persija jakarta
now browsing by tag
KONFLIK DI AFRIKA TIDAK BERHENTI SAMPAI SAAT INI!
Berikut adalah ringkasan konflik bersenjata aktif di Afrika pada tahun 2025, berdasarkan data terkini hingga Desember 2025. Benua Afrika menghadapi sejumlah krisis keamanan yang kompleks, melibatkan pemberontakan, perang saudara, ekstremisme agama, dan ketegangan etnis-politik.
🔴 1. Perang Saudara Sudan (2023–Sekarang)
- Pihak yang Bertikai:
- Tentara Sudan (SAF) vs Pasukan Dukungan Cepat (RSF)
- Lokasi: Khartoum, Darfur, Kordofan
- Korban: Lebih dari 15.000 tewas, 10 juta orang mengungsi (terbesar di dunia saat ini)
- Akar Konflik: Perebutan kekuasaan dan integrasi RSF ke militer resmi setelah kudeta 2021
- Status (Des 2025):
- RSF menguasai sebagian besar Darfur dan Khartoum
- SAF mundur ke utara dan timur
- Upaya perdamaian gagal (inisiatif Uni Afrika & Arab Saudi macet)
- Krisis kemanusiaan parah: kelaparan, pemerkosaan sistematis, perekrutan anak
Catatan: Ini adalah konflik paling mematikan di dunia saat ini.
🔴 2. Perang di Tigray & Konflik Regional Ethiopia (2020–Sekarang)
- Pihak yang Bertikai:
- Pemerintah Ethiopia vs Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) → sekarang koalisi pemberontak Amhara & Oromo
- Lokasi: Tigray, Amhara, Oromia
- Perkembangan 2025:
- Perjanjian damai 2022 dengan TPLF runtuh
- Milisi Fano (Amhara) melawan pemerintah pusat sejak 2023
- Oromo Liberation Army (OLA) intensifkan serangan di wilayah tengah
- Korban: Ratusan ribu tewas, jutaan terdampak
- Ancaman: Perpecahan Ethiopia menjadi negara gagal
🔴 3. Eskalasi Jihadis di Sahel (Mali, Burkina Faso, Niger)
- Kelompok Ekstremis:
- JNIM (afiliasi Al-Qaeda)
- Islamic State in the Greater Sahara (ISGS)
- Negara yang Terdampak:
- Mali: Junta militer (didukung Rusia/Wagner) gagal hentikan serangan
- Burkina Faso: Kudeta 2022 & 2023, serangan jihadis naik 300% sejak 2020
- Niger: Setelah kudeta 2023, hubungan dengan Prancis putus, ketergantungan pada Rusia
- Korban 2024–2025:
- Lebih dari 10.000 warga sipil tewas/tahun
- 3 juta orang mengungsi di kawasan Sahel
- Dampak Geopolitik:
- Keluar dari ECOWAS (Mali, Burkina, Niger bentuk Aliansi Sahel)
- Penarikan pasukan Prancis & AS, digantikan pasukan Rusia dan drone Turki
🔴 4. Ketidakstabilan di Republik Demokratik Kongo (DRC) Timur
- Kelompok Bersenjata:
- M23 (didukung Rwanda, menurut PBB)
- ADF (afiliasi ISIS)
- FLDR, Allied Democratic Forces, dll. (lebih dari 120 kelompok!)
- Lokasi: Provinsi Kivu Utara & Selatan
- Perkembangan 2025:
- M23 kuasai Goma (ibu kota Kivu Utara) pada akhir 2024
- Konflik Rwanda-DRC memburuk → ancaman perang regional
- Pasukan PBB (MONUSCO) tarik diri bertahap sejak 2024
- Korban: Lebih dari 6 juta pengungsi internal, ribuan tewas per tahun
Catatan: Sumber daya alam (kobalt, coltan) jadi pendorong utama konflik.
