2022: Terdegradasi ke Liga 2 untuk pertama kalinya dalam sejarah!
- 2023: Gagal promosi kembali ke Liga 1
- 2024: Masih bertarung di Liga 2, dengan misi kembali ke kasta tertinggi
Namun, semangat Mutiara Hitam tak pernah padam. Stadion Mandala tetap penuh, dan fans tetap menyanyi: “Kami di sini, sampai Mutiara Hitam bersinar lagi!”
💡 Fakta Unik
- Persipura adalah satu-satunya klub di Indonesia yang pernah juara Liga Indonesia 4 kali tanpa pernah menggunakan pemain asing di lini utama (era 2005–2013).
- Boaz Solossa adalah pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang masa di Liga Indonesia (lebih dari 400 laga).
- Mandala Stadium adalah salah satu dari sedikit stadion di Indonesia yang dibangun di atas bekas lapangan udara militer.
- Persipura punya rivalitas sehat dengan Persidafon Dafonsoro (derbi Papua).
🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)
- Bermain di Liga 2
- Fokus pada:
- Regenerasi pemain muda asli Papua
- Kembalinya ke Liga 1
- Mempertahankan identitas lokal di tengah modernisasi
- Masih memiliki basis fans terkuat di Papua — bahkan lebih besar dari klub Liga 1 sekalipun.
💬 Kesimpulan
Persipura Jayapura bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol kebanggaan tanah Papua, semangat perlawanan dari ujung timur, dan bukti bahwa Mutiara Hitam tak pernah kehilangan cahayanya — bahkan dalam masa sulit.
“Di Papua, ada tiga hal yang tak terpisahkan: Tifa, Cenderawasih, dan Persipura Jayapura.”
Madura United
🐂 Profil Singkat Madura United
- Nama lengkap: Madura United Football Club
- Didirikan: 10 Januari 2016 (sebagai rebranding dari Persepam MU)
- Kota: Pamekasan, Madura, Jawa Timur
- Stadion: Gelora Ratu Pamelingan (kapasitas: 15.000)
- Warna seragam: Merah dan Putih
- Julukan:
- Sape Kerrab (Sapi Madura) — simbol kekuatan, ketangguhan, dan semangat petarung khas Madura
- Laskar Sape Kerrab
- Pemilik: PT Polije Madura Bersatu (didukung oleh Konglomerat asal Madura, Achmad Hidayat)
🔥 Asal Usul: Dari Persepam ke Madura United
- 1975: Berdiri sebagai Persepam Pamekasan (Persatuan Sepak Bola Pamekasan).
- 2014: Berganti nama menjadi Persepam Madura Utama.
- 2016: Dibeli dan direbranding total menjadi Madura United oleh pengusaha sukses asal Madura dengan visi:“Membawa kebanggaan Madura ke level nasional dan Asia.”
Perubahan ini mencakup logo baru, manajemen profesional, pemain berkualitas, dan infrastruktur modern.
🏆 Prestasi Modern: Cepat Menanjak, Ambisius ke Puncak
Meski klub muda, Madura United cepat menjadi penantang gelar di Liga 1.
Prestasi Utama:
- Runner-up Liga 1: 2021–2022 — pencapaian terbaik sepanjang sejarah!
- 4 Besar Liga 1: 2017, 2018, 2019, 2022/23, 2023/24
- Juara Piala Presiden: 2022 — trofi pertama dalam sejarah klub!
→ Mengalahkan Bali United di final - Perempat Final Piala AFC: 2023–2024 — langkah terjauh klub Indonesia di kompetisi Asia saat itu
💡 Fakta Cepat:
Dalam 8 tahun, Madura United bertransformasi dari klub kasta kedua menjadi penantang gelar reguler dan wakil Indonesia di Asia.
🐂 Identitas: Sape Kerrab dan Jiwa Madura
- Sape Kerrab adalah sapi aduan khas Madura — simbol keberanian, ketangguhan, dan jiwa petarung.
- Warna merah melambangkan semangat membara, putih melambangkan kesucian niat.
- Klub ini sangat dekat dengan budaya Madura:
- Sering mengadakan upacara adat sebelum laga besar
- Pemain dan pelatih diharapkan memahami “basa Madura” dan nilai “budi luhur”
- Semboyan: “Sape Kerrab, Tak Gentar Lawan Siapa Pun!”
💬 “Di Madura, sapi bukan hanya ternak — dia adalah kehormatan. Dan di lapangan, kami adalah Sape Kerrab.”