🔴 5. Krisis di Somalia: Al-Shabaab vs Pemerintah
- Kelompok Ekstremis: Al-Shabaab (afiliasi Al-Qaeda)
- Perkembangan 2025:
- Operasi ofensif besar-besaran oleh pemerintah Somalia & AU
- Al-Shabaab kehilangan 60% wilayah kontrol sejak 2022, tapi masih kuat di pedesaan
- Serangan bunuh diri & pemboman tetap tinggi di Mogadishu
- Ancaman baru: ISIS-Somalia mulai tumbuh di selatan
🟠 6. Ketegangan di Nigeria: Boko Haram, Banditisme, & Konflik Peternak-Petani
- Ancaman Ganda:
- Boko Haram/ISWAP di timur laut
- Bandit bersenjata di barat laut (Zamfara, Kaduna)
- Konflik etnis antara peternak Fulani dan petani lokal di tengah
- Korban 2024–2025: Ribuan tewas per tahun, jutaan mengungsi
- Pemerintah gagal memberikan keamanan → milisi sipil tumbuh
🟠 7. Ketidakstabilan di Mozambik Utara (Cabo Delgado)
- Kelompok Ekstremis: Ansar al-Sunna (afiliasi ISIS)
- Perkembangan 2025:
- Pasukan Rwanda & SADC berhasil redam ekspansi, tapi serangan masih terjadi
- Proyek gas LNG raksasa (TotalEnergies) dihentikan sejak 2021, belum dimulai kembali
- Ancaman: Radikalisasi pemuda akibat kemiskinan
🟢 Catatan Positif: Resolusi Konflik
- Sudan Selatan: Gencatan senjata bertahan sejak 2020, meski masih rapuh
- Chad: Transisi sipil berjalan perlahan setelah kematian Presiden Déby (2021)
- Libya: Pemilu tertunda, tapi tidak ada perang besar sejak 2020
🌍 Akar Penyebab Umum Konflik di Afrika 2025:
- Intervensi asing (Rusia, Prancis, AS, Turki, UAE)
- Kegagalan negara (korupsi, ketidakadilan)
- Perubahan iklim (kekeringan → konflik sumber daya)
- Ekstremisme agama (Al-Qaeda, ISIS)
- Rebutan sumber daya (mineral, tanah, air)
📌 Kesimpulan (Desember 2025)
Afrika sedang menghadapi “badai konflik” yang saling terhubung: dari Sahel hingga Tanduk Afrika, dari Sudan hingga Kongo. Meski ada upaya perdamaian, intervensi geopolitik, krisis iklim, dan kegagalan tata kelola terus memperparah kekerasan.
Peringatan PBB (2025): “Tanpa intervensi kemanusiaan dan politik besar-besaran, 2026 akan jadi tahun paling mematikan bagi warga sipil Afrika dalam sejarah modern.”
Tim Esports Terkaya di Dunia (Update 2025)
Berikut adalah daftar tim esports yang memiliki pendapatan turnamen (prize money) tertinggi sepanjang masa, berdasarkan data resmi dari Esports Earnings (per akhir 2025). Angka ini hanya mencakup hadiah dari turnamen resmi dan belum termasuk pendapatan dari sponsor, merchandise, streaming, atau investasi lain.
10 Tim Esports dengan Prize Money Terbanyak (Total Keseluruhan)
| Peringkat | Tim | Game Utama | Total Prize Money (USD) | Catatan Utama |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Team Spirit | Dota 2 | $25,8 juta | Juara The International 2021 & 2023; dominasi Dota 2 era terbaru |
| 2 | OG | Dota 2 | $38,7 juta | Rekor juara back-to-back TI 2018 & 2019; N0tail & Ceb jadi pemain terkaya |
| 3 | Team Liquid | Multi-game | $35,2 juta | Kuat di Dota 2, CS:GO, LoL; konsisten di banyak game |
| 4 | Evil Geniuses | Multi-game | $26,9 juta | Dominasi awal Dota 2 (TI 2015); kuat di Smash Bros & LoL |
| 5 | PSG.LGD | Dota 2 | $24,5 juta | Tim China terkuat; runner-up TI beberapa kali |
| 6 | T1 | League of Legends | $19,8 juta | Tim Faker; 5x juara Worlds (terbanyak); nilai brand sangat tinggi |
| 7 | FaZe Clan | Multi-game | $18,4 juta | Kuat di Call of Duty, CS:GO, Apex; brand lifestyle besar |
| 8 | G2 Esports | Multi-game | $17,6 juta | Populer di Eropa; kuat di LoL, CS:GO, Rocket League |
| 9 | Cloud9 | Multi-game | $16,9 juta | Juara LoL Worlds 2022; kuat di NA |
| 10 | Natus Vincere | CS:GO / CS2 | $15,7 juta | Legenda CS; juara Major 2021 |
Tim dengan Pendapatan Turnamen Tertinggi per Game
- Dota 2: OG ($38,7 juta) – karena The International punya prize pool terbesar.
- League of Legends: T1 ($19,8 juta) – 5 gelar Worlds.
- Counter-Strike: Natus Vincere & Team Liquid (masing-masing ~$15–16 juta).
- Fortnite: FaZe Clan & Team Liquid (dari World Cup 2019).
Tim dengan Nilai Brand Tertinggi (Estimasi 2025)
Selain prize money, nilai tim juga dihitung dari sponsor, merchandise, dan valuasi perusahaan:
- T1 (League of Legends) – ~$400–500 juta
- Cloud9 – ~$350 juta
- FaZe Clan – ~$300 juta
- G2 Esports – ~$250 juta
- Team Liquid – ~$200–250 juta
Mengapa Dota 2 Mendominasi Daftar Prize Money?
- The International (TI) punya prize pool terbesar di esports (bisa mencapai $40 juta).
- 25% dari penjualan Battle Pass di Dota 2 langsung masuk ke hadiah.
- Turnamen besar seperti TI memberikan porsi hadiah sangat besar bagi juara (contoh: TI 2019 – $15,6 juta untuk OG).
Catatan Tambahan
- Prize money ≠ kekayaan bersih: Banyak tim mendapat pendapatan besar dari sponsor (Nike, BMW, Red Bull), merchandise, dan konten (Twitch/YouTube).
- T1 (Faker): Meski prize money lebih kecil dari OG, nilai brand dan sponsor jauh lebih besar.
- Tim Indonesia: EVOS Legends (MLBB) & Bigetron RA (PUBG Mobile) masuk top 50 dunia, tapi masih jauh dari tim Dota 2.
Jika ingin detail lebih dalam tentang tim tertentu (misalnya T1 atau OG), beri tahu saya! 🎮
Pemain Esports Terkaya di Dunia 2025
Berdasarkan data terbaru dari, pemain esports terkaya di dunia berdasarkan total pendapatan turnamen (prize money) adalah Johan “N0tail” Sundstein, pemain profesional Dota 2 asal Denmark. Menurut Esports Earnings (per Oktober 2025), N0tail memimpin dengan pendapatan turnamen sebesar $7.184.163. Namun, jika mempertimbangkan pendapatan dari sponsor, streaming, dan endorsement, Lee “Faker” Sang-hyeok (League of Legends) diperkirakan memiliki kekayaan bersih jauh lebih besar, mencapai $30–50 juta.
Pemain Esports Terkaya (Berdasarkan Prize Money)
Berikut adalah daftar 10 pemain esports dengan pendapatan turnamen tertinggi (sumber: Esports Earnings, Oktober 2025):
- Johan “N0tail” Sundstein (Dota 2) – $7.184.163
- Prestasi: Juara The International (TI) 2018 & 2019 bersama OG.
- Catatan: Pendapatan terbesarnya dari TI 2019 ($3.12 juta).
- Jesse “JerAx” Vainikka (Dota 2) – $6.486.400
- Prestasi: Juara TI 2018 & 2019 dengan OG.
- Anathan “ana” Pham (Dota 2) – $6.004.400
- Prestasi: Juara TI 2018 & 2019, dikenal dengan gaya bermain unik.
- Sébastien “Ceb” Debs (Dota 2) – $5.945.600
- Prestasi: Veteran OG, kembali aktif 2025.