⚡ Gaya Bermain: “Total Football” Ala Madura
Madura United dikenal dengan:
- Sepak bola ofensif, cepat, dan atraktif
- Tekanan tinggi sejak menit pertama
- Kombinasi sayap tajam (Theo Hernandez, Malik Risaldi) dan striker mematikan (Beto Gonçalves, Malik Risaldi, Peter Shalulile)
- Di bawah pelatih Didik Agus dan Felix Magath (2023), tim ini menerapkan taktik modern ala Eropa
🌍 Pemain & Pelatih Internasional
Madura United berani merekrut talenta global:
- Peter Shalulile (Namibia) — pencetak gol terbanyak Liga 1 2023
- Slamet Nurcahyono (legenda lokal yang jadi ikon transisi)
- Felix Magath (Jerman) — mantan pelatih Bayern Munchen & Schalke, jadi pelatih Eropa pertama di Liga 1 sejak 2023
- Djenepo (Mali, eks Southampton) — rekrutan termahal dalam sejarah klub (2024)
🏟️ Stadion Gelora Ratu Pamelingan: Kandang Sape Kerrab
- Lokasi: Pamekasan, Madura
- Kapasitas: 15.000
- Karakteristik:
- Lapangan dengan rumput sintetis berkualitas FIFA
- Tribun “Kurungan Sape” diisi oleh Sparta — kelompok suporter paling fanatik di Jawa Timur
- Suasana sangat intimidatif untuk tim tamu — terutama saat lagu “Sape Kerrab” dinyanyikan
🎉 Saat juara Piala Presiden 2022, puluhan ribu warga Madura menyambut tim dengan arak-arakan sapi aduan dan musik tradisional.
🎶 Budaya Suporter: “Sparta” dan Nyanyian Khas
- Fans Madura United disebut “Sparta” — akronim dari “Sapator Madura” (Pendukung Sape Kerrab)
- Mereka dikenal fanatik, loyal, dan sangat menjunjung tinggi harga diri Madura
- Lagu kebanggaan:“Sape Kerrab… maju terus!
Madura United… juara dunia!” - Mereka juga sering membunyikan kentongan dan gong — warisan budaya lokal.
💡 Fakta Unik
- Madura United adalah satu-satunya klub di Indonesia yang menggunakan sapi aduan sebagai lambang kekuatan.
- Klub ini punya akademi muda terbaik di Jawa Timur — melahirkan talenta seperti Ahmad Agung.
- Logo klub berbentuk kepala Sape Kerrab dengan mahkota kerajaan Sumenep — simbol sejarah Madura.
- Madura United tidak pernah terdegradasi sejak promosi ke Liga 1 (2016).
🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)
- Bermain di Liga 1
- Target:
- Juara Liga 1 pertama dalam sejarah
- Kembali ke Piala AFC
- Membangun stadion baru berkapasitas 30.000 (rencana 2025)
- Masih menjadi salah satu klub dengan basis fans terkuat di Jawa Timur, bahkan menyaingi Arema dan Persebaya dalam hal antusiasme.
💬 Kesimpulan
Madura United bukan hanya klub sepak bola modern.
Ia adalah perwujudan semangat Sape Kerrab: tangguh, berani, dan tak kenal menyerah.
Dari pulau kecil di ujung timur Jawa, Laskar Sape Kerrab terus berlari — untuk mengguncang takhta sepak bola Indonesia.
“Di Madura, ada tiga hal yang tak terpisahkan: Garam, Sate, dan Madura United.”
Sriwijaya FC
🦁 Profil Singkat Sriwijaya FC
- Nama lengkap: Sriwijaya Football Club
- Didirikan: 24 Oktober 2004 (hasil penggabungan Persijatim Solo dan PS Palembang)
- Kota: Palembang, Sumatra Selatan
- Stadion: Gelora Sriwijaya Jakabaring (kapasitas: 23.000)
- Warna seragam: Kuning dan Biru
- Julukan:
- Laskar Wong Kito (“Kami semua” dalam bahasa Palembang)
- SFC
- Pemilik awal: PT. Sriwijaya Multi Artha (didukung Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan)
- Status kini: Bermain di Liga 2 (2024), setelah masa kejayaan di puncak sepak bola Indonesia.
🏆 Prestasi Emas: Tahun Ajaib 2007–2008
Sriwijaya FC mencatat sejarah tak terlupakan dalam sepak bola Indonesia — satu-satunya klub yang pernah meraih “Double Champions” dalam satu musim.
2007–2008: Musim Terbaik Sepanjang Masa
- Juara Liga Indonesia Premier Division 2007
- Juara Piala Indonesia 2007
→ Menjadi satu-satunya klub dalam sejarah sepak bola Indonesia yang juara dua kompetisi nasional utama dalam satu musim. - 2008: Juara Piala Indonesia untuk kedua kalinya berturut-turut
- 2009: Juara Piala Indonesia untuk ketiga kalinya (total 3 gelar Piala Indonesia: 2007, 2008, 2009)
💡 Fakta Bersejarah:
Sriwijaya FC adalah satu-satunya klub di Indonesia yang pernah tiga kali juara Piala Indonesia, dan satu-satunya yang pernah “double champions”.