- Magomed “Collapse” Khalilov (Dota 2) – $5.940.000
- Prestasi: Juara TI 2021 & 2023 dengan Team Spirit.
- Yaroslav “Yatoro” Naydenov (Dota 2) – $5.930.000
- Prestasi: Double rampage di TI 2021.
- Topias “Topson” Taavitsainen (Dota 2) – $5.894.400
- Prestasi: Juara TI 2018 & 2019, pensiun 2024.
- Myroslav “Mira” Kolpakov (Dota 2) – $5.634.800
- Prestasi: Pemain Aurora, serba bisa.
- Kuro “KuroKy” Takhasomi (Dota 2) – $5.294.800
- Prestasi: Juara TI 2017 dengan Team Liquid.
- Kyle “Bugha” Giersdorf (Fortnite) – $3.784.225
- Prestasi: Juara Fortnite World Cup 2019 ($3 juta).
Catatan Penting
- Dota 2 Dominan: 9 dari 10 pemain terkaya berasal dari Dota 2, karena The International memiliki prize pool terbesar (hingga $40 juta di 2021).
- Pendapatan Lain: Prize money hanya sebagian kecil. Faker, misalnya, punya sponsor besar (T1, Nike, BMW) dan properti seperti “Faker Tower” di Seoul, membuatnya jauh lebih kaya secara keseluruhan.
- Bugha (Fortnite): Satu-satunya non-Dota 2 di top 10, berkat kemenangan besar di Fortnite World Cup.
Mengapa Dota 2?
- The International: Turnamen tahunan dengan prize pool didanai oleh penjualan Battle Pass (25% ke hadiah).
- Kompetisi Tinggi: Menarik talenta terbaik dunia, menghasilkan pendapatan besar.
Film Propaganda Orde Baru Lain Selain Pengkhianatan G30S/PKI
Selama Orde Baru (1966–1998), pemerintah Soeharto menggunakan film sebagai alat propaganda utama untuk membentuk narasi resmi: menekankan bahaya komunisme/PKI, memuliakan Pancasila, dan mengagungkan pembangunan serta kepemimpinan Soeharto. Selain Pengkhianatan G30S/PKI (1984) yang paling terkenal dan wajib tayang, ada beberapa film lain yang jelas berfungsi sebagai propaganda negara. Berikut daftar utama:
1. Janur Kuning (1980)
- Sutradara: Alam Surawidjaja
- Produser: G. Dwipayana (sama dengan G30S/PKI)
- Sinopsis: Menggambarkan peran Soeharto sebagai “pahlawan penumpas G30S” melalui operasi penyelamatan Presiden Soekarno di Istana Bogor (disebut “Operasi Janur Kuning”).
- Elemen Propaganda:
- Soeharto digambarkan sebagai satu-satunya jenderal yang tenang, berani, dan berpikir jernih saat chaos.
- PKI digambarkan sebagai pengkhianat yang ingin membunuh Soekarno.
- Adegan heroik Soeharto memerintahkan pasukan menumpas pemberontak.
- Dampak: Film ini jadi “pendamping” G30S/PKI untuk menegaskan Soeharto sebagai penyelamat bangsa.
2. Serangan Fajar (1981)
- Sutradara: Arifin C. Noer
- Sinopsis: Rekonstruksi Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, dengan fokus peran Soeharto (saat masih letnan kolonel) sebagai komandan sektor.
- Elemen Propaganda:
- Soeharto digambarkan sebagai pahlawan perang kemerdekaan yang brilian.
- Menekankan nasionalisme dan anti-kolonialisme, sekaligus membangun citra Soeharto sebagai pemimpin militer sejak muda.
- Catatan: Film ini bagian dari upaya membangun “kultus kepribadian” Soeharto sebagai pahlawan dari perang kemerdekaan hingga penumpas PKI.
3. Perjuangan dan Doa (1980)
- Sutradara: Matnoor Tindaon
- Sinopsis: Kisah perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah, dengan penekanan pada nilai-nilai Pancasila dan pembangunan Orde Baru.
- Elemen Propaganda: Menggambarkan Orde Baru sebagai penerus semangat perjuangan 1945, kontras dengan “kekacauan” Orde Lama.
4. Film Dokumenter & Pendek PPFN (Pusat Produksi Film Negara)
Orde Baru memproduksi ratusan film pendek dan dokumenter melalui PPFN (didirikan 1975):
- Indonesia Maju series: Pembangunan infrastruktur, Repelita, swasembada pangan.
- Pancasila Sakti: Animasi dan dokumenter tentang “kesaktian Pancasila” melawan komunisme.
- Film Anti-PKI: Seperti “Api Pancasila” atau “Pengkhianatan PKI” versi pendek yang diputar di bioskop sebelum film utama.
5. Film Komersial dengan Sentuhan Propaganda
- Kereta Api Terakhir (1981) – Menggambarkan pembangunan kereta api sebagai simbol kemajuan Orde Baru.
- Beberapa film perang kemerdekaan seperti Enam Jam di Yogya (remake) – menonjolkan peran militer (ABRI) sebagai penjaga negara.
Ciri Umum Film Propaganda Orde Baru
- Produser Utama: G. Dwipayana (kepala PPFN, orang dekat Soeharto).
- Tema Berulang: Anti-PKI, pemujaan Pancasila, pembangunan, peran besar ABRI/Soeharto.
- Wajib Tayang: Banyak diputar di bioskop, sekolah, dan TVRI sebagai “film wajib”.
- Pasca-Reformasi: Banyak dikritik sebagai propaganda, narasi sepihak, dan manipulasi sejarah.
Film-film ini efektif membentuk persepsi publik selama 32 tahun Orde Baru, tapi kini dianggap sebagai artefak propaganda yang kontroversial. Sejarah melalui lensa kekuasaan.
Adegan Kontroversial di Film “Pengkhianatan G30S/PKI” (1984)
Film Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer (1984) menjadi salah satu karya paling kontroversial dalam sejarah perfilman Indonesia. Adegan-adegan di bagian Lubang Buaya, terutama penyiksaan terhadap para jenderal oleh anggota PKI dan Gerwani, sering dikritik karena dianggap berlebihan, tidak didukung bukti historis kuat, dan berfungsi sebagai propaganda Orde Baru. Berikut detail adegan utama yang kontroversial, berdasarkan deskripsi film dan kritik sejarawan.
1. Adegan Penyiksaan Sadis di Lubang Buaya
- Deskripsi dalam Film: Para jenderal yang ditangkap hidup-hidup (seperti Letjen Suprapto, Letjen Parman, dll.) dibawa ke Lubang Buaya. Mereka disiksa secara brutal: dipukul, ditusuk, disundut rokok, disayat dengan silet (termasuk wajah dan kemaluan), mata dicongkel, serta dipermalukan secara seksual. Penyiksa utama digambarkan sebagai anggota Pemuda Rakyat dan Gerwani (organisasi wanita PKI) yang menari erotis sambil menyanyi “Genjer-Genjer” dan tertawa kejam.
- Durasi & Dampak Visual: Adegan ini panjang dan grafis (darah berceceran, jeritan korban), diiringi musik dramatis dan lagu “Genjer-Genjer” sebagai simbol kebiadaban.
- Kontroversi:
- Tidak Sesuai Fakta Sejarah: Laporan visum et repertum (otopsi resmi 1965) oleh tim dokter forensik (dipimpin Brigjen Roebiono Kertopati) hanya menemukan luka tembakan sebagai penyebab kematian. Tidak ada bukti penyiksaan brutal seperti pencungkilan mata, penyayatan kemaluan, atau penyiletan oleh Gerwani.
- Propaganda Anti-PKI: Adegan ini sengaja dilebih-lebihkan untuk mendemonisasi PKI dan Gerwani sebagai “biadab” serta “ateis”, membenarkan pembantaian massal 1965-1966. Sejarawan seperti Asvi Warman Adam, John Roosa, dan Bonnie Triyana menyebut ini “rekayasa dramatis” tanpa dasar bukti kuat.