🦁 Identitas: Laskar Wong Kito dan Warisan Kerajaan Maritim
- Nama “Sriwijaya” diambil dari Kerajaan Sriwijaya — kerajaan maritim Buddha terbesar di Asia Tenggara yang berpusat di Palembang (abad ke-7–13).
- Warna kuning melambangkan kejayaan kerajaan, biru melambangkan Sungai Musi yang membelah Palembang.
- “Wong Kito” (Kami Semua) mencerminkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat Palembang.
💬 “Kami bukan hanya suporter. Kami adalah Wong Kito — satu jiwa, satu semangat.”
🌟 Era Keemasan: 2007–2011
Di bawah pelatih legendaris Rahmad Darmawan dan Kas Hartadi, Sriwijaya FC dikenal dengan:
- Gaya bermain ofensif, cepat, dan atraktif
- Basis pemain lokal Sumatra Selatan yang dikombinasikan dengan pemain asing berkualitas
- Pemain ikonik:
- Keith “Kayamba” Gumbs (pemain asing paling dicintai)
- Maman Abdurrahman
- Iswandi Usman
- Anindito Wahyu
- Kurnia Meiga (kiper muda saat itu)
- Kemenangan epik:
- Final Piala Indonesia 2007: Sriwijaya 3–0 Persipura Jayapura
- Final Piala Indonesia 2009: Sriwijaya 4–0 Persipura Jayapura
→ Dua kali menghancurkan raksasa timur Indonesia di final!
🏟️ Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring
- Dibangun untuk PON 2004 dan SEA Games 2011
- Lokasi: Kawasan Jakabaring, Palembang
- Karakteristik:
- Lapangan dengan rumput terbaik di Indonesia saat itu
- Tribun “Sisi Kiri” diisi oleh “Squad Garuda” — kelompok suporter paling fanatik
- Dijuluki “Benteng Wong Kito” — sangat sulit dikalahkan di kandang
🎉 Saat juara 2007, ratusan ribu warga Palembang memadati jalanan dalam pesta kemenangan terbesar sepanjang sejarah kota ini.
📉 Keterpurukan dan Tantangan (2012–Sekarang)
Setelah era kejayaan, Sriwijaya FC menghadapi masa sulit:
- Masalah finansial akibat ketergantungan pada dana APBD
- Konflik manajemen dan dualisme kepengurusan
- 2013: Terdegradasi ke Liga 2
- 2020: Nyaris bangkrut, tak ikut kompetisi
- 2021–2024: Bermain di Liga 2, gagal promosi
Namun, semangat Wong Kito tak pernah padam. Bahkan saat main di Liga 2, stadion tetap penuh, dan fans tetap setia.
🎶 Budaya Suporter: “Squad Garuda” dan Nyanyian Khas
- Fans Sriwijaya disebut “Wong Kito” atau “Squad Garuda”.
- Lagu kebanggaan:“Wong Kito… Gugur Bersamo!
Sriwijaya… Juaro Sampai Mati!”
(Kami semua… Gugur bersama! Sriwijaya… Juara sampai mati!) - Mereka juga menyanyikan “Sriwijayo” — lagu daerah Palembang — sebagai nyanyian penyemangat.
💡 Fakta Unik
- Sriwijaya FC adalah satu-satunya klub di Indonesia yang pernah tiga kali juara Piala Indonesia.
- Keith Gumbs (pemain asal St. Kitts & Nevis) dianggap pemain asing terbaik sepanjang masa oleh fans SFC.
- Klub ini pernah menolak sponsor besar karena tidak sesuai nilai lokal.
- Nama “Sriwijaya” dipilih untuk membangkitkan kebanggaan sejarah, bukan sekadar nama klub.
🏁 Kondisi Terkini (2024–2025)
- Bermain di Liga 2
- Fokus pada:
- Pembinaan pemain muda asal Sumatra Selatan
- Stabilitas manajemen independen (lepas dari APBD)
- Kembalinya ke Liga 1
- Masih memiliki basis fans terkuat di Sumatra Selatan — bahkan lebih besar dari klub Liga 1 sekalipun.
💬 Kesimpulan
Sriwijaya FC bukan hanya klub sepak bola.
Ia adalah simbol kebanggaan sejarah Kerajaan Sriwijaya, semangat persatuan Wong Kito, dan kenangan kejayaan yang tak terlupakan.
“Di Palembang, ada tiga hal yang tak terpisahkan: Pempek, Sungai Musi, dan Sriwijaya FC.”