- Trauma Psikologis: Adegan ini wajib ditonton anak sekolah hingga 1998, menyebabkan trauma bagi generasi 1980-1990-an.
2. Adegan Penculikan & Pembunuhan Awal
- Deskripsi: Pasukan Cakrabirawa menembak Jenderal Ahmad Yani di rumahnya, menculik yang lain, dan membawa ke Lubang Buaya. Ada adegan darah mengalir dari tubuh Ade Irma Nasution (putri Yani yang tewas tertembak).
- Kontroversi: Beberapa detail seperti lokasi Halim Perdana Kusuma digambarkan terlalu dekat dengan Lubang Buaya (padahal jaraknya cukup jauh), serta penyudutan PKI sebagai dalang tunggal tanpa konteks politik kompleks.
3. Adegan Lagu “Genjer-Genjer” & Tarian Gerwani
- Deskripsi: Saat penyiksaan, Gerwani menari erotis dan menyanyi “Genjer-Genjer” sambil tertawa.
- Kontroversi: Lagu rakyat Jawa ini sebenarnya netral (tentang kemiskinan), tapi digambarkan sebagai simbol kekejaman PKI. Ini dianggap manipulasi untuk membangkitkan kebencian.
Kritik Sejarawan & Dampak
- Asvi Warman Adam: Film “cacat fakta historis”, adegan penyiksaan tidak sesuai visum.
- John Roosa: Penggambaran seperti “fantasi propaganda”, korban utamanya ditembak, bukan disiksa ekstrem.
- Bonnie Triyana: Lebih sebagai propaganda Orde Baru daripada dokumenter sejarah.
- Hilmar Farid: Efektif tanam kebencian terhadap PKI pada generasi muda.
Film ini (durasi 4,5 jam) diproduksi atas perintah pemerintah Orde Baru (biaya Rp800 juta), wajib tayang hingga 1998. Kini dianggap artefak propaganda, meski masih jadi referensi Hari Kesaktian Pancasila.
Peristiwa G30S/PKI dalam Film: Penggambaran di Layar Lebar
Peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) telah menjadi salah satu tema paling kontroversial dalam perfilman Indonesia. Penggambaran di film sangat dipengaruhi oleh narasi resmi Orde Baru, yang menekankan PKI sebagai dalang utama kudeta berdarah. Berikut film-film utama yang mengangkat peristiwa ini, dengan fokus pada Pengkhianatan G30S/PKI yang paling ikonik.
1. Pengkhianatan G30S/PKI (1984) – Film Wajib Orde Baru
- Sutradara: Arifin C. Noer
- Produser: G. Dwipayana (atas perintah Soeharto)
- Durasi: 270 menit (versi panjang)
- Pemain Utama: Amoroso Katamsi (Soeharto), Umar Kayam (Soekarno), Bram Adrianto (Untung), Syu’bah Asa (D.N. Aidit)
Sinopsis & Penggambaran:
- Film ini mengikuti narasi resmi Orde Baru: PKI melalui pasukan Cakrabirawa di bawah Letkol Untung menculik, menyiksa, dan membunuh 6 jenderal + 1 ajudan di Lubang Buaya.
- Adegan paling terkenal dan kontroversial: penyiksaan sadis terhadap para jenderal (mata dicongkel, kemaluan dipotong) oleh Gerwani (organisasi wanita PKI) – narasi yang kini dianggap propaganda dan banyak dibantah sejarawan.
- Film ditutup dengan Soeharto mengambil alih kekuasaan dan menumpas PKI.
Dampak:
- Wajib Tayang: Dari 1984 hingga 1998, film ini wajib ditayangkan di TVRI setiap 30 September dan di sekolah-sekolah.
- Propaganda Orde Baru: Digunakan untuk membenarkan pembantaian massal 1965-1966 dan mengokohkan kekuasaan Soeharto.
- Kontroversi Modern: Setelah Reformasi, adegan penyiksaan dianggap berlebihan dan tidak akurat secara historis. Film ini kini jarang ditayangkan, tapi masih tersedia di YouTube (versi resmi TNI).
2. Film Lain yang Mengangkat G30S/PKI
- Gie (2005) – Sutradara: Riri Riza Menggambarkan latar belakang 1965 dari sudut pandang Soe Hok Gie (aktivis mahasiswa). Tidak fokus pada Lubang Buaya, tapi menunjukkan ketegangan politik dan pembantaian pasca-G30S. Lebih netral dan humanis.
- Sang Penari (2011) – Sutradara: Ifa Isfansyah Adaptasi novel Ahmad Tohari, menggambarkan dampak G30S di pedesaan Jawa: pembantaian massal dan trauma masyarakat.
- November 1828 (2013) – Sutradara: Teguh Karya (remake) Meski latar Perang Diponegoro, ada paralel dengan isu pengkhianatan.
- Documentary & Film Pendek:
- The Act of Killing (2012) & The Look of Silence (2014) oleh Joshua Oppenheimer – Dokumenter internasional yang mengungkap perspektif pelaku pembantaian 1965-66 dari sisi eksekutor, bukan korban resmi.
Kontroversi Penggambaran di Film
- Narasi Orde Baru: Film 1984 menekankan PKI sebagai “biadab” dan “ateis”, dengan adegan sadis untuk membangkitkan kebencian.
- Pasca-Reformasi: Banyak sejarawan (seperti Asvi Warman Adam, John Roosa) membantah detail penyiksaan oleh Gerwani. Versi alternatif menyebut korban ditembak mati, bukan disiksa secara ekstrem.
- Dampak Psikologis: Generasi 1980-1990-an trauma karena wajib nonton film ini di sekolah.
Saat Ini (2025)
Film Pengkhianatan G30S/PKI tidak lagi wajib tayang, tapi tetap jadi referensi sejarah resmi di kurikulum pendidikan dan Hari Kesaktian Pancasila (1 Oktober). Versi digital tersedia di YouTube resmi TNI AD.
Peristiwa G30S/PKI di film mencerminkan bagaimana kekuasaan menggunakan media untuk membentuk narasi nasional. Sejarah yang kompleks, tapi tetap jadi pelajaran penting
Sejarah Lubang Buaya: Saksi Bisu Peristiwa G30S/PKI
Lubang Buaya adalah kawasan di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang menjadi salah satu situs sejarah paling kelam di Indonesia. Nama ini terkenal karena terkait erat dengan Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI), di mana tujuh perwira tinggi TNI Angkatan Darat diculik, disiksa, dibunuh, dan jenazahnya dibuang ke sumur tua di lokasi tersebut.






Asal-Usul Nama Lubang Buaya
Nama “Lubang Buaya” sudah ada jauh sebelum peristiwa 1965. Menurut legenda masyarakat setempat dan catatan sejarah:
- Kawasan ini dulunya rawa dan hutan karet dengan sungai (Kali Sunter) yang banyak dihuni buaya putih (buaya albino atau siluman menurut cerita rakyat).
- Buaya sering membuat lubang di darat untuk bertelur atau beristirahat, sehingga daerah ini disebut “Lubang Buaya”.
- Cerita lain: Saat banjir besar, pasukan Belanda terseret ke lubang karena ulah “Datuk Banjir” yang punya ilmu supranatural.
Nama ini tidak ada hubungan langsung dengan peristiwa G30S/PKI, tapi menjadi identik setelah tragedi tersebut.


Peristiwa G30S/PKI di Lubang Buaya (30 September – 1 Oktober 1965)
Menurut versi sejarah resmi Indonesia:
- Gerakan 30 September (G30S) adalah upaya kudeta yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) melalui pasukan Cakrabirawa (pengawal presiden) di bawah Letkol Untung.
- Malam 30 September 1965, pasukan menculik 7 perwira tinggi TNI AD dari rumah mereka karena dianggap bagian dari “Dewan Jenderal” yang akan kudeta Presiden Soekarno.
- Korban (dikenal sebagai 7 Pahlawan Revolusi):
- Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani
- Letjen TNI Anumerta R. Suprapto
- Letjen TNI Anumerta S. Parman
- Letjen TNI Anumerta M.T. Haryono
- Mayjen TNI Anumerta D.I. Panjaitan
- Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo
- Lettu Pierre Andreas Tendean (ajudan Jenderal A.H. Nasution yang selamat)
- Para korban dibawa ke Lubang Buaya (dekat Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma), disiksa, dibunuh, dan jenazahnya dibuang ke sumur maut (kedalaman 12 meter, diameter 75 cm) secara bertumpuk.
- Jenazah ditemukan pada 3-4 Oktober 1965 oleh pasukan RPKAD (cikal bakal Kopassus).
- Peristiwa ini jadi pemicu transisi kekuasaan ke Orde Baru di bawah Soeharto.



Monumen Pancasila Sakti
Untuk mengenang korban dan menegaskan kesaktian Pancasila, dibangun Monumen Pancasila Sakti di lokasi yang sama (diresmikan 1 Oktober 1969 oleh Presiden Soeharto):
- Luas lahan: 14,6 hektar.
- Isi: Patung 7 Pahlawan Revolusi + Garuda Pancasila, Sumur Maut, Museum Paseban (diorama peristiwa), Museum Pengkhianatan PKI, relief perjuangan, rumah pos komando/dapur umum PKI.
- Fungsi: Tempat peringatan Hari Kesaktian Pancasila (1 Oktober) setiap tahun.
Monumen ini jadi situs edukasi sejarah nasional, meski narasi G30S/PKI tetap kontroversial di kalangan sejarawan.
Lubang Buaya bukan hanya nama tempat, tapi simbol tragedi nasional yang mengingatkan pentingnya persatuan dan Pancasila. Kunjungi untuk belajar sejarah langsung! 🇮🇩
Pemain Bintang Al-Nassr FC Musim 2025-26
Al-Nassr FC (julukan Al-Alami atau The Global) tetap jadi salah satu klub terkuat di Roshn Saudi League berkat skuad bertabur bintang, dipimpin Cristiano Ronaldo. Musim ini, mereka bersaing ketat di puncak klasemen dengan tambahan pemain top seperti João Félix dan Kingsley Coman. Berikut pemain bintang utama per Desember 2025:
1. Cristiano Ronaldo (Kapten)
- Posisi: Penyerang
- Usia: 40 tahun
- Kontribusi: 10 gol + 1 assist (musim ini), tetap top scorer potensial.
- Pengaruh: Ikon global, kapten, rekor gol SPL.

.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)
2. João Félix
- Posisi: Penyerang / Gelandang Serang
- Usia: 26 tahun
- Kontribusi: Top scorer liga sementara (11 gol).
- Pengaruh: Kreatif, dribbling tajam, sinergi dengan Ronaldo.
3. Sadio Mané
- Posisi: Winger Kiri
- Usia: 33 tahun
- Kontribusi: Gol & assist tinggi, kecepatan elite.
- Pengaruh: Eks Liverpool, pengalaman juara.


4. Kingsley Coman
- Posisi: Winger
- Usia: 29 tahun
- Kontribusi: Assist terbanyak tim.
- Pengaruh: Kecepatan & crossing dari Bayern Munich.
5. Marcelo Brozović
- Posisi: Gelandang Tengah
- Usia: 33 tahun
- Kontribusi: Kontrol tempo, passing akurat.
- Pengaruh: Eks Inter Milan, juara Champions League.

6. Aymeric Laporte
- Posisi: Bek Tengah
- Usia: 31 tahun
- Kontribusi: Leader pertahanan, clean sheet tinggi.
- Pengaruh: Eks Man City, juara Premier League.


7. Otávio
- Posisi: Gelandang
- Usia: 30 tahun
- Kontribusi: Visi & energy tinggi.
- Pengaruh: Eks Porto, talenta Portugal.


Skuad Al-Nassr penuh talenta Eropa & lokal, target juara SPL & AFC. Al-Alami on top! 🔥









